Full Transcript

·YouTLDR

Sejarah evolusi Bumi: Mengisahkan kembali asal usul terbentuknya planet kita | DW Dokumenter

1:25:18IndonesianTranscribed Jul 22, 2026
0:11

Batuan.

0:14

Mereka sudah ada jauh sebelum samudra,

0:17

hutan,

0:18

dan tumbuhan terbentuk.

0:20

Bahkan sebelum oksigen yang kita hirup.

0:27

Batuan sudah ada sejak awal waktu.

0:30

Mereka bukan sekadar permukaan keras tempat kita berpijak,

0:35

tapi juga tokoh utama

0:39

dan saksi bisu

0:40

sejarah Bumi yang panjang.

0:51

Formasi batuan yang memukau

0:53

menyimpan kisah tentang kelahiran kembali,

0:56

pergolakan dahsyat,

0:57

dan keajaiban.

0:59

Keberadaannya sering disalahartikan,

1:01

padahal sangat esensial.

1:04

Karena di dalam material mineral inilah

1:06

asal usul kehidupan bermula.

1:12

Koevolusi batuan dan kehidupan adalah

1:14

satu aspek paling menakjubkan dari sejarah Bumi.

1:19

Tidak mungkin ada kehidupan tanpa mineral.

1:24

Tanpa batuan,

1:26

tidak akan ada oksigen,

1:28

benua,

1:29

bentang alam,

1:31

tumbuhan,

1:32

bahkan hewan.

1:36

Selama miliaran tahun,

1:38

mineral dan kehidupan saling terhubung.

1:41

Hubungan itu berkembang perlahan dan stabil.

1:44

Sangat penting bagi keberlangsungan Bumi.

1:47

Hingga suatu hari,

1:48

satu spesies mulai mengganggu.

1:52

Awalnya tidak terasa,

1:54

lalu berkembang begitu cepat.

1:58

Sejak awal,

1:59

manusia membutuhkan mineral.

2:02

Seiring waktu,

2:03

hubungan itu menjadi semakin rumit.

2:11

Di dalam batuan Bumi,

2:13

tersembunyi kisah awal kehidupan,

2:15

struktur dunia yang kompleks,

2:17

serta keseimbangan kekuatan

2:19

yang sejak dulu membentuk kehidupan.

2:25

Inilah sejarah Bumi.

2:28

Sejarah kita.

2:53

Satu hal yang kita tahu adalah

2:55

Bumi kita terbentuk sekitar

2:57

4,5 miliar tahun yang lalu.

3:04

Terbentuk dari materi yang sebelumnya berasal dari

3:07

bintang-bintang yang meledak.

3:15

Melempar mineral,

3:17

es,

3:17

dan materi lainnya ke luar angkasa.

3:30

Bumi,

3:31

tata surya,

3:32

awalnya belum ada.

3:33

Yang ada adalah awan debu dan gas.

3:42

Terutama hidrogen dan helium,

3:44

yang menyatu membentuk Matahari.

3:50

Debu bintang itu adalah partikel mineral kecil,

3:54

yang karena gravitasi,

3:55

berubah menjadi gumpalan yang membesar.

3:58

Dari seukuran kepalan tangan,

4:00

bola basket,

4:01

ruangan,

4:02

sampai ratusan kilometer.

4:07

Dan saat planet berbatu itu mulai terbentuk,

4:10

semua partikel debu tersebut

4:12

menjadi mineral yang membentuk

4:14

planet Bumi.

4:23

Bumi di masa awal,

4:24

terbentuk dari akumulasi partikel debu kecil yang kaya mineral,

4:28

yang semuanya berasal dari bintang.

4:31

Jadi secara fundamental,

4:33

kita semua terbuat dari debu bintang.

4:43

Kita semua terbuat dari debu bintang.

4:47

Artinya,

4:48

semua yang ada di Bumi

4:50

adalah warisan bintang-bintang.

4:53

Namun,

4:54

di masa awal,

4:55

planet biru ini sangat berbeda

4:57

dari yang sekarang.

5:06

Dulu Bumi

5:07

adalah bola api yang membara.

5:10

Massa cair yang terpapar angin surya

5:12

dan tumbukan meteorit.

5:15

Permukaannya diselimuti lautan magma

5:17

yang mendidih.

5:23

Saat Bumi lahir,

5:25

panasnya luar biasa.

5:27

Diperkirakan dalam 30 atau 40 juta tahun setelah terbentuk,

5:30

Bumi meleleh.

5:40

Dalam geologi,

5:42

sejarah Bumi dibagi dalam beberapa era.

5:45

Yang pertama adalah Era Hadean,

5:47

terinspirasi dari nama Hades.

5:50

Saat itu Bumi sangat panas,

5:53

hampir tanpa kerak.

5:54

Permukaan padatnya sedikit

5:56

dan atmosfernya sangat tipis.

5:59

Bumi juga diselimuti magma

6:01

bak neraka mineral,

6:03

sangat tidak layak huni.

6:11

Di tengah gejolak era purba ini,

6:14

sebuah peristiwa kosmik terjadi,

6:16

yang pada akhirnya mengubah Bumi.

6:30

Bulan hampir dapat dipastikan

6:32

terbentuk di awal sejarah Bumi,

6:35

ketika sebuah planet

6:36

seukuran Mars menabrak Bumi.

6:42

Material yang terlempar akibat tabrakan dahsyat itu

6:46

kemudian memadat membentuk Bulan

6:48

yang sekarang mengorbit kita.

7:01

Pada awalnya,

7:02

Bulan juga bola api seperti Bumi.

7:06

Bersinar layaknya Matahari kedua.

7:17

Keberadaannya lambat laun memengaruhi perkembangan Bumi,

7:22

hingga miliaran tahun kemudian,

7:24

menciptakan kondisi yang kondusif

7:27

bagi kehidupan.

7:30

Inilah,

7:31

awal dari sebuah perubahan besar.

7:35

Saat Bumi perlahan mendingin,

7:37

unsur-unsurnya mulai tersusun.

7:45

Gravitasi menarik material yang lebih berat

7:48

seperti besi dan nikel ke pusat

7:50

hingga membentuk inti Bumi,

7:53

sementara material yang lebih ringan

7:55

membentuk mantelnya.

8:00

Dalam keseimbangan yang rapuh ini,

8:03

magma membeku di permukaan

8:05

menjadi batuan padat

8:06

berwarna gelap yang disebut basal.

8:12

Basal menjadi kerak Bumi pertama.

8:19

Di atas kerak ini,

8:20

sebuah proses lain

8:22

yang sama pentingnya

8:23

bagi perkembangan Bumi mulai terbentuk:

8:26

Siklus air.

8:35

Saat atmosfer,

8:36

yang dipenuhi sejumlah gas mulai mendingin,

8:39

uap air mulai mengembun

8:40

dan turun sebagai hujan.

9:14

Seiring waktu,

9:16

hujan membentuk genangan air di permukaan Bumi

9:20

dan itulah awal mula terbentuknya samudra.

9:36

Jadi, sekitar 100 juta tahun pertamanya,

9:39

Bumi berubah dari sesuatu yang asing

9:42

menjadi sesuatu yang

9:43

mulai terlihat seperti rumah kita.

9:46

Satu perbedaan utama antara Bumi di masa awal

9:49

dan Bumi yang sekarang

9:51

adalah tidak adanya kehidupan.

9:58

Dengan terbentuknya kerak bumi dan lautan,

10:02

beberapa ciri Bumi yang kita kenal

10:04

mulai muncul.

10:10

Namun,

10:11

gunung berapi masih menyemburkan

10:13

aliran lava dan awan gas,

10:15

memenuhi atmosfer

10:16

dengan karbon dioksida,

10:18

metana,

10:19

dan amonia.

10:25

Pada awal Era Arkean,

10:28

air di samudra mungkin berwarna hijau

10:31

karena kandungan besinya yang tinggi.

10:35

Di tengah gejolak penuh api,

10:37

air,

10:38

dan gas inilah

10:39

sebuah proses kimia penting dimulai.

10:45

Munculnya kehidupan di Bumi

10:46

masih menjadi salah satu misteri terbesar.

10:50

Namun, bisa dipastikan

10:51

prosesnya melibatkan air dan bebatuan.

11:04

Ada beberapa teori.

11:06

Kehidupan bisa muncul di dasar laut,

11:08

dekat lubang hidrotermal

11:10

yang melepaskan air panas

11:12

dengan lingkungan kimia yang khas.

11:14

Kehidupan juga bisa muncul

11:16

di permukaan daratan,

11:17

dari danau kecil

11:18

atau kolam air panas,

11:20

seperti yang pernah diutarakan Darwin.

