Full Transcript

·YouTLDR

MEMAHAMI VOC DALAM 30 MENIT: PERUSAHAAN TERKAYA SEPANJANG SEJARAH UMAT MANUSIA

30:59IndonesianTranscribed Jul 23, 2026
0:02

[Musik]

0:10

VOC atau Ferening the Austis Company

0:14

merupakan nama besar dalam sejarah

0:15

kolonial dan perdagangan dunia. Awalnya

0:18

VOC hanyalah kumpulan pedagang Belanda

0:20

yang ingin mencari untung di jalur

0:21

perdagangan rempah-rempah. Namun siapa

0:24

sangka bahwa dari awal yang sederhana

0:26

itu VOC justru tumbuh jadi perusahaan

0:28

raksasa yang menguasai sebagian besar

0:30

wilayah Asia termasuk Nusantara selama

0:33

hampir 200 tahun. Menariknya, VOC ini

0:36

bukan sekedar perusahaan biasa. Mereka

0:38

memiliki kekuasaan dan kekuatan besar

0:40

yang diberikan pemerintah Belanda.

0:42

Bagaimana caranya Viosi bisa tumbuh

0:44

sebesar itu dan apa yang menyebabkan

0:46

kehancurannya? Kali ini kita akan

0:47

membicarakan lebih dalam tentang

0:49

bagaimana Viosi menjalankan strategi

0:51

dagangnya hingga memberikan warisan yang

0:53

dampaknya masih terasa hingga sekarang.

0:56

bersama kamar film dalam video memahami

0:59

Viosi

1:10

sebelum Belanda muncul sebagai pemain

1:12

utama yang memonopoli perdagangan

1:14

rempah-rempah, kota Anwork di wilayah

1:16

Flandria atau yang kini menjadi Belgia

1:19

sudah lebih dulu menjadi pusat

1:20

perdagangan penting di Eropa bagian

1:22

utara. Namun kondisi ini berubah ketika

1:24

terjadi pemberontakan Belanda pada tahun

1:26

1566 hingga tahun 1568

1:30

yang menjadi bagian dari perjuangan

1:32

Belanda melawan kekuasaan Spanyol.

1:34

Setelah tahun 1591,

1:36

perdagangan Portugis mulai memidahkan

1:38

jalur distribusi barang-barang Asia

1:40

mereka ke pelabuhan Hamburg di Jerman.

1:42

Mereka bekerja sama dengan

1:43

keluarga-keluarga pedagang besar Eropa

1:45

seperti Fuger dan Welser dari Jerman

1:48

serta beberapa perusahaan dari Spanyol

1:50

dan Italia. Akibatnya para pedagang

1:52

Belanda makin tersingkir dari

1:53

perdagangan rempah-rempah yang sangat

1:55

menguntungkan. Karena memang di masa itu

1:58

rempah seperti pala, lada, dan cengkeh

2:00

memiliki harga yang sangat tinggi di

2:02

Eropa. Bahkan terkadang bisa lebih mahal

2:04

daripada emas. Masalahnya sistem

2:06

perdagangan Portugis waktu itu tidak

2:08

mampu memenuhi permintaan pasar yang

2:10

terus meningkat, terutama untuk lada

2:12

yang sangat populer di Eropa. Permintaan

2:14

rempah-rempah tergolong tidak elastis.

2:16

Maksudnya walau harganya naik tinggi

2:18

tetapi orang-orang terus mencarinya.

2:20

Makanya saat pasokan lada terhambat,

2:22

harganya langsung melonjak tajam.

2:24

Situasi ini makin rumit ketika pada

2:26

tahun 1580,

2:28

Portugal dan Spanyol berada di bawah

2:30

satu mahkota dalam Uni Iberia. Karena

2:32

saat itu Spanyol sedang berperang dengan

2:34

Belanda. Otomatis wilayah kekuasaan

2:36

Portugis termasuk koloni-koloninya di

2:38

Asia yang juga mencakup Nusantara jadi

2:41

sasaran empuk untuk diserang oleh

2:42

Belanda. Para pedagang dari Belanda

2:44

melihat situasi ini sebagai peluang

2:45

besar untuk nekad masuk ke pasar

2:47

rempah-rempah antar benua. Beberapa

2:49

tokoh penting seperti Han Hugen, Van Lyn

2:52

Scotton, dan Cornellis the Holman

2:54

berhasil mendapatkan informasi berharga

2:56

tentang jalur dan cara perdagangan

2:58

rahasia milik para pedagang Portugis.

3:00

Informasi itulah yang menjadi bakal

3:02

penting bagi Belanda untuk ikut bermain

3:05

dalam perdagangan rempah. Para pedagang

3:07

Belanda memulai langkah awal mereka

3:08

dengan berbagai ekspedisi berani.

3:10

Penjelajahan dimulai dari berangkatnya

3:12

James Lancaster pada tahun 1591

3:15

disusul oleh Cornelis The Hotman pada

3:17

tahun 1595

3:19

dan 1598

3:21

serta Jacob Vannek pada tahun 1598.

3:25

Mereka semua menuju Asia khususnya ke

3:27

wilayah kepulauan Indonesia. Salah satu

3:29

ekspedisi penting adalah perjalanan

3:31

Cornelis dan Frederick the Hotman ke

3:33

wilayah Banten yang menjadi pelabuhan

3:35

ladak utama di Jawa Barat pada tahun

3:37

1595.

3:39

Namun ekspedisi ini tidak berjalan

3:41

mulus. Mereka bentrok dengan Portugis

3:43

dan penduduk lokal Jawa. Bahkan

3:45

mengalami serangan di Sidayu dan

3:47

membunuh petugas lokal di Madura. Dari

3:49

bentrokan ini, setengah kru mereka

3:51

meninggal dari empat kapal yang

3:52

berangkat. Tetapi Cornelis dan Frederik

3:54

tetap pulang ke Belanda dengan membawa

3:56

cukup rempah-rempah untuk meraih

3:58

keuntungan besar. Keberhasilan mereka

4:00

tampaknya menggoda banyak pedagang

4:01

Belanda lainnya untuk ikut bersaing.

