Cerita Ricky Elson Soal Mobil Listrik | DisMorning
K
[musik]
[musik]
I.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Good [tertawa] morning. Good morning.
Good morning everyone. Good morning Abah
khususnya. Dan kali ini juga kita tidak
hanya berdua sama Abah ya. Ramai-ramai
ini di sini kita ya pemirsa semuanya.
Dan ada spesial guest juga kita untuk
ngobrol-ngobrol dan sharing-sharing di
pagi hari ini. Ada Mas Ricky. Also,
selamat datang.
Selamat datang. Selamat pagi, Mbak.
Selamat pagi, Ricky.
Morning. Morning. Morning. Pagi. Pagi.
Pagi. Ya.
Oh, hayo.
Jadi ini spesial sebenarnya jumpa kangen
ini sepertinya ya, Abah bersama dengan
Masiki ini ya.
Ee baru sebulan yang lalu ketemu.
Baru terakhir kemarin ketemu sebulan
yang lalu ya. Tapi untuk sharing-sharing
ini kan mungkin juga melepas rindu ya
kan ya para pemirsa yang dari dulu tahu
sekali begitu kan bagaimana perjalanan
Abah dan juga bersama dengan Mas Ricky
untuk
dulu yang ee mengenal salah satu capaian
bangsa kita yang luar biasa juga kita
pernah mengenal yang namanya eh tu
tusiku
tukusi tukusi Ya.
Ya, itu kita mungkin akan terombek dulu
nih. Ya kan ya mengingat-ingat dulu
mungkin. Saya ingin ke Abah dulu deh.
Abah ceritain dulu dong tentang suatu
kita kan sekarang Indonesia ngomong.
Aku enggak mau cerita aku enggak mau
cerita.
Mobil listrik. [tertawa]
Saya tidak mau cerita
karena tidak ada tisu di depan saya
[tertawa]
karena tidak ada tisu di depan saya.
Kalau saya menitikkan air mata gelap
dengan apa?
[tertawa]
Biar biar Bung Riki aja yang cerita.
Biar Bung Ricki. Karena tokohnya
sebetulnya kan Bung Riki ini ya.
Oh diah.
Oh ini aku tahu sekarang. Saya tahu
kenapa tema hari ini soal itu. Kenapa
ngundang Ricky? Karena kemarin waktu
kita ngobrol kemarin pagi itu kan ada
background mobil merah di depan belakang
saya. Ee dan waktu itu sebelumnya kita
juga bahas bahwa kenapa kita itu sering
salah pilih pemimpin. Jadi jangan
menyalahkan pemimpinnya juga harus
menyalahkan pemilihnya. Ada yang bilang
begitu kan? Karena salah satu contohnya
misalnya
mengapa
mobil SMK lebih dipercaya daripada mobil
listrik? Padahal mobil SMK itu sama
sekali tidak masuk akal untuk menjadi
mobil nasional. Sama sekali tidak masuk
akal. Tidak masuk [tertawa] akalnya itu
luar biasa. Tapi kok orang semua orang
percaya ya itu?
Tapi ya begitulah.
[tertawa]
Eh, biar biar Bung Ricky yang bicara ya.
Dan orang sudah bosan dengan saya jadi
ya, Bu Riki Oo.
Eh, saya juga sebenarnya kaget juga tadi
pagi ee kemarin sore dihubungin sama Mas
Tomi. Ee besok temanin Pak Dahlan untuk
ngobrol-ngobrol. Ngobrol tentang apa?
Tentang mobil listrik. Apalagi yang akan
dibicarakan ya. Jadi sebenarnya saya
bingung juga. Silakan, Mbak Elni. Ee
kita diskusi dengan santai aja terkait
kendaraan listrik ini. Dari mana dulu
nih?
Bolehlah diceritain dulu aja mungkin
dulu seperti apa? Karena kan ee mungkin
balik lagi ke spiritnya tadi itu ya kan
ya Mas Rik ya. Hari ini
jadi dulu itu ceritanya begini.
[tertawa]
Iya, Mas. Eh, silakan, Mas. Bisa
dilanjutkan ceritanya.
Heeh. Ini agak sinyalnya agak apa
namanya? Ee kurang bagus di sini nih.
Selalu kurang bagus atau sekali-sekali
kurang bagus?
Sesekali, Pak.
Padahal kita dulu
Mbak yang kurang bagus atau gimana ini,
Mbak? Mbak Elmnya malah enggak
kelihatan. Sering lag-le gitu.
Oh
iya mungkin di malam.
Iya
karena Bung Ricky ini kan tinggal di
Tasik Malaya Selatan.
Heeh.
Yang pinggir laut.
kemudian di sama sekali dan jadi kumpul
dengan kambing, kumpul dengan sapi, e
kumpul dengan galian-galian pinggir laut
dan terdengar suara ombak dari
jangan-jangan ini ombak yang mengganggu
sinyalnya Bu Ricky
ombak laut selatan sudah bagus. Oh,
sudah bagus. Oke, silakan.
Oke. Ee kalau kita flashback lagi ya
kembali
sebenarnya ee latar belakang ini kan ee
dari dulu pemerintah ingin keluar dari
jeratan impor BBM dan tidak hanya
pemerintah Indonesia, dunia pun juga
