Full Transcript

·YouTLDR

eLearning Mental Health and Its Impact on the Future Among Awardee - Episode 3

32:07IndonesianTranscribed Jul 24, 2026
0:02

[Musik]

0:04

Halo P friends, kembali lagi di

0:07

E-Learning Mental Health and it's impact

0:09

in the future among worthy. Nah, karena

0:12

udah lebih aware nih terhadap gangguan

0:14

mental dan beberapa cara untuk

0:16

mengatasinya, terkadang ada yang

0:18

mengalami tekanan mental yang lebih

0:20

tinggi nih sehingga sulit untuk

0:22

ditangani sendiri. Nah, di sana

0:25

teman-teman harus tahu kapan membutuhkan

0:28

bantuan profesional. Hal tersebut adalah

0:31

langkah yang sangat penting dalam

0:33

menjaga kesehatan mental. Nah, tenang

0:35

nih, Teman-teman, karena ada banyak cara

0:38

buat jaga kesehatan mental kita. Nah, di

0:41

episode kali ini kita akan membahas

0:42

terkait mencari pertolongan dan mental

0:46

health first aid. Nah, masih bersama

0:48

narasumber kita yaitu Kak Rikza di sini.

0:51

Halo, Kak. Kembali lagi di episode

0:53

ketiga.

0:54

Halo, Kak Sandra. Halo. Nah, nih Mbak

0:57

langsung aja ya pertanyaan dari Ko.

1:00

Terkadang nih ya, Kak, kita mengalami

1:02

tekanan mental yang sulit banget untuk

1:04

ditangani sendiri. Kalau tadi kan ada

1:06

beberapa yang memang kita bisa lakuin

1:08

sendiri ya, seperti teknik pernapasan

1:10

dan lain-lainnya nih. Jadi, kapan sih

1:12

sebaiknya kita itu mencari pertolongan?

1:15

Oke, Teman-teman. Semisal nih saat studi

1:18

atau mungkin lagi liburan. Nah, tapi kok

1:22

masih ada perasaan-perasaan enggak

1:24

nyaman nih? Kalau misalkan teman-teman

1:27

di ee sehari-harinya itu merasa ada yang

1:30

mengganggu entah itu secara fisik dan

1:32

mental, teman-teman bisa seeking for ke

1:36

profesional. Namun untuk bisa mengetahui

1:39

kondisi sendiri atau bisa dibilang self

1:42

assessment lah ya. Nah, Teman-teman

1:44

misalkan di ee merasa sulit fokus

1:47

kemudian mau belajar itu kayak kok

1:49

enggak masuk-masuk ya materinya terus

1:51

membaca jurnal juga kok. Kayaknya aku

1:54

enggak terlalu paham nih udah dibaca

1:55

berulang-ulang gitu. Terus misalkan ee

1:58

teman-teman yang biasanya bisa bekerja

2:01

atau menyelesaikan tugasnya dalam waktu

2:04

1 jam itu bisa satu apa? bab misalkan ya

2:09

meskipun enggak mungkin juga mungkin ya

2:11

kita anggaplah seperti itu. Kita ee bisa

2:13

ngerjain ee beberapa bagian dari bab

2:16

tersebut namun kok ini malah enggak

2:19

dikerjain sama sekali ya. Nah,

2:20

baca satu paragraf aja kayak aduh apa

2:24

ini ya? Sulit bet masuk otak gitu.

2:26

Betul. Itu juga sudah jadi tanda-tanda

2:29

bahwa diri kita lagi enggak baik-baik

2:30

aja gitu. Kemudian misalkan ketika

2:34

menjalankan rutinitas sehari-hari nih,

2:36

mau makan, mau tidur itu ngerasa kayak

2:41

enggak semangat. Nah, itu bisa jadi

2:43

salah satu tanda bahwa kita lagi enggak

2:44

baik-baik saja. Kemudian ee saat

2:48

teman-teman merasa kesulitan

2:49

mengendalikan emosi, tahu-tahu emosinya

2:53

itu meledak-ledak, tiba-tiba sangat

2:56

cemas, kemudian sangat sedih gitu ya,

2:59

tanpa sebab yang jelas. Kadang kita bisa

3:02

mengatur emosi kita, kadang juga kita

3:04

enggak bisa nih. Nah, ketika kita enggak

3:06

bisa mengatur emosi kita, maka itu

3:08

adalah tanda tanda-tanda kita enggak

3:10

baik-baik aja.

3:12

Kemudian misalkan ada teman atau

3:14

keluarga lagi ngomong sesuatu atau

3:16

melakukan sesuatu, terus kita jadi mudah

3:19

kesal,

3:20

mudah irritate gitu ya,

3:22

dan membuat kita kayak marah-marah,

3:25

tersinggung dengan hal-hal kecil.

3:27

Itu juga merupakan salah satu tanda

3:29

bahwa kita lagi enggak baik-baik saja.

