#3 Diklat 38JP - Kepala Perpustakaan dalam Mewujudkan Akreditasi Perpustakaan Unggul
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat malam. Salam
sejahtera bagi kita semua. Shalom. Om
swastiastu. Namo buddhaya. Salam
kebajikan. Rahayu. Rahayu. Rahayu. Yang
terhormat narasumber kita Ibu Dr. Endang
Satmawati, S.S., Sos, M.Si., MA. selaku
narasumber yang akan membagikan
pengetahuannya pada malam hari ini.
Serta yang kami hormati Bapak dan Ibu
peserta Diklat Nasional yang berbahagia.
Selamat datang di diklat Nasional hari
ketiga Bapak dan Ibu. Di mana pada malam
hari ini merupakan hari terakhir Zoom
meeting dan
silakan bagi Bapak dan Ibu yang belum
mengaktifkan kameranya dapat diaktifkan
terlebih dahulu. Sebelumnya saya juga
izin menginformasikan untuk link
presensi akan kami share melalui grup
WhatsApp setelah diklat selesai, Bapak,
Ibu. Jadi, silakan nanti dapat dicek di
grup WhatsApp-nya. Jadi, Bapak, Ibu
tidak perlu menuliskan hadir di kolom
chat.
Selanjutnya, alhamdulillah puja dan puji
syukur kami panjatkan karena berkat
rahmat-Nya kami masih bisa berkumpul
untuk bersama-sama menimba ilmu dari
narasumber kita yang sangat luar biasa.
pada malam hari ini meskipun harus
dilaksanakan secara online. Semoga kita
tetap dalam keadaan sehat dan tetap
semangat selalu. Bapak, Ibu,
Diklat Nasional pada malam hari ini
mengusung tema kepala perpustakaan dalam
mewujudkan akreditasi perpustakaan
unggul. Sebelum kita beranjak pada
kegiatan inti, alangkah lebih baiknya
apabila kita berdoa terlebih dahulu agar
kegiatan pada malam hari ini dapat
berjalan dengan lancar dan dapat menjadi
manfaat bagi kita semua. Berdoa menurut
agama dan kepercayaan masing-masing.
Dipersilakan.
berdoa dicukupkan.
Baik, Bapak dan Ibu. Semoga pada malam
hari ini Bapak Ibu tidak bosan
karena masih ditemani dengan saya. Salam
kenal Bapak Ibu. Saya Alia selaku
moderator yang akan membagi, yang akan
memandu kegiatan pada malam hari ini. Di
kolom chat ini juga sudah banyak sekali
Bapak Ibu yang berkenalan.
Mungkin namanya tidak bisa saya sebutkan
satu persatu. Salam kenal. Semoga acara
kita pada malam hari ini dapat berjalan
dengan lancar dan Bapak Ibu juga semoga
senantiasa diberikan kesehatan tentunya.
Selanjutnya
langsung saja kita ke sesi penyampaian
materi Bapak Ibu karena tentunya Bapak
Ibu sudah tidak sabar dengan materi kita
di hari ketiga ini. Jadi untuk itu
langsung saja kita sambut narasumber
kita pada malam hari ini yaitu Ibu
Endang Fatmawati. Kepada Ibu Endang
Fatmawati kami persilakan.
Baik, Kak Olia. Selamat malam Bapak Ibu
semua. Selamat malam.
Semoga Bapak Ibu semua sehat ya pada
malam hari ini. Tetap semangat Bapak Ibu
untuk menyelesaikan diklat ya di hari
ketiga. Kalau tadi Kak Olia di sesi
terakhir gitu walaupun terakhir tapi
bukan berarti berakhir ya Kak Olia ya
gitu. Jadi, Bapak, Ibu diharapkan tetap
bersemangat dan bisa mengikuti di
kelanjutnya gitu ya dengan topik yang
tentu sangat menarik yang
diselenggarakan oleh eguru.id
gitu. Salam guru digital Bapak Ibu tetap
belajar
walaupun sudah mengajar gitu ya, Kak ya.
Betul ya. [tertawa]
Iya.
Baik Bapak Ibu, ini malam hari ini kita
melanjutkan diskusi kita untuk materi
selanjutnya ya. Nah, sebelum masuk Bapak
Ibu kemarin ada pertanyaan ya atau
mungkin
sesuatu yang mau disampaikan tetapi
karena waktu sudah
larut ya akhirnya belum terjawab. Nah,
ini e saya akan mencoba untuk share
screen Bapak, Ibu ya. Kira-kira apa saja
yang belum. Nah, ini yang diberikan oleh
panitia kepada saya
melalui admin itu seperti ini, Bapak,
Ibu. Terlihat ya. Mudah-mudahan ya
terlalu kecil gak ya? Tahu ya ini baik
saya besarkan 100
50. Nah, sudah cukuplah ya.
Ini hari kedua. Kemarin tanggal 21 Juli
2026 Bapak Ibu ya. Saya juga save chat
dan saya cek memang ada gitu ya. Ini
pertama dari Ibu Nunung Nuryani.
Mudah-mudahan Ibu sudah hadir ya.
Apakah apa sajakah syarat untuk
akreditasi perpustakaan? Nah, untuk
persyaratannya
sebagaimana yang sudah kita diskusikan
Bapak Ibu ya, Ibu Nuno, Ibu Nuryani, Ibu
Nunung Nuryani lengkapnya. Nah, itu ee
persyaratannya
kira-kira kalau mau mempersiapkan itu
perhatikan dari komponennya ya berbasis
pada NSP, standar nasional
perpustakaannya. Nah, untuk tahun 2026
ini kan kita sudah menggunakan enam gitu
ya, sesuai dengan peraturan yang
bergulir dari Direktorat Standarisasi
dan Akreditasi Perpustakaan Nasional.
Jadi enam. Kalau tahun kemarin kan masih
gitu ya. Nah, Bapak Ibu harus
memperhatikan itu ya sekaligus untuk
Bapak Ibu semua. Kalau untuk pertama
kali tuh judul gitu dilihat dari
judulnya itu ya 1000 gitu kan. minimal
1.000 gitu. Karena kalau nanti belum ya
belum bisa dilakukan proses untuk
asesmen. Kenapa? Saya pernah Bapak Ibu
juga. Jadi ketika
ee ke lapangan itu ternyata dihitung
masih kurang. Nah, sehingga belum
dilanjutkan untuk proses akreditasi gitu
ya. Nah, baru tahun berikutnya gitu ya.
Walaupun penambahannya sedikit gitu.
Nah, tapi upaya yang sudah dilakukan
oleh pihak sekolah, oleh pihak
perpustakaan itu ee sudah mewujudkan
adanya komitmen bahwa untuk siap dinilai
gitu ya. Nah, itu paling enggak 1000
judul gitu. Kemudian kalau NPP kan nomor
pokok perpustakaan ya, Bapak Ibu nanti
kan bisa melakukan pendaftaran. Nah,
kemarin kan saya sampaikan ada link ya,
Bapak Ibu itu dari Pranala itu Bapak Ibu
bisa masuk gitu, bisa mempelajari dari
YouTube juga ada gitu. Jadi misalnya ee
untuk membuat NPP. Nah, itu ya saya rasa
tidak sulit Bapak, Ibu. Nah, gitu. Nah,
terus kemudian kalau memang Bapak Ibu
sudah merasa
apa ya? merasa yakin gitu ya dari enam
komponen itu. Nah, itu sudah cukup gitu.
Nah, modal keinginan itu ya kemudian
penyesuaian dengan standar nasional
perpustakaan dari jenisnya misalnya Ibu
Nung itu dari SD ya berarti sesuai
dengan yang SD gitu ya. Nah, kemudian
kalau misalnya SMP gitu ya, SMP gitu.
Kalau misalnya SMA, SMA seperti itu. Itu
yang pertama. Nah, kalau masalah hasil
Bapak, Ibu ya ee tidak usah khawatir
kalau kita kan sering ee hasil sudah ada
yang ngatur gitu ya. Nah, kalau sudah
direncanakan dengan upaya yang terbaik
karena dari hari pertama kan kita
membicarakan bagaimana peran dari
kepalanya. Nah, gitu ya. Jadi apa yang
diupayakan oleh Bapak Ibu sudah
diupayakan untuk bisa sesuai dengan
standar minimum ya, persyaratan minimum.
Nah, itu sudah layak gitu. Mau
mendapatkan berapa tidak apa-apa. Justru
itu ee tempatnya Ibu
mencari kira-kira gitu ya. Ee coba
mengidentifikasi gitu ya. Kira-kira
kenapa kok ada yang kurang di bagian
ini? Oh, ternyata memang perlu
perbaikan. Nah, gitu.
Terus kemudian kalau untuk yang Ibu
Liuna Yuna gitu ya, itu ee Ibu Liuna
Yuna. Terima kasih Ibu ya. Akreditasi
perpustakaan itu berlaku untuk
perpustakaan sekolah atau sudah
merangkap satu dengan akreditasi
sekolah? Iya. Baik. Jadi ee saat ini
yang masih berjalan itu masih terpisah
ya Bapak Ibu sehingga akreditasi sekolah
sendiri, akreditasi perpustakaan sekolah
sendiri gitu. Namun gitu ya ke depan
gitu ee akan sangat mungkin gitu ya
bahwa syarat untuk akreditasi dari
perpustakaan sekolah itu ee syarat untuk
akreditasi dari sekolah itu mewajibkan
dengan adanya akreditasi perpustakaan
sekolah. wacananya seperti itu ke depan
dan ini ee kalau Bapak Ibu mengikuti
bintek gitu ya atau sosialisasi gitu
terkait dengan akreditasi di tempat
Bapak Ibu di wilayah Bapak Ibu itu ee
dari Bapak Ibu asesor ya yang ada di
daerah itu ee ee juga mendapatkan
informasi ya mendapatkan pembinaan
pengarahan dari pusat ya dari DSA dari
Perpusnas itu bahwa
dari akhir tahun kemarin ya tahun
kemarin kemarin itu sudah mulai gitu ya,
bahwa itu ke depannya gitu ya ee itu
akan seperti itu wacana itu sudah mulai
ee dilakukan
mediasi ya misalnya dengan dignas gitu
ya dengan unsur-unsur stakeholder yang
terkait dalam hal ini gitu. Nah, kalau
saya sendiri ya kalau diminta untuk ee
berpendapat saya sangat setuju sekali
gitu. Nah, cuman untuk mewujudkan itu
kan karena itu kebijakan kan meliputi ee
segala pihak ya yang itu ee memang harus
memberikan support, dukungan, dan
memberikan pemaknaan yang sama terkait
dengan makna akreditasi begitu. Kalau
saya ya idealnya begitu sehingga
keberadaan dari perpustakaan sekolah itu
ee memang benar-benar sangat penting
gitu, sangat krusial gitu di dalam
mendukung
proses pembelajaran ya di sekolah gitu.
Sehingga ya kalau mau akreditasi sekolah
harus akreditasi perpustakaan dulu kan
gitu. Nah itu kalau saya mengamini iya
sependapat sekali gitu. Nah, cuma
regulasi itu saat ini kan belum ee
ditetapkan untuk bisa dijalankan. Tapi
untuk upaya ke sana dari pihak ee
institusi pembina ya dalam hal ini
Perpusna sudah pernah gitu ya
menyampaikan seperti itu gitu. ketika ee
tadi misalnya ada bintek, ada
sosialisasi seperti itu. Nah, kemudian
untuk Bapak Supri Suprianto ya ini rajin
sekali nih Kak Olia ni kalau misalnya
ada doorpres atau ada [tertawa]
apresiasi untuk e Bapak Ibu peserta yang
rajin teraktif misalnya gitu ya Kak ya.
Wah itu Pak Anton ini masuk kandidat ya.
[tertawa]
Nah, ini izin bertanya, Ibu. Sekolah
kami sudah melaksanakan akreditasi,
namun seiring waktu terjadi beberapa
kali pergantian kepala perpustakaan.
Saya baru diangkat sebagai kepala
perpustakaan TMT 13 Juli. Nah, berarti
kalau sekarang 22
ya berarti baru seminggu ya. Benar ya.
Nah, itu. Terus ee sudah melakukan
pembenahan tata ruang dan tata kelola
perpustakaan.
Iya, sudah upayanya wah berarti langsung
tanggap gercep ya gitu ya. Langsung ee
pengin merubah ya, pengin merombak gitu
ya ee ingin mencapai sesuatu yang ideal
gitu ya. Nah, setelah melihat sertifikat
akreditasi ternyata TMT ya itu ee 30
Januari 2026. Nah, kalau sekarang
berarti sudah 6 bulan lebih ya Bapak,
Ibu ya. Ya, Bapak Anton. Nah, akreditasi
sudah berakhir. Nah, yang menjadi
pertanyaan,
bolehkah mengajukan permohonan penundaan
akreditasi?
Ya, boleh terserah di tempat Bapak Ibu
ya. Ini kan kebijakan dan juga kesiapan
gitu. Mungkin selama ini mungkin ya
berjalan, tetapi ketika Bapak ada
pembenahan yang lebih siap gitu lah.
Kenapa harus ditunda gitu? Kalau saya
kalau sudah siap e Bapak aja sudah
melakukan perubahan tata ruang, tata
kelola, pembenahan itu ya. Kalau sudah
dirasa siap ngapa harus ditunda, kan
gitu pertanyaannya. Ee bagaimana caranya
hingga kapan penundaan? Nah, ini berarti
kan masih nyambung ya, permohonan
penundaan bagaimana caranya hingga
kapan. Nah, ini. Nah, kalau yang kemarin
Bapak, Ibu ya, ini untuk
sharing saja akhir tahun menjelang akhir
tahun ya kan kalau Desember itu kan awal
sudah tutup buku ya, close anggaran jadi
tidak ada ee acara-acara ya. Itu sudah
ya biasa ya di tempat kita ya Bapak,
Ibu. Nah, November itu masih ada
Oktober. Nah, itu itu penghabisan dari
yang pendaftaran yang ee masih komponen.
