Webinar Audit 23 Juli 2026
Oke, baik. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat malam, Teman-teman semuanya.
Oke, alhamdulillah pada malam hari ini
kita bisa bertemu dalam agenda webinar
audit pada malam hari ini dalam keadaan
sehat walafiat.
Oke, sebelumnya perkenalkan ee nama saya
Nurul Fatimah yang akan menyampaikan
terkait dengan materi untuk webinar kita
pada malam hari ini.
Oke, saya izin share screen terlebih
dahulu.
Oke,
untuk share screen saya sudah terlihat
ya.
Oke, terima kasih atas konfirmasinya.
Oke.
Baik, untuk
malam hari ini kita akan sedikit ee
belajar ya terkait dengan audit itu
sendiri. Jadi kalau misalkan teman-teman
mungkin ee di sini sudah ada yang
ee masih mahasiswa di sini statusnya
rata-rata apa? Mahasiswa atau sudah
bekerja? Boleh ditulis di kolom chat-nya
mungkin supaya kita
tahu nih teman-teman rata-rata ini
mahasiswaah atau sudah bekerja.
PR graduate mahasiswa kerja Kak. Oke
sudah ada. Oke sudah.
Maba first graduate kerja. Oke, lebih
banyak first graduate-nya ya. Ada yang
masih camaba sudah bekerja, sudah
bekerja. Kerja kerja. Oke, banyak ya
berarti ada yang mahasiswa, ada yang
sudah bekerja dan juga ee PR graduate
ya. Mungkin yang masih
mencari info
kerja ya. Wah, Maba, ada yang sudah mau
belajar audit ini. Keren banget.
Oke, Teman-teman. Nah, di sini nanti
untuk materi kita e terkait dengan
decoding audit, yaitu profesi di balik
kepercayaan bisnis global. Kalau
misalkan mungkin dari teman-teman yang
masih mahasiswa atau
atau yang tadi masih mabade dan fres
graduate kalau ada mendengar
terkait dengan audit gambaran
teman-teman audit itu seperti apa atau
pekerjaan auditor itu apa?
Boleh dong ee terkait dengan pemahaman
teman-teman nih terkait dengan auditor
itu menurut teman-teman seperti apa?
Oke,
ada yang ee berpendapat kah terkait
dengan profesi auditor di mata
teman-teman yang selama ini mungkin
teman-teman ketahui atau teman-teman
pelajari?
Oke. Pemeriksa laporan keuangan.
Mengevaluasi.
Cek kepatuhan.
Pemeriksa laporan keuangan, evaluasi
data. Oke. Bermacam-macam ya.
Oke, ini banyak yang muncul.
Oke, ini banyak. Oke, ini ada yang
jawaban yang
keren nih. Entar aduh chatnya.
Kalau anak akuntansi belajar A sampai Z.
Kalau anak kalau auditor belajar
kerjanya memeriksa dari Z ke A. Oke,
memastikan lapangan sesuai dengan
lapangan. Oke.
Oke. Banyak ya ee terkait dengan
pemahaman teman-teman yang cukup beragam
tapi masih banyak yang
beranggapan bahwa auditor itu adalah
pemeriksa laporan keuangan yang
mencari-cari kesalahan gitu ya. lebih
tepatnya seperti seorang investigator
gitu ya, memeriksa nih apakah laporan
keuangannya itu sudah disajikan ee
sesuai dengan standar atau belum. Nah,
itu ee terkait dengan pemahaman mungkin
yang tertanam ya di benak teman-teman
ketika teman-teman itu mendengar kata
profesi auditor. Tapi sebenarnya di
balik itu semua auditor itu tidak hanya
sebatas sebagai agen untuk seperti agen
detektif ya yang memeriksa laporan
keuangan kemudian melihat apakah laporan
keuangan itu sudah sesuai dengan standar
yang ada gitu. ada terkait dengan
profesi auditor ini. Di mana profesi
auditor ini
sebagai
trusted gitu ya, sebagai agen yang mana
auditor itu memiliki
sebuah profesi yang sangat-sangat
berpengaruh kepada pihak-pihak yang
lainnya gitu. Karena apa? Karena dengan
opini yang dikeluarkan oleh auditor itu
nanti akan berpengaruh kepada
keputusan-keputusan yang dilakukan oleh
pihak lain. Contohnya seperti apa?
Contohnya nanti ketika laporan keuangan
audit itu sudah terbit,
keputusan-keputusan bagi pihak
manajemen, pemerintah, investor, nah itu
akan
berpacu pada hasil audit kita. Sehingga
sebenarnya profesi audit ini ee tidak
hanya terkait dengan seorang investigasi
gitu. Nah, ini kita next
kursornya.
Oke. Nah, di sini ee auditor itu bukan
hanya sekedar mencari-cari kesalahan
yang tadi ya terkait dengan ee
teman-teman katakan gitu. Karena pada
praktiknya dalam suatu bisnis global.
Jadi ketika perusahaan itu bergerak,
profesi auditor itu tidak hanya sebagai
seorang detektif yang mencari-cari
kesalahan. Jadi pandangan usang melihat
auditor hanya sebagai pencari kesalahan
di masa lalu, gitu. Jadi profesi audit
sekarang itu sudah ee beranjak di mana
terkait dengan
profesi auditor itu seperti katalis tata
kelola. Jadi realitanya sekarang auditor
itu memiliki proses pemeriksaan yang
sistematis gitu. Jadi selain memeriksa
tadi kan banyak yang beranggapan bahwa
auditor itu memeriksa laporan keuangan.
Tapi selain memeriksa laporan keuangan,
auditor juga bertujuan untuk memeriksa
keyakinan informasi sesuai standar. Jadi
tidak hanya informasi keuangan saja yang
dilakukan oleh auditor. Kemudian
memastikan nih apakah laporan keuangan
laporannya itu sudah bebas dari salah
saji materil gitu. Maksudnya salah saji
materil ini bisa dari akibat kekeliruan
gitu ya, adanya error maupun dari
kecurangan ataupun dari fraud yang
dilakukan oleh orang-orang di dalamnya
gitu. Orang-orang yang berhubungan
dengan laporan tersebut. Kemudian
membantu meningkatkan kualitas tata
kelola perusahaan secara menyeluruh.
Jadi auditor itu juga hadir sebagai agen
untuk membantu nih supaya tata kelola
perusahaan itu menjadi tata kelola
perusahaan yang menyeluruh atau sekarang
istilahnya banyak teman-teman mungkin
kenal dengan eh istilah good corporate
governance yaitu tata kelola perusahaan
eh yang menyeluruh yang [mendengus]
tidak hanya memikirkan aspek-aspek
keuangan saja tapi aspek-aspek non
keuangan itu juga menjadi
poin ya menjadi poin untuk
dipertimbangkan gitu. tu. Jadi auditor
itu bukan hanya
sebagai seorang detektif yang
mencari-mencari kesalahan atau mereka
akan terjebak dalam hal-hal yang
sifatnya krelikal,
angka-angka gitu ya. Tapi auditor modern
ini sekarang lebih banyak berfokusnya
juga terkait menilai internal control
gitu ya, pengendalian internal dalam
perusahaan. Jadi untuk melihat nih
apakah sistemnya itu ada celah enggak
nih di sistem suatu perusahaan ini?
Apakah ee masih ada hal-hal yang
terlewat dari standar standar atau SOP
perusahaan? Apakah masih ada celah di
dalamnya gitu. Terus ee terkait dengan
apakah dalam penyajian laporan keuangan
ini masih ada salah saji materil gitu.
Jadi auditor ini lebih luas lagi
cakupannya. Jadi tidak hanya sebagai
alat ya atau sebagai detektor
pencari-cari kesalahan di masa lalu
gitu, mencari-cari kesalahan dari
laporan keuangan masa lalu gitu ya.
Biasanya ee auditor kan akan melakukan
audit misalkan tahun 2025 akan diaudit
di 2026. Jadi mencari-cari kesalahan tuh
setahun setahun ke belakang tuh salahnya
dari si pembuat laporan keuangan itu apa
gitu. Jadi tidak hanya sebatas itu. Jadi
cangkupannya itu lebih luas lagi
sekarang, Teman-teman. Nah, kalau kita
lihat, nah di sini tanpa audit ekosistem
bisnis itu akan runtuh. Ini yang saya
maksud tadi. Jadi hasil keputusan
auditor, hasil laporan keuangan yang
diterbitkan oleh auditor ini akan sangat
berpengaruh pada ekosistem bisnis. Kalau
kita berbicara ekosistem bisnis, bisnis
itu tidak hanya sebuah perusahaan yang
berdiri, menghasilkan laba gitu ya.
menghasilkan profit gitu. Di dalam
siklus bisnisnya itu ada pihak-pihak
yang ada dalam lingkarannya. Contohnya
perusahaan itu pasti butuh yang namanya
investor, butuh kreditor. Kemudian butuh
juga terkait dengan berhubungan juga
dengan pemerintah regulasi-regulasi yang
ditetapkan gitu. Apakah nanti akan ee
memudahkan bagi suatu perusahaan atau
malah nanti sebaliknya gitu. Nah, ketika
auditor di sini menerbitkan sebuah
laporan ataupun auditor internal dalam
suatu perusahaan mengaudit
standar-standar operasional perusahaan,
nah itu akan berpengaruh juga bagi
perusahaannya. Kenapa? Ketika suatu
perusahaan itu laporan keuangannya atau
di dalamnya ada auditor internalnya, nah
itu akan menambah kredibilitas suatu
perusahaan tersebut. Oh, logikanya aja
ketika teman-teman mau berinvestasi nih
di sebuah perusahaan yang satunya
perusahaannya ee laporan keuangannya aja
yang dibuat oleh
ee bagian finance-nya aja. Satunya lagi
ada sebuah perusahaan yang mana laporan
keuangannya itu diaudit nih sama pihak
auditor eksternal gitu. maka otomatis
teman-teman akan lebih pilih mana, akan
lebih terust mana kepada suatu
perusahaan yang hanya ada laporan
keuangan yang dibuat oleh perusahaan itu
sendiri atau ee perusahaan yang memiliki
laporan keuangan yang telah diaudit oleh
pihak auditor eksternal. Pasti kita akan
lebih memilih perusahaan yang sudah
diaudit oleh pihak eksternal karena kita
merasa trust gitu. kita merasa oh bahwa
audit eh bahwa laporan keuangannya ini
pasti sudah ee diperiksa gitu ya, sudah
dicek apakah ee terkait dengan kewajaran
yang dilaporkan di laporan keuangannya
itu sudah wajar atau tidak gitu. Pasti
kita akan merasa trust gitu. Jadi merasa
tenang ketika kita berinvestasi di suatu
perusahaan yang memang sudah diaudit
gitu. dan juga ini juga bisa mengurangi
resiko fraud gitu karena memang tidak
menutup kemungkinan ya ketika kita
proses ya melihat apakah laporan
keuangan itu terjadi salah saja materil
atau terjadi hal-hal yang tidak sesuai
dengan standar SOP nanti akan muncul
kelihatan oh ternyata tidak kesesuaian
standar itu karena ada human error gitu
orang terkait dengan bagian keuangannya
tidak paham yang harusnya dilakukan atau
memang
ee terkait dengan kesalahan itu
dilakukan karena memang disengaja gitu
untuk menutup-nutupi sesuatu gitu. Nah,
itu juga akan bisa mengurangi resiko
fraud ketika kita sudah melakukan audit
sehingga itu dapat meningkatkan
efisiensi dan memperkuat pengendalian
internal perusahaan.