11:26

Kehidupan muncul karena terciptanya kondisi kondusif

11:30

yang melibatkan air,

11:31

suhu,

11:32

dan mineral.

11:38

Begitu kehidupan itu dimulai,

11:41

ia terus berupaya

11:42

mempertahankan kelangsungannya.

11:49

Terbentuknya kehidupan

11:51

dan bagaimana dia mempertahankan kelangsungannya

11:55

adalah dua hal yang berbeda.

11:59

Kehidupan bisa jadi telah dimulai berkali-kali di Bumi purba,

12:04

tetapi tidak bertahan lama

12:06

dan akhirnya punah.

12:07

Namun,

12:08

di satu titik,

12:09

kehidupan bangkit.

12:14

Bangkit dari kegagalan berulang kali,

12:18

tetapi dengan cukup elemen untuk bertahan.

12:26

Hingga suatu waktu di lautan purba,

12:29

bentuk-bentuk kehidupan mulai berkembang,

12:33

beragam,

12:34

dan secara perlahan beradaptasi.

12:40

Mereka adalah mikroorganisme sederhana

12:43

yang tidak kasat mata.

12:49

Sebagian di antaranya

12:50

mulai memanfaatkan energi Matahari

12:53

dengan menangkap cahaya

12:55

dan akhirnya menghasilkan oksigen,

12:58

unsur yang sebelumnya nyaris tidak berarti.

13:11

Terjadi perubahan besar di permukaan Bumi saat itu

13:14

karena kandungan oksigen dalam atmosfer yang awalnya tidak ada,

13:18

bertambah sedikit,

13:20

dari 0% menjadi 2%.

13:23

Saat ini kita memiliki 15%.

13:25

Momen ini diyakini sebagai

13:27

titik penting dalam sejarah geologi

13:29

yang memungkinkan kehidupan berevolusi

13:32

dan berkembang semakin beragam

13:34

sepanjang sisa sejarah Bumi.

13:51

Peristiwa Oksigenasi Besar adalah

13:53

masa penting ketika Bumi dan kehidupan berinteraksi

13:57

hingga mengubah keduanya.

14:06

Selama lebih dari satu miliar tahun,

14:09

oksigen yang dihasilkan oleh bakteri fotosintetik

14:13

diserap oleh lautan

14:14

dan terikat dalam batuan.

14:20

Ketika reservoir alami ini penuh,

14:24

oksigen mulai menumpuk di atmosfer

14:27

dan perlahan mengubah komposisinya.

14:35

Seiring waktu,

14:37

lapisan ozon terbentuk,

14:38

melindungi planet dari radiasi ultraviolet

14:42

dan memungkinkan kehidupan

14:44

yang lebih kompleks untuk muncul,

14:46

termasuk bentuk awal plankton

14:49

seperti yang kita kenal sekarang.

14:59

Hingga kini,

15:00

dunia mikroskopis ini

15:03

masih memberikan gambaran,

15:05

bagaimana peningkatan keanekaragaman hayati laut

15:08

mengubah bukan hanya atmosfer,

15:10

tapi juga batuan secara perlahan.

15:32

Kehidupan laut itu

15:34

jadi fokus penelitian ahli biologi kelautan ini.

15:38

Sebuah ekosistem

15:39

yang hingga kini berperan penting

15:41

menjaga keseimbangan Bumi.

15:46

Yang menakjubkan,

15:48

dalam satu liter air laut,

15:49

ada 10 hingga 100 miliar organisme plankton.

15:53

Itu jauh melebihi populasi manusia di Bumi.

15:56

Setiap liter air laut

15:58

mengandung hingga sepuluh kali populasi Bumi.

16:11

Plankton,

16:12

bahasa Yunani kuno untuk "pengembara",

16:15

hidup di air dan diperkirakan membentuk 98% kehidupan laut.

16:28

Namun,

16:29

sebagai subjek penelitian,

16:31

plankton sangat jarang diteliti.

16:38

Baru di tahun 2009,

16:40

yayasan Tara Oceans

16:42

meluncurkan penelitian selama empat tahun

16:44

khusus untuk mengumpulkan data

16:46

tentang plankton.

16:55

Inilah plankton segar

16:56

yang baru kami kumpulkan

16:58

dengan jaring besar.

16:59

Di dunia yang tak kasat mata ini,

17:01

ada banyak organisme kecil.

17:05

Ada virus,

17:06

yang bentuknya sudah cukup eksentrik

17:08

seperti pesawat ruang angkasa mini,

17:11

ada bakteri,

17:11

yang mulai membentuk filamen

17:13

yang kadang berkumpul menjadi koloni,

17:16

dan ada sel-sel yang lebih kompleks

17:18

seperti protista.

17:22

Ada juga lapisan hewan kecil lain

17:24

seperti ubur-ubur dan sejenisnya.

17:26

Semua organisme ini berinteraksi dalam satu ekosistem.

17:30

Itulah yang perlu kita pelajari hari ini.

17:37

Selama ekspedisi,

17:39

para peneliti mengidentifikasi

17:41

250.000 lebih spesies plankton,

17:44

sebagian di antaranya

17:46

mampu melakukan fotosintesis.

17:53

Dengan menyerap karbon dioksida di lautan,

17:56

plankton membantu menyeimbangkan atmosfer

17:59

dan membentuk banyak tebing

18:01

seperti yang kita lihat sekarang.

18:16

Fitoplankton mencakup kelompok yang disebut kokolitofor.

18:20

Sel-sel kecil ini mampu menghasilkan lempengan kalsium kecil

18:24

dan menempelkannya ke membran sel.

18:27

Fenomena ini sangat spesial.

18:33

Setiap organisme bersel tunggal ini

18:35

membentuk lempengan kalsium

18:37

yang terlihat seperti batu terapung.

18:39

Fungsi lempengan ini sangat penting

18:41

karena ketika mati,

18:42

organisme ini tenggelam ke dasar laut.

18:48

Seiring waktu,

18:49

proses ini membentuk endapan yang menjulang dari air,

18:52

seperti yang terlihat di Selat Inggris

18:54

dan di beberapa tempat lainnya.

19:02

Luar biasanya,

19:03

proses sederhana ini mengubah sejarah Bumi.

19:13

Sungguh menakjubkan

19:15

bahwa banyak organisme mampu membentuk mineral

19:18

yang tetap utuh ketika mereka mati.

19:25

Ahli paleontologi

19:27

dengan cepat menyadari

19:28

bahwa banyak batuan terbuat

19:30

dari sisa-sisa kehidupan.

19:32

Banyak batuan kapur terbentuk

19:34

dari kerangka yang menumpuk

19:36

hingga ketebalan beberapa kilometer.

19:44

Hanya sekitar 10 atau 15%

19:48

hewan yang memiliki kerangka termineralisasi,

19:52

tapi pengaruhnya sangat besar

19:53

terhadap Bumi

19:55

dan kehidupan di dalamnya.

20:04

Batu kapur di sini terbentuk antara 180 juta tahun lalu.

20:09

Area ini dulunya adalah laut sedalam 300 meter,

20:12

dipenuhi kokolitofor.

20:15

Kerangka kalsium mereka menumpuk selama 20 juta tahun.

20:19

Jadi dua sentimeter setiap seribu tahun,

20:21

membentuk lanskap ini.

20:24

Dulunya, ini adalah dasar laut yang kemudian tersingkap

20:27

ketika selat yang memisahkan Inggris

20:29

dan Prancis terbentuk.

20:39

Organisme bersel tunggal

20:41

dapat membentuk pegunungan.

20:42

Itu bukti betapa menakjubkannya kehidupan

20:45

dan pengaruhnya terhadap geologi.

20:56

Untuk waktu yang lama,

20:58

lautan purba merupakan

21:00

satu-satunya habitat bagi bakteri,

21:02

alga bersel tunggal,

21:04

dan organisme multiseluler pertama.

21:07

Munculnya bentuk kehidupan

21:09

yang lebih kompleks

21:10

baru saja dimulai.

21:14

Kondisi untuk fase evolusi selanjutnya

21:17

terbentuk di zona perairan yang lebih dangkal

21:20

dan dipenuhi cahaya.

21:22

Kehidupan belum mencapai daratan.

21:26

Bayangkan satu waktu

21:28

500 juta tahun lalu

21:29

ketika tidak ada tumbuhan di darat.

21:50

Yang ada hanya bebatuan tandus.

21:53

Ini seperti surga bagi ahli geologi.

21:55

Seluruh Bumi

21:56

masih dipenuhi bebatuan mentah.

22:00

Fakta yang mungkin tidak banyak

22:02

diketahui orang adalah

22:04

bahwa selama 90% sejarah Bumi,

22:08

hanya ada sedikit tanah

22:10

yang menutupi permukaan.

