[SFT 2026] Design Thinking Workshop #2 : Define, Ideate & Concept Development
recording in progress
[musik]
[musik]
[musik]
Ah.
[musik]
[musik]
Recording stopped.
[musik]
[musik]
Recording in [musik] progress.
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
Halo, selamat pagi teman-teman dan Bapak
Ibu guru dosen.
Selamat datang di workshop Samsung Shop
for Tomorrow 2026.
Perkenalkan aku Cintia Tiara Putri
selaku moderator dalam sesi workshop
desain thinking eh day two. Nah, sebelum
memulai aku mau tahu nih teman-teman
gimana perasaannya hari ini? Boleh
direaction ya.
Oke, udah good ya. Bagus ya.
Bentar ini.
Oke, sebelum kelas berlangsung ee
diharapkan teman-teman nanti ee untuk
men-mute mikrofonnya ya. Dan diharapkan
untuk teman-teman juga itu on cam ya dan
menggunakan virtual background yang
tersedia. Adapun teman-teman yang
misalnya belum mengubah namanya
disesuaikan lagi ya untuk guru nama und
ee nama instansi. Adapun untuk
teman-teman siswa dan mahasiswa nama
nama tim dan teman-teman ee diharapkan
ee nanti join sampai akhir ya karena ee
absensi akan dibag dibagikan di akhir.
Oke
sebelumnya ee oke. Apakah Mas Kusuma
sudah terdapat di room?
Yes, sudah hadir.
Oke Mas. Selamat pagi, Mas.
Pagi, Kak Cinttia.
Oke, Mas. Ee gimana kabarnya hari ini,
Mas?
Baik. Semangat, semangat, semangat.
Sudah semangat ya, Mas? Oke, karena
mungkin teman-teman juga udah tadi udah
pada semangat ya, Mas. Jadi mungkin aku
kasih ya waktu sama lainnya kepada Mas.
Oke, thank you Kak Cinttia.
Oke, Mas.
Siap.
Oke, menyapa teman-teman dulu yang sudah
hadir di Zoom hari ini. Ee selamat pagi
teman-teman. Gimana kabarnya?
Sudah siap untuk hari ini?
Oke, boleh kasih reaction-nya mungkin.
Thumbs up, love boleh ya. Thumbs up
boleh.
Nah, cakep.
Oh, ada yang mau tidur lagi. [tertawa]
Oke, bangun dulu ya, cuci mukanya. Oke.
Nah, udah pada semangat ee hari Sabtu
ini. Thank you buat teman-teman yang
sudah ee hadir ya, yang di ee streaming
ee di YouTube juga. Thank you sudah
bergabung.
Nah, hari ini kita akan melanjutkan sesi
sebelumnya. Teman-teman
masih ingat sesi sebelumnya ee tentang
apa? Boleh ditulis teman-teman di chat.
Masih ingat enggak judulnya tentang apa
yang kalian sudah pelajari minggu lalu?
Boleh ditulis dulu di chat. Saya tunggu
1 menit. Silakan teman-teman masih ada
yang ingat enggak? Apa udah lupa.
Oke.
Sending. Iya di senting ya. [tertawa]
empatize. Iya, betul. Empatize. Oke.
Oke. Nice. Masih ingat ya. Jadi ee kita
lanjutin nih hari ini ee lanjutannya.
Masih banyak tahapan yang teman-teman
perlu pahami.
Kemarin sudah belajar empatize. Nah,
hari ini kita bakal belajar apa ya? Nah,
kita izin
aku izin share screen. Ee kita akan
belajar lebih lanjut. yaitu
eh apakah sudah terlihat?
Oke, kita akan lanjutkan ee pembelajaran
selanjutnya di step berikutnya dari
design thinking yaitu define to ideate
ya. Jadi kemarin sudah empat, sekarang
define sampai ke ide gitu ya.
Oke. E
operator boleh dibantu mungkin
screennya.
Nah,
oke.
Nah, nanti akan ada empat bagian,
Teman-teman. Jadi ada kita pahami dulu
dari transisi dari empetas menuju divine
dan yang pasti kita akan memperdalam
tentang divine-nya itu apa, kemudian
idea itu seperti apa, kemudian eh define
toate flows. Nanti teman-teman akan
nyobain untuk mengimplementasikannya.
Oke.
Nah, ee mungkin kita ee apa? Rewind
dulu. tadi sudah disebut impetize. Nah,
boleh teman-teman dari pembelajaran yang
lalu empatize itu apa sih? Nah, mungkin
boleh ditulis di kolom chat ee menurut
pandangan atau perspektif kalian dari
pembelajaran minggu lalu. Apa sih
tentang empat? Pengertian tentang empat
itu apa? Nah, silakan
memahami user ya.
tahapan di mana kita
memahami user. Oke. Membuat solusi
melihat kebutuhan pengguna. Oke, nice.
Dari Ata memahami kebutuhan user. Oke,
Kalista tahap pertama yang krusial untuk
mengetahui kebutuhan masalah dan
tantangan pengguna user secara mendalam.
Wah, ini komplit banget. Thank you,
Kalista. Kemudian ada Altara fase di
mana harus memperhatikan dan menyusun
solusi sesuai kebutuhan user. Oke, thank
you Altara.
Ada Arif memperhatikan aspek perus
perasaan dan pikiran dari user. Oke.
Nah, thank you yang udah
point of view user dan need analis. Oke,
thank you Sakti. Nah, ini kayaknya sudah
pada paham ya ee teman-teman sudah
memahami ee peran penting dari empat.
Karena desain thinking itu balik lagi
yaitu human center ya. Jadi ber
patokan kepada kebutuhan eh human ya
atau manusianya sendiri yang kita bantu.
Kemarin ada kita belajar ada videonya
yang pintu itu ya. Jadi ee
pintu yang dirubah desainnya. Jadi
banyak sekali ke kegunaan dari desain
thinking ini berdasarkan kebutuhan dari
si user. Desain-desain yang ada di
sekitar kita itu semua merupakan eh apa?
proses dari berpikir ya. Proses dari
human center ya. Mau kita mau bikin
arsitektur, mau bikin interior, mau
bikin ee bahkan sedesain apa motion ya
kan desain UIUX semua itu berdasarkan
human needs gitu ya.
Nah,
recap yang tadi jadi empatize adalah
mengamati dan mendengarkan. Jadi yang
pertama adalah kalian perlu mengamati
dulu, mengobservasi keseharian
seseorang, bagaimana dia menjalani
kehidupan mereka. Kemudian dengarkan.
atau kita bisa ee apa menginterview ya,
mendapatkan insight bagaimana perasaan
mereka secara emosional. Ee mungkin ada
problem, ada needs dan ee kita bisa tahu
dalam konteks sesungguhnya saat mereka
beraktivitas tuh kendalanya apa gitu.
Dan yang paling terpenting adalah
kebutuhan tidak sama dengan keinginan.
Nah,
kita misalnya saya ingin kuda yang lebih
cepat, itu adalah petunjuk. Tapi kita
perlu untuk
menganalisa melalui human center tadi
ya. Terus tanya mengapa sampai menemukan
kebutuhan manusiawi yang sifatnya oh
kenapa butuh kuda cepat? Kenapa enggak
yang bentuknya lain gitu ya, yang
tujuannya tetap sama, mempercepat proses
dia berpindah dari satu tempat ke tempat
lain. Nah, itu makanya kita perlu
mengidentify kebutuhan tapi keinginan.
