eLearning Mental Health and Its Impact on the Future Among Awardee - Episode 3
[Musik]
Halo P friends, kembali lagi di
E-Learning Mental Health and it's impact
in the future among worthy. Nah, karena
udah lebih aware nih terhadap gangguan
mental dan beberapa cara untuk
mengatasinya, terkadang ada yang
mengalami tekanan mental yang lebih
tinggi nih sehingga sulit untuk
ditangani sendiri. Nah, di sana
teman-teman harus tahu kapan membutuhkan
bantuan profesional. Hal tersebut adalah
langkah yang sangat penting dalam
menjaga kesehatan mental. Nah, tenang
nih, Teman-teman, karena ada banyak cara
buat jaga kesehatan mental kita. Nah, di
episode kali ini kita akan membahas
terkait mencari pertolongan dan mental
health first aid. Nah, masih bersama
narasumber kita yaitu Kak Rikza di sini.
Halo, Kak. Kembali lagi di episode
ketiga.
Halo, Kak Sandra. Halo. Nah, nih Mbak
langsung aja ya pertanyaan dari Ko.
Terkadang nih ya, Kak, kita mengalami
tekanan mental yang sulit banget untuk
ditangani sendiri. Kalau tadi kan ada
beberapa yang memang kita bisa lakuin
sendiri ya, seperti teknik pernapasan
dan lain-lainnya nih. Jadi, kapan sih
sebaiknya kita itu mencari pertolongan?
Oke, Teman-teman. Semisal nih saat studi
atau mungkin lagi liburan. Nah, tapi kok
masih ada perasaan-perasaan enggak
nyaman nih? Kalau misalkan teman-teman
di ee sehari-harinya itu merasa ada yang
mengganggu entah itu secara fisik dan
mental, teman-teman bisa seeking for ke
profesional. Namun untuk bisa mengetahui
kondisi sendiri atau bisa dibilang self
assessment lah ya. Nah, Teman-teman
misalkan di ee merasa sulit fokus
kemudian mau belajar itu kayak kok
enggak masuk-masuk ya materinya terus
membaca jurnal juga kok. Kayaknya aku
enggak terlalu paham nih udah dibaca
berulang-ulang gitu. Terus misalkan ee
teman-teman yang biasanya bisa bekerja
atau menyelesaikan tugasnya dalam waktu
1 jam itu bisa satu apa? bab misalkan ya
meskipun enggak mungkin juga mungkin ya
kita anggaplah seperti itu. Kita ee bisa
ngerjain ee beberapa bagian dari bab
tersebut namun kok ini malah enggak
dikerjain sama sekali ya. Nah,
baca satu paragraf aja kayak aduh apa
ini ya? Sulit bet masuk otak gitu.
Betul. Itu juga sudah jadi tanda-tanda
bahwa diri kita lagi enggak baik-baik
aja gitu. Kemudian misalkan ketika
menjalankan rutinitas sehari-hari nih,
mau makan, mau tidur itu ngerasa kayak
enggak semangat. Nah, itu bisa jadi
salah satu tanda bahwa kita lagi enggak
baik-baik saja. Kemudian ee saat
teman-teman merasa kesulitan
mengendalikan emosi, tahu-tahu emosinya
itu meledak-ledak, tiba-tiba sangat
cemas, kemudian sangat sedih gitu ya,
tanpa sebab yang jelas. Kadang kita bisa
mengatur emosi kita, kadang juga kita
enggak bisa nih. Nah, ketika kita enggak
bisa mengatur emosi kita, maka itu
adalah tanda tanda-tanda kita enggak
baik-baik aja.
Kemudian misalkan ada teman atau
keluarga lagi ngomong sesuatu atau
melakukan sesuatu, terus kita jadi mudah
kesal,
mudah irritate gitu ya,
dan membuat kita kayak marah-marah,
tersinggung dengan hal-hal kecil.
Itu juga merupakan salah satu tanda
bahwa kita lagi enggak baik-baik saja.
terus gampang merasa putus asa dan
kehilangan ee hal-hal yang sebelumnya
kita minati. Misalkan kita punya hobi em
apa ya? Hobi yang paling sering
dilakukan sama ini biasanya sih yang
berkaitan sama sosialisasi ya. Kayak
misalkan berkumpul sama teman-teman di
kelurahan gitu ya, olahraga dan lain
sebagainya tiba-tiba menarik diri. Nah,
itu bisa jadi salah satu tanda nih
teman-teman.