22:13

Baru pada 10% terakhir sejarah Bumi,

22:16

tanah yang dalam,

22:17

berkembang.

22:19

Namun,

22:20

ada banyak bukti juga bahwa

22:22

terdapat beragam spesies mikroba

22:24

seperti bakteri,

22:26

jamur,

22:27

alga,

22:28

dan mungkin lumut kerak.

22:31

Lumut kerak adalah

22:32

hasil simbiosis antara alga dan jamur.

22:36

Mereka unik

22:37

karena merupakan ekosistem mini.

22:42

Sebelum tumbuhan berpembuluh muncul,

22:45

merekalah yang menutupi

22:46

banyak area di Bumi.

22:54

Lumut kerak

22:55

tidak banyak diketahui

22:57

karena jejak fosilnya hampir tidak ada

22:59

akibat strukturnya yang halus.

23:02

Para peneliti percaya

23:04

bahwa mereka membuka jalan

23:06

bagi kehidupan di darat.

23:10

Organisme kecil ini

23:11

memicu transformasi besar.

23:15

Dengan melarutkan mineral batuan,

23:18

mereka mendorong pelapukan biologis

23:20

dan kemudian menciptakan tanah.

23:27

Ini menandai awal dari fase baru

23:30

ketika organisme hidup

23:31

mulai membentuk permukaan Bumi.

23:37

Hingga kini,

23:38

lumut kerak terus bekerja

23:39

secara konsisten.

23:41

Sebuah organisme.

23:43

yang membuat ahli biologi ini terpesona

23:53

Saya bekerja sebagai ahli geologi selama 20 tahun

23:56

mempelajari batuan tua.

24:00

Yang menarik perhatian saya adalah

24:01

lumut kerak yang tumbuh di atasnya.

24:04

Itulah yang mendorong saya beralih

24:06

dari ahli geologi ke ahli biologi.

24:13

Granit ini sebagian besar

24:15

terbuat dari silika,

24:16

terlihat dari butiran kecil

24:18

dan bening di sini.

24:22

Di sekitarnya,

24:23

ada butiran besar berwarna putih pucat

24:25

dan sedikit butiran merah muda.

24:27

Itu adalah feldspar,

24:29

yang memiliki kandungan mineral tinggi.

24:31

Mereka mengandung kalium,

24:32

mungkin juga kalsium.

24:34

Nutrien-nutrien ini dimanfaatkan lumut kerak

24:36

untuk membantu pertumbuhannya.

24:41

Lumut kerak juga melarutkan batuan,

24:43

kristal,

24:44

dan butirannya,

24:46

lalu menyerap kembali nutrien dari sana.

24:49

Mereka membuka granit ini.

24:51

Mereka secara fisik melapuk batuan

24:54

dan secara kimia melarutkannya.

24:56

Semua warna ini sering kali berhubungan dengan asam.

24:59

Ketika asam-asam ini dikeluarkan dari lumut kerak,

25:02

mereka dapat memecah

25:04

dan melarutkan butiran mineral.

25:07

Melalui proses itu,

25:09

mereka mengubah batuan menjadi partikel tanah liat.

25:12

Partikel itu kemudian bisa terbawa angin atau hujan.

25:16

Dari sanalah,

25:17

partikel-partikel itu mulai membentuk tanah,

25:20

membuka jalan bagi ekosistem lainnya berkembang.

25:40

Pelapukan adalah proses di permukaan Bumi yang paling penting.

25:46

Lumut kerak

25:47

bisa diibaratkan sebagai agennya,

25:50

meski ukurannya kecil,

25:52

terbatas,

25:53

dan pertumbuhannya sangat lambat.

26:00

Meski mungkin banyak diremehkan,

26:03

menurut saya

26:05

peran lumut kerak sangat penting

26:06

dalam sejarah kehidupan di Bumi.

26:31

Saat saya melihat batu dan lumut kerak ini,

26:34

saya kagum bahwa dengan ukuran dan kecepatan mereka,

26:37

mereka dapat menghancurkan benda padat sekeras ini menjadi partikel.

26:44

Sungguh menakjubkan

26:45

bahwa mereka mampu melakukan itu

26:47

dengan sangat lambat.

26:49

Dengan skala milimeter hingga mikron

26:51

selama ratusan hingga ribuan tahun.

26:55

Itu adalah skala spasial

26:57

dan skala temporal.

26:59

Sesuatu yang berbeda

27:00

dari kehidupan manusia

27:02

sehari-hari.

27:12

Dengan menetap di bebatuan,

27:14

lumut kerak mempersiapkan tempat

27:16

bagi munculnya tumbuhan di darat.

27:20

Namun,

27:21

tanpa Bulan dan gaya gravitasinya,

27:24

tumbuhan-tumbuhan ini

27:25

mungkin tidak akan pernah muncul.

27:30

Sebagian besar kehidupan muncul dari perairan di zona pantai

27:34

yang tidak stabil

27:35

dan area pasang surut.

27:42

Pasang surut laut

27:43

menciptakan lingkungan basah

27:45

dan kering secara bergantian.

27:47

Kondisi ini

27:47

membutuhkan adaptasi biologis

27:49

yang signifikan.

27:53

Dapat diasumsikan

27:55

bahwa makhluk yang hidup

27:56

di zona pasang surut

27:58

harus terbiasa basah dan kering.

28:04

Itu mungkin menjadi faktor penting

28:06

untuk bertahan hidup.

28:19

Di zona pasang surut inilah,

28:22

alga air pertama,

28:23

nenek moyang tumbuhan darat,

28:25

mulai menetap di daratan.

28:34

Untuk bisa bertahan hidup di sini,

28:36

mereka harus bisa beradaptasi

28:38

dan melindungi diri.

28:42

450 juta tahun yang lalu,

28:45

ketika tumbuhan darat mulai muncul,

28:51

ada populasi alga

28:52

yang menghasilkan semacam

28:55

lapisan bening di tubuh mereka

28:58

agar mereka tidak mengering.

29:10

Itulah langkah pertama

29:12

dari terbentuknya hutan,

29:15

lahan berhutan,

29:16

dan padang rumput

29:17

di sekitar kita saat ini.

29:31

Tumbuhan primitif awal ini

29:34

membentuk kondisi

29:35

bagi kehidupan di darat.

29:37

Mereka membentuk kutikula,

29:39

lapisan bening

29:40

yang membantu mereka

29:42

mempertahankan kelembapan.

29:45

Mereka juga memiliki rizoid,

29:47

yang memungkinkan mereka

29:49

menancapkan diri di bawah tanah.

29:51

Merekalah

29:52

awal dari tumbuhan berakar

29:54

yang selamanya mengubah biosfer

29:57

dan perkembangan ekosistem di Bumi.

30:03

Sungguh menakjubkan

30:04

karena banyak tanaman

30:05

pada waktu itu memiliki ukuran kecil.

30:08

Semua tanaman ini

30:10

membutuhkan nutrien dari mineral

30:12

di permukaan Bumi.

30:14

Jadi mereka

30:15

perlu berinteraksi dengan permukaan

30:17

tempat mereka tumbuh.

30:28

Akar-akar itu masuk ke dalam tanah,

30:31

membentuk struktur yang semakin kompleks.

30:35

Mereka membawa mineral baru,

30:38

mengubah tanah,

30:39

dan pergerakannya.

30:42

Jadi,

30:43

ini adalah momen yang sangat penting

30:45

ketika tanaman darat pertama muncul

30:47

dan mulai membentuk habitat mereka sendiri.

30:56

Evolusi tumbuhan di darat

30:58

mengubah planet kita.

31:02

Mereka mengubah bentang alam berbatu

31:04

menjadi ekosistem hijau.

31:11

Jutaan tahun kemudian,

31:13

hewan-hewan mengikuti jejak evolusi yang sama.

31:17

Dari air ke darat.

31:25

Seperti tumbuhan,

31:27

hewan juga harus beradaptasi dengan dunia yang sama sekali berbeda.

31:32

Tubuh mereka

31:33

tidak lagi ditopang air,

31:35

kulit mereka

31:36

mengering karena udara,

31:37

dan mereka harus beradaptasi

31:39

dengan gravitasi.

31:42

Yang perlu diketahui adalah

31:45

kehidupan hewan berkembang di laut.

31:48

Semua jenis hewan yang kita lihat di darat saat ini,

31:52

berevolusi dari air.

32:00

Untuk melakukannya,

32:02

mereka perlu membentuk struktur baru.

32:05

Contohnya vertebrata.

32:09

Semua vertebrata yang memiliki kaki

32:11

seperti tetrapoda yang hidup di darat,

32:14

nenek moyangnya adalah ikan.