Kita harus mengetahui inginnya ini
sesuai enggak dengan ee konteks saat ini
atau kebutuhan yang available saat ini
gitu ya. Kemudian tunjukkan hasil
risetnya. Setelah kalian mewawancara,
observasi, kalian ee kemarin membuat
lab. Jadi referensi teman-teman untuk
nanti kita akan ada activity lanjutan
untuk mengetahui bagaimana
mengimplementasikannya gitu ya. Nah,
pertanyaannya setelah kalian mendapatkan
semua informasi itu apa yang perlu
kalian lakukan setelahnya? Jadi di fase
berikutnya setelah kalian mendapatkan
semua insight itu, Teman-teman perlu
untuk mevine ya. Jadi kalian dari hasil
ee mungkin observasi, mungkin kalian
interview, mungkin kalian ee apa
bercerita ya, ngobrol gitu ya. Nah, apa
sih yang menjadi problem utama atau
menjadi
eh opportunity? Bisa problem, bisa
opportunity, ya. Jadi, define itu adalah
memproses data riset menjadi lebih
deskriptif, deskriptif, dan mudah
dipahami oleh tim. Nah, tujuannya adalah
kalian merumuskan problem statement yang
lebih akurat. Benar enggak sih
permasalahannya ee A gitu ya?
Nah, kalian sebenarnya sudah melakukan
validasi dengan menginterview dan
mengobservasi ee target user kalian gitu
ya atau dari lingkungan kalian gitu ya.
Nah, data kolektif ini merupakan bentuk
dari masalah nyata yang sebenarnya ada
existed gu ya dan kalian harus
memvalidasi lebih lanjut. Nah, makanya
setelah kalian eh validasi lebih lanjut,
kalian perlu melakukan ideate. Nah,
kalian melihat oh dari permasalahan A
ini ternyata root cost-nya ada di mana
ya, gitu ya.
Nah, kalian perlu untuk merumuskan
solusi yang akurat untuk user. Hasilnya
banyak ee kemungkinan
ee apa ee
akan ada beberapa opsi atau pilihan yang
kalian bisa breakdown gitu ya dari ee
merumuskan itu. Oke, kalian mencoba
mengideasi,
me
apa? M-brainstorming lebih banyak lagi
opsi-opsi apa saja yang available untuk
mensolving masalah tersebut. Nah, dari
masalah menjadi sebuah ide dan kalian
untuk perlu untuk mefilter, mem-funeling
mana ee ide yang paling relevan dan
paling ee apa cocok ya diterapkan atau
kalian mau implementasikan. Sebenarnya
kalian kemarin sudah ee mencoba itu ya.
Kalau di sesi pertama brandstorm-nya
adalah kalian emm di brandstorm card itu
sebenarnya kalian untuk membantu
me-scooping down eh ide-ide yang kalian
miliki gitu ya. Karena kalian punya
masalah dulu kalau enggak dibahas
masalah salahnya tiba-tiba kalian
nargetin orang kan bingung ya. Nah, jadi
kemarin saya bantu ke teman-teman untuk
trigger dulu di sekitar kalian ada
masalah apa, kemudian kalian kerucutin
mana well ideanya. nya mana innovative
ideanya. Di situlah kalian bisa pilih
mana sih sebenarnya yang kalian mau
solving dan cari orang yang paling tepat
gitu ya.
Nah, sekarang kita ada di tengah-tengah
nih teman-teman. Jadi kita akan bahas
hari ini dua ini define andate. Jadi
tujuannya merumuskan masalah eh dari
sudut pandang yang lebih jelas ya serta
ideate yaitu menghasilkan berbagai
kemungkinan solusi dari brainstorming
ide.
Oh ya, mengingatkan kembali design
thinking is non linear ya. Jadi tidak
serta-merta kalian nanti kalau waktu e
kalian mempraktikkan ya tiba-tiba kalian
dari kok kayak kurang yakin ya ini
kayaknya menjadi ide yang ee relevan
atau paling oke gitu. Coba saya tanya
lagi ke user. Kalian balik ke empet lagi
boleh ya?
atau kalian mau balik ke coba saya cari
permasalahan yang lebih ee apa ee akurat
atau lebih kayaknya lebih priority-nya
lebih bisa diutamain gitu untuk
disolving. Bisa juga balik lagi gitu.
Jadi selalu diingat bahwa proses
desaining itu bukan linear teman-teman
ya. Kalian bisa balik kapanpun dan untuk
memvalidasi ulang itu terbuka lebar ya.
Semakin kalian
me me apa menerapkan dan me
mengulang prosesnya dengan ee apa
berbagai ee insight mungkin ada yang
miss di proses sebelumnya kalian jadi
lebih matang untuk menghasilkan eh
solusi yang punya dampak. Itu tujuannya,
Teman-teman, ya. Jadi, it's ok to go
back untuk reflect balik, tapi eh
outcome-nya bisa lebih maksimal. Nah,
batasannya cuma kalian harus punya
timeline atau punya deadline ya,
Teman-teman. Jangan muter-muter terus
tapi enggak menentukan sesuatu ide untuk
kalian coba gitu ya atau kalian tes ya.
Karena tujuannya kalian harus me buat
sesuatu yang ee bisa dites dulu. Kalau
kalian terlalu lama memikirkan, "Wah,
aku galau nih, Kak." gitu. surat dulu
gitu ya. Kalau Kak, aku masih bingung
nih, Kak. Nih ee aku sudah nanya-nanya
orang malah dicurhatin nih, Kak. Gitu
ya. Jadi macam-macam. Nah, itu akhirnya
kalian ke distract. Jadi pastikan kalian
punya timeline, punya deadline kapan
kalian harus menentukan ke tahap
berikutnya. Oke. Oke, kita dalami
tentang divine.
Jadi, bagaimana kita bisa mendefinisikan
problem yang ee ingin kita pecahkan.
Jadi ada beberapa step atau sebenarnya
ini ee bukan sesuatu yang rigid ya atau
eh fix ya atau bisa juga pakem gitu ya
bukan ya. Jadi kita bisa pilih
sebenarnya beberapa proses ini cuma ee
lima langkah ini sebenarnya yang paling
ideal ya. Kalian bisa dapat insight yang
lebih mendalam dengan mempraktikkan lima
step ini. Nah, tapi ini bukan patokan
ya. Kalian bisa kayak dari ya, tapi ini
yang paling penting ya, kalian punya
data risetnya dulu ya. Dari pertemuan
sebelumnya kan kalian melakukan ee apa
eh empatize. Nah, itu data research yang
kalian dapatkan dari outcome-nya atau eh
yang kalian bisa jadikan insight. Nah,
untuk mengolah insight tersebut kalian
bisa menggunakan salah satu atau salah
dua atau salah tiga dari ini dulu ya.
bisa kalian terapkan dari affinity atau
kali kalian jadikan user personal yang
lebih mendalam atau jadikan journey map
gitu ya. Kalau kemarin kalian bikin
protopona itu lebih eh apa ke highlight
atau high level-nya kayak ke ke apa
secara general target user kalian
seperti apa. Nah, setelah kalian dapat
datanya, kalian mengubah ee memperdalam
atau me-refind eh protopersona itu jadi
sebuah user persona. Karena kalian sudah
mengkerucut tuh dari yang general nih,
tiba-tiba kalian dari hasil ee apa riset
kalian ternyata kalian mengkerucut oh
target yang sebelumnya masyarakat umum
misalnya ya, masyarakat umum di suatu
kota, akhirnya kalian kerucutin, oh
kayaknya cocoknya ini untuk anak muda
usia sekian dan ee dia ee sedang kuliah
misalnya seperti itu yang sehari-hari ee
mengendarai
kendaraan umum misalnya seperti itu ya.
Jadi, jadi lebih mengkerucut dan lebih
ee solid lagi ee user personal gitu ya.