3:31

terus gampang merasa putus asa dan

3:33

kehilangan ee hal-hal yang sebelumnya

3:36

kita minati. Misalkan kita punya hobi em

3:39

apa ya? Hobi yang paling sering

3:41

dilakukan sama ini biasanya sih yang

3:43

berkaitan sama sosialisasi ya. Kayak

3:46

misalkan berkumpul sama teman-teman di

3:48

kelurahan gitu ya, olahraga dan lain

3:50

sebagainya tiba-tiba menarik diri. Nah,

3:51

itu bisa jadi salah satu tanda nih

3:54

teman-teman.

3:55

Nah, selain itu ketika teman-teman

3:58

mengalami gejala fisik yang terkait

4:00

dengan stres atau ee gangguan kesehatan

4:03

mental itu tanda-tandanya misalkan

4:06

sering sakit kepala, kemudian sakit

4:08

perut, gerung

4:11

jantungnya berdebar tanpa sebab,

4:14

kemudian juga ada yang ee berkeringat

4:17

dingin. Itu bisa jadi salah satu ee

4:20

gejala. Kemudian misalkan ada orang yang

4:24

gangguan tidur yang berlangsung lama

4:26

atau justru enggak bisa tidur sama

4:27

sekali. Ada juga yang mengalami gangguan

4:30

makan. Itu juga merupakan gejala fisik

4:33

yang terkait ee dengan mungkin kecemasan

4:36

atau lagi stres berat gitu. Nah,

4:40

selanjutnya juga semisal teman-teman

4:42

mulai kepikiran untuk menyakiti diri

4:46

sendiri dan terasa sangat putus asa. Ada

4:49

perasaan-perasaan teman-teman itu tidak

4:52

berharga, kemudian ingin menyerah atau

4:55

bahkan memiliki keinginan untuk

4:57

mengakhiri hidup

4:58

itu sudah sangat ee butuh bantuan

5:00

profesional ya, Teman-teman ya.

5:03

Kemudian juga misalkan itu tadi terkait

5:05

diri ya, kalau misalkan terkait dari

5:07

lingkungan ee teman-teman ngerasa di

5:11

lingkungan teman-teman itu tidak cukup

5:13

untuk memberikan bantuan atau dukungan.

5:16

Misalkan ketika ada masalah tapi enggak

5:18

ada orang yang bisa diajak bicara,

5:21

enggak ada yang ngerti juga mungkin.

5:23

Betul. Kayak misalkan ee Kak Sandra lagi

5:26

sedih gitu, tapi teman-teman enggak ada

5:27

yang notice sehingga ee merasa

5:29

loneliness gitu. Terus juga ee misalkan

5:33

teman-teman mau ngomong ngomong sama

5:35

keluarga tapi keluarga tidak bisa hadir

5:38

karena mungkin jauh gitu. Jadi mungkin

5:40

ada perbedaan waktu atau apa sehingga

5:43

keluarga enggak bisa hadir. Nah, di

5:46

antara itu semua ee ini pastinya

5:49

teman-teman butuh pandangan profesional

5:51

untuk mendapatkan ee strategi coping

5:54

yang lebih efektif. Jadi, Teman-teman

5:56

jangan ambil kesimpulan atau self

5:58

diagnos untuk kondisi Teman-teman.

6:00

Ketika sudah mulai merasakan

6:02

gejala-gejala tersebut, silakan

6:04

teman-teman datang ke profesional. Boleh

6:06

sih mau baca-baca sedikit ya dari ee

6:10

Google itu boleh banget tapi jangan

6:12

langsung ditegakkan diagnosanya secara

6:15

mandiri. Teman-teman butuh profesional

6:17

untuk membantunya seperti itu.

6:20

Oke, kita tuh harus sadar ya kapan kita

6:21

butuh bantuan profesional. Nah, ee kita

6:26

kalau misalkan butuh bantuan profesional

6:28

itu harus pergi ke mana sih, Mbak? Oke.

6:30

Kalau kita di LPDP itu kan memang ee

6:34

diawali teman-teman yang mau mau

6:36

berangkat studi itu kan diawali dengan

6:38

PK ya.

6:38

I

6:39

kalau di PK itu ada banyak sekali

6:42

kegiatan yang intinya men-support award

6:45

sebelum berangkat. Kira-kira ee apa saja

6:48

yang akan dihadapi nanti ketika ee studi

6:51

gitu ya. Ada juga psikolog yang akan

6:53

memberikan ee semacam pembekalan gitu ya

6:57

ketika ee saat TK ya. Iya, betul.

6:59

Nah, itu merupakan salah satu langkah

7:01

awal LPDP untuk memberikan ee dukungan

7:04

kepada penerima beasiswa. Lalu kalau

7:07

sudah studi gimana? Kalau teman-teman

7:10

sudah studi, teman-teman ee bisa lihat

7:13

lagi rekaman ini.

7:16

Langkah awalnya itu ya, Teman-teman bisa

7:18

ee lihat lagi rekaman dari eh e-learning

7:21

ini. Kemudian nanti teman-teman jika

7:24

tetap merasa ee enggak mampu nih untuk

7:28

mengatasi ee permasalahannya,

7:31

teman-teman bisa datang ke profesional

7:33

yang ada di universitas. Biasanya di

7:35

universitas itu ada unit ee dukungan

7:38

psikologis.

7:39

He.

