Full Transcript

·YouTLDR

eLearning Mental Health and Its Impact on the Future Among Awardee - Episode 2

38:31IndonesianTranscribed Jul 24, 2026
0:04

Halo Alpd Friends, kembali lagi di

0:06

E-Learning Mental Health and it's impact

0:08

in the Future Among Award. Sekarang

0:11

teman-teman sudah lebih aware nih. Nah,

0:13

pasti teman-teman bertanya-tanya kan apa

0:16

langkah selanjutnya saat kita sudah

0:18

lebih aware mengenai gangguan mental.

0:21

Karena aware aja pastinya enggak cukup,

0:23

kan? Nah, LPD Friends juga pasti

0:25

penasaran dong gimana caranya untuk

0:28

menjaga kesehatan mental LPD Friends.

0:31

Apa kita perlu jadi zin master dulu

0:33

dengan meditasi di gunung di bawah

0:36

waterfall gitu ya, supaya kesehatan

0:38

mental kita ini bisa selalu terjaga.

0:40

Nah, kita akan kupas tuntas satu persatu

0:43

di episode kali ini. Pada episode ini

0:46

kita akan membahas langkah-langkah

0:48

mengatasi gangguan mental mulai dari

0:51

bagaimana cara teman-teman bisa

0:53

menenangkan diri sendiri atau how we can

0:56

suit ourself. Kemudian bagaimana

0:58

praktiknya untuk menjadi pribadi yang

1:01

lebih resilien. Selain itu, kita juga

1:04

akan membahas gimana cara mengelola

1:07

ekspektasi dan menjaga koneksi yang

1:10

merupakan bagian dari upaya untuk

1:13

menjadi pribadi yang lebih resilient

1:15

tadi. Nah, di sini kita masih bersama

1:17

narasumber kita yaitu Kak Rizza dan kita

1:21

akan mendiskusikan hal-hal tersebut. Kak

1:23

Riza sudah siap?

1:24

Siap. Oke. Nah, di episode sebelumnya

1:27

kan saya dan Kak Riza juga udah membahas

1:30

secara singkat ya mengenai gangguan

1:31

mental tadi. Dan di episode kali ini

1:34

akan secara langsung melibatkan awardi

1:36

nih. Jadi sebelumnya kita udah ngirimin

1:40

link ke para awardi untuk bertanya ya,

1:42

link slido dan ee ini tuh pertanyaannya

1:45

terkait gangguan mental dan

1:47

permasalahannya saat studi. Dan

1:50

selanjutnya pertanyaan tersebut mohon

1:52

untuk ditanggapi oleh Kak Riza ya. Oke.

1:55

Nah, jadi pertanyaannya ini real beneran

1:57

dari Wordi tapi akan secara anonimus ya,

2:00

Kak ya. Supaya ee dirahasiakan juga

2:03

identitasnya dan supaya terjaga

2:05

kerahasiaannya. Kita langsung mulai aja

2:08

ya. Di sini ada tiga pertanyaan. Akan

2:11

aku su up aja ya, Kak ya. Dari ketiga

2:14

pertanyaan tersebut kurang lebih

2:16

teman-teman awardi ini mengalami

2:18

kesulitan untuk mengatasi overthinking.

2:20

Itu yang paling banyak ya mungkin. terus

2:23

menjaga ketengangan hati dan pikiran dan

2:25

juga bingung nih gimana cara

2:27

menyeimbangkan perkuliahan dan kehidupan

2:30

pribadi.

2:31

Nah, silakan ditanggapi, Kak, apakah

2:34

para ini apa yang harus dilakukan gitu

2:37

ya untuk problem solving atau ada

2:39

shortcut-nya enggak tuh kayak Ctrol F4

2:41

mungkin gitu kan? Silakan, Kak.

2:44

Oke, jadi teman-teman memang ini suatu

2:48

hal yang mungkin sulit ya dihadapi oleh

2:51

kita karena bagaimanapun permasalahan

2:53

itu akan mengganggu. Nah, namun ee kita

2:58

coba satu persatu bagaimana cara untuk

3:00

menghadapi permasalahan.

3:02

Overthinking seringki terjadi karena

3:04

pikiran kita terlalu fokus pada

3:06

kemungkinan buruk atau hal-hal di luar

3:09

kendali kita. Cara mengatasinya biasanya

3:12

dengan melakukan latihan mindfulness,

3:14

kemudian teknik pernapasan. Ada pula

3:17

yang melakukan journaling dan juga

3:19

melakukan manajemen waktu dengan

3:22

memprioritaskan tugas membuat ee dengan

3:25

membuat tudulis list yang realistis.

3:28

Kemudian untuk menjaga ketenangan di

3:30

tengah banyaknya kegiatan atau tanggung

3:32

jawab, situasi yang seperti misalkan

3:35

tugas yang menumpuk, kemudian pekerjaan

3:37

rumah atau mungkin untuk di S3 yang lagi

3:42

ee berkuliah bersama mengajak

3:44

keluarganya. Ee di situ mungkin ada

3:47

anak-anaknya juga yang ikut, ternyata

3:49

anaknya rewel nih, gitu. Nah, itu juga

3:52

mungkin bisa menjadi ee problematik dan

3:55

kemudian juga untuk

3:56

komunikasi-komunikasi yang sulit dengan

3:58

dosen atau dengan rekan sesama awardi.

4:01

Nah, itu biasanya juga membuat ee stres

4:05

berkepanjangan.

4:06

Caranya seperti apa sih supaya kita bisa

4:08

tetap tenang dalam kondisi seperti itu?

4:11

bisa teman-teman lakukan juga di sini

4:14

latihan pernapasan. Kemudian manajemen

4:16

waktunya misalkan memisahkan tugas

4:18

berdasarkan waktu dan energi yang

4:20

teman-teman punya. Jadi kalau lagi ee

4:23

enggak mood atau energinya lagi low ya

4:26

enggak apa-apa, enggak perlu dipaksakan.

4:28

Kemudian jangan ragu untuk meminta

4:30

bantuan jika memang memungkinkan.

4:32

Kemudian teman-teman juga buat prioritas

4:35

apa saja yang mungkin bisa dikerjakan

4:37

saat itu tanpa perlu memaksakan diri.

4:40

Jadi kalau memang enggak mampu nih untuk

4:42

ee membaca jurnal, mungkin dalam waktu

4:45

tertentu dikasih tugas untuk baca jurnal

4:47

10 jurnal gitu ya, enggak harus

4:49

10-10-nya langsung. Jadi bagi dulu

4:52

tugasnya kira-kira mana yang lebih

4:53

prioritas seperti itu kurang lebih. Nah,

4:56

selanjutnya adalah menyeimbangkan

4:58

perkuliahan dan kehidupan pribadi.