Jadi, kalau yang kemarin sudah terlewat
kemudian ikut sekarang ya berarti
berbeda semua apa yang sudah diusulkan
ya di Sip yang tadinya 9 karena tidak
terealisasi di 2025 otomatis kan jadi
2026. Nah, otomatis kan mengikuti aturan
regulasi yang baru keenam komponen. Nah,
berarti kan bukti fisiknya ya. Kemudian
instrumennya kan juga berubah berarti
kan harus mendaftar kembali gitu. Nah,
kalau yang sudah aman ya sudah dilakukan
di 2025 gitu karena masih menggunakan
yang komponen gitu. Nah, yang ini Bapak
karena ini berjalan 2026 ya Pak Anton.
Nah, mungkin ada case yang sama juga ya
dengan Bapak Ibu ya di tempat Bapak Ibu
itu ee kalau saya menyarankan ya kalau
sudah siap kenapa ditunda Bapak
disegerakan aja untuk segera mendaftar.
karena caranya ya seperti sudah
dilakukan. Jadi melalui SIPAPI gitu.
Nah, ya sebagai asesi ya dari
perpustakaannya gitu. Nah, nanti
prosedur dan selanjutnya kan nanti
mengikuti saja gitu. Nah, kemudian ee
sehingga saya dan staf bisa melakukan
pembenahan. Nah, kalau ini kan
tergantung kesiapan ya, Bapak, Ibu. Nah,
makanya ee perlu yang namanya
mempelajari ya. Kemarin tuh kan ada
kebijakan ya, terus Bapak Ibu
mempelajari juga ee dokumentasi mutunya,
[mendengus] mempelajari juga ee
instrumennya dan bukti fisiknya itu.
Nah, kelengkapan itu bisa mengukur
performance gitu ya, kinerja. Makanya
laporan kinerja itu juga penting karena
itu sebagai base evidence ya ketika
asesmen. Nah, gitu. Nah, manajemen
bagaimana mempersiapkan bukti-bukti
dukung itu yang menjadi ee Bapak, Ibu
itu ya yang menjadi sesuatu yang ee itu
tantangan ya. Kalau sudah dilakukan
berarti bagus gitu. Kalau memang ee
belum kurang di mana, nah itu bisa ayo
kita perbaiki. Nah, gitu. Nah, sehingga
diharapkan adanya peningkatan peringkat.
Oh iya lah. Kemarin peringkatnya
misalnya Bapak Anton itu berapa ya? Ee
kalau misalnya kemarin B misalnya ya,
berarti ee bisa A kan gitu maksudnya ya.
Kalau A ya jangan B nanti Pak jadi turun
[tertawa]
gitu ya. Nah, A ya tetap A gitu ya.
Kalau kemarin A misalnya dengan nilai
90 ee 2 misalnya ya. Nah, sekarang
karena sudah ada pembenahan gitu ya
dengan keberadaan Bapak sebagai
kepalanya ya dari penilaian mandiri
misalnya mencampai 92 koma gitu ya.
Berarti kan ada peningkatan dari A-nya
oh kemarin A-nya berapa sekarang berapa
gitu. Nah gitu. Kalau B ke A kan jelas
sekali ya ada lompatan di situ dari
normatif dari penentuan ini bisa B A kan
gitu ya. Nah ini mohon pencerahan.
Terima kasih itu ya Bapak. Jadi ee gak
usah ditunda-tunda Bapak ngapain
ditunda-tunda. Apalagi ini sudah
pertengahan ya segera saja ya segera
mendaftar siapa tahu ya diupayakan
mudah-mudahan bisa terealisasi di tahun
ini. Nah gitu loh. Jadi nanti ee
tergantung ya kalau misalnya kan kalau
ah itu bisa 5 tahun kan Bapak kalau
misalnya 2026 sampai 2031 kan gitu. Nah
itu ya Bapak ya. Semangat e Bapak Anton
Suprianto ya. Baik ya. Jadi jangan
ditunda ya Bapak, disegerakan kalau
sudah siap. Apalagi Bapak sudah
menyampaikan bahwa saya sudah melakukan
apa apaap kan gitu. Nah, ini terus Ibu
Farida Indradiani
ya ini SS ya, Ibu. Ee I baik terima
kasih Ibu. Ini tanggapannya ini masih
pertanyaan ya.
Ya, saya harap Bapak Ibu bisa sharing
ya. Kalau terkendala mikrofon gitu bisa
dichat juga misalnya ya pengalaman Bapak
Ibu, pengalaman terbaik atau mungkin
kendala apa di lapangan gitu. Nanti
Bapak Ibu juga bisa memberikan komen
silakan monggo di chat gitu ya sehingga
ee apa bisa saling berbagi, saling
menguatkan kan gitu dengan case-kase
yang sama itu penyelesaiannya gitu ya
bisa diaplikasikan ya tentu sesuai
dengan kondisi di masa-masa sekolah gitu
ya. ya, ada yang mungkin ee belum bisa
maksimal, tapi paling enggak kan ee
dalam media di dalam diklat ini juga
bisa menjadi untuk curah saran ya,
Bapak, Ibu gitu. Nah, berapa sebenarnya
rasio? Nah, rasio kalau bicara rasio kan
perbandingan yang ideal untuk petugas
atau pengelola yang berada di
perpustakaan sekolah. Bila murid kami
mencapai lebih dari 800 gitu ya,
ditambah guru sekitar 70 berarti 870.
Nah, ini Ibu Farida gitu ya. Kalau di
dalam struktur untuk organisasi untuk
tenaga itu kan ee kepala perpustakaan
kemudian
kan ada layanan ee teknis gitu ya, ada
layanan pemustaka dan layanan TIK kan
gitu. Nah, paling enggak ada kalau
dihitung kan berarti ada tiga yang kuat
di situ. Nah, kalau misalnya satu ya
dirangkap semua kan berarti. Nah, kalau
idealnya ya masing-masing memiliki
sehingga ya kalau di dalam penguatan
struktur ya ada 3 1 2 3 kan gitu. Itu
yang kuat karena layanan pemustaka ada
ya, layanan teknis ada gitu, layanan TIK
ada. Apa must pustaka itu berarti kan
yang di depan gitu loh yang dia
bersinggungan dengan yang dilayani. Mau
melayani siswa, mau melayani guru, mau
melayani tenaga kependidikan gitu.
Teknis kan yang berada di backofice gitu
ya, yang melakukan kegiatan pengolahan,
kegiatan dari katalog, klasifikasi,
mungkin finishing ya, penyampulan
labeling, inputing data kan gitu.
Nah, intinya yang membedakan kalau yang
pemustaka itu berada di frontliners,
kalau yang teknis itu yang eh back
office gitu ya, tidak langsung
bersinggungan dengan yang dilayani. Nah,
kalau yang TIK ya berarti dia terkait
dengan TIK-nya misalnya maintenance ya
eh misalnya terkait dengan update
software gitu ya, terkait dengan
konversi, terkait dengan migrasi atau
memegang juga software-nya misalnya
untuk ee processing inputing sampai ke
pelaporan gitu ya. Itu kalau memang mau
di IT-nya jadi hardware juga, software
juga kan gitu. Hardware itu berarti
terkait dengan misalnya printer error
gitu ya, enggak bisa connect. Terus
mungkin tampilannya yang ee
ternyata tuh tidak apa-apa, sudah
nyambung tapi kok enggak bisa misalnya
ya jaringan misalnya ya terkait dengan
apa? Oh ini masih lokal area network
misalnya ini enggak bisa diakses gitu.
Nah ini load-nya misalnya ya terkait
dengan bandwage misalnya. Nah, terkait
dengan kecepatan.
Nah, itu misalnya IT yang memahami. Nah,
sehingga kalau ee ini kecepatannya
berapa di ruangan ini gitu. ee kalau
saya di luar sini berapa dia bisa jawab
karena dia memang di bagian layanan TIK
kan gitu seperti itu. Jadi kalau di
lapangan itu biasanya kan
pertanyaan-pertanyaan yang terkait
dengan teknologi itu ada sendiri gitu
yang menjawab yang menjadi bagian dari
tim gitu. yang lain sih juga tahu,
tetapi kan karena ee berbicara bahwa di
dalam struktur organisasi, di dalam
struktur perpustakaan itu memang ada
orangnya lah. Orangnya itulah gitu ya
yang dijadikan sebagai informan yang
ditanya gitu ketika proses asesmen gitu
ya. Masalah itu nanti ee asesor mau
bertanya atau enggak ya yang penting
disiapkan gitu. Kalau saya biasanya saya
bertanya gitu misalnya ini yang ngurin
siapa Bapak ini di mana gitu ya. Nah,
itu saya cross check. E, jadi biar
datanya valid antara bukti di borang ya
dengan ee keberadaan ketika saya berada
di lokasi itu terlihat gitu. Kemudian
bukti-bukti memang ada gitu. misalnya ee
komputernya ada berapa selain di sini
gimana misalnya ini bisa diakses dijawab
misalnya bisa diakses tidak line Bu tapi
sudah online ya coba ini saya akses
pakai ini dari misalnya dari kampus gitu
dari dinas ee dari luar daerah nah bisa
gak kan gitu jadi ee
memotret kondisi ril yang ada di
lapangan kesesuaian dengan bukti ya
portofolio di borang yang dituliskan
yang didaftarkan kan tentunya ya sebagai
penyerta di bukti fisik nih. Nah, begitu
ya Ibu. Jadi kalau ee rasio yang ideal.
Nah, tetapi Ibu kalau mau bersandar pada
SNP ya kepada instrumen. Nah, Ibu
kembali di sini Bu Farida Indra Diani
ya. Ini saya coba di sini Bapak Ibu ya.
Nah, ini eh sebentar belum terlihat.
Sebentar saya share dulu Bapak sebentar.
Nah, ini misal ya ini. Nah, kemarin ee
dari admin e guru itu Kak Linda. Oh, iya
kan ada slide terakhir yang ditanyakan
oleh Bapak Ibu ya, ada di file
tersendiri. Nah, maksudnya ini nanti
karena masih
inline ya, Bapak, Ibu ya, masih nyambung
dengan materi kita di hari ketiga dan
belum selesai semua kita bahaskan
sehingga kemarin memang belum ee untuk
diagihkan ya Salindianya seperti itu dan
file-nya nanti malam ini ee Bapak Ibu
sudah bisa men-download-nya nanti ya.
Begitu. Nah, ini misalnya Ibu ya ini
rasio kan Ibu bertanya rasio ya. Nah,
rasio perbandingan antara tenaga
perpustakaan terhadap warga. Nah, kalau
Ibu tadi menyampaikan bahwa ee
kondisinya gitu ya, muridnya mencapai
lebih dari 800. Nah, kalau lebih dari
800 itu kan bisa 1.000 lebih, bisa
mungkin ee 1000 ee bisa juga mungkin
mendekati 2.000 kan namanya juga lebih.
Tapi kalau rentang itu kan jelas lebih
dari 800 itu berapa ya? misalnya antara
800 sampai
1000 lah itu kan jelas gitu. Nah, guru
70 berarti kan 870. Nah, kenapa Ibu
enggak menambahkan tendiknya? Nah, kalau
870 itu kan rombelnya pasti besar. Nah,
tendiknya pasti juga berperan di sana.
Coba pustakawan itu kan ee bisa jadi ya
kalau fungsional ya tentu masuknya kan
di tenaga kependidikan gitu. Karena
kalau guru juga fungsional kan enggak
boleh merangkap dua fungsional. Nah,
kecuali kalau yang tidak ASN ya atau PNS
itu e bisa jadi guru juga pustakawan kan
gitu. Nah, jadi bisa dihitung sebagai
tenaga guru atau tenaga perpustakaan.
Nah, gitu. Tapi tidak boleh masuk ke
sana. Masuk ke sini ya. Salah satu yang
utama yang mana kan gitu ya. Ibu ee Ibu
Farida bisa ditambahkan karakteristik
dengan deskripsi tekniknya berapa. Nah,
itu semakin lebih konkret gitu. Nah, ini
bisa dilihat di sini. Nah, daftar dari
jumlah tenaga itu yang nanti menjadi
bukti fisik ya, Ibu ya. Ibu harus ee ada
daftar. Daftar tuh bisa dalam bentuk
nomor, nama gitu ya, kemudian
NIP kan gitu. Kemudian jabatan misalnya.
Nah, itu ee menunjukkan bahwa nanti ada
jumlah totalnya ada berapa. Nah, itu
jumlah warga tadi ya. Kalau Ibu
mengatakan 800-an lebih itu kalau di
dalam apa? Borang ya, Bapak, Ibu
menyertakan di bukti fisik tidak boleh
menggunakan rata-rata lebih kurang jadi
karena enggak jelas ukurannya. Nah,
harus pasti. Jadi kalau berapa rombel
ya, berapa rombel, setiap rombel ada
berapa. Nah, itu juga harus gitu ya.
Terus ee kalau jumlah siswa kan jelas
ada di data ya, di sekolah kan itu
siswanya berapa kan gitu ya. Nah, ini
itu harus jelas. Misalnya misal loh 850
misal gitu guru e guru misalnya 70
misalnya tidak bisa lebih dari 70 atau
kurang kurangnya berapa lebihnya berapa
kan jadi tidak jelas gitu. Jadi harus ee
jumlah dari kuantitatifnya itu harus
jelas karena kan terkait dengan
perhitungan gitu. Nah, warga itu kan
tidak hanya guru dan siswa. Nah, tadi
saya sebut misalnya tenaga kependidikan
gitu ya, pendik gitu, itu berapa? Nah,
itu di bagian TU-nya ya, bagian
administrasinya kan gitu. Ee karyawannya
misalnya mau disebut gitu ya bisa. Nah,
ini harus ada gitu, harus jelas gitu ya.
