0:00
manusia masa depan itu adalah manusia
0:02
yang menguasai ilmu pengetahuan ini yang
0:05
menjadi layer di atas ini nanti yang
0:07
menentukan manusia-manusia layer di
0:09
bawahnya yang betul-betul pasif dalam
0:12
ilmu pengetahuan nah NU harus bisa
0:16
mengawal peradaban manusia ini dengan
0:19
ilmu pengetahuan enggak gampang enggak
0:21
sederhana sementara ketika ada kader NU
0:24
yang sangat pintar yang hari ini sedang
0:27
mencari doktoral di luar negeri malah
0:29
enggak kita urusin Pak akhirnya mereka
0:31
lebih memilih kerja di Singapura kerja
0:34
di Kanada karena betul-betul tidak kita
0:39
nah orang-orang pintar dari kader NU ini
0:41
yang hari ini berserakan di luar negeri
0:44
itu harus betul-betul kita opini kita
0:46
ajak ke NU jangan sampai sekolahnya di
0:48
Timur Tengah pintar di sana setelah
0:51
pulang ke sini akhirnya menjadi
0:53
kelompok-kelompok radikal yang terpapar
0:55
oleh wahabis Ikhwanul Muslimin dan
0:59
Profesor Doktor tapi tetap aja
1:01
cita-citanya mengusung Khilafah percuma
1:04
nah saya kemarin ditulis Itu
1:06
mempertemukan mahasiswa Indonesia
1:11
dari Afrika dan Timur Tengah bertemu dan
1:14
berkumpul di Tunis bersama dubesnya
1:17
kebetulan dubesnya orang NU suhairimis
1:19
membuat piagam tulis membuat kesepakatan
1:22
bersama seluruh mahasiswa Timur Tengah
1:24
dan Afrika Untuk tetap menjaga Islam
1:29
disitu kita gempur habis-habisan
1:31
pemikiran mereka Pak kalau tidak Pak
1:33
mereka nanti kembali ke Indonesia paling
1:36
para ulama Mohon maaf saya dari tadi pak
1:38
pak pak pak ini enggak ada
1:42
nanti kembali ke Indonesia mereka justru
1:44
akan dicaplok oleh kelompok-kelompok
1:46
kanan atau kelompok-kelompok Tengah ini
1:48
yang justru akhirnya akan menggunting
1:51
dalam lipatan di negara kita sendiri
1:54
kelompok-kelompok dari orang yang ingin
1:56
meruntuhkan Pancasila dan ingin memecah
1:58
belah NU dan ingin membubarkan NU ini
2:01
hari ini sudah bergerak masih Pak di
2:04
tiga komponen utama di negara ini satu
2:06
di sektor telekomunikasi mungkin
2:11
yang namanya Telkom Telkomsel ini
2:14
kelompok Min home ini sudah ada di sana
2:16
ketika kita lalai memikirkan itu
2:20
ini telekomunikasi ini penting bagi
2:22
sebuah negara kalau telekomunikasi ini
2:25
sudah dikuasai oleh mereka mereka
2:26
tinggal menggerakkan orang untuk
2:28
melakukan revolusi yang jadi sasaran
2:30
kita-kita semua ini yang dipersekusi
2:34
nah ini yang kedua adalah minyak bahan
2:39
ini mereka sudah berdiaspora di sana Pak
2:42
kelompok-kelompok ini
2:45
setiap terjadi kebakaran di kilang
2:47
minyak saya selalu curiga ini siapa
2:52
saya sudah memikirkan ke arah sana
2:54
selalu alasannya disambar petir loh kan
2:58
ada Master kontrolnya ada teknologi yang
2:59
bisa menangkal petir dan ketika ada
3:02
kebakaran di penumpang di Balikpapan di
3:04
Balongan sampai di Rumbai di Pekanbaru
3:06
sana selalu alasannya adalah penangkal
3:09
petir apa karena serangan petir
3:12
sementara ada Master control yang
3:14
seharusnya mengontrol pergerakan dari
3:16
refinery itu supaya betul-betul safety
3:18