Dan baru dianalisa J map-nya gitu. Tapi
sekalipun kalian tidak pakai Journey Map
dari user Persona pun kalian sebenarnya
sudah bisa merumuskan how might win-nya
gitu atau point of view-nya gitu. Cuma
alangkah balik baiknya ya kalau kalian
cukup waktu kalian gunakan semua untuk
lebih memperdalam ee prosesnya
ya. Tujuannya apa? Tujuannya adalah
kalian mengubah data mentah ya data dari
research kalian inset-nya itu jadi lebih
tajam lagi, lebih sharp, lebih eh apa
komprehensif lagi supaya ee bisa ee apa
ee lebih mendalam gitu ya gitu. Nah,
tapi ee ini enggak bisa lompat,
Teman-teman. Jadi, kalau misalkan kalian
pakai user personal ya harus jurni gitu
ya. Kalau affinity diagram ya harus ada
urutannya sesuai ini gitu ya.
Itu tapi bisa pilih dua misalnya atau
pilih ee satu aja prosesnya misalnya
persona aja bisa juga sebenarnya.
Oke, bagaimana menerapkan defin? Nah,
contoh ya affinity diagram itu
sebenarnya kalian dari inset-inset yang
kalian sudah breakdown tulis
sebanyak-banyaknya temuannya dalam
sticky notes atau kalian coba tulisin di
ee apa ee catatan kalian terus
dikelompokkan sesuai kluster atau
kelompokkan sejenis tipe yang sama ya.
misalnya profile user ya, kalian ee apa
sortir dulu tuh dalam satu ee apa
kluster kendalanya sama enggak gitu ya.
Oh, motivasinya siapa yang sama,
kebiasaan yang sama yang mana dan kalian
bisa beri nama kluster tersebut ya.
Kemudian kalian discuss nih dengan tim
kalian, kalian voting mana yang kalian
mau jadikan prioritas sebagai ee target
utama kalian untuk dibantu gitu ya. Tuh
proposnya itu, Teman-teman. Affinity
diagram itu mengklasifikasikan
data insight menjadi kelompok sejenis
ya. Nah, contohnya kayak gimana? Kita
nonton ee video dulu ya.
Okay.
Hi everyone. Today I'm going to explain
to you what is an affinted diagram and
how to use it in around 4 minutes. So
let's get started.
Ainted diagram is a tool to organize a
language data. Example of language data
is phrases or ideas. So you use aint
diagrams to organize this language data
in a smaller categories that is based on
the relationships of this data to each
other. Um a bit hard to understand what
a finted diagram is just from
description. So the best way to get it
is to use a very simple example.
As an example, let's say you have
friends coming over and together as a
group you need to come up with an idea
of fun activity you can do in the
evening. To start, ensure you have your
equipment and materials in place. You
will need small pieces of paper. We use
sticky notes and a surface where you can
put the ideas on. So we can use this
wall or you can use a table.
First of all, ask your friends to write
one idea on each pieces of paper and
then when they ready they need to pull
it on the wall. Encourage them to write
as many ideas as they can. I have some
of the ideas written here. So let's see
what we have.
Um, Queen Scumpet, TV show
uh Scrubble,
uh, karaoke
monopoly,
chess.
We have chess again. Uh, don't worry if
you have duplication. Just ask your
friends to put the idea anyway on the
wall
and Avengers End Game and movie. Doesn't
matter where is it put on a wall. So
first part is complete. Now ask your
friends to move your uh ideas that sound
similar closer to each other. So I would
say Avengers End Game I can keep here
and I can put Queen Scumpit next to it.
Sounds quite similar to me. Uh scrubble
uh I would put next to Monopoly
and I also will put chest next to it.
Remember we had chest twice so don't
worry. Um just if you have the same
ideas put it on top of each other to
avoid duplication and then karaoke
doesn't go with previous categories um
I'll just keep it separate.
So you have like three islands of ideas.
So next step ask your friends to come up
with the headers with the names of the
groups and I can preten them in advance.
So I would say Avengers Endgame and
Queen's combat. You can say it's some
kind of TV and movie activity.
Um, scrubble monopoly and chess uh we
call it games
and karaoke is just by itself you can
just call it as it was before. So you
have now three categories TV and movies,
games and karaoke. So this is a very
simple example but you can see that you
manage to organize the brainstorming in
a three baskets but you can see that you
can use it especially when you have a
lot of ideas you can have a much more
complex challenge or you can have tens
or even hundred people submitting your
submitting ideas to you. So affinity
diagrams will really help you to
organize this sorts and this ideas.
I hope this example makes it a bit
clearer to you what ain diagram is. And
for me, I find a diagrams very useful
when you need to do brainstorming
activity with couple of your friends or
colleagues. In this example, we use
sticky notes. So it means that your
attendies need to be in the same room
with you. But you can use the same
principles if you have an online event.
You can ask your colleagues or friends
to submit their ideas using chat and
then you can put the ideas in an Excel
and share it the screen with them. So
you can agree on the name of the
categories.
If you like this video and you find
nah itu tadi ya contoh menggunakan
affinity diagram. Jadi mengkelompokkan
berdasarkan tipe atau ee yang sejenis
ya.
Nah, ee misalnya contohnya komputer
Jakarta ya, Teman-teman yang menggunakan
komputer perilakunya bangun jam . Naik
bus, pesan ojek, refreshing ya game
nonton pen-nya apa? Aku telat, malas
menunggu, jalan pagi lebih ramai, tidur
larut, bangun kesiangan jadinya ya
pulang malam lebih capek. Nah, info
transf ee transportasi misalnya ongkos
Rp50.000 per hari, berangkat jam .00
tiba jam 09.00
objek susah di eh objek susah didapat
saat ramai. Nah, ini sebenarnya ee
contoh kita mengkelompokkan eh affinity
diagram ya berdasarkan eh perilaku atau
tas, behavior or task-nya. Ada juga yang
berkaitan sama penp, ada juga informasi
yang bisa jadi rujukan atau panduan kita
untuk menentukan next stepnya gitu ya.
Dari ongkos misalnya atau berangkat
timing ya. Ini lebih ke timing sama
kendalanya gitu. Oke.
Nah, kemudian kita punya user Persona.
Jadi, user Persona itu lebih ke ee data
orangnya gitu ya. Nah, misalnya t
kemarin kita sudah mendapatkan ee
mencoba mengidentify
eh hal serupa ya, tapi bentuknya lebih
ke general ya, protersona. Nah, kalau di
user persona itu fokusnya udah lebih ke
hal yang sifatnya
align dengan data eh research kalian ya.
Jadi, kalian juga masih perlu tuh nama,
demografi, kemudian goals mereka,
motivation-nya apa ya, tujuan yang ingin
dicapai, mengapa goal itu penting dan
tas and behavior-nya apa yang
sehari-hari dilakukan, caranya
bagaimana. itu juga kalian perlu untuk e
capture needs-nya ya yang dibutuhkan
agar berhasil tuh apa ee mereka yang
ingin mereka capai sama penp. Nah, ini
yang paling penting nih yang menghambat
goals mereka tuh apa gitu
tuh.
Oke. [berdehem]
Nah, let's say eh personanya ini eh kita
bisa gambarkan seperti ini. Jadi ada si
Andre Setiawan ni mau belajar EAI gitu
ya. Latar belakangnya seorang marketing
di Jakarta. ya ee di perusahaan ee ini
ya di Jakarta Selatan personality-nya
visioner, adaptif gitu ya. Kebutuhannya
ee panduan e praktis ya pengin belajar
AI gitu. Pinpoint-nya apa? Keterbatasan
waktu belajar dan kesibukan sehari-hari
harus set up campaign ya ee untuk
marketing gitu. Kemudian perilaku
digitalnya ee dia lagi explore nih
seperti beberapa AI Tools CGBT, Majune
dan lain sebagainya. Eh aktif dan di
Linkin dan ee rajin mengkonsumsi ee ini
ya apa belajar ya
belajar ee materi-materi tentang AI.
Nah, sebenarnya
testimoninya ini sebenarnya berkaitan
dengan ee goals-nya dia ya. Saya ingin
tim kami selangkah lebih maju dengan
manfaatkan AI dan butuh metode cepat
untuk belajar.
