0:08
Bung Hatta pernah berkata, "Aku rela
0:10
dipenjara asalkan bersama buku. Karena
0:12
dengan buku [musik] aku bebas.
0:21
Karena buku bukan hanya sekedar kumpulan
0:23
halaman, melainkan awal dari sejuta
0:26
inspirasi untuk [musik] membangun
0:32
Sebagai generasi muda, kita hidup di era
0:34
ketika informasi datang begitu cepat.
0:37
Dalam hitungan detik, kita dapat
0:39
mengetahui berbagai peristiwa [musik]
0:41
dari seluruh dunia. Namun, tidak semua
0:44
informasi mampu menjadi pengetahuan.
0:47
Pengetahuan lahir ketika kita mau
0:49
berhenti sejenak, membaca, memahami,
0:53
lalu mengolahnya menjadi sebuah [musik]
1:01
Sumatera Utara adalah tanah yang kaya
1:04
akan budaya, bahasa, sejarah, dan
1:09
Dari Danau Toba hingga ke Pulauan Nias
1:13
tersimpan begitu banyak cerita,
1:15
pengetahuan, dan kearifan lokal yang
1:18
layak diwariskan kepada generasi
1:22
Namun kekayaan tidak akan terus hidup
1:25
jika tidak dibaca, dipelajari, dan
1:28
dibagikan. Karena sejatinya [musik]
1:31
literasi bukan hanya tentang kemampuan
1:33
membaca kata demi kata, tetapi juga
1:36
tentang memahami kehidupan, melestarikan
1:39
budaya, serta menciptakan masa depan
1:46
Berdasarkan hasil pengukuran resmi
1:48
indeks pembangunan literasi masyarakat
1:51
dan tingkat kegemaran membaca tahun 2025
1:55
yang diterbitkan oleh Perpustakaan
1:57
Nasional [musik] Republik Indonesia,
1:59
Provinsi Sumatera Utara memperoleh nilai
2:02
IPLM sebesar [musik] 40,54.
2:05
Capaian ini menunjukkan bahwa
2:08
pembangunan ekosistem [musik] literasi
2:10
di Sumatera Utara terus berkembang
2:11
melalui berbagai upaya baik dari
2:14
pemerintah daerah, perpustakaan, [musik]
2:17
sekolah, komunitas hingga masyarakat.
2:21
Sementara itu, tingkat kegemaran membaca
2:24
Sumatera Utara berada pada angka 59,36.
2:29
Angka ini bukan untuk membuat kita
2:30
pesimis, tetapi menjadi pengingat bahwa
2:33
semangat membaca perlu terus ditumbuhkan
2:36
agar semakin banyak masyarakat
2:37
menjadikan membaca [musik] sebagai
2:39
bagian dari kehidupan sehari-hari.
2:46
Satu buku tentang pertanian dapat
2:49
membantu petani mengenal teknik budidaya
2:55
Satu buku tentang kewirausahaan
2:57
dapat menjadi awal lahirnya usaha baru.
3:02
Satu buku tentang kesehatan dapat
3:03
membantu keluarga membangun pola hidup
3:08
Satu buku tentang budaya dapat menjaga
3:10
warisan leluhur agar tetap [musik] hidup
3:13
di tengah perkembangan zaman.
3:16
Karena membaca bukan [musik] sekedar
3:18
menambah pengetahuan. Membaca adalah
3:23
investasi untuk diri sendiri, keluarga,
3:26
dan bagi masa [musik] depan Sumatera
3:35
Banyak orang berpikir perpustakaan
3:37
hanyalah tempat untuk menyimpan buku.
3:39
Padahal hari ini perpustakaan telah
3:42
[musik] bertransformasi menjadi ruang
3:43
belajar sepanjang kayat, tempat
3:45
bertemunya ide, lahirnya kreativitas,
3:47
[musik] dan ruat tumbuh bagi siapa saja
4:01
Sebagai generasi muda, kita memiliki
4:03
peran yang jauh lebih besar. Bukan hanya
4:06
menjadi pembaca, tetapi juga menjadi
4:08
penggerak budaya literasi. [musik]
4:11
Kita dapat mengajak teman membaca,
4:13
membuat konten edukatif, menjadi relawan
4:16
di taman baca, [musik]
4:17
berbagi buku, hingga memanfaatkan
4:20
perpustakaan sebagai ruang belajar
4:22
[musik] dan berkarya. Karena masa depan
4:24
Sumatera Utara tidak hanya dibangun oleh
4:27
infrastruktur, tetapi juga oleh
4:29
masyarakat yang gemar belajar, berpikir
4:32
kritis, [musik] dan terus mengembangkan
4:43
Mari jadikan perpustakaan sebagai teman
4:46
belajar sepanjang hayat. Mari tubuhkan
4:48
budaya membaca mulai dari diri sendiri,
4:51
keluarga, hingga lingkungan sekitar.
4:53
Karena Sumatera Utara memiliki sejuta
4:55
potensi dan setiap potensi dapat tumbuh
4:58
melalui satu kebiasaan sederhana, yaitu
5:10
Karena satu buku bukan hanya dapat
5:11
menambah pengetahuan, [musik] tetapi
5:13
juga mampu melahirkan sejuta inspirasi
5:16
untuk Sumatera Utara.