Asal Usul Nusakambangan | Cerita Rakyat Jawa Tengah | Kisah Nusantara
Alkisah dahulu kala ada seorang raja yang terekenal sakti mandraguna
dari Jawa Timur yang memiliki gelar Prabu Aji Pramosa.
Sang prabu berwatak keras kepala dan tak mau tunduk pada siapapun.
Bahkan kepada raja-raja dari kerajaan lain pun, dia tak mau mengalah.
Di wilayah kekuasaannya tinggalah seorang resi sakti, bernama Resi Kano.
Sang resi terkenal akan kesaktian dan kepandainnya
serta memiliki budi uhur sehingga banyak masyarakat yang menyukainya.
Mengetahui hal itu Prabu Aji Pramosa merasa sakit hati karena ada yang menandingi kesaktiannya.
Dia menganggap Sang Resi sebagai musuhnya.
Sang Prabu khawatir kelak Sang Resi akan mengancam kekuasaannya.
Hati dan pikiran Sang Prabu tak pernah tenang, dia selalu dibayang-bayangi
kekuasaannya yang runtuh dan hancur di tangan Resi itu.
Prabu Aji Pramosa berpikir bagaimana cara melenyapkan Sang Resi.
Hingga suatu hari di adakanlah rapat di istana dengan dalih untuk menyelamatkan kerajaan.
“ Para punggawa dan penasihat yang terhormat.
Terima kasih kalian semua telah hadir dirapat kali ini.
Hari ini aku akan menyampaikan sesuatu yang penting.
Kalian tahu bahwa saat ini negeri kita sedang terancam bahaya ? “
Semua orang yang hadir terkejut kebingungan mendengar perkataan dari sang Prabu,
“ Ampun, Prabu. Dengan segala hormat hamba !
Apa maksud dari perkataan baginda prabu ? Hamba belum begitu paham !”
" Aku memaklumi jika kalian kebingungan.
Akan tetapi hal ini sebenarnya sudah lama terjadi.
Dan aku menunggu waktu yang tepat untuk menyampaikannya !”
“ Ampun baginda Raja !
Lantas bahaya seperti apa yang mengancam negeri kita ini ? “
“ Dengarkan baik baik.
Sumber bahaya ini memang tak nampak.
Akan tetapi pengaruhnya sungguh mengerikan.
Bahaya itu adalah Resi Kano !”
Mungkin dimata semua orang dia terlihat orang yang baik dan berbudi luhur.
Akan tetapi tingkah laku dan pikirannya akan menggerogoti negeri kita.
Oleh karena itu, dia harus diusir dari negeri kita.
Jika perlu harus di lenyapkan dari muka bumi ini.”
Mendengar titah dari Sang Prabu semua orang yang hadir terdiam sejenak,
antara percaya dan tidak dengan apa yang baru saja mereka dengar.
“ Apakah kalian semua ingin melihat keluarga kalian
dan tempat tinggal kalian hancur di tangan resi itu ?”
Ucapan dari sang Prabu membuat para Punggawa itu sepakat untuk mengusir Resi Kano.
Saat itu juga mereka semua menyusun cara bagaimana melenyapkan Sang Resi.
Sementara itu Prabu Aji Pramosa tersenyum puas karena semua orang telah termakan hasutannya
serta merasa senang karena keinginannya segera terwujud.
“ Guru… Guru…Guru…
Ada hal penting yang ingin kusampaikan !
Gawat guru....! “
“ Tenanglah.... Tenangkan dirimu, apa yang ingin kamu sampaikan ?”
“ Jadi begini guru,
saya mendengar sebuah kabar buruk !”
“ Kabar buruk ? Kabar apa itu ?
Sehingga membuatmu tergopoh-gopoh seperti itu. “
“ Ja…ja… Jadi guru... Aku mendapat kabar,
bahwa pihak istana akan mengusir guru dari negeri ini. “
“ Hah… mengusirku ?
Atas dasar apa Sang Prabu memutuskan hal itu ?
Apakah aku telah melakukan kesalahan yang begitu berat ?”
“ Tak hanya mengusir, bahkan Sang Prabu sepertinya juga ingin menghabisi guru !”
Sang Resi terdiam mendengar kabar itu dari muridnya.
Sambil memikirkan kesalahan apa hingga membuat pihak istana begitu marah.
“ Mungkin saat ini yang perlu kita lakukan adalah lari meninggalkan tempat ini guru.
Hanya itu yang bisa dilakukan.
Karena Prabu Aji Pramosa tak pernah main-main dengan keputusannya !”
“ Kalau begitu ayo kita pergi !”
“ Tidak guru ! Aku akan di sini untuk menghambat mereka. “
“ Baiklah, jaga dirimu. Nanti segera susul aku ke selatan. “
“ Ampun baginda raja,
hamba mau melaporkan hal penting !”
“ Apakah itu ?”
“ Mohon ampun Baginda Raja,