berpikir begitu sehingga memang pada
saat itu awal-awal pengembangan
kendaraan listrik itu sudah ada.
Namun ee
pada waktu itu ada satu tekad yang
dimulai oleh Pak Dahlan kalau enggak
salah saya itu di eh tulisan
manufacturing H ke-17 ya eh atau minggu
ke-17 Pak Dahlan menjadi Menteri BUMN.
Kemudian beliau memberikan surat
tantangan untuk pengembangan kendaraan
listrik, mengundang anak-anak Indonesia
untuk ee mengembangkan teknologi
kendaraan listrik. Pada saat itu
sebenarnya saya masih di Jepang
ee namun ada seorang sahabat yang
mengirimkan
ee tulisan panalan tersebut. Dan waktu
itu saya tentu saja kaget. kagetnya itu
bukan ee campur campur aduk perasaan.
Karena begini, di satu sisi saya melihat
itu sebuah itikat yang sangat bagus
sekali, inisiasi yang apalagi dari
seorang petinggi negara ya, inisiasi
yang sangat ee bagus gitu. Tapi di satu
sisi ada satu kemirisan di mana
pada waktu itu ee teknologi kendaraan
listrik yang harusnya ditopang dengan
riset-riset
ee terdepan ee baik riset karena
teknologi kendaraan listrik itu adalah
mengganti sistem penggerak dari
penggerak yang berbasiskan bahan bakar
fosil ke penggerak yang berbasiskan
energi listrik. ya. Energi listrik ini
boleh dari baterai, boleh dari ee reaksi
dari ee hidrogen gitu, terserah gitu.
Tapi penggeraknya itu adalah penggerak
listrik gitu.
itu semua harus berdasarkan
eh research and development,
pengembangan penelitian dan pengembangan
teknologi. Baik teknologi
mesin penggeraknya sendiri, teknologi
sistem kontrolnya sendiri, dan juga
teknologi baterai atau penyimpanan
energinya sendiri yang pada waktu itu ee
saya rasa Indonesia masih sangat sedikit
dan masih sangat jauh. Tapi di sini ada
satu tek gitu. Sehingga ee setelah saya
bertemu dengan Pak Dahlan pada
ee bulan Maret kalau tidak salah bulan
Maret atau bulan April 2012 itu beliau
menjelaskan tentang etikat itu secara
langsung kepada saya dan pada waktu itu
saya melakukan penolakan gitu. Saya
bertanya apa yang telah dilakukan untuk
mempersiapkan ini semua?
Eh saya bertanya itu bukan secara
individu kepada Pak Dalannya, tapi
kepada kita sebagai bangsa gitu, kita
sebagai negara yang mau menyongsong
sebuah perkembangan teknologi seperti
itu. Apa yang telah kita lakukan? Apakah
kita melakukan ee
pertimbangan-pertimbangan
untuk persiapan sebuah ini kan artinya
kita maju ke dalam sebuah medan
peperangan.
Eh, dan ternyata dari sana saya
mendengar bahwa ini adalah perang
Galilia gitu. Dan Pak Dahlan mengajak
kami untuk berperang Galilia. Ya, kita
mulai saja gitu. Dan pada waktu itu juga
saya juga sudah menjelaskan kepada Pak
Dahlan bahwa eh
waktu di Jepang satu konsorsium
pengembangan satu unit kendaraan listrik
itu dilakukan oleh 39 perusahaan
ditambah satu universitas
dengan masing-masing mengeluarkan dana 2
miliar atau
eh nisengmang kalau dalam bahasa
Jepangnya R miliar kalau dengan KUR
sekarang kan ditambah dengan tiga orang
engineer dari tiap perusahaan itu
artinya ada sekitar 120 orang engineer
untuk mengembangkan satu unit dana
sekitar 100 miliar untuk mengembangkan 1
unit. Sementara dalam kepala benak ee
kita di Indonesia
ee mungkin tidak begitu gitu
bahwa mengira bahwa pengembangan mobil
listrik itu akan murah, akan mudah gitu.
Nah, ini satu tantangan dan dilema di
dalam diri saya. Tapi melihat tekad ee
Pak Dalan pada waktu itu saya mengiyakan
tapi dengan satu syarat waktu itu saya
berjanji tidak membuat mobilnya tapi
membuat mesinnya. Nah, sebenarnya itikat
ini juga sudah dikerjakan jauh-jauh hari
oleh waktu itu belum ada Brin tapi BPPT
juga LIPI. Mereka sebenarnya sudah
jauh-jauh hari telah melakukan ee
pengembangan baik itu konversi. Konversi
itu artinya dari kendaraan platform
kendaraan yang sudah ada yang atau
kendaraan komersil yang sudah ada hanya
tinggal mengganti sistem penggeraknya ke
kendaraan listrik ataupun ee yang
mengembangkan ee sendiri seluruh
sistemnya. Riset-riset itu sebenarnya
