[SFT 2026] Design Thinking Workshop #1 : Introduction, Empathize & Problem Discovery
[musik]
[musik]
[musik]
e
[musik]
e
Ah.
[musik]
[musik]
[musik]
He
[musik]
He he.
He
he he.
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
He.
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
Hing
[musik]
progress
[musik]
Sometimes there's [musik]
else who loves me like used to.
Sometimes [musik][bernyanyi] without
ourselves,
there's no one I can turn [musik] to.
[musik]
[musik]
[musik]
He.
[musik]
[musik]
[musik]
Oke,
halo selamat pagi teman-teman, Bapak,
Ibu guru dosen.
Selamat datang nih di Samsung Sol for
Tomorrow di 2026.
Semoga teman-teman dan Bapak Ibu guru
dosen dalam keadaan baik ya. Sebelumnya
perkenalkan nama aku eh Olivia yang akan
menjadi moderator dalam eh sesi workshop
pertama kita di sesi pertama untuk
Samsung Sol for Tomorrow 2026.
Oke, sebelum kita masuk lebih dalam ya,
Teman-teman, aku mau coba untuk ee mood
cek dulu nih. Aku pengin tahu keadaan ee
teman-teman tuh seperti apa sih, gitu
ya. Nah, ee udah terlihat belum nih
share screen aku?
Sudah ya? Semoga sudah terlihat. Boleh
nih teman-teman dikasih tahu di kolom
chat, di kolom chat YouTube, di kolom
chat Zoom. Kira-kira mood cek hari ini
tuh gimana sih, Teman-teman? Ini yang
pertama ada di nomor satu itu ada happy,
Teman-teman. Semangat banget nih buat ee
apa namanya? Ikut kelas hari ini. Terus
di nomor dua teman-teman aduh ee apa ya?
Gembira, riang gitu ya untuk ikut ee
workshop hari ini atau di nomor aduh Kak
baru bangun nih gitu. Karena sekarang
weekend ya. Ee jadi mungkin di sini ada
teman-teman yang baru bangun, silakan
bisa divote di nomor
atau yang di nomor empat. Aduh, Kak
kurang mood nih karena masih banyak
kerjaan atau masih banyak tugas-tugas
dari kampus atau sekolahnya. Boleh nih,
Teman-teman diramain di kolom chat biar
aku cek-cek juga. Ada yang tiga, 1 3 4.
Oh, pada tiga nih. Beneran kan pada baru
bangun ini ya. Oke, ramai banget di
kolom chat YouTube juga rameai, chat
Zoom juga.
Oke, ramai ya, Teman-teman. Eh,
sepertinya pada excited ya untuk ikut eh
workshop sesi pertama hari ini. Oke, ee
terima kasih teman-teman atas
antusiasnya gitu ya. balik lagi ke aku.
Oke, hari ini teman-teman sesuai dengan
topiknya gitu ya, mungkin teman-teman
juga udah pada lihat di broadcast yang
kita kirim gitu ya. Kalau misalkan hari
ini itu adalah eh sesi pertama dalam
workshop Samsung SF tomorrow 2026 dengan
temanya yang di sesi pertama ini ada
desain thinking. Kemudian topik yang
hari ini bakal kita bahas itu ada
introduction dan empatize bersama
narasumber kita nanti. Nah, sebelum itu
aku mau infoin dulu nih ada beberapa
informasi. Yang pertama buat teman-teman
dimohon untuk mikrofonnya atau mic-nya
itu bisa di-mute dulu ya, Teman-teman.
Jadi ee selama nanti materinya berjalan
gitu ya ee tidak ada kebocoran suara dan
lain sebagainya. Kemudian kalau misalkan
teman-teman mau bertanya gitu ya, pasti
materi itu ditahan dulu aja teman-teman,
dicatat dulu mungkin di tempat yang lain
karena nanti kita akan buka sesi tanya
jawab gitu ya di akhir setelah materinya
selesai seperti itu. Jadi ee teman-teman
silakan dicatat dulu aja atau nanti ee
kita juga ee kasih ee apa ya sebuah
wadah gitu ya namanya Sido. Silakan
teman-teman ee bisa tanya dulu di situ,
bisa tulis dulu pertanyaannya di situ.
Terus kalau misalkan ee teman-teman di
Slido ini tuh kita ada fitur yang thumbs
up yang gya jempol ya. E itu silakan
kalau misalkan pertanyaan teman-teman
tuh ternyata ada yang sama gtan
sebelumnya. Nah, itu boleh diklik thumbs
up-nya biar ee lebih cepat dijawabnya
gitu ya pertanyaannya seperti itu. Buat
teman-teman di YouTube juga nanti akan
kita bantu jawab seperti itu. Nah, ee
yang terakhir ee nanti di akhir ya
teman-teman di akhir ee setelah sesi
workshop ini berakhir akan ada absensi
atau eh feedback form ya yang kami
berikan gitu ya untuk absensinya
teman-teman dan itu adanya di akhir.
Jadi pasti ini untuk teman-teman tetap
stay, tetap ee ada di dalam Zoom atau di
dalam YouTube gitu ya untuk mengikuti
materi dan juga nantinya di akhir
mengisi absensi seperti itu. Oke, ee
mungkin aku langsung panggil aja ya
narasumber kita nih teman-teman ada Mas
Kusuma.
Boleh? Eh, Mas Kusuma apakah sudah hadir
di sini? Halo, Mas.
Halo. Selamat pagi Bapak, Ibu dosen dan
teman-teman semua. terima kasih sudah
hadir dan semangat nih pagi walaupun
masih tadi banyak yang tiga ya.
[tertawa]
Iya.
Oke ya, Mas Kusuma kita hari ini akan
bahas desain thinking ya Mas. eh di
topik pertama, di topik awal gitu ya,
ada introduction dulu dan empatze
mungkin boleh nih Mas dipill
poin-poinnya kali ya apa yang bakal kita
bahas hari ini. Baik. Jadi di
teman-teman akan mungkin sebagian besar
mungkin sudah pernah familiar ya dengan
desain tinggi. Tapi ee bagaimana sih
implementasinya dan bagaimana kita bisa
memanfaatkan framework tersebut untuk
kita men-develop suatu solusi atau ee
suatu apa produk ya. Nanti teman-teman
akan ee apa mengembangkan suatu produk
yang punya manfaat ataupun dampak. Nah,
eh dengan framework desain thinking ini
kita akan belajar di empatize dulu.
Jadi, bagaimana memahami ee kebutuhan,
problem dan juga mungkin ee permasalahan
ya yang dihadapi oleh target user
kalian. Jadi, nanti kalian mencoba
memahami lebih lanjut ee persona atau
mungkin orang tersebut ya yang kalian
bantu di MPTS mencoba mendengar, merrch
kebutuhan mereka. seperti itu eh sesi
hari ini. Jadi pengenalan desain
thinking dan kalian mencoba untuk
memahami target user kalian.
Oke. Oke, Teman-teman. Itu ya tadi udah
cukup ee dispin-poinnya yang akan kita
pelajarin hari ini dan tentunya ee cukup
ee bakal seru banget nih ya nanti ee
materi-materinya karena nanti juga bakal
ada dikasih tahu nih sama Mas Kusuma ya
kayak bakal pakai wadah apa aja sih?
Bakal pakai ee apa namanya? situs-situs
apa aja. Nah, itu nanti bakal dikasih
tahu sama Mas Kusuma juga. Jadi,
Teman-teman ee diperhatikan dan
didengarkan, disimak baik-baik. Nanti
juga akan ada ee semacam apa ya, kayak
hands on bersama gitu kali ya. Ee sama
melatih ee desain thinkingnya
teman-teman seperti itu. Oke, mungkin ee
tanpa berlama-lama aku langsung kasih
aja nih ke Mas Kusuma. Ee silakan Mas
Kusuma.
Baik, terima kasih Kak Oli. Nah, untuk
ee memulai sesi hari ini ee saya izin
share screen dulu, Teman-teman.
Oke,
sudah terlihat.
Oke, sudah masuk ya.
Oke, boleh kasih Oh, udah duluan. Boleh
kasih thumbs up kalau udah ready
teman-teman kasih thumbs up yang banyak.
Oke, mantap.
siap. Sudah enggak sabar ya memulai sesi
hari ini.
Oke. Nah, ee tadi mungkin sudah sempat
sedikit perkenalan dari ee Kak Olif.
Nah, mungkin
saya akan official memperkenalkan diri.
Perkenalkan nama saya Kusuma. Saya
seorang innovation coach, AI innovation
coach, learning facilitator, dan partner
coach di UD Impact Korea. Ya, dan eh
saat ini saya memegang beberapa project
yaitu social venture, Accelerator
Starup, DEA yang fokusnya pelatihan
pendidikan kewirausahaan melalui
pengembangan AI. Jadi ee nanti akan saya
share ee beberapa hal
ee dengan pengalaman saya ya ee lebih
dari mungkin 10 tahun lebih sekarang
sudah di startup teknologi dan membangun
desain ee untuk memberikan pengalaman
belajar ya yang inovatif di teknologi
pendidikan juga. ee saya banyak ee
berkecimpung di eh apa leadership eh
apa e training ya dan agile inovasi
produk dan pengembangan keterampilan
profesional. Jadi nanti ee teman-teman
bisa tanya-tanya langsung nih. Kebetulan
saya juga sudah banyak mengikuti
sertifikasi juga desaining ada dari
Intuit, ada dari Hex, IDOU dan IBM serta
Miro. Jadi nanti kita akan belajar
bareng saya sudah rangkum semua ee
pembelajarannya spesial untuk
teman-teman ee di program Samsung Sol
for Tomorrow 2026. ee teman-teman bisa
mempraktikkan ee apa pengalaman saya ya
selama ee satu dekade dan akan saya
rangkum ee menjadi empat sesi nanti. Ee
ini sesi pertama dan nanti ee semoga
bisa bermanfaat untuk teman-teman bisa
mengembangkan ide ataupun solusi yang
nanti punya dampak gitu ya.
Oke.
Nah, ini ee bagian-bagian nanti akan
teman-teman pelajari. ee kita kenalan
dulu. Mungkin beberapa dari teman-teman
ada yang belum ee tahu atau mungkin ee
belum mendalami tentang apa itu sih
desain thinking, mengapa harus pakai
desain thinking, ya kan? Kemudian ada eh
foundation dari desain thinking sendiri
itu seperti apa dan nanti kita akan
mengeksplorasi lebih dalam empatize eh
di fase pertama ya. namanya itu seperti
ee bagaimana ya, bagaimana bentuk dan
caranya. Dan nanti teman-teman akan
mencoba handsone sendiri bagaimana
mengembangkan ee suatu langkah empat.
Nanti saya buatkan empty lab dan
teman-teman bisa eksplor di sana.
Oke, sudah siap? Kita mulai bagian
pertama. Teman-teman boleh kasih thumbs
up lagi.
Oh, love boleh love.
[tertawa] Enggak
keluarnya.
Oke, siap. Wih, mantap.
Nah, mungkin ee boleh ditulis di chat
teman-teman apa sih yang kalian ketahui
tentang desain thinking? Mungkin
teman-teman ada yang pernah dengar nih
apa sih desain thinking? Ee apa? Mungkin
teman-teman juga pernah ee belajar
mungkin bisa dirangkum. Boleh ditulis di
chat teman-teman.
Silakan ditulis di chat. Oke. Pendekatan
dalam mendesain, Kak. Yes. Ada lagi
meman desain. Memiliki. Memikir cara
untuk membuat suatu program, tahapan
dalam mendesain. Oke. Pendekatan. Uh,
banyak sekali. User. Oke.
Metode pemecahan masalah, pendekatan
manusia. Oke.
Problem solving. Nice. Pendekatan
menciptakan solusi inovatif. Yes,
betul. Pemecahan masalah melalui
pendekatan human centric. Yes, betul
banget, Teman-teman. Wih, udah pada jago
nih. Apa enggak usah diterusin ya? Pada
ngertiin. [tertawa]
Oke,
mantap. Oke, thank you teman-teman sudah
mempelajari kayaknya udah udah belajar
sebelumnya ya karena materi hari ini ya.
Jadi desain thinking ee tadi benar ya
teman-teman ya ee teman-teman semuanya
sudah benar. Jadi ada yang bilang
pendekatan, metode, kerangka berpikir,
ada yang human centric. Nah, tapi gimana
sih implementasinya gitu ya. Nah, kita
coba nonton dulu teman-teman videonya.
Ee di sini ee ada satu example bagaimana
penerapan desain thinking dalam
kehidupan kita sehari-hari. Kita nonton
dulu yuk.
Vox media office
wrong.
Have you seen peopleuse it?
All the time, every day. Constantly.
Me too, [musik] Kelsey. But here's the
thing. As soon as you start looking for
confusing doors, they are everywhere.
It's push.
Why?
I feel like Roman Mars would know about
this. This is 99% invisible. And those
doors you hate are called Norman door.
[tertawa]
What's a Norman door?
Don Norman wrote the essential book
about design. He is the Norman of the
Normand door.
All right. And where is this guy? You
must go to San Diego. Okay.
[musik]
Hi.
Hi, Joe. Hey,
I'm Don Norman. I'm
You know, it's hard to describe what I
am.
Well, he's been a professor of
psychology, professor of cognitive
science, professor of computer science,
a vice president of advanced technology
at Apple. But for our purposes, [musik]
I was spending a year in England and I
got so frustrated with my inability to
use the light [musik] switches and the
water taps and the doors even that I
wrote this book. [musik]
If I continually get a door wrong, is it
my fault?
No. In fact, if you continually get it
wrong is a good and if other people
continually get it wrong, good sign that
it's a really bad door.
A Norman door is one where the design
tells you to do the opposite of what
you're actually supposed to do [musik]
or gives the wrong signal and needs a
sign to correct it. Why does it need an
instruction manual? [musik] That is why
do you have to have a sign that says
push or pull? Why not make it obvious?
It can be obvious if it's designed
right. There are a couple really simple
basic principles of design and one of
them I'll call discoverability.
When I look at something I should be
able to discover what operations I can
do. The principle applies to a whole lot
more than doors. And it's amazing with
many of our computer systems today. You
look at it. There's no way of knowing
what's possible. Should I uh tap it once
or twice [musik] or even triple tap? So
discoverability
when it's not there, well, you don't
need to use something.
Another is feedback.
And so many times there's no feedback.
You have no idea what happened or what
it happened. And these principles form
the basis of how designers and engineers
work today, commonly known as user or
human centered design. I decided at one
point the word user was a bit degrading.
Why not call people? And it's amazingly
simple and amazingly seldom practice.
[musik] We call iterative buuse it sort
of goes around in a circle. We go out
and we observe what is happening today.
We observe people doing the task.
[musik] And from that we say, "Oh,
we have some ideas. Here's what we
should perhaps propose to do."
Then you prototype your solution [musik]
and test it. Quite often these are wrong
at first, but each time we go around the
circle, we do a better job
of making the device until the point
[musik] we're actually making something
that really works.
And this process has spread all over the
world. And it turns out it's improving
lines
from better everyday things like the
ones that Don were wrote about
to using the [musik] same process to
solve huge problems in public health and
developing countries. Water, sanitation,
farming, lots more. So what it be a
better human center door?
An ideal door is one that as I walk up
to it and walk through it, I'm not even
aware that I had opened the door and
shut it. So if you had a door which had
a flat plate, what could you do?
Nothing. The only thing you can do is
push. So see, you wouldn't need a sign.
A flat plate, you push.
This kind of push bar with the piece
sticking out on one side works well,
too. So you can see what side you're
supposed to push on.
The vertical bars could go either way. A
simple little hand thing though [musik]
sort of indicates pole.
But we still have terrible terrible
doors in the world. So many of them.
There are lots of things in life that
are fairly standardized and therefore
whether I buy this house or not is not a
function whether it has good doors in
it. [musik] And so uh except for safety
reasons, doors tend not to be improved.
But the tyranny of bad doors must end. I
think that it's a really sh design fact
they put a pull handle when it's a push
and it should be a flat panel right
here.
And now I pull handle. That's how I feel
about the story. Very misleading. Hey,
Greg.
You're right, Becky. You're goddamned
right. [musik] And if we all thought
like you, well, we might just design a
better world together.
It won't open because it's a security
door.
What the are you to doing?
Hey, so as you can see since I started
making this video, they've uh since
changed the door a little bit. Uh I
guess it's a step in the right
direction. Thank you so much for
watching and to 99% Invisible, one of my
favorite podcasts. It was so much fun to
collaborate with them. Thank you and
check them out on any podcast app or
99pi.org.
[musik]
Yah, jadi mungkin teman-teman sering
nemuin pintu ini ya di
ee apa? Minimarket ya. [tertawa]
Bingung ya mau buka apa mau nutup gitu
ya. ee atau mungkin di kantor atau di
beberapa gedung ee perkantoran juga
mungkin sering ya kalian temukan. Nah,
sebenarnya
desain pintu tersebut bukan yang paling
ideal atau bukan yang human center kalau
kita bilang ya. Karena [mendengus]
handelnya itu eh ambigu mau ditarik apa
didorong ya. Biasanya udah dikasih tulis
tuh pull eh push ya. Tapi tetap aja
orang mau pull tulisannya juga dipush ya
kan atau pull jadi ee apa ya apa push
tapi ditarik di pull. Jadi sebenarnya
ini suatu permasalahan yang simpel tapi
signifikan impact-nya. Sama halnya
teman-teman nanti mengeksplore ya,
mengobservasi benda-benda di sekeliling
kita. Semua itu berdasarkan ee observasi
atau pendekatan ee kepada ee manusianya
gitu ya atau kebutuhan dari manusianya
sendiri. Jadi tadi kalau dibilang
sebenarnya kalian bisa melihat desain
inovasi yang paling ketara ituu justru
di rumah sakit teman-teman. Bayangin
kalau di rumah sakit kalian masih push
dan full gitu ya. Emergency bisa-bisa
lama ya, salah cuma gara-gara salah eh
push and pull
nyawa melayang ya. Makanya kalau kalian
lihat di rumah saya beberapa enggak ada
pegangannya. Jadi cuma ada plate kayak
tadi dibilang didorong atau emergency ee
pintu emergency misalnya itu enggak ada
ee gagangnya ya. Dia ada barnya aja
berarti cuma bisa ditarik gitu.
as simple as that. Jadi, perubahan
pendekatan itu mempengaruhi impact di
dalam prosesnya itu ya, Teman-teman ya.
Jadi, ee tadi Don Norman itu salah satu
kalau kita bisa bilang bapaknya desain
thinking ya, bapaknya desain eh human
center. Kalian bisa baca bukunya bagus
banget. ee kenapa benda-benda di
sekeliling kita bahkan ee gadget
sekarang ee bahkan sampai ke aplikasi
itu semua menggunakan desain thinking
proses ya. Karena yang kita ee
berkomunikasinya dengan sesama manusia
sebenarnya ya mau barang apapun mau
aplikasi ee interaksinya dengan
manusianya. Oke,
kita lanjut dulu.
There's this door on the 10th floor.
Vox media office.
Oke. Nah, e apa aja sih yang sudah
dibuat sama seorang desainer gitu ya di
dalam ee konteks kalian? ee mungkin ee
desainer tuh mungkin ya yang bikin
desain grafis ya kan atau bikin desainer
fashion misalnya ya.
Semua itu desain by the way. Eh
sebenarnya ee di aspek dalam ee
pekerjaan ataupun dalam keseharian
kalian belajar semua itu ada faktor
desainnya.