Ketika
misalnya Bapak, Ibu gitu ya diminta
untuk memberikan bukti ada gitu. Terus
yang hadir di sini gitu biasanya kalau
tenaga itu nampak ya ketika asesmen itu
kesiapan itu nampak dari Bapak Ibu yang
berada di situ. Jadi ketika misalnya
asesor datang dari yang menyambut ya
menyambut itu kok bukan berarti asesor
minta di dihormati gitu-gitu sih enggak
ya. Artinya kesiapan sekolah itu
terlihat ya ee dari siswa gitu ya,
kemudian dari kegiatan-kegiatan siswa
misalnya terkait dengan yang mereka
kelompok literasi misalnya ya atau ee
duta baca, sahabat perpustakaan misalnya
atau apa itu siap berada di menyambut
gitu misalnya ada pembukaan hadir gitu
ya ee jumlah gurunya juga. Nah, itu
pernah itu Bapak, Ibu sampai pas saat
itu aktivitas untuk pembelajaran
sementara gitu ya ketika proses
pembukaan itu ee siswa berada di kelas
gitu, mereka ada pembelajaran mandiri.
Nah, setelah acara pembukaan selesai
baru Bapak Ibu kembali. Itu kebijakan
dari kepala sekolahnya. Nah, itu luar
biasa karena komitmen. Nah, ketika nanti
proses untuk ee pertanyaan di
perkomponen, nah itu masing-masing tim.
Jadi 1 sampai 6 itu ya idenya dengan tim
yang berbeda gitu. Kenapa? Karena fokus
gitu. Kalau 1 sampai 6 dijawabnya oleh
satu orang aja. Nah itu lah unsur di
sekolah kan ya banyak. Kenapa enggak
dilibatkan dalam tim? Nah itu juga
menunjukkan persiapan komitmen ya. Itu
kemarin kan ada kata kunci komitmen. Nah
itu ya. Terus konsistensi gitu loh ya.
ini. Nah, perhitungan rasio lah ini Ibu
mulai menghitung rasio ketercukupannya
dengan jumlah anggotanya gitu.
Itu ya, Ibu. Jadi memahami bahwa di
dalam struktur untuk organisasi untuk
tenaga itu tadi paling enggak ada itu
ya. Di bawah bawahnya ibu paling enggak
ada tiga tadi. Lebih lebih bagus gitu
kan. Nah, kalau cuman ada satu du ya
tidak apa-apa dioptimalkan
gitu ya. Bisa ngerangkap di dua gitu ya.
dia juga teknis juga pemustaka ya gak
apa-apa ya layanannya dua teknis dan
pemustaka gitu atau tiga-tiganya gitu.
Nah itu nanti diperkuat dengan tugas
fungsinya gitu. Nah ini kalau untuk
penilaiannya seperti ini, Ibu. Jadi ini
ini untuk SD contoh ya. Ini jadi untuk
satu tenaga itu melayani kurang dari 28.
Nah, kalau ini itu berarti kondisinya
kalau demikian kalau 800 / 28 itu sudah
berapa? Jadi butuh berapa? Nah, itu
kalau dalam kondisi A gitu. Kalau di
lapangan tuh jarang sekali yang bisa
sampai di maksimal gitu ya, karena pasti
banyak. Tapi ada Ibu ee saya pernah ke
sebuah perpustakaan SMK itu
pustakawannya tiga. Bayangin tiga. Terus
kemudian ee kepala dari perpustakaan itu
juga pustakawan gitu. Nah, hebatnya yang
ee menjadi tim di dalam
apa menjawab di setiap komponen ya untuk
menguatkan ketika proses penilaian itu
ada guru-guru yang terlibat di situ
gitu. Nah, sehingga benar-benar itu luar
biasa sekali itu pernah kami jumpai yang
seperti itu, gitu. Tapi ada juga yang
sama sekali enggak ada, Ibu, Bapak ya.
Enggak ada. Enggak ada. Adapun ee tidak
pernah mengikuti semacam seperti ini,
seperti diklat seperti ini ya atau ee
terkait dengan sertifikasi kompetensi
gitu, itu juga enggak ada. Jadi
benar-benar pure pure murni [tertawa]
Bapak Ibu guru gitu. Sehingga ditanya
apa ini kelasnya gimana. ngolahnya
gimana? Enggak bisa jawab. Ada gitu ya.
[tertawa]
Ya, gitu ya. Ada juga itu yang yang ini
ketika datang ee itu yang nemui gitu ya,
yang nemu cuman satu dua terus habis itu
ditinggal gitu ya. Ditinggal itu ya
mereka punya punya kegiatan di sekolah.
Jadi ee
asesornya itu seperti ee tidak bisa
terakomodasi lah. Mau tanya ke siapa?
tahu orangnya sibuk sendiri lah. Kenapa
wong sudah tahu ada jadwal ya tidak
dikondisikan gitu loh ya gitu pernah itu
jadi alasannya karena mengikuti kegiatan
apa lomba atau apa gitu loh. Jadi itu
pernah seperti itu dan kepala sekolahnya
hanya kembali ketika
penandatanganan itu jadi pembukaan
ditinggal jadi tidak tahu prosesnya
gitu. Nah, ada juga yang pembukaan
enggak datang sampai akhir pun tidak
datang. Nah, itu pernah ada juga. Jadi,
Bapak, Ibu ya bagaimana mempersiapkan
tenaga ya untuk mempersiapkan itu ya
memahami e memahami SNP, memahami
instrumen, mempersiapkan bukti fisiknya
gitu. Nah, paling enggak di sini, Bu ya.
Paling enggak di sini nih ya. Satu
tenaga untuk 112. Jadi, kalau tadi 800
dibagi 112 itu kan ya paling enggak ada
tuuh
gitu ya. Itu jadi ee ada tujuh lah gitu
ya. Kalau 800 idealnya begitu tenaga
apakah harus pustakawan? Enggak. Kan ini
disebutnya tenaga kalau untuk di SD itu
ya karena ee masih bukan jarang ya,
tidak semua ada untuk yang pustakawan
gitu. Maka kan disebutnya tenaga. Tenaga
itu ya mereka yang berada di
perpustakaan yang bisa sebagai tenaga
inti ya bisa membantu kan gitu. Nah,
coba kita lihat yang di sini Ibu Bapak
ya.
Nanti Bapak Ibu eh soft file-nya bisa
diarching seperti ini. Jadi mudah ya
kalau sudah ada soft file itu. Nah, ini
ini untuk yang SMP atau MTS ya. Kalau
tadi SD atau MI ini Ibu Bapak ya dari
tenaga itu dari Bapak Ibu sendiri
sebagai kepala. Nah, itu instrumennya
apa nih? Ee S1 atau S2 ilmu
perpustakaan. S1 atau S2 bidang lain
yang memiliki sertifikat pelatihan
bidang perpustakaan. nanti kebanyakan
ini Bapak Ibu yang kami temukan jadi
seperti Bapak Ibu guru gitu ya. Nah, itu
tetapi ada sertifikat seperti ini atau
Bapak Ibu mengikuti kegiatan diklat yang
dari Perpustakaan Nasional ya di Pus
Diklat itu ya kan sekarang sudah pakai
yang online itu kan ya jadi lebih mudah
ya hybrid juga ada tidak seperti kalau
dulu kan harus ee offsite kan gitu nih
bahkan ada yang ee sistemnya itu bisa
belajar ya seperti apa ee nanti Bapak
Ibu bisa juga itu ada STPL, nah gitu ya,
MOC atau apa gitu. Nah, itu memudahkan
gitu, fleksibel gitu. Seperti ini dari e
guru juga gitu ya. Itu berarti
menunjukkan bahwa Bapak Ibu ee itu ee
memiliki gitu ya komitmen untuk
meningkatkan kompetensi dengan mengikuti
kegiatan seminar atau di klub gitu. Nah,
ini Ibu ya, Bapak. Nah, kalau tadi
dikatakan rasio berarti di sini. Nah,
ini nih. Jadi, Bapak, Ibu kalau enggak
pernah bikin laporan bikin ya, Bapak,
Ibu ya, Bapak, Ibu Kepala. Karena ini
ada penilaian untuk kinerja. Ah, ini
dalam 1 tahun terakhir berarti kan kalau
tadi Bapak Anton 2026 itu sejak Juli ya,
Bapak bisa membuat laporan. Nah, masih
ada waktu Juli misalnya mengajukannya
bulan ee
Agustus gitu ya. Nah, kan berarti Juli
Agustus mau misalnya laporan untuk
laporan apa? Oh, laporan terkait dengan
ee misalnya sudah melakukan perubahan
apa-apa gitu ya, evaluasi misalnya
kepuasan. Nah, survei layanan misalnya.
Nah, itu inovasi ee yang dilakukan oleh
Pak Anton misalnya. Nah, itu ada
laporannya. Tapi jangan lupa disahkan ya
Bapak, Ibu ya. Disahkan oleh di atasnya
yaitu kepala sekolah gitu. Nah, itu.
Nah, ini kembali ke tadi ke ratio. Nah,
ini ini ee perbandingan ya. Ini untuk
tenaga Bapak Ibu ya. Ini
ee ini Bapak Ibu ya. Ini misalnya berapa
kali mengikuti kegiatan kan gitu. Ee
Bapak Ibu misalnya ada sertifikat dari e
guru lah itu bisa dipakai nanti jadi
untuk penguat di bukti fisik gitu. Ada
kegiatan pengembangan keprofesion
berkelanjutan PKB, kepala perpustakaan
dan tenaga. Nah, di sini. Nah, misalnya
ada scan sertifikat ya pasti ada nanti
Bapak Ibu ya. Jadi ee sertifikatnya
diklaim ya Bapak Ibu nanti biar bisa
untuk pendukung. Sayang kan Bapak Ibu
sudah ikut tapi enggak ada buktinya
gitu. Nah, kalau Kak Olia misalnya yuk
kita foto gitu ya untuk mengakabadikan
momen. Nah, itu fotonya juga bisa untuk
pendukung kan semakin lengkap semakin
bagus ya. Kalau saya semakin bukti
dukungnya sertifikat atau scan foto ada
ada semua lah semakin bagus ya salah
satu aja gitu Pak ya kalau bisa
menyodorkan
mencoba untuk melengkapi lebih lengkap
kan lebih bagus gitu itu. Baik ini rasio
ya Bapak Ibu ini nih. Nah seperti ini.
Nah kita lihat di sini ya. Ini untuk SMP
ya ini.
Nah perbandingannya di mana itu? Kalau
yang tadi, nah ini kalau ini kurang dari
28 ya kan kan SD ya, tidak
apa ya berbeda dengan lebih lebar lebih
lebih luas kan gitu. Kadang paralelnya
berapa kelas kan gitu. Kalau ini 32 ya
tentang untuk bisa maksimal. Kalau ini
tadi sama ya melayani lebih dari 128.
Nah, kalau yang di sini 112. Nah, coba
sekarang yang SMA Bapak Ibu ya. Coba
kita tenaga.
Nah, kita pakai searching seperti ini
lebih mudah Bapak Ibu nanti kalau sudah
ada file-nya ini
untuk yang SMA, MA kemudian Mak ya atau
Madrasah Aliah. Nah, ini SMA sederajat
lah gitu nih. Bagaimana di rasionya?
Nah, ini Bapak Ibu di sini nih. Jadi
kalau yang untuk SMA ini paling enggak
Bapak Ibu ambil yang ambil upayakan ya
upayakan yang dapat minimalnya gitu loh.
Dapat nilai D-nya satu tenaga ee
melayani 144. Jadi kalau 800 ya
kira-kira berapa? Kalau 144 gitu kan 150
aja. 1 2 3 4 5 sampai 6 ya Bapak Ibu.
Berarti harus ada paling enggak 6 kan
gitu. supaya bisa meng-cover ini bahwa
satu tenaga bisa 144.
Nah, itu aja baru dapat poin D kan gitu.
Itu ya, Ibu tadi yang
apa Ibu tadi menanyakan gitu ya terkait
dengan berapa rasio gitu ya. Jadi
kembali kepada SNP Ibu ya.
Nah, ini tadi ya kembali kepada ee
nsp-nya gitu. Bapak, Ibu bisa ee mengacu
lebih detail dilihat gitu ya di
instrumennya gitu. Seperti ini saya rasa
itu mudah-mudahan enggak ada yang
kelewat ya, Kak. Nanti kalau ada yang
kelewat bisa kita diskusikan kembali itu
Bapak, Ibu. Baik, terus kita coba
lanjutkan. Mohon izin Ibu Bapak ditunggu
sebentar.
ee materi ketiga.
Nah, untuk materi ketiga ini ini
strategi peningkat ini judulnya ini ya,
Ibu ya, Bapak. Strategi peningkatan
kinerja. Nah, ini meningkatkan kinerja.
Nah, Bapak Ibu ya kinerja Bapak Ibu ee
meningkatkan kinerja Bapak Ibu.
di dalam mengelola perpustakaananya.
Jadi kita fokus pada kepalanya gitu.
Tapi tidak apa-apa Bapak Ibu yang saat
ini tidak menjabat sebagai kepala
perpustakaan tidak apa-apa kan bisa
menambah wawasan. Nah, ini ee kemudian
dari peningkatan itu apa sih strateginya
gitu? Nah, ini kuncinya gitu ya. Apa sih
key ya strateginya gitu? Kalau dirangkum
ya disimpulkan
seperti yang sudah kita diskusikan itu
ya kalau bisa diambil gitu poin-poinnya
itu sudah menjawab gitu Bapak Ibu ya.
Nih. Nah dan saya yakin sampai hari
ketiga ini Bapak Ibu kira-kira sudah
kalau membuat apa rancangan tindak
lanjut RTL ya rencana
RTL. Udah ini malam ini nih misalnya Kak
Ulia kasih tugas buat besok apa namanya
ee apa sih namanya Kak Responsi ya.