sedikit ada di LIPI dan BPPT.
Dan puncaknya itu adalah pada tanggal 25
Mei
tahun 2012 ya, saya dibawa Pak Dalan ke
sebuah rapat ya, sebuah rapat di Gedung
Agung Yogyakarta. Pada waktu itu
presiden kita masih Bapak SBY. Beliau
memimpin sebuah rapat tentang rencana
yang bernama Program
Listrik Nasional.
ya, program mobil listrik nasional. Dan
bersamaan dengan itu sebenarnya ee Pak
Dalan telah mengumpulkan empat eh orang
yang terpilih itu waktu itu kalau tidak
salah adalah Pak Danet Suryatama, Pak
Das Ahmadi,
eh Mario Rifaldi, yang satunya lagi eh
Pak Rai Desai
dan mereka sudah mendapatkan tugas
pengembangan kendaraan listrik oleh Pak
Dahlan. Salah satunya itu adalah Pak
Danet ya. Pak Danet telah memulai
pengembangan. Beliau membawa sebuah
desain ee yang kita sebut dengan mobil
tukusi hari ini. Eh tukusi itu
sebenarnya ee terinspirasi dari
lumba-lumba di sungai Amazon sehingga
desainnya itu eh mirip dengan
terinspirasi dari lumba-lumba dari
sungai Amazon tersebut. pengembang
teknologi mobil listrik Tokusi itu
adalah eh Pak Danet. Pak Danet kami
berkumpul bersama Pak Dahlan di rapat eh
program Molina itu dan hari itu tekad
untuk pengembangan kendaraan listrik
nasional itu secara resmi disampaikan
oleh presiden kita ya.
Walaupun setelah itu ada kebirisan kita
berubah arah ke SMK berapa tahun
berikutnya, tapi eh satu tekad
pengembangan ini berbasiskan riset dan
pengembangan teknologi ini telah
dijalankan diwakilkan kepada lima
universitas besar yaitu waktu itu
diwakili oleh ITB,
ITS, kemudian UI, kemudian UGM dan UNS
ya Universitas Surakarta. Jakarta ya di
Solo
dan masing-masing mendapatkan berbagai
tema. Ada yang mengembangkan mesinnya
sendiri, ada yang mengembangkan sistem
kontrolnya,
dan ada yang mengembangkan ee
baterainya.
beragam ee riset dan penelitian yang ee
dilakukan di tahun 2012 itu.
Dan
namun di tahun 2012 itu Pak Danet itu
telah memulai dengan tim kupu-kupu malam
ee telah memulai pengembangan Tukusi
yang diharapkan bisa selesai di tahun di
akhir tahun 2000
12 ya. Waktu itu Pak Dalan ee sangat
sering mengumumkan di media bahwa
sebentar lagi, sebentar lagi bulan 8,
bulan 9, bulan 10 dan karena itu belum
juga selesai pada akhirnya ee ada
sedikit permasalahan
saya rasa itu adalah permasalahan
komunikasi.
Akhirnya
tukusi itu baru bisa selesai diserahkan
kepada Pak Alan itu tanggal 28 Desember
2 12. Saya masih ingat
tanggal-tanggalnya.
Kemudian karena Pakalan ingin melakukan
pengujian nih, ingin melakukan
pengujian. Ee
sebelumnya sebenarnya Pak Dalan telah
menguji mobilnya Pak Das berulang kali
dengan mobil hijaunya dan ee membawanya
berulang kali dan pernah juga macet di
Semanggi gitu. Mogok dan waktu itu
mendapatkan ee hujatan.
Saat itu ada perasaan miris ini yang
akan dihadapi dalam setiap pengembangan
teknologi. Walaupun itu sebenarnya satu
hal yang sangat wajar.
Akhirnya Tukusi selesai dan Pak Dalan
berencana melakukan pengujian mobil
listrik untuk berlari 1000 km targetnya.
Dan waktu itu saya ditugaskan
untuk menyempurnakan sistemusi yang ee
secara teknis masih banyak bermasalah.
Nah, di antara berbagai sistem itu ada
satu sistem yang tim saya tidak bisa
menyelesaikannya
dalam waktu yang sangat singkat dalam
waktu 6 hari itu yaitu regenerative
break ya yang sangat penting di dalam
teknologi kendaraan listrik.
Bagaimana prinsipnya? Seperti sepeda
ontel ya. Kalau misalnya ee
dinamo yang di bagian ban depan sepeda
ontel itu kita turunkan dan bergesekan
dengan roda itu akan terasa berat
seperti mengerem sebagai gantinya lampu
menyala.
Nah, itulah prinsip dari regenerative
break itu di mana ketika seharusnya
ketika kita mengangkat pedal, maka mesin
mobil listrik yang tadinya sebagai
penggerak untuk maju, sekarang berfungsi
balik sebagai pembangkit listrik,
sebagai generator. Makanya namanya
regeneratif, ya. Dan akibatnya itu akan
memberikan efek pengereman.