32:19

Ikan memiliki insang,

32:20

bukan paru-paru.

32:22

Jadi,

32:23

agar vertebrata dapat hidup di darat,

32:26

mereka harus mengembangkan paru-paru

32:28

dan mereka berhasil.

32:38

Sirip juga berfungsi dengan baik di laut,

32:42

tetapi untuk berjalan

32:44

dan menopang diri di darat,

32:47

diperlukan perubahan total pada

32:50

struktur kerangka

32:51

dan otot tubuh.

32:53

Hal itu juga berhasil terjadi.

33:16

Interaksi antara mineral

33:19

dan kehidupan,

33:20

paling jelas terlihat

33:22

dari cara kerangka terbentuk.

33:32

Mineral sangat penting

33:34

agar kehidupan

33:35

dapat berpindah ke darat.

33:37

Tanpa mineral,

33:38

tidak akan ada kerangka

33:39

atau cangkang.

33:53

Pada tetrapoda,

33:54

perubahan tersebut terjadi di dalam tubuh.

33:57

Tulang mereka,

33:58

yang terdiri dari kalsium fosfat

34:00

dan karbonat menjadi lebih padat

34:03

demi menopang berat badan mereka di luar air.

34:13

Di sisi lain,

34:14

artropoda mengembangkan semacam baju zirah,

34:17

rangka luar organik

34:19

yang melindungi mereka dari dehidrasi dan predator,

34:23

sekaligus memberi mereka cangkang yang kuat.

34:39

Tanpa kerangka dan perisai ini,

34:42

hewan darat pertama

34:44

tidak akan mampu menjelajahi

34:46

dan membentuk habitat baru

34:48

dengan menggali

34:50

dan mengurai tanah.

35:01

Hewan penggali

35:02

berperan penting dalam aktivitas

35:04

kehidupan di Bumi.

35:05

Mereka sering kali diabaikan

35:07

karena aktivitasnya terjadi di bawah tanah.

35:13

Seperti rayap,

35:15

kaki seribu,

35:16

semut,

35:17

laba-laba,

35:18

dan lainnya.

35:23

Secara kimiawi,

35:24

banyak hewan penggali memakan tanah

35:27

yang kemudian

35:29

mengubah komposisi mineral.

35:34

Secara fisik,

35:35

hewan penggali berdampak besar pada tanah

35:38

karena mereka menciptakan banyak jalur di tanah

35:41

yang saling terhubung.

35:43

Jalur ini membuat tanah

35:45

dapat mengandung lebih banyak oksigen

35:48

dan air dapat bergerak lebih efektif.

35:51

Hal ini mendorong terciptanya sistem baru di dalam tanah.

35:55

Akibatnya,

35:56

berbagai jenis organisme dan spesies

35:58

terdorong untuk dapat berkembang

36:00

dalam kondisi baru tersebut.

36:11

Sepanjang sejarah Bumi

36:13

dapat dilihat bahwa setelah kedatangan artropoda di permukaan,

36:17

cukup banyak perubahan yang terjadi.

36:28

Bumi sejak dulu dibentuk oleh kekuatan geologis dahsyat:

36:33

Vulkanisme,

36:34

tektonik lempeng,

36:36

dan pergeseran benua.

36:40

Namun, munculnya tumbuhan dan hewan,

36:43

kini menambah kekuatan baru:

36:46

Kehidupan.

36:49

Di zona pasang surut,

36:51

spesies seperti landak laut atau bulu babi

36:54

masih membentuk dan mengubah batuan

36:57

serta terumbu karang hingga hari ini.

36:59

Selama lebih dari 40 tahun,

37:01

ahli biologi laut ini

37:03

meneliti hubungan hewan itu dengan batuan.

37:11

Saya melihat interaksi dengan substrat.

37:13

Saya melihat mereka mengikis batupasir

37:16

yang menghasilkan jutaan ton sedimen

37:18

setiap tahunnya.

37:19

Saya melihat sejarah yang panjang,

37:21

secara ekologis dan evolusioner.

37:29

Landak laut sudah hidup di laut selama 450 juta tahun.

37:35

Mereka memiliki kemampuan yang luar biasa.

37:38

Secara perlahan dan konsisten,

37:41

mereka menggunakan gigi dan duri mereka

37:43

untuk mengikis batu kapur,

37:45

mengubah dinamika geologis dasar laut.

37:56

Saat landak laut menetap,

37:57

ukurannya sangat kecil.

38:00

Durinya kecil,

38:01

kaki tabungnya kecil,

38:02

dan tubuhnya kecil.

38:03

Saat tumbuh,

38:04

mereka mengembangkan struktur untuk makan

38:07

yang disebut Lentera Aristoteles.

38:10

Organ ini memiliki lima gigi yang digunakan

38:13

untuk mengikis batu kecil ketika mereka makan.

38:18

Jadi mereka mengikis alga

38:20

dengan gigi mereka

38:21

dan mereka menelannya.

38:28

Duri-duri mereka juga menggeser butiran pasir

38:31

saat menyentuh permukaan batu.

38:36

Kombinasi dari gigi yang mengikis permukaan

38:40

dan duri yang menyapu permukaan ini

38:43

terus mengikis batu.

38:50

Saat itu terjadi,

38:51

mereka menciptakan lubang kecil.

38:53

Proses ini disebut bio-erosi.

39:03

Intinya,

39:05

landak laut memiliki peran yang sangat besar.

39:09

Melalui bio-erosi,

39:11

mereka termasuk dalam siklus geologi

39:13

yang sudah berlangsung selama ribuan tahun.

39:20

Sedimen yang mereka hasilkan terbawa jauh

39:23

ke kedalaman dan kembali ke permukaan,

39:26

menumpuk membentuk dasar laut

39:28

dan garis pantai.

39:35

Proses transformasi perlahan,

39:37

tapi krusial ini,

39:38

berkontribusi pada pembentukan benua.

39:43

Yang menakjubkan bagi saya adalah

39:45

landak laut yang jumlahnya bisa mencapai ribuan

39:49

di ceruk-ceruk ini

39:50

berperan layaknya pemahat.

39:52

Merekalah yang melakukan bio-erosi.

39:55

Dan selama bertahun-tahun,

39:57

banyaknya pahatan bentang pantai

39:59

melalui bio-erosi yang mereka ciptakan

40:02

sungguh luar biasa.

40:17

Hewan sangat aktif di permukaan Bumi.

40:22

Mereka berperan dalam pembentukan

40:24

dan pengikisan batuan dengan cara yang aneh,

40:28

tapi menakjubkan.

40:33

Erosi oleh hewan dapat dibagi menjadi dua,

40:37

yaitu erosi fisik dan erosi kimia.

40:43

Penguin rockhopper misalnya.

40:46

Mereka dapat melakukan erosi fisik

40:48

ke permukaan batuan tempat mereka bersarang.

40:56

Mereka juga dapat melakukan erosi kimia

40:59

melalui urine dan bentuk interaksi lain

41:01

dengan permukaan.

41:09

Jadi, hewan benar-benar kreatif

41:12

dan destruktif terhadap batuan.

41:21

Jika tidak ada landak laut,

41:23

batu-batu ini tidak akan ada bentuknya.

41:27

Merekalah yang membuat lekukan,

41:30

celah,

41:31

dan retakan itu.

41:34

Mereka adalah organisme yang sangat

41:36

fundamental bagi sistem ini

41:39

sehingga ketidakhadiran landak laut

41:41

tidak bisa saya bayangkan sama sekali.

41:55

Namun,

41:56

landak laut hanyalah bagian kecil dari siklus yang lebih besar.

42:01

Di seluruh planet,

42:02

ada berbagai kekuatan tak kasat mata

42:05

yang ikut mengubah batuan menjadi debu.

42:10

Bukan hanya makhluk hidup,

42:13

tapi juga angin dan air.

42:17

Semuanya berkontribusi

42:19

pada proses erosi secara perlahan,

42:21

yang membentuk bentang alam

42:23

dan menyehatkan lautan.

42:25

Bumi menggunakan semuanya.

42:28

Batuan yang terlepas dari tebing,

42:30

yang hancur oleh pasang surut atau organisme,

42:33

akan menjadi batuan kembali.

42:36

Ini adalah siklus abadi

42:38

di mana setiap butir pasir

42:39

menyimpan sejarah Bumi.

42:43

Manusia menganggap permukaan Bumi selalu seperti ini

42:46

karena hanya melihatnya selama rentang waktu kita hidup.

42:49

Pegunungan Alpen misalnya,

42:51

akan tetap seperti itu.

42:52

Namun,

42:53

secara geologis,

42:54

puluhan juta tahun yang lalu,

42:56

ada lautan di sini.