Saya menerima kabar bahwa Resi Kano
telah melarikan diri pergi dari kerajaan kita !”
“ Apa....? Biadap..!!!
Hahhhh!!!!!
Bagaimana itu bisa terjadi ?”
“ Hamba !
“ Hamba tidak tahu baginda raja !”
“ Aku tak peduli. Sekarang kejar Resi keparat itu.
Tangkap dia !
Dia bersalah karena meninggalkan kerajaan tanpa seijinku ! ”
“ Baik baginda raja !”
Berita kepergian Resi Kano segera diketahui oleh Prabu Aji Pramosa.
Sang Raja begitu murka karena rencana yang telah dia susun terancam berantakan.
Dengan memantapkan hati Resi Kano akhirnya memilih pergi meninggalkan kerajaan.
Perasaan benci memenuhi hati Sang Resi atas keserakahan dan kezaliman Sang Raja.
Berangkatlah rombongan Prabu Aji Pramosa menuju tempat Resi Kano berada.
Akan tetapi sang Resi telah pergi terlebih dahulu.
Di tempat itu sang Prabu hanya bertemu dengan murid Resi Kano.
Karena orang yang di carinya tak ada Sang Prabu murka dan melampiaskan kepada Sang Murid.
Dengan sekuat tenaga sang murid menghadapi Sang Prabu beserta rombongannya.
Setelah mengalahkan murid Resi Kano sang Prabu melanjutkan pencarian.
Sang Resi meninggalkan Kerajaan Kediri dengan perasaan sedih,
benci dan dendam kepada Aji Pramosa.
Dia mengubah wujudnya menjadi berbagai hewan agar tidak meninggalkan jejak.
Resi Kano menuju ke arah pantai selatan Pulau Jawa.
Melewati semak belukar,
naik turun gunung serta menembus hutan belantara tanpa mengenal lelah.
Akhirnya Resi Kano sampai di dekat Cilacap.
Sang Resi memilih tempat yang sunyi dan sulit di jangkau oleh manusia.
Dia kemudian bertapa di tempat itu.
Memohon keadilan tuhan atas nasib yang di alaminya.
Selama perjalanan pencarian,
rombongan sang Prabu beberapa kali tersesat.
Akan tetapi berkat kegigihan Sang Prabu.
Dia berhasil menemukan tempat pertapaan dari Sang Resi.
Sang Prabu bersembunyi, mengamati dari kejauhan bersama para pengawalnya.
“ Lihatlah, disana Resi itu bertapa.
Kepung dia ! Jangan sampai kabur lagi.
Aku yang akan menghabisinya dari belakang !. “
Para punggawa menganggukan kepala tanda mengerti,
Prabu Aji Pramosa mendekat pelan-pelan ke tempat Resi Kano.
Saat Sang Prabu telah berada di dekat Sang Resi,
Prabu Aji segera menghujam Resi Kano dari belakang.
Namun hal luar biasa terjadi, seketika itu raga dari Sang Resi lenyap.
Tak berapa lama terdengar suara gemuruh dan angin ribut
yang membuat seluruh bulu kuduk Prabu Aji Pramosa dan para punggawanya berdiri.
Akan tetapi Prabu Aji Pramosa dapat mengatasi keadaan itu berkat mantra dan kesaktian yang dimilikinya.
Setelah keadaan menjadi tenang.
Tiba-tiba muncul naga raksasa, mendesis-desis seakan hendak menelan Sang Prabu.
Kedahsyatan naga itu mengakibatkan ombak laut semakin besar.
Bergulung- gulung laksana badai.
Ombak tinggi menghantam pantai.
Hal itu membuat penghuni lautan berupa penyu-penyu bermunculan dan terdampar di sekitar Teluk Cilacap.
Oleh karena itu teluk tersebut kini dikenal dengan nama Teluk Penyu.
Prabu Aji Pramosa keheranan melihat kejadian itu.
Sang naga tampak tak suka dengan kehadiran Sang Prabu.
Sang Naga terus mengamuk, para rombongan Prabu berhamburan menyelamatkan diri.
Melihat keadaan sudah kacau Sang Prabu mengeluarkan senjata panahnya,
dengan kekuatan penuh dia melepaskan anak panahnya.
anak panah itu tepat mengenai perut Naga Raksasa.
Akibat terkena serangan dahsyat itu, seketika sang naga tewas
dan hanyut tertelan ombak laut selatan.
Sesaat kemudian, muncullah seorang putri cantik dari arah timur
atau tepatnya dari seberang pulau.
Putri itu memanggil Sang Prabu .
“ Prabu Aji Pramosa ! Ketahuilah, aku adalah Dewi Wasowati.
Aku berada di tempat ini karena di kutuk oleh Mahakuasa.
berkat jasamu aku telah kembali menjadi manusia.
Sebagai balas budiku. Aku persembahkan cangkok kembang Wijayakusuma.
Benda ini tak mungkin di temukan di alam biasa.
