Full Transcript

·YouTLDR

KULTUR: MENJAGA TRADISI NENEK MOYANG TORAJA

25:27IndonesianTranscribed Jul 23, 2026
0:00

[Musik]

0:17

toraja adalah sebuah tempat di Sulawesi

0:20

Selatan dimana adat istiadat dan tradisi

0:23

leluhurnya masih sangat kental

0:29

dalam bahasa Bugis Toraja disebut Tori

0:33

aja yang artinya orang yang berdiam di

0:36

negeri atas

0:40

masyarakat Toraja memiliki tradisi adat

0:43

kematian untuk menghantarkan arwah ke

0:46

alam roh dan menghormati leluhur mereka

0:49

yang sudah lama Tiada

0:53

kultur bersama Citilink akan membahas

0:56

Tanah Toraja dan tradisi aluk todolo di

0:59

YouTube Si Exo media

1:06

[Musik]

1:26

[Musik]

1:56

[Musik]

2:02

upacara kematian sangat erat hubungannya

2:04

dengan sistem religi dan kepercayaan

2:07

editor aja ini apapun agamanya mereka

2:09

tetap berpegang teguh pada ajaran

2:11

leluhur alukta dulu

2:16

Saat ini saya sedang berada di rumah

2:19

bapak Israel dan mau bertemu dengan bang

2:23

Arno mereka akan mengenakan pada saya

2:25

salah satu saudaranya yang sedang

2:27

beristirahat

2:29

[Musik]

2:33

Halo Bang

2:42

jadi ini

2:44

keluarga besar kami selama satu tahun

2:47

tiga bulan keluarga kami sedang

2:48

mengalami keberkahan karena orang tua

2:51

atau nenek terkasih kami ibu Agustina

2:54

kalau salempang atau sering kalau orang

2:56

tuanya menyebutnya nenek Dharma ya nenek

2:59

Darma sedang

3:01

terbaring di luar rumah ini dalam

3:03

kebudayaan Toraja disebut kematian

3:08

[Musik]

3:14

aku

3:22

saya ngasih tahu sama nenek jangan kaget

3:27

ada tamu yang mau datang nengok nenek

3:28

terus ini sudah mau jam makannya dia

3:31

kita tetap suguhkan makanan dan minuman

3:34

untuk nenek Iya

3:39

Setiap hari kalau misalnya tidak sempat

3:42

disuguhkan pas kita mau makan kita ajak

3:45

dia kita sapa nenek Ayo makan gitu

3:48

berarti memang benar-benar masih

3:51

beristirahat Iya bagi kami nenek ini

3:55

walaupun sudah 1 tahun 3 bulan tidak

3:58

lagi seperti saat dia hidup bagi kami

4:02

Karena rasa cinta kami kepada nenek kami

4:05

masih menganggap nenek ini tomakula itu

4:08

istilah bahasa Toraja untuk orang tua

4:11

kami atau keluarga kami yang meninggal

4:13

secara biologis

4:15

Jadi bagi kami orang Toraja meninggalnya

4:18

dua kali pertama meninggal secara

4:20

biologis ketika sudah putus nyawa kami

4:23

anggap itu belum meninggal secara resmi

4:25

masih sakit jadi selayaknya orang sakit

4:29

kita rawat kita tetap sapa nanti kalau

4:33

mau di upacarain baru disebut Tomate

4:35

meninggal secara utuh secara fisik dan

4:38

ritual

4:41

masyarakat Toraja sangat Memegang teguh

4:44

adat dan ajaran nenek moyang walaupun

4:47

mereka tidak lagi menganut aluk todolo

4:51

Mereka pun rela menghabiskan uang

4:54

miliaran rupiah hanya untuk sebuah

4:56

Pemakaman dan menghantarkan keluarganya

4:59

menuju Keabadian Apa benar masyarakat

5:03

Toraja hidup dan bekerja keras hanya

5:07

untuk mempersiapkan kematian mereka

5:10

[Musik]