Nah, waktu itu saya menyampaikan bahwa
sistem pengereman ini
belum bisa diperbaiki dan itu hanya bisa
diperbaiki jika tukusi tersebut
dibongkar ulang, mesinnya ditaruh di
atas bench lagi, lalu dilakukan pnya
tinggal ulang dan itu butuh minimal 1
bulan pada saat itu.
Namun Pak Dahlan kag pengin menguji dan
kira-kira
14 tahun yang lalu, 13 tahun yang lalu
pada tanggal 6 Januari ya ee terjadi
kecelakaan Tukusi. Di satu sisi itu satu
hal yang ee menyedihkan, tapi di satu
sisi itu juga satu hal yang bagus. Satu
hal yang bagusnya adalah pertama orang
tahu tentang satu Indonesia pada waktu
itu tahu tentang mobil listrik. ya tahu
tentang satu upaya, satu etikat untuk
pengembangan mobil listrik. Dan yang
kedua adalah
orang-orang yang mengendarai yang ada di
dalam kendaraan listrik itu selamat
tanpa luka apapun. Artinya pada waktu
itu dengan kecelakaan sehebat itu
ee teknologi keselamatan di dalam mobil
listrik itu sudah sangat tinggi. Ya,
semua orang tahu
siapa yang ada dalam mobil itu? Siapa
yang ada dalam mobil itu? di dalam itu
namanya
eh kalau enggak salah waktu itu Menteri
BUMN Republik Indonesia [tertawa]
bersama
dan asistennya yang
asistennya yang gila Rick
Ricky Elson [tertawa]
dan kami berdua ee
selamat di dalam kecelakaan itu tidak
teruka mungkin bisa teman-teman bisa
searching foto-foto setelah kecelakaan
itu ya silakan dicek kecelakaan mobil
listrik ee dengan keadaan sehancur itu.
Ee ternyata sistem kami sangat bersyukur
pada waktu itu tim telah mengembangkan
sistem keselamatan yang sangat mumpuni
memberikan harapan baru bahwa oh kita
bisa mengembangkan berikutnya
dan
eh setelah karena kita selamat Pak
Dahlan bertanya kepada saya, "Bagaimana
Anda?" E tidak apa-apa, Pak. E
alhamdulillah e sehat. Bagaimana Anda
jarang mengembangkan mobil listrik?
Tidak. Kapan Anda mengembangkan lagi?
Besok pun boleh. Sebegitu
bukan [tertawa] lahir keputusasaan, tapi
yang lahir adalah ee seperti kita di
waktu kecil bermain kelereng ya atau
bermain apa? Kalah hari ini bukan
berarti akhir dari suatu permainan, tapi
tekad untuk bermain berikutnya. Itu
sekilas cerita tentang Tokusi.
Tapi sebenarnya cerita seperti ini
membuat Pak Dalan sedih. Saya ee
mudah-mudahan beliau tidak sedih dengan
cerita ini. Ini adalah satu
basic bahwa kita pernah berjalan seperti
itu.
Ee saya waktu itu kenapa meminta Bung
Elsen untuk pulang dari Jepang
mengembangkan mobil listrik? Karena saya
memang bertikad bahwa
kita harus pindah ke mobil listrik.
Zaman itu belum ada orang ngomong
begitu. Karena apa? Setiap harga BBM
naik itu selalu demo di mana-mana
bertahun-tahun, tidak pernah ada jalan
keluar dan harga BBM itu kan pasti akan
terus naik. Begitu. Nah, apakah kita
terus seumur hidup sebagai negara demo
terus dan mengatasi demo terus? Kan
tidak. Nah, satu-satunya jalan adalah
jangan pakai BBM karena itu harus pindah
ke mobil listrik. Kemudian saya keliling
ke universitas-universitas yang
hebat-hebat. Saya mencari siapa ee ahli
baterai saya enggak menemukan di seluruh
universitas di Indonesia. Kemudian saya
mencari siapa ahli super kapasitor.
Super kapasitor ee dalam kaitan ini
penting. Enggak ketemu satuun yang ahli
super kapasitor. Saya keliling ke
universitas kemudian siapa yang ahli
motor listrik tidak ketemu. Kemudian
saya ketemu nama Ricky Elson dia ahli
motor listrik. Kemudian dia sudah
mempunyai 14 paten di Jepang, tapi
orangnya tinggal di Jepang sudah berapa
14 tahun atau apa di Jepang begitu.
Kemudian ee
kemudian saya pantang itu dan beliau
akhirnya pulang dan saya minta maaf
Kelson bahwa nasib Anda lebih jelek
dengan pulang ke Indonesia. Saya minta
maaf. Saya sebetulnya sudah minta Rick
untuk kembali ke Jepang. Saya minta
maaf, Bapak I.
Saya sebetulnya minta dia, "Udah, Anda
balik ke Jepang. Saya tidak rela anda
seperti ini." Malah dia pelihara kambing
di ee Tasikmala Selatan, mengabdi ke
rakyat di sana, mengabdi di pedesaan,