5:00

Karena ee kita juga tidak mungkin hanya

5:03

kuliah aja kan. Kita pasti butuh

5:05

bersosialisasi dengan lingkungan kita.

5:08

Nah, supaya tidak burn out dengan ee

5:10

kehidupan-kehidupan di perkuliahan atau

5:12

mungkin deadline tugas yang banyak ya.

5:14

Nah, caranya dengan tentukan prioritas

5:16

kita. Bedakan mana yang sekiranya saat

5:19

ini penting dan mana yang bisa ditunda

5:22

atau ee kita taruh di list paling bawah.

5:26

Kemudian kita juga bisa buat rutinitas

5:28

yang fleksibel. Jadi kalau buat ee to

5:31

list itu buatlah yang realistis. Jangan

5:34

sampai terlalu ambisius, terlalu ambis.

5:37

sehingga ee tidak tercapai ee tidak

5:41

realistis gitu ya.

5:42

Jangan lupa luangkan waktu untuk

5:44

istirahat juga ya, Kak ya.

5:45

Karena itu juga perlu dimasukkan ke

5:47

dalam tudulis listnya.

5:48

Misalkan habis bekerja terus istirahat

5:51

gitu ya. Nah, itu masukkan aja ke

5:52

tudulisnya. Kemudian selanjutnya adalah

5:55

melakukan praktik selfcare. Teman-teman

5:57

jangan lupa untuk terus menjaga

5:59

kesehatan fisik dan mentalnya dengan

6:01

cara biru yang cukup, olahraga,

6:04

makan-makanan yang sehat, dan juga

6:06

melakukan hal-hal yang menyenangkan.

6:09

Sama jajan sih ya.

6:10

Jajan itu boleh banget sih.

6:12

Entertainment tuh boleh tapi ya jangan

6:14

sampai berlebihan lah.

6:16

Jangan terlena.

6:17

Jangan terlena. Benar. Jangan sampai

6:19

tugasnya malah dilupakan. Kemudian

6:21

selanjutnya adalah bangun support

6:23

system. Teman-teman jangan ragu untuk

6:25

minta bantuan kepada teman, keluarga

6:29

atau mungkin ee apa sih yang terdekat di

6:31

ee sekitar teman-teman itu biasanya kan

6:34

di universitas ada unit kesehatan atau

6:37

dukungan psikologis ya. Nah, itu bisa

6:39

teman-teman datang ke situ untuk meminta

6:41

bantuan profesional atau mungkin

6:43

teman-teman punya ee psikolog atau

6:46

psikiater yang sudah dikenal sebelumnya.

6:49

Nah, mintalah bantuan kepada tenaga

6:51

profesional

6:52

seperti itu. Untuk menyeimbangkan ee

6:56

perkulihan dan kehidupan pribadi itu

6:57

dapat dikatakan memang tantangan ya, Kak

7:00

Sandra. Jadi memang kita itu pasti akan

7:03

menghadapi masalah. Tapi dari tiga

7:05

pertanyaan ini bisa kita lihat bahwa

7:09

resiliensi itu jadi kunci utama dari

7:13

semua tantangan akademik dan kehidupan

7:15

pribadi. Enggak ada sih shortcut seperti

7:19

control plus F4, tapi teman-teman bisa

7:22

membangun kebiasaan-kebiasaan kecil yang

7:25

dilapis setiap hari untuk membangun

7:27

mental yang lebih tangguh.

7:29

Nah, tadi kan eh Kakak udah bahas juga

7:31

kan tentang cara yang bisa dilakukan

7:34

teman-teman e saat ngeras overthink,

7:36

cemas, flash, dan yang lainnya. Terus

7:39

tadi Kak juga udah singgung dikit

7:42

terkait mindfulness, pernapasan,

7:44

journaling, dan lain-lain. Gimana tuh,

7:46

Kak, cara nerapinnya? Apakah dengan cara

7:49

tersebut kita bisa lebih resilience?

7:51

Oke, resiliens itu kan ibarat otot

7:54

mental kita ya, yang kalau kita latih

7:57

secara terus-menerus itu bisa bikin kita

7:59

lebih kuat menghadapi tantangan hidup.

8:02

Dan kabar baiknya ada empat cara simpel

8:05

yang bisa kita lakukan untuk melatih

8:07

resiliens kita. Untuk menerapkan empat

8:10

cara simpel tadi, apakah harus meditasi

8:12

di gunung? Enggak juga sih sebenarnya.

8:15

Nah, empat cara yang bisa kita lakukan

8:18

yaitu dengan latihan mindfulness.

8:21

latihan pernafasan, journaling, dan juga

8:24

praktik selfcare.

8:25

Bisa tuh, Kak, kita praktikin sekarang.

8:27

Oke, kita praktikin, ya.

8:29

Oke, boleh, Kak.

8:30

Kita mulai dari latihan mindfulness.

8:33

Heeh. Nah, mindfulness itu adalah

8:35

praktik melatih kesadaran penuh terhadap

8:37

momen saat ini. Jadi, Teman-teman

8:39

diharapkan untuk bisa here and now dan

8:43

eh kondisi ini dilakukan tanpa

8:44

menghakimi. Dengan mindfulness, kita

8:47

belajar untuk menerima keadaan dengan

8:49

lebih tenang dan juga tidak terjebak

8:52

dalam overthinking.

8:53

Cara mempraktikkannya

8:55

pertama fokus pada nafas saat merasa

8:58

cemas.

9:00

Kemudian yang kedua, perhatikan

9:02

lingkungan sekitar dengan penuh

9:04

kesadaran. Misalnya, merasakan angin

9:08

yang berhembus,

9:09

mendengarkan suara kicau burung, atau

9:13

memperhatikan aroma kopi yang sedang

9:15

kita minum dan juga rasa makanan yang

9:17

sedang kita makan.

9:19

Nah, hal ini ee kenapa penting? Karena

9:22

biasanya kalau kita lagi makan, kita

9:24

bisa sambil nonton drakor gitu kan.

9:26

Iya. Nah, jadinya enggak fokus itu

9:28

makannya rasanya apa, enggak tahu gitu

9:31

ya. Kadangan bahkan kita enggak tahu

9:33

udah habis atau belum, kita tuh kayak

9:34

enggak sadar aja.

9:35

Iya. Bahkan kita ngunyah berapa kali aja

9:37

enggak sadar gitu kan. Padahal ee kalau

9:40

ngunyah tuh ada hitungannya kalau enggak

9:42

salah ya, biar lebih sehat ya.