Kalau respons itu ke mahasiswa apa sih
refleksi ya [tertawa]
kalau diklat itu ya untuk mengukur
ketercapaian keberhasilan ya
indikatornya itu kira-kira paham enggak
sih pesertanya gitu dengan refleksi
bikin RTL misalnya itu dari enam
komponen itu sudah bisa dipetakan. Kalau
di pertemuan pertama kemarin kan slot
misalnya ya ee kekuatan kelemahannya apa
sih yang dari faktor internal kan gitu.
Oh tantangannya ancamannya dari faktor
eksternal apa? Nah itu kan tempat Bapak
Ibu mulai menganalisis ya. Oh, kalau itu
dikaitkan dengan kita bikin rencana
tindak lanjut dari enam komponen tadi,
misalnya satu koleksi, Bapak Ibu sudah
dapat gitu ya. Ee ayo apa aspeknya
koleksi misalnya kan kondisi saat ini
gimana dari koleksinya? Misalnya ee tadi
ee koleksinya lama-lama misalnya ya,
koleksinya
terserah di tempat Bapak Ibu apa. Ini
kan cuman contoh ya, tempat Bapak Ibu
kan bisa berbeda-beda, bisa jadi sama
kan gitu.
Nah, terus kemudian target. Nah, target
itu apa upaya yang dilakukan dari
kondisi itu? Memilih target apa, Bapak,
Ibu? Nah, kan gitu. Terus ee bikin ini
apa istilahnya programnya gitu. Jadi,
program rencana tindak lanjutnya itu apa
sih yang dilakukan? Action-nya apa?
Terus waktu, kasih rentang waktu untuk
timeline ya, Bapak, Ibu ya. Kalau enggak
ada waktu nanti aduh kayak jalan
mengalir.
Misalnya koleksi dari yang mudah ee apa
itu namanya selfing gitu. Jadi
koleksinya itu koleksinya berantakan
penataannya di sangat tidak rapi. Jadi
ee pating jempali ya kalau bahasa Jawa
itu. Jadi ee ada yang jatuh, ada yang
berdiri, ada yang tinggi rendahnya
enggak sama, ada yang di vertikal, ada
yang horizontal misalnya. Mohon maaf Bu
saya tak ngum dulu.
Nah, itu dari penataannya saja gitu,
Ibu, Bapak ya. Dari penataannya lah.
Berarti itu bisa jadi ee targetnya
seminggu aja selesai.
Jadi rapi nanti gitu ya. atau mungkin
pembatas yang yang harusnya itu
diguntingi, dirapikan gitu ya. Pembatas
buku yang kadang ting seliwir itu kan
enggak rapi ya. Atau mungkin ada apa itu
khusus selfing aja ya penataan sesuai
kelas gitu ya. Kelas ee 0 sampai 900
misalnya. Jadi kelas kalau dicari itu
bukunya susah karena kan sirkulasinya
open ya gitu open jadi ee tidak close.
Jadi namanya siswa kan semaunya aja
masukkan memindahkan gitu kan. Nah,
itu jadi penataan kembali sesuai dengan
klasifikasi penjajaran diri agar mudah
dicari. Nah, itu ya berarti takdirnya 1
minggu gitu waktunya. Jadi ada aspeknya
apa di dalam polisi itu baru bicara
tentang kondisi
jajaran rak ya yang tidak rapi itu e
masih banyak itu Bapak Ibu ya nanti baru
koleksi itu masih banyak nanti ee dari
kondisi target kemudian program rencana
untuk tindak lanjutnya kemudian waktunya
kan menyesuaikan gitu ya Ibu Bapak.
Baik. Ini.
Nah, ini Bapak Ibu mari ya kita coba
menautkan gitu ya dari kemarin kan SNP
gitu memahami SNP ya kemudian ee
dokumentasi mutunya instrumennya bukti
fisiknya kemudian ee kemarin ee mencoba
mencontohkan simulasinya gitu ya Bapak
Ibu. Nah, kita meneruskan ini ya di
dalam Undang-Undang RI Nomor 43 tahun
2007 tentang Perpustakaan. Bapak Ibu
nanti bisa dilihat di pasal 17. Nah, di
dalam penyelenggaraan perpustakaan
apapun jenisnya perpustakaan itu ya.
Nah, itu ee mau sekolah eh mau perguruan
tinggi, mau khusus gitu, mau umum ya,
kabupaten kota.
Nah, itu sesuai dengan standar nasional
perpustakaan. Kalau jenisnya
perpustakaan nasional itu juga masuk
dalam jenisnya ya, yang setiap negara
ada satu gitu. Jadi ada lima ya, ada
lima jenis perpustakaan. Nah, kemudian
pasal 18 setiap perpustakaan dikelola.
Nah, sesuai dengan SNP lah ini loh ini
undang-undang loh Bapak Ibu ya. Jadi
kalau ketentuan kenapa kok harus sesuai
dengan SNP? Ya karena undang-undangnya
seperti itu yang menjadi acuan normatif
hukumnya. Jadi kalau tidak sesuai ya itu
dipertanyakan lah ada Bapak Ibu loh di
sana kan ada kita kan gitu ya. Pasal 38
setiap penyelenggara perpustakaan
menyediakan sarana prasarana. Nah ini
loh lah kalau sarana prasarannya tidak
memadai, tidak ee mengakomodir kebutuhan
gitu ya. Nah, terus bagaimana? Nah,
makanya lagi-lagi kembali pada SNP-nya
gitu kan. SNP-nya seperti apa untuk
sarana prasarananya. Nah, gitu ya,
Bapak, Ibu ya.
Ya, gitu. Coba kita coba kembali ee ke
yang tadi sebentar untuk simulasi saja
ini.
Nah, nih coba kita ke sarana prasarana.
Nah, ini Bapak Ibu nih aspek sarpras di
komponen kedua. Nah, ini dari gedung
dulu ya. Gedung atau ruang? Luas. Ah,
luas. Ee menjadi ketentuan luasnya
apakah
hanya satu ruang aja. Nah, gitu ya. atau
juga ada area layanan lain di area yang
terbuka di luar itu gitu ya. Jadi kalau
kondisi di pertemuan pertama kemarin ya,
Kak itu Kak Aulia itu kan ada di tempat
Bapak Ibu yang ruangannya kecil gitu ya.
Kemarin malam juga ada yang 3 * 3
misalnya. Nah, solusinya ya strateginya
dengan menambahkan ekstensi layanan di
luar dari yang itu disebut sebagai
perpustakaan tadi yang 3* 3 tadi tapi
ada juga di pojok-pojok kelas misalnya
di area terbuka di luar kelas kan gitu.
Nah, ini terus kemudian ya perabot ee
perabot peralatan. Nah, rak-rak itu juga
menjadi indikator rak yang tersedia.
Kan ada kadang rak itu dicampur Bapak
Ibu ya. Jadi antara koleksi baru dan
lama itu campur. Nah, padahal yang
menarik harusnya kan dipisah ada namanya
untuk rak display. Rak display itu yang
buku-buku terbaru. Nah, itu kan menarik
itu ya. Mau dibikin yang model seperti
apa kan variatif ya. Mau yang nempel di
dinding gitu ya. Mau yang berada di
depan kan bisa langsung terlihat ya. Ee
pernah Bapak Ibu itu saya ada yang di
jendela. Jadi saya tanya kenapa kok ada
jendela-jendela? Ya karena
mengoptimalkan gitu ya bahwa yang
penting informasinya tercapai ya.
Tujuannya kan menginformasikan buku ini
biar sampai Bu biar mereka oh tahu ada
buku. Jadi di kaca-kaca itu dikasih
buku-buku gitu terbaca dari luar itu ada
ya ada yang menggunakan ini. Jadi ini
saya sebut juga ini banget kreatif ya.
Jadi menggunakan pipa-pipa yang sudah ee
tidak terpakai ya, tetapi pipa itu
dipotong-potong jadi rak gitu. Jadi ada
rak yang ada nilai artnya, seninya gitu
ya untuk mendisplay buku-buku gitu. Nah,
itu karya siapa katanya? Ini karya kami
gitu ya. Oh iya iya gitu. Nah ada yang
memanfaatkan juga misalnya
apa barang-barang yang bekas tapi misah
difungsikan gitu. ee
pernah ada sebuah kayak mesin cuci ya.
Mesin cuci itu bisa karena sudah enggak
kepakai itu dipakai untuk tempat
buku-buku gitu ya, buku-buku yang hibah.
Jadi ee siswa gitu ya ee menyumbangkan
buku gitu kan gede itu ya. Loh jadi
idenya itu ya banyak sekali gitu ya ini.
Nah, tetapi di sini yang dihitung itu
bagaimana jumlah dan rak itu ya sesuai
dengan fungsinya gitu bisa menampung
apakah seluruh koleksi buku ataukah ee
misalnya penuh ya. Kalau penuh kan
terlihat penuh semua. Jadi kalau ada
penambahan mau ditaruh di mana? Nah,
tapi kalau dira-nya gitu ya. ada yang
kosong itu masih memungkinkan ada
penambahan gitu. Nah, ini jadi
menyesuaikan jumlah dan jenis koleksinya
kan jenis koleksinya dari kelasnya aja
dari 00 ya. Kelas itu 900 kan paling
enggak juga membutuhkan lebih dari satu.
Belum nanti ada rak referensi ya, belum
ada nanti rak untuk koneksi khusus
misalnya. belum misalnya untuk rak untuk
ee memajang karya siswa misalnya ya atau
karya guru gitu atau terkait dengan apa
ya ee khusus buku-buku yang paket
misalnya nah buku-buku yang pengayaan
gitu. Nah, itu baik ya ini kemudian
perabot peralatan ya itu apakah sesuai
kebutuhan. Nah, ini terus ee
memfasilitasi TIK. Nah, ini ya berapa
yang terfasilitasi. Nah, ini loh kalau
kayak gini nih, Bapak, Ibu. Kalau enggak
pernah ada survei kajian gitu ya,
terkait dengan ini kan gak pernah tahu.
Makanya ee perlu ada laporannya misalnya
ada laporan kegiatan gitu ya. Nah, ini
dari ee kebutuhan fasilitas. Jadi
misalnya usulan sarana prasarana terkait
dengan meja kursi ya, terkait dengan R,
terkait dengan komputer, terkait dengan
akses Wii misalnya. wifi-nya ee misalnya
menginginkan berapa kecepatannya kan
sering lemot misalnya ya atau harus
masuk baru bisa akses gitu atau dengan
kode password tertentu kalau login jadi
terlihat bahwa kalau bukan warga sekolah
itu enggak bisa akses misalnya gitu ya.
Nah, itu bisa diatur. Nah, seperti itu.
Ini ee Bapak Ibu ya ini misal yang untuk
ee
sarana prasarana gitu. Nah, itu ya
Bapak, Ibu kembali lagi ke tadi
yang ini. Ee baik ke sini. Nah, ini.
Nah, Bapak Ibu ya. Terus sekarang
lanjut.
Nah, ini. Nah, tadi sudah saya sebutkan
ada lima ya di sini. Nanti Bapak Ibu
bisa lihat di pasal 20 gitu ya. ini ee
kalau kita ee Bapak Ibu guru ya, ini
komponen Bapak Ibu guru ee ini mayoritas
dari Bapak Ibu yang hadir gitu ya, itu
fokus di sini. Kalau Bapak Ibu dari
perpustakaan umum ya berarti di sini ya.
Perpustakaan umum desa, kelurahan,
kabupaten, kota tuh masuk di sini ya.
Perpustakaan perguruan tinggi di sini
ya. dari akademi,
sekolah tinggi, institut ya, politeknik,
universitas. Nah, itu masuk di sini
perguruan tinggi ya. Kemudian
perpustakaan khusus seperti tempat
ibadah ya, rumah sakit, kementerian,
lembaga gitu ya. Nah, itu yang khusus
dari ciri khasnya dari koleksinya ya itu
ah
dan juga dibatasi dari pemakainya,
pemustakannya itu ya biasanya dari
pegawainya. Kalau yang khusus untuk
ee penelitian ya, berarti para
researcher ya, para pcek di pasal 20.
Jadi biar mendapatkan ee pemahaman juga
gitu ya. Nah, terus terkait dengan
perpustakaan sekolah atau madrasah Bapak
Ibu. Jadi jelas sekali ya, perpustakaan
sekolah atau madrasah itu di pasal 23,
setiap sekolah atau madrasah
menyelenggarakan perpustakaan yang
memenuhi SNP. Yah, lagi-lagi kembali, Bu
ke sini. Iya, makanya SNP. Nah, makanya
kenapa gitu ya di dalam diklat ini
menekankan SNP ini gitu ya. Betapa
pentingnya ini untuk dipahami.
Tentu dengan memperhatikan standar
nasional pendidikan ya. Jadi ini SNP
juga tapi di sini ee menurunkan ya. Jadi
dari SNP standar nasional perpustakaan
itu berdasarkan pada standar nasional
pendidikan kan gitu ya. Ya biar
mendukung toh. Nah ini kayak Bapak Ibu
bikin visi misi perpustakaan kan
mendukung visi misi dari sekolah lembaga
induknya kan gitu. Iya. Terus ee Bapak
Ibu ya di sini nanti e juga bisa lanjut
ke pasal 23 ya di sini nanti bisa
dilihat kembali, bisa dibuka ya Bapak
Ibu. Nah, ini di sini terus ini
instrumennya.
