Full Transcript

·YouTLDR

SEJARAH KELAM INDONESIA. "MASA BERSIAP!" Genosida? #HistorytellingJASMERAH

13:35735 summary words · ~4 min readIndonesianTranscribed Jul 20, 2026
Summary

The video explores Indonesia's 'Masa Bersiap' (Preparation Period) after its 1945 independence declaration, highlighting violent conflicts with Dutch forces and internal ethnic tensions that led to an estimated 20,000 deaths and shaped the nation's post-colonial identity.

Understanding this period clarifies the complexities of Indonesia's independence struggle and its lasting impact on interethnic relations and national unity, while exposing the often-overlooked violence that accompanied the fight for sovereignty.

Section summaries

0:00-0:20

Intro / Channel Promotion

skip

The video opens with a dramatic tone, introducing the topic of Indonesia's darkest historical period. The host, Nessie, briefly promotes the channel and encourages subscriptions before diving into the content.

Standard intro with no substantive historical content.

0:20-1:19

Defining 'Masa Bersiap'

watch

Nessie explains that 'Masa Bersiap' refers to the period after Indonesia's 1945 independence, marked by struggles to defend sovereignty against Dutch attempts to reclaim control. She notes the Dutch coined the term to describe the violence faced by Europeans and Indo-Europeans, while the period was not just celebratory but filled with conflict.

  • The term 'Masa Bersiap' was Dutch-coined to describe post-independence chaos.
  • The period (1945-1950) involved military aggression, political disputes, and ethnic violence.

Essential context for understanding the video's central theme.

1:19-2:39

Dutch Perspective and Political Maneuvering

watch

The Dutch refused to accept Indonesia's independence, appointing Hub Van Muk as Batavia's governor to negotiate a federal system. Nessie details how the Dutch viewed Indonesia as still under their control due to historical ties, leading to failed negotiations and rising tensions.

  • Dutch appointed HBM Van Muk to reassert control via federal negotiations.
  • Dutch refusal to recognize independence fueled nationalist backlash.

Critical for understanding the Dutch stance and its consequences.

2:39-5:40

Depok Riots and Youth Rebellion

watch

Nessie describes the October 1945 Depok riots, where 4,000 youths attacked Dutch and pro-colonial targets, including looting homes and detaining civilians. The violence spread across Java and Sumatra, targeting ethnic Chinese and Christians. She emphasizes the role of semi-military groups like Pemuda and PETA in organizing these attacks.

  • October 1945 Depok riots involved 4,000 attackers targeting Dutch and suspected pro-colonialists.
  • Youth groups like Pemuda and PETA played key roles in early violence.

Core events illustrating the period's brutality and grassroots dynamics.

5:40-9:47

Retaliation and Escalation

watch

Pro-Dutch Ambonese and Minahasan groups retaliated against Indonesian nationalists, attacking them and even targeting Prime Minister Sultan Syahrir. Nessie details the cycle of violence, including sexual assaults and mass detentions, which intensified until Dutch military aggression began in 1947.

  • Pro-Dutch Ambonese groups retaliated, attacking nationalists and detaining civilians.
  • Prime Minister Sultan Syahrir was nearly assassinated due to tensions.

Shows the escalation and human cost of the conflict.

9:47-13:12

International Pressure and Conclusion

watch

Nessie concludes by noting that Dutch military aggression (1947-1948) aimed to reclaim resource-rich areas but faced international condemnation. The UN and global pressure forced Dutch recognition of Indonesian sovereignty in 1949. She reflects on the period's legacy, including its impact on Indonesia's demographics and the need for historical accuracy.

  • Dutch military aggression (1947-1948) aimed to reclaim resource-rich regions but failed due to international pressure.
  • The 20,000 death toll remains unverified, highlighting historical documentation challenges.

Wraps up the narrative and connects it to broader historical implications.