5:19

Karena nenek ini memegang jabatan adat

5:22

tertentu dalam Tongkonan kami maka

5:25

ketika nenek meninggal dilakukan yang

5:27

namanya main yuk Tedong artinya nenek

5:30

ini dimandikan dengan bimbingan satu

5:33

ekor kerbau dikurbankan saat dia

5:35

dimandikan satu ekor kerbau setelah itu

5:38

disuntik formalin supaya awet kalau

5:40

zaman dulu dibiarkan membusuk di dalam

5:42

bungkusan jenazah Terus kalau sudah

5:45

kering

5:46

dibalun namanya di Balun dibungkus Tapi

5:50

sekarang di era modern kita pakai

5:52

formalin perawatan selanjutnya nenek

5:54

dimasukkan ke peti beserta dengan

5:57

pakaian dan perhiasannya beserta dengan

5:59

pernak-pernik dalam kamar ini sesuai

6:01

status sosialnya dan kita tetap perawat

6:05

kadang kala ya disekat kalau sudah ada

6:08

jamur yang muncul di bagian tubuhnya dan

6:11

seperti ini kita tetap berikan

6:13

makanan dan minuman setiap hari

6:16

kan di Toraja ini kan bermacam-macam

6:19

Agama tuh tapi kan masih tetap menganut

6:24

ajaran leluhur itu lubang yang aluka

6:27

dulu itu

6:29

gimana sih sebenarnya

6:31

Oke jadi sebelum kami menganut agama

6:34

Kristiani atau agama Islam dan lain-lain

6:38

Agama leluhur kita itu disebut aluq

6:40

todolo atau alukta yang mengatur semua

6:44

seluk-beluk kehidupan manusia toraja

6:46

yang paling utama diatur adalah tata

6:49

cara Bagaimana merawat jenazah sampai

6:53

pada upacara pemakamannya jadi karena

6:56

nenek ini masih disebut tomakula

6:59

ya tidurnya pun biasa dianggap seperti

7:01

orang biasa tapi agak berbeda arah

7:05

tidurnya itu kepalanya menghadap ke

7:08

sebelah barat karena ini Barat di sini

7:10

utara timur selatan barat ketika Manusia

7:14

masih hidup dalam ajaran alur harus

7:17

menghadap ke utara kepalanya atau Timur

7:20

simbol matahari terbit dan sumber Hulu

7:24

Sungai sumber mata air

7:28

tapi dalam hal ini nenek ini akan di

7:31

upacarakan dalam tingkatan rapasan itu

7:34

adalah tingkat pemakaman paling tinggi

7:35

jumlah korban kerbaunya minimal 12 24

7:40

atau lebih angkatan berikutnya untuk

7:42

yang dewasa

7:44

mulai dari namanya didirikan Palungan

7:47

itu bagi yang mereka yang sangat tidak

7:49

mampu tidak ada kurban jadi kita hanya

7:51

mengetuk Palungan tempat makan babi

7:53

sebagai tanda bahwa memang tidak

7:56

betul-betul tidak ada apa-apa Oke jadi

7:59

saya penasaran juga tuh sama yang bayi

8:01

Berarti tadi yang

8:05

dimakamkan di pohon di dalam pohon kera

8:10

itu kita bisa lihat nih tuh bisa bisa

8:13

mau coba lihat Iya boleh tuh sekalian

8:16

dia agak jauh di daerah apa namanya oke

8:20

oke namanya kote Oke habis itu baru kita

8:23

kalau udah ke Londa juga oke nggak papa

8:26

tapi saya ganti baju dulu ya

8:28

[Musik]