Nah, kemarin sudah disinggung. Nah, ini
coba kita ingat kembali. Nah, kita coba
untuk mer-review sedikit ya untuk
mengingat gitu
nih. Al tools. Nah, gitu. Karena kalau
untuk mengukur butuh al, butuh instrumen
gitu. Ah, instrumennya sesuai dengan SNP
kan gitu untuk mengumpulkan ya
mengungkapkan data informasi untuk
menilai kesesuaian ya. Jadi proses untuk
aktivis itu menilai kesesuaian Bapak Ibu
ya. Jadi tidak kok menghakimi, menjudge
apalagi mempermalukan gak [tertawa] gitu
ya. Dan makanya asesor pun kan menilai
kesesuaian gitu ya. Apa yang ada gitu ya
yang ditemui e di lapangan ketika
penilaian ya dengan bukti fisik data
dukung yang sudah dikumpulkan yang sudah
diunggah. Kan sekarang karena online ya
sudah diunggah oleh asesinya, oleh
perpustakaannya nih Bapak Ibu gitu nih
ya. Ini dipahami Bapak Ibu ya kan ada
tiga ya kemarin ya sudah ya ada tiga
dari ee keputusan dari kepala Perpusnas
ya. Nah itu dari situ bisa dipahami. Nah
masing-masing instrumen yang tadi sudah
kita simulasikan tadi Bapak Ibu ya.
Jadi SNP itu apa? ee SNP acuan
penyelenggaraan.
Acuannya SNP ya dari pengelolaan,
penyelenggaraan, pengelolaan,
pengembangan ya penyelenggaraan,
pengelolaan, dan pengembangan gitu. Lalu
ee akreditasi e sebagai alat untuk
menilai nah gitu di dalam pemenuhan
standar tersebut gitu. Jadi nanti ini
memenuhi standar enggak ya? Coba Bapak
Ibu lakukan sendiri kan sudah ada
instrumennya. Nah, tinggal menilai. Nah,
nanti kira-kira di jumlah gitu ya. Nanti
masuk di mana
masih belum layak ya berarti perlu
diupayakan. Nah, gitu ya. Sehingga
kalau untuk siap akreditasi ya siap
dinilai. Jadi kan sudah berupaya untuk
disesuaikan supaya sesuai dengan standar
kan gitu. Tapi kalau sudahlah biarkan
sesuai aja gini ya sama aja enggak ada
butuh persiapan enggak ada strategi loh.
Kita kan bicara strategi ini ya untuk
[tertawa]
pertemuan di akhir ini untuk diklat ini
kan strateginya kan gitu ya. ini Bapak
Ibu ya. Tadi nomor 157,
158,
159.
Untuk yang SD, MI, SMP, MTs. Nah, ini
SMA, SMK, MA, M gitu ya.
Baik, ini yang tadi Bapak Ibu ya. Nih
masih ingat Bapak Ibu kemarin yang
paling tinggi botnya ada di mana? di
pelayanan.
Nah, itu ya. Dan pertanyaannya juga
paling banyak gitu kan. Indikator
kuncinya ada 13 gitu.
Nah, kemudian bobotnya 35% sendiri gitu
ya. Jadi unsur dalam pelayanan itu ya
strateginya perhatikan di sini karena
Bapak Ibu ini nilainya paling tinggi
gitu. Bukan berarti komponen yang lain
enggak perlu ya perlu.
Tapi di dalam pelayanan kan kalau kita
pengin menang gitu ya, ibaratnya itu kan
strateginya itu yang membedakan
strateginya kayak gini. Kalau bisa
mencapai nilai yang bisa maksimal
berarti yang strateginya berarti yang
komponen yang paling tinggi nilainya,
persentasenya kan itu yang dimaksimalkan
kan gitu. Nah, kalau memungkinkan tapi
kalau ee tidak bisa maksimal berarti
bisa ditutup dengan komponen yang lain
gitu. dari enam kan berarti masih ada
lima seperti itu.
Nah, Bapak Ibu aspek penilaian dari
koleksi. Nah, ini dari tata kelola
koleksinya,
keragamannya,
ketercukupannya sesuai enggak?
Bisa jadi kalau yang kemarin itu ee
datang 5 menit keluar gitu ya. Kemarin
kan ada PR untuk ditanya, ditanya ee
lebih bagus ya menggunakan tertulis ya,
bisa pakai ee kuesioner sederhana, bisa
pakai bitle ya Google Form misalnya
nanti diolah oleh Bapak gitu, oleh Ibu.
Nah, gitu. Kira-kira apa sih penyebabnya
mereka enggak berlama-lama di
perpustakaan?
Cuman buka koleksi dibuka ditutup keluar
misalnya gitu. Nah, ini ee bisa jadi
enggak sesuai, enggak menarik gitu ya,
enggak sesuai kebutuhan kan gitu.
Makanya kalau
mudahnya itu ini kenapa sih kok enggak
pernah dipinjam, enggak pernah dibaca
padahal diadakan. Nah, bisa jadi yang
salah yang mengadakan. Ketika mengadakan
enggak menggunakan berbasis kebutuhan
dari pustaka
ya usul. Jadi dari judulnya itu
mengarang bisa jadi ya karena enggak
sesuai dengan yang dibutuhkan oleh guru,
oleh siswa gitu loh ya. Akhirnya
tidak bisa optimal di dalam
pemberdayaannya untuk keterpakaiannya
gitu kan. sayang sekali ya. Apalagi
dengan
apalagi dengan membeli kan
ya, jumlah koleksi ee sarana akses,
akses koleksi elektronik digital,
repositori, pelestarian koleksi
perpustakaan gitu
ya. Kalau repository, kalau perguruan
tinggi itu sudah memang keharusan ya
Bapak, Ibu misalnya menggunakan software
itu di space misalnya karena ee semua
hasil karya civitas akademik ini contoh
yang di perguruan tinggi ya itu ee ada
di dalam repositori termasuk ketika
lulus dari sarjana terapan misalnya ya
di4 kemudian S1 ee S2 S3 gitu spesialis
nah gitu ya spesialis itu seperti
pendidikan dokter spesialis misalnya
begitu ya. Itu ee kan ada pendidikan
profesi akuntansi gitu ya. Itu kan ada
luaran dari
penelitiannya yang di dalam bentuk tugas
akhirnya itu masuk di dalam repositori
gitu. Itu kalau di pesan perguruan
tinggi ya. Nah, itu ee sarana prasarana
dari gedung ruang tadi sudah kita bahas
Bapak Ibu ya. Jadi kita lanjut saja yang
ini. Kemudian pelayanan dari waktunya,
keragaman, sarana aksesnya.
Nah, padahal tadi dari pelayanan itu
paling banyak. Sudah habis ya, Kak.
Baik, siap siap.
Baik, Ibu.
Enggak terasa ya, Kak. Iya. Kok cepat
banget ya, Kak? Ya, baru aja loh. Udah
habis ya, sudah 1 jam ya. Masyaallah
cepat sekali enggak terasa. Iya. Terus
tenaga tadi juga sudah kita bahas
sekaligus menjawab pertanyaan ya dari
yang kemarin. Ayo, Bapak Ibu jangan
bertanya ya. bisa berbagi tadi ya itu
biar lebih apa ya ee memiliki warna gitu
ya [tertawa]
gitu. Jadi bisa saling berbagi
pengalaman. Nah, ini penyelenggaraan.
Nah, ini tadi yang belum kita singgung
ya. Baik, kita bahas penyelenggaraan
dari statusnya. Nah, gitu ya. Kadang kan
ada yang
ee apa perpustakaannya itu ee tidak
memiliki apa pendirian ya SK pendirian
kan gitu ya. Ee jadi tidak jelas ini
misalnya kapan mulai berdiri itu gak
tahu misalnya enggak ada bukti itu ee
status kepemilikannya misalnya ya.
Kemudian nanti bisa dilihat di
instrumennya ya Bapak, Ibu. Dari
perangkat aturannya, perangkat
manajemennya, struktur organisasinya ya.
Ini struktur ini yang sering kalau ee
kita coba nanti kita lihat bersama Bapak
Ibu ya. Kalau yang saya biasanya
memperhatikan di struktur itu terkadang
tidak sesuai gitu ya dengan SNP. Jadi
mereka bikin struktur sendiri
tadi seperti tadi layanan pemustaka,
layanan teknis, layanan TIK itu gak ada
gitu. Jadi mereka ada namanya sendiri
gitu. Padahal di situ kalau misalnya mau
ditambahkan ee duta baca siswa, sahabat
pertakaan siswa gitu ya atau duta baca
guru, sahabat pertakaan guru. Nanti dari
unsur tend juga ya ada duta baca,
sahabat perustakaan itu ya bisa
ditambahkan tapi paling enggak tiga itu
harus ada kan gitu.
itu ee pelibatan ya untuk melibatkan
civitas dari warga sekolah gitu ya di
dalam kegiatan untuk penyelenggaraan
perpustakaan. Komitmen. Nah, ini
pimpinan Bapak Ibu, komitmen Bapak Ibu
sebagai kepala sekolah ya terhadap
kepala perpustakaan sekolah dan unsur
yang terkait ya Bapak Ibu guru yang
mengelola di dalamnya gitu dan pengakuan
atau rekognisi dari kinerja gitu Bapak
Ibu ya. Baik. Pengelolaan dari sisi
anggaran ini kalau anggaran mesti banyak
sekali ya persoalan ya Bapak Ibu.
Alokasi kelengkapan perangkat teknologi
kerja sama Bapak Ibu ya kemarin sudah
dijelaskan internal dan eksternal ya.
Inovasi ya apa sih yang bisa ee
diciptakan ya sesuatu yang bisa
menggerakkan, yang bisa meningkatkan,
yang bisa mengembangkan gitu ya, yang
bisa mengubah mindset gitu yang ah ini
pokoknya yang bagus-bagus gitu.
[tertawa] Kemudian dukungan dari
perpustakaan dalam akreditasi lembaga
ini di dalam pengelolaannya. Jadi enam
ini tadi kalau syaratnya apa sih? Nah,
ini dari enam ini
ya kalau ee sekiranya gitu masih timpang
gitu ya belum persyaratan tapi paling
enggak minimal dari enam komponen ini
sudah ada gitu ya. Nah, gitu. Sesuai
dengan instrumennya gitu. Kira-kira
misalnya dapat D semua ya enggak apa-apa
[tertawa] yang penting kan sudah ada
gitu ya tinggal meningkatkan supaya bisa
C, B dan E gitu. Ini Bapak Ibu untuk ee
strategi prinsipnya sebentar ya Kakia
masih sebentar lagi sedikit aja objektif
dudur. Jadi Bapak Ibu e siapkan ya
sesuai dengan bukti fisik yang dilakukan
jangan ngarang gitu. ee melaporkan
kinerja dari yang sudah dilakukan.
Kondisi nyata jangan dibuat-buat gitu.
Pernah terjadi.
Jadi ya di dalam laporannya itu punyanya
sekolah lain ya. Jadi muncul
perpustakaan sekolah mana. Loh saya
tanya loh ini kenapa perpustakaan bukan
tempat Bapak Ibu? Rupanya [berdehem]
waktu ngopi lupa enggak dihapus. Jadi
pinjam ee dari tempat lain. Nah ketika
itu harus diunggah lupa enggak diedit.
itu terjadi jadi unsur unsurnya kelaian
ya itu [tertawa]
karena ada kondisi ideal. Terus juga
kami temukan misalnya dalam perhitungan
itu ini kok bisa muncul begini ditanya
gak paham. Nah itu jangan sampai tadi
misalnya kayak rasio tadi loh. Nah itu
kan harus jelas.
Terus e sistematis Bapak Ibu ikutin
aturan instrumen ya sesuai dengan
standar ya urutan butir-butirnya gitu.
Jadi tersusun misalnya ini komponen satu
dikasih misalnya 1.1 buktinya ini ya ini
ada gitu 1.2 gitu. Ah itu kan
sistematis. Jadi kalau dicari lebih
mudah makanya kalau dikerjakan sendiri
ya A sampai Z gitu makanya tim
melibatkan Bapak Ibu guru ya tenaga
kependidikan gitu. Nah itu lebih bagus
gitu. Nah, komitmen dari sekolah,
evident, bukti-bukti yang bisa menjadi
dasar untuk ee bisa approve ya ini
sesuai. Iya, betul. Iya, ini asli. Nah,
ini terkini ini ada gitu loh ya. Nah,
ini jadi bukti fisik bisa ee secara
print out ya ee bisa jadi soft ya dalam
bentuk digital bukan hanya diceritakan
dalam tit knowledge setahun dua kali
nanti ditambah kayaknya deh kalau enggak
salah seingat saya waduh gitu ya tapi
kalau tertulis kan jelas kapan-nya
di mana temanya apa gitu ya kan jelas
nah gitu ya
asumsi saya rasa saya pikir pikir gitu
ya. Ini bukan tanya asumsi kok, ini
bukti gitu ya. Nah, makanya butuh
laporan konsisten Bapak Ibu ya. Harus
sejalan itu kalau direnut dari instrumen
itu nampak sekali misalnya jumlah
koleksi ya harus paling enggak sama
dengan data statistik ya. Itu misalnya
jumlah kunjungan ah kok enggak enggak
signifikan ya 800 misalnya siswanya kok
kunjungannya bisa ee digitnya sampai
sekian lah. Terus sehari berapa? Nah,
kan itu kan enggak nyambung, enggak
konsisten. Jadi kayak ngarang datanya
gitu loh. Nah, jangan sampai kayak yang
dilakukan untuk kinerja apa misalnya
kinerja mengolah. Mengolahnya tuh berapa
sempar kinerja dari pustakawan lah.
Pengadaannya berapa bukunya berapa kok
ini ngolahnya tinggi lah. Itu kan enggak
enggak enggak nyambung. Nah, termasuk
juga nanti ada beberapa instrumen itu
yang relate di komponen ini. Berarti
harus dilihat di komponen ini harus
nyambung. Nah, itu ya Bapak, Ibu.
Seperti itu. Ee nah ini terakhir Bapak
Ibu, strategi prinsip keberhasilan dari
akreditasi apa ya? Memenuhi enam
komponen Bapak Ibu ya secara sistematis
berkelanjutan.
Kemudian laporan kinerjanya mendukung.
Nah, harus mendukung gitu. Jadi makanya
sesuai dengan apa instrumennya.