Nah, J map-nya bisa seperti apa? Jadi
bisa step by step kita breakdown nih si
Hectornya tuh si eh personanya ya. Eh
jadi kita translate dari user persona ke
journey map. Jadi kita pahami jurninnya
seperti apa.
Jadi dia dari ee marketing skenariya
belajar taktis ya kan pengin ee diapply
ke tim nontisnya
dan dia perlu untuk mencari info,
memilah modul, belajar mandiri dan uji
coba tools. Karena itu sekarang banyak
banget ya AI tools kadang overwhelm
gitu. Kemudian action, mindset,
emotionnya bagaimana? E frustasi karena
waktunya terbatas ya, karena dia harus
kerja juga.
konsepnya rumit, tapi dia optimis. Kalau
sudah bisa menguasai akan berhasil, gitu
ya. Dan opportunitiesnya adalah dia
butuh sesuatu yang membantu ee meringkas
proses belajar AI ini dan bisa
mentransfernya dengan ilmu yang lebih
simpel gitu. Jadi
ada ee sewaktu-waktu kita temukan
problem sebagai blogger eh bloger, tapi
ee ada kesempatan waktu kita menggali
inset itu ada opportunity. Oh, dia
kendalanya itu keterbatasan waktu dan ee
metode belajarnya, tapi ada opportunity
supaya gimana sih supaya belajarnya bisa
jadi lebih cepat gitu ya. Nah, tapi
sebelum kalian lompat ke opportunities
jangan langsung teman-teman ee apa
melompati ya fasenya itu. Jadi ee
teman-teman perlu pikirin dulu nih step
1 2 3 4 sebelum kalian mengidentify
opportunities yang kalian perlu eh
prioritaskan. Karena eh emosi user ini
adalah kompas. Jadi frustasi terbesar ya
perlu uang yang paling besar juga gitu
ya.
Nah, ini contoh menerapkan ee tadi ee
apa?
Mengatasi learning gap AI untuk
marketing itu ya tadi untuk membantu si
Andre. Nah, ini jurninnya Andre nih.
Jadi ada yang enggak namanya Andre di
sini teman-teman. [tertawa]
Andre mana? Andre?
Oke, nih step by step. Jadi kita
breakdown, Teman-teman.
Ee apa? Jadi kita
jadi ada action, thinking, touch point,
penpoint, emotion, sama opportunity,
gitu ya. Eh, jadi kita masing-masing
journe ini akan berbeda tiap-tiap user
tergantung konteksnya. Kalau tadi saya
ngasih contohnya yang misalnya yang ee
afinity kan tentang ee apa
ee mencari ini ya mencari transportasi.
Nah, kalau kalian terapkan ke sini juga
juni akan berbeda dengan si Andre ini
gitu. Jadi misalnya dia mencari
transportasi gitu kan, terus udah order
dulu gitu ya, order terus ternyata ee
ada kendala nih waktu ee pembayaran gitu
ya dan akhirnya baru sampai tujuan gitu.
Jadi ee stepnya akan berbeda dari
masing-masing cases. Tujuan saya supaya
e kenapa beda, Kak? kok tadi ee bahas
tentang ee transportasi tiba-tiba ke EI.
Jadi saya mau kasih gambaran bahwa
prosesnya itu bisa berbeda untuk
masing-masing user gu ya. Jadi di sini
si Andre cari info dulu tentang AI gitu
ya. Ee scroll di Linkin ikut webinar dan
lain-lain. Banyak banget ya yang dia
pikirin. Banyak banget ya yang relevan
yang mana gitu. Akhirnya PP-nya apa? dia
kebanjiran eh dia kebanjiran emosi dan
sulit menyaring yang relevan. Dia
emotion-nya ya frustrating ya gitu ya.
Nah, tapi ada opportunity dia perlu dari
semua yang sudah dia dapat bagaimana
mengkurasi dan memberikan rekomendasi
yang sesuai dia gitu. Nah, baru kemudian
dia perlu untuk memilah modul gitu ya.
mana yang dia perlu baca, perlu review,
mana yang bisa langsung dipraktikin, ya
kan dia perlu nih mana yang ee langsung
to the point dan bisa dipraktikin. Touch
pointnya ya tadi dari dia sudah kumpulin
di kursus, ebook atau komunitas mungkin
di-save dari Instagram gitu ya atau
TikTok. Nah, itu banyak banget sekarang
ee apa resource-nya yang kalian bisa
pelajari ya. Nah, kadang kita butuh yang
shorten. Makanya kalau teman-teman lihat
ee di sosial media itu justru lebih
pendek. Nah, itu biasanya lebih
praktikal gitu ya. Nah, makanya dia
pilah-pilah modul teknis yang panjang
dan kurang konteks marketingnya dia akan
ee coba untuk pikirkan untuk tidak
digunakan tapi diringkas berdasarkan use
case
dan eh learning pad-nya sesuai levelnya
gitu ya. baru dia akan stepnya
berikutnya adalah setelah memilah dia
belajar mandiri. Nah, kemudian
belajarnya nih di situasi yang seperti
apa? Misalkan waktu dia ee apa ee di
sela-sela pekerjaan atau lagi praktik
atau lagi memang lagi ee upskilling.
Nah, karena waktunya sempit kadang susah
konsisten. Ini yang dia rasakan ya. dan
dia perlu untuk ee
me breakdown prosesnya menjadi micro
learning ya 5 sampai 10. Nah, ini
kendala dia nih. Cuma ada opportunity
nih karena dia punya waktu yang terbatas
dia butuh sesuatu yang mudah di-digest.
Microlearning kata kuncinya ya. Dan
konsep HI dalam ee bahasa sederhana.
barulah dia coba untuk menggunakan
tools-nya apakah itu CJP atau Merjun
untuk kampanye. Lalu diajarkan dengan
tim dan berhasil. Tapi gimana caranya
tim ikut paham? Nah, dia punya goals
supaya timnya bisa ee mempraktikkan gitu
ya. Jadi dia perlu membuat sebuah ee
template atau SOP AI atau ee prosesnya
dibuat sistem supaya timnya bisa ee
menggunakan dan mengajarkan ke member
tim yang lain supaya ee siap dipakai.
Nah, ini contoh ya, Teman-teman. Saat
kalian mencoba Journey Map sebenarnya
banyak sekali inset yang kalian bisa
dapat dengan m-breakdown dari satu
perjalanan gitu gitu ya. Jadi step by
step itu banyak banget nih kita bisa
identify oh ada opportunity A sampai Z
di dalam satu journey. Nah, tapi mana
yang relevan? Sebenarnya itulah tujuan
kita membuat JNY map. Jadi mungkin di
sini oh kita bisa bikin solusinya dalam
bentuk microlearning ya kan. Dan kita
bisa provide bentuk ada template, ada
SOP dan lain sebagainya yang membantu
proses belajarnya gitu.
Jadi setelah kalian dapat nih
insight-nya, kalian bikin POV atau point
of view. Ini untuk kalian membantu
membuat rumus problem statement, ya.
Jadi eh bukan berpusat sama bisnisnya,
tetap fokus kalian pada user gitu ya,
pada si humannya gitu ya. Jadi fokusnya
gimana kalian nih ee apanya rumusnya ya?
user butuh.
Nah, apa problemnya dan kebutuhannya?
Kalian divine di sini. Kemudian karena
reason-nya apa dari inset itu kalian
tulis gitu. Jadi, user ini target kalian
dari persona itu kebutuhan atau problem
yang paling krusial e itu apa bentuknya?
Kata kerja ya dan bukan fitur gitu ya.
Kayak tadi si Andre, Andre butuh
apa?
belajar
belajar AI dan juga menerapkan
ee apa SOP atau
mentransfer knowledge dia ke tim
marketing dia. Karena apa alasannya?
