Our Land is the Sea (Full Film)
Bajau itu adalah kebebasan. Sebelum ada Republik Indonesia, sebelum ada batasan di laut, kami hidup bebas. Dengan cara seperti itu, kami bisa hidup sesuai dengan laut dan semua sumber daya alam yang ada di laut.
Bahkan saat ini kami sudah melepaskan kehidupan di atas perahu sebagai masyarakat yang nomadik. Kami masih tetap tinggal di laut karena laut itu adalah kerajaan kami. Tapi kami tidak mengatur laut, lautlah yang mengatur kehidupan kami. Sekarang kehidupan kami berubah dengan cepat karena ikan sudah hampir habis.
Karang dimana-mana sudah rusak dan anak-anak kami juga tidak lagi pergi ke laut dan mereka sudah mulai melupakan tradisinya. Karena berhubungan dengan laut dianggap sesuatu yang rendah. Perubahan itu terjadi di depan mata saya. Saya saja yang berumur sekarang 44 melihat perubahan dalam 15 tahun terakhir. Hanya 15 tahun, sangat jauh berbeda.
Saya pernah sekolah sampai SD kelas 6. Tapi ekonomi, pergi ke sekolah tidak punya uang untuk jajang, saya jualan. Saya sembunyi jualannya. Saya kasih alih ke ibu pergi ke laut. Dari laut bawa ikan, memasak, apa-apa. Saya putuskan tidak mau sekolah lagi. Tapi saya lebih dekat dengan nenek, kakek.
Saya pernah ikut Mbwende, Bu Tia, putar pulau cari ikan sampai tiga hari waktu masih seumuran halnya. Kita dayung ke sana, putar, kembali. Itu tiga hari tidur di pantai, tidur di perahu. Tapi itu musim teduh, tidak ada ombak. Tapi banyak teman-teman Mbwende yang pergi bawa cucunya. Tapi saya paling suka kalau ada orang sakit, apalagi mereka sakit dari lau.
Tiba-tiba ke rumah, tidak ada badan, dipanggilkan Bundi. Bundi sarankan harus mengaduai buahnya. Bawa air, alkohol ke tengah laut. Baru Bundi panggil semuanya, raja-raja di laut itu, untuk Bundi kasih alkohol itu, satu botol. Haling akan disunat. Islam bilang, kalau kita tidak sunat, kita tidak jadi Islam. Harus sunat. Sebelum meninggal, kalau ada sunatan, buti hanya yang dipanggil.
Sekarang setelah Mbu Tiong meninggal, tidak ada lagi. Mbu Tiong, Mbu Ndi meninggal bawa ilmu. Tidak ada yang ambil ilmu. Saya masih ingat waktu kecil, ibu saya itu masih punya kepercayaan dengan tradisi Bajo dan bapak seorang Muslim. Kampung itu kecil, tapi hampir mayoritas orang masih praktis dengan istiadat orang Bajo. Tapi bapak saya lebih...
lebih, ya dia muslim mengajar kami mengaji mengajar ajaran-ajaran tentang Islam orang Bajo di Indonesia saya boleh bilang 100% mereka mengaku muslim tapi masih ada kepercayaan Bajo di dalam masyarakat itu semua orang Bajo berkembaran dengan gurita jadi orang tidak tahu di mana binatang kembar saya ya
Tapi kalau mereka menembak gurita dan tiba-tiba sakit, berarti dia seperti menembak gembaran dia dan harus dibuat upacara ritual lagi. Ada orang Bajo yang sangat percaya dengan tradisi, dengan upacara-upacara tradisi mereka. Saya Islam, tapi saya tidak terlalu praktik sebagai seorang muslim. Istri saya masih sangat kental, dia orang Bajo.
Dan saya bilang anak-anak harus tumbuh sendiri dengan ini. Jangan hanya percaya kepada Islam saja. Biasakan mereka dengan siapa dirinya. Dia orang Bajo. Kakek almarhum adalah Sandro. Nenek juga. Mereka adalah pewaris tradisi yang Bajo yang sebenarnya. Dan kemudian mereka juga sholat. Yang terjadi di tradisi suku Bajo, bahwa mereka melihat
Aroha-aroha itu juga sebagai tandingan-tandingan Allah. Jadi di dalam Islam ini tidak boleh. Ini kalau bahasa Islam itu dia menyebut musrik. Percaya kepada selain Tuhan. Saya sudah memeluk Islam itu dan mengerti tentang perintah dan larangan di dalam. Sejak kuliah sudah tidak lagi mengikuti tradisi muslim.
Ibu saya disampaikan, bikin tradisi kakak, tulik, saya tidak lakukan. Sama Bahari masih mewarisi cerita-cerita yang lama, belum mau berubah. Mungkin bahasa anak muda yang orang Makassar mungkin belum move on. Mereka tidak ada perubahan-perubahan yang bisa dianggap, mungkin mereka anggap modern.
Alam sekali nabi ini. Ini orang membuat ini, boleh menginginkan rambutnya, cengkak cengkuk binatang, cengkak cengkuk manusia. Kita inginkan ke siapa, mengibasah.