Nah, ada namanya desain UIUX. Jadi kalau
kalian punya HP Samsung, laptop, ee
terus apa ee ini apa smartw ya kan atau
kalian pernah ke ee fast food itu kan
udah ada ini ya kayak di sori ini ada
nyebut brand tapi ya udahlah McD kalian
ada order eh apa digitalnya ya
signboard-nya
dan ee apa ee desktop misalnya semua itu
ee punya tampilan UUX kenapa Kenapa
UIUX? Karena kalian berinteraksi dengan
sistem tersebut ya. Jadi harus ada
interaction UI-nya ya, interaction dan
experience-nya
ya. Jadi ee gimana kalian bisa mengorder
sebuah burger dengan cepat tanpa ee
sulit-sulit gitu ya. Terutama di bagian
bayar biasanya ribet nih. Aduh aduh
harus ee apa ngeluarin kartu gesek
misalnya. Sebenarnya kita bisa pakai QR
ya kan. atau mungkin sekarang sesimpel
nge-tap misalnya e sudah ada contact
payment tuh. Bahkan ee ukuran layar itu
juga berpengaruh ya kayak di HP, di
laptop, desktop, ataupun di smartwatch.
Ee ukuran tuh mempengaruhi bagaimana
kita mendisplay informasi di dalamnya
gitu. itu pentingnya kenapa ada UIUX
bahkan sesimple teksnya nih kayak kalau
di jam seberapa sih ukuran fontnya ya
kan warnanya juga komposisi warnanya
karena kalau eh kita ngomongin
accessibility apakah bisa dilihat atau
enggak visualnya bisa ee dipahami atau
enggak tulisannya bisa dibaca atau
enggak readability-nya itu semua punya
pengaruh di UIUX.
Nah, yang kedua adalah desain visual.
Ini yang sering kalian lihat ya, ada eh
apa tuh sign age ya kan ee di bandara
misalnya atau toilet. Nah, kalau enggak
kelihatan gitu kita udah buru-buru mau
nyari toilet sulit ya. Ee ini kalau
enggak jelas tulisannya atau tandanya.
Nah, biasanya ada simbol ee apa?
Ada simbol ee visualnya dan tulisannya
atau fontnya apa ee tipografinya. Jadi
kombinasi ini sebenarnya memberikan
manfaat. Kenapa kalau di bandar
besar-besar sih tulisannya ya? Karena
kan kita buru-buru ya dari jauh kita
harus lihat oh ini mana departure, mana
arrival, mana toilet, mana eh checkin
baggage ya. Jadi kita ee
apa tuh journinnya bisa lebih cepat.
Kemudian packaging juga sama eh desain
packaging ini nanti
mempengaruhi gimana kita mendisplay
brand-nya dan ee menu misalnya ya kan ee
ee apa menu restoran, menu kafe itu
sebenarnya juga punya pengaruh ya
teman-teman karena kalau ee enggak
kelihatan, enggak jelas ini menunya apa
juga orang akan banyak bertanya jadinya
gu ya. majalah juga sama kartu ee
misalnya kartu nama ya kan kartu nama
juga ee apa masuk desain visual atau
biasanya booklet, poster dan lain-lain
itu bagian dari desain visual. Kemudian
ada desain fashion ya. Jadi desain
fashion nih eh bahan garment eh tekstur
kontur di dalam ee apa fabrik ya.
Kemudian kalau biasa teman-teman di
fashion tuh ada bikin sketch-nya ya ee
sketsa bakunya.
Semua itu butuh desain. Kalau kita tidak
mendesain dulu membuat ee apa
prototype-nya, kita tidak bisa
membayangkan bentuknya nanti akan
seperti apa.
Kemudian ada desain industri. Nah, ini
yang biasanya menjadi bentuk fisikal.
Jadi, kita desain dulu ee
bentuk-bentuknya seperti ini kayak ee
apa ee peralatan di dapur ya. ini untuk
belas taker, ada gunting, ada ee pembuka
botol, pemotong pizza dan lain-lain. Itu
semua sebenarnya bampu
juga sama ya. Eh, terus apa
ini permainan ya, clay dan lain-lain. Ee
ee kursi juga sama ini ee vacuum cleaner
semua itu melalui proses desain. Kalau
enggak nanti akan ada either fatal error
atau mungkin nanti ada cacat produk ya.
Jadi semua didesain dengan spesifik ee
spesifikasi yang ee akurat supaya kalau
di industri soalnya pakai mesin ya untuk
mereka memproses. Jadi e kita perlu ee
bahkan milimeter pun harus ee akurat.
Nah, kemudian yang satu lagi adalah
desain layanan atau service desain,
Teman-teman. Mungkin Teman-teman sudah
pernah ee dengar ya. namanya service
design itu biasanya
di mana sebuah perusahaan memberikan
layanan kepada ee customer mereka. Bisa
itu kantin ya kan, bisa itu bandara,
bisa itu rumah sakit, bahkan taman
bermain ya atau tempart. Misalnya kayak
restoran aja pasti ada flow-nya ya.
Kalian masuk ee di mana counter untuk
pemesanannya, di mana kalian e ngambil
ee menunya ya kan atau ee order kalian.
terus baru duduk itu. Jadi ee itu bagian
dari mendesain dengan ruangan yang ee
terbatas. Bagaimana kalian bisa
mendesain flow-nya supaya tidak terjadi
kalau kalian enggak set up nih mungkin
ya jadan di kasir numpuk ya kan atau di
bagian order enggak ada antriannya
akhirnya pada yang baru datang ee pesan
duluan ya kan. Nah, itu akhirnya ee
memberikan ee layanan yang buruk atau
dampak ee negatif ke bisnisnya. Jadi,
perlu didesain. Bahkan di bandara juga
sama ya mau checkin ada checkin online.
Counternya tuh juga enggak ditaruhnya
sembarangan ya, Teman-teman ya. Ada ee
observasi research yang mereka lakukan.
Oh, ini baiknya ditaruh di mana? Orang
ee lagi rush hour ee supaya enggak
terlambat dia cekinnya di ee apa
ditempatkan di mana misalnya seperti itu
juga layanan rumah sakit. Nah, ini
biasanya rumah sakit tuh yang paling
krusial ya. Tadi kayak saya bilang kalau
mau ke GD sulit ee masuk-masuk gitu ya,
[mendengus] akhirnya jadi sulit
membingungkan dan ee apa taruhannya
nyawa teman-teman. Jadi ee sangat
penting untuk bisa mendesain oh ini di
sini tempat admission-nya, tempat
pendaftarannya,
tempat ee apa masuknya. Nah, itu semua
didesain supaya ee prosesnya jadi lebih
mudah. Kemudian juga ditempak ya kalau
kalian teman-teman
pernah ke konser atau ke taman ee
wisata, nah itu ada yang pakai ee
electric tiket ya kan atau pakai
tiketing. Nah, kalian kan ada kayak
masuknya kayak ada kelok-kelok gitu ya
buat antrian. Nah, itu didesain
teman-teman supaya oh nanti enggak ada
panduannya itu kan antriannya jadi lurus
doang panjang sekali gitu. Mak supaya
fit dengan tempatnya diatur sedemikian
rupa.
Kemudian ada juga desain interior. Nah,
ini yang sebenarnya
ee teman-teman punya apa ya ee
tidak kebayang gitu ya sebenarnya desain
interior dan satu lagi nanti ada
arsitektur itu bagian penting dalam kita
mendesain sebuah area atau ruangan. Nah,
ini berpengaruh juga nanti sama service
yang lain ya. Eh, sori sama desain yang
lain. Misalnya service desain itu
berpengaruh sama desain interior ya kan.
Karena kita perlu mendesain tuh tata
letak ee meja, kursi, toilet di mana, ya
kan supaya tidak saling bertabrakan.
Nah, kemudian ada ilustrasi. Nah,
ilustrasi ini desain yang kalian sketch
dan biasanya macam-macam ya, bisa ee
abstrak, bisa bentuknya ee apa,
ekspresionis ya. Jadi ee bagian penting
nih ilustrasi itu menggambarkan ide-ide
atau konsep yang ada di pemikiran kita
ataupun secara artistik kalian bisa
bikin pattern. Nah, kayak ini kan ada
pattern ya, pattern. Kemudian juga ee
apa ekspresionis ya.
ee ilustrasinya punya ee kombinasi
warna, punya bentuk. Nah, semua itu
sebenarnya bagian dari ee konsep yang
ada di ee apa? Kreativitas dalam pikiran
kalian. Kemudian ada desain motion. Nah,
desain motion ini
ee apa ee baru ditemukan
sebenarnya sudah lama ya, tapi ee karena
diproses ee semua ini baru digital di
dunia digital, motion ternyata punya
aspek penting dalam experience user
kalian. Jadi kalau kalian lihat e di
aplikasi-aplikasi modern itu sudah
enggak statik lagi, tapi ada motion.
Nah, motion ini memberikan efek eh apa
tuh? Mm
relaksasi ya atau efek ee
interaksi dengan usernya ya. Jadi
seolah-olah aplikasinya ini ber ee
komunikasi dengan baik dengan ee
usernya. Jadi motion ini ee digunakan di
dalam animasi bentuknya ya. Bisa juga
dalam aplikasi, pergerakan aplikasi
bahkan kayak ee sesimpel ee apa nih ee
bumper ya kan kalau event itu kan ada
bumper kayak kita lagi nonton Piala
Dunia nih eh ada kasmennya semua pakai
eh motion supaya lebih artistik dan juga
lebih eh ee catching ya. Jadi ee Pak
penonton juga lebih oh ya ini ada ee
attention-nya ee bisa lebih fokus ya
gitu.
Nah, kalau kita recap tadi ee ada
beberapa ee ada semilan teman-teman.
Jadi ada UIX, visual, fashion, industri,
layanan, ee interior, arsitek,
ilustrasi, dan desain ee gerakan atau
motion. Nah, mungkin ee siapa nih yang
boleh ditulis dong di chat mau jadi
desainer apa ini?
Mau UI kah, layanan, industri,
arsitek mungkin
atau motion.
Oh, yux interior mantap. Desain sistem
desain visual
yo, harga mati. Oke. Oke. Biomedical.
Oke.
Game desainer. Wih, mantap.
Industri interior.
Yuxu fashion. Wih, banyak ya.
Menyala. Oke, siap.
Thank you, Teman-teman. Oal desainer.
Oke, ya. Jadi, ee
bahkan kalian bisa menguasai lebih dari
satu, ya. Misalnya kalian desain UIUX,
kalian tuh juga harus belajar desain
motion ya. Karena tadi aplikasi modern
udah harus diembet e supaya
experience-nya fluid dengan e menerapkan
motion atau bahkan visual ya. Jadi
enggak bisa cuma satu sekarang ya
teman-teman. Eh, bahkan kayak desain UUX
tuh juga harus memahami service desain
gitu ya atau desain layanan. Karena
nanti mungkin kliennya rumah sakit,
kliennya ee di di tadi restoran ya kan
kayak ee di apa fast food kan penempatan
display-nya ada di fast food store-nya
itu ya. Jadi harus memahami UX-nya
supaya tidak menghambat antrian tuh
bagaimana itu penempatannya harus di
sebelah mana gitu ya. Terus interior
sama arsitek sudah pasti jadi satu ya.
Kalian harus memahami arsitektur
bangunannya baru kalian bisa mendesain
interiornya. Desain interior juga bisa
punya peran dalam mendesain layanan.
Jadi saling berkererta
eh berkaitan ya, Teman-teman ya. Itu
fashion juga ee enggak bisa jauh dari
ilustrasi dan industri sebenarnya itu
ya.
karena ya ee apa ee baju yang didesain
itu mengikuti tren ee bisa jadi ada
aspek ee apa ee industrinya ya kan dan
juga desain pattern-nya ya di
ilustrasinya gitu. Jadi semua saling
berkaitan.
Nah masuk ke desain thinking nih
teman-teman. Apa sih sebenarnya desain
thinking itu?
Kita nonton lagi ya. ini foundernya Ideo
David Kelly eh salah satu veteran yang
pertama kali menemukan konsep desain
thinking ada dua orang salah satunya
David Kita nonton dulu ya
[musik]
design thinking is an approach to
creative problem solving it's a human
[musik] centered path to innovation
Hello, I'm David Kelly. I'm happy you're
here to explore design thinking with
[musik] ideal. You know, so many people
don't think of themselves as creative,
but I think that's wrong. Everybody's
creative. [musik] And that's one of the
reasons we teach design thinking because
we think that knowing this kind of
approach can unlock your creativity
[musik]
and make you feel capable of coming up
with routinely wonderful ideas. Design
thinking starts with people.
It's about putting human needs at the
center of all we do. It's about simple
mindset shifts and new ways of looking
at problems through empathy and
collaboration. For an idea to be both
successful and meaningful, we use three
lenses to bring it into focus.
Desirability, feasibility, and
viability.
This ensures we're creating [musik]
something that makes people's lives
better, but that's also feasible to
produce and makes good business sense.
There are many different phases [musik]
of design thinking. We find it helpful
to teach it in a linear way, but in
practice it's more like this. Design
thinking [musik] unfolds in iterative
loops moving back and forth across
phases. [musik] Some taking much longer
than others. To learn it, you need to
try it out for yourself. The skills and
[musik] mindsets of design thinking can
help you tackle your biggest challenges
and build your creative confidence.
Once you put it into practice and make
[musik] it your own, who knows what
importants you might solve.
[musik]
Oke, ya. Jadi itu ya tentang desain
thinking secara singkat.
Nah, kalau kita recap sebenarnya desain
thinking itu adalah pendekatan pemecahan
masalah yang berpusat pada manusia tadi
ya. Seperti disampaikan human centered
problem solving dan tujuannya adalah
mendorong inovasi yang memahami
kebutuhan pelanggan secara mendalam.
Karena kita perlu tahu nih
permasalahannya apa, solusi yang paling
relevan dan tepat apa. Dengan cara
membuat prototype ide secara tepat dan
melakukan iterasi berdasarkan umpan
balik dari ee dunia nyata ya secara real
ya. Jadi kalian harus nanya langsung ke
orang ya. Tadi kalau kita lihat secara
proses bukan linear tapi kita loop ya
bisa ee bolak-balik lagi ee untuk kita
memvalidasi.
Jadi, apapun yang ingin kamu bangun,
pertanyaan pertama selalu adalah apa
kebutuhan manusia di balik ee solusi ini
atau ee permasalahan ini. Jadi kalian
harus memahami dulu [mendengus]
dan dan di dalam metode desain thinking
ee kalian membantu tim kalian ya atau
nanti ee dalam proses ee kalian
mengembangkan produk, layanan atau
proses dan organisasi
ee kalian tidak hanya kreatif tapi juga
harus praktis dan berdampak. Jadi kalian
harus pikirin outcome-nya atau
impact-nya itu seperti apa. Jadi kalian
harus ee mempunyai visi nih ini kalian
mau mendesain ee produk atau mendesain
solusi ini atau ee opportunity jadi
sebuah solusi. Itu tujuannya untuk
ngapain sih gitu ya? Menyelesaikan
problem A B C atau kalian mau memberikan
dampak A B C. Jadi harus ee berpusat
satu yang berpusat pada manusianya mulai
dari kebutuhan dan juga permasam masalah
yang mereka hadapi. Jadi bukan hanya
asumsi kalian perlu untuk memvalidasi
hal tersebut. Yang kedua adalah
iteratif. Jadi berulang pelajari dan
perbaiki. Kalian perlu untuk observasi,
perlu untuk research, perlu untuk ee
apa? interview
dan ee proses itu akan berulang. Ya, ini
sama mungkin Bapak Ibu dosen yang ee
pernah mengampu untuk ee apa ee ini ya
ee skripsi itu sama ya. Jadi prosesnya
berulang terus. Kalau enggak benar kita
perlu ubah atau kita ulang lagi
sampling-nya. Ya, sama halnya dengan
proses desain kalian untuk mendapatkan
insight yang benar-benar valid
ee apa punya dampak. kalian harus
mengulang itu dan kadang enggak mulus
perjalanan ini ya. Kemudian selalu
berbasis eksperimen. Jadi uji ide dengan
orang nyata sebelum berkomitmen ya. Jadi
kalian harus benar-benar tanyakan ke
orang yang langsung.
Kalau kalian mau bantu ee apa ee
segmen anak-anak ya kalian kalian mau
bikin solusi permainan gitu ya,
permainan interaktif ya. Kalian harus
nany ke anak-anak gitu ya. gimana
experience mereka? Mungkin ke orang
tuanya juga bisa ya kan? Apakah memenuhi
kebutuhan learning-nya si anak? Nah,
tergantung aspeknya. Kalian mau bisa
jadi keduanya atau salah satu. Jadi
nanti kalian akan punya ee namanya
persona. Nah, persona itu kalian bisa
mdefine, oh ini orang yang punya masalah
A B C. Kalian mau solving part yang
mananya gu ya.
Nah, ee yang membedakan apa sih ee dari
apa yang mungkin yang di luaran sana ya?
Banyak banget framework-framework yang
ee apa banyak digunakan orang atau
perusahaan. Jadi, desain thinking itu eh
mengutamakan human center-nya tadi.
Jadi, benar-benar apa yang diinginkan
orang bukan bergantung pada data
historis semata atau asumsi ya. Jadi,
desain thinking eh itu punya tiga lenses
atau tiga lensa awalnya ya. [tertawa]
Jadi awalnya tuh tadi kalau di video ya
ada deserable, viable, dan visible. Nah,
tapi di era modern itu nambah satu
karena kita harus punya dampak what is
responsible.
Nah, jadi eh desarable itu keinginan apa
yang masuk akal bagi orang dan untuk
orang ya. Apakah ee ini diinginkan atau
enggak sih? Solusinya kalian perlu untuk
menanyakan gitu ya. Kalian harus eh get
back to the real user untuk dapetin
jawabannya. Kalian perlu interview,
observasi, dan lain-lain. Kemudian
viable adalah kelayakan teknis, ya kan.
Apa yang secara teknis memukungkan di
masa mendatang? Apakah ee ini bisa
dibuat jadi sebuah prototype ee apa
tadi? industri misalnya bentuknya ya ee
atau sekedar aplikasi. Nah, aplikasi
tapi yang seperti apa? Apakah aplikasi
di web atau di ee handphone misalnya ya
dan itu ee apa apakah scalable atau
enggak. Nah, itu kalian semua harus
pertimbangkan. Kemudian apakah visibel
atau layak bisnisnya? Apa yang
kemungkinan besar menjadi bagian dari
model bisnis yang berkelanjutan? ya,
apakah ini akan bisa ee sustain atau
enggak. Jadi, kalian harus pertimbangkan
aspek oh ini nanti menghasilkan revenue
atau enggak ya kan atau ini bisa e dari
proses yang lain misalnya ya, proses
bisnis yang lain. Kemudian ini yang eh
social responsibility kita ada
pertanyaan baru namanya what is
responsible. Jadi saat kita membuat
sesuatu
ada aspek tanggung jawab yang kita perlu
perhatikan. Apakah ini etis dan tidak
menimbulkan dampak yang tidak
diinginkan. Jadi kita harus lihat
outcome-nya tuh ee punya dampak positif
atau negatif ke masyarakatnya. Karena
ini di era modern jadi sesuatu hal yang
ee signifikan punya punya ini ya, punya
impact ya. Kita bantu masyarakat ee di
daerah
ee untuk bisa ee misalnya membantu
proses mereka ee apa tuh ee mendapatkan
akses air bersih misalnya.