Kalau kalian lihat alasannya adalah dia
butuh bisa lebih banyak timnya dia
mengaplikasikan menggunakan
AI gitu ya supaya lebih efisien atau
lebih performanya meningkat gitu ya
untuk campaign. Jadi inilah yang jadi
dasar kalian membuat ee problem
statement-nya teman-teman gitu ya. Nah,
kalau sudah
dari ee dari Pinpoint ini sebenarnya
awal dari root cost-nya ya. Jadi selain
opportunity, nah Pinpoint ini sebenarnya
adalah eh akar dari kalian bikin
solusinya nanti ya. Jadi si Penpoint ini
diterjemahkan menjadi kebutuhan dan
insight-nya menjelaskan mengapa
kebutuhan itu penting. Jadi misalnya
Andre Setiawan tadi ya kebenaran info AI
sulit menyaring yang relevan modus
terlalu teknis kurang konteks dan
lain-lain ya kan waktu belajar terbatas
sulit menyederhanakan materi. Maka Andre
butuh modul belajar EA yang ringkas dan
praktis karena ingin meningkatkan
efisiensi kerja tanpa mengganggu
produktivitas kampanye harian dia atau
pekerjaan dia. Atau Andre butuh metode
transfer ilmu yang menyederhanakan
karena ingin mendidik tim nonteknis agar
mahir menggunakan tools secara mandiri.
Jadi inside point-nya bisa jadi poov-nya
beberapa opsi juga teman-teman gitu ya.
Jadi enggak melulu harus satu gitu ya.
Tapi bisa aja ee ada dua. Nah, cuma
nanti kita akan prioritasin mana yang
kalian mau tackle dulu atau kalian mau
eh apa execute dulu gitu ya. Jadi sebuah
solusi. Karena kalau kita lihat yang
sini lebih ke Andreya pribadi. Kalau
sini Andre ke timnya dia gitu ya. Jadi
ee POV-nya bisa jadi beda gitu ya ee
output-nya.
Nah, terus untuk mdefine solusinya kita
perlu memikirkan home we
ya. kita ee apa
kita perlu untuk dari mana mulai dari
masalah
dengan ee how might we user bisa
mengatur waktu hiburan dan e jadi
temukan akar masalahnya atau kalian ee e
dan jangan kalian sisipkan solusi. Jadi
home might itu lebih ke high level-nya
ya ee bagaimana kita bisa bla bla bla
gitu ya. dan sasar akar masalahnya ya.
Mengapanya ini harus clear, gali lebih
dalam.
Oke,
kuis dulu teman-teman. Apa tujuan utama
dari tahap define dalam desain thinking?
Ayo dijawab dulu teman-teman di chat
silakan. A membangun ke prototype
produk. B memproses data riset menjadi
pemahamannya lebih jelas. Lalu
merumuskan menjadi problem statement
yang akurat. Atau C. penjual solusi
kepada pengguna. D mengumpulkan sebanyak
mungkin data wawancara baru. Wis
langsung pada chat nih. Hebat nih. Wei B
b.
Alright. Oke, kita lihat jawabannya.
Yes. B, teman-teman. Ye, tepuk tangan
dulu.
Udahan kita
[tertawa]
udah kita bubar aja.
Hadiahnya 2 M ya. Makasih, Mas. Makasih,
Mbak. [tertawa]
Nice. Oke, berarti merhatiin ya. Nah,
kita break dulu mungkin kakak-kakak
keburukah
tim operator?
Izin, Mas. Masih ada waktu sih.
Oh, masih ada waktu ya. Ya sudah, aku
lanjut dulu, ya, Teman-teman, ya. Oke,
kita sekarang coba studi kasus.
Nah, ini tadi contoh yang dari Andre ya.
Jadi dia kebanjiran. Jadi kalau kita
breakdown dari kasusnya Andre itu solusi
yang paling akurat sebenarnya Andre
kebejaran informasi EAI ya masalah dia
ya dan terlalu sibuk. Nah, langkah
me-divine-nya adalah kita fokus ke tadi
m-reframe menjadi eh POV dan home-nya.
Jadi menguasai seluruh perkembangan
teknologi AI dan menjadi ee eh sori
menyusun modul AI marketing praktis yang
ringkas dan mudah ditransfer ke tim yang
nonteeknis tanpa mengganggu
produktivitas harian. Sor ya dan
hasilnya adalah tercipta panduan taktis
AI marketing playbook. Nah, ini nanti
jadi ee playbook yang bisa di transfer
ke tim dia dan timnya bisa belajar dari
insert yang sudah didevelop oleh si
Andre dan bisa mengikuti ee apa alurnya
ya dan dalam hitungan menit bisa
menggunakan tool saya karena sudah ada
panduannya. Jadi seperti itu cara
menerapkannya ya teman-teman ya. Waktu
kalian menggunakan proses tadi di define
dan eh di eh sori dari define ke problem
statement-nya.
Nah, kita ambil contoh ya. Penemuan
konsep layanan fast ini. Ada yang tahu
apa nih
gambar apa ini?
Ada yang pernah ke sini enggak?
FC.
Oke, ya. Ada yang pernah nonton enggak,
ya filmnya The Founders?
McD. Ya, benar. Iya. Oke, kita tonton
cuplikan. Eh, tapi ini nanti [mendengus]
ee sebentar saya kasih tonton dulu ya
baru kita bahas inset-nya ya. Kita
nonton dulu. Cuma ini ee mohon maaf
enggak ada caption-nya, tapi nanti saya
akan bantu untuk eh recap. Ee
teman-teman perhatiin aja eh prosesnya
karena sebenarnya kalian melihat proses
dari mereka brainstorming untuk
menghasilkan suatu konsep itu ya.
brings me up to this tennis court and
he's drawn this line the exact
dimensions of our kitchen.
Sink on the right, extruder on the left.
Bagging and hood.
Okay.
Garnish. Gr. This is uh burger finish
and then this is burger slide.
We could just move those. Okay.
Multimixure soft drinks. Okay.
We bring out our whole staff [musik] and
we have them go through the motions.
Making pretend burgers and fries. All
right, Steve. Anticipate that. You got
to keep the tray level.
Okay. And Dick is running around with
this stick, marking where all the
equipment should be. Tuck in. Tony, are
you going to skip the pickles when we're
really doing it?
They do it over and over, hashing it
out, choreographing it like some crazy
burger ballet.
Going on over there?
Yes.
No.
Everybody stop.
Stop.
Garnish one. Garnish two. You've got
pickles. You've got onion.
It's a goddamn hamburger.
Come on, clear off.
Let's clear off. It's
time for the pink chalk and then rip
[musik] your orange.
See see all this open space here now.
We've rearranged the fry situation. So
now is stage left, the deep fryer stage
right
again. That's great. Come on, guys.
[musik]
They're pretty tied up here. Lazy Susan.
It's the timing of the lazy Susan. Those
are finished burgers. You hold it.
I still think there's a third version.
What do you want to move? Want to move
everything.
Back to stage left, please.
I think we got her all drawn. This is
better. Is that all right? I
think so.
I guess I guess look, let's assume our
battle stations. Okay. Okay.
Finally, after about six hours of this,
we get it just right. It's a symphony of
efficiency, not a wasteed motion.
Good form, Jasper.
Feel good about those pickles. Catch up.
Use your lazy Susan.
[tertawa]
Put your back into it. Set. And pickles.
And pickle. [musik] And mustard.
We take the layout to a builder. Custom
build the kitchen to our exact specs.