7:40

Atau mungkin di klinik terdekat yang ee

7:44

ada dukungan psikologisnya misalkan

7:46

psikolog atau psikiater. Kalau sekarang

7:49

di Indonesia ini di setiap puskesmas itu

7:53

sudah ada menyediakan psikolog dan itu

7:56

juga di-cover oleh BPJS. Kalau di luar

7:59

negeri sama sih sebenarnya di unit

8:03

kampus itu ada yang menyediakan ee

8:06

bantuan dukungan psikologi. Namun

8:09

apabila teman-teman merasa ee ada yang

8:12

biasanya itu ngerasa kesulitan bahasa.

8:15

Iya.

8:15

Jadi ada beberapa orang yang ngerasa

8:17

kalau ngobrol sama ee orang yang beda

8:21

bahasa ibu itu jadi enggak dapat

8:24

empatinya.

8:25

Iya. He.

8:25

Nah, itu boleh teman-teman ee misalkan

8:28

mau cari psikolog yang daring di

8:31

Indonesia itu juga bisa dong.

8:33

Bisa ya.

8:33

Betul. Nah, jika teman-teman sudah

8:36

melakukan itu semua tapi kerasanya kayak

8:39

aku masih butuh bantuan dari LPDP.

8:41

Iya. Tuh, itu bisa ke mana tuh, Kak?

8:43

Karena betul ada pertanyaan juga nih.

8:46

Sekali ya, ada pertanyaan. Nah, bisa aku

8:49

bacain ya. I

8:50

apakah ada program LPDP yang mendukung

8:53

mahasiswa beradaptasi atau mengalami

8:55

kesulitan mental selama studi nih? Ada

8:58

enggak tuh, Kak?

8:59

Oke, biasanya kalau di LPDP itu kami

9:02

mendapatkan laporan. Jadi, entah itu

9:05

laporannya dari sendiri melalui tiket

9:08

bantuan atau dari kelurahan. biasanya

9:12

curhat kan ke kelurahan ya kalau lagi

9:14

dalam ee kondisi yang depresi atau stres

9:18

atau cemas banget gitu biasanya mereka

9:20

akan cerita ke kelurahan atau mungkin

9:23

ada juga yang lapor ke dosen pembimbing

9:25

atau supervisor di universitas biasanya

9:28

sama universitas disampaikan kepada kami

9:31

kalau misalkan di dalam negeri biasanya

9:33

sih PC dari universitas itu akan

9:36

menghubungi PCIC kami langsung melalui

9:39

WA biasanya. Namun kalau dari

9:43

universitas di luar negeri biasanya

9:44

kirim email

9:46

ke kami untuk menjelaskan bagaimana sih

9:49

kondisi penerima beasiswa. Nah, setelah

9:52

kami dapatkan nih informasinya di

9:55

subdivisi monitoring dan evaluasi

9:57

beasiswa itu akan merespon dan

9:59

memberikan bantuan. kami akan kasih

10:01

pilihan nih. Misalkan teman-teman mau

10:04

datang ke unit bantuan atau dukungan

10:08

psikologis di kampus enggak gitu atau

10:10

sudah dijalanin belum? Atau misalkan ada

10:13

ee apa namanya? Punya misalkan psikolog

10:17

atau psikiater yang sebelumnya sudah

10:19

pernah didatangin itu sudah jalur itu

10:21

sudah ditempuh belum gitu. Jadi kami ee

10:23

akan memastikan dulu apakah teman-teman

10:26

sebelumnya sudah mendapatkan bantuan

10:28

atau sama sekali belum dapat bantuan

10:30

gitu.

10:32

Nah, kemudian ee jika memang teman-teman

10:35

ngerasa ee kalau di luar negeri biasanya

10:38

itu ngantri

10:39

Oh.

10:40

untuk dapat ee bantuan psikologis itu

10:43

butuh waktu sampai ada yang waktu itu

10:45

cerita butuh waktu 1 tahun untuk

10:47

mendapatkan bantuan ee psikologis. Jadi

10:49

kayak

10:49

keburu lulus ya.

10:50

Iya betul. baru lulus. Jadi saking

10:53

antrinya dia sampai bingung aku harus

10:55

cari bantuan ke mana. Untungnya dia buat

10:57

tiket bantuan. Nah, akhirnya ee

11:00

ditanganin di kami ee mereka akhirnya

11:04

bisa melakukan konseling secara daring.

11:07

Begitu. Nah, nantinya ee jika memang

11:10

teman-teman belum dapat bantuan

11:12

psikologis di luar, maka kami akan

11:15

membantu dan ee untuk setiap sesi

11:19

konselingnya itu tidak berbayar ya,

11:20

Teman-teman. Semuanya gratis ditanggung

11:23

oleh LPDP dan Teman-teman mau konseling

11:26

berapa kalipun selama itu teman-teman

11:29

menjadi ya akan diterima. Tapi jangan

11:32

sampai menjadi ketergantungan ya,

11:34

Teman-teman, untuk eh selalu seeking for

11:36

help. Karena eh konsep ee dukungan

11:39

psikologis itu membantu teman-teman akan

11:41

berdaya ke depannya. Memang sekarang sih

11:43

lagi ada masalah dan bantuan, tapi

11:46

nantinya teman-teman akan diarahkan

11:48

untuk berdaya, mandiri, dan mampu untuk

11:50

mengatasi masalah sendiri tanpa bantuan

11:52

orang lain. Oke, hingga saat ini untuk

11:56

kasus-kasus yang kami terima itu akan

11:58

dievaluasi terlebih dahulu karena kita

12:02

kan butuh ya untuk tahu kira-kira apa

12:05

sih kebutuhan dari teman-teman penerima

12:07

beasiswa. Bisa jadi teman-teman tidak

12:10

butuh psikolog tapi butuhnya psikiater.