4:04

Setelah kepulangan Cornelis dan

4:05

Frederick dari Asia, ternyata makin

4:07

banyak kelompok pedagang Belanda yang

4:09

ikut mencoba peruntungan. Walaupun ada

4:12

juga armada yang gagal atau hilang di

4:13

laut, tetapi jauh lebih banyak ekspedisi

4:16

yang justru selamat dan menghasilkan

4:17

keuntungan luar biasa. Salah satu

4:20

ekspedisi paling sukses diketahui

4:21

terjadi pada tahun 1598

4:24

yang dipimpin oleh Jacob Vannek dengan

4:26

delan kapal menuju Kepulauan Rempah atau

4:28

Maluku. Jacob bersama orang-orangnya

4:30

berhasil menyingkirkan para pedagang

4:32

perantara dari Jawa dan membeli

4:34

rempah-rempah langsung dari sumbernya.

4:36

Kapal-kapal itu pulang ke Eropa pada

4:37

tahun 1599

4:39

dan 1600 dengan keuntungan mencapai

4:42

hingga 400%. sebuah angka yang sangat

4:45

fantastis di masa itu. Namun, saat itu

4:48

belum berdiri. Pedagang Belanda yang

4:50

melakukan perdagangan di Nusantara masih

4:52

berjalan dengan beberapa perusahaan

4:53

dagang. Salah satunya adalah company

4:56

Vanver asal Amsterdam yang melakukan

4:58

pelayaran ke Asia pada tahun 1595

5:01

hingga 1597.

5:03

Sementara berdiri pula beberapa

5:05

perusahaan serupa di kota yang sama di

5:06

Rotterdam dan Zealand. Seluruh

5:08

perusahaan ini saling berlomba melakukan

5:10

pelayaran untuk bisa memperoleh

5:12

keuntungan di wilayah Asia. Pada masa

5:14

itu, perusahaan dagang biasanya hanya

5:16

dibuat untuk satu kali pelayaran. Jadi,

5:18

setelah kapal kembali ke Eropa, maka

5:20

perusahaan akan dibubarkan dan hasil

5:22

keuntungannya dibagi. Terkadang

5:24

ahli-ahli mendapatkan keuntungan, mereka

5:26

justru merugi sebab tantangan dan risiko

5:28

yang harus dihadapi. Resikonya seperti

5:30

pembajakan kapal, tenggelam di tengah

5:32

laut, atau awak kapal yang tewas karena

5:34

berbagai faktor. Resiko itu belum

5:36

termasuk persoalan harga pasar yang

5:38

tidak stabil. Permintaan rempah-rempah

5:40

memang tinggi di Eropa dan tidak pernah

5:41

surut. Tetapi pasokannya bisa tiba-tiba

5:44

melonjak sehingga membuat harga anjlok

5:46

drastis. Kalau itu terjadi, keuntungan

5:48

bisa hilang seketika. Persaingan untuk

5:50

mendapatkan komoditas di Nusantara ini

5:52

pun menjadi tidak sehat dan berujung

5:54

pada keuntungan yang diperoleh oleh

5:56

masing-masing perusahaan menjadi sangat

5:57

kecil. Ini artinya jumlah modal yang

6:00

mereka keluarkan untuk belayar sudah

6:01

tidak sepadan lagi dengan keuntungan

6:03

yang mereka dapatkan. Menyadari hal itu,

6:06

beberapa perusahaan dagang Belanda

6:07

memutuskan bekerja sama secara lokal

6:09

oleh penduduk setempat mulai tahun 1600.

6:12

Salah satunya adalah kerja sama dengan

6:14

kelompok muslim hitu di Pulau Ambon.

6:16

Sebagai imbalan dari kerja sama ini,

6:18

Belanda mendapat hak eksklusif membeli

6:20

rempah-rempah dari Hitu yang saat itu

6:22

sebenarnya masih dikuasai oleh Portugis.

6:24

Namun karena kesepakatan kerja sama

6:26

inilah Portugis akhirnya menyerahkan

6:28

benteng mereka di Ambon kepada aliansi

6:31

Belanda Hitu yang juga menjadi penanda

6:33

awal kekuasaan Belanda di sana.

6:35

Keputusan ini pun didukung oleh kondisi

6:37

konflik politik antara Belanda, Spanyol,

6:39

dan Portugis. Memang di tahun tersebut

6:41

Belanda sedang berperang dengan raja

6:43

Spanyol dan Portugal yang tengah bersatu

6:45

untuk menguasai perdagangan di Asia.

6:47

Kondisi ini membuat pihak Belanda baik

6:49

pemerintah maupun pedagangnya menyadari

6:51

bahwa persatuan bisa mengalahkan banyak

6:53

hal. baik militer maupun ekonomi.