[musik]
Oke, ya. itu tadi bagaimana ee sebuah
proses ya. Kalau teman-teman ingat
kemarin ada service design. Nah, ini
service desain itu termasuk di dalam
proses tadi membuat burger itu juga
butuh ee layout ya dari interiornya
supaya tidak ee prosesnya tuh tidak
saling ee bertabrakan. Nah, ini
ditemukannya ee Speedy Service System,
Teman-teman. namanya awal konsep awal
mula fast food. Nah, ini emm di
McDonald's ya dulu masih namanya
McDonald's. Ee di tahun masalahnya tuh
di tahun 40-an tuh sangat lambat jadi
mau bikin satu burger tuh bisa nunggu
lama gitu ya karena terlalu banyak dan
pesanannya sering salah kebalik-balik
dan harus menunggu lebih lama.
Operationnya [mendengus]
juga jadi tinggi gitu. Nah, makanya si
McDonald's menyederhanakan menu dan
merancang ulang arur kerjanya. Jadi, dia
m-divesign eh dapurnya supaya lebih eh
prosesnya lebih seamless ya antar e
station.
Dan tadi kalau kalian lihat di versi
beberapa kali dia me-refind ee ada
tabrakannya gitu ya, mau ngantar ini,
mau mindahin ini. Jadi itulah yang
mengakibatkan tidak selessnya proses ee
membuat burger itu gitu ya. Dan dia
mensimulasikan itu dengan tadi bikin
sketsa ya istilahnya ya prototype-nya
gitu ya. dan akan lebih terlihat
sebenarnya akar masalahnya ada di mana.
Nah, dengan ee melakukan simulasi itu
dia bisa mengoptimalkan
pergerakan stafnya secara presisi demi
efisiensi yang lebih maksimal.
[mendengus] Dan ini hasilnya apa? Ada
speedy system yang jalurnya
merakit makanan ya. Karena burger ada
daging, ada sayuran, ada saos dan itu
semua tuh mereka harus dalam satu alur
yang sama. Jadi yang sebelumnya harus
nunggu 20 menit buat bikin burgernya
menjadi cuma 30 detik dan ini ee apa
diterapkan di banyak ee modern fast food
sekarang ya. Tuh. Oke. Nah, itu kisah
sukses penemuan itu ya. Nah, satu lagi
ini ada ee
apa? Chops value ya nama company-nya.
dia ee fokus ke
mengolah
sampah sumpit. Jadi punya ee value ee
ini ya value produk ya gitu ya yang
bahkan lebih harganya lebih tinggi gitu
ya. Oke kita nonton dulu baru kita bahas
ya.
People throw out 100,000 chopsticks
every day here in Vancouver.
But now this local company is upcycling
them into shelves, cutting boards, and
furniture.
Can it help reduce the massive amount of
single-use items in restaurants around
the world?
We visited Chop Values headquarters in
Canada to find out.
Chop value drivers pick up used
chopsticks from over 300 restaurants
around Vancouver a couple times a week.
Typically about 100 kg a day up to 150.
Precovid it was more closer to like 300
kilograms a day.
The restaurants part with them for free.
After they got in uh I believe all 5,000
pairs being recycled and [musik] reused.
So it's it's a great thing.
The real work begins at Chop Value HQ.
The founder Felix Bach calls this place
a microactory.
Just like a micro brewery, curious
visitors can come in and see how small
batches of tiles get made.
And this is how the process looks like
from raw material to end product.
First, they sort the chopsticks on the
custombilt shaker table.
These neat stacks are easier to work
with.
Then [musik] they dip the sticks into a
water-based resin. That provides a
protective coating before they roast in
a massive oven for 5 hours.
The 200 heat kills all the germs.
Aku izin cepetin sedikit.
chopsticks [musik] into a new un that
densifies um like a cake, a mat of
chopsticks [musik] into a new uniform
engineered material which is the base
modular tile used for all of our M
products. The tiles can be sanded and
assembled into furniture and also cut
into smaller products like coasters or
[musik] even domino pieces.
This desk sells for just under $,000 US.
That's about three times what you'd pay
at IKEA. But comparable to the price of
a desk made from solid wood, this piece
is made from about 10,000 chopsticks.
Chop value also takes custom orders.
We could do large countertops or
boardroom tables or pretty much anything
like that.
Since 2016, every single day.
That means leveling entire forests from
lunch break. There people throw out 130
million pairs every single [musik] day.
That means leveling entire forests for a
product most people use for just one
meal. It's not just Asia. Consumers
around the world contribute to this
problem.
We all have this drawer filled with
plastic cutlery chopsticks condiments
that we never asked for. Inexpensive.
They're cheap. They just come in without
you even asking for them. Sheila
Moravadi is the woman behind the Cutout
Cutlery campaign. Her organization
pressured major delivery apps to opt out
of sending Cutlery by default. She
estimates that saved well over 200
million utensils from going to Landfill.
Good job, Sheila. [musik] Activists in
China
trying to force them to stop giving
Cutlery by default.
There was a public outcry at the time,
but since the pandemic, food delivery
with single items is higher than ever.
So, we may never eliminate disposely.
That's why Sheila says upycling is so
important.
Shop value first started. It was only
making coasters.
Cities in North America with more
expected later this year.
Coasters are still the number one
selling item, but the collection has
grown to more than 30 products.
And Felix Bach hopes his invention will
show people that the next big idea for
reducing waste could [musik] be right at
our fingertips.
You put a few tiles and a few hexagon
shelves on your wall and uh you can
point to your friends to your wall and
say, "Hey, guess what? I have 1,00
chopsticks on my wall." and [musik]
start conversation about sustainability
or about recycling
ya eh sor ya itu tadi contoh penerapan
salah satu isu ya jadi kalau teman-teman
tahu tuh chopstick tuh bahan yang hanya
disekali pakai padahal bahan bakunya
sesuatu yang sustain ya sebenarnya dari
bambu dari pohon dan itu udah ee dari
alam ya ee dan bisa digunakan lagi gitu
ya Jadi ee teman-teman ee kalau mau
mengidentify permasalahan yang ada
sekitar kita misalnya banyak sekali ya
hal-hal yang ee sebenarnya oh ini punya
nilai manfaat lebih. Nah, ini salah satu
contoh di mana Chop Value mendefinisikan
ulang bahwa sumpit yang bekas ee ini
bisa jadi sesuatu yang punya value lebih
tinggi. Jadi, furniture, jadi bahan ee
garnish di rumah, ya kan atau bikin
sesuatu yang ee diolah kembali dan
limbah sumpit ini berhasil
ditransformasikan menjadi solusi untuk
mengurangi karbon dan circular ee apa
yang punya dampak itu ya contohnya,
Teman-teman. Oke, I think kita break
dulu ya Mbak Cinta ya 5 menit ya.
Oke. Iya, Mas.
Oke, silakan kita break dulu.
Baik, terima kasih Mas atas pemaparan
materinya yang sangat keren ya. Dan oke
sebelumnya
aku mau
cek dulu semangat teman-teman hari ini
ya. Oke.
Oke, teman-teman masih ada di room kah?
[tertawa]
Oke.
Nah, aku mau tahu nih ee seberapa paham
kalian ee mengenai materi hari ini.
Boleh ya dikasih reaction-nya.
Oke, ada 1 5
entar.
Oh, lima ya. Lima. Aduh, masih bertu
proses ya. Oke, oke, oke, oke,
Teman-teman. Selanjutnya mungkin Oke,
masih ada ya.
Oke, mungkin teman-teman misalnya mau
ada ee mau minum dulu ataupun mau ee ke
toilet dulu dipersilakan ya.
Baik, aku izin masuk untuk ke sesi
berikutnya yaitu kita akan main tebak
emoji, Teman-teman. Nah, dipersilakan
Bapak Ibu juga jikalau misalnya ingin
mengikuti ya. Dan
oke, jadi nanti teman-teman rules-nya
itu kita akan main tebak emoji. Nah,
kalian bisa komen di chat ee daerah itu
tuh apa gitu ya. Mungkin sudah familiar
juga ya teman-teman.
Oke, aku izin lanjut ya.