Nah, selain itu ketika teman-teman
mengalami gejala fisik yang terkait
dengan stres atau ee gangguan kesehatan
mental itu tanda-tandanya misalkan
sering sakit kepala, kemudian sakit
perut, gerung
jantungnya berdebar tanpa sebab,
kemudian juga ada yang ee berkeringat
dingin. Itu bisa jadi salah satu ee
gejala. Kemudian misalkan ada orang yang
gangguan tidur yang berlangsung lama
atau justru enggak bisa tidur sama
sekali. Ada juga yang mengalami gangguan
makan. Itu juga merupakan gejala fisik
yang terkait ee dengan mungkin kecemasan
atau lagi stres berat gitu. Nah,
selanjutnya juga semisal teman-teman
mulai kepikiran untuk menyakiti diri
sendiri dan terasa sangat putus asa. Ada
perasaan-perasaan teman-teman itu tidak
berharga, kemudian ingin menyerah atau
bahkan memiliki keinginan untuk
mengakhiri hidup
itu sudah sangat ee butuh bantuan
profesional ya, Teman-teman ya.
Kemudian juga misalkan itu tadi terkait
diri ya, kalau misalkan terkait dari
lingkungan ee teman-teman ngerasa di
lingkungan teman-teman itu tidak cukup
untuk memberikan bantuan atau dukungan.
Misalkan ketika ada masalah tapi enggak
ada orang yang bisa diajak bicara,
enggak ada yang ngerti juga mungkin.
Betul. Kayak misalkan ee Kak Sandra lagi
sedih gitu, tapi teman-teman enggak ada
yang notice sehingga ee merasa
loneliness gitu. Terus juga ee misalkan
teman-teman mau ngomong ngomong sama
keluarga tapi keluarga tidak bisa hadir
karena mungkin jauh gitu. Jadi mungkin
ada perbedaan waktu atau apa sehingga
keluarga enggak bisa hadir. Nah, di
antara itu semua ee ini pastinya
teman-teman butuh pandangan profesional
untuk mendapatkan ee strategi coping
yang lebih efektif. Jadi, Teman-teman
jangan ambil kesimpulan atau self
diagnos untuk kondisi Teman-teman.
Ketika sudah mulai merasakan
gejala-gejala tersebut, silakan
teman-teman datang ke profesional. Boleh
sih mau baca-baca sedikit ya dari ee
Google itu boleh banget tapi jangan
langsung ditegakkan diagnosanya secara
mandiri. Teman-teman butuh profesional
untuk membantunya seperti itu.
Oke, kita tuh harus sadar ya kapan kita
butuh bantuan profesional. Nah, ee kita
kalau misalkan butuh bantuan profesional
itu harus pergi ke mana sih, Mbak? Oke.
Kalau kita di LPDP itu kan memang ee
diawali teman-teman yang mau mau
berangkat studi itu kan diawali dengan
PK ya.
I
kalau di PK itu ada banyak sekali
kegiatan yang intinya men-support award
sebelum berangkat. Kira-kira ee apa saja
yang akan dihadapi nanti ketika ee studi
gitu ya. Ada juga psikolog yang akan
memberikan ee semacam pembekalan gitu ya
ketika ee saat TK ya. Iya, betul.
Nah, itu merupakan salah satu langkah
awal LPDP untuk memberikan ee dukungan
kepada penerima beasiswa. Lalu kalau
sudah studi gimana? Kalau teman-teman
sudah studi, teman-teman ee bisa lihat
lagi rekaman ini.
Langkah awalnya itu ya, Teman-teman bisa
ee lihat lagi rekaman dari eh e-learning
ini. Kemudian nanti teman-teman jika
tetap merasa ee enggak mampu nih untuk
mengatasi ee permasalahannya,
teman-teman bisa datang ke profesional
yang ada di universitas. Biasanya di
universitas itu ada unit ee dukungan
psikologis.
He.
Atau mungkin di klinik terdekat yang ee
ada dukungan psikologisnya misalkan
psikolog atau psikiater. Kalau sekarang
di Indonesia ini di setiap puskesmas itu
sudah ada menyediakan psikolog dan itu
juga di-cover oleh BPJS. Kalau di luar
negeri sama sih sebenarnya di unit
kampus itu ada yang menyediakan ee
bantuan dukungan psikologi. Namun
apabila teman-teman merasa ee ada yang
biasanya itu ngerasa kesulitan bahasa.
Iya.