6:56

Makanya kemudian pemerintah Belanda

6:57

memberikan dukungan politik yang selaras

7:00

dengan tujuan para pedagang untuk

7:01

menguasai jalur perdagangan ke Asia. Di

7:04

sinilah muncul ide brilian dari seorang

7:06

pejabat dan pengacara bernama John Van

7:09

Olden Barnevel. Ia mengusulkan agar

7:11

semua pedagang Belanda tidak berjalan

7:13

sendiri-sendiri, tetapi bergabung dalam

7:15

satu perusahaan besar yang dibiayai oleh

7:17

banyak orang melalui sistem saham. Para

7:20

pedagang yang tertarik dengan ideen

7:22

Barnevel akhirnya sepakat membentuk

7:24

kongsi dagang dalam satu perusahaan

7:25

besar yang bertujuan untuk yang

7:27

mengurangi persaingan antar pedagang

7:29

sendiri, mengontrol pasokan, mengatur

7:31

harga, serta mengatasi kerugian seluruh

7:33

pedagang Belanda yang bersaing dengan

7:35

Portugis dan Spanyol di Asia. Lalu

7:37

meraup keuntungan setinggi-tingginya

7:39

demi membantu keperluan perang Belanda

7:41

melawan Spanyol. Sebenarnya kongsi

7:43

dagang semacam ini bukan baru pertama

7:44

kali dilakukan. Inggris justru menjadi

7:47

negara pertama yang mencoba model ini

7:48

pada tahun 1600 dengan membentuk East

7:51

India Company atau Yesi, sebuah

7:53

perusahaan dagang raksasa yang punya hak

7:55

monopoli perdagangan di Asia. Langkah

7:57

inilah yang membuat para pedagang

7:59

Belanda menjadi makin panik karena jika

8:02

India Company dibiarkan maka Inggris

8:04

yang akan menguasai pasar dagang

8:05

tersebut. Maka akhirnya tertanggal 20

8:07

Maret di tahun 1602,

8:09

para pedagang Belanda pun mendirikan

8:11

Fending Austisk Company atau dalam

8:14

bahasa Indonesia memiliki arti

8:15

perusahaan Hindia Timur Belanda yang

8:17

berpusat di Belanda dan terbagi dalam

8:19

enam kota atau disebut commerce. Keenam

8:22

kantor ini menunjuk 17 direktur yang

8:24

disebut Hen 17. Mereka seperti dewan

8:26

direksi zaman sekarang. Mereka

8:28

menentukan kebijakan, memutuskan

8:30

ekspedisi, membangun gudang dan kapal,

8:32

dan mengangkat pejabat tinggi untuk

8:34

wilayah Asia. Ketika pertama kali

8:36

berdiri, Viosi diberi dukungan penuh

8:38

oleh pemerintah Belanda lewat piagam

8:40

khusus yang isinya merupakan aturan

8:41

untuk membiarkan Viosi memiliki hak

8:43

istimewa berdagang di Asia serta

8:45

kekuatan luar biasa seperti mendirikan

8:47

benteng, memelihara tentara, membangun

8:50

kapal perang, menandatangani perjanjian

8:52

dengan raja-raja di Asia, berperang jika

8:54

diperlukan, menjajah wilayah asing,

8:56

memungut pajak, bahkan membentuk

8:58

pemerintah sendiri di daerah yang mereka

9:00

kuasai.

9:06

VOC sendiri memiliki sistem yang berbeda

9:08

dengan Yesi milik Inggris. VOC merupakan

9:10

perusahaan join stock pertama di dunia

9:13

yang menjual saham ke publik yang bisa

9:15

dibeli oleh siapa saja atau diperjual

9:17

belikan oleh siapa saja. Jadi bukan

9:19

hanya warga Belanda yang dapat

9:20

berinvestasi saham ke Viosi. Ini

9:23

menjadikan Viosi sebagai pelopor sistem

9:25

investasi modern yang ada di dunia.

9:27

Berkat sistem investasi ini pula,

9:29

akhirnya modal awal VOC untuk memulai

9:31

perusahaannya terbilang luar biasa besar

9:33

di zamannya, yaitu mencapai 6,4 juta

9:36

golden atau jika diperkirakan dalam

9:38

nilai rupiah saat ini lewat cara

9:39

menyetarakannya dengan nilai euro modern

9:41

atau harga emas, mungkin angka 6,4 juta

9:44

golden itu bisa mencapai R hingga Rp2

9:47

triliun. Namun menariknya Vosi tidak

9:50

perlu membuat laporan keuangan setiap

9:51

tahun seperti perusahaan pada umumnya.

9:53

Mereka cukup membuatnya sekali dalam 10

9:55

tahun sehingga membuat mereka lebih

9:57

fleksibel dalam bergerak. Perjalanan

9:59

Viosi kemudian membuat mereka

10:00

menunjukkan tarinya di tahun 1603

10:03

ketika mereka menyita kapal dagang

10:05

Portugis bernama Santa Katarina yang

10:07

sedang berlayar di dekat Semenanjung

10:09

Malaya. Di tahun yang sama pula, pasukan

10:11

gabungan Belanda Inggris merebut kapal

10:13

Portugis lain di dekat Maau. Hasilnya,

10:16

mereka mendapatkan keuntungan besar

10:17

karena muatan dua kapal yang disita dari

10:19

Portugis itu setara dengan 50% dari

10:21

total modal awal VOC. Hanya dalam

10:24

sekejap investasi VOC sudah mampu

10:26

membalikkan modal investor hingga

10:28

separuh lebih. Ini yang membuat investor

10:30

semakin yakin kalau Viosi bukan hanya

10:32

sekedar mimpi dan bualan belaka,

10:34

melainkan bisnis besar dengan potensi

10:36

keuntungan yang luar biasa. Di tahun

10:38

yang sama setelah berhasil menyita

10:39

kapal-kapal Portugis, Belanda akhirnya

10:42

mendirikan pos perdagangan permanen

10:43

pertamanya di Banten. Lalu pada tahun

10:45

1611 mereka membuat pos baru di

10:48

Jayakarta yang kelak berganti nama

10:50

menjadi Batavia dan kini dikenal sebagai

10:52

Jakarta. Viosi pun membuka jalur dagang

10:55

ke India, Persia, China, dan Jepang.

10:57

Setahun sebelumnya, yakni pada tahun

10:59

1610, Viosi telah menunjuk seorang

11:02

gubernur jenderal untuk memimpin urusan

11:04

di Asia untuk menjaga kestabilan dan

11:06

agar gubernur jenderal tidak bertindak

11:08

semena-mena maka dibentuk juga Dewan

11:10

Hindia atau Ratfad Indie sebagai

11:12

pengawasnya. Meski begitu, kekuasaan

11:14

tertinggi tetap dipegang oleh Harim 17

11:16

atau dewan direksi di Belanda yang

11:18

terdiri dari 17 orang pemegang saham

11:21

dari berbagai daerah di Belanda. Setelah

11:23

peresmian kekuasaan, markas vosi yang

11:25

ada di Ambon akhirnya dipindahkan ke

11:27

Batavia. Pemindaan ini terjadi karena

11:29

akhirnya mereka menyadari bahwa meskipun

11:31

Ambon berada di pusat penghasil

11:33

rempah-rempah, tetapi lokasinya terlalu

11:35

jauh dari jalur perdagangan utama Asia.