Nah, sini ada nih. Pertama ada gambar
buaya sama hiu. Nah.
Waduh, udah, udah ketebak ya. Udah
ketebak. Oke. Oke. Surabaya. Surabaya
sur ya. Aku langsung aja ya.
Betul jawabannya Surabaya, Teman-teman.
Oke, kita lanjut ke pertanyaan
berikutnya. Nah, di sini tuh ada gambar
bapak-bapak apa tuh? Apa ya? Terus ada
kerbau. Nah, ini tuh sering lupa clueya.
Katanya sih suka ee bobok pas weekend.
[tertawa]
Kebumen Banten. Banten. Really Banten,
Teman-teman. [tertawa]
Oke, kita lanjut aja ya jawabannya.
Kebumen. Betul yang jawab Kebumen. Benar
tuh. Oke, kita lanjut ke
pertanyaan berikutnya. Eh, eh, maaf sor.
Oh, udah ketebak tadi. Udah kelihatan
ya. Ini ada panggilan sayang katanya.
Ada gambar bayi sama telepon Pontianak.
Oke. Oke. Jawabannya Pontianak. Betul.
Kita lanjut.
Nah, di sini. Wah, kalau ini bisa
ketebak. Keren sih. Nah, ini itu ada
clueya. Pergi naik ojek online katanya
nih. Ada gesek kartu cashless. Pas
nyampe ngeluh karena banyaknya polusi.
Ah asik. Jakarta. Oke benar. Benar
Jakarta.
Oke. Benar Jakarta. [tertawa]
Oke. Ramai benar ya di chat.
Oke. Ini nih ada nih terakhir kayaknya
ini tuh ada UPO ada tebaknya itu pakai
Ben dunia ya. Ini tuh pakai action
Prancis. Nah,
lali apakah ada jawaban lain,
Teman-teman? Bekasi. Bekasi. Waduh.
Banyuwangi, Depok, Magelang,
Bekasi. Bekasi. Benar, Bekasi,
Yogyakarta. Aduh, makin sana kemari ini
jawabannya udah mulai variatif ya.
Oke,
kita lanjut aja. Jawabannya apa ya?
Depok. Teman-teman yang jawab Depok.
Benar tuh. Jangan jawab Depok. [tertawa]
Enggak ketebak
ya. Oke,
Depok. Eh, oh sori.
Mungkin ee kuisnya udah selesai ya,
Teman-teman,
untuk sesinya ya. Enggak expect. Oh,
masih masih terlena dengan debak
emojinya ya. Oke, sebelumnya seru banget
ya. Aku lihat di kolom komentar tadi
banyak banget yang komen. Nah, karena
semangatnya masih membara ya
teman-teman, mungkin kita cek dulu
apakah Mas Kusuma sudah aman.
Sudah terhubung kembali, Mas.
Ya sudah
oke
kelihatan.
Oke.
Seru banget tadi mengamati dari
belakang. [tertawa]
Iya ya, Mas. Seru ya. Mungkin kita
karena ini udah ee panas juga ya,
Teman-teman ya. Mungkin Mas Kusuma
silakan dilanjut lagi ya untuk
pemateriannya.
Oke, kita lanjutkan dulu ya teman-teman
ya.
Oke, nanti main game lagi. [tertawa]
Seru gameennya ya.
Oke, kita lanjut ke ID teman. Udah
kelihatanah screen saya? Oh, belum ya.
Tunggu ya. Ah, oke.
Kalau kelihatan sudah kelihatan ya. Oh,
good ya. Oke. Sip. Kita lanjut. tadi
udah define, sekarang e bagaimana kita
melakukan ideate. [mendengus] Jadi yang
kalian perlu pahami ada konsepnya
namanya double diamond. Jadi waktu
kalian mau menggenerate sesuatu itu
sifatnya divergence. Kalian seperti
lensa ya, kalian di [mendengus]
diperlebar gitu ya. Jadi waktu kalian
mau melakukan ideasi
ee pikiran kalian itu harus dibuka
seluas-luasnya. Jadi kalian bisa
menghasilkan ide sebanyak-banyaknya
dan kalian jangan just dulu ini make
sense gak ya idenya ini kayaknya idenya
ngawur gitu ya. Nah, kalian eliminasi
itu dulu pemikiran itu. Jadi, kalian
harus benar-benar menggunakan ee otak
kalian untuk melihat perspektif
seluas-luasnya ya. Jadi, tanpa ada
penilaian penilaian tanpa editing dan
kuantitas sebanyak mungkin dibanding
kualitasnya. Jadi jangan terlalu
dipikirin ini bisa diterapin enggak ya?
Ini bisa di apa diwujudkan atau enggak.
Tulis dulu gitu dan kasih batas waktu
agar tetap fokus. Kalau kalian mau
brainstorm 5 menit ya 5 menit, 1 menit
ya 1 menit gitu ya. Dan waktu itu
sebenarnya membantu kalian untuk ee
karena ada keterbatasan, jadi kalian
akan mencoba untuk berpikir semaksimal
mungkin gitu ya.
Jadi waktu kalian generate nih
gambarannya di sini ya. Kalian hasil
research itu sifatnya
eh mivers ya namanya diverse mdiverse
atau memperbanyak. Nah, jadilah sebuah
insight. Nah, insight ini kalian namanya
di converge atau convergence ya. Nah,
itu di tahap eh tadi ya waktu diempatize
itu kalian research jadi sebuah insight
di ideation di diverse lagi ya. Jadi
diperluas lagi. Ada opsi apa sih dari
masalah yang mereka hadapi menjadi lebih
banyak ee ide? Opsi solusinya apa baru
kalian kerucutin lagi. Dari ide itu kita
pilih satu tuh misalnya ya satu ide yang
paling relevan atau bisa juga beberapa
ide nanti dijadikan fitur gitu ya. Nah,
inilah fase di mana kalian perlu
mengevaluasi atau conver convergence ya.
Dikerucutkan, dikelompokkan idenya tadi
menggunakan eh affinity, user personal
dan juga e jurney map. Kemudian diskusi
eh sampai mufakat ya dengan teman-teman
eh satu tim dan berikan voting. Nilai
berdasarkan kriteria terutama
berdasarkan impact dan effort yang
kalian perlu keluarkan. Pilih 1 sampai 3
ide untuk kalian prototyp-an. gitu ya.
Jadi proses ini penting banget waktu
kalian melakukan handiate namanya double
diamond teman-teman ya. Jadi discover
define, develop deliver. Nah ini kalian
bisa ngulang lagi nih kalau ah
prototype-nya kok kalian belum maksimal
ngulang lagi sama prosesnya di desain
thinking ya. Nah kita nonton dulu gimana
sih cara brainstorming yang benar gitu
ya. Mungkin belum kebayang tanpa
judgement tuh gimana ya maksudnya ya.
Oke kita nonton dulu.
All right, team. Thanks for coming for a
brainstorm today. We have a really
interesting topic. The local zoo, the
visitors are down 20%. So, how might we
boost the number of visitors to the zoo?
This is a serious problem for them. They
want to um stay open. They need more
funding, all this kind of good stuff.
So, let's spend a few moments now first
um and get a few ideas down.
Remember, we're going for quantity.
Let's see how many ideas we can get. And
also, there's so many good ideas out
there. Let's push ourselves. Try to get
closer to the ridiculous. That might be
brilliant. All right, so I'll start us
off. I had a uh date night. So, and you
might uh hang out with the animals that
are in action, if you know what I mean.
All right. What what else what else you
got? Oh, yeah. What you got?
What if we do a dress up like your
favorite animal day? So it's like a cost
theme thing. Very cool.
What about zoo pop up at places that
kids frequent? The mall, school, parks.