8:31

sebuah tradisi yang tidak biasa yang

8:34

dilakukan masyarakat Toraja untuk

8:37

menguburkan bayi-bayi mereka

8:41

menurut kepercayaan

8:44

yang belum tumbuh gigi dikuburkan di

8:48

dalam pohon Tara agar bisa sampai ke

8:51

alam baka

8:54

ini Abang arnol ya antara itu

8:59

yang lubang-lubangnya itu

9:02

yang ditutup serabut ijo serabut ijuk

9:05

itu yang tempat

9:07

buat dikuburnya

9:09

itu ditempati untuk

9:13

memakamkan bayi yang meninggal

9:17

ke kuburan ini yang ada di lakukan pada

9:21

pohon Tara disebut Pasiran

9:24

karena anak-anak yang meninggal bayi

9:27

yang meninggal itu dikuburkan pada pohon

9:29

karena disebut kondisi

9:31

artinya di sini dimakamkan dalam batang

9:35

kayu yang masih hidup atau tumbuh Kenapa

9:37

nggak boleh dikubur di tempat lain gitu

9:40

Kenapa harus di pohon seperti ini ini

9:42

mah dilakukan praktek ini masih dalam

9:44

ajaran aluttodologi oleh ajaran

9:49

untuk memakamkan jenazah ke dalam tanah

9:54

alasan geologisnya Tanah ini tempat kita

9:57

hidup tidak boleh dikotori

9:59

tapi alasan logisnya adalah Toraja ini

10:03

adalah daerah pegunungan

10:05

otomatis lahan untuk pertanian itu

10:08

sangat terbatas karena kondisi kontur

10:11

tanah jadi masyarakat Toraja dari zaman

10:13

dahulu memiliki kearifan lokal untuk

10:16

mema jenazahnya selain di dalam kayu

10:20

atau di dalam gua-gua alam atau memahat

10:25

batu yang tidak produktif daripada

10:27

mencemari tanah atau dibuatkan

10:30

rumah-rumahan kecil disebut batututu

10:32

bahan kayu di era modern

10:35

dibuatlah bangunan makam dari beton

10:37

seperti rumah dengan berbagai macam

10:40

model disebut petani

10:45

khusus untuk bayi yang belum tumbuh gigi

10:48

dan meninggal dunia saat dilahirkan

10:51

dimakamkan dengan cara di sini pada

10:53

pohon Tara yang masih hidup jadi ini

10:56

pohon digali Pak ya

11:03

ditaruh di situ ya baru ditutup sampai

11:06

sekarang tuh masih dilakukan juga masih

11:07

Pak ini

11:09

kalau di daerah saya sudah tidak

11:11

dilakukan lagi praktik masih untuk bayi

11:13

tapi mungkin di daerah ini masih

11:15

mempraktekkan itu jadi setelah

11:18

dimasukkan setelah bayi itu dibersihkan

11:21

yang meninggal itu dimandikan

11:23

dibungkus dengan apa namanya Solong itu

11:28

pelepah pisang

11:31

dengan ari-arinya ketika dia baru lahir

11:33

meninggal itu dimakamkan dengan

11:35

ari-arinya lalu dimasukkan ditutupi

11:38

dengan

11:40

serabut bulu ijuk lalu dikancing atau

11:44

dikunci menggunakan 4 pasak yang dibuat

11:47

dari karurung karung itu adalah

11:52

Nibung bagian yang keras dari batang ijo

11:56

[Musik]