Tapi ee ada dampak lingkungan enggak nih
kalau kita ee apa ee
memberikan akses tersebut atau kita
perlu untuk ee
memberikan-berikan ee penyuluhan atau
pembelajaran dulu dengan masyarat
masyarakat sekitar supaya bisa mengelola
dengan bijak ya karena nanti mungkin ada
yang mengklaim atau apa. Nah, itu semua
kalian harus pikirkan. Kalau teman-teman
pernah ke projject-projject yang ee apa
sifatnya impact, biasanya ada aspek itu
yang kita harus ukur. Sama halnya nanti
kalian membuat sebuah desain, punya
dampak atau enggak gitu ya. Kalian mau
membantu siapa dan dampaknya apa itu
kalian harus pikirkan.
Nah, sebagai contoh misalnya ini contoh
sederhana ya ee saat kalian traveling
gitu ya, apa sih yang biasanya kalian
temukan permasalahan utamanya? Boleh
dong tulis di chat waktu kalian
traveling tuh kalian dari gambar ini
misalnya kalian mau ke tempat wisata
gitu ya
mau mau jalan-jalan gitu kendalanya apa?
Jalan jauh macet bahasa, ribet cari
enggak tahu rute kayak nyasar
mules, [tertawa]
penginapan, transportasi macet, enggak
ada duit. Oke. Barang bawahan banyak
tips dan trik. Oke, lokasi. Oke. Nah,
oke. Ini curhat kayaknya ya, Teman-teman
ya.
Ya, banyak banget ya sebenarnya yang
kita ee ya itu tadi benar ee bawa koper,
bawa tas atau bawa koper ya kan ada
begal [tertawa]
ya. Jadi bawa koper kadang ini yang
backpack sama koper pendekatannya akan
beda teman-teman. Iya kan? Kayak
traveling kan banyak ya. Ini e satu
aspek aja. Waktu kalian eh traveling
bawa koper sama bawa backpack
pendekatannya akan beda. Ya, ada banyak
solusi yang telah didesain.
Nah, ada kalian bisa sewa motor ya kan
atau kalian naik taksi atau ee ini ya
apa tuh ee
ee taksi online misalnya ya atau kalian
mau naik ee ojol. Nah, misalnya, nah,
kapan kalian pakai ee sewa motor atau
ojol ini? Saat kalian butuh kecepatan
dan keandalan. Ya, bisa cepat dan andal.
Sementara ee naik taksi atau naik taksi
online waktu
kalian membutuhkan kenyamanan dan
keamanan. Jadi, sebenarnya enggak ada
yang salah, Teman-teman. Waktu kalian
traveling tergantung kalian lagi
butuhnya apa gitu ya. Kalau kalian mau
hemat tapi barang bawaan kalian banyak,
ya kalian harus pilih salah satu. Apakah
posibel dengan kalian menggunakan ee
motor atau ee ojol atau kalian mau naik
mobil kalau naik bawa koper misalnya, ya
bisa aja naik motor gitu kalau butuh
cepat-cepat ya kan.
Ya, tapi lebih nyaman kalau kalian pakai
taksi ya kan itu. Jadi ee tergantung
dari kebutuhan dari ee masing-masing
individu atau
ee program traveling kalian gitu ya.
Kalian mau ee bawa muatan banyak
misalnya karena kalian lama mungkin atau
pakai backpack cukup gitu ya.
Jadi yang kita perlu pahami bahwa orang
tidak membeli produk, mereka menyewa
produk itu untuk memudahkan hidup.
Desain yang baik dimulai dengan memahami
manusianya bukan objeknya. Jadi
teman-teman yang perlu kalian pahami
waktu kalian mendesain sebuah produk
atau solusi yang kalian tawarkan,
fokusnya adalah memberikan atau
memberikan opsi atau menyewakan produk
kalian untuk memudahkan hidup customer
kalian atau si target user kalian gitu
ya. Jadi fokusnya adalah orangnya bukan
objeknya.
Oke, kuis nih. Apa inti dari pendekatan
desain thinking?
Boleh pilih A B C.
Wih, cepat banget. Langsung jawab nih.
Oke. B B B B B. [tertawa]
Weh, panjang banget nih.
Oke, ya. Betul jawabannya B ya,
Teman-teman, ya. Jadi tadi balik lagi
masalah yang kalian hadapi kalian
sebagai individu bayangin kalian jadi
usernya juga ya. masalah yang kalian
hadapi itu berpusatnya ya pada diri
kalian dan secara mendalam kalian harus
pahami dulu apakah saya juga punya
perasaan yang sama atau punya
positioning yang sama dengan si target
user yang saya mau bantu gitu
atau kalian menempatkan diri kalian
menjadi si target user kalian. Oh kalau
aku jadi dia, what if ya? What if kalau
aku jadi dia gimana aku bisa membantu ee
proses ee apa keseharian dia supaya jadi
lebih mudah gitu ya? Kayak tadi ya kayak
pintu ya supaya pintunya lebih mudah
bagaimana nih ee dirubah supaya ee
aksesible buat semua orang gitu.
Oke lanjut ke bagian kedua fondasi
desain thinking.
Kita nonton dulu ya.
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[tepuk tangan]
Yah, iklan ya. Jadi eh sebenarnya dari
video ini eh ada namanya behavior theory
ya, behavior change theory. Jadi eh
sebenarnya di program ini eksperimen ini
mereka mau mencoba gimana supaya orang
lebih sehat dengan menaiki tangga
dibanding menggunakan eskalator gitu ya.
mereka brainstorm, mereka pikirin ee apa
ya yang bisa mendrive orang supaya bisa
lebih banyak menggunakan tangga ya.
Karena kalau pakai eskalator tuh sering
numpuk gitu. Kalau ini kan di di ini ya
apa di ee [berdehem] apa ee subway ya. N
[mendengus] bayangin nanti kalau
misalnya di di mana di MRT misalnya yang
di Jakarta ya itu kan [tertawa] tinggi
banget gitu ya naiknya harus kalau naik
tangga lumayan tuh. Nah, gimana
mengencorage supaya ee lebih banyak
orang naik tangga. Dan ini salah satu
contoh dengan memberikan ee experience
yang ee
menarik ee dan ee apa sedikit dorongan
ya. Dorongannya adalah memberikan ee
musik ya. Ee jadi tanggalnya didesain
punya ee suara musik piano dan ternyata
membuat orang curious gitu ya, membuat
orang merasa ee wah lucu ya ee menarik
ya ee asik ya gitu ya dan itu semua
mempengaruhi
ee experience dari semua penumpang di
subway tersebut karena banyak yang
penasaran an akhirnya dia cobain tuh
naik tangganya dan yang lain mengikuti
gitu. Jadi ada major ee ini ya kita
nyebutnya major theory. Jadi kita
ngikutin yang paling majority terjadi di
situ. Tiba-tiba akan ada shifting
behavior dari yang biasanya naik
eskalator jadi naik tangga. Sama halnya
nanti kalian mau membuat solusi
bagaimana kalian bisa membuat dampak itu
sesimpel kalian merubah behavior mereka
jadi lebih tertata atau jadi lebih fun
atau jadi lebih ee apa interaktif itu
semua punya ee apa fokusnya
masing-masing gitu ya.
Oke kita lanjutkan dulu.
Nah, tapi pertanyaannya bagaimana kita
bisa menghasilkan solusi yang punya
dampak? Nah, ini selalu ada di ee benak
kita ya.
Dengan cara tradisional memecahkan
masalah tuh biasanya kamu mengalami
masalah terus kamu pikirin cara untuk
menyelesaikannya, kamu bangun solusinya,
terus kamu mencoba menggunakan dan
menjual solusimu, ya. Jadi kamu langsung
linier kamu implementasiin.
Nah, seperti yang tadi kita bahas di ee
video desain thinking tadi. Jadi, ada
lima tahap
yang kalian perlu ee perhatikan di dalam
desain thinking. Jadi, desain itu
berbeda karena prosesnya kalian pahami
dulu orang-orang yang kamu rancang ide
untuknya, yaitu empatize yang kita bahas
hari ini, ya. Dan kedua adalah divine.
Jadi, rumuskan masalah secara nyata.
pandang ee pandangan yang jelas sudut
pandangnya ya. Ee jadi kalau kalian tahu
sebenarnya dia ee masalah utamanya apa
sih ya kan atau ada opportunity apa yang
kita bisa bantu kemudian ideate jadi
hasilkan berbagai kemungkinan solusi dan
brainst kamu itu ya. Yang ketig yang
keempat adalah prototype. Jadi dari ide
tersebut yang kalian pilih coba kalian
wujudkan dalam sebuah visual ya secara
nyata dan secara cepat kalian buat dalam
sketsa ya kayak tadi ya. Kalian
mendesain ee apa secara visual kemudian
ee kalian tes coba dengan calon pengguna
kalian dengan target user kalian.
Kemudian observasi dan pelajari ee
interaksi mereka bagaimana bisa
di-improve, bisa diperbaiki.
Dan di dalam proses tersebut nih ya ee
ada infinity loop ya. Jadi sebenarnya
desain thinking itu nonlinear. Jadi
kalian bisa bolak-balik kapanp prosesnya
bisa kembali dari test sudah ke defend
balik lagi ke test atau sudah ideate
balik lagi ke test dan kembali ke ee apa
eh sori bisa ke mana aja bahkan sampai
udah tes kalian ketemu nih kayaknya kita
perlu mendalami lagi empet tesnya boleh
lagi balik ke empet tesnya baru diulang
lagi dari sini gitu jadi prosesnya ee
bukan linear bisa kapanp kalian
mengiterasi ee supaya jadi lebih baik
gitu ya.
Nah, kita akan bahas tentang empaty.
Jadi kenapa empat itu krusial ya atau
penting? Jadi kalau kalian mau
memecahkan masalah dengan baik
ee
tapi eh sori jika kamu ini ada Coach ya.
Jika kamu memecahkan masalah yang salah
dengan baik kamu tetap aja gagal.
Intinya apa? Kalau pendekatan kamu salah
selama proses itu, walaupun aplikasi
atau eh apa walaupun solusi bentuknya
misalnya aplikasinya bagus banget gitu
atau produknya keren banget tapi tidak
memecahkan masalahnya tetap aja
[mendengus] gagal
gitu ya.
Sebenarnya gagal ya. Jadi empat itu cara
memastikan bahwa kamu menyasar masalah
yang benar penting bagi orang nyata ya.
Let's say misalnya
kalian lihat Super App ya. Super App tuh
sebenarnya
ee yang paling utama tuh yang mana sih
tergantung dari awal mula si fitur yang
dibuat. Misalnya kayak banking ya. Ya
kan ada banyak tuh pilihan bayar ini,
bayar itu, bayar ini, bayar itu. Super
app ya. Tapi intinya apa?
Saving payment. Udah itu aja. saving dan
payment ya kan. Atau misalnya kalian ee
apa aplikasi
ee ojol ya kan ada pesan ini pesan itu
ya kan.
Intinya apa?
Red helling ya kan gitu.
Intinya kalian pesan [mendengus] ee
ojolnya gitu, fitur utamanya itu. Nah,
kalian untuk bisa mengembangkan lebih
lanjut, kalian harus tahu core-nya ada
di mana.
Harus fundamentalnya harus kuat dulu,
fondasinya harus kuat dulu. Makanya
empatize mengetahui kebutuhan utama si
customernya. [mendengus] Jadi ungkap
dulu masalah nyatanya apa sih kebutuhan
yang tidak ee bisa diungkapkan kata-kata
itu apa ya. Dan kedua adalah menentukan
arah setiap fase selanjutnya dinilai
berdasarkan apa yang dibutuhkan
pengguna. Ya, kayak tadi udah oke sudah
terpenuhi nih berangkat naik ee ojek
online karena enggak punya transportasi
pribadi. Oke. Tapi kok lapar ya ee di
jalan ya lagi di kantor gitu. Sudah
nyampai kantor lapar apa ya? Oh,
delivery. Dengan ee aset yang sama
kalian bisa membuat solusi yang berbeda
itu ya contohnya. kemudian mengurangi
risiko pekerjaan. Jadi lebih mudah
belajar sekarang daripada setelah kamu
membangunnya. Jadi proses desain
thinking itu dibanding kalian harus
selesai dulu sampai akhir resikonya akan
lebih besar terutama dari sisi finansial
ya kan resikonya besar karena kalian
harus bikin dulu misalnya sudah jadi
kalian prototype-nya ee bentuknya fisik
gitu ya misalnya apa ya ee
smart glass misalnya ya dulu ada smart
glass. Nah, udah jadi duluan tapi
prosesnya kurang matang nih ya kan early
gitu ya, harganya mahal terus yang makai
hanya industri gitu ya, akhirnya
cost-nya tinggi, kalian harus shutdown
gitu ya. Tapi sekarang jadi lebih
affordable karena belajar dari kesalahan
sebelumnya dierasi. Oh, sekarang bisa
bikin ee buat konten ya kan bisa ee apa
untuk
ee apa ee
interaksi ya kan game dan lain-lain.
Nah, itu VR er itu perjalanannya panjang
teman-teman gitu ya. Jadi ee
investasi di dalamnya juga besar sekali.
Makanya kita harus mengiterasi
terus-menerus apakah ini sudah relevan
dengan kebutuhan sekarang atau belum.
Yang keempat adalah membangun keinginan
untuk membantu. Jadi ini tadi
responsibelnya atau di memberikan cerita
nyatanya ee apakah ada tujuan bersama ya
bagi tim untuk memberikan dampak.
Jadi kalian harus membuat sesuatu yang
punya nilai value supaya bisa
berkelanjutan. [mendengus] Oke.
Nah, contohnya ee ini ya ada satu
perusahaan namanya Pilpack di US. Kita
nonton dulu.
[musik]
Pill pack is a new kind of pharmacy. We
package your medication and deliver
[musik] it directly to your door. All
you have to do is tear and take your
next dose. Managing your medication has
never been easier.
Here's how it [musik] works. Each month,
we'll sort your meds, including any
vitamins and OTCs into easy to open
packets.
Need other items [musik] like inhalers,
creams, or testing supplies? We can send
those, too. We'll work directly with
your doctors and insurance to resolve
any issues. We'll adjust your medication
if your prescriptions [musik]
change, and will automatically handle
all of your refills so you never have to
worry.
If you have questions or need to make an
update, our pharmacists [musik] are
available 24/7.
Getting started is easy. You'll need
your insurance information and a list
[musik] of current medications. From
there, we'll handle the rest. We'll
verify your account [musik] and transfer
your prescriptions to our pharmacy. You
receive your first package in just a few
weeks. Now, [musik] you'll never sort
your pills, never stand in line at a
pharmacy, and never miss your medication
again. It's your medication [musik]
made easy.
Pillpack is a new kind of pharmacy.
[musik]
Oke, ya. Itu tadi Pilpack. Jadi, ee
mereka merevolusi industri melalui
desain dengan cara sederhana. Jadi, yang
dia rubah adalah pengalaman farmasinya.
Jadi, dia kalau di farmasi dulu kita
dikasih obat yang banyak itu ya dan kita
harus sortir sendiri. Nah, si Pilpack
itu memberikan ee
apa? solusi dengan menyederhanakan cara
menerima, mengorganisasi, dan mengelola
obat melalui paket yang dipersonalisasi.
Jadi, masing-masing orang misalnya dia
sakit diabetes, obatnya harus dikonsumsi
nih hari Senin, Selasa, Kamis gitu ya.
Dan semua sudah ditandai dalam packnya
di disortir ya. Jadi kita enggak perlu
manual satu-satu dan didesain ulang dan
ee dia punya produk fisiknya di di kotak
sederhana ini teman ya. Jadi ini tinggal
nanti oh urutannya ini Sabtu, besok
Minggu.
ya kan dan semua sudah ada jamnya di
labelnya. Nah, ternyata desain ini
menciptakan nilai bisnis yang impactful
ya, memecahkan masalah pelanggan
sehari-hari yang ee jadi kendala gitu
ya. karena di sana cukup sibuk, kadang
tuh salah minum ya kan dan ee apa
mungkin terlewat dan sistem ini ee
memecahkan kompleksitivitas secara
sederhana dan akhirnya diakusis itu oleh
Amazon di 2000
15 kalau enggak salah ya atau 2025 saya
eh 2015 sori senilai ee 1 miliar dolar.
Jadi
sesimpel mengubah experience-nya si user
itu memberikan impact yang sangat luar
biasa. Itu contoh penerapan desain
tinggi. Nah, sebelum kita akhiri eh
sebelum break ya, kuis lagi nih. Ee mana
urutan tahapan desain thinking yang
benar tadi? Ayo,
masih ingat enggak? A B C.
Oke, mantap.
Betul jawabannya C ya, Teman-teman ya.
Tadi ada E ya.
Oke, kita
break dulu ya. Ee Mbak Olif break dulu
kah?
Iya betul, Mas.
Oke. Nah, kalau gitu izin stop share
dulu. Kita break dulu 5 menit.
Betul ya, 5 menit baru nanti kita
lanjutkan keunnya.
Iya.
Oke, Teman-teman. Tadi kita udah lumayan
ya setengah jalan untuk memahami materi
desain pada hari ini. Baru
introduction-nya tadi ya, Teman-teman.
Nanti baru di sesi selanjutnya gitu di
materi selanjutnya. Setelah ini kita
baru akan masuk ke bagian ertise-nya.
Masih seru banget teman-teman.
Perjalanan teman-teman juga masih
panjang. Nah, sekarang aku mau coba eh
share screen dulu untuk kita ada sedikit
polling nih, Teman-teman. Aku mau
Teman-teman bisa polling dulu nih.
Kira-kira tadi sepanjang penjelasan
materi oleh Mas Kusuma itu udah seberapa
paham sih, Teman-teman, sama materinya
gitu atau bisa juga kayak tingkat
kesulitannya tuh gimana sih?
Ini untuk nomor satu tuh yang kayak ah
auto paham, Kak. Gampang ini mah.
tinggal praktik nanti kita atau di lima
di tengah-tengah itu ee masih butuh
sedikit proses nih, Kak. Masih memproses
ee materinya karena mungkin materinya
belum awal sama teman-teman atau di yang
terakhir nih di 10. Aduh, Kak udah
overload banget lagi tadi dengan baru
dua bagian ya teman-teman karena nanti
masih ada bagian-bagian selanjutnya dan
Teman-teman butuh break dulu silakan.
Ini kira-kira teman-teman sudah ada di 1
5 atau 10 19 enggak ada ya teman-teman.
11. 11 apa nih? Udah overload mentok
berarti ya.
Oke ada yang 9. Oke tuh menuju overload
ya berarti ya.
Oke. Ee teman-teman ee sebenarnya ini
kita ee break ya. Jadi buat teman-teman
yang mau ke toilet dulu itu boleh
silakan gitu ya atau mau ngambil ee
cemilan-cemilan atau makan minum ee itu
boleh silakan teman-teman. Nah ee tapi
karena ini ada 1000 orang partisipan di
sini, wow banyak ya. Dan mungkin
teman-teman di YouTube juga ee yang
masih stay di sini boleh ikut main
bersama aku karena aku ada ee ice
breaking nih buat teman-teman. Buat
teman-teman tadi yang ee apa nge-vote 10
gitu atau 9 atau 10 atau 11 ini kita
main ice breaking dulu di part ini boleh
silakan teman-teman kalau misalkan mau
coret-coret gitu ya ee di part aku aja
ya ini ya di bagian sesi es breaking aja
tapi nanti kalau misalkan sudah pindah
ke ee materi jangan ya teman-teman eh
belum belum belum belum muncul belum
muncul belum teman-teman ya Ah, ramai
nih. Jangan dulu ya.
Aku belum mulai loh. Oke, mungkin aku
langsung mulai dulu aja. Jadi di ee
ah aku mute aja deh teman-teman
jangan di coret-coret dulu ya. Aku
lanjut dulu nih. Jadi di aku bakal ee
kasih tahu teman-teman. Ini ada sebuah
gambar kaki. Silakan teman-teman bisa
hitung kira-kira ada berapa gambar kaki
yang muncul di gambar ini gitu. Boleh
lewat kolom chat juga
ada berapa?