Key points

  • Origin of 'Masa Bersiap' Term — The term 'Masa Bersiap' (Preparation Period) was coined by the Dutch to describe the violent aftermath of Indonesia's 1945 independence, though its exact etymology remains debated. It refers to the period of conflict and unrest as Indonesia sought to defend its sovereignty.
  • Ethnic Violence and Casualties — The period saw targeted violence against Dutch, Indo-Europeans, Ambonese, Minahasans, Malukans, and ethnic Chinese, with reports of massacres, sexual violence, and forced displacement. The death toll is estimated at 20,000 but remains unverified due to poor record-keeping.
  • Dutch Resistance to Independence — The Dutch refused to recognize Indonesia's sovereignty, attempting to reassert control through military aggression (1947-1948) and political maneuvering, including offering a federal system to maintain influence.
  • Role of Youth Organizations — Semi-military groups like the Pemuda (youth) and former Japanese collaborators (e.g., PETA) played key roles in early attacks, including the 1945 Depok riots, where 4,000 people targeted Dutch and suspected pro-colonial figures.
  • Legacy of Unverified History — The lack of reliable records and conflicting accounts from Dutch, pro-colonial, and indigenous perspectives make it difficult to fully assess the period's events, leaving room for historical revisionism.
Korban-korban yang berjatuhan juga bukan cuman orang Belanda, tapi ada orang Indo-Banda, Jepang, Korea, Etnis Ambon, Minahasa, Maluku, dan juga Tionghoa. Nessie
Masa bersiap ini adalah istilah yang digunakan sama Belanda untuk menjelaskan masa-masa kelam tersebut. Nessie

AI-generated from the transcript. May contain errors.

0:00

Siaplah keadaan genting. Kita tunjukkan

0:03

bahwa kita ini adalah benar-benar orang

0:05

yang ingin merdeka. Sebuah yang kita

0:07

tetap merdeka atau

0:16

Hey guys, it's Nessie and welcome back.

0:18

Kalau kalian belum subscribe ke channel

0:20

ini dan kalian suka sejarah, jangan lupa

0:22

untuk klik tombol subscribe-nya

0:24

sekarang. Storying JZ Merah episode sisi

0:27

Gelap Kemerdekaan Republik Indonesia.

0:30

Masa bersiap di Indonesia sebenarnya

0:32

mungkin kita lebih mengenal masa bersiap

0:34

ini sebagai revolusi nasional Indonesia

0:37

atau masa-masa agresi militer. Simpelnya

0:40

walaupun masalah ini sama sekali enggak

0:41

simpel, Guys. Ini adalah masa-masa

0:43

ketika Indonesia baru aja merdeka dan

0:46

mereka mencoba untuk mempertahankan

0:48

kemerdekaan itu. Karena ya seperti

0:50

kalian bayangkan, Guys, ketika satu

0:52

negara itu merdeka, mereka

0:54

memproklamasikan bahwa kami adalah

0:56

negara yang berdiri secara independen

0:59

dan mengatakan bahwa mereka telah

1:00

merdeka. Enggak ujuk-ujuk para penjajah

1:02

kayak, "Oh, oke, ya udah kita cabut

1:04

aja." Jadi, periode dari tahun 1945

1:07

sampai 1950 bukanlah periode selebrasi

1:10

doang, Guys. Ini adalah masa-masa yang

1:12

sangat sulit, krusial, dipenuhi banyak

1:14

agresi, masalah, pertarungan,

1:16

kepentingan, dan konflik antara banyak

1:19

pihak.

1:22

[Musik]

1:24

Masa bersiap ini sebenarnya adalah

1:26

termilah yang lebih digunakan sama

1:28

Belanda untuk menjelaskan masa itu,

1:30

Guys. Masa kekerasan yang dialami sama

1:33

orang-orang Eropa yang masih di

1:34

Indonesia selama revolusi nasional.

1:36

Periode bersiap ini digambarkan sebagai

1:38

waktu yang sangat-sangat mengerikan.

1:40

Korban-korban yang berjatuhan juga bukan

1:42

cuman orang Belanda, tapi ada orang

1:43

Indo-Banda, Jepang, Korea, Etnis Ambon,

1:46

Minahasa, Maluku, dan juga Tionghoa.

1:49

Nah, ini menarik. Jadi sebenarnya enggak

1:50

ada yang tahu pasti masa bersiap itu

1:52

istilahnya datang dari mana. Ada

1:54

beberapa sources, ada beberapa sumber

1:56

yang mengatakan hal-hal yang berbeda.