Jadi ada beberapa orang yang ngerasa
kalau ngobrol sama ee orang yang beda
bahasa ibu itu jadi enggak dapat
empatinya.
Iya. He.
Nah, itu boleh teman-teman ee misalkan
mau cari psikolog yang daring di
Indonesia itu juga bisa dong.
Bisa ya.
Betul. Nah, jika teman-teman sudah
melakukan itu semua tapi kerasanya kayak
aku masih butuh bantuan dari LPDP.
Iya. Tuh, itu bisa ke mana tuh, Kak?
Karena betul ada pertanyaan juga nih.
Sekali ya, ada pertanyaan. Nah, bisa aku
bacain ya. I
apakah ada program LPDP yang mendukung
mahasiswa beradaptasi atau mengalami
kesulitan mental selama studi nih? Ada
enggak tuh, Kak?
Oke, biasanya kalau di LPDP itu kami
mendapatkan laporan. Jadi, entah itu
laporannya dari sendiri melalui tiket
bantuan atau dari kelurahan. biasanya
curhat kan ke kelurahan ya kalau lagi
dalam ee kondisi yang depresi atau stres
atau cemas banget gitu biasanya mereka
akan cerita ke kelurahan atau mungkin
ada juga yang lapor ke dosen pembimbing
atau supervisor di universitas biasanya
sama universitas disampaikan kepada kami
kalau misalkan di dalam negeri biasanya
sih PC dari universitas itu akan
menghubungi PCIC kami langsung melalui
WA biasanya. Namun kalau dari
universitas di luar negeri biasanya
kirim email
ke kami untuk menjelaskan bagaimana sih
kondisi penerima beasiswa. Nah, setelah
kami dapatkan nih informasinya di
subdivisi monitoring dan evaluasi
beasiswa itu akan merespon dan
memberikan bantuan. kami akan kasih
pilihan nih. Misalkan teman-teman mau
datang ke unit bantuan atau dukungan
psikologis di kampus enggak gitu atau
sudah dijalanin belum? Atau misalkan ada
ee apa namanya? Punya misalkan psikolog
atau psikiater yang sebelumnya sudah
pernah didatangin itu sudah jalur itu
sudah ditempuh belum gitu. Jadi kami ee
akan memastikan dulu apakah teman-teman
sebelumnya sudah mendapatkan bantuan
atau sama sekali belum dapat bantuan
gitu.
Nah, kemudian ee jika memang teman-teman
ngerasa ee kalau di luar negeri biasanya
itu ngantri
Oh.
untuk dapat ee bantuan psikologis itu
butuh waktu sampai ada yang waktu itu
cerita butuh waktu 1 tahun untuk
mendapatkan bantuan ee psikologis. Jadi
kayak
keburu lulus ya.
Iya betul. baru lulus. Jadi saking
antrinya dia sampai bingung aku harus
cari bantuan ke mana. Untungnya dia buat
tiket bantuan. Nah, akhirnya ee
ditanganin di kami ee mereka akhirnya
bisa melakukan konseling secara daring.
Begitu. Nah, nantinya ee jika memang
teman-teman belum dapat bantuan
psikologis di luar, maka kami akan
membantu dan ee untuk setiap sesi
konselingnya itu tidak berbayar ya,
Teman-teman. Semuanya gratis ditanggung
oleh LPDP dan Teman-teman mau konseling
berapa kalipun selama itu teman-teman
menjadi ya akan diterima. Tapi jangan
sampai menjadi ketergantungan ya,
Teman-teman, untuk eh selalu seeking for
help. Karena eh konsep ee dukungan
psikologis itu membantu teman-teman akan
berdaya ke depannya. Memang sekarang sih
lagi ada masalah dan bantuan, tapi
nantinya teman-teman akan diarahkan
untuk berdaya, mandiri, dan mampu untuk
mengatasi masalah sendiri tanpa bantuan
orang lain. Oke, hingga saat ini untuk
kasus-kasus yang kami terima itu akan
dievaluasi terlebih dahulu karena kita
kan butuh ya untuk tahu kira-kira apa
sih kebutuhan dari teman-teman penerima
beasiswa. Bisa jadi teman-teman tidak
butuh psikolog tapi butuhnya psikiater.
Maka akan kami refer ke psikiater atau
mungkin orang-orang yang ahli lainnya
gitu. Nah, selanjutnya nanti teman-teman
jangan lupa untuk memindahkan BPJS-nya
ke lokasi studi. Misalkan Kak Sandra
sekarang tinggalnya di Jakarta tapi
studinya di Yogyakarta. Jangan lupa
untuk dipindahkan ke lokasi studinya.