12 15
eh bentar bentar bentar sor teman-teman
stop.
Wi
oke ee teman-teman ya jawabannya adalah
betul ada 12 tadi yang mengisi 12 ee
betul ya teman-teman. Oke aku disable
dulu untuk ee apa namanya ee
coret-coretannya karena terlalu banyak
yang mencoret-coret ya. Aku lanjut ke ee
yang bagian. Oh my God, ini udah
langsung entar dulu bentar.
Oke, agak skip ya, Teman-teman. Lanjut.
Ini apakah Anda melihat rusa? Nah, ini
baru boleh teman-teman untuk ee
coret-coretan. Silakan dicari yang mana.
Iyaakah yang itu?
Kita coba lihat dulu ya jawabannya.
Betul jawabannya ini ya, Teman-teman.
Kelihatan ada si tanduk rusanya.
Oke, oke. Udah, udah, udah, udah, udah,
udah. W. Oke. Ini juga masih
coret-coretan lagi. Silakan teman-teman
ee lihat gitu ya. Ee temuin dua robot
yang sama. Dua robot yang sama.
Ada robot 1 sampai 12.
Oke,
ya.
Oke. Nah, kan sudah enggak bisa
coret-coret
ya. Betul ya jawabannya. Coba kita lihat
dulu. Tadi udah ada yang ngebuletin di 6
dan 12.
Betul ya ee teman-teman.
Dan selanjutnya ini, apakah Anda melihat
dua pohon yang mirip kira-kira dari A,
B, C, dan D yang mana nih yang mirip?
Ada. Ada.
Oke oke oke. Udah agak ramai. Aku sebel
dulu.
Oke, Teman-teman. Ramai banget ya. Oke,
kita lihat jawabannya
ya. Betul ya, Teman-teman, jawabannya A
dan D. Oke, mungkin itu aja teman-teman
ee ice break-nya untuk ee di
pagi hari ini gitu ya. Gimana
Teman-teman udah agak
ada lagi gitu energinya kembali
berenergi untuk melanjutkan materi kita.
Gimana? Gimana nih?
Kayak pas banget nih, Teman-teman, udah
di ee 101
ya. Ee mungkin kita bisa lanjut lagi
karena materinya masih ee cukup panjang
ya, Teman-teman. Jadi bisa disimak lagi
nih, Teman-teman. Silakan untuk
teman-teman yang ee masih di toilet atau
masih ngambil makan, silakan kembali
lagi menatap layar ee Zoom atau layar
YouTube-nya karena kita bakal belajar
lagi. Oke, mungkin aku ee panggil lagi
Mas Kusumanya
ya. Oke.
Oke. Thank you, Kak Olif untuk ice
breaking-nya.
Seru banget ya.
[tertawa]
coret-coret nih. Oke. Ee
sudah pada balik belum nih, Teman-teman?
Sudah ya? Oke, sudah.
Oke,
kita lanjut dulu ya, Teman-teman ya
materinya. Jadi, ada ee bagian ketiga
nih tadi ada tadi ee teman-teman yang ee
sudah mempelajari tentang empat atau
empate.
Nah, tujuannya apa sih empat itu? Ya, ee
mungkin teman-teman sering dengar ya,
berempati gitu. Sebenarnya bedanya apa
sama simpati gitu? Kalau simpati kan
prabayar ya. [tertawa] Kalau empati apa?
Nah, kalau empati itu sebenarnya kita
memahami
pola perilaku pelanggan atau
behavior-nya mereka ya. Jadi masalah
terbesar
yang dihadapi pelanggan sehari-hari itu
kalian perlu
mendalami ya atau memahami sehingga
kalian bisa membantu mereka dengan
produk atau layanan yang baru atau yang
ee kalian kembangkan ya. bisa jadi
sebuah inovasi dan kalian bisa
mendapatkan wawasan tentang pola
perilaku atau kebiasaan mereka sehingga
kalian bisa menawarkan solusi terbaik.
Karena ee mungkin kalian hari ini dengan
beberapa tahun ke depan mungkin
solusinya bisa jadi sudah enggak
relevan. Makanya kalian perlu interview
dengan data yang paling up to date hari
ini.
Oke.
Dan itu akan terus berlanjut. Jadi
proses desain thinking itu tidak akan
berhenti setelah kalian punya produk
atau solusi yang kalian tawarkan. Jadi
nanti waktu kalian sudah jadi nih
solusinya kalian berikan ke target user
kalian, kalian perlu lakukan lagi desain
thinking. Di-empatize lagi, ditanyain
lagi gimana perasaan kalian setelah
menggunakan produk kami atau menggunakan
layanan kami atau gimana. Makanya kalau
kalian lihat ee di apa ada survei
berkala ya. Kalau di aplikasi misalnya
di-update tiap tiap minggu bahkan
di-update terus ada fitur baru mungkin
ada pengembangan baru atau mungkin hanya
sekedar bug atau bahkan di restoran ada
survei ya kan beberapa kali dalam ee
satu kuarter atau biasanya sebulan
sekali sih biasanya ada tambahan menuah
menunya gimana pelayanan gimana semua
itu diukur ya itu sebenarnya bagian dari
proses desain thinking mengiterasi.
Nah,
balik lagi apa itu empati pelanggan?
Jadi, empati pelanggan itu sebenarnya
semua solusi yang memiliki pelanggan
atau orang-orang yang mendapatkan dari
apa yang kamu buat atau yang kamu
lakukan meskipun mereka tidak bayar
sekalipun, ya kan? kayak tadi layanan di
di apa di restoran misalnya ya itu tidak
ee apa serta-merta
mereka meayar tapi mereka memperoleh
manfaatnya karena antriannya jadi lebih
dikit ya kan karena prosesnya lebih
cepat antriannya jadi lebih sedikit dan
kalian tidak membuang waktu sesimpel itu
tapi bermanfaat buat si customer kalian
gitu. Terus setiap orang berbeda. Jadi
kita tidak bisa berasumsi bahwa kita
tahu apa yang mereka inginkan dan butuh.
ya kan keinginan ee siapa ini misalnya
ada Hizkia sama Ahmad sama Rayan sama
Nazar beda semua kebutuhannya
prioritasnya juga berbeda. Makanya kita
perlu menginterview satu persatu atau
mungkin punya pattern yang sama dari
hasil interview itu. Oh, itulah yang
kita jadikan acuan atau insight. Oh,
ternyata dari Ryan sama si siapa?
Ahmad ternyata dia butuh ee apa?
Kenyamanan saat traveling gitu ya. Oke,
berarti kita bisa bikin apa nih gitu ya.
Bisa kasih layanan apa tuh gitu ya. Nah,
itu semua kalian bisa ee ini ya bisa
pertimbangkan gitu.
Oke.
Jadi ee
empati pelanggan adalah ketika kamu
belajar tentang orang-orang yang kamu
coba bantu melalui observasi dan
mendengarkan. Jadi penting ya mang
observasi dan mendengarkan itu kata
kuncinya.
Nah, yang hal yang kalian bisa mulai
adalah mendefinisikan pelanggan dan
berinteraksi. Jadi ee mungkin kalau
kalian ee di desain thinking tadi
ee apa ada fase di mana kalian harus
mendefinisikan ee ide ya. Nah, sebelum
ke sana kalian harus punya si yang
kalian mau bantu dulu. Kalau kalau kalau
enggak tahu yang mau kalian bantu jadi
bingung gitu ya. Makanya kalian perlu
untuk bikin persona yang ditentukan
untuk target pelanggan dengan mengajukan
prom bisa menggunakan EI ya sekarang ya
untuk mempelajari perilakunya. Nah,
semua itu dapat ditentukan satu dari
jenis kelamin, usia, kebiasaan, dan
lain-lain. Terutama kebiasaan ya,
behavior karena yang kita pelajari
polanya behavior-nya. Yang kedua adalah
memiliki persona atau peta empati yang
telah diisi sebelumnya. kamu dapat
menggunakan ee mengunggah sori dan
meminta AI untuk membelajar menjadi
personal pelanggan tersebut. Jadi nanti
teman-teman
bisa gunakan beberapa tools ada namanya
empat map ya atau nanti kalian bisa
langsung bikin person protopersona
untuk menggambarkan kira-kira orang yang
seperti apa yang kalian mau bantu. Tapi
sebelum ke sana nanti kalian harus
tentukan juga kira-kira di area mana
kalian ingin
memberikan dampak ya kan.
ee pikirkan dulu masalah apa yang kalian
mau solving. Nah, baru kalian ketemu tuh
si orang yang kalian karakternya itu
akan kurang lebih seperti ini yang saya
akan bantu misalnya seperti itu. Nah,
caranya gimana? Tanyakan, ceritakan
tentang hari biasa di sekolah, kerja,
perjalanan untuk Anda. Misalnya kalian
bisa nanyain kamu biasanya sehari-hari
kalau ke sekolah kayak gimana sih ee
aktivitasnya? Jadi kalian enggak
menanyakan
langsung masalahnya apa gitu ya, tapi
dengarkan dulu keseharian dia. Lihat
pattern-nya. Jadi dengarkan ee apa
ceritanya dia. Terus kalian baru probing
namanya. Kalian tanyakan apa masalah
terbesar yang kamu hadapi ya ee kalau
kamu lagi mau berangkat ke sekolah gitu.
Dan kalian juga bisa menanyakan apa yang
sering yang mereka sukai dan benci dari
pengalaman tersebut. Misalnya aku sulit
banget kalau berangkat sekolah
ee apa udah enggak ada cara jemput nih.
Aku sulit nih mau mau berangkat tuh ee
naik transportasi umum enggak pasti.
Jadi aku sering telat gitu. Dan apa yang
mereka sukai dan benci dari pengalaman
tersebut misalnya aku paling enggak suka
nih nunggu lama-lama gitu ya. Tapi aku
kalau sukanya tuh kalau ee apa udah
dapat naik ee kendaraan umumnya murah
gitu ya. Akhirnya bagaimana cara membuat
pengalaman tersebut menjadi lebih baik?
Ya muncullah
ee apa taksi online lah atau ee ojek
online. Nah, itu semua sebenarnya dari
permasalahan yang sehari-hari kita
hadapi gitu ya.
tu atau delivery food misalnya atau
mungkin ee sesimpel kalian ee sampah
misalnya ya itu ya sampahnya sekarang
harus dipisah gitu ya dan yang ngambil
bagaimana prosesnya. Kadang kita harus
dulu harus ngantar ke bank sampah atau
gimana sekarang bisa dipick up misalnya
seperti itu. Jadi semua experience itu
kalian harus pahami dan tanyakan ke
mereka. Jadi jangan kita mengarahkan eh
kamu masalahnya ini ya gitu ya.
Masalahnya kamu enggak enggak misalnya
kayak tadi ojol kamu masalahnya ini ya
nunggu kelamaan ya kenapa enggak pakai
ojek pangkalan aja misalnya kayak gitu
jangan mengarahkan tapi dia pasti tahu
kenapa dia enggak pilih objek pangkalan
karena dia butuh murah karena dia udah
udah udah sampaikan ya gitu yang dia
suka karena harganya afilable atau
terjangkau misalnya kayak gitu.
tu
dan ee kadang yang kalian perlu deep
dive atau kalian perlu perdalam
keinginan yang diucapkan sama kebutuhan
nyatanya itu kadang enggak sinkron ya.
Orang yang ahli dalam masalah mereka
sendiri ee bukan dalam solusi kamu. Jadi
kalian perlu dengarkan kebutuhan di
balik permintaan mereka. Jadi jangan
kalian membuat asumsi sendiri langsung
ya, kalian bikin hipotesa tapi kalian
enggak mevalidasi dulu ke user kalian.
Jadi yang perlu kalian lakukan adalah
mungkin kalian bikin hipotesa dulu,
kalian validasi dengan kalian melakukan
interview, observasi, dan juga
meengarkan
apa yang mereka katakan ya. Misalnya
ee ini apa yang mereka katakan ya
contohnya ya saya ingin kuda yang lebih
cepat gitu ya beri saya tombol diskon
yang lebih besar misalnya atau botol
kaca terlihat lebih lebih bagus. Nah,
tapi
kalian perlu jangan kalian translasikan
secara gamblang. kalian perlu melihat
dari aspek yang ada di lapangan ya. Itu
adalah kebutuhan yang real atau nyatanya
tuh sebenarnya kayak gimana sih yang
reliable gitu ya. Kalau mungkin kalau
kendaraan ya misalnya motor yang lebih
cepat lah ya ini jan kuda kali ya. Ee
saya butuh motor yang lebih cepat gitu.
Nah, tapi untuk berpikiran lebih cepat
dan lebih andal
opsinya ada apa aja yang mereka punya
gitu ya.
Kalau ternyata mobil
ee daerahnya macet ya enggak relevan
jadinya. Jadi malah lebih lama gitu ya.
Atau tinggalnya di gang ya enggak bisa
mobil masuk ya kan ya. Opsinya adalah
motor yang kecil dan
reliable yang bisa
belok-belok gitu ya. Ee jadi lebih cepat
kalau menghindari macet. Nah, itu yang
kalian make sense-nya kayak gitu. Jadi
kalian harus align nih, jangan ditelan
mentah-mentah apa yang mereka ceritakan,
tapi kalian harus coba untuk breakdown
dan analisa apakah relevan dengan
kondisi sekarang atau enggak ya.
Kemudian beri tombol diskon yang lebih
besar. Ini ngomongin di apps ya. Merasa
yakin mendapatkan harga yang diadil.
Kadang
oke kita dapat kupon nih, kita apply kok
harganya ini sesuai enggak sih gitu ya.
Makanya kalau kita kasih diskon ya 70%
kalau sekarang ya kadang ada 70% tapi
batas maksimalnya potongannya R.000
kayak gitu. Dan itu semua harus
dicantumkan dengan clear gitu ya bukan
button-nya tapi konteksnya harus
diperjelas. Oke. 70% maksimal
potongannya adalah R30.000 misalnya
kayak gitu ya.
Terus botol kaca terlihat lebih bagus
menuang dengan tanpa memberantakan atau
terbuang. Nah, ini
botol kaca itu preferensi si user. Tapi
apakah cost dan ee apa ee
implementasinya akan mudah? Belum tentu
ya kan?
Belum tentu. Karena mungkin kita
butuhnya jak yang stainless ya kan kalau
kita mau buka coffee shop nih ya kan.
untuk menuang ee ininya kayaknya
stainless lebih relable deh. Kalau kaca
takutnya terlalu berat, terlalu terlalu
apa enggak bisa nyimpan panas misalnya,
akhirnya ee kurang efisien gitu ya.
Kalau stainless bisa lebih awet, bisa
jangka waktunya lebih panjang. Itu yang
kalian perlu pikirkan. Jadi kalian sudah
dapat nih permasalahannya, solusinya
sudah tahu, tapi implementasinya belum
tentu sama yang diinginkan.
user secara gamblang tapi ee dalam
wujudnya ya ee tapi ee outcome-nya bisa
jadi sama gitu ya atau bahkan punya
nilai plus ya kayak tadi ee apa butuhnya
botol kaca kita ganti botol stainless
ee apa keuntungannya adalah bisa jadi
lebih murah dan punya value jangka
panjang gitu lebih awet. Jadi tugas
kalian waktu melakukan empet tes terus
bertanya why, mengapa
sebanyak-banyaknya. Lima F by ada
prinsip eh FY by ada framework FBY by
kalian bisa tanyakan why gini, why gitu,
why K gini sampai kamu menemukan
kebutuhan secara manusia manusiawinya
itu sebenarnya core-nya ada di mana?
Kebutuhan yang benar-benar jadi akarnya
itu ada di mana? ya. Ada ada root
cost-nya itu kalian temukan kebutuhannya
stabil, keinginannya hanyalah tebakan ee
seseorang tentang solusi.
Jadi kalian harus tahu tuh routnya.
Kadang mereka mengira-ngira,
mengawang-ngawang kata teman saya sih
gini ya, itu juga ee ada dependensi.
Jadi kalian perlu untuk breakdown lagi.
Kenapa teman kamu bilang kayak gitu ya
kan? Kenapa kamu memilih untuk tidak
melakukan ini gitu ya? Walaupun ada
opsinya. Jadi semua itu kalian perlu
apa istilahnya challenge ya. Kalian
challenge si user kalian calar target
user kalian kalian challenge dengan
menanyakan mengapa, mengapa, mengapa.
Yaah. Jadi MPT punya dua otot ya, maskel
ya kalau kita bilang ya atau dua
perspektif lah ya.
ee dua perspektif utama yang kita harus
ee
selaraskan atau kita align kan. Jadi,
kamu membangun pemahaman sejati tentang
ee keduanya yaitu ee mendengarkan dan
amati. Jadi supaya tahu nih perasaan
real atau ee yang nyata itu seperti apa.
Jadi amati perilaku nyata dalam konteks
misalnya orang sering tidak bisa
menggambarkan apa yang mereka lakukan
secara otomatis ya kan kayak keseharian
mereka. Makanya kita nanya nih
keseharian mereka kayak gimana sih? Ee
tapi kadang mereka tuh sadar atau
enggak. Sebenarnya mereka ee lagi
menghadapi masalah tapi kadang mereka ya
udahlah enggak ada pilihan lain gitu.
Tapi kalau dikasih pilihan mereka
mungkin bisa sih membantu gitu ya.
Kalau kalau murah mungkin aku akan ambil
opsinya gitu kan mau mau ke ke tempat
kerja atau ke sekolah gitu ya. Ee pilih
kalian naik transportasi umum atau naik
ee kendaraan pribadi misalnya
ya. Tergantung sih kadang kalau lagi
enggak macet ya naik kendaraan pribadi.
Kalau macet ya eh kalau enggak macet
naik transportasi Om. gitu. Kalau ini ya
enggak ada pilihan ya. Eh sori kebalik.
Kalau lagi macet naik transfuseum
kayaknya lebih oke gitu ya. Tapi kalau
ee lagi enggak macet bawa kendaraan
sendiri kayaknya lebih enak gitu ya. Nah
itu semua ee berdasarkan perspektif.
Jadi kalian harus
melihat. Nah ini yang kedua. Perhatikan
cara alternatifnya. Ada enggak cara
alternatif lain? Ada keraguan enggak?
Ada jalan pintas enggak? Kalian harus
tanyakan why, kenapa kamu pilih langkah
itu atau pilih decision itu, kenapa
enggak yang lain? Ada alternatif lain
enggak? Misalkan nebeng teman gitu ya,
berangkat kerja atau berangkat
sekolahnya enggak ada tetangga atau
teman yang ini searah misalnya. Nah,
tiba-tiba nanti jadi suatu solusi ya.
Mungkin tadi ada nebeng bareng misalnya
ya, layanan nebeng bareng misalnya.
Terus tindakan yang mengungkapkan
kebutuhan yang tidak terucap. Kadang ee
action-nya mereka kurang paham, tapi
prosesnya ya saya harus jalan dulu nih
keluar gang ee sampai ke apa ee shelter
bus gitu ya sebelum saya naik
transportasi umum.
Ya butuh berapa lama? Butuh 10 menit nih
keluar gang gitu. Tapi sih saya enggak
masalah gitu. Tapi sebenarnya masalah
gitu ya, karena membuang waktu 10 menit
tadi buat dia. Kalau dia pesan naik ojo
langsung ke gang ya kan masuk dia
menghemat 10 menit itu
ya dengan mungkin harganya enggak
semurah naik ini ya naik ee bas ya tapi
dia menghemat waktu. Jadi ee karena dia
tidak mau lama-lama ya atau terjebak
macudut misalnya seperti itu.