1:57

Ada yang bilang katanya gara-gara

1:59

orang-orang yang pro Republik Indonesia

2:01

sebelum menyerang selalu bilang kayak

2:03

siap, siap siap siap. Ada juga yang

2:04

bilang gara-gara pas masa bentrok itu

2:07

kalau misalkan Belanda berpatroli,

2:09

mereka akan bilang malam-malam kayak

2:11

bersiaplah untuk mendisiplinkan

2:13

orang-orang pribumi. Jadi enggak tahu

2:14

asalnya dari mana. Yang jelas masa

2:16

bersiap ini adalah istilah yang

2:17

digunakan sama Belanda untuk menjelaskan

2:19

masa-masa kelam tersebut. Jadi kayak

2:21

tadi aku bilang, masa bersiap ini adalah

2:23

masa-masa setelah Indonesia

2:25

diproklamasikan kemerdekaannya. Dan

2:27

agresi yang terjadi itu dilatar

2:29

belakangi dengan kemarahan dan keinginan

2:32

balas dendamnya rakyat pribumi Indonesia

2:35

setelah masa penjajahan, terutama

2:37

masa-masa kolonialisme Belanda. Ditambah

2:39

lagi kayak tadi aku bilang, enggak cukup

2:41

dengan Ir. Soekarno mengatakan bahwa

2:43

kita ini sudah merdeka untuk mencapai

2:45

suatu keputusan tentunya ya dua pihak

2:48

kan harus setuju. Dan pada saat itu

2:50

orang-orang Indonesia merasa kita sudah

2:51

merdeka. Tapi orang-orang Belanda merasa

2:53

belum. Pihak Belanda enggak mau nih

2:55

mengakui kemerdekaan Indonesia. Mereka

2:57

dikatakan merasa masih berhak atas tanah

3:00

Nusantara yang kalau menurut mereka

3:02

sudah mereka bangun puluhan sampai

3:04

ratusan tahun. Merasa memiliki

3:06

keterlibatan sama pembangunan Indonesia

3:08

pada saat itu. Ya, Belanda enggak mau

3:10

gitu aja cabut dari Indonesia. Akhirnya

3:12

mereka nyoba nih, Guys, untuk

3:13

mengembalikan kekuasaannya ke tangan

3:15

Belanda. Di bulan Oktober tahun 1945,

3:18

akhirnya nih pemerintah Belanda

3:19

mengangkat Jenderal Hub Van Muk, orang

3:22

Belanda yang lahir di Semarang untuk

3:23

jadi gubernur di Batavia. Karena dia

3:25

dijadikan gubernur di Batavia, akhirnya

3:28

datanglah HBM ditemanin sama Amerika dan

3:30

juga pihak Belanda. Tapi pihak Belanda

3:32

kali ini datang udah bukan sebagai VOC,

3:35

Guys. Karena buat kalian yang udah

3:36

nonton history telling sebelumnya pasti

3:38

udah tahu bahwa VOC apa, Teman-teman?

3:40

Bangkrut. Kok enggak ada yang tahu sih?

3:42

Engak nonton historying, ya? Nah,

3:44

instead of VOC mereka datang sebagai

3:46

NICA, Netherlandes Indies Civil

3:50

Administration. Benar enggak tuh

3:51

ngomongnya? Coba dibenerin di bawah.

3:52

Yang artinya pemerintah sipil Hindia

3:55

Belanda, kita sebut saja nika. Nah,

3:57

setelah menjabat jadi gubernur Batavia,

3:59

akhirnya HBI Vanmuk mencoba untuk

4:01

menjalin relasi bernegosiasi dengan

4:04

perwakilan Indonesia. Pada saat itu dia

4:06

nawarin biar Indonesia jadi Republik

4:08

Indonesia Serikat agar bisa menjalin

4:10

hubungan politik dan ekonomi yang kuat

4:12

sama Belanda. Jadi mereka bisa kayak

4:14

membuat semacam persemakmuran. Kui

4:17

Vanwuk bilang, "Ya kan Indonesia baru

4:19

aja ya merdeka. Kalian tuh juga kurang

4:22

kekuatan politiknya, ekonominya. Masih

4:25

enggak cukup kuat untuk bersaing dengan

4:26

orang-orang Tiongkok Indonesia, India,

4:29

Partai Komunis Indonesia. Mendingan sini

4:32

abang bantu mas bantu kalau Semarang.

4:35

Intinya pada saat itu orang Indonesia

4:37

kayak, "Wah, ngeremehin kita dia ini.

4:39

Pasti dia ngomong-ngomong kayak gini

4:41

biar Belanda bisa nguasain Indonesia

4:42

lagi." Enggak mungkin kita kalah dengan

4:45

rasa nasionalisme yang waktu itu masih

4:47

membara setelah proklamasi, setelah kita

4:49

merdeka. Akhirnya para pribumi yang

4:52

mengatasnamakan diri mereka sebagai

4:54

pemuda atau pelopor memulai aksi

4:57

rebellion mereka. Mereka mulai merampok

5:00

dan menyerang orang-orang Belanda.