Karena teman-teman itu akan sangat butuh
untuk pemeriksaan apapun. Misalkan butuh
lagi pilek nih, butuh untuk ke dokter,
langsung aja pakai BPJS-nya.
Kemudian kalau misalkan di luar negeri
itu sebenarnya untuk asuransi kesehatan
ee sudah didaftarkan lewat universitas.
Jadi ee akan lebih mudah. Nah, yang agak
ee butuh waktu memang jika di dalam
negeri dan menggunakan BPJS. Karena
kalau BPJS kan enggak langsung bisa
dipakai nih, butuh waktu. Nah,
teman-teman mungkin bisa persiapan
sebelum ke kota studi untuk mulai
mendaftarkan BPJS-nya ke lokasi studi.
Jadi, akan lebih mudah untuk mendapatkan
bantuan terutama untuk teman-teman yang
punya pengobatan lanjut. Nah, itu bisa
digunakan BPJS-nya di lokasi studi.
Oke. Tadi tuh banyak ya, Kak ya caranya
memang ya ee bisa ke psikolog atau ke
psikiater yang memang udah sering
teman-teman kunjungi atau bisa juga
langsung ke kampusnya dan bahkan LPDP
juga bisa bantu. Nah, e selanjutnya nih
kita akan bahas nih, Kak Mental Health
First Aid ya. Nah, kalau misalnya ada
urgency kita terluka itu kan misalkan e
biasanya ada P3K atau first aid ya. Nah,
itu tuh bisa juga kita dibantu ambulans
untuk pergi ke rumah sakit. Nah, kalau
misalnya kita butuh first aid untuk saat
kita merasa lagi enggak baik-baik aja
nih mentalnya itu ada enggak sih, Kak?
dan juga mungkin boleh dibantu
dijelaskan lebih lanjut itu terkait
mental health first aid ini dan kenapa
penting untuk diketahui oleh teman-teman
penerima beasiswa nih, Kak.
Oke, jadi mental health first aid atau
MHFA bisa kita sebut dengan pertolongan
pertama pada kesehatan mental adalah
konsep pertolongan pertama untuk
seseorang yang mengalami kesehatan
mental. fokusnya memberikan dukungan
kepada seseorang yang memang mengalami
krisis atau gangguan psikologis sebelum
mereka akhirnya mendapatkan bantuan
profesional gitu. Jadi, ini memang
langkah awal dan masih dasar banget ya.
Nah, konsep ini itu penting karena satu
untuk membantu deteksi dini mengenali
tanda-tanda gangguan gangguan kesehatan
mental lebih awal supaya tidak memburuk.
Kemudian yang kedua untuk mengurang
stigma. Biasanya itu dengan memahami
MHFA kita bisa lebih empati dan
mendukung orang di sekitar kita tanpa
rasa ingin nge-judge gitu ya. Karena
masih banyak banget orang-orang yang ee
mudah sekali men-judge ee ketika ada
yang mengalami gangguan kesehatan mental
gitu ya.
Nah, selanjutnya yang ketiga untuk
meningkatkan kesadaran dan dukungan
sosial.
Ee biasanya sih seseorang itu merasa ee
akan mudah didukung apabila mereka itu
mendapatkan pertolongan yang tepat.
Namun ee mungkin tidak bisa langsung
menemui profesional gitu. Makanya dengan
mental health first aid eh
akan bisa membantu mereka untuk segera
mendapatkan pertolongan.
Kemudian yang keempat itu untuk mencegah
krisisnya lebih parah.
Jadi dalam situasi tertentu respon awal
yang tepat itu bisa membantu seseorang
menghindari kondisi yang lebih serius.
Misalkan orang-orang dengan self harm
atau suidal thought. Biasanya itu em
terjadinya kan dalam jangka waktu yang
cukup ee lama ya maksudnya
berulang-ulang begitu. Nah, jika ada
yang bisa memberikan dukungan, maka ini
krisisnya akan lebih mereda gitu dengan
adanya eh mental health first aid.
Selanjutnya
ee memang kita kalau misalkan ee dapat
bantuan P3K itu kan pasti butuh ee
lanjutan ya.