Setelah itu, soran ini dia ngoyaknya, daiknya kan. Soran ini, ingat maka rapat luka ini. Jadi masyarakat, ingat maka rapat luka ini, bolehnya. Boleh ikut, boleh janggut, boleh sandiran, boleh dungang, boleh lumuk. Pada waktu itu, itu panuluh, panuluh sehingga. Memangnya, di Bumbuk Kutalimba memang sama seribu.
Pada saat itu, ada kekurangan, ada kekhidmatan, ada peristiwa yang tidak berhasil. Pada saat itu, apalagi aturan-aturan diri kita, bisa menjadi waham diri, taliban memang memiliki. Maka saya berkumpul ke Suruh, kembali ke sekolah, jalan ini saya tentukan dengan manusia kampung. Saya tidak lagi berhasil, saya hanya ingin menentangnya. Saya ingin menentangnya. Ada dua keagama Islam, ada dua.
Karena kita cuma ada rumah padabak kami, kita minta orang melihat. Kalau melihat, kita bilang, "Kaulah!" Aku mau jual. Aku punya aku. Jika kau tidak, aku mau rumah pasangan. Jadi, waktu itu, saya mencari, saya mencari, saya mencari, saya mencari, saya mencari. Saya mencari, saya mencari. Saya tidak mau mencari.
Saya jadi pemimpin acaranya. Saya yang urus ini, urus bank, urus makanan. Banyak teman ikut disampil, mungkin 30 orang. Itu ramai sekali. Satu kampung pesta. Kita harus beli makanan banyak sekali. Sedikit pusing. Banyak orang bertanya ini, ini. Tapi orang sampil membantu juga.
Jangan lupa untuk berikan maklumat kepada saya, kalau ada yang ingin tahu. Jangan lupa untuk berikan maklumat kepada saya, kalau ada yang ingin tahu. Jangan lupa untuk berikan maklumat kepada saya, kalau ada yang ingin tahu. Jangan lupa untuk berikan maklumat kepada saya, kalau ada yang ingin tahu. Jangan lupa untuk berikan maklumat kepada saya, kalau ada yang ingin tahu. Jangan lupa untuk berikan maklumat kepada saya, kalau ada yang ingin tahu. Jangan lupa untuk berikan maklumat kepada saya, kalau ada yang ingin tahu. Jangan lupa untuk berikan maklumat kepada saya, kalau ada yang ingin tahu. Jangan lupa untuk berikan maklumat kepada saya, kalau ada yang ingin tahu. Jangan lupa untuk berikan maklumat kepada saya, kalau ada yang ingin tahu. Jangan lupa untuk berikan maklumat kepada saya, kalau ada yang ingin tahu. Jangan lupa untuk berikan maklumat kepada saya, kalau ada yang ingin tahu. Jangan lupa untuk berikan maklumat kepada saya, kalau ada yang ingin tahu. Jangan lupa untuk berikan maklumat kepada saya, kalau ada yang ingin tahu. Jangan lupa untuk berikan maklumat kepada saya, kalau ada yang ingin tahu. Jangan lupa untuk berikan maklumat kepada saya, kalau ada yang ingin tahu. Jangan lupa untuk berikan maklumat kepada saya, kalau ada yang ingin tahu. Jangan lupa untuk berikan maklumat kepada saya, kalau ada yang ingin tahu. Jangan lupa untuk berikan maklumat kepada saya, kalau ada yang ingin tahu. Jangan lupa untuk berikan maklumat kepada saya, kalau ada yang ingin tahu. Jangan lupa untuk berikan maklumat kepada saya, kalau ada yang ingin tahu. Jangan l
nginek kojar air rupa guru antang, ngik kita dampa tau betingga? beta marak ni ngik anak tua ngik kita sadar anak tua yang anak mata iya? ngik kita sadar yang anak mata iya itu sisal ya kita? bu sisal ni, panju nak, nak tidak nak kasa diri ni, ngangan tangan buas na ilmu namimu nak tidak nasihik nih ilmu namimu nak tidak nasihik nih guru anak tau baca membendek? isa, isa guru anakku bungi naik?
Saya
Mulai-mulai kesini itu sejak dari tahun 1975. Karena petugas agama disini tidak ada. Saya orang binong kok, tapi kasihan, saya kasihan ini. Dari kebutuhan syariat agama apapun dilaksanakan oleh masyarakat, harus cari orang darat dengan budaya yang berbeda. Ini yang menjadi masalah bagi sama baharu. Telah disini-disini, bukan main. Ini, aku tikam. Mabok-mabokan, buktikan. Dia tidak masalah. Disitu saya masuk.
Karena ya tradisi orang tua dulu masih ada. Kalau sudah dua tiga orang, kecuali minum. Itu yang saya basmi pelan-pelan. Saya cipta anak-anak di masjid. Kasih mengaji apa segala pemimpinan agama. Saya kasih sekolah agama. Saya kasih masuk di Sanabia. Sekarang ini sudah ada SMP-nya, sudah ada SMA-nya, ada Madrasahnya, ada SD-nya. Alhamdulillah sekarang sudah sajian agama semua.