Kemudian terkait dengan hasil audit itu
juga akan sangat berpengaruh pada
investor. Jadi ketika investor itu
melihat laporan keuangan yang sudah
diaudit, nah itu akan memiliki rasa
percaya dalam mengambil keputusan dan
mencegah adanya keraguan. Jadi kalau
misalkan suatu investor mau
menginvestasikan uangnya, pasti ee
investor mau menginvestasikan uangnya
itu maunya nanti adalah profit gitu ya.
investor pasti maunya nanti jangka
panjang, maunya nanti dapat untung,
maunya nanti terkait dengan investasinya
itu bisa berjalan long gitu. Nah, kalau
misalkan laporan K-nya sudah diaudit
gitu ya, sudah di
periksa sesuai dengan kestandarannya,
nah maka itu akan mencegah kita untuk
kayaknya saya enggak perlu invest di
sini deh, gitu. Jadi itu juga menjadi
rasa percaya seorang investor ketika mau
berinvestasi di suatu perusahaan. Bagi
pihak bank juga sama. Mau meminjamkan,
lihat dulu nih apakah nanti malah ee
sepertinya akan gagal bayar gitu. Jadi
dengan adanya audit auditor ini, ini
menjadi ekosistem bisnis yang
sangat-sangat kompleks dan setiap hasil
dari laporan yang dilakukan oleh auditor
itu akan berpengaruh kepada berbagai
pihak ini gitu. Jadi terkait dengan ee
dari pelajaran skandal yang ada lemahnya
pengendalian internal dan kualitas audit
itu selalu berdampak fatal bagi
masyarakat gitu. Jadi, auditor
independen adalah jangkar kepercayaan
publik, gitu. Jadi, kalau misalkan
teman-teman di sini ingin berprofesi
sebagai auditor, ya, yang paling utama
teman-teman harus jaga itu adalah
independensi teman-teman. Karena mungkin
di luaran sana ketika teman-teman sudah
terjun langsung, godaan-godaan itu pasti
ada gitu. Ee terkait dengan
hasutan-hasutan gitu ya ee kanan kiri,
terkait dengan independensi kita. Itu
yang harus benar-benar kita jaga. gitu.
Nah, di sini ee yang teman-teman tahu
tadi terkait auditor lebih fokus pada
audit laporan keuangan gitu ya. Laporan
keuangan. Padahal pada intinya laporan
keuangan itu istilahnya kalau kita pakai
di sini pakai gunung es. Laporan
keuangan itu hanya puncaknya saja tapi
ee di dalam suatu puncak bawahnya itu
banyak komponen-komponen juga gitu.
Suatu perusahaan bisa menyajikan laporan
keuangan laba 1 triliun. laba 10 M itu
hanya puncaknya saja yang kita lihat.
Padahal di dalamnya di garis bawah
permukaan itu banyak ee bagian-bagian
juga yang memang perlu juga diaudit
gitu. Jadi enggak hanya laporan
keuangannya aja. Contohnya apa?
Contohnya terkait dengan ee IT audit.
Jadi teman-teman audit di bagian di
bagian teknologinya kayak tadi dari SOP
dan sebagainya internal audit-nya
kemudian operational audit-nya,
complient audit-nya atau forensic audit
dan investigasi audit. Nah, itu juga
suatu hal yang perlu gitu. Jadi kalau
misalkan di sini mungkin banyak ee
informasi ya bahwa ee auditor itu harus
seorang S1 akuntansi ya toh. Nah, itu
betul. ketika mau mengauditnya itu
adalah audit laporan keuangan. Karena
untuk paham bagaimana proses laporan
keuangan itu, itu kan yang dipelajari di
teman-teman yang jurusan akuntansi gitu.
Tapi kalau teman-teman sebagai internal
audit, ee IT audit gitu ya, forensik
audit dan investigasi audit itu
sebenarnya tidak harus dari jurusan
akuntansi. Jadi bisa dari jurusan lain
pun untuk berkarir sebagai seorang
auditor gitu. Nah,
nah ini terkait dengan ekspektasi dan
realita profesi di mana ini ya mitos
yang pertama itu terkait hanya
mencari-cari kesalahan manajemen yang
tadi ya kita ekspektasinya gitu bahwa
auditor itu hanya mencari-cari kesalahan
manajemen. Padahal pada faktanya selain
itu kita juga memberikan assurance dan
memvalidasi kebenaran. bukan kayak suatu
bukan seperti polisi yang mencari-cari
kesalahan, tapi kita juga memberikan
assurance atau validasi kebenaran. Kalau
misalkan suatu auditor menemukan nih ada
kesalahan salah saja materil kemudian
atau menemukan ee potensi-potensi fraud
auditor itu tidak hanya ee langsung ee
si A bersalah karena seperti ini atau
laporan keuangannya langsung tidak
wajar. Tidak gitu. kita juga memberikan
rekomendasi-rekomendasi
harusnya seperti ini sebaiknya nanti ke
depannya seperti ini seperti ini gitu.
Jadi kita juga memberikan assuran dan
memvalidasi kebenaran itu. Jadi bukan
hanya bertindak sebagai polisi. Kemudian
terkait dengan pekerjaan yang krelikar
mengecek kuitansi, mengecek laporan ee
mengecek bukti-bukti yang ada gitu. Nah,
pada faktanya auditor sekarang itu lebih
digerakkan oleh data analyze dan
tinjauan strategi tata kelola. Jadi
karena kan sekarang ee zamannya itu
sudah serba teknologi ya, Teman-teman.
Bukti transaksi [mendengus]
sekarang kuitansi itu enggak harus yang
di kertas kita cek, lihat dan sebagainya
gitu. sekarang sudah ada sistem, sudah
ada data analyze gitu ya yang membantu
kita untuk lebih cepat lagi dalam
memproses ataupun ee melihat terkait
dengan profesi audit itu. Jadi tidak
yang krelical ee berhubungan dengan
data-data mengecek-mengecek kuitansi
yang asli dan sebagainya gitu. Jadi
lebih kita sekarang mulai maju lagi nih.
Kita lebih nanti banyak menggunakan
tools-tools yang membantu gitu. Kemudian
mitos yang terakhir terkait dengan
eksklusif untuk sarjana akuntansi tadi
ya yang sedikit saya singgung juga bahwa
profesi audit itu terbuka untuk
jurusan-jurusan yang lainnya. Karena
tadi audit itu tidak hanya sebagai
polisi suatu laporan keuangan. Banyak
aspek-aspek di dalam suatu perusahaan
yang juga membutuhkan seorang auditor
gitu. Contohnya tadi teman-teman terbuka
nih untuk anak IT gitu ya. tadi terkait
dengan auditor di bidang IT, kemudian
terkait dengan hukum, teknik gitu ya,
hingga rana forensik dan ee IT audit.
Nah, itu bukan ee bukan hanya dari
jurusan akuntansi saja, tapi kalau untuk
jurusan akuntansi itu memang
disarankannya untuk teman-teman yang mau
menjadi auditor eksternal, auditor
laporan keuangan. itu memang nanti
persyaratannya ketika teman-teman mau ee
menjadi partner ya memiliki KAP sendiri,
nah itu baru teman-teman harus dari
jurusan sarjana akuntansi. Tapi kalau
teman-teman berkarir sebagai auditor
internal gitu ya, IT audit, forensik
audit atau investigasi audit, nah itu
dari jurusan apapun itu tetap bisa.
Nah, ee tadi terkait dengan ee anatomi
pemeriksaan independen ya. Jadi definisi
pemeriksaan independen dan objektif itu
atas sebuah informasi itu yang akan
dilihat gitu ya. Independensinya itu
tidak hanya terkait dengan independensi
teman-teman dalam memeriksa laporan
keuangan saja, tapi terkait dengan
operasionalnya. mengevaluasi efisiensi
proses bisnisnya. Dari proses bisnis
yang ada di dalam suatu perusahaan,
auditor akan melihat nih apakah sudah
efisien atau ternyata masih ada
step-step operasional itu yang harusnya
ini bisa dicut, harusnya ini bisa ee
dikerjakan lebih simpel lagi gitu. Jadi
terkait dengan mengevaluasi
operasionalnya, kemudian juga terkait
dengan kepatuhannya, apakah memastikan
kepatuhan ketat pada regulasi gitu ya.
Ee terkait dengan ini juga ee auditor
pajak gitu ya. Kita melihat nih apakah
ee terkait dengan kepatuhan terkait
perpajakannya atau mungkin
kepatuhan-kepatuhan terkait dengan ee
undang-undang yang ada.
Nah, itu juga menjadi salah satu
fungsi, salah satu hal yang akan
diperiksa oleh auditor dan juga terkait
dengan IT dan forensik. Karena memang
sekarang kita sudah di zamannya kita
harus ee sangat melag terkait dengan
informasi teknologi. Jadi terkait dengan
pengamanan sistem, kemudian terkait
dengan investigasi kecurangan di dalam
suatu sistem itu juga bagian ranah dari
audit. Nah, tapi itu juga bukan profesi
ee auditor yang memeriksa laporan
keuangan ya, tapi tadi ada yang namanya
sendiri IT audit gitu. Nah, untuk ee
praktiknya itu juga diatur oleh standar
audit yang ditetapkan oleh IAP gitu.
Kalau di Indonesia memang untuk standar
audit itu diterapkannya masih oleh IAP
ataupun kalau misalkan mengadopsi dari
luar itu biasanya ee mengadopsi CHOSO
gu. Nah, terkait dengan pilar pengawasan
ya tadi ee di awal sudah dijelaskan
selain memeriksa laporan keuangan ada
juga terkait dengan memastikan nih
terkait dengan kelangsungan tata kelola
perusahaan supaya menjadi suatu
perusahaan yang good corporate
governance. Apa sih good corporate
governance? Mungkin banyak yang sudah
familiar ya di telinganya good corporate
governance gitu atau GCG gitu.
Sebenarnya untuk aspek GCG ini juga
cukup luas ya gitu. Salah satunya itu
terkait dengan aspek keuangannya, aspek
internalnya, kemudian aspek
pemerintahannya, gitu. Jadi untuk ee
bisa pilar pengawasan bagi suatu
perusahaan untuk menjadi good corporate
governance, pengawasannya itu bisa
dilakukan oleh ketiga
auditor ini. Auditor yang pertama pasti
auditor eksternal, yaitu pihak eksternal
yang memiliki independensi, tidak
berhubungan dengan perusahaan. mereka
yang terpisah gitu ya dari jajaran dari
jajaran struktur ee organisasi kita di
suatu perusahaan sehingga bisa
memberikan opening independen nih untuk
publik, investor, dan juga kreditur
gitu. Jadi biasanya laporan-laporan
keuangan yang dihasilkan oleh auditor
eksternal itu digunakan untuk
investor, kreditur ataupun publik.