9:44

Betul.

9:45

Nah, di ee praktik mindfulness ini hal

9:50

itu sangat penting untuk dilakukan. Nah,

9:53

yang ketiga teman-teman bisa melakukan

9:55

grounding teknik. Grounding teknik ini

9:58

fokusnya pada panca indra kita. Jadi,

10:01

misalkan teman-teman menyebutkan lima

10:03

hal yang bisa dilihat, empat hal yang

10:06

bisa disentuh, tiga hal yang bisa

10:07

didengar, dua hal yang bisa dicium, dan

10:09

satu hal yang bisa dirasakan. Nah,

10:12

mungkin bisa kita coba ya.

10:15

Oke, kita ee coba Kak Sandra sebutkan

10:19

lima hal yang bisa dilihat saat ini.

10:22

Aku melihat sebuah tab.

10:24

He.

10:24

Sepasang sepatu.

10:26

Heeh.

10:27

Kamera.

10:28

Heeh.

10:29

Handphone.

10:30

Handphone.

10:30

Gelangku.

10:32

Apalagi? Udah lima belum? Ya

10:33

sudah lima.

10:34

Sudah.

10:35

Oke. Selanjutnya empat hal yang bisa

10:38

disentuh.

10:39

Bisa disentuh.

10:41

Sambutku,

10:42

Kakak Opik,

10:45

handphone,

10:47

terus ee badanku sendiri.

10:50

Oke. Jadi bisa di ee lakukan seperti itu

10:53

ya. Jadi kita menyadari bahwa ini loh

10:55

tubuh kita.

10:57

Kemudian ada tiga hal yang bisa didengar

11:00

saat ini. Apa yang lagi bisa didengar

11:02

oleh Kak Sandra? Mendengar suara

11:04

merdunya kok sama mendengar

11:07

senyap-senyap obrolan di teman-teman

11:09

kantor nih.

11:10

He. Oke, satu lagi. Satu lagi.

11:12

Boleh. Boleh. Apagi ya?

11:14

Apagi?

11:14

Mendengar ini traffic ya. Ini agak

11:17

terdengar ya trafficnya di sini.

11:19

Jalanan yang di belakang kita ini.

11:21

Betul.

11:22

Iya. Oke, selanjutnya dua hal yang bisa

11:25

dicium atau dihirup.

11:28

Parfumku ya. Ini kecium sama parfum

11:30

ruangan mungkin ya. Parfum ruangan. Iya.

11:32

Oke. Nah, satu lagi. Satu hal yang bisa

11:36

dirasakan.

11:37

Mm. Kayak misalnya aku minum teh

11:40

ngerasain gula manis gitu ya, tapi

11:42

karena lagi enggak ada apa-apa untuk

11:43

bisa dirasakan mungkin itu aja

11:45

contohnya.

11:46

Boleh.

11:47

Oke. Dengan grounding teknik ini kita

11:50

jadi lebih ee bisa merasakan apa yang

11:53

ada di tubuh kita dan di sekitar kita.

11:55

Dan ini fungsinya untuk menenangkan

11:58

sistem syaraf.

12:00

Kemudian ketika teman-teman melakukan

12:02

latihan mindfulness, teman-teman hindari

12:05

multitasking dan coba hadir sepenuhnya

12:07

dalam setiap aktivitas. Kalau bisa tidak

12:10

lagi pakai ee tidak lagi

12:13

memainkan handphone atau mungkin ee

12:16

sambil ngobrol gitu ya. Kalau bisa

12:18

betul-betul dalam kondisi yang tenang

12:20

gitu. Nah, kalau di anak-anak zaman

12:23

sekarang tuh namanya eh reconnecting

12:25

with nature.

12:28

Iya. Jadi, e enaknya tuh kita

12:30

jalan-jalan ke tempat yang alam,

12:32

hijau-hijau, terus itu udaranya juga

12:34

lebih sejuk, lebih enak buat dihirup

12:37

gitu ya. Itu reconnecting with nature,

12:40

grounding, itu kayak benar-benar

12:42

ee menyadari kalau kita di sini saat ini

12:45

sedang hidup gitu ya, kayak

12:47

betul. Betul. merasakan apa sih yang

12:49

sensasi-sensasi tubuh kita. Nah, itu

12:52

grounding teknik ee memang fungsi

12:54

utamanya seperti itu.

12:56

Oke.

12:58

Nah, selanjutnya ada latihan apa lagi

12:59

nih, Kak?

13:00

Selanjutnya ee kita ada latihan

13:03

pernapasan. Nah, latihan pernapasan ini

13:06

membantu menenangkan sistem syaraf juga

13:08

dan mengurangi stres. Kalau yang tadi

13:11

fokusnya dengan ee tubuh kita dan

13:14

lingkungan sekitar kita. Kalau latihan

13:17

pernapasan fokusnya ke bagaimana kita

13:20

mengelola nafas kita gitu. Saat kita

13:23

panik atau cemas biasanya kita itu mudah

13:26

ee ini nafasnya mudah pendek dan cepat

13:28

gitu. Nah, dengan ee kita mengontrol

13:31

nafas kita, maka harapannya kita jadi

13:33

lebih tenang. Kita coba praktikkan ya.

13:37

Di sini ada tiga teknik. Kita akan coba

13:39

satu persatu.

13:40

Oke,

13:41

teknik pernafasan yang pertama adalah

13:43

teknik pernafasan 478.

13:46

Teknik pernapasan 478 itu bisa kita

13:49

praktikkan dengan tarik nafas selama 4

13:52

detik, tahan 7 detik, lalu hembuskan

13:55

perlahan selama 8 detik. Oke, gimana

13:57

kalau kita coba, Kak Sandra?

13:59

Boleh, Kakak yang instruksiin, aku yang

14:00

coba, ya.

14:01

Oke, kita mulai ya. Tarik napas selama 4

14:04

detik. 1 2 3 empat tahan. 1 2 3 4 5 6 7

14:16

hembuskan. Satu 2 3 4 5 6 7 8.

14:24

Wow. Jadi lebih tenang sih.

14:27

Oke, kita lanjutkan ya. Oke, cara yang

14:30

kedua kita menggunakan boxiting. Nah, di

14:33

box splitting ini teman-teman ee tarik

14:36

nafas 4 detik, tahan 4 detik, buang

14:39

nafas 4 detik, lalu tahan lagi 4 detik.

14:41

Nah, ini bisa diulangi beberapa kali

14:43

sampai teman-teman merasa tenang. Oke,

14:46

kita coba ya, Kak Sandra.

14:48

Boleh.