Instrumennya apa? Bapak, Ibu
mempersiapkannya apa gitu.
Terus pembagian tugas yang jelas Bapak
Ibu. Jadi jangan saling lempar ditanya
ini, ini, tanya ini harus nunggu ini.
Apakah ada pernah gitu jadi
ketergantungan gitu hanya satu orang
yang lain tuh kayaknya untuk melengkapi
jadi jangan sampai terjadi sehingga
harus ada komunikasi tim yang terbuka,
kepemimpinan dari Bapak Ibu yang aktif,
partisipatif gitu ya. terkait dengan
dukungan untuk ee kelembagaan ya,
terkait dengan dukungan kebijakan yang
itu sudah ditetapkan di instolah Bapak
Ibu. Nah, penguatan kerja ya bisa dengan
pelatihan
ee mengikutkan bintek gitu simulasi gitu
ya. Simulasi Bapak Ibu ya. Coba di
komponen kira-kira nilainya berapa ya?
Oh, di pelayanan. Oh, di
penyelenggaraan. Nah, di pengelolaan
tim-tim pengelolaan misalnya ya. Nah,
berapa gitu. Nah, itu kan simulasi. Nah,
sehingga ada kolaborasi
e corporate culture tercipta ya, bisa
saling asah-asuh team work gitu kan,
saling bisa support konstruktif. Nah,
itu. Nah, ini berarti komitmennya nampak
nanti ya di di budaya sekolah jadinya
gitu. Nah, ini kalau efektif, efisien
gitu ya, itu pasti ya insyaallah
terwujud praktisnya ya. misalnya Bapak
Ibu ya kalau belum dimungkinkan
dibentuklah tim gitu mulai mengisi
instrumen tepat dan akurat Bapak Ibu
jadi jangan hasal isi pernah itu Bapak
Ibu jadi ee jawabannya gini loh ee di
dalam isian ini nilainya C gitu ya tapi
aslinya ketika di lapangan tangan
ini [tertawa] bisa
ini buktinya ada semua mau tungisinya
gitu itu masih bisa ini ya ee diubah
gitu ya ee masih bisa tetapi kalau
karena enggak paham cara ngisinya lah
itu jadi jadi persoalan gitu loh
pemahaman
karena gak paham. Jadi aja hanya ngisi
gitu ini ya perlu koordinasi intensif ya
ketika menjelang vikitasi Bapak Ibu
Ibu yang sebagai penggeraknya ya sebagai
yang memahami yang ee paling ee dianggap
dituakan ya paling kompeten, paling
ekspert gitu kan. Nah, ini di dalam
misalnya pengelolaan untuk keuangan ya,
transparansi akuntabilitas,
ketersediaan SARSPRAS ya, termasuk
kualitas dari guru, tendik, tata kelola
manajemen gitu ya yang efektif,
kolaboratif. Nah, ini Bapak Ibu ini
langsung aja yang ini nanti materinya
Bapak Ibu bisa membacanya. ini ada kok.
Sudah ya. Ini bukti-bukti fisiknya
ini. Ee nah ini contoh-contohnya seperti
janji saya kemarin, Bapak Anton juga
Bapak Ibu yang lain. Ini kan ada
contoh bukti fisik dari naskah, dokumen
ya, daftar, print screen, foto,
statistik, laporan, berita acara itu
harus ada. Kemudian kopi ijazah,
sertifikat, denah, rekapitulasi,
deskripsi gitu. SK baga. Nah, ini
ya itu bukti fisiknya ya, Bapak, Ibu.
Ini jadi alat bukti ee data informasinya
harus lengkap sesuai persyaratan di
dalam penerapan SNP. Dokumen resmi ya
misalnya contoh ya terkait dengan
pendirian. Kalau ini kan ee dalam
penyelenggaraan ya Bapak, Ibu ya. Nah,
ini jadi keberadaan dari perpustakaan
yang dikelola oleh Bapak Ibu itu jelas
di dalam struktur di lembaga induknya.
Ini contoh Bapak Ibu untuk kegiatan
literasi itu nanti disebutkan. Jadi ada
lampiran foto tuh jangan hanya foto,
tapi disebutkan ini kegiatan literasinya
apa, kapan,
target pesertanya siapa, siapa yang
ngisi, hasilnya gimana gitu ya. Nah, itu
misalnya NPP ya. NPP itu ada di mana
misalnya ya? Oh, ada di pintu masuk, ada
di struktur organisasi, ee ada di flyer,
di poster misalnya, ada di rak misalnya,
gitu ya. Nah, itu diperhatikan. Contoh
misalnya kalau jenis ruang dikasih nama
ini ruang apa? Jadi biar memahami gitu
ya asesornya. Oh ini ruang baca, ini
ruang sirkulasi, ini ruang multimedia,
ini ruang diskusi gitu ya. Ini ini ruang
anak-anak bisa berkaya. Jadi kayak
merker merker space ya. Kalau sekarang
istilahnya going space gitu anak-anak
bisa bermain lego, bermain apa di situ
ya ee puzzle atau mereka bisa merangkai
gitu kan TTS. Nah, itu masa ada ruang
gitu kasih ya. ruang itu bisa disekat
Bapak Ibu, tidak harus ee pakai tembok
gitu, enggak ya bisa portable tapi
memfungsikan gitu loh. Memfungsikan gitu
bahwa itu ada variasi, ada jenis ruang
gitu kan. Misalnya pedoman pengolahan.
Nah, itu
ini ee inovasi Bapak Ibu ya misalnya
contoh dari inovasinya apa di sekolah
itu gitu. Jadi ada buktinya misalnya ee
setiap Senin pagi kemarin ada yang
setiap Rabu ya. Nah, itu literasi
Al-Qur'an. Nah, kemarin ada ya dari
Bapak ee kemarin di pertemuan kemarin.
Nah, itu ya ada bukti screenshot-nya
atau foto kegiatannya seperti itu. Baik,
Kak Olia. Saya rasa tidak bijak kalau
saya panjangkan saya akhiri untuk ee
materinya ya. Nanti Bapak Ibu kita
lanjutkan dengan diskusi. Iya. Monggo
Kak Olia bisa dibuka untuk sesi Q&A atau
bisa juga tidak harus pertanyaan Bapak
Ibu kita beri kesempatan ya Kak Oli ya
mungkin ada pengalaman terbaik gitu ya
[tertawa]
dari strategi dari Bapak Ibu di dalam
mengelola perpustakaan selama ini gitu.
Baik, terima kasih. Terima kasih Ibu
Endang atas materi yang telah
disampaikan di hari ketiga ini.
Selanjutnya kita ke sesi sharing dan
diskusi. Silakan bagi Bapak dan Ibu yang
ingin bertanya maupun sharing terkait
kendala atau pencapaian yang sudah
dilaksanakan di lapangan, kami
persilakan.
Untuk yang pertama sudah ada Bapak Anton
yang Risen. Kepada Bapak Anton kami
persilakan. Selamat malam, Bapak.
Selamat malam, Ibu.
Selamat malam, Bapak.
Tersanjung Bu Indang tadi mendengarkan
tadi [tertawa]
ee pujian Mbak Indang tadi sangat sangat
menyanjung.
Saya tersipu-sipu tadi mendengarkan
tadi.
Ee begini, Bu. Ee sebelumnya
sekedar sharing Bu ya. Pada tahun 1999
itu saya diangkat jadi PNS
tahun 2000 pelatihan pola 300 jam dan
pola 150 jam. Saat itu langsung disuruh
ngelola pustakaan. Terkejut Ibu. Jadi
pengalaman-pengalaman yang ada dengan
teman-teman saat pelatihan itu kami coba
e penyisiran dan sebagainya saat itu
didukung oleh kepala sekolah yang begitu
aktif. Bu eee penyisiran dilakukan terus
penghapusan dilakukan, dari situ untuk
pengadaan koleksi baru, Bu. Dan bahkan
waktu itu saya di waktu di SMP
Plosok itu Bu mencoba untuk mengirim
surat permohonan bantuan ke seluruh
kedutaan besar negara sahabat di
Jakarta. Alhamdulillah sebulan 2 bulan
setelah itu mendapatkan banyak kiriman
Bu. CD komplek disk ada ensiklopedi ada.
Cuma sayangnya itu berbahasa asing semua
begitu. Sementara anak-anak itu SMP di
Ploso itu tidak tahu bahasa Inggris,
bahasa Perancis dan sebagainya.
Nah, pengalaman dari situ ee setelah 26
tahun kemudian
saya didaulat
oleh kepala sekolah seperti yang Ibu
katakan tadi itu mencoba untuk tata
kelola dan tata ruang.
13 Juli diangkat menjadi kepala
pustakaan mencoba. Ini berangkat dari ee
kepeningan saya, kepusingan saya melihat
perpustakaan tidak maksimal dalam
penggunaannya.
Karena apa? Ee di perpustakaan itu
sendiri ada sarjana ilmu perpustakaan,
ada juga ee staf yang sudah ya AMD lah
si pustakawan begitu.
Tapi
IPUS
iya Ipus Bu. Tetapi keber tidak ada, Bu.
Nah, untuk itu saya mengingat 28 tahun
yang lalu, 6 tahun yang lalu saya pernah
pelatihan-pelatihan
selalu amalkan Bu. Jadi merasa
tersanjung dengan kata-kata Ibu tadi
kalau ada peserta yang terajin begitu.
Tapi itu bukan bukan saya mengharapkan
diberikan penghargaan, Bu. Memang saya
betul-betul yang menimba ilmu. 5 tahun
lagi saya pensiun.
Jadi menginginkan saya itu mengamalkan
apa yang saya dapatkan selama belajar
selama ini. Jangan sampai sia-sia nanti
pengabdian saya ke negara ini. Bu
[mendengus] em tadi mendengarkan secara
gamblang ada beberapa hal yang perlu
kami tanyakan Bu. Ee dorongan Ibu tadi
mengapa tidak harus mengajukan
akreditasi begitu ee masih ada waktu 6
bulan begitu Bu ya.
Cuman secara pribadi saya introspeksi
sendiri ee sepertinya belum siap begitu
Bu karena untuk apa nanti terusang Bu
ini akreditasi sekolah kami C Bu
akreditasi pustakaan kami C. Jadi kalau
nanti itu misalnya dengan 9 komponen
nilai C tahun 2023
terus nanti dengan en komponen masih
nilai C tamparan bagi saya Bu.
Mungkin saya stres nantinya karena dari
nilai C tidak nilai B masih C lagi saya
pasti akan down nanti untuk itu mungkin
6 bulan ke depan masakan pemenahan
setelah memang siap-siap tool siap
setelah ada nanti itu ada
instrumen-instrumen dan di apa namanya
itu dicoba diilustrasikan
di dikaitkan dengan yang komponen tadi
kalau misal sudah siap kita akan
mengacukan Bu nah berkaitan dengan
akreditasi Bu Ada yang perlu kami
tanyakan yang pertama mengenai ee tahun
ini katanya ada info akreditasi yang
akan terusun ke lapangan Bu tahun 2023
kami itu akreditasi untuk perustakaan
secara online Bu. Jadi mengirimkan
file-file begitu. Nah, apakah tahun ini
memang betul-betul ada kunjungan ke
lapangan? Pertama. Yang kedua
ee dalam menyusun program kerja.
Alhamdulillah Bu selama 1 minggu saya
bertugas program kerja sudah tersusun,
logo pustakaan sudah, tata kelola sudah
karena didukung oleh staf yang memang
betul-betul kompeten Bu. Ee di dalam
menyusun program kerja tadi, Bu
melibatkan warga sekolah itu sekedar
memberikan informasi kepada kita
semuanya.
Pertanyaan kedua, Bu mengenai tim
akreditasi, Bu. Ee kami ini bertiga Bu,
di perpustakaan. Saya sendiri ee bukan
sarjana pustakawan, Bu, tapi sarjana
pendidikan PPKn. Saya ee untuk
pengalaman berdasar pengalaman
sudah-scoba
untuk mengamalkan, Bu. Alhamdulillah ada
anak buahnya si Pus begitu, Bu. Ini
tantangan saya untuk tim akreditasi Bu
boleh gak melibatkan guru-guru Bu atau
warga sekolah? Karena kami itu
menginginkan nilai C B kalau biasa ke A
begitu Bu ya. Yang berikutnya
mengenai literasi Bu itu bolehkah ee
berkolaborasi? Karena kami ini, Bu,
setiap hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis,
Jumat itu, Bu, ada penanaman pembinaan
karakter, Bu. Khusus hari Selasa itu
literasi sastra ee untuk hari Rabu,
literasi agama, Bu. Jadi, kami
menginginkan
men-supplai, Bu. Men-suplai
koleksi-koleksi perpustakaan itu.
Menuplai ke sana, ke lapangan. Saya
lihat tadi, Bu akreditasi itu
foto-fotonya di lingkungan dalam
pustakaan, Bu. Ya, bolehlah kami itu
boleh tidak kami itu nanti men-suplai
buku kerja sama dengan tim pembinaan
karakter men-supplai bukunya untuk
dikaji di lapangan. Kami nanti akan
mengambil foto itu sebagai penguat
bahwasanya kami ada kolaborasi dengan
tim peminan karakter Bu. Boleh tidak
seperti itu? Itu, Bu. barangkali Bu
untuk ee sharing dan pertanyaannya Bu.
Terima kasih, Bu. Asalamualaikum.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Iya, Kak Olia boleh langsung ditanggapi,
Kak.
Silakan, Ibu.
Oh, iya. Baik, terima kasih, Kak Olia.
Baik ya, Bapak Anton Suprianto.
[tertawa]
Iya, alhamdulillah Bapak tetap semangat.
Iya. 5 tahun lagi BUP ya, Bapak ya.
Berarti sekarang Bapak usia 60 ya.
Belum, Bu. Baru 55, Bu.
Oh, 55. [tertawa]
Oh, iya. Oh, ya. 60 ya, Bapak ya,
pensunnya ya?