11:38

Pemindahan ke Batavia ini dinilai lebih

11:39

strategis dan dekat dengan jalur dagang

11:41

besar oleh mereka. Meski Belanda saat

11:44

itu sangat berkuasa dan Viosi sudah

11:46

cukup memonopoli perdagangan di Asia,

11:48

tetapi sebenarnya sejak tahun 1604, East

11:51

India Company dari Inggris juga datang

11:53

ke wilayah timur untuk mengunjungi

11:55

Ternate, Tidore, Ambon, dan Banda yang

11:58

dikenal sebagai daerah sumber utama

11:59

rempah-rempah. Persaingan pun jadi

12:01

memanas. Fiosi jelas tidak senang dengan

12:03

kehadiran Inggris yang mengganggu

12:05

rencana monopoli mereka. Terlebih ketika

12:07

Inggris mulai mendirikan banyak pos

12:09

perdagangan di Nusantara mulai dari

12:11

Sukadana atau Kalimantan, lalu ke

12:13

Makassar, Jepara, Jayakarta hingga Aceh,

12:16

Pariyaman dan Jambi antara tahun 1611

12:18

hingga 1617, keberadaan pos-pos

12:21

perdagangan Inggris ini mengancam impian

12:23

Viosi untuk menjadi satu-satunya

12:25

penguasa dagang di Asia Tenggara. Di

12:27

tengah persaingan dengan Inggris ini,

12:29

posisi gubernur Jenderal mengalami

12:31

pergantian pada tahun 1619 dan tokoh

12:33

bernama Jan Peter Zun Coin ditunjuk

12:36

sebagai pemimpin baru. Di tangannya VOC

12:38

semakin galak. Coin punya ambisi yang

12:40

sangat besar yakni ingin menjadikan VOC

12:42

bukan cuma pedagang tetapi juga menjadi

12:44

kekuatan politik dan militer di Asia.

12:47

Ambisinya ini mendorong Choin untuk

12:49

mengatur strategi. Dia membawa 19 kapal

12:51

dan banyak pasukan untuk menyerang

12:53

wilayah Jayakarta pada tanggal 30 Mei di

12:55

tahun 1619.

12:57

Pasukannya itu membantai banyak penduduk

12:59

lokal dan mengusir pasukan Kesultanan

13:01

Banten dari Jayakarta. Lalu dari

13:03

puing-puing kota itulah Koin mendirikan

13:05

kota baru yang dinamainya Batavia, kota

13:08

yang menjadi markas besar Viosi dan

13:10

pusat kekuasaan Viosi di Asia. Di awal

13:13

tahun 1620-an, Koin kemudian menyerang

13:15

kepulauan Banda yang terkenal sebagai

13:17

penghasil pala. Dia membantai atau

13:20

membuat kelaparan hampir seluruh

13:21

penduduk asli Banda demi membuka

13:23

perkebunan pala yang dikelola langsung

13:25

oleh Belanda. Koin sebenarnya saat itu

13:27

berharap banyak buruh dan petani Belanda

13:29

yang mau pindah ke Asia dan menetap di

13:31

wilayah jajahan. Tetapi kenyataannya

13:33

justru sangat sedikit yang mau tinggal

13:35

jauh dari tanah air mereka kebanyakan

13:37

karena alasan jarak dan kondisi yang

13:39

sulit. Sementara itu, karena persaingan

13:41

dengan Inggris makin panas akhirnya

13:43

meletus insiden besar yang dikenal

13:45

sebagai pembantaian Amboina pada tahun

13:47

1623.

13:48

Dalam insiden tersebut diketahui bahwa

13:50

ada 10 orang Inggris yang ditangkap dan

13:52

dieksekusi mati oleh pihak Belanda

13:54

dengan tuduhan melakukan konspirasi

13:56

melawan Viosi. Peristiwa ini jelas

13:58

memicu kemarahan besar di Inggris dan

14:00

menciptakan krisis diplomatik antara dua

14:02

negara. Namun secara diam-diam Inggris

14:05

perlan menarik diri dari perdagangan di

14:06

Indonesia dan memusatkan perhatiannya ke

14:09

India dan wilayah Asia lainnya.

14:11

Sementara Viosi semakin mendominasi

14:14

wilayah Nusantara.

14:27

Viosi pada awalnya menghadapi masalah

14:29

besar yang juga dihadapi para pedagang

14:31

Eropa lainnya di masa itu. Masalahnya

14:33

adalah mereka tidak punya banyak barang

14:35

yang diinginkan oleh orang Asia kecuali

14:37

emas dan perak yang itu pun jumlahnya

14:40

sangat terbatas. Makanya kemudian Koin

14:42

membuat sistem perdagangan antar negara

14:44

Asia dulu dan keuntungan dari situ

14:46

dipakainya untuk membeli rempah-rempah

14:48

yang nantinya akan dikirim ke Eropa.

14:50

Dengan strateginya ini, Viosi tidak

14:52

perlu lagi banyak-banyak mengirim emas

14:54

atau perak dari Belanda. Dan sistem ini

14:56

terbukti cukup sukses bahkan berjalan

14:58

sampai tahun 1630-an.

15:00

Viosi kemudian berdagang di seluruh

15:02

Asia, salah satunya di wilayah Benggala

15:04

yang kini menjadi bagian dari India dan

15:06

Bangladesh. Sistem perdagangan ini

15:08

disusun dengan strategi yang baik oleh

15:10

Koin dan di bawah pengawasannya, Viosi

15:12

terus melakukan perdagangan lintas Asia

15:15

dengan membawa perak dan tembaga dari

15:16

Jepang lalu ditukar dengan sutra, kapas

15:19

tekstil hingga keramik dari India dan

15:21

Tiongkok. Barang-barang itu

15:23

diperdagangkan kembali di Asia atau ada

15:25

pula yang dikirim ke Eropa bersama

15:27

rempah-rempah. Vosi juga membawa ilmu

15:29

dan teknologi dari Eropa ke Asia bahkan

15:32

mendukung misioneris Kristen. Salah satu

15:34

pos dagang terpenting VOC pada masa-masa

15:36

ini terletak di Dejima, sebuah pulau

15:39

buatan di dekat Nagasaki, Jepang. Ini

15:41

adalah satu-satunya tempat orang Eropa

15:43

boleh berdagang dengan Jepang selama

15:45

lebih dari 200 tahun karena mereka tidak

15:47

boleh memasuki wilayah Jepang. Viosi

15:49

dengan semua sistem dan kendalinya ini

15:51

menjadikannya sebagai raksasa dagang

15:53

yang ditakuti dan disegani di Asia.