12:12

Maka akan kami refer ke psikiater atau

12:14

mungkin orang-orang yang ahli lainnya

12:17

gitu. Nah, selanjutnya nanti teman-teman

12:21

jangan lupa untuk memindahkan BPJS-nya

12:24

ke lokasi studi. Misalkan Kak Sandra

12:27

sekarang tinggalnya di Jakarta tapi

12:29

studinya di Yogyakarta. Jangan lupa

12:32

untuk dipindahkan ke lokasi studinya.

12:34

Karena teman-teman itu akan sangat butuh

12:37

untuk pemeriksaan apapun. Misalkan butuh

12:40

lagi pilek nih, butuh untuk ke dokter,

12:43

langsung aja pakai BPJS-nya.

12:46

Kemudian kalau misalkan di luar negeri

12:48

itu sebenarnya untuk asuransi kesehatan

12:50

ee sudah didaftarkan lewat universitas.

12:53

Jadi ee akan lebih mudah. Nah, yang agak

12:58

ee butuh waktu memang jika di dalam

13:00

negeri dan menggunakan BPJS. Karena

13:03

kalau BPJS kan enggak langsung bisa

13:04

dipakai nih, butuh waktu. Nah,

13:06

teman-teman mungkin bisa persiapan

13:08

sebelum ke kota studi untuk mulai

13:11

mendaftarkan BPJS-nya ke lokasi studi.

13:14

Jadi, akan lebih mudah untuk mendapatkan

13:16

bantuan terutama untuk teman-teman yang

13:19

punya pengobatan lanjut. Nah, itu bisa

13:22

digunakan BPJS-nya di lokasi studi.

13:27

Oke. Tadi tuh banyak ya, Kak ya caranya

13:29

memang ya ee bisa ke psikolog atau ke

13:32

psikiater yang memang udah sering

13:34

teman-teman kunjungi atau bisa juga

13:36

langsung ke kampusnya dan bahkan LPDP

13:38

juga bisa bantu. Nah, e selanjutnya nih

13:41

kita akan bahas nih, Kak Mental Health

13:44

First Aid ya. Nah, kalau misalnya ada

13:46

urgency kita terluka itu kan misalkan e

13:50

biasanya ada P3K atau first aid ya. Nah,

13:53

itu tuh bisa juga kita dibantu ambulans

13:55

untuk pergi ke rumah sakit. Nah, kalau

13:58

misalnya kita butuh first aid untuk saat

14:00

kita merasa lagi enggak baik-baik aja

14:02

nih mentalnya itu ada enggak sih, Kak?

14:05

dan juga mungkin boleh dibantu

14:06

dijelaskan lebih lanjut itu terkait

14:09

mental health first aid ini dan kenapa

14:12

penting untuk diketahui oleh teman-teman

14:14

penerima beasiswa nih, Kak.

14:16

Oke, jadi mental health first aid atau

14:20

MHFA bisa kita sebut dengan pertolongan

14:25

pertama pada kesehatan mental adalah

14:27

konsep pertolongan pertama untuk

14:30

seseorang yang mengalami kesehatan

14:31

mental. fokusnya memberikan dukungan

14:35

kepada seseorang yang memang mengalami

14:36

krisis atau gangguan psikologis sebelum

14:39

mereka akhirnya mendapatkan bantuan

14:41

profesional gitu. Jadi, ini memang

14:44

langkah awal dan masih dasar banget ya.

14:47

Nah, konsep ini itu penting karena satu

14:50

untuk membantu deteksi dini mengenali

14:53

tanda-tanda gangguan gangguan kesehatan

14:56

mental lebih awal supaya tidak memburuk.

15:00

Kemudian yang kedua untuk mengurang

15:02

stigma. Biasanya itu dengan memahami

15:04

MHFA kita bisa lebih empati dan

15:07

mendukung orang di sekitar kita tanpa

15:10

rasa ingin nge-judge gitu ya. Karena

15:13

masih banyak banget orang-orang yang ee

15:15

mudah sekali men-judge ee ketika ada

15:19

yang mengalami gangguan kesehatan mental

15:20

gitu ya.

15:22

Nah, selanjutnya yang ketiga untuk

15:24

meningkatkan kesadaran dan dukungan

15:25

sosial.

15:27

Ee biasanya sih seseorang itu merasa ee

15:30

akan mudah didukung apabila mereka itu

15:34

mendapatkan pertolongan yang tepat.

15:36

Namun ee mungkin tidak bisa langsung

15:40

menemui profesional gitu. Makanya dengan

15:43

mental health first aid eh

15:46

akan bisa membantu mereka untuk segera

15:49

mendapatkan pertolongan.