14:48

Oke, kita mulai dari tarik nafas per

14:51

detik. 1 2 3 4. Tahan pada detik. 1 2 3

14:59

4 buang napas 1 2 3 empat tahan lagi. 1

15:05

2 3 4. Seperti itu teman-teman.

15:10

Menarik ya.

15:10

Mudah dan memang jadi lebih rileks

15:13

badannya gitu ya.

15:14

Oke ya. Ini memang bisa ee teman-teman

15:17

lakukan secara berulang-ulang sampai

15:19

teman-teman merasa tenang. Oke.

15:21

Nah, yang terakhir teman-teman bisa

15:23

menggunakan teknik diafragmatic

15:26

breathing atau nafas perut. Jadi tarik

15:28

nafas dalam ke perut ya, bukan di dada.

15:31

Jadi di perut kemudian dibuang perlahan

15:34

kayak mau nyanyi ya.

15:36

Kayak mau nyanyi. Betul. Nah, ini juga

15:38

ee bisa dilakukan berulang-ulang

15:40

teman-teman. Manfaatnya nanti untuk

15:43

mengurangi kecemasan, meningkatkan fokus

15:45

dan membantu teman-teman supaya

15:47

piringnya lebih nyenyak. Boleh banget

15:49

kalau dilakukan e misalkan sebelum

15:50

tidur.

15:51

Sebelum tidur iya

15:52

misalkan e jam-jam overthinking itu

15:54

sebelum tidur enggak sih?

15:55

Betul. Nanti merem dikit langsung

15:58

Iya kayak semuanya langsung e di otak

16:01

kita berputar gitu ya.

16:02

Iya betul.

16:03

Nah itu boleh dilakukan teknik perapasan

16:05

supaya lebih tenang teman-teman.

16:08

Nah selanjutnya ada apa lagi nih Kak?

16:11

Selanjutnya kita bisa gunakan

16:13

journaling. Nah, journaling atau menulis

16:16

jurnal adalah cara untuk menuangkan

16:18

pikiran dan perasaan kita ke dalam

16:20

bentuk tulisan sehingga kita bisa lebih

16:23

memahami emosi yang sedang kita alami

16:25

atau kita rasakan.

16:27

Nah, tapi Kak kalau misalnya kita malas

16:29

banget nih bawa buku, boleh enggak sih

16:30

kalau kita VN di HP sendiri kayak kita

16:33

ngomong jadinya bukan nulis itu gimana,

16:35

Kak? Sama aja atau beda? Nah, biasanya

16:38

sih orang-orang memang e kalau jurnaling

16:40

menggunakan tulisan ya. Namun ada juga

16:42

orang-orang yang malas nih untuk

16:44

menuliskan. Nah, caranya biasanya

16:47

menggunakan voice eh note itu tadi atau

16:51

ee dengan merekam video. Nah, kemudian

16:53

nanti didengarkan kembali itu juga bisa

16:56

beberapa orang menggunakan tek tersebut.

16:58

Oke, oke oke

17:00

oke. Nah, kita ke cara praktik

17:02

journaling-nya ya.

17:03

Biasanya ada tiga nih yang paling sering

17:07

digunakan. Yang pertama, gratitude

17:09

journal. Nah, di sini teman-teman bisa

17:11

menuliskan tiga hal yang disyukuri

17:14

setiap harinya. Coba kalau Kak Sandra

17:16

hari ini apa nih yang disyukuri?

17:19

Hari ini aku bersyukur diberikan

17:21

kesehatan,

17:23

bersyukur masih diberikan umur untuk

17:25

hidup.

17:26

Bagus banget. Oke, kemudian selanjutnya

17:30

bisa menggunakan expressive writing.

17:33

Nah, di expressive writing ini adalah eh

17:36

kita menulis bebas tentang apa yang

17:39

mengganggu pikiran kita tanpa perlu

17:42

dipikirkan structur-nya seperti apa.

17:44

Jadi seperti menulis diary gitu.

17:47

Bukan IS ya. Kalau IELTS kan harus ee

17:50

Iya.

17:51

Nah, ini enggak ya.

17:53

Iya. Kita enggak perlu mempedulikan apa

17:55

dulu yang akan kita tulis. kita bisa

17:57

lompat-lompat, kita bisa mengarang

18:00

bebas, mungkin kita marah di situ, kita

18:02

menuliskan kesalahan kita terhadap orang

18:04

lain, boleh aja di situ. Yang penting

18:07

isi pikirannya di situ tertuangkan dan

18:09

itu bikin kita ngerasa jadi lebih lega,

18:12

gitu. Nah, kemudian teknik yang terakhir

18:15

menggunakan problem solving journal.

18:17

Nah, di sini teman-teman akan menuliskan

18:20

ee tantangan apa yang sedang dihadapi,

18:23

kemudian ide-ide untuk mengatasinya

18:25

seperti apa. Jadi, lebih fokus ke ee

18:28

penyelesaian masalahnya daripada fokus

18:31

ke apa yang sedang kita rasakan atau

18:33

yang sedang kita khawatirkan.

18:35

Kadang-kadang kita itu memang lebih

18:37

fokus kepada hal-hal yang ee mengganggu

18:40

kita itu secara emosional gitu. kita

18:42

lebih fokus ke pikiran-pikiran kita,

18:44

perasaan kita yang saat itu memang lebih

18:46

menguasai daripada jalan keluarnya

18:48

seperti apa gitu. Makanya dengan problem

18:51

problem solving jurnal di situ fokusnya

18:53

adalah untuk ee menuliskan tantangannya

18:56

dan ide-idenya gitu.

18:59

Manfaatnya apa tuh, Kak, kalau misalkan

19:00

jurnaling tadi?

19:02

Oke, kalau jurnaling itu manfaatnya

19:04

untuk membantu memahami diri sendiri.

19:06

Jadi apa yang sedang kita rasakan dan

19:08

kita pikirkan kadang-kadang seperti

19:10

benang yang ruwet ya. Betul.

19:13

Nah, di otak kita itu kayak perlu ada

19:16

sesuatu yang dikeluarkan. Nah, itulah ee

19:19

alasannya kenapa journaling ini bisa

19:21

membantu kita memahami diri sendiri. Ini

19:24

juga membantu kita untuk mengarami stres

19:26

dan juga meningkatkan kesejahteraan

19:28

emosional kita seperti itu.

19:30

Oke, itu tadi sudah tiga. Nah, yang

19:32

terakhir apa nih, Kak? Nah, yang

19:34

terakhir adalah praktik selfcare.