Begitulah jalan sejarah dari Paris Samba hari ini sampai saya juga turun tinggal. Rumah saya saya tinggalkan. Karena kalau kita hanya satu jam di sini bagaimana mau terjamin desa begini besar dengan kakak yang petar suara lebih. Dengan adanya saya bimbing anak-anak ini, remaja ini, akhirnya orang tua mengikuti anak remaja. Remaja saya punya anak buah semua di masjid. Tapi sekarang biar baju dia sudah ikuti darat. Nah setelah hitam apa segala itu sudah ikuti darat.
Jadi ada perbedaan tapi hanya sedikit-sedikit, sudah tidak kental lagi. Di darat sekolahnya sudah bagus dan di situ tentang agama, jadi saya memilih untuk di darat. Mungkin saya sudah belajar di Sanawiya dan saya belajar ilmu agama jadi tidak terlalu percaya Sanro. Menurut
yang saya dengar di sana jika yang sandro itu syirik mendoakan Allah begitu mungkin sandro hanya menyup-nyup air tapi itu tidak mungkin menyembuhkan orang tapi walaupun begitu itu sudah tradisi mereka jadi tidak bisa dilepakan begitu saja anak laki-laki ku akan disunat dan sesudah itu sudah diakui menjadi seseorang yang dewasa
Tapi aku belum tahu apa itu bajau dewasa kalau tidak berhubungan lagi dengan laut. Perubahan iklim untuk di kawasan ini sudah terjadi. Ada banyak sumber daya yang menjadi harapan besar untuk orang bajau bertahan hidup. Tiba-tiba ketersediaannya sudah tidak cukup lagi. Dulu ikan masih banyak. Lokasi-lokasi yang
tempat biasa untuk menjaring itu lebih banyak ikan dibanding dulu itu banyak ikan tapi sekarang harus di tempat jauh sudah kurang dulu pendapatan kita 200 di tahun yang lalu sekarang sudah kurang kurang dari hari itu karena kadang-kadang kita sama dengan iya lagi maka bagai, maka mabukuk sama mabukuk sama iya di sekitar sini
Karena tiap hari di jaring atau mancing atau di bom pakai bius. Yang paling mempengaruhi adalah aktivitas. Aktivitas manusia yang ada sebagian yang sedikit tidak bagus, merusak. Lagu Pertambahan yang kita pertambahkan ya.
Tidak juga seperti dulu Perubahan cuaca tidak bagus Mata pencarian di sini tidak bagus lagi Jadi anak-anak harus sekolah Tidak seperti bapaknya, seperti nilai
Mungkin di generasi ke depan yang mereka kalau tidak sanggup lagi, mungkin mereka harus mencari pekerjaan di darat. Dan itu menyedihkan mereka tidak seperti bukan orang Bajo lagi. Kenapa sama Bahari harus berbeda dengan yang lain? Sama Bahari juga punya orang yang bisa berkompetensi dengan. Tidak ada beda dengan yang lain. Justru kita sama Bahari kalau mau berusaha bisa menyaingi mereka.
Menurut saya ini adalah pilihan. Keinginan masyarakat untuk mendapatkan hasil lebih banyak tinggal mereka adaptasi. Senatan, senatan yang paling besar. Jadi saya juga agak bingung dulu, agak bingung karena kami di sana juga begitu tapi tidak begitu lama. Yang mereka di sini ya sudah lama. Acaranya itu buka mai.
Sunatan bukan hanya untuk anak-anak, itu sunatan untuk orang satu kampung. Dan orang kampung semuanya senang. Ini tradisi dari nenek-nenek moyang, turun-turun sampai sekarang.
Bukan juga menduakan Tuhan, bukan. Kata mereka yang agamanya itu, dia bilang menduakan agak menduakan Tuhan, tapi tidak. Kalau kita tidak itu, tidak kasih turun adat itu, ada kalanya itu yang anak yang disunat kesakitan, harus dipakai, tidak boleh tidak.
Kalau sudah jadi Islam, paling harus bertemu seperti bertemu Jawa. Karena dia sudah seperti sudah besar.
Harapan untuk Salma dan Aling itu sangat besar sekali. Sama dengan dia. Biar mereka sekolah tinggi, kalau sudah sukses pulang ke santila, mereka harus percaya Sandra. Karena itu dari nenek moyang. Saya sangat senang sekali lihat Aling tertawa. Stres sudah hilang. Dan itu bikin saya bangga karena saya bisa bikin upacara besar.
Anakku akan jadi orang dewasa yang modern Tapi apa itu modern? Percaya pada batasan yang sebenarnya tidak ada? Bukan hanya batasan yang memisahkan wilayah saja Tapi juga yang memisahkan agama dari tradisinya Batasan yang memisahkan leluhur dari keturunannya Batasan yang memisahkan masyarakat dari alamnya
Kalau batasan yang gaib itu adalah roh dari kepercayaan modern, aku berharap anak-anakku memilih kepercayaan Bajo.
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

