Juara 1 Syarhil Quran Putra MTQH Jawa Barat Tahun 2025 dari Kabupaten Bandung
bahwa maksud pokok ayat ini adalah
larangan untuk melakukan tindakan
penghinaan dan ejekan terhadap sesama
manusia.
Karena boleh jadi orang yang dihina
lebih mulia di sisi Allah daripada orang
yang menghina.
[Musik]
Selanjutnya kami panggil peserta S26
akan membawakan judul syarahan
Mengeliminasi Perundungan di kalangan
remaja ayat pendukung Quran surah
Al-Hujurat ayat 11 dan Quran Quran surah
An-Nahl ayat 125.
Inilah peserta S26. Silakan sekali lagi
kasih applause dan dukungan supaya tidak
tegang untuk para pesertanya.
Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Alhamdulillahilladzi
amarana billi wal ihsan.
Wasalatu wassalamu ala shohibil bayan
wa ala alihi wa ashabihilladzi
bihim saidu fil janan.
Amma ba'd.
Dewan hakim yang arif dan bijaksana.
Hadirin sebangsa dan setanah air yang
berbahagia.
Sampurasun.
Dalam sebuah survei bertajuk Local
Friendliness
2024 yang dirilis oleh Internations
Indonesia. Dinobatkan sebagai negara
teramah peringkat kedua di dunia. tepat
berada setelah Costa Rika. Posisi ini
menjadi daya tarik tersendiri sekaligus
modal nyata untuk menciptakan bangsa
yang humanis, spiritualis, romantis, dan
senyum merkah manis.
Namun sayang hadirin,
kesan positif ini kini sering ternadai
dengan munculnya kasus-kasus
peruntungan,
komentar-komentar
provokasi yang menghiasi Medsos setiap
hari.
Saling hina dan mencela yang masih
meraja lela, sinisme dan sarkasme yang
hampir membudaya. Pelecehan seksual yang
terus menyasar anak muda bahkan tak
jarang intimidasi dilakukan untuk
merusak mental dan menghilangkan nyawa
yang diperbuat oleh oknum-oknum anak
bangsa baik di dunia maya maupun di
dunia nyata.
Bukan hanya antar ormas dengan ormas
lainnya.
Bukan hanya antar kelompok satu etnis
dengan etnis lainnya, bahkan anak kepada
orang tua, antar pelajar, antar remaja
dan pemuda, siswa kepada guru dan
sebaliknya.
Jikalau kondisi ini terus menjadi
kultur,
tidak ada kesadaran dari kita semua
untuk menyaksikan, maka sekian tahun
atau sekian puluh tahun ke depan
prestasi sebagai negara ramah akan
punah. Label sebagai negara agamis akan
terkikis. Bangsa kita akan menjadi
bangsa yang egois, anarkis, sadis,
bahkan bangsa yang bangis.
Cita-cita
menggapai Indonesia emas. Namun yang
akan dirasakan adalah Indonesia cemas.
Betulin.
[Tepuk tangan]
Lalu bagaimanakah Islam memandang
persoalan ini?
Kemudian apa solusi terhadap fenomena
ini?
sebagai jawabannya.
Mengeliminasi perundungan di kalangan
remaja adalah temas syarhil Quran yang
akan kami uraikan pada kesempatan kali
ini dengan landasan Al-Qur'an
surah Al-Hujurat ayat 11.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Allah.
Bismillahirrahmanirrahim.
Allah
ya
ayyuhalladzina
amamanu
laa yaskhar
quaum
min
[Musik]
Allah
la yaskhar
quaum
min quumin
asa
minhum
wala nisaum
ayakunna
khairam
minhun
La talmizu
anfusakum
wala tanabazu
bil alqab
Bialismul
fusuqu
ba'dal
iman.
H
waman lam yatub faulaika
humudzalimun
Aku berlindung kepada Allah
dari godaan setan yang terkutuk.
Dengan nama Allah
yang maha pengasih.
Maha penyayang.
Wahai orang-orang yang beriman.
Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum
yang lain.
Karena boleh jadi mereka yang
diolok-olokan
itu
lebih baik dari mereka yang
mengolok-olok.
Dan jangan pula
perempuan-perempuan
mengolok-olok
perempuan lain.
Karena boleh jadi mereka yang
diolok-olokan
itu
lebih baik dari perempuan yang
mengolok-olok.
Janganlah kalian saling mencela
dan saling memanggil dengan julukan yang
buruk.
Seburuk-buruk
pangkan,
adalah pangkas
setelah beriman.
Siapa yang tidak bertobat,
mereka itulah
orang-orang
zalim, dewan hakim yang arif dan
bijaksana. Hadirin seiman dan
sekeyakinan yang kami banggakan,
Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirul Quranul
Adzim jilid 3 halaman 774
menafsirkan
wahum
walhim.
bahwa maksud pokok ayat ini adalah
larangan untuk melakukan tindakan
penghinaan dan ejekan terhadap sesama
manusia.
Karena boleh jadi orang yang dihina
lebih mulia di sisi Allah daripada orang
yang menghina. Hadirin, menghina atau
mengejek dalam istilah yang populer
sekarang adalah perundungan atau
bullying. Menurut American Psychological
Association,
perundungan adalah tindakan agresif yang
disengaja untuk melukai baik fisik,
psikis, maupun spiritual dan membuat