mengabdi kepada peternak, kemudian
membuat patepokan untuk mendidik
anak-anak muda di sana. Aduh. Ah. Ee
saya kadang-kadang kalau diilson mau ke
Surabaya, enggak usah ke Surabaya. Aku
enggak sampai hati lihat wajahnya.
Gblap.
[tertawa]
Iya.
Ini sekarang nu fation yang baru
jadinya. Ya, Mas Elsen.
Saya juga pernah mencari ahli ee
hidrogen ke seluruh universitas. Enggak
ada juga. Enggak ada. Jadi memang betul
Ren bahwa kita secara negara belum siap.
Karena itu saya waktu itu bertekad kita
agak shortcut sedikit. Ada ee empat
orang tadi yang waktu itu saya
perkenalkan kepada Presiden ee di satu
forum besar di rapat kabinet. Nah,
kemudian ee Presiden mengambil keputusan
ee lebih sistematis dengan cara menunjuk
universitas-universitas itu. Tapi saya
punya keyakinan kalau ini diserahkan ke
birokrasi ini akan tidak akan jalan.
Seidak kiranya tidak akan dapat. Karena
itu saya menempuh jalan biar dua-dua
jalan, negara juga jalan. Saya pengin ee
teman-teman anak-anak muda juga berjalan
tanpa ee menunggu itu. Nanti kita kan
bisa saling kerja sama ee saling
melengkapi begitu idenya. Begitu.
Oke. Betul.
Betul.
Sudahlah ya.
Anda cerita Anda bagus sekali dan bikin
saya
meleleh dan
lain kaliah kita ketemu lagi ya. Lain
kali sekarang itu duluah ya.
Sekarang itu dulu.
Heeh.
Heeh.
Tapi permintaan saya Pak Dalan jangan
merasa bersedih dan merasa bersalah
karena ini tetap akan terus pengembangan
teknologi ini akan tetap terus berjalan.
dunia akan tetap mengarah ke teknologi
kendaraan listrik yang lebih mutakhir.
Ee
artinya kita masih optimis.
Tapi kan begini, Bungi, seandainya waktu
itu berhasil kan kita bisa menjadi tuan
rumah. Sekarang kan waktu itu kan
ketakutan saya. Kenapa kita harus tidak
perlu menunggu birokrasi? Karena kalau
kita lambat ini ujung-ujungnya nanti ini
kita akan menjadi konsumen lagi seperti
mobil ee bensin. Karena mobil bensin itu
kan kita enggak berkutik karena seluruh
mobil itu impor. Ee padahal pasar kita
begini besar. Nah, inilah. Tapi apakah
kita perlu bikin mobil
bensin seperti SMK atau seperti Proton?
Menurut saya tidak perlu. kita sudah
jauh ketinggalan. Nah, tapi kemudian ada
kesempatan kita bisa mengembangkan mobil
listrik. Mumpung banyak negara belum
memulai listrik, ayo kita duluan, gitu.
Nah, sehingga kita punya kesempatan
suatu saat menjadi tuan rumah di negeri
sendiri. Dan itu yang saya sebut
sekarang mobil listrik begitu banyak di
Indonesia dan tidak ada yang buatan
Indonesia. Makasih.
Oke, gitu dululah ya. Ya, makasih ya.
[tertawa] Makasih.
Itu dia tadi ya untuk pemirsa semuanya.
Makasih Riki ya. Eh, kapan kita ketemu?
Kasih secepatnya.
Secepatnya saya ke sana. Ah, makasih.
Makasih, makasih. Ayo. Enggaklah. Ee
kita bisa ketemu di mana saja. Makasih.
Oke.
Oke. Terima kasih banyak Abah. Makasih
banyak juga Bu Rikh semuanya.
Iya. Tapi kelihatannya Anda happy ya
Ricky ya dari lihat wajahnya Anda tidak
menderita itu
saya tidak menderita nanti saya
ceritakanlah tentang
perkembangan-perkembangan terbaru
[tertawa] pengembangan teknologi
kendaraan listrik ini akan bangkit lagi
kok
listrik itu ada darah laut udara Pak
jangan khawatir
ya makasih makasih
oke tadi itu trafik kita sejenak pemirsa
ya Tapi tenang, masih ada harapan dan
juga semoga ke depan kita juga masih
memiliki spirit yang sama seperti apa
yang dulu ee Abah miliki juga tentunya
ya. Spirit untuk kita bisa berdikari di
negeri kita sendiri khususnya dalam
industri mobil listrik juga kita harus
optimis ke depan tentunya kita harus
bisa beradaptasi dengan perkembangan
zaman berikutnya. Terima kasih untuk
kebersamaannya Abah dan juga Bung Ricky
untuk pagi hari ini di This Morning.
Untuk pemirsa semuanya terima kasih juga
sudah bersama di pagi hari ini. Kita
berjumpa di episode berikutnya. Sampai
jumpa. semuanya
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Reducing Single-Use Plastics
National Academy of Medicine · English