kadang-kadang nggak ada di tempat
3:20
kadang-kadang lagi sibuk main
3:22
bulutangkis ini kan kesengajaan namanya
3:26
pertamina itu sudah di bukan dikuasai
3:28
tapi sudah bergerak diisi oleh
3:33
dan kemudian yang ketiga adalah tadi
3:36
yang pertama telekomunikasi kemudian
3:39
minyak yang ketiga adalah sektor
3:44
kementerian keuangan dan lembaga-lembaga
3:47
keuangan ini sudah betul-betul
3:52
nah ini ini bukan dikuasai artinya sudah
3:56
banyak yang bergerak di dataran itu di
3:58
Bea Cukai dan berbagai
4:01
elemen-elemen penting keuangan negara
4:05
nah ini ini menjadi PR kita bersama Pak
4:08
belum kita bicara listrik Pak
4:10
makanya ketika PLN salah satu cabang PLN
4:14
di Jawa Barat mengundang
4:15
penceramah-ceramah radikal itu saya
4:20
akhirnya dibatalkan tapi ternyata tetap
4:23
dilanjutkan lewat Instagram live
4:26
protes lagi udah telat
4:28
ceramahnya udah selesai
4:33
berarti 4 ini sebenarnya tapi listrik
4:35
saya masukkan ke kategori tadi ke minyak
4:38
sebenarnya karena itu adalah sendi utama
4:40
dalam akselerasi peradaban manusia
4:43
berbagai komponen ini kita lalai Pak
4:46
tidak menguasai itu dan kita lalai
4:49
memasukkan orang-orang kita di situ dan
4:51
kita semua tidak pernah berpikir bahwa
4:54
mereka akan memulai koperasi dari
4:56
lembaga-lembaga yang penting ini
4:58
ini tugas siapa kalau mau dibilang tugas
5:02
kita organisasi Islam terbesar Islam itu
5:05
adalah pemeluk terbesar di negara ini
5:09
Nah ini kan tugas kita menjadi tidak
5:14
nah berbagai lembaga-lembaga kementerian
5:17
dan negara Hari ini saya minta ini
5:20
mudah-mudahan ditonton oleh para menteri
5:21
atau pembuat kebijakan di negara ini
5:23
Tolong berikan ruang kepada kader-kader
5:26
NU untuk mengisi di situ
5:31
dan juga tolong dorong
5:37
NU yang mumpuni untuk produksi
5:41
itu tapi karena mulai dari mulai dari
5:44
apa namanya kualifikasi awal bahkan ini
5:50
karena saya hobinya berdiri ada temuan
5:52
ketika dia mengatakan kader NU karena
5:55
dia adalah organisasinya Ibnu dia mantan
5:58
pengurus ansor di daerah dia langsung
6:03
masuk ke organisasi yang memberikan
6:06
beasiswa ke luar negeri mudah-mudahan
6:08
ini didengar oleh Menteri Keuangan
6:10
mereka dia mau masuk menjadi salah satu
6:13
karyawan di lpdp langsung ditolak
6:18
karena lpdp pun sudah dikuasai mereka
6:23
tolong diklarifikasi kalau ini salah
6:28
pun dikuasai Sekali lagi bukan dikuasai
6:31
tapi ada orang-orang di sini yang
6:33
menentukan mahasiswa apa yang akan
6:35
dikirim ke luar negeri
6:38
Nah ini kan tugas kita bersama untuk
6:40
melakukan desakan-desakan pemerintah
6:42
jangan pemerintah jangan negara Mau
6:45
enaknya saja mengandalkan NU untuk
6:47
penguatan ideologi negara untuk
6:49
mengandalkan stabilitas negara tapi
6:52
kader-kader nu tidak diberikan ruang di
6:54
berbagai kementerian dan lembaga
6:58
ini penting Pak kita cuma hanya
7:01
dijadikan pajangan dijadikan kembang
7:05
tapi kita tidak bisa tidak pernah
7:07
dibiarkan untuk masuk ke dalam rumah
7:09
menjadi penentu di dalam rumah ini
7:14
kita kan selama ini kan Oh
7:19
ada PK ketika PKI menghajar ulama-ulama