15:51

Kemudian yang keempat itu untuk mencegah

15:54

krisisnya lebih parah.

15:56

Jadi dalam situasi tertentu respon awal

15:59

yang tepat itu bisa membantu seseorang

16:01

menghindari kondisi yang lebih serius.

16:03

Misalkan orang-orang dengan self harm

16:06

atau suidal thought. Biasanya itu em

16:10

terjadinya kan dalam jangka waktu yang

16:13

cukup ee lama ya maksudnya

16:15

berulang-ulang begitu. Nah, jika ada

16:18

yang bisa memberikan dukungan, maka ini

16:21

krisisnya akan lebih mereda gitu dengan

16:24

adanya eh mental health first aid.

16:28

Selanjutnya

16:29

ee memang kita kalau misalkan ee dapat

16:33

bantuan P3K itu kan pasti butuh ee

16:37

lanjutan ya.

16:38

Misalkan kita lagi sakit terus

16:41

misalkan kena luka bakar ya. Kalau

16:43

terbakar itu kan memang e bisa dengan

16:46

air mengalir gitu ya cara mengobatinya,

16:48

tapi pasti butuh salep, butuh obat,

16:51

antibiotik gitu ya supaya lukanya tidak

16:53

meradang. Nah, sama dengan MHFA atau

16:56

mental health first aid. Eh, mental head

16:59

worship ini bukan pengganti terapi

17:02

profesional, tapi merupakan langkah awal

17:04

banget untuk memberikan rasa aman dan

17:07

dukungan seperti itu.

17:09

Oke. Jadi memang ee butuh banget nih ya

17:12

emang konsepnya itu mirip P3K ya biar ee

17:15

penanganannya itu tepat sebelum terlalu

17:18

ee buruk gitu ya, belum semakin

17:21

memburuk. Nah, ini berarti bisa

17:23

diterapin untuk misalkan teman-teman

17:24

ngelihat ada ee teman-teman yang lain

17:27

itu membutuhkan pertolongan.

17:29

Nah, gimana nih, Kak ee kalau misalkan

17:31

ada yang sedang mengalami kesulitan

17:33

mental, langkah pertama apa yang bisa

17:35

kita lakukan untuk membantu teman

17:37

tersebut nih, Kak?

17:39

Oke, langkah pertama yang bisa kita

17:41

lakukan itu menerapkan prinsip LG. Nah,

17:46

ini tuh merupakan singkat tanda eh A L G

17:49

E dari approach, access and active.

17:53

Kemudian listen nonjudgementally,

17:56

kemudian give reassurance and

17:58

information. Selanjutnya encourage

18:01

professional help dan eh encourage selfh

18:05

and support strategies. Nah, kita akan

18:07

bahas satu persatu.

18:08

Mangga. Oke, dari approach assess and

18:12

assist yang awal banget memang harus

18:15

didekati didekati dengan empati. Ee

18:19

amati tanda-tandanya seperti apa.

18:22

Kemudian pastikan keselamatan mereka.

18:25

Jadi selama teman-teman ngerasa memang

18:28

cukup mampu untuk memberikan ee

18:32

pendekatan atau bisa membuat dirimu

18:36

hadir bagi orang tersebut, maka

18:38

teman-teman bisa mendekatinya dengan

18:40

empati. Tapi jika teman-teman ngerasa

18:44

tidak siap nih untuk approach, untuk

18:46

assess, dan untuk assist, berarti tidak

18:48

perlu dilakukan.

18:50

Oh, iya betul. Nah, mental health first

18:52

aid ini sangat mengedepankan kesiapan

18:55

dari si pemberi

18:58

pertolongan. Jadi, jika memang

19:00

teman-teman tidak mampu untuk memberikan

19:02

pertolongan itu tidak apa-apa dan jangan

19:04

merasa guilty feeling karena tidak semua

19:09

orang memang mampu untuk memberikan

19:11

bantuan.

19:11

Kalau salah juga nantinya bakalan bisa

19:14

berakhir buruk juga malahan. Ya,

19:16

betul. Betul. He

19:18

pun ee sebagai profesional dokter,

19:20

psikolog, psikiater ketika mereka

19:22

memberikan bantuan, memberikan

19:24

pertolongan itu mereka harus dalam

19:26

kondisi siap. Apalagi teman-teman yang

19:29

mungkin background pendidikan atau

19:31

profesinya itu bukan dokter, psikolog

19:34

atau psikiater. Jadi, pastikan diri

19:36

teman-teman siap dulu untuk memberikan

19:38

pertolongan. Nah, apabila sudah

19:41

melakukan approach, sudah diassist,

19:45

maka langkah selanjutnya adalah listen

19:48

nonjudgementally.

19:49

Jadi, Teman-teman eh posisikan dirimu

19:53

adalah orang yang mampu mendengarkan

19:55

secara penuh dan penuh atensi.

19:58

Dengarkan tanpa menghakimi

20:01

dan ee tanpa buru-buru memberikan

20:03

solusi. Karena orang itu ketika lagi ada

20:07

masalah biasanya hanya butuh

20:09

didengarkan.

20:10

Betul.

20:11

Heeh. Tanpa judgement. Siapa tahu mereka

20:13

hanya butuh kayak oh gitu. Oh iya ya.

