0:07
Pernahkah kalian mengubah pendapat tentang suatu topik setelah membaca sebuah artikel di surat kabar atau di media sosial?
0:15
Atau justru kalian jadi bertanya, “Apakah informasi ini benar?”
0:20
Biasanya, kita akan lebih mudah setuju dengan suatu pendapat jika pendapat tersebut disertai data, fakta, dan argumen yang meyakinkan.
0:30
Namun, pendapat tersebut terkesan lemah jika menyudutkan seseorang tanpa disertai data dan fakta.
0:37
Nah, artikel yang memuat pendapat seperti ini adalah contoh teks argumentasi.
0:45
Lalu, apa itu teks argumentasi?
0:48
Apa saja ciri-ciri, kaidah kebahasaan, dan struktur dari teks argumentasi?
0:55
Yuk, langsung aja tonton video ini!
0:59
Apa itu teks argumentasi?
1:02
Teks argumentasi adalah teks yang menyajikan pendapat tentang suatu hal, disertai alasan dan bukti pendukung.
1:11
Teks argumentasi memiliki ciri khas yang berbeda dengan jenis teks lainnya.
1:16
Ciri-ciri teks argumentasi yaitu: pertama, berisi opini penulis, baik yang setuju maupun tidak setuju.
1:26
Kedua, terdapat data dan fakta sebagai bukti untuk memperkuat pendapat.
1:32
Ketiga, informasi disajikan dengan analisis yang logis untuk memengaruhi pembaca.
1:39
Keempat, bahasa yang digunakan jelas dan lugas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
1:46
Agar teks argumentasi yang ditulis mampu memengaruhi pembaca,
1:51
maka teks argumentasi sebaiknya ditulis dengan kaidah bahasa yang baik.
1:56
Kaidah bahasa teks argumentasi yang baik, ditandai dengan adanya adverbia, verba, konjungsi, fakta, dan opini.
2:07
Adverbia adalah kata keterangan waktu atau tempat.
2:11
Verba adalah kata kerja.
2:14
Konjungsi adalah kata sambung yang menghubungkan frasa atau kalimat dalam suatu bacaan.
2:21
Fakta adalah pernyataan atau informasi yang dapat dibuktikan kebenarannya.
2:27
Opini adalah pendapat yang belum tentu benar karena belum terbukti kebenarannya.
2:33
Supaya teman kece lebih paham mengenai kaidah bahasa teks argumentasi,
2:38
coba kalian perhatikan analisis kaidah bahasa teks argumentasi yang berjudul “Diversifikasi untuk Ketahanan Pangan” berikut!
2:48
Pertama, menggunakan adverbia (kata keterangan).
2:54
Contoh adverbia pada teks ini adalah “di Indonesia” dan “di pasar” (yang menunjukkan kata keterangan tempat),
3:02
serta “tahun 1954” dan “tahun 2024” (yang menunjukkan kata keterangan waktu).
3:12
Kedua, menggunakan verba (kata kerja). Contoh verba dalam teks ini adalah “memperkuat” dan “memastikan”.
3:22
Ketiga, menggunakan konjungsi.
3:26
Contoh konjungsi yang digunakan pada teks ini adalah “dengan” dan “namun”.
3:32
Keempat, terdapat fakta.
3:35
Contoh kalimat fakta dalam teks ini adalah “Data tahun 1954 menunjukkan proporsi konsumsi beras hanya 53,5%,
3:46
sementara sisanya berasal dari ubi kayu, jagung, dan kentang.”
3:51
Kalimat tersebut adalah fakta karena didasarkan pada data, dapat diverifikasi melalui sumber resmi, dan bisa dibuktikan kebenarannya.
4:02
Kelima, terdapat opini.
4:04
Contoh kalimat opini dalam teks ini adalah “Pemerintah daerah diharapkan memimpin pelaksanaan program ini,
4:11
misalnya melalui kebijakan sehari tanpa nasi, meskipun efektivitasnya masih terbatas.”
4:18
Kalimat tersebut termasuk opini karena berisi perkiraan, dipengaruhi oleh pendapat seseorang,
4:24
dan tidak memiliki data yang jelas untuk dibuktikan.
4:29
Selain kaidah bahasa, teks argumentasi akan mudah dipahami oleh pembaca apabila ditulis secara terstruktur.
4:37
Struktur teks argumentasi terdiri atas tiga bagian, yaitu pendahuluan, badan argumen, dan kesimpulan.
4:46
Pendahuluan, yaitu bagian yang berisi topik dan pendapat yang akan dibahas.
4:52
Badan argumen, yaitu bagian yang berisi alasan, bukti, dan data yang mendukung pendapat penulis,
4:59
serta menguraikan argumen secara logis untuk meyakinkan pembaca.
5:04
Kesimpulan, yaitu bagian yang berisi penegasan dan rangkuman dari argumen yang telah disampaikan,
5:11
serta berisi ajakan sebagai penutup.
5:15
Supaya teman kece lebih paham mengenai struktur teks argumentasi,
5:19
coba teman kece perhatikan analisis struktur teks argumentasi dengan judul “Diversifikasi untuk Ketahanan Pangan” berikut, ya!
5:28
Bagian ini masuk ke pendahuluan karena memperkenalkan topik dan pendapat yang akan dibahas,
5:35
yaitu diversifikasi pangan, ketergantungan pada beras, dan pentingnya alternatif pangan untuk ketahanan pangan Indonesia.
5:44
Bagian ini termasuk dalam badan argumen karena menyajikan alasan, bukti, dan data yang mendukung pendapat penulis.
5:53
Alasan yang dikemukakan adalah peningkatan ketergantungan masyarakat pada beras sejak era Orde Baru, yang menyebabkan pangan lokal terabaikan.
6:03
Bukti yang mendukung adalah upaya pemerintah melalui Gerakan Diversifikasi Pangan.
6:09
Data yang memperkuat adalah konsumsi beras pada tahun 1954 sebesar 53,5%,
6:18
yang meningkat hingga 81,1% pada akhir 1980-an.
6:24
Bagian ini termasuk dalam kesimpulan karena berisikan penegasan dan ajakan pentingnya diversifikasi pangan.
6:33
Penegasan terdapat pada kalimat “Sinergi dari semua pihak sangat diperlukan untuk mendukung diversifikasi pangan”
6:40
dan ajakan terdapat pada kalimat “Dengan kolaborasi berbagai pihak, diversifikasi pangan dapat segera dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia.”
6:51
Nah, sekarang paham ya tentang “Teks Argumentasi”.
6:56
Lalu, mengapa belajar topik ini penting?
6:58
Ada beberapa manfaat belajar teks argumentasi dalam kehidupan sehari-hari.
7:04
Pertama, meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan logis.
7:09
Dengan memahami struktur dan kaidah kebahasaan teks argumentasi, seseorang dapat menyampaikan pendapat dengan lebih jelas dan meyakinkan.
7:18
Selain itu, kemampuan membedakan fakta dan opini dalam teks argumentasi membantu kita dalam menyaring informasi di era digital,
7:27
sehingga kita bisa lebih bijak dalam menanggapi isu-isu yang beredar di media sosial.
7:33
Sekarang, yuk coba jawab pertanyaan-pertanyaan berikut!
7:56
Coba tulis jawabanmu di kolom komentar ya.
7:59
Kalau mau latihan soal topik Teks Argumentasi,
8:02
yuk kunjungi website kejarcita.id atau download aplikasi kejarcita di playstore.
8:07
Like and share juga video ini ke teman kece lainnya.
8:10
kejarcita. Kejar ilmu, raih cita.