[mendengus]
Kemudian dengarkan dengan dengar
perasaan di balik faktanya. Jadi ajukan
pertanyaan terbuka jadi sifatnya open
gitu. Bagaimana kamu mengatasi
permasalahan kamu ee dengan transportasi
misalkan atau kamu biasanya kalau ada
masalah
dengan apa? sampah misalnya atau banjir
gitu di di lingkungan kamu gimana nih?
Ya udah pasrah gitu ya. Tapi sebenarnya
dia pengin ya kan ada sesuatu solusi.
Masa 5 tahun gini terus gitu ya. Enggak
ada enggak ada solusi gitu ya. Dan
perasa pahami perasaan emosinya ya
gimana dia mengharapkan itu ya. Soalnya
enggak ada pilihan lagi nih dari sini ee
dari pemerintah enggak enggak membantu
membersihkan sungai dan lain-lain. Ada
enggak hal yang bisa dicari
alternatifnya gitu. misalnya, oh di
dikelola dengan baik di desanya atau di
areanya, di lingkungan dia misalnya
ya emosi dia ee bisa jadi ah capek,
sedih, ya kan? Nah, itu kalian harus
tangkap semua oh sebenarnya frustasinya
ada di bagian apa sih gitu. Jadi
tujuannya adalah untuk memahami dan
bukan untuk membalas. Jadi kalian tidak
perlu lah kenapa enggak begini gitu.
Kenapa Bapak tidak melakukan A? Kenapa
Ibu tidak melakukan B? Bukan itu
tujuannya kalian mendengarkan. Ya,
tujuanah kalian memberikan prom
pertanyaan
mereka men-sharing apa yang mereka
rasakan. Jangan kalian kasih feedback
langsung ya. Jadi kalian tangkap dulu
sebanyak-banyaknya.
Kalau perlu tanya lagi, tanya lagi.
Jangan memberikan statement yang menutup
kesempatan kalian untuk mendengarkan
lebih lanjut. Ya, kayak kalian sudah
dengerin nih, tiba-tiba ee Bapak kok
enggak pilih naik ini misalnya yang
banjir ya. Kenapa Bapak enggak ini aja
ee pindah rumah aja gitu ya? Kalau diahu
di sini banjir ya enggak segampang gitu
kan Ferguso ya pindah rumah jual
rumahnya gimana ya kan. [tertawa]
Jadi ee
kita harus pahami betul sebenarnya oke
kalau pindah kayaknya butuh biaya besar.
Jadi kita dengarkan dulu ee
apa yang ee apa sih yang dibutuhin Bapak
ini, Bapak, Ibu ini, keluarga ini ya.
Apakah dari lingkungannya atau dari ee
rumahnya sendiri gitu ya. Jadi, ada
enggak hal yang kalian bisa bantu dari
sisi situ tapi tidak perlu diungkapkan
dulu ya. Kalian gater dulu datanya baru
kalian nanti
prepare solusinya.
Nah, untuk membangun empat kalian bisa
pilih beberapa metode.
Ee jadi ada metode wawancara. Nah, ini
untuk tujuannya menjawab mengapa dan
bagaimana. Jadi, kalian janjian dulu
sama orangnya, kalian interview ee
kalian
tanyakan tadi ya beberapa pertanyaan
yang sifatnya kualitatif ya untuk tahu
motivasi perasaannya seperti apa. Yang
kedua adalah menjawab ee apa?
Mengobservasi atau etnografi. Jadi
melihat
ee apa
ee kondisi keseharian. Jadi diamati tuh
pengguna di lingkungan mereka tu seperti
apa secara real ee perilakunya ee
bagaimana. Kayak tadi ya yang tanggal
itu kan kalian jadi lihat kan oh orang
kalau dikasih
eh fun teori tadi ya ada ada
excitement-nya ternyata bisa mendorong
mereka untuk mengurangi penggunaan
eskalator. 60% pakai tangga jadi mereka
lebih sehat ya. Kemudian immersif yaitu
kalian
turun langsung mencoba dan merasakan
sendiri gitu ya proses si ee target user
kalian gitu ya.
Jadi kalian memposisikan sebagai
pengguna. Kalian coba layanannya kalian
misalnya kalian ya ee nyobain naik
sendiri tuh ee apa ojek gitu ya, ojek
online. Gimana tuh kalian bisa ee sampai
ke tujuan dengan ee
nyamanah atau ada kendala kah. Nah, itu
semua kalian bisa ceritain. Oh, pesan
kok lama ya. Nah, berarti ada yang perlu
di-improve ya kan? Atau kok kurang oke
ya drivernya? apa yang bisa di-improve,
ya kan. Jadi semua proses itu ee kalian
bisa capture dan merasakan sendiri. Dan
yang terakhir ada survei. Jadi kalian
bisa lempar juga bentuknya ee kuesioner,
menanyakan apa dan berapa banyak.
Sifatnya sih lebih banyak kuantitatif ya
kalau survei ya. Jadi ini mengukur
ee secara kuantitas banyak orang enggak
ya yang punya permasalahan yang sama ya.
Ya, ini biasanya teman-teman kalau lagi
riset menanyakan hal tersebut ya pakai
survei, pakai kuesioner untuk
memvalidasi apakah benar ada
permasalahan atau ee ada isu tersebut
atau enggak.
Nah, ini proses untuk kalian menjalankan
ee interview ya ee teman-teman. Jadi
kalau interview buka dulu dengan konteks
ya, dengan hangat kenalin diri kalian,
kalian interview. Oke, Bapak Ibu izin
saya mau ee melakukan interview ee
karena ee saya ada penelitian tentang
layanan A misalnya dan kami ee ingin ee
mendapatkan ee beberapa insight dari
Bapak Ibu supaya kami bisa membantu
membuat solusi yang lebih tepat misalnya
kayak gitu ya. Kemudian jelajah dunia
mereka. Jadi ceritakan keseharian mereka
misalnya di sekolah misalnya kalian mau
tadi ya bantu anak-anak ee
apa ke sekolah tuh kayak gimana sih
experience-nya, apa ya kesulitannya
dan ee apa ee dengarkan keluh kesahnya.
Nah, dari keluh kesah itu kalian akan
menemukan permasalahannya di bagian mana
yang paling sulit, yang mana yang
menjengkelkan, ya kan? Terus gali lebih
dalam. Kenapa kamu merasa itu sulit? ya
gunakan fiveway tadi ya mencapai ee akar
permasalahannya.
Kemudian jangan lupa ditutup dengan
terima kasih ada hal yang hal-hal lain
yang ingin kamu bagikan atau enggak ya
kan? Jadi tanyakan lagi ya aku mau
curhat lagi nih Kak gitu ya. Aku punya
masalah ini nih sama pacar gitu misalnya
enggak kayak
[tertawa]
jadi kadang ee apa kalian juga kasih
batasan ya Bonderis. Oke. Wah, Kak, aku
cuma ee mau bahas ini nih, Kak. Ee mohon
maaf ya, Dek, saya bisa nih. Gitu.
Jadi, yang perlu kalian lakukan adalah
ajukan pertanyaan terbuka lalu kalian
dengarkan. Jangan memberikan statement
apapun. Jadi, coba diam kemudian dalami
emosinya seperti apa, ceritanya
bagaimana.
Jadi, biarkan mereka yang menunjukkan
bukan hanya dari sisi cerita ya. Kayak
mereka menerangkan, "Oke, aku sulit
banget, Kak." ee di kalau mau ee
berangkat sekolah ee atau belajar di
sekolah misalnya, sulit nih, Kak. Aku
suka lupa pelajaran di sekolah karena
saking banyaknya.
Oke. Terus kamu biasanya gimana? Aku
pakai voice recording, Kak, di HP gitu.
Emang boleh bawa HP di ee ini di
sekolah? Boleh, tapi ya ee apa?
Memorinya enggak cukup nih, Kak. Kalau
tiap hari aku rekam gitu misalnya. Nah,
kalian jadi kepikiran apa ya yang bisa
dibantu ya dari sisi itu. Oke. Dan yang
ke yang perlu kalian hindari adalah
jangan memberikan pertanyaan yang
menggiring. Kamu mau fitur A enggak? Ya,
misalnya kayak tiba-tiba kalian ngasih
eh aku ada solusi ini nih. Kamu mau
enggak gitu. Jangan langsung jump to
conclusion ya. Tapi dengarkan dulu ee
kebutuhan mereka baru nanti kalian
refine di ee outcome atau output kalian.
Terus atau kalian wah promosikan atau
membela idemu yang ee yang inilah kalau
mereka ya misalnya kayak ah ini udah
paling oke nih Kak kita udah punya
solusi yang paling tepat nih Kak dari
hasil ee ini kita pengembangan kita.
Cobain deh Kak gitu ya.
Jadi kita memaksa gitu mempromosikan
gitu padahal belum tentu cocok gitu
dengan permasalahan dia.
Nah, selain itu juga
ee
isi setiap kendingan biarkan mereka
berpikir. Jadi kalau ee mereka butuh
waktu untuk berpikir biarkan dulu.
Jangan ditanggapin atau dipotong ya.
Oke. Dia sedang me
istilahnya menggali lebih dalam ke dalam
diri mereka emosinya. Waka aku kalau
pulang kerja naik bis tuh malam-malam
aku takut, Kak. Gitu banyak copet,
banyak ini gitu ya. Makanya aku kadang
ya udah jalan kaki aja better gitu. Tapi
kadang juga takut juga, Kak ada yang
ngikutin misalnya kayak gitu. Jadi ee
beri ruang buat mereka untuk merasakan
emosi dan experience yang ee negatif
atau problem mereka. Jadi kalian bisa
tahu ee yang pendekatan apa yang paling
tepat nantinya.
Nah, ada jebakan umum yang sering
terjadi nih kalau kalian lagi interview
ya atau ee mengempetize ee mereka ya. Ee
yang satu adalah
merancang dari asumsi ya. Saya pengguna
jadi saya tahu yang mereka mau kamu
bukan penggunau.
Ya, jadi harus paham bahwa waktu kalian
sudah punya solusi ya kalian tawarin ke
mereka
harus netral. Enggak boleh. Aku sebagai
pembuat solusinya ya, kalian harus
netral karena kamu tuh bukan pengguna
gitu, bukan pengguna langsung gitu.
Mungkin iya sebagian tapi bukan yang
kalian mau bantu. Yang mau kalian bantu
itu impact-nya ke orang lain, bukan diri
sendiri ya. Karena untuk jangka panjang
kalian punya ee aset yaitu orang-orang
yang user kalian ini, gitu ya. Nah, yang
kedua adalah terlebih dahulu. langsung
jamin ke solusi. Nah, jadi kalian
harusnya ide dulu sebelum memahami
masalah. Jadi di kalian break down dulu
ide-ide yang paling relevan tuh yang
mana sih sebelum kalian memahami
permasalahannya.
Kemudian membuat pertanyaan yang
menggiring, mengarahkan orang untuk
jawaban yang kamu harapkan. Ya, Kakak
menurut kakak ini paling bagus enggak
sih? Gitu ya. Itu pertanyaan menggiring
ya. Ya, pasti jawabannya ya bagus sih,
Kak. Tapi bisa jadi ya, Kak. Gitu ada
tapinya tapi menggiring karena
sebenarnya mungkin dia enggak suka gitu
ya. Kayaknya kurang deh, Kak. Kayaknya
ini deh, kayaknya itu tapi karena enggak
enak karena kamu menanyakannya ee close
close apa? Close question jadinya ya
enggak ada pilihan gitu ya. Terus bias
confirmation bias atau bias konfirmasi
mendengarkan yang mendukung ide yang
sudah ada. Jadi kayak nih kita udah oke
banget, Kak. kita sudah dapat ee 1000
user, dapat penghargaan gini gini gini
gini
terus so what gitu.
Nah, audiens kalian atau target user
kalian dipaksa untuk mendengarkan ee
aplikasi apa pencapaian aplikasi kalian.
Doesn't make sense gitu ya atau produk
kalian gitu ya, service kalian gitu.
Yes, it's a good
a good achievement tapi bagi brandnya
bukan bagi produknya. Ingat ya, kalian
harus pisahkan brand dengan produk ya
walaupun saling berkaitan tapi
pendekatan produk waktu kalian
mengiterasi itu melalui user kalian
perlu menanyakan lebih lanjut supaya
iterasinya terus berjalan. Oke. Lebih
banyak berbicara daripada mendengarkan.
Nah, ini sering terjadi nih. Akhirnya
kita banyak yang curhat. Oh, iya, Kak.
Aku juga gitu tuh. Aku kalau berangkat
naik e apa transportasi umum tuh waduh
jauh banget aku harus jalan kalau naik
ee bau lagi gitu ya [tertawa]
lama gitu ya bawa asep gitu ya. Nah itu
akhirnya jadi bayakan kalian yang
ngomong daripada user kalian dan
membentuk persepsi mereka ya kalian
memvalidasi apa yang kalian rasakan ke
orang lain gitu ya. Ya, akhirnya ya
sekali ya. Oh iya ya. I ya betul juga
sih, Kak. Aku juga ngerasain padahal
belum tentu gitu buat sudut pandangnya.
Mungkin dia enggak enggak keberatan tuh
ya udahlah tapi aku sebenarnya butuhnya
cepat aja sih enggak perlu nunggu gitu
misalnya seperti itu. Terus terlalu
sedikit atau orangnya salah nih yang
kalian target hanya bertanya ke teman.
Nah, ini sering banget nih kalau kalian
lagi ada tugas tuh terutama yang lagi
ada yang skripsi enggak [tertawa]
nanya ke teman-teman dekat doang gitu
ya. Jadi kalian benar-benar turun ke
lapangan tanya ke orang-orang yang
memang target yang kalian mau bantu.
Nah, kalian harus spesifik ya. Ee jadi
kalian harus mdefine dulu orangnya
seperti apa. Nah, ini sering terjadi
karena kalian malu-malu gitu ya. Wah,
aduh enggak keisi nih kuotanya nih. Aku
lempar aja ke grup gitu ya. ke
teman-teman aku aja dah ya, ke grup aku
nih, ke grup komunitas aku nih, ke geng
motor aku, ke klub ee apalah ya gitu ya.
Gitu ya. [tertawa]
Jadi kadang bias akhirnya hasilnya
karena bukan orang yang tepat. Kalian
harus mengortir
dulu gitu ya. Mshortir orang-orangnya
supaya sesuai dengan kebutuhan kalian.
Oke,
kita nonton dulu. Ini ada salah satu
case tadi yang cukup menarik. Kita
nonton sebentar ya, Teman-teman.
Hi, I'm Doug Deats. I'm the principal
designer for Global Design at GE
Healthcare and I'm the lead designer for
Adventure Series. The venture series is
really an activity that we've been
working on to see what can we do around
our diagnosing imaging equipment to make
it friendlier for uh both the family and
for young patients. We have large
diagnostic imaging equipment at G health
Healthcare. They're huge and some of
them make noises. venture series is
really looking at it really from the
child's perspective, looking at where
their anxiety points are and uh coming
up with some really nice solutions that
help those whether those are visually uh
taking over the room in a theme like a
jungle theme or a pirate adventure or
something as well as music that leads
them into the room and coloring books.
But we want to have elements that
addressed all the anxiety points. My
name's Liz.
I'm Duncan.
Where is this?
Children's Hospital Pittsburg. Well,
we're here today for a CT scan of Duncan
sinuses. He's had some really chronic
congestion and coughing. So, uh we're
going to have a have a look and see
what's going on in there. And the pirate
pirate room was pretty cool. The room
was painted completely like a pirate
setup. um including the floor. The floor
was like a um like the dock with the
water on the sides and uh animals and
things on the walls. And the CT scanner
itself was like the wheel of a pirate
ship. It's um for a child it can be kind
of scary. I see things that make noise
and and it look very institutional and
uh this is you're you're not even really
thinking about the fact that you're
doing a procedure. Very very welcoming,
very um whimsical and fun.
Distraction starts out with a few items
to try to catch the child's attention.
But you need more than that. You have to
have the buying from the staff, the
physicians, from the nurses, the
technologists, and even the families. So
that when they come here and they see
what we've done and how we've decorated
the rooms, they feel as if they really
are on an adventure. And they feel when
they're having their scan, there's no
need to be panicked or afraid. So that
when they get up out of the scan and
they leave, they're walking out that
door with a positive feeling.
We really started um rough with our
ideas and behind me you'll see some of
the the sketches that we came up with
just pencil and pen ideas down and we we
thought from the beginning what a
powerful thing would be to have a a
crossfunctional team that um allowed us
to look at this from many different
filters. We brought in childlife
specialists. We work with Fern Schupec,
director of the Children's Museum here
in Milwaukee. We're thrilled that GE
approached us. We serve, you know,
200,000 children and adults every year.
I think they felt that they really could
uh, you know, be driven their project
could be driven in part by the expertise
that we could offer in terms of how to
meet the needs of uh of children and
families. as an adult who's gone through
scary medical testing, um I mean I know
it's just tremendous anxiety. The
difference with children is that you
know our ability as adults to explain to
them what they can expect. You know
children are creatures of habit. They
really rely on their senses to
understand their world. As an adult, I
walk into a hospital and I say, "Oh, I
hate that hospital smell." You know, for
a child, you know, it's why doesn't it
smell like my pajamas? Why doesn't it
smell like my mom? Why doesn't it smell
like our kitchen? I mean, this is the
essence of the childhood experience. We
need to be more focused on the needs of
children and families, whether it is in
the context of, you know, medical
procedure or early childhood development
as a foundation for doing better in
school. So and and this is another area
where I think the GE team was incredibly
receptive to the message that we're
carrying which is as a community and I
mean that in in sort of a global sense
as a community we always need to be
pushing the envelope in terms of what we
can do to meet the needs of children and
families and make their experience
richer more rewarding if we want better
outcomes.
Why did why I really wrapped myself
around this and tried my best to pull in
some of the best people that I could to
work with me is that I always kept in my
mind that frightened child that was
going through cancer or that was really
having some problems going through their
scan that is such a tough thing for a
little one and it's such a tough thing
for a family and I did put my heart and
soul behind it and it it means a lot to
now that we have a solution and that the
solution is helping the way it is and
it's helping these families and what a
great thing to work for a huge company
like GE but show some passion like this
that we can do something for people.
Oke.
Nah, itu tadi contoh ee
ini ya. Jadi di eh apa Pittsburg
Hospital di US eh mereka tuh punya mesin
MRI untuk City scan tuh yang
khusus untuk anak-anak dan
ee masalahnya tuh apa ya? anak-anak tuh
takut gitu ya. Karena waktu dipindai
mesin kan suaranya agak aneh gitu ya,
agak ngeri-ngeri gimana gitu buat
anak-anak ya karena kencang dan harus
masuk kayak ke lorong gitu. Nah,
experience itu ee membuat anak-anak tuh
jadi stres ya, jadi takut dan enggak mau
gitu ya. Nah, ternyata
ee waktu didengar apa sih yang
diinginkan anak-anak sebenarnya?
Jadi, karena reseptifnya tinggi,
anak-anak tuh sebenarnya pengin ee
tolong dong lebih banyak cahaya, lebih
banyak ee interior yang ee lebih menarik
dan friendly.
ee dan juga tadi ya makanya MRI-nya
dihias, pangannya juga dikasih mural dan
experience juga bisa pakai kostum dulu,
bet-nya dibentuk seperti kapal. Jadi hal
itu yang membuat ee mereka merasa lebih
rileks, ya, merasa lebih
ee apa enggak offens gitu ya. Enggak
enggak enggak merasa terintimidasi
dengan ruangan dan suasana di dalam
rumah sakit tersebut. Jadi dibikin bajak
laut, luar angkasa. Ee jadi ee mereka
yang ini kan anak-anak yang punya
permasalahan kanser ya, yang tadi di
rumah sakit. Nah, itu harus menjalani.