20:17

Aku paham kok yang kamu maksud seperti

20:19

apa. Orang kadang-kadang hanya butuh

20:21

dukung seperti itu.

20:23

Judgementnya pun bukan hanya kata-kata

20:25

ya. Emosi, mimik muka juga harus

20:27

diperhatikan teman-teman. Betul. Jangan

20:30

sampai nanti tiba-tiba gitu heran gitu.

20:33

Benar. Kayak karena raut wajah kita itu

20:35

juga akan mendukung informasi yang kita

20:37

berikan gitu.

20:38

Betul. Harus hati-hati ya.

20:40

He. Kalau bilangnya setuju gitu tapi

20:42

mukanya kayak enggak setuju gitu. Itu

20:44

kan kurang meyakinkan ya.

20:46

Nah, jadi teman-teman juga perlu

20:48

memperhatikan ekspresinya.

20:51

Kemudian kalau teman-teman sudah

20:53

mendengarkan apa yang menjadi masalah ee

20:57

teman-teman ee lanjut ke langkah yang

20:59

ketiga yaitu give free assurance and

21:02

information. Di sini teman-teman bisa

21:05

meyakinkan orang yang mengalami masalah

21:08

tersebut bahwa mereka ini tidak

21:10

sendirian

21:11

dan ada bantuan kok dari orang-orang

21:14

sekitar. Kita peduli, kita mampu untuk

21:17

ee membantumu, gitu. Nah, mungkin juga

21:20

teman-teman bisa kasih opsi-opsi

21:22

misalkan, "Oke, aku akan temanin kamu

21:24

nih ke klinik terdekat atau mungkin saat

21:29

ke psikiater, ke psikolog gitu atau ee

21:32

teman-teman juga bisa ee memberikan

21:36

semangat-semangat gitu ya. Kalau

21:38

misalkan kamu ee memang sulit, aku juga

21:41

akan mau kok dengerin kamu ke depannya

21:43

gitu. kamu ngerasa ee butuh teman, kamu

21:46

bisa panggil aku gitu.

21:49

Betul.

21:50

Nah, selanjutnya encourage professional

21:53

health. Sarankan teman-teman yang lagi

21:56

butuh bantuan ini untuk ke profesional

21:59

jika memang diperlukan. sekiranya itu

22:02

memang kita punya ee sudut pandang bahwa

22:07

sepertinya memang ee orang ini butuh deh

22:10

bantuan profesional, bisa teman-teman

22:12

pelan-pelan untuk ee berikan opsi

22:15

tersebut. Tapi jangan memaksakan. Jadi

22:17

kalau misalkan mereka memang ee kayaknya

22:20

aku enggak butuh deh, ya udah enggak

22:22

apa-apa gitu.

22:22

Hanya opsi ya.

22:24

Betul. Hanya opsi. Kalau memang enggak

22:26

mau ya enggak bisa dipakai.

22:27

Jangan dipakai. Betul.

22:29

Karena ee kembali lagi ee bahwa orang

22:33

yang memang mau sembuh, orang yang

22:36

memang ee mau didukung dan memang

22:39

betul-betul seeking for help biasanya

22:41

mereka akan punya motivasi untuk mencari

22:45

bantuan dan mau berubah.

22:48

Akan sulit jika kita mengubah seseorang

22:50

yang memang tidak mau berubah.

22:51

Iya, benar. Harus diperhatikan juga ya,

22:53

Teman-teman. Jangan sampai dipaksa loh.

22:56

Heeh.

22:57

Oke, untuk tahap yang terakhir adalah

23:00

encourage self and support strategies.

23:04

Dukung orang-orang yang memang

23:05

membutuhkan bantuan ini untuk melakukan

23:07

hal-hal yang bisa membantu pemulihan

23:10

seperti menjaga pola hidup sehat,

23:13

berbicara dengan orang terdekat, atau

23:15

cari komunitas yang supportif.

23:18

Mungkin kita sebagai teman bisa sekedar

23:20

meremani makan siang atau mungkin ajak

23:23

ngopi-ngopi.

23:24

Betul. Ngopi-ngopi,

23:26

cari-cari cake-cake lucu.

23:28

Iya, cake lucu. Benar. Karena kalau kita

23:30

makan yang manis atau makan coklat itu

23:33

kan akan ngebost

23:34

betul

23:34

ee hormon-hormon positif kita ya.

23:37

Betul.

23:38

Itu mungkin bisa diajakin kayak jogging

23:40

bareng,

23:41

olahraga bareng.

23:42

Olahraga bareng, nonton film, nonton

23:44

teater, gitu ya. Jadi hal-hal positif

23:47

itu bisa membantu orang lain untuk ya

23:50

mencari kesibukan yang baru atau sudut

23:53

pandang yang baru dari setiap kegiatan

23:55

yang dilakukan seperti itu.

23:58

Wah, memang benar-benar ya itu tadi

24:00

cara-caranya. Tapi ingat itu tuh ee

24:04

jangan sampai dipaksakan dan harus ready

24:07

ya, Teman-teman juga harus ready. Nah,

24:09

ee terus ada hal yang lain enggak nih,

24:11

Kak? Prinsipnya memang pendekatan mental

24:15

health first ini banyak ee memberikan

24:19

dukungan secara mendengarkan yang ee

24:22

aktif gitu ya, memberikan dukungan gitu.