7:22
NU dan santri-santri NU terus kita
7:25
dituding kita tidak berkemanusiaan di
7:29
kita dicurigai dikuntit sampai Gus Dur
7:34
berusaha di kudeta di Muktamar Cipasung
7:36
Tasikmalaya oleh satu figur Namanya Abu
7:40
kita nggak pernah dianggap tidak kita
7:42
tidak pernah dianggap penting oleh
7:44
negara Padahal kita penting menurut
7:48
nah NU hari ini dengan fiqih peradaban
7:51
yang dikeluarkan pada zaman 1 pada
7:53
peringatan 1 abad NU kemarin karena
7:55
Kebetulan saya juga terlibat di situ
7:57
Mari kita Kawal Pak ini bukan hanya
7:59
jargon kaleng-kaleng sebenarnya
8:01
peradaban manusia ini akan berakselerasi
8:04
dengan logikanya sendiri tidak mungkin
8:06
hanya bisa dibendung dengan alat fatwa
8:08
halal dan haram tidak bisa pak Oh ini
8:11
harap ini halal meskipun ini haram tetap
8:14
akselerasi peradaban manusianya akan
8:18
Nah kita tujuannya adalah mengawal
8:21
peradaban ini supaya tidak betul-betul
8:25
dan supaya betul-betul berbasis ke Nuan
8:29
NU ini adalah organisasi yang paling
8:31
siap bawa Ibu sekalian para alim para
8:33
ulama Ketika saya ditanya oleh
8:35
pemerintah-pemerintah baik pemerintahan
8:37
Malaysia baik pemerintah dari Somalia
8:40
hari ini di Malaysia sedang bangkit
8:44
gerakan-gerakan kelompok kanan ini
8:46
karena disitu ada partai yang memang
8:49
berbasis gerakan kanan hari ini berkuasa
8:55
mereka juga sudah mulai khawatir kemarin
8:57
ada bom ditemukan di bawah mobilnya
8:59
salah seorang tokoh moderat
9:03
ada bom yang ditanam diikat di dalam di
9:05
bawah gardannya dibungkus dengan botol
9:10
mereka sudah mulai khawatir dengan
9:13
dan juga Somalia Nigeria kemarin saya ke
9:15
Tunisia juga bertemu dengan
9:17
utusan dari sudah delegasi dari Sudan
9:20
dia katakan apa yang bisa diselesaikan
9:22
oleh Sudan ya nggak bisa lagi nasehat
9:25
kalau advice dari saya hanya dua saja
9:28
yang kalian harus punya satu kalian
9:30
harus punya Pancasila dua kalian harus
9:32
punya Nahdlatul Ulama
9:34
kalau nggak punya itu ya Jangan mimpi
9:36
Kalian itu akan terus berperang seperti
9:38
itu seperti katanya Ibnu Khaldun dalam
9:40
Al mukadimah saya bilang
9:41
Lihatlah negara-negara magrib itu kata
9:43
Ibnu Khaldun dalam Al mukadimah mereka
9:45
itu rakyat dan pemimpinnya tidak pernah
9:48
mau bersepakat menjadi satu negara
9:49
Makanya selalu perang terus sampai hari
9:51
ini loh Mali Mali sampai hari ini perang
9:57
dan hari ini yang berkuasa ditulis Itu
10:00
namanya partai nahdhoh untungnya nggak
10:04
sama seperti partai tiga huruf yang ada
10:08
nah ini ini kan menjadi satu pertarungan
10:11
tersendiri secara ideologis ditulis dan
10:14
ini memang seperti yang dikatakan Ibnu
10:16
Khaldun memang kalau satu negara itu
10:18
sudah mulai ada yang ingin menghianati
10:20
kesepakatan bersamanya
10:23
maka negara itu cepat atau lambat akan
10:26
runtuh perlahan Nah makanya Pak
10:28
Pancasila ini menjadi penting ini hasil
10:33
ini piagam madinahnya zaman Kanjeng Nabi
10:35
ini asosiahnya Ibnu Khaldun yang harus
10:38
kita jaga yang diandalkan untuk menjaga
10:40
Pancasila ini Nahdlatul Ulama