Misalkan teman-teman seorang investor di
Bursa Efek Indonesia itu kan biasanya
diterbitkan ya laporan-laporan keuangan
yang sudah diaudit oleh
KAPKAP ee lebih tepatnya KAPKAP Big 4
biasanya ya kalau yang di BEI tapi ada
juga yang eh non big 4 juga. Nah,
kemudian auditor selanjutnya auditor
internal itu audit ee seorang auditor
yang bekerja di dalam internal
perusahaan memastikan nih bahwa terkait
dengan manajemennya, operasionalnya,
resiko dan efisiensi operasional ini
berjalan dengan baik gitu. Jadi
memeriksanya kalau tadi yang eksternal
itu memeriksa terkait dengan laporan
keuangan kita yang kita sajikan. Kalau
auditor internal lebih ke operasional
perusahaannya gitu. Apakah terkait
dengan manajemen kita itu sudah sesuai
ada atau mungkin kegiatan operasional
kita sangat-sangat tidak efisien. Nah,
itu yang memeriksa auditor internal yang
lebih tahu gitu. Kalau auditor eksternal
ya fokusnya pada angka yang ada di di
dalam laporan keuangan. Angkanya ini
dari mana seperti apa, ditelusuri terus
terus terus ya sampai ke ujungnya. Tapi
kalau auditor internal itu lebih ke
manajemennya. Kemudian yang terakhir itu
ada auditor pemerintah.
Ada auditor pemerintah ini siapa sih?
BPK dan BPKP. Jadi fokusnya ini terkait
dengan mengawal akuntabilitas keuangan
dan pengamanan terkait dengan aset
negara gitu. Ketika mungkin perusahaan
kita berhubungan juga dengan pemerintah
dan sebagainya. Untuk di sektor
pemerintah gitu ya. Auditornya siapa ya?
Auditornya adalah BPK dan BPKP.
Nah, ini tadi terkait dengan ee gambaran
ya, gambaran sekilas terkait dengan
profesi audit.
Jadi dari klaim manajemen gitu ya, dari
klaim manajemen kemudian dibuktikan
dengan independency audit, dibuktikan
dengan bukti-bukti objektif dan good
corporate governance study sehingga
dapat
ee terciptanya keputusan investor itu
dalam suatu kalau investor publik ya
biasanya kan kita di
pasar modal gitu ya. sehingga terkait
dengan pengambilan keputusannya itu
lebih stabil. Jadi enggak jadi kalau
teman-teman tahu mungkin ya banyak ee
perusahaan-perusahaan yang baru gitu ya
atau mungkin ee terkait dengan
saham-saham yang mungkin bisa dibilang
saham-saham gorengan dan sebagainya.
Nah, itu kan terkait dengan ee hasil
keputusan di pasar modalnya itu kurang
stabil. Beda lagi dengan mungkin
saham-saham di perusahaan-perusahaan
yang sudah besar. Kemudian terkait
dengan independensi dari auditornya
terjaga, bukti-buktinya ee bukti-bukti
nyata yang diterapkan perusahaan
tersebut gitu ya. Ee terkait
sustainability report-nya yang dilakukan
itu benar-benar terlihat gitu. Nah,
biasanya bisnis-bisnis seperti itu ee
untuk
seorang investor di dalam perusaha di
dalam pasar modal itu lebih stabil dalam
melihat terkait dengan mau berinvestasi
di perusahaan tersebut. Beda lagi kalau
ini kalau teman-teman mungkin ada yang
ikut ya jual beli saham. Kalau
saham-saham yang mungkin biasanya
istilahnya ya, Teman-teman itu
mengistilahkan saham gorengan itu panik
nih harus jual, harus beli, harus jual,
harus beli gitu. Tapi kalau untuk
saham-saham yang mungkin sudah blue chip
gitu ya, Teman-teman lebih stabil mau
naik turun, Teman-teman tetap ee percaya
gitu bahwa perusahaannya itu akan terus
ee going akan terus going concern, terus
meningkatkan ee terkait dengan
profitnya, terkait dengan manajemennya
gitu. Akan lebih trust teman-teman gitu.
Jadi tanpa audit juga sistem kredit akan
runtuh juga dan juga laporan teraudit
mengubah klaim sepihak menjadi fakta
yang dapat diandalkan. Kalau perusahaan
manajemennya mengklaim perusahaan kita
ini sangat-sangat ee memiliki masa depan
yang baik gitu ya, nanti kita bisa dapat
profit sekian sekian sekian gitu. Nah,
dengan adanya audit nah ini menjebatani
hal-hal tersebut gitu. Bahwa benar nih
klaim yang kita lakukan itu benar. Jadi
kita enggak hanya asal ngomong atau
mungkin malah sebaliknya klaim yang
dilakukan perusahaan itu ternyata klaim
yang asimetri informasi atau hanya
dibuat oleh manajemen untuk bisa
mendapatkan kepercayaan publik, untuk
bisa mendapatkan bonus-bonus gitu. Jadi
ee peran auditor itu juga menjadi
sangat-sangat krusial
ketika filter integritas gagal berfungsi
tadi ketika suatu audit ya audit itu
menjadi
integritasnya itu tadi teman-teman
ketika menjadi seorang auditor
independensinya memang harus
sangat-sangat dijaga. Ketika itu tidak
terjadi, maka ada an ee anatomi
kegagalan di mana manipulasi akuntansi
itu akan terjadi seperti apa? Seperti
piutang fiktif yang dicatat sebagai
pendapatan sah gitu. Jadi dalam
teman-teman nanti melakukan audit akan
ee menemukan banyak-banyak kasus ya di
dalamnya. Entah itu karena memang human
error-nya atau mungkin memang
disengajanya sehingga dampak sistem ee
sistemnya itu kehancuran nilai saham
gitu. Yang harusnya perusahaan ini itu
rugi. Tapi karena tadi kegagalan dari
mungkin banyak ya kasus-kasus
teman-teman menemui harusnya
perusahaannya rugi tapi auditornya,
perusahaannya itu mengklaim bahwa dia
laba gitu. Dengan cara apa? menarik ee
sebuah pendapatan yang harusnya diakui
ee di tahun depannya diakui ditarik nih
ke tahun sekarang biar laba gitu. Nah,
auditornya sebagai auditor yang
mengaudit laporan keuangannya memberikan
opini auditnya itu adalah wajar tanpa
pengecualian. Nah, publik pasti akan
melihat oh perusahaannya ee kondisinya
masih bagus nih, kondisinya masih
baik-baik saja. Nah, tiba-tiba ketika
perusahaannya memang sudah tidak bisa
lagi membayar hutangnya dan sebagainya,
nah itu nanti akan menjadi kehancuran
nilai saham yang ada. ee krisis reputasi
pastinya bagi seorang auditor yang telah
dicat gitu ya dan juga sanksi berat dari
OJK atau regulator. Nah, ini banyak ya
terjadi kasus-kasus auditori
kantor ya, kantor KAP mungkin ya yang
menerbitkan opini wajar tanpa
pengecualian padahal kondisi di dalam
suatu perusahaan itu tidak sepenuhnya
sesuai dengan yang dilaporkan gitu.
Jadi, Teman-teman kalau jadi auditor itu
selain terkait dengan iming-iming
gajinya yang besar, resikonya juga besar
ya gitu. Jadi, teman-teman yang di sini
yang mau jadi auditor harus disiapkan
nih mentalnya gitu. E memang balance ya,
resiko tinggi, gaji juga tinggi gitu.
Nah, ini pelajaran kuncinya di sini.
Audit itu berfungsi untuk mendeteksi,
mencegah kecurangan melalui skeptisme
profesional kita. Nah, ini juga sebagai
benteng utama pertahanan integritas
pasar gitu. Jadi tadi keputusan yang
diambil berdasarkan laporan audit kita
itu akan sangat berpengaruh gitu. Nah,
ini terkait dengan evaluasi digital
mengaudit di era algoritma. Kalau
sebelumnya mungkin auditor itu ya
seperti itu, memeriksa kuitansi,
memeriksa bukti-bukti gitu ya. Tapi
sekarang eh untuk celahnya orang
melakukan frud, celahnya orang untuk eh
memanipulasi, nah itu sudah banyak gitu,
Teman-teman. Mungkin ee kalau dulu fraud
itu apa sih? Paling ya juga ee mengambil
uang di kasir gitu ya. Tapi fraud-fraud
zaman sekarang kan sangat-sangat cerdik
gitu. Nah, makanya juga butuh alat-alat
bantu yang cerdik pula gitu terkait
dengan data analyze automation atau
robotic proses automotion gitu. Terus AI
dan machine learning. Nah, ini kita juga
harus ee mulai aware dengan itu.
Ee tadi terkait dengan AI juga
teman-teman jangan khawatir ya bahwa
banyak sih kekhawatiran yang terjadi
oleh mahasiswa-mahasiswa ya
ketika adanya AI ini. Salah satunya di
profesi akuntansi, di profesi auditor
bahwa mereka skeptis nih ee merasa takut
bahwa posisinya itu akan tergantikan
oleh AI. Padahal AI itu tidak sepenuhnya
akan menggantikan profesi auditor.
Jadi, AI ini membantu kita untuk ee
memproses proses audit ini menjadi lebih
efisien dan lebih cepat. Kalau
sebelumnya mungkin kita untuk e melihat
nih ee buktinya ini sudah sesuai atau
belum. Nah, itu kita butuh waktu
berhari-hari untuk melihat jutaan
transaksi, ribuan transaksi, kita perlu
waktu yang berhari-hari. Tapi dengan
adanya kecerdasan buatan atau AI ini,
kita bisa mengolah tugasnya itu lebih
instan lagi, lebih cepat lagi. Yang
biasanya 1 bulan mungkin bisa dikerjakan
dalam 1 hari gitu. Tapi audit ee terkait
dengan
manusianya bagaimana tetap kita tetap
dibutuhkan untuk memberikan professional
judgment berdasarkan konteks ee
bisnisnya gitu. Karena AI itu tidak bisa
memberikan professional judgment gitu.
dia hanya sebuah robot yang ee dibuat
oleh manusia juga gitu. Jadi tidak ada
rasa profesional judgement-nya sehingga
itu tetap kita sebagai auditor yang
harus melakukannya. Terkait dengan
deteksi juga untuk melihat nih ketika
ada suatu sistem yang terjadi tiba-tiba
muncul anomali gitu. Nah, itu dengan
adanya AI ini akan lebih membantu kita
untuk melihat hal tersebut. Tapi terkait
dengan skeptis ya, eh auditor harus
skeptis menerapkan skeptisme profesional
untuk melihat niat atau resikonya itu
ya. Kayak kita melihat nih ada orang
melakukan kecurangan ee yang tidak
langsung ada gitu ya atau tidak
kelihatan. Nah, kalau sebagai auditor
kan skeptis ya melihatnya itu tidak
hanya dalam satu satu arah saja, tapi
kita skeptis terhadap banyak hal. Nah,
sifat skeptis itu juga hanya dimiliki
oleh manusia atau auditor itu gitu. AI
itu tidak bisa gitu. Jadi, output-nya
juga terkait dengan dokumentasi otomatis
ya. Dengan adanya AI kita bisa mungkin
laporan auditnya lebih cepat dan
dokumentasinya lebih otomatis. Tetapi
seorang auditornya itu melakukan
evaluasi risiko, komunikasi dengan klien
dan pengambilan kesimpulan akhir atau
juga yang bisa melakukan seorang
auditornya bukan AI-nya nanti yang akan
berkomunikasi dengan kliennya kemudian
mengevaluasi resikonya gitu. Nah, itu
kita yang mungkin menjelaskan kepada
kliennya hasilnya dan sebagainya. Jadi,
AI itu tidak 100% menggantikan kita,
tapi membantu kita. Makanya kalau kita
sebagai auditor tidak mau belajar
terkait dengan perkembangan AI-nya
memang kita yang akan tergeser bukan
tergantikan seperti itu.