Ini kan enggak gampang ya dan berat buat
mereka. Tapi gimana ee mengurangi
em harus disedasi atau dibuat di apa ee
dianas anastesi ya? Kayak dibikin
dibandingkan harus di seduh di apa
dibikin ee apa ee pingsan ya istilahnya
ya. dibikin pingsan dengan obat ee
karena punya resiko ya sudah
experience-nya yang dirubah dan itu
mengurangi permasalahan tersebut. Karena
kalau di tiap kali terus diedasi
terus-menerus kan jugak ada efek
berkepanjangan ya di ee hormon dan
organ. Jadi untuk menurunkan itu
didesainlah ruangan dan experience-nya
supaya anak-anak tidak merasa
terintimidasi
dan mau menjalani prosedur eh MRS scan
itu. Nah, itu salah satu contoh yang
sangat signifikan ya. Punya dampak hanya
dengan merubah ee experience dari si ee
apa di rumah sakit tersebut.
Oke,
agak aku cepetin ya yang ini ya,
Teman-teman.
ato probably the most influential
product development firm in the world.
IDO has designed everything from high
tech medical equipment to the 25f
mechanical whale in the movie free willy
and the first computer mouse for Apple.
Smith ski goggles, Nike sunglasses, any
eclectic, but that's typical here. Whney
Mortimer, Harvard MBA. Peter Koflin,
linguist. Tom Kelly, Dave's brother,
marketing expert. Jane Fultony,
psychologist. Alex Kazaks, 26, a biology
major who's turned down medical school
three times because he's having too much
fun at ITO. [tertawa] Safety emerges
early as an important issue. 22,000
child injuries a year, which is and so
they're hospitalized injuries. I mean
there are many others
and theft it turns out a lot of carts
are stolen as the team works it becomes
clear there are no titles here no
permanent assignments the other side
says gives us a lot of help says be
safe.
I'll give you a big red ball on a on a
on a on a post and that says you're a
big guy. If you got a ball, you're a
senior vice president. You know what do
I get of the desk? Red ball. It's all
same. [tertawa]
In a very innovative culture, you can't
have a kind of hierarchy of here's the
boss and the next person down, the next
person down, the next person down.
Because it's impossible that the boss is
the one who's
they call it a day. So, um cool. Well,
uh that's great. Thanks a lot. We have
you know
the ideas pour out and are posted on the
walls.
Oh, the blind the privacy blind like
when you're buying six cases of condoms
you no one sees if it doesn't nest we
don't have a solution.
Organized cha
is it's focused chaos.
Vote with your postet not with an idea
that's cool but with an idea that's cool
and buildable. Um if it's if it's too
far out there and can't be built in a
day then I don't think we should vote on
it. Enlightened trial and error succeeds
over the planning of lone genius.
Enlightened trial and error succeeds
over the planning of the lone genius. If
anything sums up ide's approach, that is
it. Worried that the team is drifting,
what can only be called a group of
self-appointed adults under Dave Kelly
holds an informal side session. four or
five teams. Four or five teams and we
and we give each team a need area. It
becomes very autocratic for a very short
period of time in defining what things
people are going to work on.
If you don't work under time
constraints, you could never get
anything done because it's a messy
process and go on forever.
Back at the shop, it is 600 and the four
mockups are ready for showing. Baskets
also can be, if you think you will have
more volume, baskets can be put in. A
modular shopping cart pile hand baskets
onto, a high tech cart that gets you
through the traffic jam a checkout that
you could mount a scanner on the
shopping cart so that you as the
customer, as you pull it off the shelf
would scan each item. One that's built
around child safety and another that let
shoppers talk to the supermarket staff
remotely. Uh yeah, where can I find the
yogurt? Yogurt over the
But the adults again decide more work
needs to be done before the mockups can
be combined into one last prototype.
Why don't we have all the carts come up
here for a second? I think you take a
piece of each one of [bersorak]
it is. [tepuk tangan]
So, we took the best elements out of
each prototype.
The cart, which is designed to cost
about the same as today's cart, is
different in every other way.
What do you think?
Well, I I'm very proud of the team. I
think it's it's great. This Does this
work for you?
Works for me great. It's also beautiful.
The cart's wheels turn 90 degrees so it
can move sideways. No more lifting up
the rear in a tight spot. And you shop
in a totally different way. The bags are
hung on hooks on the cart's frame.
Remember there is no basket here.
At first I was a little shocked but I
think it's you have some fantastic ideas
here. It needs a little refining, but I
think that it's great. I mean, we would
we would want them.
She also gave us some really good
comments about how we can make this
thing better. A lot of ours. Also an
open-mind a boss who demands fresh ideas
be quirky and clash with his a belief
that chaos can be constructive and
teamwork
of teamwork.
Ya, jadi ini tadi bikin apa? eh shopping
card ya ee berdasarkan ee kebutuhan
supermarket tadi. Jadi ee IDO ini kan
perusahaan ee desain ya. Nah, mereka
mendesain troly prosesnya tadi
mendengarkan beberapa ee permasalahan
yang dihadapi oleh si ee perusahaannya.
Karena melihat trolinya tuh kalau bawa
anak ada yang kecepit ya kan atau ee
belanjaannya enggak bisa maksimal
membawanya. akhirnya ketemu desain yang
ee apa troli yang rangkanya ee dipisah
gitu ya basket-nya. Jadi bisa dilepas
dan bisa ee masuk juga muat anak untuk
dibawa. Jadi semua itu berdasarkan
proses eh apa interview empatiz kemudian
direfine eh solusinya akhirnya menjadi
sebuah prototype yang tadi bentuknya
akhirnya hasil akhirnya sesuatu yang
punya value gitu ya buat buat ee
perusahaan yang tadi supermarketnya.
K satu lagi sor ya
tras running tres
garbage on the are
simply not enough trash cans so i bought
more but for some reason people still
didn't bother
then I had a thought what if the trash
band touches trash mid air that empties
itself automatically. [musik] Wouldn't
that solve everything? To catch trash,
there's two points. First, know where
their trash will land. Second, get there
fast. The second part's easier. We add a
three big motors and wheels under the
bend so we can move quickly.
Nice move. But how does it know where
the trash is? 12 years ago, someone made
something similar. He used the connect
on the wall to detect trash. But that
only works in a fixed zone. [musik] So
instead we put the camera on the bin so
we can go anywhere it wants. Then we
train a model to identify common types
of trash. When it sees a train object
flying through the air, it sprints to
intercept. After many rounds of fine
tuning by our engineers, it finally
caught his first piece of trash.
Oh god.
With the basic function working, we
created three specialized bins. One,
come up the floor.
Place rock paper scissors with you. Make
you feel invincible.
One has a lit, so we can now
practice rookie. Let's baby stuff. Talk
trash. If you make it in, [musik] I
leave my lip.
Nice try, genius. And then came the
ultimate bit, the punishment bit
equipped with a soft launcher. If
someone [musik] liters, you can remote
control it to fire warning shot.
Swap the dart for a laser pointer that
you've got a mobile cat toy. Make them
all to the same remote and you can take
your bs for a walk. But what if they ran
out of battery? So hungry.
We made a rotating charging hub with
magnetic contact [musik] points. The
bins line up, row in. one by one and
snap into place to charge.
Seriously.
So now the throwing trash part is
solved. What about empting the trash
automatically? We [musik] built this
massive rubble arm trash bin. When a
little bit shows up it does this.
Just kidding. We actually make this aio
mega bin. And we give each small band a
back [musik] swapping mechanism. When a
small bin approaches the big one, the
big band extends a clamp, lifts the back
system, swing it over the mouth, then
tightens to heated a wires to seal and
cut off the full part of a bag which
drops into the big band. A fresh bag is
pull into place. But wait, how do the
small bands even find the big one?
Now, where's the big dude?
If you've been watching closely, might
have noticed our floor looks weird. Who
uses black flooring? And what's that
strip in the middle? Well, when everyone
leaves and the lights goes off, this is
what it looks like.
[musik]
[musik]
We embedded LED strips under the floor
and placed Then we're facing cameras on
each bend. Then we told them to follow
the light. So by programming the light
trail we can guide the [musik] bins one
by one straight through to the mag trash
bin.
[musik]
[musik]
[musik]
All right, everyone. That's it for this
video. Ever since we set up this system,
our studio felt haunted every day. Thank
you so much for watching. We are DIY
studio in China. Makes we stuff. Follow
for more.
Ya, keren ya nih HTX Studio. Keren-keren
sih IoT-nya ya. Eh, robotik sama IoT.
Nah, hal sesimpel kayak ee tong sampah
ini sebenarnya ee lucu ya tadi kayak
dibayakin tong sampahnya malah sampahnya
makin ke mana-mana. Makanya dia bikin eh
automated yang bisa ee apa ada
interaksinya dan dia pikirin sampai end
to end gimana ee ngolah ee sampai
akhirnya ya masuk ke tong sampah yang
lebih besar. So, dalam prosesnya tadi
dia juga melakukan ini dulu ya ee
interview sama temannya ya kan melihat
behaviornya di observe sampai dia bikin
prototype yang sampai akhirnya bisa
punya eh impact yang lebih eh real ya.
Jadi dari prosesnya tuh dia seperti tadi
enggak nabrak-nabrak itu ya di area
kantornya dia bikin guide LED dan ini
adalah hal yang teman-teman bisa lakuin
juga. hal sederhana problem yang kalian
temui sehari-hari di dekat kalian dan
kalian bisa bikin solusi yang punya
impact
save.
Oke, ya. Jadi ee tadi eh apa sistem auto
aiming press ini jadi sesuatu yang
sebenarnya udah ada di di solusinya ya
ee di sebelumnya di penelitian
sebelumnya tadi dari Jepang. Tapi
ternyata kendalanya adalah mereka pakai
kamera yang hanya ee terbatas areanya.
Itu akhirnya mereka eh akhirnya si
eh HTX ini bikin kamera di masing-masing
trashbin-nya. Jadi bisa ngikutin. So apa
yang kita perlu ketahui adalah kita juga
harus tahu apa yang udah ada solusinya.
Kita kembangkan jadi sesuatu yang punya
inovasi baru gitu. kita ee lakukan
riset, kita lakukan ee interview lebih
mendalam dan akhirnya ketemu sesuatu
yang inovatif. Oke, kuis ketiga. Mengapa
tes menjadi langkah pertama yang penting
dalam desain thinking? Ayo, coba jawab.
A B atau C?
D.
[tertawa]
Oke, sip.
D ya. Betul D teman-teman.
Oke,
kita Q&A dulu atau hands on ya, Kak?
Eh, hands on dulu enggak apa-apa, Mas.
Oke, hands on dulu ya. Jadi,
Q.
Alright, cool. Nah, sekarang kita masuk
ke hands on. Jadi, Teman-teman akan
mencoba untuk mengisi empat lab. Dan ini
saya kasih SP dulu, ya. Jadi,
Teman-teman untuk kan untuk Teman-teman
bisa memahami
konteks secara cepat ee kebutuhan
customer, kalian tuh bisa pakai AI
sebagai mock up ya. Tapi kalian tetap
harus interview real person ya. Ini
hanya untuk kalian me me apa tuh?
Membuat ee
pattern secara cepat gitu ya. Jadi
dengan AI kalian bisa mempersonalisasi
pelanggan calon pelanggan kalian. Kalian
minta dibantu defining the persona,
nanti dia akan bikin dan kalian bisa
tanyakan. Nah, sekarang udah canggih ya.
Kalian bisa ee
bikin sampling satu sampling misalnya ee
karakter apa yang orang yang kalian
bantu itu seperti apa. Kalian bisa pakai
voice di Gemini atau di chat CBT, Cloud
ataupun persplexity. Kalian bisa pakai
voice mode. Nah, tapi kalian bisa tulis
dulu tuh kayak personalnya seperti apa
perannya. Nanti kalian bisa ee ini ya
bisa
apa ee tanya bertanya gitu.
Nah, apa yang kalian bisa tanyakan
misalnya pembuka misalnya coba tadi ya
ceritakan keseharian kalian terus mau
tunjukkan dong ceritakan aktivitas kamu
titik masalahnya seperti apa,
tantangannya solusinya seperti apa,
perbaikannya ee apa yang kalian harapkan
sama ada lagi ada hal lain yang ingin
kamu bagikan atau enggak. Jadi berusaha
untuk kalian mentreat ini seperti seor
seseorang gitu ya yang nyata.
Nah, nanti kalian akan ada dua board
yang perlu kalian isi yaitu brandstorm
card game. Jadi ini sebenarnya kalian
mencari ide permasalahan ya, bukan ide
solusi tapi lebih kayak permasalahan
atau mungkin kalian juga ee ada yang di
sekitar kalian udah ada solusinya tapi
kayaknya butuh di-improve deh. Itu boleh
juga ada opportunity di sana. Yang kedua
adalah bikin protopersonal. Dari
permasalahan atau ide yang kalian mau
kembangkan. Ee orang yang kalian mau
bantu tuh siapa ya? Jadi bisa dari
demografinya, pekerjaannya,
ya terus perilaku, motivasi, dan
harapan, tantangan, dan nanti kalian
sintesiskan. Sintesisnya itu kayak
dirangkum ya jadi satu. Oke. Nah, itu
sudah dibagi sama Kak Cinntia di ee ini
di chat. Kalian bisa buka. Aku izin dulu
sebentar untuk share juga ee board-nya.
Oke, jadi nanti board-nya seperti ini,
Teman-teman. Jadi yang di tahap pertama
kalian perlu untuk mainkan kartunya, ya.
Jadi nanti ee kalian udah ada pikirin ee
apa permasalahan atau ideal di sekitar
kalian, nanti kalian bisa buka aja di
flip. Oke.
Nah, kalau aku punya R juta,
permasalahan ini bisa disolving dengan
cara apa ya? Atau permasalahan ini itu
ee urgencinya apa dan bisa disolving
enggak dengan R juta atau bahkan mungkin
lebih gitu ya? Nah, kalian tulislah di
situ. Di sini sudah ada contohnya ya.
Misalnya diilasi bank sampah nih ya kan
ditukar dengan kebutuhan pokok misalnya
ya. Melodi darato subscription box
berisi e produk lokal random pelangkan
tidak tahu yang akan datangnya kayak
blindbox lah ya sekarang ya. Ee terus ya
ini ide liar ya misalnya AI chatbot
device berasal daerah untuk pengurusan
dokumen kependudukan misalnya ya ini
membantu ee ini kebutuhan ee apa tuh
capil atau apal ya. Kemudian ee IoT
sensor banjir real time digorong-gorong.
Jadi kalian coba ditaruh di satu ee desa
atau
daerah supaya warganya terbantu connect
ke Telegram kalau ada permasalahan
banjir tadi ya bisa diwarning lebih
awal. Nah, ini kartunya untuk alat bantu
aja. Jadi di sini ada kayak beberapa
prom ya ee apa yang membuat solusi
menyenangkan bagi pengguna dan
lain-lain. Nah, kalian bisa refining di
sticky notes-nya ya. kalian tulis saja.
Kalau ee kalian harus bikin tiga ya,
jadi yang ee apa nih? Ee ide yang kamu
pengin jelajahi. Satu ide liar at least
sama satu ide inovatif yang belum pernah
kamu coba. Oke, kalau sudah terus kalian
coba empetize ya dari permasalahan atau
solusi itu ee kira-kira
target atau target customer atau user
kalian tuh yang seperti apa sih gitu ya.
Jadi nanti kalian bisa bikin ee ininya
apa ee persona, protopona ya aku bilang
karena nanti ada tahap lain yang kalian
harus bikin persona. Pertopona ini untuk
menggambarkan seberapa ee
ini sih ee behavior-nya ya.
Jadi misalnya ini saya sendiri gambarnya
terserah ya kalian mau gambar sendiri.
Ini pakai ini pakai apa? Pakai pen tools
di sini. Jadi bisa jadi Kus ingin tahu
dia freelance, paham teknologi, ingin
recognition ya, dia mahasiswa
ee ya universitas semangat dan
lain-lain. Nah, ini yang paling penting
di sininya nih ya kepribadian dan ee
demografinya ya. Sering mengikuti kursus
ya dan lain-lain. Kemudian dia ee
motivasinya ee dapat akses pembelajaran
ya kan. Terus e pen pennya ya
tantangannya itu sulit menemukan proyek
pekerjaan atau mungkin ee menonjol di
pekerjaan dia. Nah, kemudian kalian
sintesiskan sintesis kan digabung ya.
Jadi dari beberapa ini kalian rangkum oh
Kusuma itu mahasiswa yang paham
teknologi kompetitif ee
apa pembelajaran, mentorship kolaboratif
dan ingin memamerkan ee karyanya. Nah,
jadi tujuan dia adalah supaya bisa dapat
recognition gitu ya. Nah, kalian bikin
protopersonanya. Oke, mungkin boleh
diduplicate dulu. Jadi cara
duplicate-nya ya buat yang tadi sudah
disare link-nya kalian kalau udah bisa
masuk klik tiga ini ya, tiga titik ini
terus select board. Nah, terus duplicate
teman-teman. Nanti kalian bisa isi
sendiri. Jadi kalian enggak ngisi
barengan di satu board ya. Jadi kalian
duplicate aja nanti tampilannya sama.
Kurang lebih seperti ini. Ini saya sudah
siapkan juga. Jadi nanti dari ee guru
atau dosen nanti Bapak Ibu juga bisa
sama dari linknya kalian bisa Bapak Ibu
bisa copy langsung duplicate di sini.
Baik. Oke, ee boleh diisi dulu ee yang
bagian brandstop card game. Ee saya
kasih mungkin sambil duplicate ya 5
menit. Saya kasih waktu untuk Bapak Ibu
mengisi ini 15 menit ya. Yang yang satu
dulu yang discover dulu ya
teman-teman. Sudah bisa akses? Kalau
sudah bisa akses tolong kasih thumbs
up-nya teman-teman.
Kerjaannya sekarang ya
kan sampai jam .00 nih ya. Kerjain
sekarang. Oke kalau sudah bisa akses.
Oke sekarang duplicate ya. Duplicate
langsung diisi di situ.
Oke ya.
Ya, habis duplicate kalian langsung isi
yang
pertama ya. Jadi ee langsung isi yang
enggak bisa diduplicate. Yang mana boleh
diinfo enggak?
Setahu saya sudah semua ya.
Ini sudah masuk.
Oh. Oh oh. Oh iya benar kok ini sudah
bisa
yang belum masuk siapa?
Oke sudah
student ya.
Ee mungkin dari class manager boleh
dibantu share ulang board-nya.
Ya, sebenarnya udah semua sih,
Teman-teman. Teman-teman tinggal klik
yang tiga ini, terus board-nya
duplicate, ya.
Mungkin kalian kalau ini ee
dan sebenarnya enggak harus login, ya.
ya di langsung dikerjakan ya teman-teman
kalau udah ee ini yang
kerjain yang satu dulu saya kasih waktu
15 menit jadi sampai 1130 ya.
Oke, saya mulai timernya dulu.
Teman-teman bisa mulai kerjakan yang
pertama.
ya langsung kerjakan yang di duplicate
kalian ya. Jadi bukan ngerjainnya yang
di situ, bukan di yang [musik] link yang
di-share. Jadi duplicate kalian kerjakan
di board kalian sendiri.
Oke, coba saya [musik] rubah edit ya.
Masih pada enggak bisa ya?
Oke,
coba sekarang kalian
duplicate bisakah
yuk coba lagi. He.