كيف تكون مفاوض جيد مع من حولك ؟ من كتاب Never split the differences
M2M · English

Apple Lost the AI Race
Marques Brownlee · English

Drewermann: Immanuel Kant - Verstand und Vernunft. 10. Wintervorlesung 24/25 Philosophie & Religion
Drewermann Kanal · German

Kants Philosophie - Was ist der Verstand?
Die Stimme der Vernunft · English

CONVERSATORIO VIRTUAL: “SISMOS 2026: LECCIONES Y FUTURO AMBIENTAL”
Postgrado UNET · Spanish

We WON the AT&T Annihilator Cup + $1100 Knife
TheBurntPeanut · English

Lara Trump REVEALS Her Fitness Routine & Diet Rules | The Riley Gaines Show
Riley Gaines · English

Teks Argumentasi | Bahasa Indonesia SMA
kejarcita · English

ELE ATRAVESSOU O ATLÂNTICO A DERIVA SOZINHO...
Ekindarcortes · Portuguese (Portugal, Brazil)

Qué es el LIBERALISMO? 💡| Historia y teoría del pensamiento liberal clásico ☕
Valeria Bravo · Spanish

✅¿Qué es el LIBERALISMO y el NEOLIBERALISMO? El liberalismo y neoliberalismo explicados en 9 minutos
Memorias de Tiburón · Spanish

Akuntansi Sebagai Sistem Informasi | Ekonomi Kelas 12 - EDURAYA MENGAJAR
Eduraya Teknologi · English
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.