Iya. Baru 4C, Bu.
Oh, iya. Mentok 4C. Masyaallah. Iya iya
ya. Baik. 5 tahun ee waktu yang bisa
lama bisa cepat ya, Bapak ya. [tertawa]
Lah, ini tinggalannya Bapak nih. Nanti
legasinya ini ya. Ee baik yuk coba. Tadi
banyak Bapak ya. ini kalau saya tadi
saya catat tuh ada lima ya. Jadi yang
pertama ee terkait dengan kesiapan tadi
ya. Ee kesiapan kalau tadi saya
menyarankan kenapa tidak disegerakan
kan ada Bapak Pak Bapak sudah melakukan
pembenahan-pembenahan gitu. Nah ada
kekhawatiran ya ketakutan. Jangan-jangan
nanti tetap C ee 2021 tadi 9 C, nanti
yang 6 C kan belum dicoba untuk self
assesment Bapak ini kan sekarang ada
instrumennya yang terbaru. Nah, Bapak
bisa melakukan penilaian mandiri dengan
tim. Nah, kira-kira
apakah C? Nah, itu kan belum dicoba.
Jadi, Bapak coba dulu nanti bisa
mengukur kesiapan. Nah, oh dari
penilaian mandiri dari semua instrumen
dari enam komponen itu ternyata B gemuk
mau A gitu. Kalau tadi Bapak berharap
mau A kan langsung lompat. Ketika
penilaian bisa jadi bisa turun ya atau
bisa naik lah. Kalau bukti fisik ketika
aksesor di lapangan ternyata menemukan
yang lebih. Nah, kan bisa misalnya tadi
Bapak menilai hanya di B kan bisa
dinilikkan di A misalnya di satu
pertanyaan. Nah, gitu.
Ya, jadi saran saya yang pertama untuk
ee
menjawab ya keraguan keresauan itu
buktikan ya dengan pengukuran penilaian
mandiri toh instrumennya sudah ada. Itu
pertama. Kemudian yang kedua terkait
dengan ee turun tadi ya ee asesor turun
ya ee ini Bapak ya ini tahun ke ee tahun
ini ya dengan instrumen baru ya enam
komponen ya untuk penilaian itu ee
kemarin kami
yang kebetulan di daerah itu ditugasi ya
ee untuk melakukan advokasi itu ya tapi
kalau penilaian saya di dalam tahun ini
belum belum ada instruksi, tapi advokasi
untuk akreditasi perpustakaan
ee itu sudah dilakukan gitu ya di daerah
gitu. Nah, itu untuk memberikan persepsi
yang sama terhadap pemahaman dari enam
komponen ini, gitu. Nah, banyak
pertanyaan banyak juga tadi seperti yang
Bapak alami. Tidak, Bapak tidak sendiri
tapi juga banyak. Jadi ada keraguan,
ketakutan gitu. yang tuh bukan kok
dihilangkan tiga ya, tiga yang lain itu
masuk ke dalamnya ya masuk jadi lebih
komprehensif lah gitu ya. Nah, gitu ya.
Jadi bukan k berarti lebih sedikit
sedikit jumlahnya ya tapi kan ee di
dalam ee pembahasan apa ya substantifnya
itu kan tercover juga jadi lebih
disesuaikan dengan kondisi lebih ee
komprehensif lah kalau saya sebut
begitu. Nah, itu ee tetapi ketika
waktu melakukan
advokasi itu ada yang sudah siap gitu
ya, sudah siap dan ee sudah merasa
percaya diri bahwa akan mendapatkan
agrensi A gitu. [tertawa]
Nah, itu karena tadi sudah mencoba untuk
melakukan penan mandiri, melengkapi
bukti-bukti fisiknya, melakukan simulasi
di dalam timnya. Nah, itu. Terus
kemudian pertanyaan yang ketiga, Bapak
tadi boleh enggak gitu ya? Boleh enggak?
tim itu dari Bapak Ibu guru boleh sekali
Bapak. Bahkan tidak hanya Bapak Ibu guru
gitu ee bisa juga dari ee tenaga
pendidikan yang ada ee bisa juga ya ee
itu ya sebagai
yang melengkapi unsur-unsur dari siswa
misalnya siswa yang terlibat.
Iya. Siswa yang terlibat tadi misalnya
ee ada kegiatan gitu ya yang itu
dilakukan ee oleh kelompok siswa gitu.
misalnya dalam kegiatan apa diskusi
misalnya. Nah, kegiatan ee apa terkait
dengan apa gitu ya, literasi apa
misalnya. Nah, itu ee bisa sekali Bapak
jadi seluruh warga sekolah gitu tidak
hanya guru. Boleh sekali Bapak malah
bagus gitu ya. Itu jadi ee asesor kadang
juga ada triambulasi ya. Jadi memastikan
gitu lah, make sure gitu kan gurunya
begini, buktinya begini gitu ya. Ee
siswa gitu ya. Eh jawabnya iya benar.
Pesertanya iya gitu loh. Jadi nyambung
semua. Nah gitu kan. Memotret ya.
memutret itu bukan berarti memotong
enggak, tapi ee
melihat kondisi gitu, menyesuaikan gitu,
kondisi real-nya apakah sesuai enggak
gitu dengan yang diajukan dengan yang
diamati ya [tertawa]
dengan yang dilakukan analisis ketika di
lapangan ketika asesmen. Nah, itu. Terus
ee nomor empat, boleh enggak tadi ee
foto ya, Bapak ya? Foto tadi memang ee
saya contohkan yang di kelas-kelas. Oh,
di luar boleh banget. Jadi misalnya ee
pernah Bapak itu di sebuah SMP gitu dan
kebetulan hasilnya 5A ee itu ada
semacam taman ya taman ee kekhususan.
Jadi mereka tuh mengkhususkan bahwa di
situ ada berbagai macam tanaman dengan
istilah-istilah biologi yang itu ada
ditulis ee menggunakan QR code gitu.
Jadi ee bisa ditembak dan itu tahu ini
tanaman apa gitu. Misalnya ada warung
hidup, ada apotek hidup gitu ya. Terus
ada berbagai ee filosofi sana misalnya
mengenalkan ee Pancasila kemudian P4
gitu. Itu ada. Jadi itu ada literasi
juga gitu. Nah, kemudian itu kan di luar
ya, Bapak. Kemudian ada di ee pojok gitu
ya, di pojok pojok di area gitu ada
waktu itu ada kolam terus ada meja, ada
kursi. Nah, ketika kami datang itu
memang ada di situ ada bukunya, ada
tempatnya. Terus saya tanya ini ee ini
kalau sudah selesai dimasukkan lagi
takut kehujanan, takut kotor. Oh, gitu.
Jadi ee itu memang disediakan gitu. Nah,
boleh. Boleh sekali Bapak. Artinya
di seluruh gitu ya lingkungan sekolah
yang itu menjadi program dari
perpustakaan ya sekaligus juga sekolah
ya kan harus ada kolaborasi dengan guru
mapel gitu kan dengan program sekolah
harus mendukung. Nah, itu boleh sekali.
Nah, itu malah ada variasi, ada jenis
yang beraneka gitu. Nah, itu malah bisa
menunjukkan bahwa ee poinnya di
perpustakaan itu di tempatnya di sini
nih yang disebut perpustakaan. Tapi
memancarkan gitu ya. Ya, memancarkan ya
tadi memompa kan kalau jantung ya
di darah itu dipompa di seluruh ee
lingkungan di sekolah jadi hidup gitu
bergerak gitu ya. Jadi ee itu jadi boleh
sekali Bapak gitu ya. Jadi itu foto saya
rasa itu Bapak Anton mungkin ada yang
kelewat Kak Oli Bapak ada yang kelewat
gak?
Siap Bu cukup. Alhamdulillah ya.
Alhamdulillah ada lima ya tadi ya.
Heeh
ya Bapak. Jadi ee ayo Bapak semangat
[tertawa]
semangat. Coba ayo ee jangan ragu lagi
jangan ada ketakutan gitu.
Iz izin Bu.
Ee kami tahun ini mencoba untuk membina
siswa ini, Bu. Kader siswa pustakawan,
Bu. Ada gak kira-kira, Bu? Boleh.
Bisa. Bisa, Bapak. Iya, boleh, boleh
sekali. Misalnya pustakawan kecil.
Oke, gitu, Kak.
Iya,
bisa Bapak ya. Ada kegiatan di sekolah
itu malah jadi ciri khas Bapak keunikan
di tempat Bapak itu kelebihan. Kenapa
ditentu yang unik itu kan ya kalau dulu
di sembilan komponen kan ada muncul
sendiri keunikan itu kan.
Nah, ya itu ee itu masuk juga nanti bisa
ditonjolkan gitu ya. Pernah ee saya juga
pernah ini Bapak ada kelompok namanya
kelompok pecinta
kelompok apa sih namanya? Kelompok
pecinta perpustakaan gitu ya. Jadi KPP
gitu. Jadi kelompok itu ee itu yang
mengadakan kegiatan-kegiatan literasi
gitu yang menjadi fasilitator gitu ya.
Karena mereka lebih dekat dengan
temannya gitu daripada kan kalau dengan
gurunya itu kan ada hierarki.
ada relasi kuasa dia ada enggak enak ada
ada mungkin ada rasa canggung tapi kalau
dengan temannya eeah itu sebagai
kepanjang tanganan dari program kerja
dari perpustakaan yang itu yang bergerak
adalah siswa tadi kelompok pecinta
kelompok siswa pecinta perpustakaan KS
ee P KSPP ya kelompok siswa pecinta
perpustakaan gitu ya itu ciri khas bahwa
di situ ada KSP gitu. Nah, ternyata
dengan keberadaan itu nah itu
kegiatannya jadi hidup ya. Jadi ada
peningkatan-peningkatan di sisi apa
gitu. Nah, ada prestasi-prestasi yang
dimunculkan. Nah, seperti itu Bapak.
Kalau tadi tempat-tapak misalnya ee
pustakawan kecil gitu ya boleh sekali.
Monggo. Iya. Bagus itu programnya Bapak.
Iya. Heeh. Nanti dilibatkan aja di dalam
kegiatan di perpustakaan malah senang
mereka pastinya gitu ya. latihan
shelfing, latihan menyampul misalnya,
latihan melayani
ya seperti itu.
Siap, Bu.
Makasih, Bu.
Bapak sama-sama.
Terima kasih
[tertawa]
Bapak Anton Suprianto. Iya, baik, Bapak.
Terima kasih, ING atas penjelasannya dan
terima kasih juga kepada Bapak Anton.
Sukses selalu Bapak, semangat selalu.
Selanjutnya kita ke penanya kedua sudah
ada Bapak Imron. Kepada Bapak Imron kami
persilakan
ya. Ee
baik ee terima kasih ee Bu Admin yang ke
admin yang luar biasa berikan ee memandu
berjalannya kegiatan
ee kepada
pemateri juga yang begitu luar biasa
memberikan materi mengenai perpustakaan.
ee
mungkin
apa yang menjadi
yang disampaikan oleh ee Ibu
ee pemateri tadi itu kalau di
saya mungkin baru baru terbangun, Bu. Ee
kenapa kemudian baru terbangun? Ternyata
untuk menjadi pustakawan ataupun kepala
perpustakaan itu tidak semudah yang saya
pikirkan. Tentunya selama ini
saya
menjadi kepala perpustakaan itu bukan
bukan pada ahlinya juga, bukan sesuai
bidang saya, tapi atas dasar kebutuhan
sertifikasi.
ee walaupun memang kalau dilihat dari
materi tadi itu untuk menj
mendapatkan perpustakaan yang layak
itu kan harus punya nomor pokok
perpustakaan kemudian harus memenuhi
empat komponen.
Karena kalau dilihat dari sekolahnya
kami maka mungkin tidak layak untuk
dijadikan di akreditas ini perpustakaan.
Tapi mungkin terlepas dari itu mungkin
kami akan berusaha juga apalagi di
sekolah kami ini memang sekolah yang
terpencil.
Akses akses koleksi buku yang kemudian
masih kurang.
ee itu pun pemenuhan kami itu hanya
menyekat satu ruang yang kemudian dibagi
dibagi ruang itu hanya berapa kali
berapa saja untuk sebagai ee sebagai
pemenuhan persyaratan sertifikasi.
ee
artinya tidak layaklah seperti itu.
Kemudian yang ke
kemudian yang kedua, Bu ee
ini kan kita memang perpustakaan ini kan
sangat penting sebagai gudang ilmu.
Begitu. gudang ilmu. Kalau kita melihat
presentase
ee minat belajar siswa usia remaja dan
usia sekolah itu 2022 itu persentase
siswa ataupun remaja itu hanya 25%
anak-anak Indonesia. Apalagi kalau kamu
anak-anak kami di pelosok ini ee
kemudian
berjalan ke rentan waktu yang kemudian 3
tahun naik di tahun 2026 ini. Itu 2026
ini
naiknya cuma 26% hanya 1% selama 3
tahun. 3 tahun begitu. Walau ee di
begituun survei TKA kemarin yang
dilakukan oleh kementerian itu hanya
hanya 43 sekian persen saja. berarti
minat baca ini yang kemudian masih
kurang itu. Kemudian kalau saya mungkin
Bu ee ee menjadi
mengadakan satu perpustakaan di sekolah
itu tentunya ee tidak lagi mungkin harus
kejar ee administrasi yang kemudian tapi
bagaimana kemudian muaranya ke sana
anak-anak itu bagaimana memang solusinya
itu bisa belajar dan bisa membaca
sebagai referensi mereka. Karena satu
peradaban, majunya satu peradaban itu ya
dengan pendidikan kemudian membaca dan
lain sebagainya. Mungkin apa yang
kemudian menjadi solusi kami Bu untuk
meningkatkan perpustakaan kami yang
belum layak ini?