24:25

Nah, gimana sih caranya menjadi

24:27

pendengar yang baik? mendengarkan secara

24:30

aktif dan hadir sepenuhnya itu dalam

24:33

interaksi sosial memang butuh latihan

24:35

atau keterampilan yang sangat penting

24:39

untuk memberikan dukungan emosional pada

24:40

orang lain. Dengan memahami perasaan dan

24:43

perspektif ee orang yang membutuhkan

24:46

bantuan, kita itu bisa menjadi pendengar

24:48

yang lebih baik lagi. Cara-caranya

24:51

seperti apa sih? Yang pertama,

24:54

Teman-teman bisa berikan perhatian

24:55

penuh, fokus pada lawan bicara. dengan

24:59

cara menatap mata. Kemudian hindari

25:02

distraksi, hindarkan juga misalkan

25:04

gadget-gadget ni singkirkan dulu.

25:06

Terus jangan lupa di-silent

25:08

handphone-nya gitu karena pasti akan

25:10

membutuhkan ee waktu yang cukup panjang

25:13

ya untuk bisa mendengarkan dan jangan

25:16

sampai ada distraksi. Kemudian yang

25:19

kedua adalah gunakan bahasa tubuh yang

25:22

terbuka misalkan seperti kontak mata,

25:25

anggukan gitu ya. Kayak Kak Sandra. ya

25:28

dan juga ekspresi wajah yang sesuai ee

25:31

menunjukkan keterlibatan teman-teman

25:34

bahwa kalau misalkan teman-teman itu

25:35

hadir di situ dan memang mendengarkan.

25:38

Terus kemudian yang ketiga kembali lagi

25:40

jangan buru-buru kasih solusi.

25:42

Betul.

25:43

Kadang orang itu memang tidak butuh

25:45

solusi. Memang kadang-kadang cuman butuh

25:46

didengar aja. Terus kemudian yang

25:49

keempat gunakan pertanyaan yang terbuka.

25:53

Misalkan nih, coba kamu ceritain lagi

25:56

yang itu tadi maksudnya apa tuh. Nah,

25:58

itu akan mendorong mereka untuk terus

26:00

berbicara supaya mengeluarkan apa yang

26:04

mungkin itu jadi ganjalan di hati kali.

26:06

Balik tadi ya, overthinking harus

26:08

diutarakan supaya lebih plong.

26:11

Heeh. Betul. Nah, yang terakhir

26:14

refleksikan kembali bagaimana perasaan

26:17

mereka. Contohnya, oh i ya, aku ngerti

26:21

kayaknya kamu lagi kewalahan ya. sama

26:23

masalah kamu atau mungkin ya ampun iya

26:26

sih itu emang sedih banget sih kalau

26:28

kayak gitu atau wah itu emang ngeselin

26:30

banget sih kalau kayak gitu. Nah itu

26:32

juga akan menunjukkan bahwa kamu paham

26:34

dengan apa yang mereka rasakan gitu. Nah

26:38

dengan mendengarkan secara aktif kita

26:40

itu bisa memberikan ruang aman bagi

26:42

seseorang untuk berbicara dan juga

26:44

ngerasa didukung. Jadi memang perlu

26:47

latihan ya teman-teman ya. memang perlu

26:49

latihan dan itu juga perlu fokus.

26:52

Kitanya juga harus ready.

26:54

Jangan sampai kita zoning out juga.

26:56

Jadinya nanti lawan bicaranya ngerasa

26:59

udah aku enggak didengar nih gimana kan.

27:01

Jadi sayang ya itu mental health first

27:03

aid-nya.

27:05

Nah ee karena ee enggak profesional itu

27:08

harus lihat kondisi dulu. Karena kita

27:10

kan sebagai orang yang tidak profesional

27:11

ya, tidak punya pendidikan latar

27:13

pendidikan psikolog atau psikiater nih

27:15

harus lihat kondisi dulu. Nah, kalau

27:17

dirasa teman-teman tidak mampu atau

27:19

takut salah nih, apa nih yang harus

27:21

dilakukan selanjutnya nih, Kak?

27:23

Oke. Kalau memang teman-teman ngerasa

27:25

kok kayaknya aku tidak pas untuk

27:27

memberikan eh first aid ya atau

27:30

pertolongan kepada orang yang memang

27:31

membutuhkan ya, eh teman-teman harus

27:34

aware kalau mental health first aid itu

27:36

memang butuh ee kesiapan. Jadi kalau

27:40

misalkan teman-teman ngerasa enggak

27:41

siap, tidak mampu, tidak perlu

27:42

dipaksakan seperti itu. Nah, kalau

27:44

misalkan takut salah ee berikan ee

27:48

referensi siapa sih orang yang sekiranya

27:50

bisa memberikan dukungan kepada temanmu

27:52

yang lagi dalam masalah ini, gitu.

