0:09
Asalamualaikum warahmatullahi
0:11
wabarakatuh. Halo siswa hebat, selamat
0:13
datang kembali di channel Cakap
0:16
Informatika. Hari ini kita akan membahas
0:19
tentang teknologi keren yang semakin
0:21
banyak digunakan di sekitar kita, yaitu
0:24
Internet of Things. Sudah siapkah kalian
0:27
untuk belajar? Mari simak video
0:31
selengkapnya. Tahukah kalian sekarang
0:34
banyak benda di rumah yang bisa
0:36
tersambung ke internet? Nah, itu adalah
0:39
salah satu contoh dari penerapan
0:41
internet of things atau biasa disingkat
0:46
IoT sebenarnya adalah konsep di mana
0:49
benda-benda di sekitar kita seperti
0:51
termometer, kamera, atau bahkan kulkas
0:55
bisa terhubung ke internet dan saling
0:57
bertukar data. Jadi, tidak hanya HP atau
1:01
laptop saja loh yang bisa online. IoT
1:04
sendiri pertama kali dikenalkan oleh
1:07
Kevin Esten pada tahun 1999.
1:12
Internet of things terdiri atas dua
1:15
bagian utama, yaitu internet yang
1:18
mengatur konektivitas dan things yang
1:20
berarti objek atau perangkat. Jadi, ini
1:24
adalah benda-benda yang bisa terkoneksi
1:27
ke internet dan bisa mengumpulkan,
1:29
menyimpan, memproses, bahkan mengirimkan
1:33
data. Contohnya seperti smartwatch yang
1:36
bisa mengirimkan data-detak jantung ke
1:40
Dalam sistem IoT terdapat tiga elemen
1:43
utama yang perlu kita pahami. Pertama
1:47
ada perangkat atau sensor. Ini adalah
1:49
mata dan telinga dari sistem bertugas
1:52
mengumpulkan data dari lingkungan
1:55
sekitar. Contohnya seperti termometer
1:59
suhu. Elemen kedua adalah jaringan.
2:03
Jaringan ini berfungsi sebagai urat
2:05
nadi. Menghubungkan perangkat dengan
2:08
pusat pengolahan data. Koneksinya bisa
2:10
melalui Wii, internet, atau bahkan
2:14
Bluetooth. Terakhir, elemen ketiga
2:17
adalah cloud atau penyimpanan data. Di
2:20
sinilah seluruh data yang terkumpul akan
2:23
disimpan dan diproses lebih lanjut untuk
2:25
menghasilkan informasi dan pengambilan
2:28
keputusan. Mari kita lihat ilustrasi
2:31
sederhana bagaimana Ayo bekerja.
2:34
Bayangkan di rumah kita terpasang sensor
2:39
Seperti yang terlihat pada ikon pertama,
2:42
sensor ini mendeteksi suhu ruangan dan
2:45
menyadari bahwa suhu mulai meningkat.
2:48
Kemudian seperti yang digambarkan pada
2:51
ikon kedua, sensor ini mengirimkan data
2:54
suhu tersebut melalui koneksi Wii ke
2:56
cloud. Di ikon ketiga kita melihat cloud
3:00
yang menganalisis data yang diterima.
3:03
Berdasarkan analisis ini, sistem akan
3:06
secara otomatis memutuskan untuk
3:08
menyalakan AC. Nah, pada ikon terakhir
3:12
kita bisa melihat AC menyala secara
3:14
otomatis karena suhu ruangan terdeteksi
3:17
terlalu panas. Jadi, seluruh proses ini
3:20
terjadi tanpa kita perlu menekan tombol
3:22
remote sama sekali. Cukup keren,
3:25
bukan? Perangkat IoT memiliki beberapa
3:28
ciri khas ataupun disebut dengan
3:33
Pertama, kemampuan adaptasi yang
3:36
dinamis. Misalnya, lampu pintar yang
3:39
akan menyala saat kondisi ruangan
3:41
menjadi gelap tanpa perlu kita sentuh
3:44
saklarnya. Selain itu, penting untuk
3:47
diingat bahwa setiap perangkat IoT
3:50
memiliki identitas unik layaknya alamat
3:53
IP pada komputer. Ini memungkinkan
3:56
sistem untuk mengenali dan berkomunikasi
3:59
dengan masing-masing perangkat secara
4:02
Dan yang menarik, IoT bisa menggunakan
4:05
berbagai protokol komunikasi agar semua
4:08
perangkat bisa saling berkomunikasi
4:11
lancar. Selanjutnya, perangkat Oyoti
4:14
dapat bekerja secara otomatis tanpa
4:17
campur tangan manusia secara
4:20
terus-menerus. Ini yang disebut dengan
4:22
konfigurasi mandiri. Dan yang terakhir,
4:26
perangkat-perangkat ini bisa terkoneksi
4:28
ke jaringan informasi yang besar
4:30
sehingga bisa bertukar data dengan
4:33
perangkat lain. Misalnya sensor cuaca
4:36
yang mengirimkan info ke aplikasi
4:39
cuaca. Arsitektur IoT merupakan kerangka
4:43
kerja atau framework yang mengatur
4:45
struktur dan interaksi antar perangkat
4:50
Seiring kemajuan teknologi, arsitektur
4:53
IoT mengalami perkembangan untuk
4:55
menyesuaikan sistem dengan kebutuhan
4:58
aplikasi. Ada berbagai jenis arsitektur
5:01
atau susunan sistem dalam
5:04
IoT. Mulai dari 3 layar sampai 7uh
5:07
layer. Setiap layar memiliki fungsinya
5:10
tersendiri mulai dari pengumpulan data,
5:13
pengiriman, sampai analisis. Tapi
5:16
tenang, kita tidak akan terlalu jauh
5:18
untuk membahas masalah ini. Cukup tahu
5:21
bahwa sistemnya terdiri dari beberapa
5:23
lapisan kerja yang saling mendukung.
5:26
Lalu, mengapa sebenarnya IOTI ini begitu
5:29
penting? Jawabannya sederhana karena
5:32
segudang manfaatnya yang luar biasa bagi
5:35
kehidupan kita. Bayangkan saja dengan
5:38
otomatisasi seperti lampu cerdas yang
5:40
menyala sendiri saat hari mulai gelap,
5:42
banyak pekerjaan rutin yang terpangkas.
5:45
Ini juga berarti efisiensi waktu yang
5:48
signifikan. Misalnya, kita tidak perlu
5:50
lagi repot menyiram tanaman satu persatu
5:53
karena sistem IoT bisa melakukannya
5:55
untuk kita. Lebih dari itu, penghematan
5:59
biaya karena perangkat hanya bekerja dan
6:02
menggunakan energi di saat benar-benar
6:04
dibutuhkan. Dan yang tak kalah menarik,
6:07
kita bisa mendapatkan data real time
6:10
seperti informasi suhu ruangan secara
6:12
langsung dari sensor. Jadi dengan IoT
6:15
hidup kita menjadi jauh lebih praktis,
6:18
efisien, dan pada akhirnya semakin
6:20
pintat. Demikianlah materi kita tentang
6:23
Internet of Things. Semoga pemaparan ini
6:25
memberikan pemahaman yang lebih baik
6:27
mengenai konsep dasar, cara kerja,
6:30
karakteristik, dan betapa pentingnya IoT
6:32
dalam kehidupan kita saat ini dan di
6:35
Sampai jumpa lagi pada video
6:37
selanjutnya. Kurang lebihnya mohon maaf.
6:39
Wassalamualaikum warahmatullahi