42:58

Saat ini ada pegunungan setinggi empat ribu meter

43:01

dan puluhan juta tahun lagi akan ada perbukitan

43:04

atau bahkan dataran baru.

43:05

Di bagian Bumi lain,

43:07

pegunungan baru atau lautan baru

43:09

juga akan muncul.

43:16

Sulit dipahami

43:18

bahwa ada siklus yang jauh lebih besar

43:20

dan panjang yang terjadi sebelum hidup kita.

43:23

Semua proses ini

43:24

masih akan terus berlanjut

43:25

setelah kita tiada.

43:31

Setiap butir mineral yang terkikis dari gunung

43:35

menyimpan kisah tentang bagaimana gunung terbentuk,

43:38

terkikis,

43:39

dan terkubur jauh di dalam Bumi,

43:41

tapi digantikan dengan pegunungan baru.

43:44

Itulah kisah Bumi.

43:49

Bayangkan batuan tersingkap,

43:51

lalu hujan,

43:52

angin,

43:53

dan es melepaskan serpihan yang sangat kecil.

44:07

Butiran mineral itu hanyut terbawa sungai hingga ke dasar laut.

44:16

Butiran itu kemudian menjadi lapisan sedimen yang tebal.

44:24

Tekanan di sana cukup tinggi.

44:26

Ketika terkubur semakin dalam dan tertumpuk dengan sedimen lain,

44:31

tekanan dan suhu yang cukup tinggi

44:32

mengubah sedimen tersebut

44:34

menjadi batuan baru.

44:41

Batuan itu mungkin akan tetap berada di dasar laut

44:44

selama puluhan juta tahun.

44:54

Hingga pada akhirnya,

44:56

gunung terbentuk dari batuan yang terimpit.

44:59

Sedimen itu kembali naik,

45:00

terangkat oleh gaya tektonik,

45:03

dan menjadi bagian dari gunung baru.

45:09

Mereka akan terkikis,

45:10

lapuk,

45:11

masuk ke sungai,

45:13

dan memulai siklus itu lagi berulang kali

45:15

selama ratusan juta tahun.

45:27

Siklus batuan

45:29

sudah membentuk Bumi

45:30

selama miliaran tahun.

45:33

Didorong tiga faktor utama:

45:35

Air,

45:36

kehidupan,

45:37

dan tektonik lempeng yang interaksinya,

45:39

sejauh kita tahu,

45:41

hanya ada di Bumi.

45:47

Semuanya dimulai dengan magma,

45:50

yang membentuk batuan,

45:51

lalu menjadi fondasi Bumi.

45:58

Angin dan cuaca menyebabkan batuan terkikis,

46:02

larut,

46:02

hancur menjadi partikel-partikel kecil,

46:05

dan berubah bentuk.

46:11

Ini adalah awal dari siklus yang panjang.

46:14

Sungai membawa partikel-partikel tersebut ke lautan,

46:17

tempat mereka mengendap lapis demi lapis.

46:25

Seiring waktu,

46:26

batuan-batuan tersebut

46:28

memadat menjadi batupasir,

46:30

batu kapur,

46:31

dan batuan sedimen lain

46:33

yang membentuk tebing,

46:34

dataran tinggi,

46:35

dan dasar laut.

46:39

Di bawah tekanan kerak Bumi,

46:41

batuan-batuan ini berubah.

46:45

Batu kapur berubah menjadi marmer

46:47

dan tanah liat menjadi batu tulis.

46:52

Terkadang perubahannya lebih spektakuler.

46:57

Dalam gerakan lambat lempeng tektonik,

47:00

batuan sedimen juga dibawa lebih dalam

47:04

hingga meleleh dan berubah kembali

47:06

menjadi magma.

47:08

Magma ini mengisi gunung berapi

47:10

dan memulai kembali siklus abadi ini

47:12

dari awal.

47:17

Namun,

47:18

siklus ini tidak akan mungkin terjadi

47:20

tanpa air.

47:22

Air meresap jauh ke bawah permukaan Bumi,

47:25

menghidrasi kerak samudra,

47:27

dan membantu penenggelaman lempeng ke dalam mantel Bumi.

47:34

Proses ini

47:35

menciptakan gunung dan benua,

47:37

sekaligus memasok nutrien

47:39

bagi tanah dan lautan.

47:45

Ini sangat penting

47:46

untuk kehidupan di Bumi.

47:50

Proses ini sudah ada sejak awal sejarah Bumi.

47:54

Tanpa siklus batuan,

47:55

Bumi akan menjadi tempat yang berbeda

47:57

dan kehidupan akan berhenti berevolusi.

48:01

Inilah yang terjadi di Mars.

48:04

Mungkin dulu ada kehidupan di sana,

48:06

tetapi kehidupan itu tidak dapat bertahan

48:09

karena tidak ada siklus batuan yang dinamis.

48:22

Siklus batuan dan siklus kehidupan

48:25

saling terkait.

48:29

Keduanya saling memengaruhi

48:31

selama miliaran tahun.

48:35

Ini adalah proses berkelanjutan yang tidak kita sadari

48:39

dan terus berlanjut hingga hari ini.

48:42

Terlihat dari badai debu di Gurun Namib

48:44

di Namibia.

48:49

Ada proses yang menakjubkan di sini.

48:53

Proses yang telah diamati

48:55

oleh ahli sedimentologi ini

48:57

selama bertahun-tahun.

49:00

Kepulan debu ini menunjukkan bahwa

49:03

Bumi hidup dan berfungsi dengan baik.

49:05

Ada proses geologis yang berlangsung.

49:12

Gurun Namib

49:13

berperan sebagai latar dan pemeran utama

49:16

dari sebuah fenomena

49:18

yang awalnya berasal dari pegunungan.

49:33

Di sana,

49:34

hujan dan angin perlahan mengikis batuan

49:36

menjadi debu halus.

49:40

Debu tersebut kemudian dibawa oleh sungai,

49:43

yang hanya muncul selama musim hujan

49:46

lalu mengering kembali,

49:47

ke bukit pasir gurun.

49:56

Sungai musiman

49:57

hanya mengalir selama musim hujan setelah badai besar.

50:04

Sungai mengalir sangat deras,

50:05

membawa pasir dan lumpur bersamanya.

50:10

Lumpur tersebut akhirnya sampai ke daerah bukit pasir

50:12

di mana sungai tidak bisa lagi mengalir dengan deras.

50:19

Sungai sulit mengalir deras di daerah tersebut

50:22

sehingga lumpur berhenti dan mengendap menjadi endapan tanah liat.

50:41

Begitu air hilang,

50:42

angin mulai berperan.

50:47

Angin mendorong partikel tersebut

50:50

dan membawanya melintasi gurun.

50:53

Beberapa di antaranya

50:54

menempuh jarak yang sangat jauh.

50:59

Mineral ini berbentuk pipih

51:01

sehingga ketika terbawa angin,

51:03

mereka dapat terbawa hingga ratusan kilometer.

51:21

Angin sangat penting dalam membantu

51:23

partikel tanah liat berpindah jauh

51:25

hingga ke lautan,

51:26

tempatnya mengendap.

51:32

Di dalamnya terdapat mineral seperti besi,

51:35

nitrogen,

51:35

dan fosfor.

51:37

Jadi, partikel tanah liat ini penting

51:39

karena membawa energi dan nutrien ke lautan.

51:51

Jika bukan karena siklus batuan itu,

51:53

Bumi akan stagnan dan mati.

52:01

Siklus ini terus membawa nutrien ke permukaan Bumi

52:04

dan menyediakan cadangan energi baru

52:07

agar kehidupan dapat bertahan.

52:12

Jadi,

52:13

siklus batuan adalah bagian penting

52:16

dari sejarah Bumi dan manusia.

52:26

Badai debu yang membawa nutrien ke lautan ini penting

52:30

karena lautan kekurangan zat besi.

52:35

Zat besi ini

52:36

terbawa dari benua

52:39

untuk merangsang mikroorganisme di lautan,

52:42

khususnya plankton dan alga seperti diatom.

52:48

Merekalah basis dari rantai makanan

52:50

di sekitar kita sekarang.

53:12

Mineral adalah sumber kehidupan.

53:16

Secara bertahap,

53:17

organisme pertama

53:19

mulai mengubah lingkungannya.

53:27

Munculnya hominin di Afrika sekitar tujuh juta tahun lalu

53:31

menandai sebuah momen penting.

53:36

Nenek moyang kita dulu

53:37

merupakan penghuni pohon

53:39

yang memakan daun

53:40

dan buah-buahan.

53:42

Di satu waktu,

53:44

mereka kemudian meninggalkan pohon dan hidup di tanah.

53:50

Perpindahan itu menandai awal

53:52

dari hubungan unik

53:54

dengan batuan.