15:56

Namun sebenarnya tidak selalu

15:57

mendapatkan kemenangan dalam proses

15:59

ekspansinya di Asia. Di balik deretan

16:02

armada megah dan sistem perdagangan yang

16:04

canggih, Vosi juga harus menelan

16:06

kekalahan menghadapi perlawanan sengit

16:08

dari kerajaan-kerajaan lokal yang

16:10

menolak untuk tunduk di bawah kekuasaan

16:12

asing. Pada awal abad ke-17, Viosi

16:14

mencoba mengembangkan pengaruhnya di

16:16

wilayah pesisir Tiongkok. Dengan

16:18

kepercayaan diri tinggi dan kekuatan

16:19

militer yang tangguh, mereka berusaha

16:22

memaksa Dinasti Ming untuk membuka akses

16:24

perdagangan yang lebih luas. Namun,

16:26

langkah ini justru menjadi bumerang.

16:28

Pada tahun 1623 hingga 1624,

16:31

armada Viosi mengalami kekalahan pahit

16:33

dalam perang di Kepulauan Penghu.

16:36

Pertahanan Tiongkok yang kuat dan

16:37

strategis memaksa Belanda untuk menarik

16:39

diri dan mengalihkan tujuannya ke

16:41

Taiwan. Masalahnya upaya menguasai

16:43

Taiwan juga tidak bertahan lama. Karena

16:45

pada tahun 1662 seorang jenderal

16:48

Tiongkok bernama Kong Singa yang

16:50

merupakan keturunan Tionghoa Jepang

16:52

melancarkan serangan besar-besaran ke

16:54

benteng Viosi di pulau itu. Setelah

16:56

pengepungan sengit, Viosi pun terusir

16:58

dari Taiwan menandai berakhirnya ambisi

17:00

mereka di pulau tersebut. Nasib serupa

17:02

dialami oleh Viosi di wilayah Asia

17:04

Tenggara lainnya pada tahun 1643

17:07

dalam pusaran konflik internal perang

17:09

Tringuyen di Vietnam. Kapal-kapal perang

17:11

Viosi mencoba memanfaatkan situasi

17:13

dengan melakukan intervensi. Namun

17:15

langkah ini malah menjadi malapetaka.

17:18

Pasukan Nguyen yang terorganisir dengan

17:19

baik justru menghancurkan kapal-kapal

17:21

Belanda dalam pertempuran laut yang

17:23

brutal. Lautan yang tadinya menjadi

17:25

jalur dagang kini berubah menjadi

17:26

kuburan besi dan kayu bagi kapal-kapal

17:29

megga Viosi. Tidak hanya di Vietnam,

17:31

Kamboja pun menjadi saksi perlawanan

17:33

lokal terhadap ambisi kolonial Viosi

17:35

dalam perang Kamboja Belanda yang

17:37

berlangsung sejak tahun 1643

17:39

hingga 1644. Pasukan Kahmer berhasil

17:42

mengalahkan kekuatan Viosi di sekitar

17:44

Sungai Mekong. Sungai yang selama ini

17:46

dianggap jalur strategis perdagangan

17:48

berubah menjadi arena konflik yang

17:50

mematikan. Kekalahan demi kekalahan ini

17:53

menjadi pelajaran pahit bagi VOC yang

17:55

kekuatan militer dan uangnya tidak

17:56

selalu mampu menaklukkan semangat juang

17:58

rakyat yang berusaha mempertahankan

18:00

tanah airnya. Namun setelah mengalami

18:02

sejumlah kegagalan militer di Asia Timur

18:04

dan Tenggara itu, Viosi ternyata tidak

18:07

kehilangan arah. Justru mereka

18:08

mengalihkan fokus ke bagian lain Asia.

18:11

Tempat peluang ekonomi yang menjanjikan

18:13

masih terbuka lebar, yakni Asia Selatan

18:15

khususnya Pulau Ken yang sekarang telah

18:17

menjadi Sri Lanka. Pulau Ken ini bukan

18:19

sekadar titik di peta. Di dalam

18:21

hutan-hutan tropisnya tumbuh kayu manis

18:23

berkualitas tinggi dan komoditas yang

18:25

sangat berharga di pasar Eropa.

18:27

Sebenarnya Portugis telah lebih dulu

18:29

menguasai jalur dagang kayu manis di

18:31

CEN. Tetapi tampaknya Viosi tidak hanya

18:33

ingin jadi penonton. Pada tahun 1640,

18:36

Viosi mengambil langkah besar dengan

18:38

merebut pelabuhan Galai dari tangan

18:40

Portugis. Operasi ini bukan sekadar aksi

18:42

militer, melainkan bagian dari strategi

18:44

besar untuk mematahkan monopoli Portugis

18:47

atas kayu manis. Dengan bantuan raja

18:49

raja Sing 2 dari kerajaan Kandy, VOI

18:51

melanjutkan penaklukan. Pada tahun 1658,

18:55

armada Belanda yang dipimpin Gerald

18:56

Peters Hof mengepung kota Colombo,

18:59

jantung kekuasaan Portugis di Celen.