5:01

Enggak cuman orang-orang Belanda, mereka

5:03

juga menyerang orang Indo Belanda,

5:05

orang-orang yang dianggap

5:06

prokolonialisme kayak orang-orang etnis

5:08

Ambon, etnis Minahasa, etnis Tionghoa.

5:11

Dan awalnya aksi ini terjadi di Depok.

5:15

Lagi

5:15

kenapa sih Depok? Kenapa Depok? Karena

5:18

Depok itu ternyata, Guys, dulu adalah

5:20

pusat permukiman orang-orang Belanda dan

5:23

keturunan Indo Eropa. Tapi ya kerusuhan

5:25

dan kekacauan ini akhirnya tuh kayak

5:27

menyebar cepat banget, besar banget.

5:29

orang-orang saling manas-manasin jadi

5:31

provokator sampai kekacauannya itu

5:33

mencapai daerah-daerah lain di Jawa

5:35

sampai ke sebagian kecil di Sumatera.

5:40

[Musik]

5:41

7 Oktober 1945, para pemuda Indonesia

5:44

itu mulai menghalangi transaksi jual

5:46

beli kebutuhan pokok antara pedagang

5:48

lokal dan orang-orang Belanda Eropa.

5:50

Ditambah lagi mereka mulai mengkucilkan

5:53

orang-orang Kristen dan orang-orang

5:55

Indonesia yang sebelumnya itu dikenal

5:57

dekat banget nih sama komunitas

5:59

orang-orang Belanda. Bahkan mereka juga

6:01

berlaku kejam ke orang-orang Indonesia

6:03

sendiri, orang-orang pribumi yang mereka

6:05

ketahui tadinya memiliki relasi sama

6:08

orang-orang Belanda dan mereka-mereka

6:10

yang dicurigai masih memiliki hubungan

6:12

sama orang-orang Belanda. Mereka

6:14

diinterogasi sambil ditodok senapan dan

6:16

benar-benar di apa tuh?

6:19

Intimidasi.

6:20

Intimidasi. Betul. Selain orang-orang

6:22

tadi, etnis Tionghoa juga diserang

6:24

karena mereka mengabaikan perintah para

6:27

pemuda untuk enggak menjual kebutuhan

6:29

pokok kepada orang-orang tersebut.

6:31

Mereka tuh dianggap kayak Lolo ini tuh

6:33

enggak nasionalis, enggak peduli sama

6:34

Indonesia sebenarnya, cuman mikirin

6:36

cuan. Enggak hanya itu, orang-orang dari

6:39

barisan pelopor yang merupakan

6:40

organisasi semi militer yang dibentuk

6:42

langsung oleh Jepang juga terlibat

6:44

perampokan di rumah asisten Wedana,

6:46

rumah camat di masa kolonial Belanda di

6:49

Depok, 9 Oktober 1945. Kelompok muda

6:52

sambil membawa bendera merah putih dan

6:54

bambu runcing kembali merampok lima

6:57

rumah warga yang dicurigai sebagai kaki

6:59

tangan Belanda. Keesokan harinya, 10

7:02

Oktober 1945, gudang pangan lumbuk padi

7:05

di Depok juga diserbu sama para

7:07

gelandangan dan puncak penyerangan itu

7:09

terjadi pada 11 Oktober 1945. Di mana

7:12

perampokan terjadi bersamaan dengan

7:14

serangan Tentara Keamanan Rakyat TKR dan

7:17

serangannya itu terhadap orang-orang

7:19

Belanda. Bayangin, Guys, pada saat itu

7:22

Depok tuh diserbus sekitar 4.000 orang.

7:24

4.000 orang yang merampok, datang

7:28

bergelombang. Mereka datang pakai kereta

7:30

api, mobil pengangkut, bahkan ada yang

7:32

naik gerobak dan benar-benar with the so

7:35

purpose dengan goal untuk merampok.

7:37

Penduduk Eropa, para orang Kristen,

7:40

orang-orang Tionghoa. Rumahnya diserbu,

7:42

mereka diusir dari rumah dan rumah

7:44

mereka dijarah dan interiornya

7:46

dirusak-rusak. Kerusuhan ini juga

7:48

berlanjut sampai 13 Oktober di mana

7:51

lebih banyak perampok datang.