Misalkan kita lagi sakit terus
misalkan kena luka bakar ya. Kalau
terbakar itu kan memang e bisa dengan
air mengalir gitu ya cara mengobatinya,
tapi pasti butuh salep, butuh obat,
antibiotik gitu ya supaya lukanya tidak
meradang. Nah, sama dengan MHFA atau
mental health first aid. Eh, mental head
worship ini bukan pengganti terapi
profesional, tapi merupakan langkah awal
banget untuk memberikan rasa aman dan
dukungan seperti itu.
Oke. Jadi memang ee butuh banget nih ya
emang konsepnya itu mirip P3K ya biar ee
penanganannya itu tepat sebelum terlalu
ee buruk gitu ya, belum semakin
memburuk. Nah, ini berarti bisa
diterapin untuk misalkan teman-teman
ngelihat ada ee teman-teman yang lain
itu membutuhkan pertolongan.
Nah, gimana nih, Kak ee kalau misalkan
ada yang sedang mengalami kesulitan
mental, langkah pertama apa yang bisa
kita lakukan untuk membantu teman
tersebut nih, Kak?
Oke, langkah pertama yang bisa kita
lakukan itu menerapkan prinsip LG. Nah,
ini tuh merupakan singkat tanda eh A L G
E dari approach, access and active.
Kemudian listen nonjudgementally,
kemudian give reassurance and
information. Selanjutnya encourage
professional help dan eh encourage selfh
and support strategies. Nah, kita akan
bahas satu persatu.
Mangga. Oke, dari approach assess and
assist yang awal banget memang harus
didekati didekati dengan empati. Ee
amati tanda-tandanya seperti apa.
Kemudian pastikan keselamatan mereka.
Jadi selama teman-teman ngerasa memang
cukup mampu untuk memberikan ee
pendekatan atau bisa membuat dirimu
hadir bagi orang tersebut, maka
teman-teman bisa mendekatinya dengan
empati. Tapi jika teman-teman ngerasa
tidak siap nih untuk approach, untuk
assess, dan untuk assist, berarti tidak
perlu dilakukan.
Oh, iya betul. Nah, mental health first
aid ini sangat mengedepankan kesiapan
dari si pemberi
pertolongan. Jadi, jika memang
teman-teman tidak mampu untuk memberikan
pertolongan itu tidak apa-apa dan jangan
merasa guilty feeling karena tidak semua
orang memang mampu untuk memberikan
bantuan.
Kalau salah juga nantinya bakalan bisa
berakhir buruk juga malahan. Ya,
betul. Betul. He
pun ee sebagai profesional dokter,
psikolog, psikiater ketika mereka
memberikan bantuan, memberikan
pertolongan itu mereka harus dalam
kondisi siap. Apalagi teman-teman yang
mungkin background pendidikan atau
profesinya itu bukan dokter, psikolog
atau psikiater. Jadi, pastikan diri
teman-teman siap dulu untuk memberikan
pertolongan. Nah, apabila sudah
melakukan approach, sudah diassist,
maka langkah selanjutnya adalah listen
nonjudgementally.
Jadi, Teman-teman eh posisikan dirimu
adalah orang yang mampu mendengarkan
secara penuh dan penuh atensi.
Dengarkan tanpa menghakimi
dan ee tanpa buru-buru memberikan
solusi. Karena orang itu ketika lagi ada
masalah biasanya hanya butuh
didengarkan.
Betul.
Heeh. Tanpa judgement. Siapa tahu mereka
hanya butuh kayak oh gitu. Oh iya ya.
Aku paham kok yang kamu maksud seperti
apa. Orang kadang-kadang hanya butuh
dukung seperti itu.
Judgementnya pun bukan hanya kata-kata
ya. Emosi, mimik muka juga harus
diperhatikan teman-teman. Betul. Jangan
sampai nanti tiba-tiba gitu heran gitu.
Benar. Kayak karena raut wajah kita itu
juga akan mendukung informasi yang kita
berikan gitu.
Betul. Harus hati-hati ya.
He. Kalau bilangnya setuju gitu tapi
mukanya kayak enggak setuju gitu. Itu
kan kurang meyakinkan ya.
Nah, jadi teman-teman juga perlu
memperhatikan ekspresinya.