19:01

Setelah pertempuran sengit, akhirnya

19:02

Colombo jatuh ke tangan Belanda. Dengan

19:04

jatuhnya Colombo ini, Viosi bukan hanya

19:07

menguasai pelabuhan, tapi juga

19:08

mengamankan monopoli global atas

19:10

perdagangan kayu manis. Mereka membangun

19:12

sistem perkebunan dan pengumpulan kayu

19:14

manis yang ketat mempekerjakan ribuan

19:16

penduduk lokal di bawah pengawasan

19:18

pegawai Belanda. Wilayah pesisir pun

19:20

perlahan-lahan berubah menjadi markas

19:22

ekonomi Belanda. Sementara Portugis

19:24

terusir dari pantai-pantai India bagian

19:26

barat atau pantai Malabar hingga hanya

19:28

tersisa nama dalam sejarah. Akan tetapi,

19:31

dominasi laut bukan hanya soal menguasai

19:33

pelabuhan di Asia. Viosi sadar bahwa

19:35

perjalanan laut dari Eropa ke Asia

19:37

sangat panjang dan melelahkan. Oleh

19:39

karena itu, mereka butuh pos pasokan di

19:41

tengah rute pelayaran. Maka pada tahun

19:43

1652, seorang pejabat VOC bernama Han

19:47

Rebeek memimpin rombongan untuk

19:49

membangun pos di ujung selatan benua

19:50

Afrika. Mereka tiba di Tanjung Badai

19:53

yang merupakan sebuah wilayah liar,

19:54

berangin, dan sering diguyur hujan.

19:56

Namun VOC melihat potensi besar pada

19:58

daerah yang kemudian diberi nama baru

20:00

sebagai Tanjung Harapan atau Cap of Good

20:03

Hope. Mereka membangun cap koloni,

20:05

koloni kecil yang awalnya hanya melayani

20:07

pengisian air dan perbekalan untuk

20:09

kapal-kapal Viosi. Namun seiring waktu

20:11

para pemukim Belanda, Jerman, dan

20:13

Prancis mulai menetap di sana, mengolah

20:15

tanah, dan mendirikan pemukiman. Koloni

20:18

ini kelak menjadi akar dari komunitas

20:19

buer di Afrika Selatan. Ketika memasuki

20:22

paru akhir abad ke-17, Viosi berada di

20:25

puncak kejayaannya. Kantor pusat mereka

20:27

di Batavia menjadi pusat kendali

20:28

kekaisaran dagang yang membentang dari

20:30

Jepang hingga Afrika Selatan. Viosi

20:33

sudah bukan lagi sekadar perusahaan

20:34

dagang biasa, tetapi telah memiliki

20:36

lebih dari 150 kapal dagang, 40 kapal

20:39

perang, dan pasukan militer pribadi

20:41

sebanyak 10.000 orang. Di balik layar,

20:43

sekitar 50.000 Ibu pegawai baik dari

20:45

Eropa maupun pribumi bekerja menjalankan

20:48

sistem perdagangan yang sangat kompleks.

20:50

Mereka berdagang sutra dari Tiongkok,

20:52

katun dari India, Perselen dari Jepang,

20:54

serta tentu saja rempah-rempah dari

20:56

Nusantara. Barang-barang ini dijual di

20:58

pasar Eropa dengan harga yang tinggi

21:00

memberikan keuntungan yang luar biasa

21:02

bagi para pemegang saham perusahaan.

21:04

Pada puncaknya, VOC bahkan membagikan

21:06

dividen mencapai 40% dari modal awal,

21:08

angka yang sulit dibayangkan untuk

21:10

perusahaan manapun saat itu. Saking

21:13

kayanya, Viosi dianggap oleh banyak

21:14

sejarawan sebagai perusahaan swasta

21:16

terkaya dalam sejarah umat manusia.

21:18

Tidak ada perusahaan lain di dunia yang

21:20

punya kekuatan ekonomi, militer, dan

21:22

politik sebesar itu. Yang semuanya

21:24

dijalankan bukan oleh negara, melainkan

21:26

oleh kongsi dagang swasta. Di tengah

21:28

kejayaan itu, banyak pegawai VOCI yang

21:30

hidup dan menetap di tanah jajahan.

21:32

Mereka menikah dengan perempuan pribumi

21:34

dan membentuk komunitas baru yang

21:36

dikenal sebagai orang Indo. Cikal bakal

21:38

masyarakat campuran yang memiliki darah

21:40

Belanda dan Nusantara.

21:42

[Musik]

21:53

Sekitar tahun 1670, Kejadian VOC mulai

21:56

menghadapi perubahan besar. Dua

21:58

peristiwa penting mengguncang fondasi

21:59

bisnis mereka. Pertama, perdagangan

22:01

dengan Jepang yang dulunya sangat

22:03

menguntungkan karena Jepang merupakan

22:04

sumber utama loga mulia seperti perak

22:06

dan emas yang menjadi barang penting

22:08

untuk membeli barang-barang dagangan di

22:10

seluruh Asia mulai merosot. Hal ini

22:12

terjadi karena kebijakan pemerintah

22:14

Jepang pun berganti seiring bergantinya

22:15

kekuasaan yang jatuh ke tangan kesugunan

22:18

Tokugawa, Jepang pun mulai membatasi

22:20

ekspor emas dan perak karena khawatir

22:22

kekayaan negara akan terkuras keluar.

22:25

Jepang ingin menjaga stabilitas ekonomi

22:27

dalam negeri dan memperketat kontrol

22:28

terhadap pengaruh asing. Kebijakan ini

22:30

jelas secara langsung memukul strategi

22:32

dagang VOC karena VOC tidak bisa lagi

22:34

mendapatkan loga mulia dalam jumlah

22:36

besar dari Jepang. Hal ini membuat VOC

22:38

kesulitan membeli komoditas penting dari

22:40

wilayah lain sehingga VOC tidak bisa

22:42

menjalankan peran lamanya sebagai peran

22:45

para utama perdagangan intraia. Meskipun

22:47

Vosi mencoba mengatasi masalah ini

22:49

dengan beralih membeli sutra dari

22:51

Bengal, tetapi masalahnya tidak

22:52

terselesaikan karena akses terhadap

22:54

perak dan emas tetap menjadi kendala

22:56

utama mereka. Viosi pun kehilangan

22:58

pijakan strategisnya di Formosa yang

23:00

sekarang menjadi wilayah Taiwan setelah

23:02

dikalahkan oleh pasukan Kongsing Singa

23:03

dalam pengepungan Benteng Zelandia pada

23:06

tahun 1662.