11:58

lalu diikat dengan serabut ijuk juga

12:02

yang telah dipintal sebelumnya menjadi

12:03

tali supaya tidak berbau dan tidak

12:06

diganggu oleh hewan-hewan yang bisa

12:09

merusak pasti aliran ini

12:12

saya juga pernah baca tuh Pak ya Katanya

12:15

ada ibunya yang nggak boleh berkunjung

12:17

lagi atau gimana setelah pemakaman gitu

12:19

tuh bener Pak dalam prakteknya secara

12:22

umum di Toraja jangankan untuk bayi

12:25

sedangkan orang dewasa yang meninggal

12:28

saja biasanya pasangannya tidak

12:30

diizinkan untuk mengikuti proses

12:31

pemakaman berarti dia memang tinggal di

12:34

rumah aja di rumah jadi seperti ini Ibu

12:37

dari yang meninggal itu

12:39

apalagi ketika baru saja melahirkan dan

12:42

anaknya meninggal tidak diperkenankan

12:44

untuk

12:45

ikut memakamkan bayinya ini ada karena

12:49

ada dua aspek pertama aspek psikologis

12:51

pertama Dia baru saja melahirkan

12:55

kemudian kondisi fisiknya belum mampu

12:58

untuk berjalan selama hidupnya dan yang

13:00

paling pertama dipertimbangkan adalah

13:01

psikisnya

13:03

Faktor yang kedua adalah

13:06

jangan sampai ketika ibunya ikut dan

13:10

datang terus-menerus berkunjung akan

13:14

mengalami

13:15

gangguan reproduksi di kemudian hari

13:17

karena stress karena stressnya itu ya

13:20

Jadi tidak diperkenankan karena akan ini

13:23

apa namanya dia menyimpan akar pahit kan

13:26

pohon-pohon di sini kan sebenarnya

13:27

banyak ya Kenapa harus pohon terang ini

13:30

Bang Mengapa orang Toraja zaman dulu

13:32

memilih pohon Tara pohon Tara ini kalau

13:34

di Bahasa Indonesia kan Kayaknya pohon

13:36

Cempedak pohon

13:38

jadi pohon Cempedak ini dipilih karena

13:43

menurut ajaran leluhur

13:46

pohon Tara ini cocok untuk ditempati

13:50

memakamkan bayi yang meninggal karena

13:53

bayi yang meninggal belum sempat menyusu

13:55

pada ibunya atau mungkin sudah sempat

13:57

menyusu pada ibunya tapi dalam jangka

13:59

waktu yang singkat lalu dia meninggal

14:01

jadi dia dimakamkan dalam pontar yang

14:05

hidup agar ketika pohon tara itu

14:08

bertumbuh dan menutupi lubang tempat si

14:11

bayi dimakamkan diharapkan doa-doa

14:14

kepada si bayi itu dia pun ikut

14:16

bertumbuh

14:17

bersama dengan pohon ini dan juga

14:19

diberikan asupan ASI Dari

14:23

itulah harapan doa-doa dari para leluhur

14:27

sehingga memilih pohon karena kalau

14:29

orang dewasanya itu gimana Bang untuk

14:31

orang dewasa seperti yang sudah saya

14:32

jelaskan tadi bisa dimasukkan di rokok

14:36

atau gua alam bisa dimasukkan di liang

14:39

Pak yang dipahat buatan tangan bisa

14:42

dimasukkan di Batu tuh rumah-rumahan

14:45

dari kayu atau

14:46

di era modern sekarang bangunan makam

14:50

dari beton untuk melihat semuanya itu

14:52

kita akan berkunjung ke Londa

15:11

[Musik]