Kemudian kalau teman-teman sudah
mendengarkan apa yang menjadi masalah ee
teman-teman ee lanjut ke langkah yang
ketiga yaitu give free assurance and
information. Di sini teman-teman bisa
meyakinkan orang yang mengalami masalah
tersebut bahwa mereka ini tidak
sendirian
dan ada bantuan kok dari orang-orang
sekitar. Kita peduli, kita mampu untuk
ee membantumu, gitu. Nah, mungkin juga
teman-teman bisa kasih opsi-opsi
misalkan, "Oke, aku akan temanin kamu
nih ke klinik terdekat atau mungkin saat
ke psikiater, ke psikolog gitu atau ee
teman-teman juga bisa ee memberikan
semangat-semangat gitu ya. Kalau
misalkan kamu ee memang sulit, aku juga
akan mau kok dengerin kamu ke depannya
gitu. kamu ngerasa ee butuh teman, kamu
bisa panggil aku gitu.
Betul.
Nah, selanjutnya encourage professional
health. Sarankan teman-teman yang lagi
butuh bantuan ini untuk ke profesional
jika memang diperlukan. sekiranya itu
memang kita punya ee sudut pandang bahwa
sepertinya memang ee orang ini butuh deh
bantuan profesional, bisa teman-teman
pelan-pelan untuk ee berikan opsi
tersebut. Tapi jangan memaksakan. Jadi
kalau misalkan mereka memang ee kayaknya
aku enggak butuh deh, ya udah enggak
apa-apa gitu.
Hanya opsi ya.
Betul. Hanya opsi. Kalau memang enggak
mau ya enggak bisa dipakai.
Jangan dipakai. Betul.
Karena ee kembali lagi ee bahwa orang
yang memang mau sembuh, orang yang
memang ee mau didukung dan memang
betul-betul seeking for help biasanya
mereka akan punya motivasi untuk mencari
bantuan dan mau berubah.
Akan sulit jika kita mengubah seseorang
yang memang tidak mau berubah.
Iya, benar. Harus diperhatikan juga ya,
Teman-teman. Jangan sampai dipaksa loh.
Heeh.
Oke, untuk tahap yang terakhir adalah
encourage self and support strategies.
Dukung orang-orang yang memang
membutuhkan bantuan ini untuk melakukan
hal-hal yang bisa membantu pemulihan
seperti menjaga pola hidup sehat,
berbicara dengan orang terdekat, atau
cari komunitas yang supportif.
Mungkin kita sebagai teman bisa sekedar
meremani makan siang atau mungkin ajak
ngopi-ngopi.
Betul. Ngopi-ngopi,
cari-cari cake-cake lucu.
Iya, cake lucu. Benar. Karena kalau kita
makan yang manis atau makan coklat itu
kan akan ngebost
betul
ee hormon-hormon positif kita ya.
Betul.
Itu mungkin bisa diajakin kayak jogging
bareng,
olahraga bareng.
Olahraga bareng, nonton film, nonton
teater, gitu ya. Jadi hal-hal positif
itu bisa membantu orang lain untuk ya
mencari kesibukan yang baru atau sudut
pandang yang baru dari setiap kegiatan
yang dilakukan seperti itu.
Wah, memang benar-benar ya itu tadi
cara-caranya. Tapi ingat itu tuh ee
jangan sampai dipaksakan dan harus ready
ya, Teman-teman juga harus ready. Nah,
ee terus ada hal yang lain enggak nih,
Kak? Prinsipnya memang pendekatan mental
health first ini banyak ee memberikan
dukungan secara mendengarkan yang ee
aktif gitu ya, memberikan dukungan gitu.
Nah, gimana sih caranya menjadi
pendengar yang baik? mendengarkan secara
aktif dan hadir sepenuhnya itu dalam
interaksi sosial memang butuh latihan
atau keterampilan yang sangat penting
untuk memberikan dukungan emosional pada
orang lain. Dengan memahami perasaan dan
perspektif ee orang yang membutuhkan
bantuan, kita itu bisa menjadi pendengar
yang lebih baik lagi. Cara-caranya
seperti apa sih? Yang pertama,
Teman-teman bisa berikan perhatian
penuh, fokus pada lawan bicara. dengan
cara menatap mata. Kemudian hindari
distraksi, hindarkan juga misalkan
gadget-gadget ni singkirkan dulu.
Terus jangan lupa di-silent
handphone-nya gitu karena pasti akan
membutuhkan ee waktu yang cukup panjang
ya untuk bisa mendengarkan dan jangan
sampai ada distraksi. Kemudian yang
kedua adalah gunakan bahasa tubuh yang
terbuka misalkan seperti kontak mata,
anggukan gitu ya. Kayak Kak Sandra. ya
dan juga ekspresi wajah yang sesuai ee
menunjukkan keterlibatan teman-teman
bahwa kalau misalkan teman-teman itu
hadir di situ dan memang mendengarkan.