27:55

misalkan ada kamu kenal ee seseorang

27:58

yang bisa menjadi pendengar yang baik

28:01

atau mungkin ee di satu community di

28:05

kelurahan biasanya itu ada em semacam

28:09

apa ya mungkin divisi ya bisa dibilang

28:11

ya itu yang memang mengatur atau

28:14

mengelola ee mahasiswanya di situ

28:17

biasanya ada tuh yang memang memberikan

28:19

dukungan-dukungan psikologis. Nah, itu

28:22

bisa jadi semacam konselor sih kalau ee

28:25

bisa kita lihat ya dalam kondisi eh

28:28

community. Terus kemudian ee mungkin

28:32

juga ketika teman-teman tahu ada

28:34

psikolog atau psikiater yang jadi

28:36

rujukan nih atau teman-teman sudah

28:38

pernah ke situ. Nah, itu enggak apa-apa

28:40

silakan dirujuk aja kalau teman-teman

28:42

ngerasa memang temannya perlu untuk

28:44

datang ke profesional gitu.

28:47

Oh, iya benar banget. Sekali lagi harus

28:50

digaris bawahi, jangan dipaksakan dan

28:52

jangan memaksakan diri.

28:54

Harus lihat kondisi dan situasinya juga.

28:58

Nah, Teman-teman, penting banget nih

29:00

untuk kita saling dukung, saling

29:02

menguatkan, dan saling peduli. Tapi

29:04

harus digaris bawahi juga. Kalau

29:06

misalnya teman-teman enggak mampu,

29:07

jangan dipaksakan. Dan kalau misalnya

29:10

teman yang membutuhkan pertolongan tadi

29:12

itu tidak membutuhkan pertolongan,

29:14

ternyata jangan dipaksakan juga, ya. He.

29:16

Nah, ee mungkin setelah ini bisa lebih

29:19

aware mengenai mental health dan cara

29:21

menanganinya. Dan coba teman-teman bisa

29:24

coba lirik kanan kiri atau lirik diri

29:27

sendiri, tetangganya yang kira-kira

29:29

mulai gelisah gitu ya atau menunjukkan

29:32

perilaku yang enggak biasanya. Boleh tuh

29:34

tadi ya diajak ngopi, makan atau makan

29:38

bareng tadi. Tapi jangan dipaksain ya

29:40

kalau enggak mau. Nah, aku sama Kak Riza

29:43

juga boleh nih ya diajakin ngopi kalau

29:45

ada yang mau.

29:49

Ehem. Jangan lupa ya ajakin kita juga.

29:52

Oke, sampailah kita nih di penghujung

29:54

episode 3 ini. Terima kasih Kak Rizza

29:56

sekali lagi telah berbagi insight dengan

29:59

kita semua dan terima kasih kepada

30:01

teman-teman juga udah mengikuti hingga

30:04

episode terakhir ini. Dan tadi kita

30:07

sudah belajar mulai dari penjelasan

30:09

singkat tentang gangguan mental dan cara

30:11

mengatasinya. Kita juga udah belajar

30:13

tentang mental health first aid dan juga

30:16

tadi eh ada berbagai tips and trik tadi

30:19

mulai dari mindfulness dan lain-lainnya

30:21

itu ya. Semoga kita bisa lebih aware

30:25

terhadap gangguan mental dan teman-teman

30:27

juga bisa straight awareness nih tentang

30:30

gangguan mental ini. Nah, semoga semua

30:32

diskusi tadi bisa menjadi bekal dan

30:35

membantu teman-teman dalam mempersiapkan

30:38

studi maupun menjalankan studi. Nah,

30:41

mungkin ada statement penutup nih dari

30:44

Kak Riza.

30:45

Oke, Teman-teman semua ingatlah bahwa

30:48

masa studi itu merupakan masa yang penuh

30:51

dinamika.

30:52

sehingga masalah yang datang itu wajar.

30:55

Ingat juga untuk teman-teman belajar

30:58

meningkatkan resiliensi, mengelola

31:00

ekspektasi, dan juga menjaga koneksi

31:03

seperti yang kita sudah bahas

31:04

sebelumnya. Jika teman-teman sudah

31:07

melakukannya namun merasa dirinya tetap

31:09

enggak baik-baik aja nih, coba carilah

31:11

pertolongan dari unit kesehatan di

31:13

kelurahan, di kampus, maupun di LPDP.

31:17

Jika teman-teman ngerasa sehat secara

31:19

fisik dan mental sehingga siap dan mampu

31:22

untuk mendukung orang lain, teman-teman

31:24

bisa praktikkan eh konsep mental heart

31:27

first aid yang sudah kita ajarkan

31:29

sebelumnya pada orang-orang yang

31:30

membutuhkan. Tetap semangat dan sehat

31:33

terus selama menjalani studi. Dengan

31:35

segala dinamikanya kami tunggu

31:37

teman-teman untuk lulus tepat waktu dan

31:39

mengabdi bagi negara Indonesia. Saya

31:42

Rikza. Mohon maaf jika ada salah kata

31:44

atau perbuatan selama e-learning ini.

31:46

Dan saya Kasandra juga pamit undur diri

31:48

dan mohon maaf jika ada salah kata atau

31:51

perbuatan. See you next time di PK

31:54

dah.

31:58

[Musik]

32:04

Yeah.

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free