Nah, di sini terkait dengan
kompetensi auditor masa kini ya. Kalau
dulu mungkin auditor harus paham
akuntansi, paham teori gitu ya, paham
sak. Tapi kalau sekarang di sini selain
hard skill tadi, pondasinya memang
penting. Teman-teman paham akuntansi,
teman-teman paham teori audit,
teman-teman hafal Psak, SPAP itu paham,
itu bagus. Tapi di sini juga teman-teman
harus juga paham soft skill-nya terkait
dengan critical thinking, problem
solving-nya, komunikasi dengan kliennya,
kepemimpinannya, kerja timnya gitu ya,
etika profesionalnya itu juga harus
dimiliki gitu. Karena tadi kita
independen gitu ya, kita harus ee
menjadi auditor yang independensinya
kuat gitu. Dan juga satu lagi nih
terkait dengan the digital fluence.
Sekarang kita sudah enggak bisa lagi
terkait dengan eh ngaudit itu hanya dari
mungkin Excel standar aja gitu. Tapi
kita juga harus punya terkait dengan
pemahaman Excel, data analyze,
penguasaan IRP, software-software
akuntansi. Karena kan sekarang yang mau
kita audit gitu ya, perusahaan yang mau
kita audit mereka sudah menggunakan
software-software akuntansi ya,
software-software IRP. Nah, kalau
kitanya enggak paham ya kitanya juga
akan bingung untuk melakukan audit untuk
perusahaan yang sudah menggunakan IRP.
Jadi terkait dengan kompetensinya tadi
selain hard skill, soft skill juga
penting, digital fluence juga sangat
penting harus teman-teman miliki. Nah,
ini terkait dengan
eh matrik komparasi jalur karir untuk
teman-teman yang mau bekerja sebagai
auditor. Itu banyak ya tadi auditor itu
enggak hanya audit ee audit eksternal
aja, ada audit internal di sektor publik
kayak tadi BPK, BPKP itu yang bekerja di
dalam BPK dan BPKP mereka juga seorang
auditor gitu yang tapi yang diaudit itu
terkait dengan governance-nya, terkait
dengan pemerintahannya gitu. Nah, buat
teman-teman mungkin yang mau berkarir di
Big F, kalau Big F memang skalanya lebih
skala multinasional karena Big F kan ee
perusahaan audit besar yang ada di
beberapa negara gitu ya. Jadi skalanya
multinasional terkait dengan
lingkungannya fast. Jadi terkait dengan
turunnya itu juga cepat gitu. ini juga
banyak mungkin ya teman-teman kalau
sekarang untuk menggali informasi
cepatkan ya teman-teman beda dengan yang
dulu-dulu teman-teman sekarang sudah
bisa ee banyak melihat terkait dengan ee
lingkungan kerja di Big F itu seperti
apa. Mungkin banyak juga ya kalau
teman-teman lihat di media sosial
bagaimana sih tekanan-tekanan
tekanan-tekanan gitu ya atau
benefit-benefit ketika teman-teman
bekerja di bigan
akses dengan mudah ya tapi dengan
teman-teman bekerja di big ini sangat
se peluang ya untuk teman-teman sebagai
batu loncatan emas dengan kurva belajar
yang ekstrem gitu. Kenapa? Karena di
dalam teman-teman ketika bekerja di Big
F gitu mungkin terkait dengan tekanannya
atau
pressure-nya terkait dengan target dan
sebagainya itu seimbang dengan apa yang
akan teman-teman pelajari gitu karena
skalanya sudah multinasional. Tapi kalau
misalkan untuk teman-teman yang baru
berkarir gitu ya, baru lulus dan
sebagainya atau yang belum lulus
magang-magang gitu. Nah, bisa mungkin di
KAP non big4-nya gitu. ke api-KAP lokal,
skalanya medium hingga lokal terkait
dengan posur lintas industri. Nah, ritme
kerjanya itu lebih stabil dan juga ee
terprediksi
karena kan skalanya masih lokal ataupun
ee big 10 ya, sekarang juga sudah ada
big 10 seperti itu. Terus ee selain di
teman-teman jadi auditor di KAP Big 4
maupun non Big 4, ada juga teman-teman
yang mungkin mau berkarir di audit
internal. Nah, fokusnya itu pada satu
korporat, korporat-korporat besar di
mana kalau di audit internal ini work
life balance-nya optimal ya. Kalau di
KAP ya, KAP big4 maupun KAP non big
kalau udah existent gitu ya, udah enggak
ada yang namanya work life balance
teman-teman udah kerja kerja kerja kerja
kerja gitu. Tapi kalau auditor internal
karena lebih tertata ya gitu, lebih
tertata sudah ada strukturnya selama
setahun e auditor internal harus apa,
harus apa, harus apa ya terkait dengan
work balance-nya akan lebih optimal.
Jadi berorientasinya itu pada solusi
operational management.
Kemudian yang terakhir terkait di sektor
publik di bagian kementerian atau Bu
EUMN. Nah, ini kalau ini lebih seperti
PNS gitu ya, stabilitas aparatur negara.
Jadi dampaknya langsung pada
akuntabilitas nasional. Nah, ini
teman-teman silakan mungkin dari
sekarang mulai tergambarkan teman-teman
mau berkarirnya itu di sebagai auditor
apa. Nah, itu sudah bisa mulai dirasakan
dari sekarang gitu karena banyak gitu.
Tapi kalau misalkan di teman-teman
ditanya mungkin di kampus ya gitu kalau
nanya mahasiswa selalu ee cita-citanya
apa gitu. auditor, auditor apa sih? Big
four gitu.
Nah, itu bisa dipacuh semangatnya ya
enggak apa-apa. Tapi kalau kerja di big
harus tahan juga nih dengan tuntutannya.
Selain [berdehem] tadi jalur
spesialisasi yang lebih tinggi lagi di
bidang nonakuntansinya, teman-teman juga
bisa di audit forensik gitu ya. terkait
dengan ini biasanya anak hukum ee
terkait dengan investigasi fraud,
pencucian uang, kejahatan finansial,
nanti lebih ke kombinasi antara
akuntansi, hukum dan pola pikir
detektif. Kalau IT audit ini lebih ke
menguji nih sistem keamanan informasi,
IRP-nya, software-software yang
digunakannya ee sebagai control
cyber-nya. Jadi, posisinya itu paling
dicari di era transformasi digital.
Karena kan sekarang untuk
jurusan-jurusan
teknologi ya, IT kan lagi sangat-sangat
naik down ya, naik down banget di
beberapa tahun terakhir karena ya mau
enggak mau kita harus gitu mau belajar
itu walaupun kita anak akuntansi mau
enggak mau juga harus belajar terkait
dengan perkembangan perkembangan
teknologi itu yang terakhir terkait
dengan audit pajak. Hala pajak juga
sekarang
topiknya sangat hangat bahkan panas
terkait dengan topik pajak. Jadi terkait
spesialisasi lebih ke mendalami pada
kepatuhan regulasi dan strategi mitigasi
risiko perpajakan perusahaan gitu.
Karena sekarang peraturan perpajakan
juga sangat lebih diketatkan lagi nih
sama Menteri Keuangannya. Jadi terkait
dengan audit pajak ini juga membantu
untuk memperdalam lagi terkait dengan
kepatuhan pajak kita.
Oke, sebelum lanjut saya izin untuk cas
laptop bentar ya.
Nah, ini ada tangga eskalasi. ASI karir
auditor ya. Karir audit itu sangat
menjanjikan ya, tapi juga akan berimbang
dengan
tuntutannya. Jadi kalau untuk
teman-teman mungkin yang fres graduate
gitu ya atau baru lulus, baru bekerja
fokusnya di junior eh di junior auditor
gitu selama 1 sampai 2 tahun. Jadi fokus
kerjanya lebih ke eksekusi kertas kerja,
ketelitian data, dan software toolsnya.
Ketika teman-teman sudah ngerasa di 1
sampai 2 tahun itu naik ke senior audit.
Di senior audit ini teman-teman lebih ke
memimpin tim lapangan. Jadi sudah
melakukan analisis kritis dan problem
solving terkait dengan anomali-anomali
yang ditemukan, gitu. Kemudian kalau
sudah naik nih ke manajer. Kalau manajer
ini lebih ee strategis lagi, lebih ke
manajemen resiko proyek, hubungan dengan
klien, negosiasi eksekutif gitu. Nah,
ini biasanya ee di 6 sampai 10 tahun.
Kemudian tingkatan partner ya ini yang
paling tinggi tingkatan partner untuk di
ini untuk
auditor eksternal ya. Visi lebih
strategis. Jadi tidak hanya bagaimana
mengaudit suatu perusahaan, tapi lebih
ke visi strategis lagi terkait dengan
kantor akuntan publiknya. Lebih ke
bagaimana nanti ee dari sales atau
landmarking-nya, lebih ke penandatangan
opini yang resmi gitu. Jadi ini beberapa
tahapan ya mungkin teman-teman yang mau
jadi auditor
yang sekarang masih baru fres graduate
atau masih mahasiswa. Nah, itu bertahan
di junior auditor baru nanti ketika
teman-teman sudah ngerasa nih, sudah ada
pengalaman dan sebagainya
bisa
menjadi senior auditor. Entah itu
teman-teman jadi senior auditornya di
kantornya sekarang atau mungkin melamar
nih ketika teman-teman sudah ngerasa
kayaknya posisi junior ini sudah cukup
dan teman-teman harus ee mungkin
ekspansi lagi mungkin bisa cari lowangan
kerja ee di senior auditor mungkin di
KAP yang teman-teman jalankan jika ada
jika ada kesempatan itu silakan diambil.
Kalau misalkan memang dirasa sudah
bertahun-tahun tapi kok enggak
naik-naik, mungkin di tempat lain
teman-teman
bisa mendapatkan itu gitu.
Nah, ini kalau untuk ee tahunnya ini
range rata-rata ya dari beberapa
testimoni terkait dengan
seorang auditor, tapi juga bisa lebih
cepat, bisa lebih lama juga.
Nah, terkait dengan sertifikasi gitu,
kita di era yang mana terkait dengan
kemampuan kita, kompetensi kita itu
harus dengan bukti. Kayak perusahaan
bilang ee kita mengklaim bahwa kita
kompeten di bidang A, kalau kita
kompeten di bidang B, kalau enggak ada
bukti kompetensinya, tidak ada
sertifikasinya, nah itu kan tidak
terbukti. Nah, ini beberapa peta
sertifikasi untuk posisi-posisi atau
bagi auditor ya.