15:17

pertama saya mau jelaskan dari yang

15:19

paling kuno dulu yang ini ya Ini namanya

15:22

erong secara umum disebut erong di

15:26

beberapa daerah Toraja Barat namanya

15:27

dunia dunia dunia kalau di memasak

15:30

mereka sebut yang seperti ini

15:32

bangka-bangka jadi ada tiga namanya di

15:34

daerah beberapa wilayah adat yang

15:36

berbeda jadi ini

15:38

peti bukan peti mati untuk satu orang

15:40

tapi setiap erong ini adalah kuburan

15:43

massal untuk satu rumpun keluarga jadi

15:45

jenazah yang sudah

15:47

dikuburkan itu tulang-tulangnya

15:49

dikumpulkan dalam erong selama mereka

15:51

masih satu rumpun eh satu Marga satu mau

15:54

Marga atau satu Farm ibarat di daerah

15:56

Indonesia Timur Oh

15:58

keluarga sebelum adanya alat untuk

16:01

membuat liang pahat

16:03

dimasukkan mereka dalam erong

16:05

kerangkanya dikumpulkan dalam terong

16:07

Kalau peti-peti yang seperti ini itu

16:10

peti-peti pemakaman modern satu peti

16:12

untuk satu orang satu orang jadi mereka

16:15

ditumpuk ada yang digantung dibuatkan

16:17

rak Seperti di atas

16:20

kadang-kadang juga ada yang liangnya

16:23

lebih tinggi ada yang agak rendah ada

16:25

yang dibawa ada yang lebih tinggi itu

16:27

tergantung karena faktor keamanan

16:29

biasanya Yang punya status lebih tinggi

16:32

dibuatkan makam agak tinggi agar susah

16:34

dijangkau Kenapa karena orang Toraja

16:37

zaman dulu ketika mereka dibungkus di

16:39

Balun

16:40

harta Bendanya ikut dimasukkan di dalam

16:43

mana sekalung emas atau segala perhiasan

16:46

yang mereka punyai dimasukkan bahkan

16:48

bungkusan jenazah atau Balun itu ditatah

16:51

dengan hiasan dari lempeng emas namanya

16:55

di Daman atau diroto dihiasi dengan

16:57

lempeng-lempeng emas berbentuk ukiran

16:59

itu salah satu faktor Kenapa dia

17:01

disimpan di tempat yang sulit dijangkau

17:04

biar enggak diambil orang lah

17:08

ya Saya dari tadi itu penasaran tuh

17:19

ini kan patung bahasa torajanya

17:22

tahu-tahu ya tahu-tahu artinya

17:24

orang-orang

17:25

oke tapi maksudnya dibikin

17:29

semirip mungkin sama yang

17:32

meninggal lah dulunya kan

17:35

belum ada foto jadi yang meninggal itu

17:39

dibuatkan tahu-tahu sebagai representasi

17:42

dari yang meninggal itu Tapi tidak semua

17:45

orang yang meninggal bisa disebutkan

17:47

tahu-tahu mereka yang bisa dibuatkan

17:49

tahu-tahu itu kalau di upacarakan

17:51

tingkat rapasan Seperti yang saya

17:53

jelaskan dari jumlah kurban

17:59

ada tiga jenis Loh apa tuh yang pertama

18:03

ada namanya

18:05

sawah bambu dikenakan pakaian dari

18:09

almarhum yang kedua namanya

18:12

dari bambu Tapi kepalanya sudah dibuat

18:15

dari kayu nangka

18:17

Oke tahu-tahu zaman dulu yang kuno

18:19

seperti di atas itu tidak terlalu mirip

18:21

dengan yang meninggal yang penting

18:24

bisa membedakan jenis kelaminnya

18:27

gendernya dia laki-laki atau perempuan

18:28

yang di depan ini tahu-tahu modern

18:31

uniknya tahu-tahu ini harus dibuat dari

18:34

bahan kayu nangka harus kayu nangka

18:40

memilih penggunaan kayu nangka untuk

18:42

tahu-tahu karena bagi orang Toraja ada

18:45

dua jenis kayu yang dianggap sebagai

18:47

Dewa dari kayu kayu nangka dan cendana

18:51

kalau cendana Dianggap

18:54

karena getahnya merah getahnya merah

18:57

dianggap dia kayu yang mempunyai darah

19:00

seperti manusia sedangkan kayu nangka

19:04

representasi dari kesucian atau

19:06

kemurnian keturunan karena getahnya

19:07

warna putih orang tua disebut ranah

19:12

artinya darahnya itu seperti perahan

19:15

dari susu kerbau yang menggumpal putih

19:17

dan bersih simbol kemurnian keturunannya

19:24

nah ini kita udah mulai masuk nih ya

19:26

kita mau masuk ke Goa hati-hati

19:45

ya ini batu-batu di sini nih ada yang

19:50

diukir gitu bentuk-bentuk kayak gini apa

19:52

memang dari sananya

19:54

jadi gua ini gua alam bukan gua pahat

19:57

Oke jadi kalau gua alam seperti ini

19:59

untuk pekuburan orang Toraja menyebutnya

20:02

itu lho kok

20:03

kalau dipahat itu disebut liang Liang

20:11

sejak ini dibuka

20:14

karena ini kan merupakan aset dari 10

20:16

Tongkonan di daerah Londa

