Rangkuman Materi Pendidikan Pancasila Kelas 10 SMA/MA/SMK | BAB 1 Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Ketemu lagi di channel
Indra Edu. Nah, dalam kesempatan kali
ini kita mari merangkum materi mata
pelajaran pendidikan Pancasila kelas 10
SMA SMK Sederajat bab 1 yaitu tentang
Pancasila sebagai pemersatu bangsa.
Seperti biasa sebelum kita melanjutkan
kepada pembahasan, mari subscribe
terlebih dahulu, like, komen, dan boleh
share kepada teman-temannya supaya kita
semua bisa menebar manfaat yang lebih
banyak lagi. Adapun tujuan
pembelajarannya tentunya kalian
diharapkan mampu memahami proses
lahirnya Pancasila sebagai dasar negara.
Menjelaskan gagasan para pendiri bangsa
mengenai dasar negara. Menganalisis
dinamika perumusan dan pengesahan
Pancasila. Menjelaskan kedudukan dan
fungsi Pancasila dalam kehidupan
berbangsa. dan bernegara.
Menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari serta memberikan
solusi terhadap perilaku yang
bertentangan dengan nilai-nilai
Pancasila. Mari kita bahas dari
pembahasan yang ee terlebih dahulu
tentang gagasan-gagasan para pendiri
bangsa tentang dasar negara. Nah,
pengertian dasar negara. Dasar negara
adalah landasan atau pedoman utama dalam
penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan
bernegara. Bagi bangsa Indonesia, dasar
negara adalah Pancasila. Latar belakang
perumusan dasar negara yaitu dimulai
pada tahun 1945.
Jepang membentuk BPUPK yaitu Badan
Penyelidik Usaha-usaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia untuk
mempersiapkan kemerdekaan Indonesia
tentunya. Nah, sidang pertama BPUPK
dilaksanakan pada tanggal 29 Mei sampai
dengan 1 Juni 1945 dengan agenda utama
merumuskan dasar negara Indonesia.
Gagasan-gagasan dalam sidang pertama BPU
PK ada tiga tokoh nih yang menyampaikan
gagasan mengenai dasar negara tentunya
tokoh utama ya. Nah, ada Muhammad Yamin,
Supomo, dan Ir. Soekarno.
Usulan dasar negara dari Muhammad Yamin
yaitu pri kebangsaan, pri kemanusiaan,
priketuhanan, prikeryatan, serta
kesejahteraan rakyat. Pokok pikiran yang
disampaikan oleh Muhammad Yamin yaitu
pemersatu bangsa, penghormatan terhadap
hak asasi manusia, demokrasi, serta
kesejahteraan rakyat.
Tokoh utama yang kedua yaitu Supomo.
Pokok pikirannya itu adalah negara
persatuan atau integralistik,
kekeluargaan, musyawarah, keadilan
sosial, serta hubungan harmonis antar
rakyat dan negara. Inti gagasan dari
Supomo yaitu negara harus mengutamakan
kepentingan bersama di atas kepentingan
individu dan golongan.
Gagasan yang ketiga yaitu dari Soekarno,
Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945.
Soekarno menyampaikan pidato tentang
dasar negara yang kemudian diberi nama
Pancasila.
Lima dasar yang diusulkan Soekarno di
antaranya kebangsaan Indonesia,
internasionalisme atau perikemanusiaan,
yang ketiga mufakat atau demokrasi, yang
keempat kesejahteraan sosial, yang
kelima Ketuhanan Yang Maha Esa.
Gagasan Soekarno tentang Pancasila.
Dalam pidatonya, Soekarno menjelaskan
bahwa lima sila tersebut dapat diperas
menjadi trisila, yaitu
sosionasionalisme, sosiodemokrasi, serta
ketuhanan. Kemudian diperas lagi menjadi
Ekasila dan gotongroyong. Menurut
Soekarno, gotongroyong merupakan inti
dari seluruh nilai Pancasila.
Nilai-nilai penting gagasan para pendiri
bangsa yang pertama adalah nasionalisme.
Nah, nasionalisme merupakan rasa cinta,
bangga, dan setia kepada bangsa serta
negara Indonesia. Persatuan ialah sikap
menjaga keutuhan bangsa dengan
mengutamakan kebersamaan di atas
perbedaan. Yang ketiga, nilai pentingnya
itu adalah musyawarah, yaitu cara
menyelesaikan masalah atau mengambil
keputusan melalui diskusi bersama untuk
mencapai mufakat. Yang keempat adalah
keadilan, yaitu sikap memperlakukan
setiap orang secara adil sesuai hak dan
kewajiban tanpa pilih kasih. Yang
kelima, kemanusiaan. Yaitu sikap
menghormati harkat, martabat, hak, dan
kewajiban setiap manusia serta saling
tolong-menolong. Yang keenam, ketuhanan
yaitu meyakinkan, yaitu keyakinan kepada
Tuhan Yang Maha Esa dengan menjalankan
ajaran agama dan menghormati pemeluk
agama lain. Yang ketujuh, gotongroyong.
yaitu sikap bekerja sama, saling
membantu, dan peduli terhadap sesama
demi mencapai tujuan bersama.
Subpembahasan yang kedua yaitu dinamika
kelahiran Pancasila.
Pengertian dinamika kelahiran Pancasila
adalah proses panjang perumusan,
pembahasan, penyempurnaan hingga
pengesahan Pancasila sebagai dasar
negara. Dinamika dalam sidang pertama
BPUPK.
Selama sidang pertama para tokoh
menyampaikan usulan, terjadi diskusi,
muncul berbagai pendapat, dan semua
bertujuan mencari dasar negara yang
terbaik. Adapun nilai yang tampak di
antaranya ada demokrasi, musyawarah,
toleransi, serta persatuan.
Dinamika dalam perumusan Pancasila.
Setelah sidang pertama dibentuk panitia
9, maka ada beberapa anggota dari
panitia 9. Di antaranya ada yang pertama
Soekarno,
yang kedua Muhammad Hatta, yang ketiga
Muhammad Yamin, yang ketiga Ahmad
Subaro, yang kelima Amarimis, yang
keenam Abi Kusno Cokro Sujoso, yang
ketujuh Abdul Qhar Muzakir, yang ke-8
Agus Salim, yang ke9 Wahid Hasyim.
Panitia 9 menghasilkan piagam Jakarta
pada tanggal 22 Juni 1945.
Isi dari piagam Jakarta. Piagam Jakarta
memuat rumusan dasar negara. Pada sila
pertama terdapat kalimat ketuhanan
dengan kewajiban menjalankan syariat
Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
Dinamika dalam pengesahan Pancasila
yaitu dimulai pada tanggal 17 Agustus
1945
Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.
Sehari setelahnya pada tanggal 18
Agustus 1945 PPKI mengadakan sidang.
Adapun keputusan penting dalam sidang
PPKI di antaranya mengesahkan
Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia tahun 1945, memilih Soekarno
sebagai Presiden, memilih Muhammad Atas
sebagai wakil presiden, serta menetapkan
Pancasila sebagai dasar negara.
Perubahan pada sila pertama demi menjaga
persatuan bangsa. Rumusan sila pertama
diubah menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa.
Perubahan ini menunjukkan semangat
toleransi, persatuan, mengutamakan
kepentingan bangsa, serta menghargai
keberagaman.
Nilai-nilai dalam proses kelahiran
Pancasila di antaranya ada nilai
musyawarah, toleransi, mengutamakan
persatuan, rela berkorban, menghargai
perbedaan, dan semangat kebangsaan.
Subpembahasan yang ketiga yaitu
kedudukan Pancasila. Pancasila memiliki
tiga kedudukan utama. Yang pertama
Pancasila sebagai dasar negara.
Pancasila menjadi sumber dari segala
sumber hukum di Indonesia. Fungsinya
sebagai dasar penyelenggaraan negara,
sebagai pedoman pembentukan peraturan,
landasan kebijakan pemerintah, serta
acuan penyelenggaraan pemerintah.
Contohnya
Undang-Undang Dasar 1945
disusun berdasarkan Pancasila. Semua
undang-undang tidak boleh bertentangan
dengan Pancasila.
Yang kedua, Pancasila sebagai pandangan
hidup berarti pedoman dalam bersikap dan
juga bertindak. Fungsinya menjadi arah
kehidupan bangsa, pedoman dalam
pengambilan keputusan, menumbuhkan
semangat gotongroyong, serta menjadi
pedoman dalam kehidupan masyarakat.
Contoh Pancasila sebagai pandangan hidup
di antaranya menghormati orang tua,
menolong sesama, bermusyawarah,
menghargai perbedaan agama, serta
menjaga persatuan.
Yang ketiga, kedudukan utama itu
Pancasila sebagai ideologi negara.
Ideologi merupakan kumpulan nilai dan
cita-cita yang menjadi pedoman bangsa.
Pancasila termasuk ideologi terbuka.
Artinya, mampu berkembang mengikuti
perubahan zaman tanpa meninggalkan
nilai-nilai dasarnya.
Ciri dari ideologi terbuka di antaranya
bersumber dari nilai masyarakat,
bersifat dinamis, dapat mengikuti
perkembangan zaman, serta tetap
mempertahankan nilai dasar. Adapun
fungsi ideologi di antaranya memberikan
arah pembangunan nasional, menjaga
persatuan bangsa, menjadi identitas
bangsa Indonesia, serta menjadi
pemersatu masyarakat yang beragam.
Subpembahasan yang keempat adalah
aktualisasi Pancasila.
Pengertian aktualisasi Pancasila adalah
proses menerapkan nilai-nilai Pancasila
dalam kehidupan sehari-hari, baik
sebagai individu, maupun sebagai anggota
masyarakat, bangsa, dan negara.
Aktualisasi tidak hanya berupa pemahaman
teori, tapi juga diwujudkan melalui
sikap, perilaku, dan tindakan nyata yang
sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Dengan mengaktualisasikan Pancasila,
maka masyarakat Indonesia dapat menjaga
persatuan, menciptakan kehidupan yang
damai, serta mewujudkan cita-cita bangsa
bagaimana tercantum dalam pembukaan
Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia tahun 1945.
Tujuan aktualisasi Pancasila di
antaranya membentuk warga negara yang
berkarakter Pancasila, menumbuhkan sikap
toleransi dan saling menghargai,
memperkuat persatuan dan kesatuan
bangsa, menumbuhkan rasa cinta tanah
air, mewujudkan kehidupan yang adil,
damai, dan sejahtera, serta menjadikan
Pancasila sebagai pedoman dalam
pengambilan keputusan.
Aktualisasi Pancasila yang pertama
penerapan nilai-nilai Pancasila dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara. Sila yang pertama, Ketuhanan
Yang Maha Esa. Di antaranya penerapannya
adalah beribadah sesuai agama,
menghormati pemeluk agama lain, menjaga
kerukunan umat beragama. Sila yang
kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab
yaitu menghargai hak orang lain,
bersikap sopan dan peduli, menolak
perundungan dan diskriminasi.
Sila yang ketiga, persatuan Indonesia
yaitu menjaga persatuan dan kesatuan,
cinta tanah air, serta menghargai
keberagaman suku, agama, dan budaya.
Sila yang keempat, kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan, yaitu
mengutamakan musyawarah, menghargai
pendapat orang lain, serta menerima
keputusan bersama. Sila yang kelima
yaitu keadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia. di antaranya bersikap
adil, membantu sesama, serta menjaga
fasilitas umum dan lingkungan.
Penerapan Pancasila Pancasila dapat
diterapkan dalam berbagai lingkungan, di
antaranya lingkungan keluarga, yaitu
menghormati orang tua, jujur, dan saling
membantu di lingkungan sekolah, mematuhi
tata tertib, menghargai guru, dan
bekerja sama. di lingkungan masyarakat
yaitu ikut gotongroyong, menjaga
kerukunan dan peduli terhadap sesama di
dalam bangsa dan negara yaitu mentaati
hukum, menjaga persatuan, dan mencintai
tanah air.
Aktualisasi Pancasila yang kedua yaitu
gagasan solutif mengatasi perilaku yang
bertentangan dengan Pancasila. Contoh
perilakunya itu adalah intoleransi,
perundungan atau bullying, penyebaran
hok, korupsi, diskriminasi, tidak
menghargai hasil musyawarah. Gagasan
solutif, menumbuhkan sikap toleransi,
menghargai hak dan pendapat orang lain,
bijak menggunakan media sosial,
membiasakan musyawarah, bersikap jujur,
dan bertanggung jawab, serta
mengutamakan persatuan dan gotongroyong.
Sekian dan terima kasih. Sampai jumpa di
video pembelajaran berikutnya di
rangkuman materi yang lain. Semoga
bermanfaat. Kami akhiri. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