Jadi kalau sekarang kredibilitas yang
seorang audit
bukan hanya auditor ya, di semua posisi
sekarang perusahaan itu sudah enggak
lagi melihat terkait dengan ijazah
teman-teman, tapi lebih ke sertifikasi
teman-teman. Jadi kadang banyak juga
beberapa orang yang ee mulai skeptis nih
dengan ee bangku perkuliahan gitu.
Karena ketika mereka kerja, mereka
terjun di
dunia kerja ya kayak lulusan-lulusan
sarjana ketika kerja ternyata saingannya
lulusan-lulusan SM ee lulusan-lulusan
SMK gitu. Jadi adanya sertifikasi ini
lebih ke meningkatkan kredibilitas
teman-teman itu bisa lebih terukur. Nah,
untuk auditor yang pertama ini ya enggak
yang sudah enggak asing mungkin ya
terkait dengan CP certifi public
accountant ini terkait dengan ketika
teman-teman mau berkarir di bidang audit
eksternal mau memiliki kantor akuntan
publik sendiri itu ya kin bisa ambil
yang CP ini syarat wajib dan standar
tertinggi nih untuk auditor eksternal.
Kemudian ada C terkait dengan certified
internal auditor. Nah, ini terkait
teman-teman kalau mau berkarirnya
sebagai internal auditor. Ini standar
emas nih global untuk karir di bidang
audit internal di suatu korporasi.
Yang ketiga ada certified information
system auditor. Nah, ini biasanya untuk
yang spesialis IT audit atau keamanan
cyber.
Kemudian ada certified fraud examiner.
Nah, ini lebih ke lisensi khusus untuk
auditor forensik, investigasi kejahatan.
Nah, [berdehem] misalnya untuk yang dari
jurusan-jurusan hukum gitu misalnya
terkait ini. Nanti teman-teman silakan
dipetakan saja mau mengambil sertifikasi
yang mana yang lebih sesuai dengan arah
karir teman-teman. Kalau teman-teman mau
jadi auditor internal ya ambilnya sia
jangan ambil yang CPA ataupun yang CFE.
Tapi kalau CPA ini
kalau teman-teman mau jadi
punya bercita-cita ya teman-teman kalau
menjadi auditor itu jangan berhenti ee
saya cita-citanya menjadi senior auditor
gitu sampai senior auditor. Cita-cita
kalau misalkan jadi auditor sudah
cita-cita yang paling tinggi aja. Jadi
ee sebagai partner gitu yang punya
kantor akuntan publiknya gitu.
Nah, ini terkait dengan fakta pahit ya.
Ya, fakta pahit mayoritas lulusan itu
belum siap terjun terkait dengan adanya
kesenjangan atau skill gap antara
kurikulum akademis dan realitas industri
gitu. Jadi memang ee ini masih menjadi
problem ya tidak hanya di
jurusan-jurusan
akuntansi gitu ya atau jurusan-jurusan
yang berhubungan dengan auditor,
jurusan-jurusan lain-lainnya itu juga
masih banyak skill gap. apa yang
diajarkan di kampus, apa yang diajarkan
dalam kurikulum akademis. Nah, itu
ternyata tidak seluruhnya itu bisa kita
pakai. Bahkan kita harus belajar dari
nol lagi ketika kita sudah bekerja,
gitu. Nah, itu yang terjadi di realitas
industri. Padahal kita menyisihkan waktu
4 tahun ya, maunya kita punya banyak
bekal yang bisa kita gunakan untuk kita
nanti berperang di dunia kerja lah
istilahnya. Tapi ternyata
realitanya itu sebaliknya kurikulum yang
ada di dalam sebuah instansi
dengan kebutuhan di dunia kerja di
realitas industri itu malah tidak
sinkron atau bah. Tapi lebih seringnya
itu kurikulum akademis tidak bisa
menyesuaikan dengan kecepatan
perkembangan dunia kerja gitu. Nah,
karena memang kalau misalkan kita
berbicara di akademis ya, dibicara di
suatu manajemen
universitas itu kan tidak serta-merta
sekarang ada perubahan langsung ee
mengajukan langsung dirubah kan enggak
banyak birokrasi di dalamnya banyak ee
hal-hal yang memang harus ditempuh. Nah,
itu biasanya yang agak membuat nih
antara skill gap ini kesenjangan
antara skill yang ada dengan kebutuhan
industri itu semakin kom tadi ya terkait
dengan kalau teman-teman di jurusan
akuntansi ya atau khususnya yang mau
menjadi auditor skill gap yang ada ini
terkait pertama terkait dengan minimnya
jam terbang jadi kurangnya pengalaman
praktik audit nyata biasanya teman-teman
yang mungkin dari jurusan akuntansi atau
yang sudah fresh graduate yang sudah
merasakan mungkin ya teman-teman memang
ada peminatan gitu ya. Kalau di jurusan
akuntansi memang ada peminatan banyak
ya, ada keuangan, pajak, kemudian ada
audit gitu. Tapi ketika teman-teman
ketika teman-teman sudah memilih
misalkan di audit gitu, apakah
teman-teman benar-benar
diberikan suatu ilmu yang sangat-sangat
dalam di
[berdehem] materi auditnya? kan
realitanya tidak seperti itu. Bahkan
terkadang
suatu
suatu
[berdehem] suatu
jurusan atau suatu prodi itu hanya
menggugurkan kewajibannya untuk
memberikan materi. Tapi terkait dengan
bagaimana teman-teman bisa punya output
gitu ya, punya output yang sesuai dengan
kebutuhan kerja itu kan menjadi
nomor-nomor sekian gitu. Nah, inilah
yang menjadi ee skill gap sangat tinggi
terkait dengan kemampuan teman-teman.
Tadi teman-teman dituntutnya kalau jadi
auditor ya banyak praktik. Gimana sih ee
caranya teman-teman itu kalau mengaudit
suatu laporan keuangan bagaimana terkait
dengan prosedur ketika ee kita harus
mengaudit kas, ketika kita harus
mengaudit piutang gitu, ketika kita
harus mengaudit suatu penjualan,
bagaimana praktik ril-nya seperti apa di
lapangan. Jadi tidak hanya seperti yang
ada di materi buku saja, tapi r-nya
bagaimana itu biasanya yang ee lupa nih
diberikan.
Kemudian terkait dengan gagap
dokumentasi belum memenuhi struktur dan
fungsi kertas kerja audit gitu ya.
Mungkin dari sisi yang memberikan
informasinya dan juga dari teman-teman
mungkin juga kayak waktu belajar audit
merasa aduh audit susah banget gitu ya.
Jadi terkait dengan gagap
dokumentasinya, terkait dengan
tertinggal secara teknis, belum
menguasai fungsionalitas ee Excel lebih
mendalam atau tools tools yang membantu
kita ya mungkin kalau
audit
seperti
AT kelas gitu. Terkait dengan defisit
regulasi pemahaman mungkin teman-teman
mahasiswa akuntansi yang dipelajari
banyak gitu tidak hanya dituntut untuk
belajar audit saja gitu. Jadi terkait
dengan banyaknya hal yang harus
dipelajari dengan
pekerjaan yang akan kita jalani. Nah,
itu kan sangat-sangat tidak berimbang
apa yang kita pelajari dengan apa nanti
yang akan kita kerjakan.
Yang terakhir terkait dengan kesenjangan
interpersonal, kurangnya kemampuan
komunikasi profesional dan esensial
untuk berhadapan dengan klien gitu,
Teman-teman. Terlalu fokus untuk belajar
gitu ya. ini lebih ke soft skill-nya.
Bagaimana kita ee memiliki kemampuan
untuk belajar komunikasi gitu. Kemampuan
public speaking itu sekarang menurut
saya bukan hanya bagi teman-teman yang
mungkin dari di jurusan-jurukasan
seperti hubungan internasional gitu ya
yang berhubungan-berhubungan dengan
mereka harus memiliki kecapakan
kecakapan komunikasi. even di suatu
jurusan akuntansi kecakapan terkait
dengan public speaking itu juga sangat
perlu teman-teman. Jadi di sini mungkin
Teman-teman yang masih mahasiswa gitu ya
silakan terkait dengan kemampuan public
speaking-nya itu diasah karena itu akan
sangat berguna ketika teman-teman nanti
bekerja. Ketika teman-teman bekerja
minimal teman-teman harus berkomunikasi
dengan teman kerjanya. Teman-teman harus
berkomunikasi dengan atasan teman-teman.
Teman-teman harus berkomunikasi dengan
calon-calon klien teman-teman gitu.
Ketika teman-teman tidak memiliki itu,
itu akan sangat sulit. Tapi ketika
teman-teman memiliki, sudah memiliki
public speaking yang baik, even
teman-teman enggak bisa dalam suatu
pekerjaan, teman-teman itu akan bisa
mengkomunikasikannya dengan baik. Jadi
tidak ada tuh yang namanya miskomunikasi
dalam suatu perusahaan.
Nah, ini tadi ya adanya jurang pemisah
antara teori dan realita di lapangan.
Jadi teori di kelas itu seperti hanya
buku teks, buku praktik saja. Ee yang
penting teman-teman ngejar nilai A gitu.
Banyak kok ee lulusan-lulusan akuntansi
dapat nilai itu A semua ee auditnya A,
pajaknya A. Kemudian di akuntansinya
praktik auditnya, praktik akuntansinya
komputer akuntansinya itu A semua. Tapi
ketika dihadapkan dengan praktik, diberi
suatu tes ya bikin laporan arus kas
gitu. bagaimana ee prosedur audit. Nah,
masih bingung, masih kesulitan. Nah, itu
tadi lebih ke mengejar pada tadi suatu
hasil nilainya tanpa melihat terkait
dengan proses dan praktik nyatanya. Nah,
ini tadi lebih ke kurangnya ya,
kurangnya simulasi kompleksitas dunia
KAP sesungguhnya. Jadi praktik nyata di
lapangan itu
sangat-sangat kompleks. Jadi lingkungan
penuh tekanan, working paper yang
kompleks, anomali data, simulasi
wawancara dengan klien, simulasi
bagaimana teman-teman harus melakukan ee
suatu proses audit. Nah, itu kan yang
sangat-sangat tadi ee skill gap-nya
sangat-sangat terlihat ya gitu.
Ee kami sangat menyadari itu ketika
teman-teman bekerja ternyata masih
banyak hal yang temanteman tidak paham.
Jadi harus dijelaskan kembali. Nah, itu
sepertinya sudah memang zamannya gitu.
Jadi tidak bisa memaksa juga. Tapi ini
harusnya jadi aware ya buat teman-teman
untuk bisa lebih lagi nih ee
menyelaraskan antara teori dan praktik
yang ada di lapangan.
[berdehem]
Nah, ee di sini terkait dengan untuk
menjembatani teori dan praktik lapangan
di sini dari pihak ee smart counting dan
juga
Winspira Group. Nah, ini kita
memperkenalkan terkait dengan audit
learning. Nah, ini ee kita memberikan ee
informasi ya aja ya teman-teman. kita
terkait dengan demo aplikasinya.