Apakah kami harus minta bantuan ke mana
dan lain sebagainya? Apakah kami harus
minta bantuan dari pemerintah daerah
untuk mengadakan buku di sekolah kami
yang terpencil? Oke. Dan mungkin sampai
di situ pertanyaan saya. Bu, mohon di
pencerahannya. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Bapak Imran
atas pertanyaannya. Selanjutnya kepada
Ibu Endang kami persilakan.
Baik, Kak Olia. Bapak Imron ya. Iya,
Bapak. Ee tadi Bapak disebut dari desa
desa terpencil ya, Pak. Iya. Ee gini
Bapak, bagaimana supaya mengatasi solusi
gitu ya dari
kondisi yang belum layak seperti itu.
Nah, dari langkah kecil Bapak, dari
langkah kecil ya ee mereka bangun mereka
ya untuk ee bisa lebih ee memahami bahwa
perpustakaan itu ada gitu. Nah, ee
perpustakaan ada bukan berarti terus
akhirnya menjadi sebuah gedung yang
besar seperti yang tadi sesuai dengan
standar gitu ya, tetapi ee bisa
memfungsikan ya ee bisa mewadai gitu
kan. Ee kalau tadi di daerah ya
anak-anak di sana gitu ya yang ee
mungkin masih membutuhkan yang namanya
literasi baca gitu ya. Nah, bagaimana
bisa transfer pengetahuan? Kalau tadi
disebut gudang ilmu ya. Iya. Iya, Bapak.
Iya. Nah, cuman kalau itu tidak ada
orang ya kita gitu yang berada di
dalamnya untuk bisa menyampaikan gitu
kan dari apa sih yang ada di balik buku
tadi, di balik informasi, di balik
sumber bahan perpustakaan itu kepada
masyarakat itu kan sama saja gitu. Jadi
seperti Menara Gading gitu ya. Nah, jadi
ee langkah sederhananya ya bagaimana
mengupayakan biar
adanya sumber informasi itu bisa sampai
kepada mereka gitu. Jadi bisa dengan
kegiatan-kegiatan inklusi
ya, inklusi sosial yang itu dimulai dari
ee kebutuhan mereka, dari kesenangan
mereka, dari yang dilakukan dalam
keseharian. mungkin ada potensi-potensi
di tempat Bapak yang itu bisa ee
dilakukan gitu ya ee untuk bisa mewadahi
aktivitas mereka gitu ya. Nah, itu dulu.
Jadi mereka ee memiliki ketertarikan
gitu, memiliki pemahaman gitu ya. Nah,
itu. Nah, terus kemudian bagaimana
supaya mengatasi keterbatasan tadi? Nah,
itu ee di tempat Bapak ya tadi kalau
dinas terkait ya. Nah, itu ee bisa minta
pembinaan ya, bisa minta pendampingan
ee terkait juga misalnya
ee kegiatan atau support apa yang
terkait dengan sarpras gitu ya, dengan
koleksi. Nah, kemungkinan juga misalnya
ee terkait dengan ee bantuan apa. Nah,
itu ya itu dimungkinkan. Jadi, perlu
adanya komunikasi eksternal gitu ya.
Gitu. Nah, di mana di wilayah Bapak
gitu. Nah, dalam hal ini ee itu pasti ya
akan ee ada nanti misalnya nanti ada
bantuan ee terkait dengan ee renovasi
apa misalnya terkait dengan bantuan
koleksi apa, terkait dengan ee tenaga
ahli gitu ya yang mendampingi misalnya
di dalam membangun
ee sebuah perpustakaan dalam frame gitu
ya. yang tadi kalau kita bicara sesuai
dengan standar, nah itu terbangun dulu
bahwa di situ ada tempat komunitas BICA.
Nah, tempat sebagai wadah ee masyarakat
anak-anak untuk ee menambah pengetahuan
melalui sumber-sumber informasi. Nah,
gitu. Nanti masuk juga yang online
misalnya kan bisa diakses ya.
Nah, itu berarti kalau di tempat Bapak
sangat mendukung untuk akses untuk yang
di internet malah tidak masalah. nanti
bisa dikenalkan gitu ya berbagai ee
sumber informasi yang elektronik yang
itu ee bisa mendidik gitu yang
inspiratif gitu ya atau mungkin dari
cerita-cerita ya cerita-cerita yang ee
dibuka secara fulltek gitu yang
ya dan kearsipan misal di tempat Bapak
itu yang bisa diakses nah secara online.
Nah, itu juga bisa dengan
kegiatan-kegiatan
yang itu bisa meningkatkan gitu ya
pemahaman mereka terhadap apa sesuatu
yang saat itu diberikan misalnya dalam
topik buku apa gitu ya. Itu. Nah,
seperti itu itu ee kalau disebut eh life
lear long learning ya pembelajaran
sepanjang hayat. Nah, itu dari mulai
langkah yang kecil seperti itu. Itu ya
saya rasa e Bapak tadi kok sudah hilang
ini Bapak Imron sudah tidak ada
diskya Bapak.
Iya betul Bapak. Sepertinya Bapak Imran
terkendala jaringan, Ibu sehingga
terpent
ada. Betul. Oh iya, mudah-mudahan nanti
masih bisa mengikuti dari rekaman ya,
Kak Olia. Jadi bisa ee ada feedback-nya
dari beliau ya, Bapak ya. Mudah-mudahan
bisa terjawab [tertawa]
itu, Kak Oli ya.
Iya.
Baik, Ibu. Terima kasih banyak atas
penjelasannya yang sangat luar biasa dan
terima kasih juga kepada Bapak dan Ibu
yang sudah berpartisipasi dan antusias
dalam sesi diskusi pada malam hari ini.
Namun mohon maaf Bapak Ibu mengingat
waktu kegiatan sudah habis maka untuk
sesi diskusi kami cukupkan terlebih
dahulu. Saat ini Bapak Ibu yang berada
di WITA juga sudah memasuki pukul 10.00
Dan di WIT sudah memasuki hampir jam
11.00 lebih ya Bapak Ibu. Maka kami
cukupkan terlebih dahulu. Selanjutnya
kita ke sesi dokumentasi terlebih
dahulu.
Mungkin Bapak Ibu juga bisa
ee dengan gaya salam literasi L tangan L
dimulai dari slide pertama Bapak Ibu.
Baik. 1 2 3.
Slide selanjutnya
1 2 3.
Slide yang ketiga 1 2 3. Dan slide yang
terakhir
1 2 3.
Baik, terima kasih Bapak Ibu yang sudah
mengikuti diklat kita selama 3 hari ini.
Sangat luar biasa sekali. Semangat Bapak
Ibu. Dan selanjutnya sebelum diklat kami
akhiri saya izin kembalikan kepada
narasumber kita untuk menyampaikan
closing statement-nya. Kepada Ibu Endang
Fatmawati kami persilakan.
Ee baik Kak Olia. Ee Bapak Ibu semua tak
terasa ya kita sudah berakhir di dalam
diklat ini. Mudah-mudahan nanti di lain
kesempatan kita bisa bertemu kembali
walaupun secara virtual ya Bapak Ibu.
Baik. Ee Kak Olia, Bapak Ibu semua mohon
izin ini di kolom chat ternyata ramai
sekali ya bahwa ee ada yang saya bukan
kepala perpustakaan, saya dari guru
bahasa Indonesia, saya dari lulusan
bahasa Arab misalnya, saya dari SPD
agama Islam. Ternyata banyak sekali gitu
ya, mohon maaf ini ternyata di chat
banyak juga ya, Kak ya yang belum ee
kita diskusikan. Tapi Bapak, Ibu semua
tidak apa-apa ya. Ee di dalam forum ini
tidak harus menjadi kepala perpustakaan
kemudian mengikuti diklat gak bisa calon
kepala perpustakaan, bisa Bapak Ibu guru
ya. Ee bisa juga Bapak Ibu yang memiliki
ketertarikan ya, pemerhati misalnya ee
boleh sekali ya ee malah itu bagus. Jadi
kita bertemu di dalam satu ruang gitu
sehingga memperkaya khanah gitu ya
pemahaman. Kalau yang tadi ee terkait
dengan akreditasi karena memang topik
kita kan ee mewujudkan akreditasi
perpustakaan unggul jadi memang
menyinggung ke sana gitu. Tapi Bapak Ibu
ya walaupun tadi ada yang mengatakan
belum paham gitu ya tidak apa-apa. Jadi
ada sedikit yang sudah ee kami bagikan
mudah-mudahan bermanfaat untuk Bapak Ibu
semua gitu ya. Berarti kalau secara apa?
Secara keseluruhan Bapak, Ibu ini ee ya
ee kalau kita mengenal apa untuk
meningkatkan mutu yang berkelanjutan ya
atau eh continuous ya, quality
improvement ya itu eh bagi diri kita
tentunya kalau kita mengenal ada plan do
check action. Nah, itu loh coba kita
terapkan.
[tertawa]
Jadi rencanakan ah mau kepala
perpustakaan, mau belum ya, mau guru
gitu ya atau mau tendik, mau pustakawan,
mau pemerhati atau juga Bapak Ibu dengan
profesi yang lain gitu. Nah, semua dari
perencanaan gitu ya, perencanaan.
Kemudian bagaimana ee proker perencanaan
itu kan ada proker program kerjanya ya,
dibikin yang ini segera ya, pendek,
menengah, panjang. Kemudian
pelaksanaannya kan dunia. Nah, ceknya
jangan lupa dengan evaluasi Bapak, Ibu
ya. Evaluasi bisa ee secara formatif,
sumatif kan gitu ya kemarin. Nah, terus
tindak lanjut tadi dengan RTL gitu. Nah,
itu yang penting karena kalau enggak ada
tindak lanjut ya sudah berhenti gitu.
Tapi kalau ada tindak lanjut kan ee ada
yang memicu gitu kan yang akhirnya
menjadi istilahnya ada pengingat juga
buat kita bahwa oh iya ya ternyata sudah
menganalisis kondisi ya. Kemudian ada
targetnya, ada rencana tindak lanjutnya,
ada waktunya, ada time lainnya. Nah, itu
jadi bisa mengukur ee performance kita,
Bapak, Ibu ya. Kira-kira tercapai enggak
gitu loh. Program kerja yang sudah
ditetapkan, direncanakan itu
dilaksanakan dengan baik, dievaluasi,
kemudian kalau ada yang kurang ya dengan
RPM gitu. Jadi plan to check action itu
ya. Saya rasa itu Kak Olia untuk menjadi
closing statement ya dari pertemuan kita
selama 3 hari ya Kak ya tidak terasa.
Terima kasih sekali Bapak Ibu ya
atas partisipasi, perhatian responnya.
Sukses selalu untuk Bapak Ibu semoga
bermanfaat.
Sampai ketemu di lain kesempatan.
Selamat malam Bapak Ibu. Selamat
beraktivitas.
Baik, terima kasih Bu Endang atas materi
yang telah disampaikan selama 3 hari
ini. Tentunya banyak sekali manfaat dan
insak yang kami dapatkan Ibu. Semoga
kita masih bisa bertemu di lain
kesempatan. Sukses selalu, sehat selalu,
Ibu Enda. Selanjutnya apabila Ibu ada
kegiatan lain, kami perkenankan untuk
meninggalkan Zoom itu.
Ya. Baik, Kak Olia. Terima kasih, Bapak
Ibu. Terima kasih. Selamat malam, Bapak
Ibu.
Baik, terima kasih juga kepada Bapak dan
Ibu yang sudah antusias dalam mengikuti
dikab selama 3 hari ini. Sangat luar
biasa sekali. Kami sangat mengapresiasi
semangat Bapak Ibu. Saya izin
menginformasikan untuk presensi kemudian
materi dan siaran ulangnya
sertifikat akan kami share melalui grup
WhatsApp setelah diklat selesai Bapak,
Ibu. Dan jika ada kendala silakan dapat
menghubungi admin kami. Saya mewakili
panitia yang bertugas menyampaikan
permohonan maaf yang sebesar-besarnya
apabila terdapat kesalahan kata maupun
perbuatan selama acara berlangsung.
Akhir kata, wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Selamat
malam. Salam sejahtera bagi kita semua.
Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan. Rahayu. Rahayu. Rahayu.
Salam guru era digital. Guru tata
belajar walau sudah mengajar. Sampai
jumpa di event selanjutnya. Bapak Ibu,
sehat selalu dan selamat beristirahat.
Saya izin pamit undur diri, Bapak, Ibu.
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

PADA SUATU HARI - Arifin C Noer, Sutradara Didit Irfani. GARTA 2016
Teater Langka · Indonesian

Peranan Ilmu Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari || Kimia X_Kurikulum Merdeka
Elin_Haula27 · Indonesian

Cara Membuat Baju Karnaval dari Kresek | Baju karnaval yang mudah dan simple!
Dija Crafts TV · Indonesian

Literasi Digital - Mengetahui ekosistem periksa fakta untuk memilah fakta dan bukan
Adam Kriszal · Indonesian

SOP Kasir Ritel Tutorial Uji Sertifikasi Kompetensi BDP
Pelajar JakSel · English

Best Nifty Expiry Option Strategy | Crippled Butterfly Option Strategy Explained | Options Trading
IBBM Academy · English

POV: Finjes Tu Muerte Para Salir Del Cártel
Relatos Pintados · Portuguese (Portugal, Brazil)

Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 - Provinsi Nusa Tenggara Timur
MPRGOID · English

Sosiologi Kelas X: Apa Itu Sosiologi?
Pahamify · English

دبلومة مهندس مكتب فني كهربي - الباب الثاني - الدرس الخامس - الرسومات التنفيذية لنظام Queue 1/2
Mohamed Faramawy - محمد فرماوى · English

Akuntansi Perbankan Syariah / Akuntansi Syariah: Dasar Islam dan Syariah Islam
amrina rahmah · Indonesian

我花將近$0讀完加拿大大學|國際學生留學經驗
Terry Chen 泰瑞 · English
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.