Oh, kalau dari HP enggak bisa ya,
Teman-teman ya? Kalau bisa dari desktop
ya. Karena kalau dari browser HP dia
enggak [musik] enggak muncul di pojok
kanannya.
Oh enggak. Yang brandstom card pilih aja
random. Boleh satu, boleh dua, bebas
ya. Dari HP enggak bisa ya, Teman-teman
ya. Teman-teman kalau bisa dari desktop
ya, brandstop card-nya itu ee untuk alat
bantu kalian, ya. Jadi, kalian perlu
untuk me-define sendiri itu hanya alat
bantu. Jadi, kalau [musik] memang enggak
relevan, ya enggak apa-apa gitu ya.
Langsung diisi ya. Kalau udah duplicate
langsung isi ee ininya yang poin [musik]
satu dulu.
Jadi kalian me
define eh ide kalian. Kalian coba lstorm
sendiri atau kalian juga bisa nanya EA
ya dari permasalahan di sekitar kalian.
Apa sih yang kalian bisa [musik] develop
lebih lanjut?
Oke,
yang yang belum bisa enggak apa-apa
nanti ee bisa dilatih
ee apa setelah ini ya kayaknya karena
banyak yang akses bersamaan ya.
Iya, benar. Ee ee buat teman-teman ee
ini untuk yang siswa silakan bisa
[musik] klik link Mironya yang siswa itu
siswa satu dan siswa du isinya sama
bentukannya miro seperti ini cuman ee
[musik] dibedakan linknya karena ee
takutnya banyak ee terlalu banyak yang
keakses. Begitu pula dengan yang
mahasiswa ya dan mungkin buat
teman-teman yang belum bisa
ng-eduplikate atau ada ng-like-ngelag
dan lain sebagainya enggak apa-apa
teman-teman e nanti dicoba aja lagi
setelah kelas ini gitu kali ya. Karena
ini sebenarnya enggak untuk dikumpulkan,
Teman-teman. Ini kita belajar aja
[musik] biar Teman-teman tahu nih ee
cara penggunaan hero seperti apa yang
[musik] bisa berguna gitu ya buat nanti
ke depannya ee ketika teman-teman bikin
sebuah ide seperti itu. Mungkin nanti ee
dari kita akan ada dua orang aja ya Mas
dari siswa dan mahasiswa kali ya Mas
untuk dicek gitu ya siapa yang sudah
ngerjain
kira-kira gimana Mas
ya? Boleh.
Iya. Heeh. Oke, jadi nanti akan ada satu
ee kelompok terpilih dari tim mahasiswa
dan juga satu ee kelompok ee tim
terpilih dari ee
yang mahasiswa ya. Jadi boleh nih nanti
diinfoin aja kira-kira yang Kak kelompok
aku udah ee ngisi nih. K kelompok aku
sudah ngisi. Nah, itu boleh silakan di
[musik] ee invite aja ke kita biar kita
cek sama-sama gitu ya. Nanti bakal
di-review gitu kali ya sama Mas Kusuma.
Heeh. Dan nanti ee teman-teman yang lain
yang belum bisa ee mengakses [musik]
dicatat dulu aja ee poin-poinnya gitu ya
yang nantinya akan dijelaskan oleh Mas
Kusuma seperti itu teman-teman. Jadi
tenang aja jangan panik gitu.
Iya
seperti itu.
Enggak apa-apa ini untuk latihan aja ya
teman-teman ya. Ee ya ini mungkin karena
e apa aksesnya banyak banget ya
teman-teman antusiasmenya. Terima kasih.
Eh, tapi mungkin e mohon maaf juga ada
beberapa yang eh terkendala karena kalau
dari HP memang dia tidak muncul
duplicate-nya e karena cuma bisa view.
Jadi kalau teman-teman yang lagi di
desktop bisa langsung diduplicate aja.
Ee nanti langsung dikerjakan yang sesi
eh apa yang discover dulu ya, yang
section pertama nanti baru lanjut kedua.
Oke, thank you Ega.
Yang lain
ya ditunggu ya mungkin karena dari ada
banyak faktor ya teman-teman ya dari ee
board-nya karena [musik] aksesnya banyak
kemudian dari internya juga bisa. Jadi
mohon bersabar kalau belum keluar ya.
Ya, yang kalian perlu kerjain sebenarnya
kalian menggenerate permasalahan yang
ada di sekitar kalian itu apa yang
kalian bisa lakuin ya mungkin kalian
masalah ee
sampah misalnya atau karena dekat saya
banyak ini ya ee isu sampah ya ee atau
mungkin ee masalah banjir, masalah
apa permasalahan transportasi di sekitar
kalian atau ee mungkin kalian ada
ngelihat
apa ya permasalahan
hewan liar misalnya anjingku kucing ya
atau
apa misalnya banyak hal yang bisa kalian
explore ya atau masalah
apa ee yang lebih besar juga boleh
misalnya masalah ee lingkungan ya kan
kebersihan lingkungan atau mungkin
masalah penghijauan nain
ya mohon maaf ya soalnya ini banyak
banget yang ngakses ditunggu dulu enggak
apa-apa apa
ya? Kalau udah bisa duplicate bisa
langsung dikerjakan yang discover dulu
yang hijau itu ya.
Untuk yang awal yang hijau dulu ya,
nanti baru yang kuning yang ee apa
yang protopersona
ya. Sabar ya teman-teman ya soalnya
banyak
ini udah pakai yang paling
ini soalnya sebenarnya kalian enggak
perlu login sih harusnya bisa langsung
eh duplicate board-nya
ya. butuh waktu ya teman-teman ya karena
banyak banget yang ngakses.
Mohon bersabar teman-teman.
Oke sebentar ya nanti yang guru dosen
yang berantakan ya.
Oke. Oke. Sebentar ya.
Saya buatkan satu lagi.
Oke. Ee saya jelaskan lagi ya sebentar
ya.
Jadi yang perlu teman-teman lakuin
adalah
jadi waktu
kalian coba pikirkan temukan
permasalahan atau opportunity di sekitar
kalian. Nah, terus kalian bisa, "Oke,
aku punya masalah sampah nih misalnya
ya." Terus kalian bisa coba nih,
bisa enggak hewan membantu masalah
sampah misalnya?
Kalau enggak bisa, oke kayaknya enggak
bisa deh cari yang lain gitu ya.
Bagaimana jika pendekatan kamu harus
berharga R1 juta atau kurang per
pengguna? Nah, misalkan kalau harus 1
juta pengguna, oke ee untuk pengolahan
sampah ini kayaknya aku butuh ee
Rp20.000 aja lah per orang gitu ya. Nah,
aku mau bikin solusi tadi misalnya
ee
indikator kalau sampahnya sudah harus
diambil nih di tong sampah ee depan
rumah saya dan dikirim ke ee [mendengus]
pengepul sampahnya. Nah, aku mau bikin
sistem ee ini ya sistem IoT allet
untuk pengambilan
sampah
bila penuh misalnya gitu ya.
Nah, ada ada ide lain enggak yang kalian
bisa temuin misalnya. Nah, kalian bisa
nanya juga ke AI ya. Gunakan AI-nya
untuk e brainstorming juga.
ee ada enggak ide lain yang ee berkaitan
atau mungkin hal lain ya? Bisa juga nih
misalnya apalagi ya apa kamu
menyenangkan bagi pengguna. Gimana kalau
ee pengalaman sampah ini bisa jadi lebih
menyenangkan gitu ya? Kayak misalnya di
Jerman. Oh. Atau di Bali tuh ada tuh ya
dulu enggak tahu sekarang masih ada
enggak ya. ee penukaran
botol
plastik
untuk
voucher
FnB
dengan [lonceng] mesin
apa tuh namanya?
ee fending ya fending mesin
foto
nah misalnya kayak gitu. Jadi kalian
bisa oh ini termasuk ide yang apa ya
idenya kayaknya inovatif deh aku pilih
di sini
misalnya kayak gitu
ya. Jadi kalian bisa brainstorming dulu,
tulisin di situ ee mungkin ide liarnya
apa ya. Oh, aku ada ide nih. Entar entar
aku coba cari buka kartunya.
Nah, mungkin sama influencer gitu ya. ee
bikin
eh apa ee
pengolahan
sampah
menjadi
namanya
Ya, ini misalnya pengelolaan sampah
plastik menjadi bahan termal untuk
membuat perdistriaan misalnya gitu.
Oke.
Nah, itu contohnya ya, Teman-teman.
Jadi, kalian bisa brainstorm
sebanyak-banyaknya. Tulis aja dulu.
Enggak perlu ini idenya masuk akal atau
enggak, bener atau salah. Jadi itu bukan
bukan acuannya. Jadi tujuannya adalah
kalian menggenerate idea dari
permasalahan di sekitar kalian
sebanyak-banyaknya
ya. Baik itu masalah e lingkungan,
masalah tadi mungkin sosial atau masalah
lingkungan
ee eh sor alam, permasalahan ee personal
kalian itu juga boleh.
Ya,
ya. Mohon maaf ya, jangan berebut ya,
Teman-teman ya. [tertawa]
Nanti bisa diduplicate lagi. Itu ada
masternya. Nanti aku share ke ini ya ee
tim nanti ee teman-teman bisa
bisa kerjakan ee apa
kerjakan lagi setelah sesi ini.
Oke, sudah kebayang ya teman-teman ya.
Jadi
ee kalian bisa
fokus ke area yang ada di sekitar kalian
dan kalian coba pikirin dulu kira-kira
solusinya bentuknya apa. Nah, sekarang
ke tahap berikutnya. Kalau udah kalian
coba empatize nih, definisikan
protopersona kalian. Jadi, protopersona
ini tujuannya untuk kalian melihat
secara utuh siapa yang kalian mau bantu
gu ya dari permasalahan itu. Karena tadi
aku ngomongin sampah mungkin ya keluarga
gitu ya, kepala keluarga misalnya di
rumah masing-masing gitu ya. Ee atau
Bapak Ibu gitu ya yang ee di rumah
kalian,
di lingkungan kalian. Nah, itu bisa
juga. Jadi tujuannya untuk nanti kalian
bisa
target untuk interview gitu. Nah,
misalnya ini ee aku sendiri ya. Ini
nanti kalian bisa isi kayak
demografinya. Oh, ini di let's say di
Bali misalnya kepribadiannya ee apa eh
open sayang lingkungan misalnya
pekerjaannya mahasiswa.
Freelance lah ya. coba freelance
ya. Nanti kalian bisa isi ee personanya
ya. Mungkin kepala rumah tangga.
Jadi ee apa
bisa apa ee
kalian definisikan. Oh, ini gambarannya
orangnya kayak siapa sih gitu ya?
Peduli lingkungan.
Oke. Nah, nanti tinggal kalian isi nih
perilakunya gimana sehari-hari ee
sehari-hari
membuang sampah
di
depan rumah misalnya.
Motivasinya apa?
menjaga
lingkungan tetap besi.
Terus hambatannya apa? Sampahnya sering
menumpuk. Sampah sering menumpuk.
Ee tidak bisa
diolah.
Nah, misalnya akhirnya [mendengus] apa
dibakar ya, jadi kayak gitu-gitu. Nah,
kalian nanti sintesiskan jadi satu
profil yang ee menurut kalian ee
menggabungkan keseluruhan itu ya.
Oke. Dan kalian ee apa ee sesuaikan ya
dengan karakteristik yang kalian orang
yang kalian mau bantu tadi. Oke.
[mendengus] Oke. Nah, saya kasih waktu
teman-teman another 15 minutes ya. Coba
15 menit kalian eh isi yang di bagian
protopersona. Kalau tadi kalian sudah
duplicate harusnya sudah jadi satu ya.
Tuh silakan ee coba diisi dulu 15 menit
dari sekarang.
[musik]
Ya, betul Aira. Yang akan jadi target
user kalian seperti apa? Kalian bisa
gambarkan dulu.
Apakah dia anak-anak misalnya, anak
sekolah misalnya atau ibu rumah tangga
atau
bapak misalnya ya, kepala rumah tangga
misalnya.
Oh ya ee boleh dibantu Kak
apa tadi? Eh dari
tim di Biming. Boleh dibantu tadi
share-nya ya yang masternya ya.
Ya, itu ada ada yang dishare ke Olive
boleh diduplicate ya, Teman-teman ya.
Itu kenapa ya di K udah saya lock tuh
diduplicate ya, jangan di-copy
teman-teman.
Ngerjainnya jangan di sini ya,
Teman-teman ya. Did duplicate ya.
Jadi ngerjain di sini.
Ya, better sendiri ya. Sebenarnya di
duplicate tuh kalian bisa kerjain
sendiri kan kalian dapat word sendiri
ya.
Coba ini duplicate lagi, Teman-teman.
Masih ada backup satu lagi
ya. Ini kalau duplicate di sini ya, di
atas. Terus board duplicate ya. Jangan
di-copy e ininya board ininya tapi
diduplicate. Jadi kalau diduplicate
nanti kalian buka baru sendiri.
Dan itu sebenarnya kalian enggak perlu
login karena di akan di tab browser
kalian akan keluar sendiri
ya. Kalau dari HP mohon maaf enggak bisa
ya teman-teman ya. Enggak semua e
browser di HP support
ya. Itu masih loading mungkin ya
teman-teman ya.
Kalau selesai bisa selesai nanti infoin
aja karena nanti mungkin saya akan pilih
untuk yang present
lebihnya ee
apa boleh di ini ya teman-teman ya.
Boleh dikerjakan untuk pembelajaran
kalian sendiri ya.
Ya enggak apa-apa kalau belum.
Kannya ini habis ini ya.
Oke, ya. Mohon maaf ya, Teman-teman.
Nanti ee kita
ini ya, kita [musik] bikinkan board
masing-masing. H
Oke,
kita 12 eh 1145
Kita close dulu ya. Ini udah ada yang
selesai nih. Mantap.
[musik]
Eh, 1 menit lagi ya.
Oke,
sudah selesai. Ee
tadi mungkin ee dari
kita sekarang present ya dari Muhammad
Fatih Wahyu. Boleh dong tadi yang udah
chat ke saya mungkin boleh bantu present
Kak Olive boleh dieminder enggak ya
masih di tempatkah?
Oke. Atas nama siapa tadi Mas? Muhammad
Fatih Wahyu.
Muhammad
Fatih
boleh mungkin Muhammad Fatih Wahyu atau
teman sekelompoknya.
Oke.
Spotlight. Eh gimana Kakti?
bisa share screen tadi yang sudah
dikerjain.
Halo, Kak. Ah,
iya.
Gimana? Bisa di-share screen
ya? Silakan. Oke.
Sudah kelihatan belum, Kak?
Yes.
Sudah.
Oke, mungkin ee berikut adalah hasil
pengerjaan kami dan ini yang pasti juga
kita pengerjaan membantu dengan bantuan
EAI ya, Kak. Jadi untuk brainstore card
game kita ambil permasalahan yaitu
terkait petani argo forestry yang di
mana mereka tuh terjebak dalam rantai
pasok distribusi yang itu tuh terlalu
panjang dan mereka tuh sangat bergantung
pada perantara atau tengkulak ee untuk
menjual hasil hutan mereka. Nah,
akibatnya mereka tuh terpaksa menjual
hasil panen dengan harga yang jauh di
bawah standar pasar yang wajar sehingga
menghambat peningkatan kesejahteraan
ekonomi mereka di pedesaan. Lalu untuk
eh brand card kita mungkin beberapa ada
yang kita tutup lagi, ada yang kita buka
dan ee dari hasil eh brandstop party itu
kita kepikiran buat ide-idenya ini itu
ee yang pertama aplikasi sederhana yaitu
penghubung untuk petani hutan dan juga
pembeli akhir. Jadi semacam kayak kita
bikinkan aplikasi untuk petaninya biar
bisa terhubung dengan orang ee luar
negeri misalkan biar mereka lebih ee
daya jualnya tuh lebih mahal gituah
istilahnya. Lalu yang kedua ini platform
edukasi yang di mana kita ee apa ya
untuk karena mereka terpatok dengan
distribusi yang terpanjang. kita coba ee
edukasikan para petani ini bahwa
sebenarnya secara perekonomian itu
mereka tuh bisa sejahtera. Nah, mungkin
kita bikinkan peraturan edukasi. Lalu
yang terakhir itu kita coba bantu bikin
sistem monitoring kualitas panen yang
mungkin ee ternyata hasil ekonomi mereka
itu harganya jauh di bawah harga pasar
memang karena kualitas panen mereka
tidak sebaik itu. Lalu untuk ide yang
liar kita yang ee kemungkinan
berhasilnya mungkin dengan pandangan
kita sebagai mahasiswa itu adalah yang
pertama drone penyebar bibit otomatis
dengan pemetaan topography instan yang
di mana ini perlunya ee gabungan antara
teknologi dan juga banyak-banyak pihak
untuk melakukan hal ini. Lalu yang yang
kedua itu sensor IoT murah di pohon yang
mendeteksi kematangan buah lalu secara
otomatis memanggil kurir logistik desa.
ini tuh ee karena secara alam ya kita
belum tahu pasti bagaimana alam itu
bekerja. Jadi itu mungkin ide liar dari
kami. Lalu ide inovasi yang mungkin bisa
kita coba itu ee kepikirannya intervensi
rantai pasok digitalnya yang di mana
kita nih karena tengkulak-tengkulak
nakal yang tadi mematok harga di bawah
harga pasar. Kita coba bantu para petani
biar bisa tahu nih harga pasar mereka
sebenarnya itu berapa dan
mendistributkan mendistribusikan hasil
panennya dengan harga adil melalui
koperasi digital. Mungkin itu untuk
brainstor CM kita. Mungkin selanjutnya
ini protop personanya ya, Kak. Prot
personanya ini kita
singkat aja mungkin ya. Oke. Ee mungkin
nama Gilby. Lalu ee dia tuh yajelas
seorang petani. Lalu perilaku dan
tindakan dia, dia itu menjual seluruh
hasil pandan secara mentah dan dia hanya
menggunakan smartphone untuk
WhatsApp-watsapp-an, nonton Facebook dan
YouTube. Dan dia hanya menerima uang ee
pinjaman uang dari tengkulak tadi. Lalu
untuk motivasi dan harapannya adalah
untuk mendapatkan keuangan yang lebih
transparan dan adil dan adanya sistem
penjemputan hasil panen yang lebih baik.
dan dia ingin anaknya bisa disekolahkan
begitu. Lalu tantangan dan hambatannya
adalah dia tidak sama sekali tahu berapa
harga standar hasil panennya dia dan
akses sinyal yang lumayan susah dan dia
sangat sulit untuk mengoperasikan hasil
aplikasi digital yang bahasanya terlalu
teknis atau ee bahasanya ee terlalu
bahasa Inggris lah istilahnya. Nah,
sintesis kita eh Gilbi ini membutuhkan
akses langsung ke pembeli akhir melalui
koperasi digital agar ia bisa
mendapatkan harga panen yang adil sesuai
pasar sehingga ia tidak lagi terjebak
dalam ketergantungan modal dan
distribusi yang merugikan dari
tengkulak. Begitu, Kak.
Oke, thank you Fati. Tepuk tangan dulu
teman-teman untuk Fati ini timnya
namanya internetnya cepat buat apa ya?
[tertawa]
Mantap. Oke. Nah, kayak gitu ya,
Teman-teman ya, pengerjaannya. Jadi ee
kalian bisa membrainstorm ide solusinya
dulu secara ee apa? cepat. Jadi, kalian
harus kasih batas waktu untuk kalian
brainstorm nih supaya muncul ide-ide ee
menarik. Terus baru kalian dari
permasalahan itu atau ee gambaran
solusinya ya. Karena kan kalian juga
harus ee mentargetkan usernya siapa.