Jadi, ada audit learning di mana audit
learning ini eh platform e-learning
interactif pertama di Indonesia yang
dirancang untuk memindahkan pengalaman
kerja nyata ke AP dan internal audit
langsung di layar. Jadi nanti di dalam
audit internal ini teman-teman akan
praktik ya terkait dengan audit laporan
keuangan dan internal audit di software
audit learning. Jadi lebih ke kertas
kerja audit yang kita buat versi
online-nya. Kalau sebelumnya kita
mungkin belajarnya kertas kerja itu di
Excel ya, pakai Excel gitu. Nah, dengan
adanya aplikasi praktik audit ini,
Teman-teman bisa langsung nih aksesnya
itu by Chrome. Ini kan kita sudah
mengikuti perkembangan zaman sekarang
ya. Sekarang kalau misalkan mau belajar
tuh enggak harus bawa laptop, enggak
harus ee bawa buku besar dan sebagainya.
Kita bisa akses dari smartphone kita,
mungkin dari tab teman-teman gitu. Jadi,
aplikasi kertas kerja untuk edukasi
audit learning system ini.
Nah, ini terkait dengan [berdehem]
gambarannya ya, terkait dengan praktik
ee persiapan audit hingga laporan
keuangan audit itu jadi satu di sini.
Jadi, Teman-teman dari mulai legalitas
perusahaannya, kemudian ee perikatannya,
permintaan data ke kliennya, ris
assessment-nya, pengujian masing-masing
akunnya hingga ke working eh paper-nya,
kertas kerja. hingga laporan keuangan
auditnya itu akan dipelajari semua di
sini.
Nah, ini contoh gambaran untuk pengujian
akunnya ya. mulai dari pengujian kas dan
setara kasnya yaitu dari internal
kontrolnya, kemudian dari prosedurnya,
dokumen apa yang harus dibutuhkan,
kemudian rekap balasannya, rekonsiliasi
bank hingga ke jurnal koreksi nanti akan
dipelajari di audit learning ini.
Jadi dengan adanya audit learning ini ee
seperti ekosistem simulasi dunia nyata.
Jadi teman-teman akan ee lebih ke case
praktik, bukan hanya buku audit yang
tebal, tapi teman-teman lebih ke
praktiknya. Jadi studi kasus berbasis
praktik, kemudian modul belajarnya ee
belajar mandiri karena kurikulum
sekarang kan lebih
terkait dengan teman-teman harus
dituntut teman-teman praktik mandiri.
Jadi enggak hanya ee banyak mendengarkan
penjelasan aja, tapi bagaimana
teman-teman praktik mandiri menemukan
terkait dengan ee apa yang harus
dilakukan. menemukanmenemukan hal-hal
baru ya ketika teman-teman praktik
mandiri tersebut gitu dan simulasi
kertas kerja audit nanti dari mulai
teman-teman harus mempersiapkan dari
perikatan hingga laporan keuangan itu
semuanya sudah terdokumentasi
dan juga nanti di audit learning juga
ada kuis interaktif dan tracker jadi
pemantauan perkembangan terkait dengan
hasil audit teman-teman jadi istilahnya
kalau teman-teman nanti di audit
learning tersebut. Nah, ee teacher-nya
gitu ya atau mungkin dosennya ataupun
gurunya nanti bisa melihat terkait
dengan perkembangan hasil pengerjaan
teman-teman itu sampai mana gitu. Jadi
enggak hanya ee teman-teman mengerjakan
aja udah, tapi kita sebagai mentornya,
sebagai teachernya bisa melihat ee
terkait dengan praktik teman-teman itu
sampai mana. Kemudian terkait dengan ee
ketepatan teman-teman mengerjakannya itu
juga bisa terlihat. Jadi harapannya
audit learning ini bisa lebih ideal dan
pelengkap praktikum bagi mahasiswa dan
sarana transaksi karir profesional
nonakuntansi. Jadi audit learning ini
juga hadir dari keresahan-keresahan ya
keresahan-keresahan
ee teman-teman yang sudah lulus. Tapi
terkait dengan skill praktiknya itu
sangat-sangat minim dan juga
keresahan-keresahan bagi
dosen-dosen gitu ya ketika mau
mengajarkan. Tapi terkait dengan
alat bantunya itu enggak ada gitu ya.
Untuk praktiknya itu belum ada sehingga
audit learning ini hadir untuk
menjembatani itu. Jadi awalnya
berawalnya itu dari keresahan-keresahan
itu. Nah, dari keresahan-keresahan itu
muncul nih ee untuk dibuatkan audit
learning yang mana teman-teman nanti
bisa ee langsung aksesnya itu enggak
terbatas ketika teman-teman buka laptop
gitu. Buka laptop harus buka laptop.
harus masuk ke
[berdehem] harus ee mengerjakan saat
teman-teman membuka laptop saja. Tapi
dari HP teman-teman juga bisa, dari tab
juga teman-teman bisa gitu. Teman-teman
ada di mana gitu juga tetap bisa. Jadi
enggak harus yang di lab audit gitu ya.
Biasanya kan ee untuk materi-materi
seperti praktik audit harus di lab audit
gitu ya, di lab komputernya gitu. Nah,
dengan adanya ini teman-teman lebih
fleksibel lagi teman-teman mau belajar
dari mana aja itu tetap bisa.
Nah, ini pengenalan aja terkait dengan
audit learning tadi. Itu ada di kelas
master class audit. Nah, itu
belajarnya [berdehem] dari mulai audit
fundamental, kemudian lebih ke audit
planning, audit internal, kemudian
teknik prosedur auditnya hingga audit
paper sampai audit software Atlas juga
dijelaskan. Karena kalau pemahaman
terkait dengan audit software Atlas itu
juga sangat perlu dan audit reporting
yaitu lebih ke bagaimana teman-teman
menyampaikan hasil laporan keuangan
auditnya. Kemudian terkait dengan kadir
preparation persiapan buat teman-teman
yang mungkin lebih mau mengarah di dunia
audit dan juga nanti ada ujiannya. Nah,
jadi teman-teman enggak hanya praktik
aja, tapi teman-teman nanti nanti juga
akan diuji. Jadi tadi terkait dengan
kompetensi teman-teman itu terbukti.
Jadi enggak hanya teman-teman ikut aja,
dengerin aja tiba-tiba teman-teman dapat
sertifikat. Tapi sertifikat yang
teman-teman dapatkan benar-benar dari
hasil teman-teman praktik dan terbukti
gitu. Nah, ini ya ee
penutup di akhir. Motivasi juga untuk
teman-teman. Jadi, masa depan milik
mereka yang siap beradaptasi. Kalau
teman-teman mau menjadi auditor,
teman-teman juga harus siap beradaptasi
dengan perkembangan teknologi yang ada,
dengan perkembangan regulasi yang ada,
dengan tuntutan-tuntutan di dunia kerja
yang ada. Audit ini bisa diibaratkan
sebagai tulang punggung perekonomian
global. Jadi, profesi ini tidak akan ee
tidak akan mati ya. Ia hanya akan
berubah wujud. Jadi teman-teman dengan
adanya AI dan sebagainya auditor itu
tidak akan hilang tapi akan itu tadi
berbeda wujudnya dengan adanya
bantuan-bantuan AI itu. Jadi teman-teman
silakan mulai dari sekarang yang mau
menjadi auditor gitu ya, yang mau
menitik karirnya di auditnya silakan
ditingkatkan keterampilan teknisnya,
dias skeptismenya, profesionalismenya,
dan jadilah arsitek kepercayaan di era
digital gitu. Jadi auditor sekarang itu
tidak hanya sebagai agen deteksi ya atau
detektif, tapi arsitek kepercayaan di
era digital saat ini. Oke, itu tadi
terkait dengan materi kita untuk di
audit learning-nya, Teman-teman. Eh,
saya tadi tidak dikasih oleh adminnya
akses kelasnya ya. Sebentar,
Teman-teman. Kalau mau lihat di aplikasi
audit learning-nya itu bisa langsung aja
ya di
sebentar
saya cekkan dulu.
Mungkin teman-teman hanya bisa sampai
buat akunnya ya, tidak bisa sampai
praktiknya untuk webinar ini karena saya
tadi
tidak diberikan akses
untuk sof ee masuk kelasnya. Karena
kalau di audit ini, audit learning-nya
teman-teman harus
masuk ke kelasnya.
Coba ya saya cekkan.
Oke, coba saya tampilkan juga ya supaya
teman-teman ada gambaran.
Nah, ini contohnya
kita login
dengan akun yang sudah ada. Nah, ini
contohnya.
Nah, nah di sini teman-teman nanti akan
praktik langsung
dari mulai legalitas perusahaannya atau
klien kita ya.
nanti hingga perikatan, kemudian
verifikasi permintaan datanya, apa saja
data yang diperlukan ketika teman-teman
melakukan audit. Yang paling penting
juga
kode akun yang ada dan laporan
keuangannya.
Kemudian ris assessment, prosedur
analitis, materialitas, resiko bawaan,
internal kontrol,
pengujian masing-masing akun. Nah, ini
juga akan dibahas ya kayak teman-teman
menguji piutang itu apa saja step by
step-nya yang harus dilakukan,
prosedurnya, dokumennya
ini ya. Hingga jika ada kesalahan
mungkin di dalam laporan keuangannya
kita melakukan koreksi.
Ini contohnya
cuma nanti ini ee kita enggak sampai
praktik ini ya.
Nah, ini contoh rekap top schedule-nya.
Nah, ini kertas kerjanya. Kertas
kerjanya juga otomatis ya ketika
teman-teman mengerjakan di bagian
pengujian nanti di bagian adjustment-nya
ini akan otomatis dari sistemnya.
Nah, ini terkait dengan laporan
auditnya.
opini yang diberikan dari hasilnya kita
terbitkan. Kemudian teman-teman
melampirkan hasil laporan auditnya,
audit independens-nya, kemudian
manajemen eh representation letter-nya
gitu.
Nah, ini contohnya ya.
Oke,
info kelasnya. Oke, kita [berdehem] ke
tanya jawab ya, Teman-teman. Tadi
kelasnya ini. Nanti detail kelasnya
Teman-teman nanti bisa tanyakan ke
adminnya ya ee di admin kelasnya mungkin
ya terkait dengan detail kelasnya. Tapi
terkait dengan kelas eh untuk audit
learning-nya karena memang ini dirancang
untuk teman-teman yang mau praktik
langsung. Nah, ini terkait dengan
kelasnya itu di masterclass audit ya.
Tuh, tadi dapat titipan dari adminnya
ada kelas master class audit di mana
nanti teman-teman akan belajar
1 2 3 4 5 6 7 8 9 8 ya del8 poin
pembelajaran dengan ujiannya juga dari
mulai audit fundamentalnya pengantar
auditnya jadi di sini kita teman-teman
enggak tiba-tiba praktik ada pengantar
auditnya juga kemudian laporan keuangan
nah ini akan dikenalkan karena memang
yang akan diaudit nanti untuk praktik di
audit audit learning-nya adalah audit
laporan keuangan. Kemudian dari audit
planning dan assesment-nya. Jadi seperti
apa sih ee persiapan sebelum melakukan
audit? Nah, itu. Kemudian audit internal
juga akan disampaikan karena ini juga
penting. Jadi, audit internal ini salah
satu profesi yang juga banyak dicari di
dalam suatu perusahaan tapi tidak
diajarkan ketika teman-teman menjadi
mahasiswa. Mungkin jarang ya teman-teman
yang dari jurusan akuntansi dapat materi
audit internal gitu. Karena
mungkin enggak tahu ya untuk di
kurikulum yang terbaru ini, tapi kalau
misalkan melihat dari kurikulum yang
lama, audit internal itu tidak spesifik
ada di dalam mata kuliah kita gitu.