7:53

Orang-orang kehilangan nyawa mereka. Ada

7:54

yang juga dibawa sebagai tawanan. Jadi

7:57

orang-orang Indo dan Eropa dikumpulkan

7:59

di belakang stasiun Depok dijadiin

8:01

tawanan. Semuanya ditelanjangi.

8:03

Pria-perianya cuma boleh pakai celana

8:05

dan kayak penutup pinggang gitulah. Dan

8:07

para wanita itu cuman pakai bra dan

8:09

celana dalam. Dan semua perhiasan yang

8:11

ada di tubuh mereka itu diambil. Dan ini

8:13

semua terjadi di bawah awasannya barisan

8:16

pelopor. Beberapa tawanan pria yang

8:18

akhirnya dibawa ke penjara Bogor atau

8:19

yang sekarang namanya tuh Lapas

8:21

Palendang kalau enggak salah Paledang.

8:22

Paledang itu mereka dipulin di penjara

8:24

terus ditaruh di penjara selama 2 tahun.

8:26

Untuk tawanan-tawanan yang akhirnya

8:28

diizinkan pulang. Mereka masuk ke rumah

8:30

mereka dengan kondisi yang yah udah

8:34

hancur semua barang mereka yang berharga

8:36

udah hilang. Di masa bersiap ini

8:38

dikatakan bahwa enggak cuman orang-orang

8:40

merampok dan menghilangkan nyawa-nyawa

8:43

manusia-manusia lainnya, tapi banyak

8:45

juga laporan atas penyan, keji dan

8:48

pelecehan wanita-wanita yang ditawan

8:50

akibat aksi pemuda Indonesia,

8:52

pribumi-pribumi yang pula Belanda atau

8:55

orang-orang Belandanya sendiri juga

8:57

ngamuk luar biasa, Guys. Karena mereka

8:59

tersulut amarahnya atas permasalahan

9:02

yang dimulai sama essentially

9:03

rakyat-rakyat pribumi. Akhirnya mereka

9:05

tersulut amarahnya dan merencanakan aksi

9:08

balas dendam. Dikatakan ada sejumlah

9:10

orang Ambon yang pro Belanda mulai

9:11

mangkal di kawasan Senen. Wimpy, Albert,

9:14

Mingus, Gerardus, Polang dan

9:17

lain-lainnya mulai menyerang para pemuda

9:20

pro Republik Indonesia. Jadi kalau ada

9:22

orang-orang yang pro Republik Indonesia

9:23

ketemu sama orang-orang ini yang lagi

9:25

marah banget dan merupakan pro Belanda,

9:28

orang-orang yang pro Republik Indonesia

9:29

itu akan diminta untuk menelan lencana

9:32

merah putih mereka sendiri. Eh, bahkan

9:34

Perdana Menteri Sultan Syahrir itu

9:36

sempat menjadi sasaran dari balas dendam

9:38

orang-orang yang marah gara-gara

9:40

kelakuannya para penjara di Depok.

9:42

Sultan Syahrir itu hampir dua kali,

9:44

Guys, kehilangan nyawanya gara-gara dia

9:45

ditarget sama orang-orang yang pro

9:47

Belanda di Desember 1945.

9:53

Nah, setelah kabinetnya Sultan Syahrir

9:55

akhirnya berkuasa di tahun 1946, ada

9:57

kabar-kabar nih bahwa akan terjadi

9:59

negosiasi antara Republik Indonesia dan

10:02

Belanda. Dan akhirnya kekerasan dari

10:04

masa bersiap perlahan-lahan berkurang.

10:07

Terutama saat dimulainya agresi militer

10:09

1 Belanda pada Juli 1947 ketika Belanda

10:12

itu ingin merebut daerah-daerah

10:14

perkebunan di Indonesia yang kaya akan

10:17

sumber daya alam, Guys. Terutama minyak.