orang lain tidak nyaman.
Sedangkan bentuk penghinaan dan ejekan
tersebut bersifat umum baik dalam
ucapan, tulisan, maupun perbuatan.
Hal tersebut sebagaimana dijelaskan oleh
Syekh Abdurrahman Ass'adi dalam Tafsirus
Sa'di jilid 3 halaman 1776
mensyarahkan
Allah
muslimika
harun
Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum
yang lain, baik dalam ucapan, perkataan,
dan perbuatan yang menunjukkan
penghinaan terhadap saudara muslim
karena hal itu bersifat haram.
Kemudian bagaimana dengan realita
kehidupan sosial masyarakat di negara
kita?
Jaringan pemantau pendidikan Indonesia
mencatat
sepanjang tahun 2024
terdapat 573
kasus kekerasan yang dilaporkan di
lingkungan pendidikan termasuk sekolah,
madrasah dan pesantren.
Bukankah belum hilang dari ingatan kita?
Kasus kematian siswa kelas 3 SD akibat
perilaku anarkis tiga kakak kelasnya
sendiri. Bukankah ujaran kebencian dan
pembulian di media sosial setiap hari
saling bertebaran serta masih banyak
lagi kasus lainnya yang menggambarkan
buruknya mental anak negeri.
Lantas apa yang harus kita lakukan
untuk mengatasi dan mengantisipasi
permasalahan ini?
Sebagai jawabannya, marilah kita simak
bersama firman Allah dalam Al-Qur'an
surah An-Nahl ayat 125.bika
bil hikmati
wal mauidatil
hasanah.
Allah
wal mauidatil
hasanati
wa jadilhum
billati
hiya ahsan
inna
rabbaka
hua a'lamu bimana
dall
[Musik]
sabilihi
wahua a'lamu
muhtadin
[Tertawa]
[Musik]
wahua a'lamu
bil muhtadin.
[Musik]
Sadaqallahuladzim.
[Musik]
Serulah manusia ke jalan Tuhanmu
dengan hikmah dan pengajaran yang baik
serta debatlah mereka dengan cara yang
lebih baik.
Sesungguhnya
Tuhanmu,
dialah yang paling tahu
siapa yang tersesat dari jalannya.
Dan dia pula yang paling tahu,
siapa yang mendapat petunjuk.
Maha benar Allah
dan maha agung. Dewan hakim yang arif
dan bijaksana.
Dalam ayat yang kita dengarkan tadi,
Allah memerintahkan kepada kita untuk
mengajak dan menyeru kebaikan dengan
cara dan metode yang bijaksana tanpa
memaksa.
Karena membumikan dakwah dan
menyelesaikan konflik sosial termasuk
perundungan hanya bisa dilakukan dengan
pendekatan yang bijaksana tanpa
kekerasan serta edukasi yang baik agar
kesadaran tumbuh dari dalam hati.
Lalu apa upaya pemerintah dalam menekan
angka perundungan di negara kita?
Alhamdulillah
pemerintah kita terus berupaya serius
dalam menyelesaikannya.
Hal ini dibuktikan dengan kebijakan dan
program seperti diluncurkannya
program-proyek penguatan profil pelajar
Pancasila dan profil pelajar rahmatan
lil alamin oleh Kementerian Agama.
Sosialisasi dan diseminasi undang-undang
perlindungan anak nomor 35 tahun 2014.
penguatan cyber polis dan regulasi
undang-undang IT serta masih banyak lagi
program lainnya.
Oleh karenanya melalui mimbar Musabaqah
Syarhil Quran MTQH tingkat Provinsi Jawa
Barat ini, kami mengajak kepada seluruh
pemuda-pemudi bangsa, mari tebarkan
kasih sayang di manaun dan kepada
siapun. Tunjukkan akhlak mulia dalam
setiap aktivitas. Bijak menggunakan
sosial media. Hindari perilaku menghina
dan mencela. Toleransi terhadap
keberagaman bangsa. Apalagi dengan
sesama muslim.
Kita adalah bersaudara.
Dan baginda rasul menyeru kepada kita
dengan kalimat tegas. La taadu
wala tajasu
wala tabagadu
wala tadabaru.
Janganlah kalian saling dengki.
Janganlah kalian saling menyakiti.
Janganlah kalian saling membenci. Dan
janganlah kalian saling membelakangi.
Hadis riwayat Muslim dalam kitab Sahih
Muslim nomor 2.574.
Dewan hakim yang arif dan bijaksana.
Hadirin yang kami cintai,
dengan berakhirnya uraian ini, maka
syarahan ini dapat kami simpulkan bahwa
perundungan adalah musuh besar bagi
generasi muda yang berdampak pada aspek
psikologis, sosial, bahkan kerusakan
fisik yang harus kita eliminasi bersama.
Islam sebagai agama rahmatan lil alamin.
Karena hanya dengan inilah kita dapat
menciptakan lingkungan yang lebih
harmonis, agamis, spiritualis menuju
masyarakat Jawa Barat yang lebih pas,
bangkit, edukatif, dinamis, agamis, dan
sejahtera.
Bedas, pedas, lebih pedas. Wow.
Wasalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
[Musik]
Iya.
[Tepuk tangan]
Baik, dewan hakim yang kami muliakan
serta hadirin dan hadirat yang
berbahagia.
Kita tetap kasih dukungan dan semangat
untuk putra-putri terbaik kita supaya
suasana ini lebih meriah dan terasa syar
Qurannya.
Yeah.
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