20:19

apabila kita masuk di sini dengan

20:21

niatan-niatan yang buruk kadang-kadang

20:22

ada hal aneh yang terjadi Oh apakah dia

20:27

sakit perut atau kemungkinan biasa

20:29

kepalanya pening atau hal-hal yang lain

20:54

seperti ini

20:58

yang saya jelaskan tadi

21:01

Apakah itu pemberian yang dibawakan oleh

21:04

keluarga atau benda-benda yang

21:06

dikuburkan sebelumnya dengan jenazah

21:08

kalau berceceran begini tidak sembarang

21:11

dibersihkan

21:11

nanti ada upacara khusus Apakah Ma nenek

21:15

atau apakah ada jenazah lain yang

21:17

dikuburkan baru boleh dirapikan

21:21

ini apa ini

21:24

merupakan kisah yang mirip Romeo dan

21:27

Juliet

21:28

jadi Mereka berdua adalah

21:31

pasangan-pasang kekasih tapi tidak

21:34

direstui

21:36

mereka tidak direstui karena masih punya

21:39

hubungan saudara masih sepupu dekat Oh

21:43

mereka pacaran tapi sepupu dekat

21:45

karena tidak direstui mereka ambil

21:48

jalan yang tidak lazim mereka berdua

21:51

bunuh diri nah satu yang unik mau saya

21:53

tambahkan

21:54

Apabila terjadi hal yang seperti ini

21:56

bunuh diri dalam kebudayaan kami dan

21:59

kebiasaan orang Toraja upacara

22:01

pemakamannya dilaksanakan secepat

22:03

mungkin

22:04

karena itu dianggap hal yang tidak lazim

22:07

dan

22:09

membuka aib keluarga jadi tidak

22:12

dilakukan seperti pemakaman pada umumnya

22:14

dilaksanakan sederhana mungkin dan

22:18

secepat mungkin

22:19

[Musik]

22:31

saya mau nanya nih mohon maaf nih Bang

22:34

oke oke saya mau nanya tentang stigma

22:37

masyarakat luar Toraja nih Bang yang

22:39

menganggap orang Toraja itu hanya

22:41

bekerja keras untuk mempersiapkan

22:44

kematian

22:45

jadi di satu sisi tidak salah tapi

22:48

kemungkinan di lain sisi itu agak keliru

22:51

orang Toraja tidak mempersiapkan diri

22:54

untuk kematiannya tapi orang Toraja

22:56

menghargai hidup dan peralihan hidup di

22:59

dunia fana ke kehidupan yang kekal baik

23:03

menurut ajaran aluk todolo maupun ajaran

23:06

misalnya saya sudah menganut agama

23:07

kristen

23:09

Kami tetap menghidupi nilai-nilai itu

23:12

Jadi kami melakukan ritual-ritual

23:16

terhadap

23:17

leluhur atau orang tua kami yang sudah

23:19

meninggal itu semata-mata sebagai

23:21

penghargaan kepada Tuhan

23:24

menghormati tuhan sudah memberikan kami

23:27

kehidupan sudah memberikan kami kakek

23:29

nenek dan orang tua yang mencintai kami

23:31

dan kami cintai Jadi apa yang kami

23:34

lakukan itu mungkin dianggap pemborosan

23:36

bagi sebagian orang yang tidak paham dan

23:38

tidak menghidupi budaya kami apa yang

23:41

kami lakukan dalam upacara Rambu Solo

23:42

atau pemakaman itu semuanya dilakukan

23:45

dengan tingkatan-tingkatan sesuai dengan

23:47

strata sosialnya sesuai dengan kemampuan

23:50

ekonominya Tidak ada paksaan karena ada

23:53

orang yang mampu secara finansial namun

23:56

dalam tatanan masyarakat dia tidak dapat

23:58

melakukan upacara dalam tingkatan

24:00

tertentu ada juga yang strata sosialnya

24:04

memungkinkan untuk upacara yang besar

24:06

tapi kemampuan ekonominya tidak tidak

24:09

mencukupi untuk melakukan itu jadi ada

24:11

batasan minimum dan maksimum dalam

24:14

aturan budaya kami untuk melakukan

24:16

upacara jadi Jangan memaksakan diri

24:19

karena ini kita merayakan

24:22

peralihan dari dunia yang fana

24:24

kehidupannya ke dalam kehidupan yang

24:26

kekal melalui kematian satu lagi nih ya

24:31

sekarang ini kan sudah masuk ke era

24:34

modern nah kenapa orang Toraja masih

24:38

melakukan ritual seperti ini Bang oke

24:41

pertama Mari kita lihat peti dan erong

24:44

yang ada di belakang Ini adalah produk

24:46

kebudayaan yang kami hidupi sejak kami

24:50

kecil secara turun-temurun Oke

24:52

kami melakukan semua ini sebagai wujud

24:55

cinta kasih kepada Tuhan dan juga cinta

24:57

kasih kepada leluhur kami melakukan

25:00

semuanya ini karena kami menghidupi

25:02

budaya kami kami mencintai budaya kami

25:05

dan kami menghormati leluhur serta tuhan

25:08

yang menciptakan kami dan tidak enak

25:12

[Musik]

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free