Kemudian ada teknik dan prosedur audit
dan working papers. Ini Pak nanti pakai
audit learning tadi. Kemudian
teman-teman juga diajarkan ya dikenalkan
software audit Atlas juga. Karena nanti
relatornya ketika di dunia kerja mungkin
akan terpakai juga ketika teman-teman
itu paham atlas. Karena sampai saat ini
ee selain suatu KAP itu punya working
papers-nya sendiri juga biasanya masih
banyak juga yang menggunakan atlas.
Kemudian audit reporting dan karir
preparation. Untuk teman-teman yang mau
nanti lanjut di eh auditor itu nanti
bisa banyak sharing di sini nanti
terkait dengan karir preparation sebelum
audit nanti juga ada ujiannya. Jadi
dibuktikan kompetensi teman-teman dengan
adanya ujian seperti itu. Nanti silakan
di konfirmasi lagi ke adminnya kalau
misalkan ee tertarik dengan kertas
master class auditnya
gitu ya. Oke, kita ke pertanyaan ya.
Sesi tanya jawab. Silakan mungkin tanya
jawabnya kita di kolom chat ya
teman-teman. ini kita buka mungkin
tiga pertanyaan atau bentar ini dari
tadi banyak ya
jurusan waai ee bisa kalau jadi auditor
internal ya
auditor ini harus turun ke lapangan atau
hanya sistem aja.
[berdehem] Keduanya ya teman-teman
enggak hanya ee akan berkecimbung dengan
sistem aja tapi teman-teman juga akan ee
terjun ke lapangan jika diperlukan.
Contohnya seperti apa? Contohnya ketika
teman-teman harus mengaudit ee aset gitu
ya. mengaudit aset, aset tetap, kemudian
mengaudit persediaan gitu ya. Kalau di
perusahaan-perusahaan dagang biasanya
teman-teman harus ee datang langsung
melihat nih apakah benar aset yang di
laporkan di laporan keuangan sekian
ketika teman-teman memperiksa memeriksa
langsung fisiknya itu sesuai atau tidak.
Kemudian terkait dengan persediaan juga
itu juga harus diperiksa.
kertas kerja umumnya isinya apa? Kertas
kerja audit berarti terkait dengan
prosedur audit kita apa saja yang ee
dari
perencanaan audit gitu ya hingga
eksekusi auditnya.
Oke, semua bisa untuk pertanyaan mungkin
teman-teman yang mau bertanya lebih ini
ditulisnya di Q&A aja ya karena kalau di
kolom chat ini
ketumpuk dengan chat-chat teman-teman
ya.
Kak, kalau dari Heeh ini
entar gimana biar enggak ikut?
E entar ya, Teman-teman. Ini saya sambil
pilah-pilah pertanyaan teman-teman
dari
keluluhan chat yang ada.
Apakah hanya jurusan akuntansi? Kalau
jurusan ekonomi bukan spesifik akuntansi
jadi auditor apa butuh sertifikasi
sertifikasi khusus jurusan akuntansi.
Oke. Jadi kalau misalkan teman-teman
yang mau berkarir di audit ini mungkin
yang pertanyaan di auditor eksternal ya.
Kalau di auditor eksternal
itu sebenarnya kalau misalkan berkarir
ya hingga ke tahap manajer tadi kan ee
tingkatannya ada sampai partner di
tahapan di tingkatan manajer itu masih
bisa. Tapi ketika teman-teman mau ee
mendirikan kantor akuntan publik sendiri
ya, Kap sendiri memang persyaratannya
itu lebih ee
lebih rincilah bukan rinci ya lebih
sangat spesifik ya di bagian lulusan
akuntansinya gitu. Karena memang ketika
teman-teman menjadi partner itu kan
resikonya juga sangat besar. Jadi ketika
teman-teman mungkin waktu kuliah tidak
mengambil ee S1 Akuntansi tapi mau
berkarir di auditor, teman-teman tetap
bisa gitu kan. Teman-teman tidak bisanya
itu sebagai partnernya ya. Teman-teman
mungkin bisa menggandeng nih temannya
yang sudah lulusan S1 Akuntansi yang
dulunya S1 Akuntansi untuk
berpatter dengan teman-teman ataupun
teman-teman dari auditornya tadi kan
banyak ya auditor auditor internal bisa
di auditor pajaknya bisa kemudian di
auditor forensiknya atau investigasinya
juga bisa
tapi kalau mau memiliki kantor akuntan
publik sendiri
itu ambilnya yang CPA tadi gitu. Tapi
rata-rata
yang ambil CP enggak tahu ya ini fan ee
funfake-nya atau enggak, tapi kebanyakan
auditor itu cowok
yang stay ya maksudnya yang stay
bertahun-tahun gitu ya, yang sampai
didalami hingga partner itu rata-rata
cowok. Ada yang tahu enggak kenapa
banyak auditor itu lebih banyak cowok
yang sampai partner ya daripada cewek?
Kalau ketemu dengan KAPKAP gitu ya
biasanya kan KAP apa gitu itu kan
biasanya partnerannya itu
lebih banyaknya cowok
suka terjun lapangan. Aku mungkin cewek
lebih ke emosional.
Nah, jadi realitanya itu ketika
ee KAP ya atau partner itu memilih ee
senior auditornya atau memilih junior
auditornya itu memang lebih banyak itu
cowok ya. Kenapa? Karena dari sisi tadi
ketika teman-teman jadi auditor itu kan
tuntutannya banyak gitu. Teman-teman
juga harus ee ikut terjun ke lapangan.
Apalagi kalau auditnya itu kayak tadi,
Teman-teman harus mengaudit ee aset
tetapnya, mengaudit terkait dengan
persediaannya, kan harus ee terjun ke
lapangan. Nah, kalau cewek ketika terjun
ke lapangan mungkin kalau masih single
ee it's oke ya. Ee ruang geraknya itu
masih bisa. Tapi ketika mungkin sudah
berkeluarga dan sebagainya, ruang gerak
untuk seorang wanita itu kan lebih
terbatas dari pria ya. Kemudian terkait
dengan tekanan-tekanan yang ada di
auditor itu, itu kan biasanya memang
harus ee memiliki mental yang cukup kuat
ya. Jadi enggak banyak makanya banyak
yang lebih bertahan itu cowok. Karena
biasanya cowok terkait dengan mentalnya,
terkait dengan tuntutan di dunia
pekerjaan dan sebagainya,
emosionalnya gitu. Terus terkait dengan
tanggung jawab-tanggung jawab lainnya.
Nah, itu jadi kalau mungkin menemukan ya
perbandingan auditor yang cewek dengan
yang cowok gitu.
Oke, ini di Q ya. [berdehem]
Kalau ikut kelasnya nanti jadi
sertifikasi atau sertifikat biasa. Nah,
untuk sertifikasinya ee untuk
pelatihannya itu nanti teman-teman dapat
sertifikat pelatihan sama kalau
teman-teman lulus ujian itu sertifikasi
kompetensi karena ada ujiannya.
ini bisa di
ee
kalau offline kita ada kalau offline
kita belum ada ya
pertanyaan apa nih?
Oh, kelewat dimaksud dengan problem
solving anomali apa? Oke, jadi problem
solving anom eh dari kata anomalinya ya,
yaitu anomali itu penyimpangan. Jadi
misalkan teman-teman nih di dalam satu
ee kelas semuanya seram ee
serentak nih pakai seragam misalkan
putih. Nah, tiba-tiba ada yang pakai
seragam warna hitam gitu. Jadi
penyimpangan yang ada gitu ya. Jadi,
problem solving anomali itu terkait
dengan penyelesaian masalah terkait
dengan penyimpangan-penyimpangan yang
ada di dalam suatu perusahaan gitu.
Kalau jadi auditor ya terkait dengan di
dalam ee akun-akun yang ada, di dalam
laporan keuangan yang ada gitu. Jadi,
pemecahan masalah terkait dengan anomali
atau penyimpangan-penyimpangan yang ada
baik itu di datanya, kejadiannya atau
yang lainnya.
Kalau offline t kalau kalau di
homebase-nya
itu di Jawa Timur. Tapi kalau untuk
kelas auditnya ini kayaknya masih
tersedianya online karena instrukturnya
itu ee kerjanya ada yang ee auditor di
Jakarta, ada yang di auditor di
Kota Malang, ada yang auditor di Jawa
Tengah gitu. Jadi
untuk auditnya kelasnya itu masih
online.
Kak untuk pred manajemen ke sektor
publik cocoknya jadi audit apa? Kakaknya
bisa jadi auditor internal, bisa jadi
tadi kalau mau berkarir di sektor sektor
publik ya mungkin yang sesuai dengan apa
yang dipelajari bisa tadi di auditor di
bagian governance di BBK, BPKP gitu.
Jadi ikutnya ikut CPNS ya,
Kak. Kalau kampusnya enggak terkenal tuh
masih ada kesempatan enggak jadi? Masih.
Ini Oh, pertanyaannya dari Animus ya.
Enggak bisa kelihatan namanya. Masih
banget ya, Teman-teman. Jadi teman-teman
yang bukan dari jurusan atau dari kampus
top three, top five gitu ya, jangan
pernah minder. Karena perusahaan itu
sekarang ngelihatnya itu bukan dari asal
kampus teman-teman, tapi dari skill yang
teman-teman miliki. Diibaratkan aja ya
teman-teman nih ada dua orang pelamar.
Satunya dari kampus ternama mungkin dari
kampus 10 besar terbaik ya di Indonesia.
Satunya dari kampus swasta mungkin yang
enggak terkenal juga. Tapi ketika dua
orang ini melamar kerja, yang satunya
yang dari kampusah hanya pakai ijazahnya
aja. Yang yang kedua yang dari kampus
swasta itu diimbangi dengan skill-skill
yang dimiliki yang sesuai dengan
posisinya saat melamar. Contohnya
sebagai auditor diimbangi dengan
kemampuan-kemampuannya
terkait dengan audit itu sendiri.
perusahaan tuh enggak akan langsung
milihnya itu yang hanya membawa ijazah
saja, tapi yang memiliki skill gitu.
Karena kalau ijazah itu tidak
menunjukkan ijazah dari kampus ee ya
tidak menunjukkan bahwa teman-teman itu
berkompetensi
tapi
lebih ke skill yang teman-teman miliki.
J sekarang kalau ee misalkan kita banyak
ee interview ataupun
HR mencari kandidat itu enggak lagi
teman-teman lihat IPK teman-teman berapa
itu jarang sekarang atau dari kampus
mana gitu. Tapi skill-nya apa?