Terus kemudian yang ketiga kembali lagi
jangan buru-buru kasih solusi.
Betul.
Kadang orang itu memang tidak butuh
solusi. Memang kadang-kadang cuman butuh
didengar aja. Terus kemudian yang
keempat gunakan pertanyaan yang terbuka.
Misalkan nih, coba kamu ceritain lagi
yang itu tadi maksudnya apa tuh. Nah,
itu akan mendorong mereka untuk terus
berbicara supaya mengeluarkan apa yang
mungkin itu jadi ganjalan di hati kali.
Balik tadi ya, overthinking harus
diutarakan supaya lebih plong.
Heeh. Betul. Nah, yang terakhir
refleksikan kembali bagaimana perasaan
mereka. Contohnya, oh i ya, aku ngerti
kayaknya kamu lagi kewalahan ya. sama
masalah kamu atau mungkin ya ampun iya
sih itu emang sedih banget sih kalau
kayak gitu atau wah itu emang ngeselin
banget sih kalau kayak gitu. Nah itu
juga akan menunjukkan bahwa kamu paham
dengan apa yang mereka rasakan gitu. Nah
dengan mendengarkan secara aktif kita
itu bisa memberikan ruang aman bagi
seseorang untuk berbicara dan juga
ngerasa didukung. Jadi memang perlu
latihan ya teman-teman ya. memang perlu
latihan dan itu juga perlu fokus.
Kitanya juga harus ready.
Jangan sampai kita zoning out juga.
Jadinya nanti lawan bicaranya ngerasa
udah aku enggak didengar nih gimana kan.
Jadi sayang ya itu mental health first
aid-nya.
Nah ee karena ee enggak profesional itu
harus lihat kondisi dulu. Karena kita
kan sebagai orang yang tidak profesional
ya, tidak punya pendidikan latar
pendidikan psikolog atau psikiater nih
harus lihat kondisi dulu. Nah, kalau
dirasa teman-teman tidak mampu atau
takut salah nih, apa nih yang harus
dilakukan selanjutnya nih, Kak?
Oke. Kalau memang teman-teman ngerasa
kok kayaknya aku tidak pas untuk
memberikan eh first aid ya atau
pertolongan kepada orang yang memang
membutuhkan ya, eh teman-teman harus
aware kalau mental health first aid itu
memang butuh ee kesiapan. Jadi kalau
misalkan teman-teman ngerasa enggak
siap, tidak mampu, tidak perlu
dipaksakan seperti itu. Nah, kalau
misalkan takut salah ee berikan ee
referensi siapa sih orang yang sekiranya
bisa memberikan dukungan kepada temanmu
yang lagi dalam masalah ini, gitu.
misalkan ada kamu kenal ee seseorang
yang bisa menjadi pendengar yang baik
atau mungkin ee di satu community di
kelurahan biasanya itu ada em semacam
apa ya mungkin divisi ya bisa dibilang
ya itu yang memang mengatur atau
mengelola ee mahasiswanya di situ
biasanya ada tuh yang memang memberikan
dukungan-dukungan psikologis. Nah, itu
bisa jadi semacam konselor sih kalau ee
bisa kita lihat ya dalam kondisi eh
community. Terus kemudian ee mungkin
juga ketika teman-teman tahu ada
psikolog atau psikiater yang jadi
rujukan nih atau teman-teman sudah
pernah ke situ. Nah, itu enggak apa-apa
silakan dirujuk aja kalau teman-teman
ngerasa memang temannya perlu untuk
datang ke profesional gitu.
Oh, iya benar banget. Sekali lagi harus
digaris bawahi, jangan dipaksakan dan
jangan memaksakan diri.
Harus lihat kondisi dan situasinya juga.
Nah, Teman-teman, penting banget nih
untuk kita saling dukung, saling
menguatkan, dan saling peduli. Tapi
harus digaris bawahi juga. Kalau
misalnya teman-teman enggak mampu,
jangan dipaksakan. Dan kalau misalnya
teman yang membutuhkan pertolongan tadi
itu tidak membutuhkan pertolongan,
ternyata jangan dipaksakan juga, ya. He.