19:37

Selfcare adalah upaya untuk merawat diri

19:39

sendiri, baik secara fisik, emosional,

19:42

maupun mental. Banyak orang yang

19:44

menganggap bahwa selfcare itu sebagai

19:47

hal yang mewah. Padahal sebenarnya itu

19:49

hal yang sederhana dan bisa melakukan

19:52

hal-hal yang simpel aja sih untuk

19:54

memenuhi kebutuhan dasar di tubuh kita

19:56

dan di pikiran kita. Nah, contohnya atau

20:00

caranya itu yang pertama selfcik. He.

20:03

Nah, yang paling mudah sih tidur yang

20:05

cukup.

20:06

Betul.

20:06

Makan-makanan yang bergizi dan kemudian

20:08

juga olahraga ringan.

20:10

Tapi ada beberapa orang malahan tidur

20:12

cukup itu susah banget ya, Kak. Tapi

20:14

memang ini jadi simpel banget. Selfcare

20:17

yang simpel itu sesimpel itu bisa

20:19

meningkatkan kesehatan mental kita gitu

20:21

ya.

20:23

Nah, selanjutnya kita melakukan selfcare

20:26

emosional yaitu dengan melakukan hobi

20:28

yang disukai, mendengarkan musik atau

20:30

menonton film favorit. yang apapun itu

20:33

bisa membuatmu merasa entertain gitu.

20:36

Nah, selanjutnya ada selfcare sosial

20:39

seperti misalkan em telepon keluarga

20:42

yang mungkin teman-teman lagi kuliah

20:44

jauh dari keluarga gitu ya, teleponlah

20:47

keluargamu kemudian ee keluar sama teman

20:50

gitu ya, main terus kemudian ikut

20:52

kegiatan di kelurahan, ikut kegiatan di

20:55

kampus gitu ya. Itu juga merupakan salah

20:57

satu sosial. Nah, kemudian yang terakhir

21:00

teman-teman bisa melakukan selfc mental

21:03

seperti misalkan mengatur ekspektasi

21:05

yang nanti kita akan belajar setelah ini

21:07

juga. Kemudian belajar berkata tidak

21:11

saat merasa kewalahan atau tidak mampu.

21:13

Jadi teman-teman harus tahu bahwa

21:15

kondisi Teman-teman itu lagi tidak bisa

21:18

untuk melakukan kegiatan atau secara

21:20

emosi atau energinya itu lagi low. Ya,

21:23

belajar berkata tidak kepada orang lain

21:25

dan kepada diri sendiri. Oke, cukup.

21:28

Enggak mau lagi.

21:29

Iya, itu bukan egois ya, Teman-teman.

21:30

Itu perlu.

21:31

Itu perlu. Oke.

21:33

Nah, manfaatnya apa nih, Kak untuk tadi

21:35

selfc?

21:36

Nah, ee manfaat dari selfcare sendiri

21:39

itu untuk meningkatkan energi kita,

21:41

ngbost mood kita, kemudian mengurangi

21:43

stres, dan juga membantu kita merasa

21:46

lebih baik secara keseluruhan.

21:48

Betul. Aku pribadi sih kalau udah

21:50

skincare-an sebelum tidur itu udah

21:52

merasa lebih baik sih.

21:53

Nah, itu juga salah satu self care fisik

21:55

yang sudah dilakukan oleh Sandra.

21:57

Mungkin bisa coba.

21:59

Yes. Nah, apakah semua cara tersebut

22:02

bisa diimplementasikan, Kak, oleh semua

22:04

orang? Karena di beberapa buku yang aku

22:07

baca nih, ya, Kak, ya, mindfulness itu

22:09

metode yang emang baik banget. Tapi

22:11

enggak semua orang itu bisa ngelakuinnya

22:14

karena banyak yang lagi meditasi terus

22:16

tiba-tiba eh malah pikirannya masuk

22:18

semua. Tambah overthinking. Nah, gimana

22:20

tuh, Kak, cara kita tahu metode mana

22:22

yang paling baik buat diri sendiri?

22:25

Oke. Nah, memang ee tidak semua orang

22:28

bisa menggunakan metode yang sama. Nah,

22:30

jadi betul banget yang dibilang sama Kak

22:31

Sandra tadi karena setiap orang itu

22:34

punya preferensi yang berbeda-beda dan

22:37

respon yang berbeda terhadap teknik

22:38

tertentu.

22:40

Mindfulness misalnya memang terbukti

22:42

efektif dalam banyak penelitian, tapi

22:45

bagi sebagian orang bisa terasa sulit

22:47

dilakukan karena butuh latihan dan

22:48

konsistensi.

22:50

Jadi, gimana sih cara yang paling cocok?

22:52

Nah, sebenarnya ada beberapa langkah.

22:54

Misalkan yang pertama, teman-teman bisa

22:56

kenali diri sendiri. Perhatikan

22:59

bagaimana kita biasanya merespon stres.

23:02

Apakah kita lebih nyaman dengan

23:03

aktivitas fisik atau menulis atau

23:06

mungkin butuh waktu sendiri untuk

23:08

refleksi?

23:10

Mungkin kita perlu ada jarak dulu dengan

23:13

teman-teman kita atau mungkin dengan

23:15

tugas-tugas kita gitu ya. Menjaga jarak

23:18

bukan ee malah menarik diri meni

23:21

lingkungan ya. Nah, kemudian yang kedua

23:24

cobalah satu persatu. Jangan langsung

23:27

teman-teman menerapkan semua metode

23:29

sekaligus. Coba satu teknik dulu dalam

23:32

beberapa hari atau beberapa minggu.

23:34

Kemudian lihat efeknya seperti apa yang

23:36

dirasakan.

23:38

Kemudian yang ketiga, evaluasi

23:40

efektivitasnya.

23:42

Kalau setelah beberapa waktu metode

23:44

tersebut memang tidak memberikan dampak

23:46

positif atau malah ngerasa lebih sulit

23:49

untuk dilakukan, maka ee berarti metode

23:52

itu tidak cocok untuk teman-teman dan

23:54

silakan coba metode yang lain.

23:56

Selanjutnya yang keempat, teman-teman

23:58

bisa mengkombinasikan dengan cara lain.

24:02

Misalkan kita itu kadang perlu

24:04

menggabungkan satu teknik dengan teknik

24:06

yang lain untuk lebih efektif seperti

24:08

itu. Kalau misalkan latihan pernafasan

24:11

digabungkan dengan jurnal link untuk

24:13

membantu mengelola emosi, kenapa enggak

24:15

gitu. Jadi boleh kok untuk menggabungkan

24:17

beberapa teknik dalam ee satu waktu

24:20

gitu. Misalkan setelah jurnaling

24:22

teman-teman latihan pernafasan itu boleh

24:24

banget. Nah, kemudian yang terakhir

24:27

carilah bantuan. Kalau masih bingung

24:30

atau ngerasa kesulitan bisa teman-teman

24:32

konsultasi ke profesional untuk

24:34

menemukan pendekatan yang paling sesuai.