Karnaval Senggreng 2024 Drama Kolosal "DAMAR WULAN" (Original Music Vidio Rt.09/03 Songo Sekar)
NATALES Crew Channel · Indonesian

🌌 Ilmu 'Fisika' Itu Sebenarnya Apa Sih? #BelajardiRumah
Kok Bisa? · Indonesian

We Jumped Off A Bridge For Our Double Date!
Noah Atwood · English

ASAL-USUL CANDI BOROBUDUR | MENGUNGKAP LEGENDA, SEJARAH, DAN MAKNA DI BALIK KE AJAIBAN DUNIA
Sejarah Abadi · English

Mengenal Organ Tubuh Manusia dan Fungsinya | Video Edukasi Belajar Anak
Bubuyaya Official · Indonesian

EP: 18: TIPO DE OBREIRO QUE QUERO SER
Presley Camargo · English

THE FALL THEY NEVER EXPECTED: WHY BETRAYING A SUPER EMPATH ENDS THE NARCISSIST | DR. RAMANI
TENTIAL · English

BIOLOGI Kelas 11 - Sejarah Penemuan & Komponen Penyusun Sel | GIA Academy
GIA Academy · Indonesian

How did China's 2,000-year empire collapse?
Epic History · English

Dino James - Pyaar Pyaar (Official Video) | Prod. By AAKASH | Def Jam India
Dino James · Hindi

الست ليزا جابتلك طريقه حفظ الخضار لمدة أسابيع فريش#ليزا #الست_ليزا #حفظ_الخضار #حيل_منزلية #تنظيف
الست ليزا · English
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.