23:07

Kekalahan ini bukan hanya tentang

23:09

kehilangan sebuah pulau, tetapi juga

23:11

kehilangan akses langsung terhadap

23:12

perdagangan sutra dari Tiongkok. Karena

23:14

Formosa adalah titik penting mereka

23:16

untuk masuk ke pasar Tiongkok. Kondisi

23:18

ini semakin rumit karena pada waktu yang

23:20

sama Tiongkok sedang mengalami kekacauan

23:22

besar setelah Dinasti Ming digulingkan

23:25

dan digantikan oleh Dinasti King.

23:27

Peralihan kekuasaan ini menyebabkan

23:28

ketidakstabilan sehingga jalur

23:30

perdagangan internasional ke Tiongkok

23:32

pun terganggu dan hilangnya akses

23:34

terhadap perdagangan Sutra. Pada

23:35

akhirnya semua peristiwa yang terjadi

23:37

berurutan itu menghambat seluruh roda

23:39

perdagangan Viosi di Asia Timur. FIosi

23:41

pun tidak hanya menghadapi masalah di

23:43

Asia, tetapi juga terkena dampak besar

23:45

dari konflik di Eropa. Ketika perang

23:47

Inggris Belanda ketiga pecah pada tahun

23:49

1672 hingga 1674, jalur perdagangan

23:53

antara Asia dan Eropa sempat terputus.

23:55

Hal ini menyebabkan kelangkaan lada di

23:57

Eropa sehingga harga komoditas itu

23:59

melonjak tajam. Situasi ini menjadi

24:00

kesempatan emas bagi perusahaan EIC yang

24:03

langsung masuk ke pasar dengan agresif.

24:05

Selama ini VOC menjaga harga lada tetap

24:07

stabil dan rendah. Bukan karena ingin

24:09

bermurah hati, tetapi sebagai strategi

24:11

untuk menghindari masuknya pesaing.

24:13

Namun, kali ini mereka terpaksa bersaing

24:15

terbuka dengan EC. Walaupun AC sempat

24:17

mengalami kerugian besar pada tahun

24:19

1683,

24:21

akan tetapi VOCI mulai menyadari bahwa

24:23

mereka tidak lagi bermain sendirian.

24:25

Negara-negara lain seperti Prancis dan

24:27

Denmark juga mulai mencicipi pasar

24:28

rempah. Menandakan era monopoli VOI

24:31

sudah mulai goyah. Sebagai respon dari

24:33

situasi ini, Viosi mengambil langkah

24:35

besar dengan menutup pasar lada di

24:37

Bantam atau Banten yang telah menjadi

24:39

pusat perdagangan lada penting selama

24:40

bertahun-tahun. Feosi juga memindahkan

24:43

bases operasi dari pantai Karomandel ke

24:45

Nagapatinem. Sayangnya, keputusan

24:47

strategis ini tidak membawa hasil yang

24:48

diharapkan. Di saat VOC mencoba

24:50

mempertahankan dominasi ini, kenyataan

24:52

pahit mulai menghantam mereka.

24:54

Rempah-rempah termasuk lada sudah tidak

24:56

lagi berharga seperti dulu. Permintaan

24:58

di Eropa pun mulai turun. Sementara

25:00

biaya militer dan logistik untuk

25:01

mempertahankan monopoli tetap tinggi.

25:03

Viosi mencoba memperluas pengaruhnya ke

25:05

pantai Malabar yang berlokasi di India

25:07

bagian barat daya. Tetapi di sana Viosi

25:09

justru menghadapi perlawanan keras dari

25:11

Zamorin, penguasa Kalikut. Walaupun

25:14

Viosi sempat memaksa Zamorin tunduk pada

25:16

tahun 1710, Inggris mendukung

25:19

pemberontakan baru sehingga konflik

25:20

berlanjut. Akhirnya Viosi menyerah dan

25:22

menarik diri dari wilayah tersebut pada

25:24

tahun 1721.

25:26

Ini menjadi tanda bahwa Viyosi makin

25:28

sulit memperluas kekuasaannya tanpa

25:30

menghadapi perlawanan yang kuat. Puncak

25:32

keterpurukan militer viosi terjadi pada

25:34

pertempuran Kolakel di tahun 1741

25:37

ketika pasukan kerajaan lokal Travan Kor

25:39

di bawah Raja Martada Farma berhasil

25:42

mengalahkan tentara Viosi. Komandan

25:44

Belanda bernama Captain Denoy bahkan

25:46

ditangkap dan justru dijadikan pelatih

25:48

militer untuk pasukan Ravancor. Ini

25:50

adalah salah satu kekalan pertama

25:52

pasukan Eropa oleh kekuatan lokal Asia

25:54

yang terorganisir dan menjadi penanda

25:56

kalau Viosi tidak lagi menjadi pasukan

25:58

yang tidak terkalahkan. Namun Viosi

26:00

tidak ingin menyerah dan hancur begitu

26:02

saja. Mereka menyadari bahwa masa kejaan

26:04

rempah memang telah usai. Jadi Viosi

26:06

mencoba beradaptasi dengan pasar yang

26:08

baru. Viosi mulai berdagang teh, kopi,

26:10

gula, dan tekstil seperti yang dilakukan

26:12

oleh para pesaingnya. Namun komunitas

26:15

ini memiliki margin keuntungan jauh

26:16

lebih kecil dan hanya menguntungkan jika

26:18

dijual dalam jumlah besar. Meskipun

26:20

armada dan aktivitas dagang Viosi masih

26:22

terlihat aktif antara tahun 1680 hingga

26:25

1720, tetapi kenyataannya keuntungan

26:28

mereka sudah menurun drastis. Banyak

26:30

sejarawan menyebut periode ini sebagai

26:31

periode pertumbuhan tanpa laba. Secara

26:34

kasat mata, Viosi tampak sibuk dan

26:35

berjaya. Padahal secara finansial mereka

26:38

hanya memutar uang tanpa keuntungan

26:39

nyata. Lebih buruk lagi, para pengelola

26:42

VOC di masa ini bukan lagi para pedagang

26:44

ulung, melainkan para bangsawan dan

26:45

birokrat yang kurang memahami dunia

26:47

perdagangan. Mereka tetap membagikan

26:49

dividen tinggi kepada pemegang saham.