“Lobby chino es el nuevo ODEBRECHT”: Mónica Yaya, candidata al Senado por el APRA
Diego Acuña · English

Gunsmoke Boss Guide: Cryokeros | Girls' Frontline 2: Exilium
Gacha Tabi · English

السيرة النبوية | 3. لن نفهم معنى "رحمة للعالمين" إلا إذا فهمنا هذا الوضع
محمد إلهامي · English

Ordering at the restaurant – A1 English Listening Test
Test-English · English

La idea errónea que nos enseñan sobre la electricidad
Veritasium en español · Spanish

Alva Review. Should You Pull? | Girls' Frontline 2: Exilium
Gacha Tabi · English

La figura humana en la Antigüedad (II): Grecia · La March
Fundación Juan March · Spanish

The Warriors (2005) - All Flashback Missions (4K)
ACMANISH · English

Geografi Kelas XII: Konsep Wilayah dan Tata Ruang
Pahamify · Indonesian

KULIAH TAPI PODCAST: Belajar Hukum Laut Untuk Ujian Akhir Semester (UAS)
I Made Andi Arsana · Indonesian

Robella Review. Should You Pull? | Girls' Frontline 2: Exilium
Gacha Tabi · English

SOSMED MENGHAPUS ADAB! Agamis Doyan Menghujat? | LearningByTalking ft. Deddy Corbuzier & Felix Siauw
Sepulang Sekolah · Indonesian
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.