54:03

Dalam sebagian besar sejarah manusia,

54:06

kita adalah makhluk yang berjalan

54:08

dengan keempat kaki kita.

54:10

Ini berkaitan dengan nenek moyang kita

54:13

yang dulu hidup di pohon.

54:20

Sesekali,

54:21

kita akan berdiri pada kaki belakang

54:24

untuk melihat predator lebih jauh di sabana.

54:31

Lalu, kembali menapak dengan keempat kaki.

54:34

Seiring waktu,

54:36

kita semakin mahir menyeimbangkan diri

54:39

sehingga mulai belajar berjalan

54:42

dengan dua kaki.

55:00

Hal itu memungkinkan tangan kita

55:03

untuk lebih bebas bergerak,

55:05

baik untuk mengambil,

55:07

memegang,

55:08

dan bermain

55:09

dengan struktur mineral

55:11

hingga kita bisa membuat berbagai alat.

55:23

Bayangkan primata pertama itu

55:25

mengambil batu di tangannya

55:28

dan menyadari bahwa

55:29

dia dapat memanfaatkannya.

55:35

Mungkin tidak secara sadar,

55:38

tetapi itu menjadi tindakan naluriah,

55:40

sesuatu yang dapat dilakukan tangan.

55:43

Ada alat yang dapat digunakan untuk bertahan hidup.

55:54

Menurut saya,

55:56

penemuan adalah bagian penting

55:57

dari evolusi primata dan manusia.

56:03

Anda belajar melakukan sesuatu

56:05

yang memungkinkan Anda

56:07

menjalani hidup lebih efisien,

56:09

lebih aman

56:10

atau mampu memburu mangsa.

56:14

Semua manfaat penggunaan batu ini

56:17

menjadi sebuah keuntungan.

56:23

Menurut saya,

56:24

begitulah koevolusi antara primata dan batu terjadi.

56:37

Dari berjalan tegak,

56:40

menggunakan alat hingga menemukan api,

56:43

mineral selalu menjadi fondasi

56:45

perkembangan manusia.

56:48

Selama jutaan tahun,

56:50

nenek moyang kita menjelajahi dunia,

56:52

mengamati

56:53

dan melakukan berbagai eksperimen.

57:00

Awalnya,

57:01

mereka menggunakan batu yang belum diolah.

57:03

Setelahnya,

57:05

mereka memilih batu-batu tertentu

57:07

dan mengolahnya menjadi alat-alat sederhana.

57:11

Perlahan,

57:12

alat-alat tersebut menjadi semakin canggih.

57:15

Inilah awal dari Zaman Batu.

57:20

Langkah penting lainnya adalah penggunaan api,

57:23

yang dimulai sekitar 1,5 juta tahun yang lalu.

57:42

Keterampilan ini mengubah

57:44

hubungan antara manusia purba dan Bumi,

57:46

seiring berkembangnya strategi baru

57:49

demi mempertahankan eksistensi mereka.

57:55

Penggunaan api oleh manusia

57:57

sangat berkaitan dengan batu

57:59

karena salah satu cara menyalakannya adalah

58:01

dengan menggosokkan dua batu.

58:15

Hal itu

58:16

menunjukkan keterkaitan serta pentingnya batuan

58:19

dan mineral bagi manusia.

58:25

Batu api dan pirit biasanya digunakan

58:28

menghasilkan percikan api,

58:30

yang jatuh misalnya pada jamur lunak,

58:32

lalu terbakar.

58:33

Setelah ditiup,

58:34

api dapat dibesarkan dengan mudah

58:36

menggunakan rumput halus.

58:53

Perkembangan penggunaan api

58:55

membawa perubahan yang sangat besar

58:57

bagi sejarah manusia.

59:03

Penggunaan api

59:04

memungkinkan kita untuk memasak

59:07

dan membuka jalan bagi kita

59:10

mengonsumsi kalori lebih efisien.

59:16

Beberapa antropolog berpendapat

59:18

ukuran otak turut meningkat.

59:23

Dengan kata lain,

59:25

kemampuan berpikir dan bernalar

59:28

serta mungkin kemampuan berbicara

59:31

dapat muncul dari proses ini.

59:35

Jadi, dapat dikatakan bahwa penggunaan api

59:39

tidak hanya membawa manfaat seperti

59:41

memberi keamanan lewat penerangan,

59:44

tetapi juga fondasi bagi berkembangnya

59:47

peradaban yang lebih kompleks,

59:49

termasuk komunikasi dan organisasi.

1:00:12

Kehangatan dan cahaya api

1:00:14

mengubah gua menjadi tempat manusia berlindung,

1:00:17

berkumpul,

1:00:18

dan berbagi cerita.

1:00:28

Di bawah pendar cahaya api,

1:00:31

gerakan yang sama terus diulang,

1:00:33

alat-alat disempurnakan,

1:00:35

dan pengetahuan diwariskan.

1:00:37

Ikatan budaya yang semakin erat pun berkembang.

1:00:45

Jauh setelahnya,

1:00:47

dinding-dinding batu yang sama

1:00:49

digunakan sebagai kanvas

1:00:51

untuk lukisan gua pertama.

1:00:54

Inilah saksi awal mula seni manusia.

1:01:00

Lewat figur-figur sederhana

1:01:02

dan bentuk-bentuk hewan,

1:01:04

manusia mencoba mendeskripsikan dunia

1:01:07

dan mengabadikan ingatan

1:01:08

untuk pertama kalinya.

1:01:15

Ketika saya melihat gambar di dinding ini,

1:01:18

rasanya seperti melihat buku peninggalan nenek moyang kita.

1:01:31

Berbagai kelompok etnis

1:01:32

pernah tinggal di Afrika bagian selatan

1:01:35

selama lebih dari 40.000 tahun.

1:01:37

Sebagai pemburu dan peramu tradisional,

1:01:40

mereka memiliki pemahaman unik tentang alam.

1:01:45

Hal ini berkat leluhur mereka

1:01:47

yang mengabadikan pengetahuan di bebatuan.

1:01:57

Batu ini menceritakan bagaimana leluhur saya hidup.

1:02:03

Hewan apa yang mereka buru

1:02:05

dan bagaimana mereka memanfaatkannya.

1:02:10

Mereka makan dagingnya,

1:02:13

menghangatkan diri dengan kulit dan bulunya,

1:02:17

serta membuat perkakas dari tulangnya.

1:02:27

Hewan besar menandakan potensi bahaya.

1:02:33

Antelop dan tembu lompat

1:02:34

menandakan ada makanan di daerah tersebut.

1:02:37

Batu ini menceritakan semuanya.

1:02:40

Mereka seperti meninggalkan pesan dan petunjuk

1:02:43

untuk generasi mendatang.

1:02:52

Leluhur saya tidak bisa menulis,

1:02:54

tetapi mereka bisa melukis di batu.

1:03:00

Itulah cara saya memahami asal usul saya.

1:03:18

Batu-batu itu seperti hidup.

1:03:21

Mereka menyaksikan semua perubahan

1:03:23

yang dialami budaya

1:03:26

dan sejarah manusia.

1:03:41

Sejak lukisan gua pertama,

1:03:43

batu telah menjadi media penyalur pikiran,

1:03:47

ingatan,

1:03:48

dan tradisi.

1:03:50

Orang-orang mengabadikan kepercayaan,

1:03:53

cerita,

1:03:54

dan cara memandang dunia di atas batu.

1:04:04

Ribuan tahun kemudian,

1:04:07

masyarakat Neolitik masih melanjutkan

1:04:09

hubungan istimewa dengan batu.

1:04:11

Buktinya tak hanya terlihat di dinding gua.

1:04:15

Bentang alam juga mereka jadikan sebagai situs suci.

1:04:27

Di Carnac, Prancis,

1:04:29

misalnya.

1:04:30

Batu-batu besar didirikan

1:04:32

dan disusun berbaris.

1:04:39

Seolah-olah,

1:04:40

manusia saat itu

1:04:42

ingin mengisahkan sesuatu melalui batu.

1:04:49

Hingga hari ini,

1:04:51

para peneliti masih berusaha memecahkan

1:04:53

misteri batu-batu ini.

1:05:03

Salah satunya arkeolog ini.

1:05:08

Saya kadang hanya duduk memandangi batu-batu itu

1:05:12

dan mencoba memahaminya.

1:05:14

Saya tertarik pada mereka

1:05:16

dan merasa nyaman.

1:05:32

Di Carnac,

1:05:33

lebih dari 3.000 menhir berjejer

1:05:35

sepanjang beberapa kilometer,

1:05:38

membentuk salah satu situs megalitik

1:05:40

terbesar di dunia.