24:37

Namun teman-teman juga perlu tahu kalau

24:39

misalkan ke psikolog atau ke psikiater

24:42

itu memang ee kita kayak cari dokter

24:45

umum ya, jadi cocok-cocokan gitu. Enggak

24:47

bisa kita misalkan langsung ee berharap

24:50

di satu pertemuan itu kita langsung

24:52

cocok atau sesuai gitu. Kadang kala kita

24:55

butuh waktu atau butuh beberapa sesi

24:58

atau kita butuh bertemu beberapa

25:00

psikolog untuk sampai menemukan cara

25:02

yang tepat atau juga orang yang tepat

25:05

gitu. meskipun nanti sudah beberapa sesi

25:08

berlalu itu ada perubahan-perubahan itu

25:10

sangat wajar karena ee manusia itu

25:13

dinamis. Siapa tahu teman-teman ee

25:15

berubah ya ketika misalkan awalnya

25:17

journaling itu terasa sangat cocok untuk

25:20

teman-teman bisa diterapkan. Ternyata

25:22

setelah beberapa sesi ee dengan psikolog

25:25

atau psikiater itu tidak cocok dan mau

25:27

diubah bilang aja ke ee profesional yang

25:30

sedang ee teman-teman datangi saat itu

25:33

seperti itu.

25:34

Nah, jadi cara itu cara yang paling

25:36

mudah untuk dilakukan di rumah ya, Kak.

25:39

Dan dan kalau misalkan teman-teman ada

25:41

yang enggak sesuai atau semua caranya

25:43

sudahudah dicoba tetap enggak sesuai

25:45

tadi jangan lupa untuk cari bantuan

25:47

profesional. Baik, ini ada pertanyaan

25:50

selanjutnya nih Kak Rizza nih. Aku

25:52

bacain ya dari Anonymus tentunya. Kak,

25:55

tiap akan bimbingan tesis PhD saya

25:58

panik. Padahal dosen baik dan

26:00

mengistimewakan saya dibandingkan ke

26:02

mahasiswa lain. Saya jadi ingin perfect

26:05

tapi takut mengecewakan dan levelnya

26:08

terlalu ekstrem jadinya. Nah, menurut

26:10

Mbak Rizza gimana nih? Seringkiali kan

26:13

tekanan akademik penerima beasiswa itu

26:15

enggak main-main.

26:17

Dan sehingga teman-teman penerima

26:18

beasiswa itu punya ekspektasi yang

26:20

tinggi terhadap apa yang dapat mereka

26:22

hasilkan atau capai. Dan terkadang

26:25

ekspektasi terhadap mereka juga sangat

26:27

tinggi nih, Kak. He.

26:28

Nah, apakah mungkin ini juga bisa

26:30

mempengaruhi kesehatan mental? Gimana

26:33

sih cara mengelolanya supaya pada

26:35

akhirnya enggak sampai mempengaruhi

26:37

kesehatan mental teman-teman, Kak? Oke,

26:40

ini pertanyaan yang sangat menarik ya,

26:43

karena banyak penerima beasiswa yang

26:45

mengalami hal serupa, ingin selalu

26:47

tampil sempurna, namun takut

26:49

mengecewakan dan akhirnya merasa

26:51

tertekan sendiri dengan ekspektasi

26:53

tersebut. Nah, ekspektasi yang tinggi

26:56

memang bisa menjadi motivasi, tapi kalau

26:58

sudah terlalu ekstrem bisa jadi beban

27:01

dan juga menghambat performa kesehatan

27:04

mental kita. Jadi, gimana sih cara

27:06

ngelolanya? Nah, yang pertama sadari

27:08

dulu bahwa perfeksionisme itu bisa

27:11

menyebab kita. Perfeksionisme itu

27:14

seringkiali membuat kita berpikir harus

27:16

sempurna atau nanti jadi gagal total

27:19

nih.

27:20

Padahal proses belajar itu penuh trial

27:23

dan error. Alih-alih menuntut diri

27:26

selalu sempurna, lebih baik teman-teman

27:28

fokus pada progres dan pembelajaran dari

27:31

setiap bimbingan yang sudah dilewati

27:34

atau yang akan dilewati. Nah, eh yang

27:37

kedua, reframe ekspektasi diri. Coba

27:40

tanyakan ke diri teman-teman, apakah

27:43

ekspektasi ini realistis untuk aku

27:44

jalani? Kalau teman saya ada di posisi

27:47

ini, apakah saya akan menuntut hal yang

27:50

sama ke mereka? Nah, dengan melihat

27:53

ekspektasi dari teman-teman itu, maka

27:55

harusnya teman-teman bisa jadi lebih

27:57

objektif. Nah, kemudian bangunlah self

28:01

compassion. Ingat bahwa kita itu boleh

28:04

kok melakukan kesalahan karena kita

28:07

gimanapun manusia ya.

28:08

Manusia. Betul.

28:09

Nah, justru dari kesalahan kita bisa

28:11

belajar untuk lebih berkembang lagi.

28:14

Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri

28:16

gitu. Karena kita perlu jeda juga untuk

28:18

melakukan ee hal-hal yang mungkin

28:21

menurut kita itu ee sederhana tapi

28:24

memang itu akan membantu kita lebih ee

28:27

merasa berharga. Berikan apresiasi untuk

28:29

apapun yang sedang kamu lakukan. jangan

28:31

terlalu perkasa dengan dirimu sendiri.

28:33

Nah, kemudian selanjutnya bisa dengan

28:35

melakukan teknik regulasi emosi.

28:39

Saat panik menjelang bimbingan misalkan

28:41

teman-teman coba melakukan teknik

28:43

pengapasan, teknik grounding gitu ya.

28:47

Kemudian juga yang terakhir ingat tujuan

28:49

jangka panjang teman-teman. Fokuslah

28:52

pada tujuan besar dari studi itu. Bukan

28:55

hanya saat bimbingan aja tapi ingatlah

28:57

nanti teman-teman akan membangun

28:59

Indonesia yang lebih baik.

29:03

kemudian teman- bisa UMKM yang nantinya

29:07

bisa berkembang gitu ya. Ingatlah ee

29:10

tujuan jangka panjang dan juga ingat ee

29:13

ketika awal studi ketika teman-teman itu

29:16

mendaftar cita-cita teman-teman tuh apa

29:19

gitu. Terus excitement-nya ketika

29:21

mendapatkan LPDP, excitement ketika

29:24

mendapatkan LOE di kampus, itu

29:27

perasaan-perasaan itu jangan dilupakan

29:29

dan itu jadikan motivasi untuk

29:31

teman-teman membangun mimpi di jangka

29:34

panjang.