MENGENAL DAN MEMPROMOSIKAN PRODUK PANGAN LOKAL INDONESIA
VINA · Indonesian

🎙️ مجالس شرح البردة 2️⃣1️⃣ المجلس الواحد والعشرين
د. محمد المهدي منصور Dr. Mohamed Mehdi Mansour · English

IPS Kelas 9 - Perubahan Sosial Budaya
Pinne Pardede · English

My Boss My Hero (2006) Episode 01 Subtittle Indonesia
Muhammad Ridho · Indonesian

Un mismo Dios, españoles, criollos e indígenas juntos: las cofradías de la Nueva Granada
Javeriana Estéreo 91.9 FM Bogotá · English

Ex-P*rn Star Exposes the Dirty Secrets of the P*rn Industry
Nicholas Bowling · English

شهادة الشيخ الشهيد محمد بوسليماني في احداث الجزائر
ELFAHMTV NAHNAH · English

🫣ŻARTY OD WIDZÓW *SUCHARY 24* 🫣
Cezary Pazura · Polish

Sistem Reproduksi Pada Manusia Kelas 9 SMP (Part-1) Pembelahan Sel
Heryanah Ana · Indonesian

Praktikum enzim katalase
Dani Herdiana · Indonesian

چرا معاملهگران حرفهای از ابر ایچیموکو استفاده میکنند؟ برای معاملهگران حرفهای
Aryafar Forex Academy · English

【16歳未満“SNS禁止法”施行】オーストラリアで世界初 12歳「TikTokが使えなくなった」各国で進む“SNS規制”日本では?【news23】|TBS NEWS DIG
TBS NEWS DIG Powered by JNN · English
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.