26:51

Padahal keuntungan perusahaan terus

26:53

menyusut. Maka untuk menutup kekurangan,

26:55

Viosi mulai mengandalkan utang jangka

26:57

pendek yang hanya menambah beban di

26:59

kemudian hari. Apa yang mereka lakukan?

27:01

Seperti menambal kapal bocor dengan air

27:03

hanya menjadi usaha yang sia-sia.

27:05

Setelah tahun 1730, VOC pun semakin

27:08

tenggelam dalam berbagai masalah

27:10

struktural. Mereka kehilangan banyak pos

27:12

penting di Asia, termasuk di Persia,

27:14

Benggala, dan India. Sehingga

27:16

perdagangan interasia melemah. Sistem

27:18

logistik VOC yang terpusat di Batavia

27:19

pun mulai dianggap kuno dan tidak

27:21

efisien jika dibandingkan pesaingnya

27:23

Iesi yang sudah langsung mengirim teh

27:25

dari Tiongkok ke Eropa. Sementara Vosi

27:27

masih harus mengangkut semuanya ke

27:29

Batavia terlebih dahulu sebelum dikirim

27:31

ke Belanda. Di sisi lain, korupsi pun

27:33

merajal lela. Gaji pegawai VOC yang

27:35

rendah dan aturan yang melarang mereka

27:37

berdagang secara pribadi justru

27:39

menimbulkan banyak praktik gelap untuk

27:40

mengisi pundi-pundi pribadi. Situasi ini

27:42

sudah jadi rahasia umum sampai

27:44

masyarakat Belanda bahkan menghina Viosi

27:46

sebagai singkatan dari vergan order

27:48

corrupti yang berarti hancur karena

27:50

korupsi. Masalah bertambah di dalam

27:52

struktur VOCI ketika angka kematian di

27:54

kalangan pegawai VOCI menjadi sangat

27:56

tinggi diakibatkan oleh kondisi kerja

27:58

yang buruk dan penyakit tropis. Namun

28:01

meski sudah sehancur itu dan kehabisan

28:03

dana, tetapi demi menjaga kepercayaan

28:05

pasar, keuntungan perusahaan kepada para

28:06

pemegang saham tetap dibagikan dengan

28:08

nilai tinggi. Hal ini membuat mereka

28:10

sejak tahun 1730 hingga 1780 terus

28:14

menarik modal dari Asia dan menipiskan

28:16

cadangan di Eropa sambil menambah utang

28:18

besar-besaran. Masyarakat umum, terutama

28:20

masyarakat Belanda tampaknya sudah

28:22

menyadari kehancuran Viosi ini. Namun

28:24

titik balik menuju keruntuhannya baru

28:26

benar-benar terjadi saat perang Inggris

28:28

Belanda keempat pecah di tahun 1780

28:31

hingga 1784.

28:33

Dalam perang ini, armada Viosi

28:35

dihancurkan. Banyak kapal yang dirampas

28:37

oleh Inggris dan komoditas penting

28:39

menjadi hilang kendali. Dari peristiwa

28:41

ini, kerugian langsung diperkirakan

28:42

mencapai 43 juta golden. Nilai yang

28:45

benar-benar sangat besar di masanya.

28:47

Namun Viosi memaksakan diri untuk terus

28:49

beroperasi dan akhirnya kembali

28:51

berhutang dalam jumlah yang luar biasa

28:52

besar. Hingga akhirnya aset mereka tidak

28:55

lagi memiliki nilai real. Di saat yang

28:57

sama, krisis sosial meledak di Batavia.

29:00

Pasar gula yang tadinya menguntungkan

29:01

mulai jenuh karena persaingan dengan

29:03

gula dari Brazil. Banyak pedagang

29:05

Tionghoa bangkrut dan pengangguran

29:07

meningkat. Ketegangan ini jadi meledak

29:09

dalam peristiwa pembantaian Tionghoa

29:10

pada tahun 1740.

29:12

Salah satu tragedi terbesar dalam

29:14

sejarah kolonial Hindia Belanda. Militer

29:16

VOC dibantu warga lokal membantai ribuan

29:19

etnis Tionghoa yang menimbulkan kecaman

29:21

luas dan mendorong penyelidikan resmi

29:23

untuk pertama kalinya terhadap

29:24

pemerintahan Viosi. Kasus ini berbuntut

29:27

panjang hingga akhirnya setelah

29:28

mempertimbangkan banyak faktor dan

29:30

kerugian. Pada tahun 1796, Dewan 17 yang

29:33

memimpin VOC pun diberhentikan.

29:35

Pemerintah Belanda mengambil alih

29:36

manajemen perusahaan dan secara resmi

29:38

pada tanggal 31 Desember 1799

29:42

membubarkan VOC yang telah berdiri

29:44

selama hampir 2 abad. Sisa-sisa kejadian

29:47

sendiri banyak yang diambil alih oleh

29:48

Inggris selama perang Napoleon. Meskipun

29:50

sebagiannya dikembalikan setelah

29:51

terbentuknya kerajaan Belanda yang baru

29:53

pada tahun 1814.

29:56

Sementara warisan mereka di Nusantara

29:58

tampaknya masih terasa dampaknya hingga

29:59

saat ini. Kehidupan mereka menjadi

30:01

jembatan budaya antara Eropa dan Asia.

30:03

Namun di balik semua gemerlap kekayaan

30:05

dan kemegahan, Fosi juga menyisakan

30:07

cerita kelam tentang penindasan

30:09

monopoli, dan eksploitasi. Dalam

30:11

pencarian keuntungan, banyak masyarakat

30:13

lokal kehilangan tanah. kebebasan bahkan

30:16

nyawa. Dan ketika Veosi mulai goyah pada

30:18

abad ke-18, warisannya tidak hanya

30:20

berupa peta, pelayaran dan catatan

30:21

dagang, tetapi juga luka sejarahnya yang

30:24

sangat panjang.

30:37

[Musik]

30:48

[Musik]

30:56

[Musik]

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free