Barang siapa memiliki cangkok ini, dia akan menurunkan raja-raja berkuasa di tanah Jawa,
terimalah persembahanku ini !”
Mendengar ucapan sang putri, gembiralah hati Prabu Aji Pramosa.
Hatinya berdebar-debar karena riangnya.
Dengan aji mantranya, Sang Prabu mengerahkan segala kemampuan
dan kekuatannya untuk mengarungi samudra.
Dia ingin segera menemui Dewi Wasowati untuk menerima cangkok kembang Wijayakuma.
Sesampainya di tempat Dewi, Sang Prabu pun menghadap kepada Dewi Wasowati.
“ Berdirilah wahai sang prabu.
Tak pantas jika orang yang telah menyelamatkanku bersimpuh di hadapanku !”
“ Baik dewi, terimakasih.
Sungguh kehormatan bagiku, bisa bertemu denganmu Dewi. “
“ Wahai Sang Prabu. Engkau telah menjadi saksi,
ketahuilah bahwa pegunungan dan karang ini terpisah dari Pulau Jawa.
Karang ini akan kuberi nama Nusa yang berarti Pulau.
Karena di pulau ini aku menyerahkan kembang wijayakusuma,
maka kutambahkan nama Kembangan.
Suatu hari nanti kuharap pulau ini akan disebut orang dengan nama Nusa Kembangan.
“ Terima kasih Dewi !.
Baiklah pulau ini akan kami kenal dengan nama itu. “
Setelah cangkok Kembang Wijayakusuma diserahkan kepada Sang Prabu,
seketika itu lenyaplah Dewi Wasowati.
Prabu Aji Pramosa senang dan puas membayangkan kelak
dia dan keturunannya akan menjadi penguasa di Pulau Jawa selamanya.
Sang Prabu segera melompat ke atas karang yang terhampar,
dan mengayuh sekuat tenaga untuk kembali ke kerajaannya.
Saat di perjalanan itu Sang Prabu gugup dan kurang berhati-hati,
tanpa sepengetahuannya cangkok Kembang Wijayakusuma yang di bawa terjatuh
dan hanyut ditelan ombak.
Sang Prabu baru sadar ketika sampai di pantai.
dia terkejut dan murung karena tak bisa membawa Cangkok Wijayakusuma.
akhirnya dengan tangan hampa Sang Prabu pulang menuju Kediri.
Berjalan waktu terdengar kabar bahwa di atas karang pulau Nusa Kembangan tumbuh pohon aneh.
Prabu Aji Pramosa penasaran mendengar berita itu.
Sang Prabu ingin mengetahui kebenarannya.
Saat itu juga Sang Prabu bersama para pengawalnya pergi menuju Nusa Kembangan.
Sesampainya disana Sang Prabu terkejut, pohon ajaib yang di ceritakan itu tiada lain
adalah Kembang Wijayakusuma yang pernah di terimanya dulu dari Dewi Wasowati.
Daun pohon itu nampak berkilauan tertimpa sinar matahari serta halus bagaikan kain beludru,
bunga dari Kembang Wijayakusuma nampak gemerlapan.
Prabu Aji Pramosa tertegun melihatnya, dia merasa begitu menyesal karena teringat impiannya telah pupus.
Namun apa hendak dikata, nasi telah menjadi bubur.
Sang Prabu sadar bahwa semua itu telah di takdirkan oleh yang mahakuasa.
Akhirnya Prabu Aji Pramosa pulang kembali ke istananya.
Pulau Nusa kembangan itu akhirnya sekarang disebut Nusakambangan.
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

SEJARAH MUNCULNYA AGAMA BUDDHA
Historic Indonesia · English

تفسير سفر العدد اصحاح 13 و14 القمص يوحنا نصيف
تفسير الإنجيل وتأملات روحية · English

The Final 24 Hours of my World Cup | Erling Haaland Vlog
Erling Haaland · English

MÓDULO 2 - Video 1: Introducción al cómputo en la nube
Academia INFOTEC · Spanish

Nouvelle loi : vaccin obligatoire en France !
FLORIAN PHILIPPOT · French

Qué legislación ambiental debe ir en la matriz legal🌎
Gestión & Formación · Spanish

Liderazgo organizacional 07.02 - 023
Instituto de Formación del MPF de Córdoba · Spanish

Scientists Found A Warning Sign Before Civil Wars
Michael Button | Patterns of History · English

Indonesia under New Order ("Orde Baru") Dictatorship
Paul S · English

YMCA Health & Wellbeing Network Friday 26 June 2026
YMCA England & Wales · English

America Has Been Demoted (Full Lecture)
Shahid King Bolsen · English

Summoning Ghosts Prank At College
Family Friendly · English
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.