Nah, karakternya kalian terapkan di
protopersona itu ti dari GilB kan
digambarkan ya dia petani dan dia
kesulitan A B C dan caranya gimana gitu
ya. Oke, sip. Thank you. Mungkin ee
thank you Kak eh thank you Fati eh Kak
Olivia. Eh mungkin kita langsung ke Q&A
mungkin.
Oke ya. Ee
oke sebentar. Oke, ee teman-teman tadi
ya untuk yang si eh mironya gitu ya. Eh,
selanjutnya kita masuk ke sesi Q&
Teman-teman. Untuk di sesi Q&A ini aku
kasih satu ee kesempatan untuk teman eh
dua kesempatan untuk teman-teman ee di
chat Zoom ini. Satu untuk teman-teman
yang right hand tercepat siapa? silakan
yang ingin memiliki pertanyaan dan satu
orang yang bertanya untuk di chat Zoom
seperti itu. Silakan jika ada yang mau
bertanya dan satu lagi ee untuk
teman-teman yang ada di YouTube mungkin
boleh juga untuk pertanyaannya apa
silakan.
Ee dan aku bakal bacain juga yang lewat
Saido ya, mungkin ada apa namanya ee dua
pertanyaan dari Saido seperti itu. Oke,
aku ke yang di Zoom dulu kali ya.
Oke, tadi eh satu kesempatan doang nih,
Teman-teman, untuk yang Ris tadi yang
pertama kali Risen ada Kak Habak.
Sebentar aku lihat namanya
ada Kak Habio. Silakan boleh, Kak, apa
yang mau ditanyakan
bisa?
Silakan.
Iya. Iya, silakan ditanyakan.
Boleh langsung open, Pak.
Halo, Kak.
Heeh. Gimana?
Eh, perkenalkan nama saya Sultan Habaksa
dari tim Antasena. Izin menanyakan
ee untuk tahap ini apakah perbaikan
proposal harus disesuaikan dengan desain
thinking yang akan digunakan, Kakak?
Oke.
Eh, oh ini yang dari submission itu aku
cek dulu ya ke ke Olive yang submission
itu mereka proposalnya sudah ada ya K.
Oke.
Oh, sudah, Pak. Heeh. Jadi nanti ee
selama proses kalian di fase ini, kalian
boleh ee me-refind ya ee apa yang kalian
sudah buat. Kalian bisa refine nanti ee
apa dievaluasi lagi di tahap berikutnya
gitu ya. Jadi boleh memperbaiki ide
proposal kalian
gitu teman-teman.
Ada lagi sudah clear ya.
Kalau mau ganti judul juga boleh
katanya. [tertawa]
Kalau ternyata di dalam prosesnya
kalian, wah kayaknya kemarin enggak
visibel nih aku lakuin. Boleh juga
kalian bikin ide baru
ganti judulnya ya.
Oke
silakan Kak Olif. Boleh.
Oke ya. dari mana?
Terima kasih Kak Hadio. Aku lanjut
ya. Ee aku lanjut di sini ada dari di
kolom chat Mas
dari Kak
Musrina Hanifah Ramadani eh dari tim
Aksana. Saya izin bertanya, apa
kesalahan terbesar yang paling sering
dilakukan oleh tim di fase empet ini
yang kemudian bisa berdampak fatal di
tahap-tahap berikutnya? Mungkin boleh
dibantu jawab nih, Mas.
Iya. Yang paling fatal adalah kalian
jatuh cinta sama solusinya. [tertawa]
Jadi, tadi kenapa kalian perlu untuk
mevalidasi? Jadi kalian brainstor idenya
ya, ide-ide dari sekitar kalian. Oh,
kebayang problemnya ini solusinya
mungkin yang relevan yang seperti ini.
Tapi benar enggak sih itu dibutuhin?
Benar enggak sih itu menyelesaikan
masalah atau enggak? Makanya kalian
butuh orangnya. Nah, kalian bikin ee
protop personalnya kayak gambarannya tuh
orangnya yang butuh tuh seperti ini.
Nah, setelah kalian dapat, kalian perlu
mencari orang yang sesuai. Nah, kalian
interview lah mereka. Nah, di tahap
itulah kalian sebenarnya empatize,
Teman-teman. Kalian observasi, kalian
interview, benar enggak sih kamu punya
masalah sampah di rumah misalnya?
Ee sehari-hari seperti apa permasalahan
kamu hadapi? Apakah ee ada isu waktu
mungkin pengambilan atau mungkin ee apa
ee pengolahannya misalnya, misalnya
seperti itu. Jadi kebanyakan kita sudah
wah ide ide ini pasti oke nih, solusi
ini sudah pasti dibutuhin. Belum tentu,
Teman-teman. Tergantung kalian
konteksnya di mana dan seperti apa
target user kalian. Mungkin target user
kalian yang di Jakarta sama yang di
Surabaya atau sama di Denpasar, Bali
sama yang di Lombok beda, Teman-teman.
Walaupun dengan solusi yang sama, tapi
kebutuhannya bisa jadi beda. Karena
secara geografi, secara demografi
kebutuhannya bisa jadi berbeda ya.
Karena ada perbedaan infrastruktur nih
ya kan juga ada ee permasalahan di
motivasi mereka masing-masing ya kan. Oh
itu awarenessnya mungkin belum sampai
gitu. Oke itu ya.
Oke itu tadi ya untuk Kak Nisrina atas
jawabannya. Semoga ee terjawab dan ee
mungkin satu lagi nih, Teman-teman
ternyata yang raise hand karena ee di
chat YouTube belum ada yang mau bertanya
jadi mungkin boleh aku buka lagi. Oke,
udah ada Kak Muhammad Hisyam duluan ya.
Oke, ee silakan Kak ee Muhammad Hisyam
untuk pertanyaannya.
Baik, Kak. Ee terima kasih atas
kesempatannya. yang ingin saya tanyakan
ee ini berhubungan dengan ee interview
atau ee bagaimana
kita mewawancarai ee narasumber. Jadi
he
ee untuk pertanyaan yang ee bersifat
survei itu kan kadang itu ada ee pihak
yang dia itu tidak serius gitu, Kak,
untuk menjawab survei kita. Nah, itu
cara mengatasinya atau solusinya seperti
apa ya, Kak? Terima kasih.
Hm.
Solusinya cuma ada dua. Pertama, kalian
ee itu survei ya. Kalau survei berarti
ee kan kalian ngasih kuesioner tuh
dan ngisi secara kuantitatif kan.
Paling gampang sebenarnya kalian ee apa
langsung kalian ee
apa tuh namanya? ee validasi ulang
jawabannya, "Kak, ini benar nih
jawabannya kayak gini, gitu." Kalau
misalkan kalian manual ya, tapi kalau
kalian share pakai Google Form misalnya,
kan kalian enggak bisa ee ee ini ya
langsung ya. Jadi kayak oh tapi kalian
bisa minta kontaknya kayak e Kak boleh
enggak saya ee interview ulang apa ee
saya ee tanyakan perihal survei ini
karena untuk ee penelitian lebih lanjut
gitu misalnya. Nah, itu kamu bisa ee
coba untuk reach out lagi untuk
menanyakan ulang, "Kak, ini jawabannya
kayak gini kok. Ee benar enggak sih,
Kak? Ee maksudnya gimana misal gitu?
Jadi minta validasi lebih lanjut. Tapi
kalau enggak bisa, biasanya kan kalau
kadang mereka enggak mau share tuh
informasi pribadi ya ee kayak nomor
telepon ataupun email. Nah, bisa kalian
eliminate, kalian ganti cari sampel baru
atau target user yang baru, gitu. Jadi,
datanya ya enggak bisa dipakai
sebenarnya. Kalian bisa cari yang baru
untuk mengganti. Dan usahakan kalian at
least kalau kuantitatif tuh ee minimal
30 ya, minimal. Kalau interview mungkin
bisa 5 atau 10 lah ee lebih ideal gitu
untuk kalian interview. Jadi ee kelemah
masing-masing tuh punya kelemahan kalau
kalian ee survei datanya bisa banyak
gitu dapatnya. Cuma in terms of quality
biasanya agak kurang karena mungkin
banyak yang tadi jawabnya salah-salahan
ya kan atau kurang ee apa akurat. Nah
itu terpaksa ya kita buang datanya kita
eliminasi. Namanya kita kita apa data
cleaning. Kalau kalau teman-teman sering
dengar ya data cleaning kita buang data
yang enggak relevan. Nah, tapi kalau
interview lebih akurat, cuma effortnya
lebih ya karena kalian harus jadwalin ya
kan kalian Zoom meeting misalnya atau
kalian harus datang ke rumah mereka
harus teleponan ya kan kalian harus
ngeluangin waktu, kalian harus ee effort
juga buat nanya. Biasanya agak lama tuh
sejam 2 jam baru kalian kelar. Itu aja
sih perbedaannya. Tapi hasilnya lebih ee
baik karena in terms of quality kalian
bisa nanya langsung kayak di probing
tadi contohnya ya. Permasalahnya kenapa
ini, Kak? Kenapa enggak gitu? Jadi bisa
di Y F 5Y-nya tadi bisa dipakai gitu.
Oke.
Oke. Clear enough, Mas Izam.
Baik. Baik, Pak. Sudah clear. Terima
kasih ya, Pak.
Ya, thank you.
Oke, mungkin aku lanjut lagi nih, Mas.
Untuk ternyata yang di YouTube ada yang
bertanya ee ini aku bacain aja
pertanyaannya dari tim Senada. Apakah di
fase empatize sebaiknya sudah punya ide
di kepala atau sebaiknya wawancara dulu
nih dengan ee apa namanya? Ide yang
masih blank seperti itu. Silakan, Mas.
Boleh dibantu jawab.
Berarti ide apa Masnya?
Boleh diulang Kak.
Ee jadi ee di fase empet itu dia
bertanya apakah harus sudah punya ide
dulu nih atau ee ya udah ee masih blank
dulu aja kita lakuin wawancara kayak
gitu.
Hm. Ee sebenarnya idenya lebih ke ide ee
permasalahannya ya. Jadi kalau kan
kalian mau interview tapi enggak tahu
mau nanya apa juga ee bingung kan. Jadi
kalian harus tahu konteksnya dulu. Jadi
konteksnya kalian makanya tadi define
dulu eh apa scop-nya. Ee scopnya tuh ee
kalian mau bantu permasalahan apa,
solving permasalahan apa, itu membantu
kalian untuk mendeskripsikan ee target
yang kalian mau interview, gitu. Jadi,
idenya adain dulu ya kayak ee kalian mau
ee apa ee mau tadi ya kayak HTx,
permasalahan tong sampah ya di kantor.
Sesimpel itu kan dia cuma masalahnya di
ee di kantor tuh sampahnya numpuk ya kan
enggak ada yang mau buang ke ke ini ke
apa ke tampungan sampah utamanya. Nah,
itu jadi masalah. Makanya dia bikin IoT
untuk menampung sampah dan self cleaning
ya istilahnya kayak gitu.
Nah, targetnya tapi kalian kan baru tahu
kalau kalian bisa menyusun pertanyaan
kalau kalian sudah tahu permasalahannya
apa. At least ada permasalahan yang
kalian mau solving dulu. Mungkin
solusinya belum belum belum mengkerucut
tapi sudah tahu permasalahannya.
Misalnya permasalahan sampah gitu. Nah,
kalian bisa tanyakan ke orang-orang di
sekitar kalian kalian ngerasain hal
terkait sampah enggak? Ya kan? atau
kalian masalah transportasi kalian
ngerasain enggak ada transportasi
alternatif transportasi yang lebih
relevan enggak dengan yang sekarang gitu
ya.
Oke, terima kasih Mas Kusuma atas
jawabannya. Mungkin terakhir nih
teman-teman pertanyaan ada dari eh
Sriido ya. Ini aku langsung bacain lagi
aja. Ada pertanyaan dari yang sudah 44
orang ngthumbs up yang nantinya mau juga
mempertanyakan ini yaitu gimana mastiin
rancangan AI yang kita buat itu tuh
beneran human center Mas? Boleh nih
dijawab
ya. Jadi untuk memastikan human center
ya itu sebanyak-banyaknya kalian ee
mendapatkan ee informasi dari orang yang
tepat yang kalian mau bantu ya. Kalau
memang solusinya untuk membantu ee
permasalahan ee keluarga, ya kalian
harus menginterview anggota keluarga ya
di sekitar kalian ya. Ee yang sesuai ya
maksudnya sesuai demografi, sesuai
pekerjaannya juga gitu. Terus ee
misalnya kalian mauembantu sesama
mahasiswa, mahasiswanya pun perlu
dikerucutin. Mahasiswa yang seperti apa?
Apakah harus fakultas yang sama, harus
di semester yang sama misalnya, umurnya
berapa, behavior-nya seperti apa, ya
kan? Sesimpel kalian mau, oke aku punya
produk kopi nih, kopinya yang kekinian
gitu ya, copy culture gitu ya. Ee
targetku yang seperti apa? Karena nanti
ngaruhin nih pricing ya kan. Oke, ini
kopinya premium dan lain-lain. Harganya
yang tepat tuh berapa ya? R30.000 kah,
R0.000 kah? Akan ada yang beli enggak ya
anak-anak muda gitu di di yang jadi
target kalian? Kalian harus interview,
eh aku kalau mau jual segini 30.000 oke
enggak? Wah ini kemahalan nih. Boleh
enggak agak murah gitu ya. Kalau jual di
dekat kampus mungkin agak sulit ya. Tapi
kalau kalian di daerah-daerah yang ee
mungkin ee apa kayak di Jakarta Selatan
misalnya ya di Mok misalnya 30 40 okelah
gitu. Mungkin kalau yang kalian dekat
kampus mungkin bisa lebih murah 20 25
gitu.
Oke, itu ya contohnya seperti itu. Jadi
ee apa bisa kalian lebih banyak ee
ketemu ee user yang jadi target kalian
supaya kalian bisa validasi oh ini benar
atau enggak ee solusi valid atau enggak.
Oke.
Oke, ya.
Oke, ee terima kasih Mas atas jawabannya
tadi dari beberapa pertanyaan-pertanyaan
yang sudah ee dikirimkan gitu ya sama
teman-teman yang ada di sini ee karena
waktunya juga sudah lewat dari yang
seharusnya gitu ya teman-teman. Ee
mungkin aku mau terima kasih dulu nih
untuk Mas Kusuma yang sudah memberikan
materi yang nantinya ke depannya sangat
amat berguna gitu ya dan terpakai untuk
ee teman-teman di sini gitu ya dalam ee
kompetensi di Samsung S for tomorrow
ini. Jadi eh terima kasih banyak Mas
Kusuma atas ee pemberian materinya pada
hari ini. ee untuk Mas Kusume jika ingin
keluar dari ee Zoom meeting ini sudah
diperbolehkan ya, Mas,
seperti itu.
Oke, thank you teman-teman. Ee ya mohon
maaf untuk waktunya ya karena
permasalahan teknik teknisnya. Tapi
overall kalau kalian ee apa merasa
ee pembelajaran tentang desain thinking
ini bisa membantu kalian di proses nanti
mengembangkan produk kalian atau solusi
kalian, ee kalian bisa mulai start dari
sesuaikan aja dan kalian bisa ee lebih
banyak interview eh apa target kalian ya
atau survei. So, basically eh semoga
teman-teman bisa dapat manfaat dari
pembelajaran hari ini karena nanti masih
banyak step yang kalian harus ee pahami
tentang desain tinggi. Thank you.
Oke, siap. Terima kasih Mas Kusuma.
Sampai bertemu lagi di minggu depan ya.
Dan untuk teman-teman aku mewakili tim
dari Dibimbing memohon maaf gitu ya atas
keterlambatan waktunya karena ternyata
ee materi yang harus disampaikan itu
cukup banyak ya untuk di introduction
dan empertise ini. Jadi ee semoga
teman-teman enggak kapok gitu ya untuk
datang lagi di minggu depan seperti itu.
Jadi ee mungkin ee aku mau share screen
aja si
bentar si form feedback-nya atau
absensing-nya. Tapi ee sebelum itu
teman-teman ee nanti di form feedback
tersebut itu akan ada sebuah keyword.
Keyword pada hari ini itu adalah desain.
Sekali lagi desain dalam bahasa
Indonesia. Bukan dalam bahasa Inggris
ya. Tapi desain B E S A I N. Silakan
nanti dimasukin di eh apa namanya? Front
feedback-nya. Nah, eh ini aku share
screen teman-teman untuk form feedback
pada hari ini. Silakan teman-teman bisa
isi dan kemudian nanti ketika
teman-teman mengisi si form feedback ini
atau form absensi ini akan ada
teman-teman tuh disuruh masukin nomor ID
gitu ya atau ID peserta itu silakan
teman-teman klik di situ udah ada ee
link ee apa namanya pemberitahuan dari
si Samsung-nya itu nanti ada nama kalian
dan si ee nomor pesertanya itu. Jadi
tinggal dicari aja ee nomor ee nama
teman-teman atau nama kelompok
teman-teman kayak gitu. Nah, itu silakan
ee dicari aja ya. Nah, silakan
teman-teman sudah bisa diisi gitu ya.
Dan mungkin aku sekalian ee nutup juga
untuk ee workshop kita di pada siang
hari ini dari tadi pagi sampai siang ya,
Teman-teman sudah amat sangat antusias
gitu ya dalam mengikuti workshop eh di
sesi pertama desain thinking
introduction and empatize pada eh hari
ini gitu ya. Aku berterima kasih banyak
ee kepada teman-teman sudah aktif, sudah
antusias banget walaupun ee agak ngaret
tapi teman-teman masih ee tetap bertahan
di sini gitu ya. Sekali lagi aku mohon
maaf dan terima kasih banyak teman-teman
sampai jumpa di minggu depan.
Makasih silakan bisa diisi ya.
Yeah. [musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Expertos FORENSES examinan una ESCENA DEL CRIMEN...
Víctor González · English

Curso de HTML y CSS desde CERO (Completo)
Soy Dalto · Spanish

Teknik Public Speakin9 TES WAWANC4R4 OSIS & Pert4nyaan Menjebak|Auto kepilih🤩‼️
Jiannnnn · English

COMO SE TORNAR UM COMPRADOR ESTRATÉGICO | GUIA COMPLETO
Ferreira · Portuguese (Portugal, Brazil)

معاملات فارکس حرفهای با استراتژِی 4 خط ایچیموکو | تحلیل چارت و استراتژی پیشرفته #ایچیموکو
Aryafar Forex Academy · English

Paradigmas de Programación Explicados con Ejemplos de la Vida Real
SIARP · English

شي هينغ يي (Shi Heng Yi) هو معلم كونغ فو صيني بارز، ورئيس معبد شاولين في أوروبا الواقع في ألمانيا...
ORIGAMIX · English

Kurikulum Merdeka Rangkuman IPS Kelas 9 Tema 1 Perubahan Sosial
Portal Edukasi · English

RAHASIA TERBESAR PRABU SILIWANGI DAN MACAN PUTIH | MENGUAK JEJAK SANG RAJA YANG TAK PERNAH MATI
Raya Nusantara · English

Cerita Ricky Elson Soal Mobil Listrik | DisMorning
DI's Way · English

Modi Govt Opens Talks With CJP| Sonam Wangchuk Ends Fast, Dipke Refuses to Back Down|Dr.Manish Kumar
CAPITAL TV · Hindi

دبلومة اعداد مهندس كهربي - الباب الثاني - الدرس السابع- الرسومات التنفيذية لنظام IP STR. CABLING 1/3
Mohamed Faramawy - محمد فرماوى · English
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.