1:05:48

Orang-orang di zaman Neolitikum mungkin

1:05:50

memilih batu-batu ini

1:05:52

karena daya tahannya.

1:05:54

Mereka ingin meninggalkan sesuatu yang abadi

1:05:58

dan memiliki tujuan khusus.

1:06:06

Saat berjalan di antara monolit ini,

1:06:09

timbul pertanyaan:

1:06:11

Apakah ini bentuk penanda wilayah,

1:06:13

kekuasaan,

1:06:14

keabadian,

1:06:15

atau kekekalan?

1:06:18

Sayangnya,

1:06:19

tidak ada prasasti untuk menjawab itu.

1:06:24

Hanya beberapa ukiran,

1:06:26

gambar,

1:06:27

dan simbol yang tidak dapat dipahami.

1:06:33

Mungkin itulah bagian yang paling sulit.

1:06:35

Mengidentifikasi seberapa banyak simbolisme

1:06:38

yang tersembunyi di sini.

1:06:45

Manusia memiliki hubungan yang hampir sakral

1:06:48

dengan dunia mineral.

1:06:52

Mungkin karena hidup kita sangat singkat.

1:06:57

Kita berpikir dalam hitungan hari,

1:07:00

minggu,

1:07:00

bulan,

1:07:01

dan tahun.

1:07:04

Namun, batuan dan mineral

1:07:06

dapat bertahan hingga jutaan tahun.

1:07:11

Jadi,

1:07:12

ketika manusia membangun monumen sakral,

1:07:15

itu menjadi simbol keabadian

1:07:17

karena umur batuan dan mineral

1:07:20

jauh lebih panjang dari yang diketahui.

1:07:28

Keindahan dan daya tahannya

1:07:30

membuat batu-batu itu sakral.

1:07:33

Kepercayaan kuno mengatakan,

1:07:35

batu melindungi kita dari bencana

1:07:38

atau menghubungkan kita dengan kekuatan

1:07:40

yang lebih tinggi.

1:08:11

Selama Revolusi Neolitikum,

1:08:13

manusia menunjukkan dominasinya atas dunia.

1:08:19

Para pemburu dan peramu

1:08:20

menetap sebagai petani

1:08:22

yang mengubah bentang alam.

1:08:25

Padang rumput serta ladang dibentuk,

1:08:29

desa-desa dibangun,

1:08:31

dan jalan-jalan dibuat.

1:08:41

Perkembangan metalurgi

1:08:43

sekitar 5.000 SM

1:08:45

mengubah segalanya.

1:08:49

Manusia tidak lagi puas dengan batu

1:08:51

sehingga mulai menambang bijih mineral

1:08:54

dan mengekstraksi bahan mentah

1:08:56

seperti tembaga,

1:08:57

perunggu,

1:08:58

dan besi.

1:08:59

Aktivitas ini merevolusi masyarakat.

1:09:04

Pada akhir abad ke-18,

1:09:07

tren ini mengalami akselerasi:

1:09:09

Revolusi Industri.

1:09:14

Mineral yang ditambang tidak hanya diproses,

1:09:17

tetapi energinya juga diekstraksi.

1:09:22

Batu bara,

1:09:23

disusul minyak setelahnya,

1:09:25

menjadi landasan revolusi ini

1:09:27

yang mendorong masyarakat

1:09:28

memasuki era konsumsi tanpa kendali.

1:09:38

Dalam beberapa abad,

1:09:40

hubungan manusia dengan batuan berubah drastis.

1:09:44

Dari yang awalnya hanya dijadikan alat,

1:09:47

kini diekstraksi dari perut Bumi.

1:09:52

Manusia berevolusi menjadi masyarakat ekstraktif

1:09:55

di mana sumber daya Bumi

1:09:57

dieksploitasi dengan kecepatan yang mengkhawatirkan

1:10:00

demi memuaskan kebutuhan materi dan energi.

1:10:08

Ekstraktivisme

1:10:10

berarti menambang,

1:10:12

mengambil,

1:10:13

dan mengekstraksi sumber daya alam

1:10:15

yang terbatas.

1:10:26

Hal ini terjadi karena praktik tersebut

1:10:29

sudah menjadi fondasi masyarakat.

1:10:34

Kemewahan yang kita nikmati,

1:10:37

mobilitas,

1:10:38

lampu listrik,

1:10:39

mobil,

1:10:41

dan saluran air.

1:10:43

Semuanya bersumber dari masyarakat ekstraktif

1:10:46

dan ini memiliki berbagai konsekuensi

1:10:49

terhadap morfologi planet ini.

1:10:55

Manusia mengubah siklus karbon planet ini

1:10:58

dengan dampak yang akan terasa

1:11:00

selama ribuan tahun.

1:11:07

Jangan mengira,

1:11:08

proses mengambil dan membakar fosil tumbuhan

1:11:11

yang telah tersimpan di bawah tanah

1:11:13

selama ratusan juta tahun

1:11:15

tidak berdampak apa-apa.

1:11:33

Dampaknya adalah pemanasan global,

1:11:35

badai hingga tornado.

1:11:37

Kekeringan juga dapat terjadi di beberapa daerah,

1:11:39

dan banjir di daerah lain.

1:11:45

Ketika lingkungan diubah,

1:11:47

reaksi Bumi juga berubah.

1:11:49

Hal ini akan terus memburuk

1:11:51

kecuali kita mengubah cara memperlakukan Bumi.

1:12:01

Manusia telah menjadi kekuatan tersendiri

1:12:04

yang membentuk zaman geologis baru:

1:12:06

Antroposen.

1:12:09

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Bumi,

1:12:13

manusia mengintervensi siklus alam

1:12:15

sehingga mengubah iklim,

1:12:17

erosi,

1:12:18

kimia lautan,

1:12:19

bahkan struktur batuan.

1:12:26

Kita tidak hanya menghabiskan sumber daya alam

1:12:29

dengan kecepatan luar biasa,

1:12:31

tapi juga memproduksi material baru

1:12:33

yang tertimbun dalam lapisan geologis.

1:12:39

Beton salah satunya.

1:12:42

Terbuat dari kapur,

1:12:43

tanah liat,

1:12:44

dan pasir yang dipanaskan.

1:12:48

Beton telah menjadi bahan bangunan buatan peradaban kita

1:12:51

yang menutupi seluruh dunia.

1:12:58

Beton lebih efisien,

1:13:00

lebih halus,

1:13:01

dan memiliki hambatan yang lebih sedikit

1:13:04

bagi manusia berpijak,

1:13:06

dibandingkan tanah,

1:13:08

batuan besar,

1:13:09

dan rumput.

1:13:14

Permukaan alami Bumi

1:13:15

seakan meminta kita

1:13:17

untuk terus beradaptasi

1:13:19

dengan kondisi sekitar.

1:13:26

Namun,

1:13:26

hal itu kita hilangkan

1:13:29

ketika kita menutupi Bumi dengan beton yang licin.

1:13:35

Dalam 70 tahun terakhir,

1:13:37

manusia memproduksi lebih dari setengah triliun ton beton.

1:13:42

Setara satu kilogram beton

1:13:44

untuk setiap meter persegi permukaan Bumi.

1:13:47

Bahan utama beton,

1:13:49

pasir dan kerikil,

1:13:51

terbuat dari mineral yang sangat tahan lama.

1:13:54

Mineral yang mampu bertahan

1:13:56

hingga miliaran tahun.

1:14:00

Andaikan manusia lenyap,

1:14:04

perkotaan,

1:14:05

jalan raya,

1:14:07

bahkan lalu lalang jet tidak ada,

1:14:12

yang tertinggal adalah

1:14:14

warisan mineralogi yang sangat khas.

1:14:25

Pada lapisan geologi baru ini,

1:14:28

lapisan tanah akan sepenuhnya berubah.

1:14:31

Beton akan terlihat memenuhi permukaan Bumi.

1:14:36

Bertabur baja,

1:14:37

kaca,

1:14:38

keramik,

1:14:39

dan semikonduktor.

1:14:45

Namun,

1:14:45

jejak geologi paling khas dari era kita

1:14:48

adalah plastik.

1:14:54

Dari barang-barang bekas

1:14:56

hingga nanoplastik yang tak kasat mata,

1:14:59

sampah plastik

1:15:00

ada di mana-mana.

1:15:11

Partikel plastik kecil ini

1:15:14

sudah mencemari tanah,

1:15:16

lautan,

1:15:18

bahkan air hujan.

1:15:23

Di beberapa tempat,

1:15:24

partikel-partikel ini

1:15:25

bahkan menyatu dengan sedimen alami

1:15:28

karena suhu panas.

1:15:30

Struktur baru ini disebut

1:15:31

plastiglomerat.