29:34

Betul. Itu jadi kayak pegangan ya, Kak

29:37

ya, untuk mengelola ekspektasinya juga.

29:40

Jangan sampai kita malah ee terhambat

29:43

dengan ekspektasi-ekspektasi yang itu

29:45

dibuat oleh kita sendiri gitu kan.

29:47

Heeh. Oke, ee ini kita lanjut lagi ke

29:50

pertanyaan selanjutnya ya, Kak ya. Eh,

29:53

nah aku bacain ya dari anonomis juga.

29:56

Aku adalah salah satu yang sulit memulai

29:59

bersosialisasi atau pertemanan, tapi aku

30:02

menyadari pentingnya berjejaring di masa

30:04

studi ini. Gimana ya, Kak, tips and trik

30:07

menghadapi ini? Nah, ini mostly

30:09

problemnya untuk orang-orang introvert

30:11

kali ya, Kak. Ini akan sulit untuk

30:13

memulai gitu ya. Nah, koneksi yang kita

30:15

bangun ini bisa mempengaruhi cara kita

30:18

melihat dunia tentunya dan bahkan cara

30:20

kita melihat diri sendiri.

30:21

Heeh.

30:22

Pada akhirnya juga mempengaruhi untuk

30:24

bagaimana kita menjaga kesehatan mental

30:26

kita supaya enggak feeling lonely dan

30:28

juga enggak merasa sendirian. Apalagi

30:31

teman-teman yang ke luar negeri atau

30:32

luar pulau tadi ya, Mbak ya. Ee jauh

30:34

dari keluarga. Tapi gimana sih tadi nih

30:37

tips and triknya dari Kak Rikza untuk

30:39

memulai pertemanan dan gimana caranya

30:41

untuk menjaga koneksi yang kita punya

30:43

nih, Kak? Oke, ini juga salah satu

30:46

pertanyaan yang menarik karena membangun

30:49

dan menjaga koneksi itu memang hal yang

30:51

jadi tantangan tersendiri. Enggak semua

30:54

orang itu mudah bersosialisasi, enggak

30:56

semua orang punya kemampuan adaptasi

30:58

yang baik. Sehingga untuk teman-teman

31:00

yang merasa dirinya introvert atau tidak

31:03

bisa tidak terbiasa bersosialisasi itu

31:05

ee akan sangat challenging gitu ya. Nah,

31:08

namun kabar baiknya adalah keterampilan

31:10

bersosialisasi itu bisa dilatih kok,

31:12

Teman-teman.

31:13

Dan enggak harus dari sesuatu yang

31:15

besar. Misalkan nih, dimulai dari

31:18

lingkungan yang nyaman. Kalau ngerasa

31:20

sulit untuk langsung dekat dengan banyak

31:22

orang, Teman-teman bisa coba mulai dari

31:25

lingkup yang lebih kecil. Misalnya ee

31:27

berteman satu dua orang dulu, kemudian

31:30

berkembang menjadi lima orang, kemudian

31:32

jadi teman kelas. Nah, baru nanti

31:35

teman-teman ikut kelompok studi atau

31:37

mungkin komunitas yang punya minat yang

31:39

sama. Biasanya kalau di universitas atau

31:41

di kelurahan LPDP,

31:43

betul

31:43

mereka itu punya community yang sesuai

31:46

dengan

31:47

ee bidangnya masing-masing gitu ya. Ada

31:50

yang olahraga, ada yang kesenian, ada

31:52

yang sosial gitu banyak banget.

31:55

Kemudian gunakan pendekatan yang

31:56

bertahap. Jadi enggak perlu teman-teman

31:58

memaksakan diri untuk langsung ngobrol

32:00

panjang. bisa aja mulai dari interaksi

32:03

yang ringan seperti nanyain eh tugas

32:05

yang kemarin gimana gitu. Siapa tahu itu

32:07

akan berkembang jadi obrolan yang lebih

32:10

serius lagi gitu,

32:11

lebih personal juga ya biar mengenal

32:13

satu sama lain.

32:14

Heeh. Kemudian misalkan teman-teman

32:17

ngelihat ada orang lain itu yang

32:19

berhasil berikan komentar yang positif

32:21

kayak ih Sandra bagus banget tadi waktu

32:24

presentasi gitu. Itu siapa tahu bisa

32:26

membuka obrolan yang baru.

32:28

Betul. Betul.

32:28

Heeh. Kemudian atau sekedar misalkan ee

32:31

lagi jajan di kantin kemudian nyapa.

32:35

Halo Kak Sandra, apa kabar? Sudah lama

32:37

enggak ketemu nih. Gitu misalkan. Terus

32:40

kemudian manfaatkan juga kesamaan minat.

32:44

Kadang-kadang orang itu lebih mudah

32:45

terkoneksi apabila punya kesamaan. Kalau

32:49

ee misalkan ada yang suka dengan drama

32:52

Korea nih, karena aku kebetulan suka

32:54

drama Korea, drama Korea, biasanya aku

32:56

akan e ngobrolin hal itu sama

32:58

teman-teman aku. Kayak gimana sih ee

33:00

pemain yang ini, pemain yang itu. Nah,

33:02

itu membangun kedekatan yang baru nih.

33:04

Padahal mungkin sebelumnya kita enggak

33:05

terlalu ngobrol gitu. Kemudian bisa

33:09

teman-teman cari tahu ee bagaimana

33:12

kesukaan orang lain gitu. Misalkan

33:14

teman-teman observasi ya, teman aku suka

33:16

ini, teman aku suka itu. Coba deh aku

33:18

ngobrolin hal ini dengan dia. Siapa tahu

33:19

dia jadi mau berteman dengan aku, gitu.

33:24

Nah, selanjutnya ee teman-teman bisa

33:26

belajar jadi pendengar yang baik. Nah,

33:29

ini membutuhkan ee effort sih memang ya

33:31

dan energi juga kemampuan berempati.

33:35

Namun sebenarnya bisa dilatih. Kadang

33:37

kita merasa harus selalu punya sesuatu

33:39

untuk dikatakan kepada orang lain.

33:41

Padahal mungkin orang lain itu butuh

33:43

didengarkan.

33:44

Heeh. Jadi siapa tahu dengan kita

33:46

menjadi pendengar yang baik ini

33:48

membangun komunikasi yang baik juga

33:50

dengan orang lain.

33:51

Membangun koneksi juga ya.