Nah, ee mungkin setelah ini bisa lebih
aware mengenai mental health dan cara
menanganinya. Dan coba teman-teman bisa
coba lirik kanan kiri atau lirik diri
sendiri, tetangganya yang kira-kira
mulai gelisah gitu ya atau menunjukkan
perilaku yang enggak biasanya. Boleh tuh
tadi ya diajak ngopi, makan atau makan
bareng tadi. Tapi jangan dipaksain ya
kalau enggak mau. Nah, aku sama Kak Riza
juga boleh nih ya diajakin ngopi kalau
ada yang mau.
Ehem. Jangan lupa ya ajakin kita juga.
Oke, sampailah kita nih di penghujung
episode 3 ini. Terima kasih Kak Rizza
sekali lagi telah berbagi insight dengan
kita semua dan terima kasih kepada
teman-teman juga udah mengikuti hingga
episode terakhir ini. Dan tadi kita
sudah belajar mulai dari penjelasan
singkat tentang gangguan mental dan cara
mengatasinya. Kita juga udah belajar
tentang mental health first aid dan juga
tadi eh ada berbagai tips and trik tadi
mulai dari mindfulness dan lain-lainnya
itu ya. Semoga kita bisa lebih aware
terhadap gangguan mental dan teman-teman
juga bisa straight awareness nih tentang
gangguan mental ini. Nah, semoga semua
diskusi tadi bisa menjadi bekal dan
membantu teman-teman dalam mempersiapkan
studi maupun menjalankan studi. Nah,
mungkin ada statement penutup nih dari
Kak Riza.
Oke, Teman-teman semua ingatlah bahwa
masa studi itu merupakan masa yang penuh
dinamika.
sehingga masalah yang datang itu wajar.
Ingat juga untuk teman-teman belajar
meningkatkan resiliensi, mengelola
ekspektasi, dan juga menjaga koneksi
seperti yang kita sudah bahas
sebelumnya. Jika teman-teman sudah
melakukannya namun merasa dirinya tetap
enggak baik-baik aja nih, coba carilah
pertolongan dari unit kesehatan di
kelurahan, di kampus, maupun di LPDP.
Jika teman-teman ngerasa sehat secara
fisik dan mental sehingga siap dan mampu
untuk mendukung orang lain, teman-teman
bisa praktikkan eh konsep mental heart
first aid yang sudah kita ajarkan
sebelumnya pada orang-orang yang
membutuhkan. Tetap semangat dan sehat
terus selama menjalani studi. Dengan
segala dinamikanya kami tunggu
teman-teman untuk lulus tepat waktu dan
mengabdi bagi negara Indonesia. Saya
Rikza. Mohon maaf jika ada salah kata
atau perbuatan selama e-learning ini.
Dan saya Kasandra juga pamit undur diri
dan mohon maaf jika ada salah kata atau
perbuatan. See you next time di PK
dah.
[Musik]
Yeah.
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Kurikulum Merdeka Rangkuman IPS Kelas 9 Tema 1 Perubahan Sosial
Portal Edukasi · English

RAHASIA TERBESAR PRABU SILIWANGI DAN MACAN PUTIH | MENGUAK JEJAK SANG RAJA YANG TAK PERNAH MATI
Raya Nusantara · English

Cerita Ricky Elson Soal Mobil Listrik | DisMorning
DI's Way · English

Modi Govt Opens Talks With CJP| Sonam Wangchuk Ends Fast, Dipke Refuses to Back Down|Dr.Manish Kumar
CAPITAL TV · Hindi

دبلومة اعداد مهندس كهربي - الباب الثاني - الدرس السابع- الرسومات التنفيذية لنظام IP STR. CABLING 1/3
Mohamed Faramawy - محمد فرماوى · English

SEJARAH TINGKATAN 4 : Bab 7 - CLC (Jawatankuasa Hubungan Antara Kaum)
Histrozi · English

[SFT 2026] Design Thinking Workshop #1 : Introduction, Empathize & Problem Discovery
Dibimbing · Indonesian

Creating your first skill
Claude · English

چرا معاملهگران حرفهای از ابر ایچیموکو استفاده میکنند؟ برای معاملهگران حرفهای
Aryafar Forex Academy · Persian

Estratégias de Compras no Material de Construção
ProfessorGlaucio · Portuguese (Portugal, Brazil)

Violet Beauregarde vira amora | A Fantástica Fábrica de Chocolate (2005) CENA HD
W8ddlix filmes · Portuguese (Portugal, Brazil)

Baatein Ye Kabhi Na [Slowed + Reverb] - Arijit Singh | Khamoshiyan | Lofi Songs | Lofi Vibes
Lo-fi Vibes · English
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.