1:15:44

Fenomena inilah

1:15:46

yang jadi fokus penelitian

1:15:47

pendiri lembaga penelitian

1:15:49

MARE-Madeira ini.

1:15:57

Menurut saya,

1:15:58

kerak plastik di seluruh dunia

1:16:02

sedang memberi kita peringatan

1:16:04

bahwa kita semua perlu waspada.

1:16:16

Fenomena global ini

1:16:17

menunjukkan betapa besar jejak kita di Bumi.

1:16:21

Plastiglomerat

1:16:22

pertama kali ditemukan di Madeira, Portugal

1:16:25

pada tahun 2016

1:16:27

dan sekarang dapat ditemukan di banyak tempat:

1:16:30

Mediterania,

1:16:31

Peru,

1:16:32

Brasil

1:16:33

hingga Jepang.

1:16:35

Arus air,

1:16:36

badai,

1:16:37

dan ombak membawa partikel plastik

1:16:39

ke seluruh pantai di dunia,

1:16:41

tempat partikel tersebut

1:16:43

menyatu dengan bebatuan.

1:16:49

Faktor pertama adalah

1:16:51

ombak yang melemparkan plastik

1:16:53

ke arah bebatuan.

1:16:57

Kedua,

1:16:58

menurut kami karena bebatuan memiliki tekstur yang spesifik,

1:17:05

dan ketiga,

1:17:07

karena suhu bebatuan sangat panas.

1:17:11

Ini terlihat lewat kerak plastik yang meleleh

1:17:15

dan menempel pada tekstur bebatuan.

1:17:18

Kini diketahui bahwa suhu permukaan bebatuan ini

1:17:22

terkadang mencapai lebih dari 60°C pada musim panas.

1:17:26

Menurut kami,

1:17:27

kombinasi tiga hal inilah penyebabnya:

1:17:30

Aksi mekanis ombak,

1:17:32

suhu,

1:17:33

dan tekstur bebatuan.

1:17:45

Mikroplastik

1:17:46

sudah ada di mana-mana.

1:17:50

Mau itu kantong plastik

1:17:52

atau mainan anak-anak,

1:17:54

semuanya hancur

1:17:56

dan masuk ke ekosistem karena ombak laut.

1:18:02

Mikroplastik itu

1:18:03

kemudian dimakan oleh makhluk laut.

1:18:07

Sering kali ketika manusia

1:18:09

memakan makhluk laut itu,

1:18:10

mikroplastik berakhir di tubuh kita.

1:18:13

Ini bisa dimaknai sebagai

1:18:15

perlawanan dari dunia mineral.

1:18:18

Banyak plastik bersifat karsinogen,

1:18:21

memiliki efek kimia,

1:18:23

dan dapat mengganggu endokrin,

1:18:26

serta mengubah kadar hormon.

1:18:30

Semua itu belum dipahami manusia dengan baik.

1:18:34

Jadi,

1:18:34

ini semacam eksperimen besar

1:18:36

yang kita lakukan pada diri kita sendiri,

1:18:39

di mana kita adalah kelinci percobaan

1:18:42

dan kita tidak tahu apa konsekuensinya.

1:18:57

Plastiglomerat

1:18:58

mencerminkan betapa agresifnya industri petrokimia

1:19:02

yang berorientasi laba dalam siklus batuan.

1:19:05

Meninggalkan jejak

1:19:06

hingga ke lapisan dalam kerak Bumi.

1:19:10

Batuan yang dulunya terbentuk dari lava yang mendingin

1:19:13

atau sedimen yang mengendap,

1:19:15

kini dibentuk oleh limbah manusia.

1:19:20

Kita dulu percaya

1:19:21

plastik dan beton menunjukkan kemajuan manusia.

1:19:26

Nyatanya,

1:19:27

kita meninggalkan jejak yang patut dipertanyakan.

1:19:34

Sebagian mungkin berpendapat bahwa

1:19:36

masyarakat dengan teknologi modern

1:19:39

adalah bukti kemajuan

1:19:41

dari masyarakat sebelumnya

1:19:43

yang memakai alat-alat batu.

1:19:48

Sebenarnya,

1:19:49

kita tidak jauh berbeda.

1:19:52

Kita masih bergantung pada batuan dan mineral.

1:19:55

Teknologi kita tetap bergantung pada geologi.

1:20:02

Di ruangan ini saja,

1:20:04

saya dikelilingi oleh berbagai mineral yang mustahil dikumpulkan

1:20:09

dalam satu ruangan 100 tahun yang lalu.

1:20:15

Ada litium di dalam baterai kamera.

1:20:18

Ada tembaga di dinding.

1:20:21

Aluminium di kursi ini.

1:20:24

Mungkin ada logam tanah jarang di komputer dan kamera.

1:20:30

Semua itu berasal dari seluruh dunia,

1:20:33

banyak di antaranya

1:20:35

dari tambang-tambang terpencil.

1:21:00

Ini adalah inovasi teknologi yang luar biasa,

1:21:04

tetapi juga menunjukkan ketergantungan kita

1:21:07

pada dunia material yang semakin tinggi.

1:21:36

Ilmu pengetahuan menunjukkan

1:21:39

bahwa manusia purba

1:21:41

lebih menghormati dunia mineral.

1:21:49

Mereka melihat mineral secara lebih animistik.

1:21:54

Mereka melihat dan mengenali

1:21:56

bagaimana mineral memiliki kehidupan

1:21:59

serta berperan penting bagi kehidupan di Bumi.

1:22:03

Menurut saya,

1:22:04

kita harus kembali ke cara pandang itu.

1:22:11

Bumi memiliki sejarahnya sendiri.

1:22:14

Jauh sebelum zaman kita,

1:22:16

Bumi lebih dulu mengalami panas dan dingin.

1:22:20

Bumi juga menyaksikan terbentuknya lautan dan benua.

1:22:25

Selama miliaran tahun,

1:22:27

kekuatan geologis telah membentuk wajah Bumi.

1:22:30

Setiap batu,

1:22:31

gunung,

1:22:32

dan lembah adalah hasil dari proses perubahan yang sangat lambat,

1:22:37

yang terukir jelas dalam bebatuan.

1:22:46

Namun,

1:22:47

hanya sekejap dalam hitungan sejarah,

1:22:50

semuanya berubah.

1:22:59

Sebuah perkembangan baru

1:23:01

mengganggu tatanan yang telah berevolusi

1:23:04

selama miliaran tahun

1:23:06

dan mengguncang keseimbangan geologis Bumi

1:23:09

dengan laju yang belum pernah terjadi sebelumnya.

1:23:13

Hanya dalam beberapa abad,

1:23:16

umat manusia telah mengeksploitasi

1:23:18

warisan leluhurnya dari tanah.

1:23:21

Kini,

1:23:22

dalam waktu singkat,

1:23:23

kita membakar apa yang telah membatu di Bumi

1:23:26

selama jutaan tahun.

1:23:32

Kita menutupi planet ini dengan plastik,

1:23:34

beton,

1:23:35

dan logam.

1:23:37

Menciptakan lapisan geologis

1:23:39

yang menandai era kita sebagai anomali

1:23:41

dalam sejarah Bumi.

1:23:46

Jika antroposen disebut sebagai era manusia,

1:23:50

maka dia juga bisa menjadi era kesadaran.

1:23:56

Sejak Homo habilis membuat alat dari batu,

1:24:00

umat manusia tak bisa lepas dari batuan

1:24:03

untuk menopang kehidupannya

1:24:05

dan menjadikannya fondasi peradaban.

1:24:09

Memang banyak anggota masyarakat

1:24:11

kini hidup di dunia yang serba berkelimpahan.

1:24:14

Membuat mereka sulit membayangkan kelangkaan

1:24:17

dan hanya fokus mengeksploitasi.

1:24:22

Namun,

1:24:23

ada Bumi yang sedang menceritakan penderitaannya.

1:24:26

Kita hanya perlu mendengarkan.

1:24:30

Bagi mereka yang telah mendengarkan Bumi tahu persis

1:24:34

bahwa waktu kita hampir habis.

1:24:39

Bumi berbisik kepada kita.

1:24:42

Namun,

1:24:43

terkadang kita kesulitan mendengarnya.

1:24:50

Ini bukan tentang seberapa keras Bumi berbisik,

1:24:53

tetapi seberapa pelan.

1:24:59

Bumi membutuhkan jutaan tahun

1:25:02

untuk berbicara kepada kita.

1:25:06

Karena itu,

1:25:07

kita harus melambatkan langkah.

1:25:10

Kita harus mendengarkan dengan saksama.

1:25:12

Kisah-kisah yang berusaha diungkapkan Bumi

1:25:15

lewat batuan kepada kita.

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free