33:53

Betul. Karena orang lain jadi nyaman

33:54

nih.

33:55

Iya betul. Jadi kalau mau cerita balik

33:57

lagi nantinya.

33:58

Heeh. Karena kalau misalkan kita terlalu

34:00

banyak berbicara orang lain tuh juga

34:02

akan kapan ya waktunya aku didengar

34:04

gitu. Betul.

34:05

Kita bisa jadi pendengar yang baik,

34:06

makanya kita punya teman gitu.

34:08

Betul.

34:09

Nah, selanjutnya ee teman-teman bisa

34:12

ikut kegiatan atau acara sosial seperti

34:15

misalkan di kampus tuh biasanya ada

34:16

workshop ya kan, ada seminar-seminar

34:19

gitu, terus ee event-event misalkan 17

34:23

Agustusan atau ee acara ulang tahun

34:27

kampus gitu ya, Teman-teman. Ikut aja.

34:29

Ee jangan-jangan di situ nanti akan

34:30

ketemu sama orang yang baru dengan minat

34:33

yang sama. Kalau di Kelurahan LPDP

34:36

banyak banget sih biasanya acara-acara

34:38

gitu ya, misalkan ee mengadakan bakti

34:41

sosial atau apa gitu. Nah, teman-teman

34:44

bisa coba ikut kelurahan LPDP untuk ee

34:47

bersosialisasi

34:49

dan jangan lupa, Teman-teman, ee untuk

34:52

menjaga koneksi secara konsisten itu

34:55

memang butuh ee effort ya teman-teman.

34:57

Memang setelah kita punya teman, kita

35:00

perlu m-maintain hubungan tersebut gitu.

35:02

mungkin dengan mengirim pesan nanya

35:05

kabar gitu ya, kemudian juga mengajak

35:08

diskusi ringan setelah ee selesai kuliah

35:12

gitu ya. Nanti di luar kita ngobrol yuk

35:14

masalah yang A gitu dibahas lagi atau

35:17

sekedar memberi apresiasi kepada teman

35:19

yang berhasil.

35:21

Nah, kalau teman-teman ngerasa kok

35:24

memulai sesuatu itu rasanya okw ya

35:26

kayak enggak biasa canggung gitu.

35:28

Sebenarnya itu yang hal yang wajar ya.

35:30

Betul. Karena ini adalah ee hal yang

35:33

enggak biasa kita lakukan. Mungkin ini

35:35

adalah pengalaman baru buat kita. Jadi,

35:37

ngerasa ee canggung atau award tuh hal

35:40

yang biasa, hal yang lumrah. Hampir

35:43

semua orang itu merasakan hal tersebut

35:45

di awala-awal berinteraksi. Apalagi

35:48

mungkin teman-teman ada di negara yang

35:50

baru atau pulau yang baru gitu ya,

35:52

culture yang baru,

35:53

culture yang baru gitu, ketemu sama

35:56

orang-orang yang sangat-sangat baru gitu

35:57

ya. Nah, jadi teman-teman jangan takut

36:00

ngerasa aneh atau asing atau kayak aku

36:04

takut salah nih kalau ngomong gitu.

36:06

Justru itu jadi fresh start ya untuk e

36:09

lingkungan yang baru tersebut.

36:10

Betul. Karena kita kalau enggak mencoba

36:12

kita enggak akan tahu gitu. Lebih baik

36:14

menyesal udah mencoba daripada menyesal

36:17

enggak pernah nyobain. Karena itu akan

36:19

jadi

36:20

penasaran.

36:21

Betul. Nyobanya juga nyoba untuk

36:22

berkomunikasi lagi ya, bukan hal-hal

36:24

yang ekstrem gitu ya.

36:25

Betul. itu hal yang positif dilihat

36:28

posul gitu se

36:30

i nah itu dia ya teman-teman cara untuk

36:32

memulai sosialisasi atau memulai untuk

36:35

mendapatkan teman baru dan juga cara

36:37

menjaganya nah aku sendiri nih ya kak

36:39

itu orang yang introvert dan jujur aja

36:41

kalau mau beli sesuatu di tukang

36:43

gorengan tuh deg-degan gitu ya tapi itu

36:45

harus dibiasain ya teman-teman harus

36:47

benar-benar dibiasain biar nanti

36:49

teman-teman juga mulai terbiasa dan aku

36:51

pun sekarang sudah terbiasa gitu

36:52

wah bagus banget nih Kak Sandra

36:54

keren

36:56

Nah, oke. Ee itu tadi ya pembahasan

36:58

menarik dan beberapa hal yang bisa

37:00

teman-teman lakukan untuk bisa lebih

37:02

tenang dan juga enggak overthink lagi

37:04

dalam menghadapi situasi saat studi.

37:07

Ingat ya, Teman-teman, harus tetap

37:08

pegang tujuan awal saat memutuskan sign

37:11

up di LPDP. Ingat hari teman-teman

37:14

berjuang tanpa kena lelah untuk lolos

37:16

seleksi LPDP bersaing dengan beribu-ribu

37:19

orang lainnya.

37:21

Dan teman-teman juga harus bertahan dan

37:23

aku yakin teman-teman semua bisa lulus

37:25

tepat waktu. Dan in the end pasti

37:27

teman-teman akan berpikir ternyata semua

37:30

ini bisa loh aku lalui gitu ya. Aku

37:32

yakin teman-teman sudah beresiliensi

37:35

sangat tinggi sehingga memutuskan untuk

37:37

menjadi wor nih. Dan ingat teman-teman

37:39

enggak sendirian banyak komunitas LPDP

37:42

yang tadi sudah disebutkan oleh Kak

37:43

Rizza ya yang bisa bantu teman-teman

37:45

selama studi dan contohnya tuh

37:47

teman-teman saat PK juga loh ya.

37:50

Heeh. He bisa curhat loh sama

37:51

teman-teman yang udah kenalan di PK

37:53

terus nanti kenalan lagi tadi di

37:55

lurah-lurahnya LPDP ya. Oke LPDP

37:58

friends. Itu dia mengenai cara-cara

38:00

mengatasi gangguan mental dan apabila

38:02

merasa kesulitan jangan lupa untuk

38:03

mencari pertolongan ya. Nah pada episode

38:06

selanjutnya kita akan membahas

38:08

pentingnya mencari pertolongan dan

38:10

mental health first aid nih. Untuk itu

38:13

episode ini saya cukupkan. Terima kasih

38:15

sudah dengerin podcast e-learning mental

38:17

health episode 2 dan sampai jumpa di

38:20

episode 3 atau episode selanjutnya. Dah.

38:25

[Musik]

38:28

Yeah.

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free