10:19

Dan di bulan Desember 1948, agresi

10:22

militer 2 itu dimulai karena Belanda

10:24

ingin melumpuhkan pusat pemerintahan

10:27

Indonesia sehingga Belanda itu bisa

10:29

kembali menguasai Indonesia. Nah, ini

10:30

kan terjadi di 1948, Guys. Yang mana itu

10:33

adalah 3 tahun setelah Indonesia

10:35

merdeka. Karena Belanda masih mendesak,

10:37

akhirnya negara-negara lain di dunia dan

10:39

juga PBB mengecam Belanda kayak, "Hei

10:42

Belanda, kayaknya udah cukup deh kalian

10:44

mencoba menjajah Indonesia lagi." Udah

10:45

cukup kalian berada di Indonesia untuk

10:47

waktu yang sangat lama. Mereka bilang

10:48

kan mereka sudah merdeka. Akhirnya pada

10:50

27 Desember 1949,

10:53

4 tahun setelah Indonesia merdeka,

10:55

Belanda pun mengakui kedaulatan Republik

10:58

Indonesia. Jadi jatuhnya masa

11:00

peperangan, bukan peperangan aja ya,

11:02

kayak masa perjuangan Indonesia itu

11:03

enggak selesai di 1945, Guys. Sampai

11:06

sekarang pun masih berjuang kayaknya.

11:09

Tapi akibat peristiwa masa bersiap ini,

11:12

korban jiwa itu diperkirakan mencapai

11:14

20.000 jiwa, Guys. Terdiri dari orang

11:16

Belanda, Indo Belanda, orang Eropa,

11:19

Tionghoa, pribumi, dan tahanan perang

11:21

tentara Jepang dan Korea. Bahkan

11:22

sebenarnya angka 20.000 itu enggak bisa

11:24

dipastikan, Guys. Enggak bisa

11:25

divalidasi. Karena pada saat itu

11:27

administrasi tuh berantakan banget. Tapi

11:29

masa bersiap ini yang katanya membuat di

11:32

Indonesia tuh jarang banget ada orang

11:34

keturunan Belanda. Aku nenek aku

11:37

sebenarnya masa bersiap ini lumayan

11:39

kontroversial, Guys. Karena technically

11:41

sebenarnya yang diinginkan sama seluruh

11:44

rakyat Indonesia itu untuk merdeka. dan

11:47

kejadian-kejadian yang akhirnya buruk

11:49

karena adanya provokasi, rasa ingin

11:51

balas dendam, pembantaian dan lain-lain

11:54

itu dilakukan sama satu kelompok gitu

11:56

yang technically enggak

11:57

merepresentasikan semua orang di

11:59

Indonesia pada saat itu. Karena yang

12:00

masih pro Belanda banyak kayak yang kita

12:02

bahas di history episode 1. Dari

12:05

ratusan, ribuan tahun yang lalu

12:06

Indonesia tuh emang orang-orangnya udah

12:08

beragam. Dan karena tidak tercatat

12:10

dengan baik, banyak banget nih

12:11

cerita-cerita dengan versi-versi yang

12:13

berbeda dari pandangannya Belanda, dari

12:15

pandangan orang-orang yang pada saat itu

12:17

dicap pro Belanda, etnis-etnis lainnya,

12:19

bahkan orang-orang pribumi sendiri. Dan

12:21

harus dicapkan, Guys, bahwa agresi yang

12:23

terjadi masa kelam ini tidak pernah

12:25

diorganisir oleh pemerintah Indonesia.

12:27

Tapi memang apa yang terjadi itu bikin

12:29

hubungannya Indonesia pada saat itu sama

12:32

Belanda sangat-sangat buruk. So, ya

12:33

lagi-lagi bahas tentang sejarah gini

12:35

mengingatkan kita bahwa gak semudah itu

12:38

loh memperjuangkan negeri ini. Anyways,

12:40

kita mau bahas mata kelam ini karena

12:41

banyak banget dari kalian yang

12:43

me-request untuk kita membahas ini di

12:44

historying. Semoga informasi-informasi

12:47

yang kita rangkum cukup menjelaskan.

12:49

Tapi kalau misalkan ada tambahan atau

12:51

sesuatu yang sebenarnya tidak tertulis

12:53

nih di buku-buku sejarah atau catatan

12:55

sejarah yang telah dipublikasi dan

12:57

menurut kalian ada hal-hal yang mestinya

12:58

dikoreksi, boleh banget ditambahkan di

13:00

bawah aja karena kita sama-sama belajar.

13:02

So, thank you semuanya yang merequest

13:03

enggak sabar untuk membaca komentar

13:05

kalian di bawah. Dan jangan lupa pencet

13:07

tombol subscribe-nya biar kita ketemu

13:09

lagi besok. Oke, see you di Neror besok.

13:12

Bye bye.

13:17

[Musik]

13:24

Mereka akhirnya mencoba lagi untuk me

13:27

mengembalikan kekuasaan mereka.

13:29

Mendingan sini aa bantu. Tapi ya

13:31

kekurusan.

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free