Dibuktikan dengan apa? Makanya sekarang
kan banyak ee teman-teman mahasiswa
nampilin portofolionya di Linkin-nya,
nampilin bukti-bukti ee terkait dengan
kegiatannya atau hasil-hasil yang dia
lakukan saat perkuliahan itu kan di
media sosialnya ya. Salah satunya itu
untuk HR itu notice gitu. Jadi buat
ketika rekrutmen ee rekritmen itu
melihat gitu ya, mencari terus melihat
teman-teman ya bakalan langsung di
approve. Bahkan sebelum teman-teman
melamar biasanya
udah dihubungi lebih dulu gitu. Jadi
jangan berkecil hati ya kalau
teman-teman bukan dari ee kampus ternama
dan sebagainya. Teman-teman tetap
memiliki peluang yang sama dengan
teman-teman yang mungkin dari
kampus-kampus yang
terkenal gitu. Jadi jangan berkecil
hati.
Oke, pokoknya sekarang aja pakai standar
baru buat penyusunan laporan keuangan
yang standar pakai SAKIP. Nah, kalau
misal ada PT yang belum kita standar
baru, nah cara auditor menyesuaikannya
gimana? Nah, terkait dengan penyesuaian
standar ya. Jadi terkait dengan kita
mengaudit suatu perusahaan pasti kita
akan mengacu dulu standar yang digunakan
oleh perusahaan tersebut apa. Ketika
standar yang digunakan misalkan ee masih
SAK ETAP gitu ya atau SAK atau SAKEP ya
untuk auditnya harus sesuai dengan
standarnya. Baru nanti di bagian ketika
kita memberikan
ini ya terkait
rekomendasi. [berdehem]
Nah, itu baru nanti mungkin karena
biasanya kan perusahaan itu tidak
tiba-tiba akan mengganti standarnya
gitu, perlu proses dan sebagainya. Jadi,
ee sebagai auditornya tetap menyesuaikan
dengan standar yang digunakan baru nanti
memberikan rekomendasi ketika standar
itu memang sudah tidak bisa ee sudah
tidak seharusnya digunakan karena ada
regulasi yang mengatur ternyata PT ini
harus menggunakan standar EP misalkan
SAKEP. Nah, tapi ketika ee teman-teman
mengaudit laporan keuangan sebelumnya
yang menggunakan standar yang lama, nah
teman-teman juga harus ee mengikut dari
standar yang digunakan itu baru nanti
diberikan rekomendasi.
Tanya bisa kasih hasil audit wajar tanpa
pengecualan dan itu gimana ya? Enggak
paham soalnya. Waduh, kalau ini
sebenarnya nanti
ee tidak serta-merta ee wajar tanpa
pengecualian diberikan gitu ya. Banyak
prosedurnya, banyak hal yang harus
dilakukan. Makanya tadi ketika
teman-teman ngaudit tadi ya, mulai dari
audit planning-nya, risk assessment-nya,
working papers-nya gitu ya,
prosedur-prosedur auditnya hingga jadi
laporan keuangan. Tadi opini kan ada
empat ya. Nah, ketika suatu auditor
memberikan ee opini wajar tanpa
kepengualian, artinya laporan keuangan
yang disampaikan itu bukan berarti 100%
benar, bukan. Karena auditor tidak
melihat ee bukan mengecek benar atau
tidak. Karena auditor tidak bisa
memberikan kepastian kebenaran itu,
gitu. Tapi auditor bisa memberikan opini
bahwa laporan keuangan yang disajikan
itu wajar gitu. Toh pun ada mungkin
human eror dan sebagainya. gitu. Itu
tidak
melebihi dari batas kewajarannya gitu
ya, Kak Desi.
Oke, sebenarnya kalau untuk akses PSAK
dan S ee SPAP ya, Teman-teman. Memang
kalau teman-teman mau punya ee PSAK-nya
langsung, nah itu memang harus ikut
asosiasi kayak IAI gitu ya atau IAPI.
Tapi kalau misalkan belajar-belajar dari
ee belajar-belajar sekarang kan lebih
mudah ya, karena sekarang akses untuk
teman-teman ee mengakses suatu
pengetahuan kan lebih sangat gampang
daripada dulu harus ke purpus gitu ya,
harus offline dan sebagainya gitu. J.
Kalau mau belajar-belajar nanti
teman-teman bisa mungkin ikuti ee media
sosial-media sosial yang membahas ya
seputar PSAK gitu atau seputar audit ya
standar audit gitu.
Tapi kalau misalkan teman-teman memang
ee dirasa saya mau nih ee menuju
profesional ya silakan teman-teman ikut
keanggotaan gitu. Tapi kalau dirasa itu
nanti akan ee berimpact ya pada karir
teman-teman. Jadi kalau ikut sesuatu
jangan karena FOMO, jangan karena yang
ee temannya ikut jadi teman-teman ikut
atau sebagainya. Tapi teman-teman harus
pahami dulu, kenali diri teman-teman,
arah karir teman-teman mau seperti apa.
Jadi ditanya dulu nih ke dirinya sendiri
dulu. Nanti teman-teman petakan
teman-teman arah karirnya mau ah gitu
harus step by step-nya apa. Nah, itu
teman-teman petakan.
Jadi auditor harus punya sertifikasi
dari IAI enggak, Kak? Kalau auditor
sertifikasinya bukan dari IAI ya. CP
tadi,
Kak. Sertifikasi yang diperlukan
menunjang CV itu full wajib enggak?
Oke, Teman-teman. Ini masih mahasiswa
mungkin ya. Terkait dengan sertifikasi
teman-teman ee dicek dulu ya teman-teman
mau arah karirnya ke mana gitu. Jadi
enggak tiba-tiba ee teman-teman ambil
sertifikasi semua teman-teman ambil tapi
teman-teman sesuaikan dengan arah karir
teman-teman gitu. Nah, kalau untuk tuvel
sebenarnya kalau untuk tuvel itu ee
bukan
ini skill wajib ya sebenarnya bukan
skill wajib ya lebih ke sunah lah gitu
ketika teman-teman memiliki pemahaman
kemampuan ee terkait dengan bahasa
Inggris karena kalau jadi auditor
apalagi teman-teman mau jadi auditornya
misalkan cita-citanya auditor di Big
Ford ya teman-teman akan dituntut nih
untuk pemahaman di skill ee bahasa
Inggrisnya karena nanti teman-teman akan
berhubungan dengan klien-klien dari luar
negeri yang mana ya karena perusahaannya
multinasional, teman-teman juga harus
paham bahasa internasionalnya juga gitu.
Penting sih kalau misalkan teman-teman
memang mau ambil tuel tapi teman-teman
juga lihat lagi ya arah karir
teman-teman mau ke mana gitu. Apakah
teman-teman ketika mau melamar kerja
atau melamar ee suatu pekerjaan impian
disyaratkanah tuvelnya itu gitu.
Kak di kelas gratis.
[berdehem] Kalau untuk kelas gratis
saya kurang paham ya, Teman-teman. Kalau
untuk kelas berbayar tadi itu tadi dapat
informasi dari adminnya ya, tapi
detailnya lagi nanti teman-teman coba
dikonfirmasi lagi ke adminnya bagaimana.
Oke, sudah terjawab semua ya yang di
Q&A-nya.
Oke, kalau misalkan tidak ada yang mau
ditanyakan lagi terkait dengan
teman-teman,
nanti
untuk informasi lebih lanjutnya terkait
dengan kelasnya, silakan nanti kalau
misalkan memang mau lanjut ditanyakan
kembali ke adminnya ya gitu. J mungkin
akan ada penawaran khusus ya untuk
teman-teman yang ikut webinar ini. Tapi
nanti silakan dikonfirmasi lagi ya
terkait dengan adminnya. Kalau enggak
salah tadi
[berdehem]
ada harga khusus untuk teman-teman di
350 kalau enggak salah atau diskonnya
yang 350 atau harga kelasnya jadi 350.
Nanti teman-teman silakan dikonfirmasi
lagi ya. Tadi karena ee sekilas aja
waktu diberitahunya. Tapi nanti
teman-teman silakan dikonfirmasi kalau
misalkan memang
syukur-syukur ya di harganya Rp350. Tapi
kalau di diskon jadi di diskon 350 juga
masih sangat worth it gitu. Oke, gitu ya
teman-teman untuk ee webinar kita pada
malam hari ini. Kalau tidak ada
pertanyaan mungkin saya cukupkan. Terima
kasih kepada teman-teman semuanya yang
sudah meluangkan waktunya untuk kita ee
lebih mengenal lagi nih terkait dengan
profesi audit. Harapannya ini bisa
memberikan ee insight baru untuk
teman-teman semuanya yang mau berkarir
di audit gitu ya. yang mau lebih
memperdalam lagi pemahaman di bidang
auditnya. Harapannya ini bisa menjadi
pintu utama ee pintu pertama teman-teman
untuk lebih bisa
maju lagi karirnya. Jadi yang tadi Mas,
yang tadi masih mahasiswa semoga ini
bisa membuka ee pemikiran teman-teman
nanti untuk arah ke depannya untuk yang
fresh graduate semoga ini bisa ee
menjadi jalan ya untuk teman-teman untuk
bisa menentukan nih teman-teman mau di
pekerjaan pertamanya apa ataupun yang
sudah bekerja semoga pekerjaan yang
sekarang itu bisa menjadi batu loncatan
teman-teman untuk bisa nih dapat karir
impian lagi ke depannya gitu. Mungkin
cukup sekian ee saya mohon maaf mewakili
dari pihak penyelenggara ataupun dari
saya sendiri selaku ee pemateri dalam
1 sampai 2 jam ini ya. Semoga kita bisa
bertemu kembali di lain kesempatan gitu
ya dengan teman-teman semuanya.
Saya akhiri untuk webinar kita pada
malam hari ini. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Selamat
malam, selamat istirahat.
untuk absensi nanti diberikan di grup
ya. Oke, terima kasih.
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

The Effect of Soiling on PV Performance Webinar
Seaward USA · English

Mi método de estudio desde BACH/EVAU hasta MEDICINA
Mercedes Sierra · English

🔴 LIVE | Pisowanan Agung lan Kembul Bujono Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo
Official WEB TV Wonosobo · Indonesian

مختصر تفسير ابن كثير 2 ـ سورة الفاتحة ـ الشيخ أحمد نبيل
القناة الرسمية للشيخ أحمد نبيل · English

Exhortation sur Malachie 3: 8-9 à propos de la Dime.
Eglise LILOBA NA ZAMBE du gabon · French

01. RUANG LINGKUP BIOLOGI - 1
Arif Kurniawan · Indonesian

05 | KEWAJIBAN MENASEHATI ISTRI | Kajian Kitab Uqudulujain || KH. Ahmad Wazir Ali
ampel.denanyar · English

Mengoperasikan Programmable Logic Controller (PLC) - Teknik Otomasi Industri
Direktorat SMK - Kemdikdasmen · English

川普豪賭比特幣,美國即將創造更多百萬富翁?
Terry Chen 泰瑞 · English

不僅僅是編程|如何成為成功的工程師
Terry Chen 泰瑞 · English

The Rothschild Who Funded the Boer War — And Walked Away With South Africa's Gold
Uncover Dossier · English

IPS Kelas 8 - Kondisi Geografis ASEAN | GIA Academy
GIA Academy · English
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.