Um, Home Depo I know has programs for
little kids to build like, you know,
bird houses and stuff like that. So, it
could be all these different crafts, but
they're sort of animal lessons. So, kids
learn and awesome. I have a night
camping, so you get to camp overnight
there. So, let's get a five or 10 more.
So, I figure loyalty cards work for
airlines and for burados. So, why not
have it work for the zoo? building up
the whole celebrity thing. What if like
we pretend that animals are celebrities
and we give out like a gossip magazine
as an advertising?
So for an hour every day, they vacate
the cages and you get to go swing on
like the bars and everything that the
monkey [tertawa]
do turn playground.
That's awesome.
What we'll do next is we'll look at
these and look for some themes and and
cluster a couple [musik] and then um I
think we should even prototype one or
two of these and then take them take
them over to the zoo. It's going to be
great. A lot of fun. Thanks guys.
Oke. Nah, itu tadi contohnya teman-teman
ya. Jadi untuk melakukan brainstorming
idea, mengidiasi itu keluarin
sebanyak-banyaknya ya ide-ide yang tadi
lucu juga ee ini ya ee apa pakai kostum
Animals Day kayak gitu ya. terus bikin
selebrity magazine ya kan terus bikin
loyalty. Kadang enggak perlu dipikirin
dulu nanti gimana eksekusinya ya tapi
dituangin dulu. Nah dalam ee apa
brainstorming itu tidak boleh ada
judgement karena pada prinsipnya kalian
mau generate dulu nanti dikelompokkan
berdasarkan ide mana yang paling bisa di
ee prioritaskan. Jadi nanti ada kita
pakai analisa impact effort seperti itu.
Oke.
Nah, enam aturan utama yang kalian perlu
ketahui saat brainstorming yaitu pertama
tunda penilaian. Ya,
jadi jangan bilang ide itu jelek dulu,
jangan men-judgement ya, apalagi punya
temannya gitu ya. [tertawa]
Nah, [berdehem] keluarin dulu idenya
gitu ya. Semua ide yang ada di pikiran
keluarin dulu dalam waktu yang terbatas.
Kemudian kejar kuantitas 100 ide mentah
ee lebih bagus daripada 5 ide sempurna.
Ya, jadi keluarin sebanyak-banyaknya
dan bangun di atas ide teman. jangan me
buat ee apa istilahnya men-stop ee
proses kreatif orang lain. Jadi kalau
kalian mau kasih feedback berikan yes
and atau ya dan mungkin ini bla bla bla
ya dan bisa ditambahin apa gitu ya.
Misalnya tadi kayak ee kostum ee waktu
di kebun datang ya. Jadi tadi kan ada
targetnya home wewi we improve eh zoo
visitor ya eh number of visitor of the
zoo gitu ya menambah jumlah ee
pengunjung di kebun binatang. Nah, ya
dan aku setuju ee untuk
apa tadi ee menggunakan kostum pada
Animals Day gitu ya. dan mungkin bisa
ditambahkan dengan ee apa misalnya
kegiatan ada apa tuh ee
kalau di kebun binatang biasanya ada apa
tuh ee show ya kan ee highlight si
ee hewan-hewan yang sudah dilatih ya
yang pintar ya bisa kasih pertunjukan.
Nah, kalau misalnya kayak gitu. Nah, itu
jadi pascod-nya misalnya. Nah, jadi itu
contoh ee membangun ide di atas teman.
Tapi kalau kalian pakai ya tapi itu ya
jadi ada negatifnya. Jadi ee apa? Jadi
men-stop proses kreatif karena jadi oke
itu idenya ya aku setuju tapi kurang
gitu. Jadi intinya tidak membantu.
[tertawa]
Baiknya adalah kalian membangun di atas
ee ide yang sudah ada atau yang sudah
disampaikan.
Kemudian yang paling penting ini nomor
empat paling penting ya, dorong ide
liar. Kadang ide yang enggak masuk akal
itu malah ide yang paling impactful
ya. karena bisa jadi lebih visioner.
Tapi starting pointnya nanti tinggal
kita untuk mencapai ke sana tuh nanti
bisa ada step by stepnya, tapi kepikiran
dulu end goal-nya apa. Nah, di situlah
eh ide gila atau ide liar atau kita in
dalam bahasa Inggris biasanya nyebutnya
well card, well itu eh sesuatu yang
penting di dalam proses brainstorming
gitu. Kemudian bicarakan satu topik
pembicaraan. Dengarkan penuh. jangan
saling potong. Jadi kayak tadi kasih
kesempatan semua timnya untuk memberikan
kontribusi dan topiknya jelas tadi ya.
Satu bahas adalah gimana cara naikin
numbers of visitor di kebun binatang.
Jadi kalian harus kasih ee ininya dulu
topiknya yang mau dibahas apa. Kemudian
visual visualisasikan. Tadi kalau kalian
lihat di sticky notes-nya mereka sudah
mulai memberikan gambaran ini bentuknya
nanti seperti apa, ada maskotnya, ada
tadi bikin apa tuh ee loyalty card dan
lain-lain. Jadi ee mulai memvisualkan
itu lebih bagus dibanding hanya tulisan
semata gitu ya.
Oke, itu proses brainstorming. Nah,
setelah brainstorming
ada beberapa metode yang kalian bisa
gunakan juga untuk eh
mengimplementasikannya. Selain kalian
brainstorming dengan tadi ya eh ideate
dengan bertukar pikiran, ada juga
namanya crazy AIDS. Ini untuk kalian
mengasah eh idenya menjadi sebuah
sketsa. Nah, nanti kalian akan mencoba
ini. Kemudian brand writing itu menulis
dalam hening. Jadi, semua enggak boleh
kasih ee pendapat langsung. Mereka harus
nulis dulu sendiri-sendiri. Mungkin di
sticky note, mungkin di di apa di
apa tuh? Di board-nya ya kan tanpa ada
suara gitu ya. Jadi benar-benar hening,
fokus hanya memberikan ide-ide. Ada juga
metode scamper yaitu substitute,
combine, adapt, magnify. Nah, ini nanti
diputuse-nya.
Kemudian elimate dan reverse. Jadi, ini
biasanya dipakai untuk tim produk ya.
Kalau teman-teman yang membuat produk eh
digital biasanya pakai scamper ya. Tapi
cukup rumit. Jadi ee karena banyak aspek
yang di ee ini ya biasanya karena
skalanya lebih besar gitu. Sama satu
lagi adalah worst possible idea. Jadi
sengaja di reverse engineering. Jadi
cari ide yang paling buruk.
Jadi dibalik kalau ide yang paling buruk
tuh misalnya nanti kalau kebun binatang
ee enggak pakai kandang misalnya. Iya
kan? ee gimana experience-nya gitu atau
enggak enggak ada ee apa ee bisa kasih
makan sendiri misalnya kayak gitu ya.
Itu worst possible idea gitu kan.
Orang-orang pada takut gitu tapi it
works kalau kalian ke Safari itulah eh
salah satu worst possible idea di
reverse. Kalian yang dikandangin di
mobil enggak boleh keluar dari mobil
tapi hewannya yang dilepas. itu
sebenarnya konsep dari membalikkan tadi
ya. Bahkan ada di Afrika itu tours yang
ee ke ke wilayah teritori singa tapi
kalian di dalam ee ininya kerangkengnya
justru gitu ya. Kalian yang di
kerangkeng naik mobil, nah singanya dia
dagingnya dikasih atas ee mobil dan
lain-lain. Nah, itu mereka yang akan
mendatangi kalian. Jadi dibalik gitu.
Jadi kadang sesuatu yang tidak biasa
itu malah lebih punya opportunity ya,
punya hal yang beda gitu. Atau kalian
menghindari yang kemungkinan terburuk
terjadi supaya
konsepnya lebih ee safe ya misalnya
seperti itu. Oke. Nah, itu contoh
metodenya ya. Nah, Crazy Aid itu eh kita
bahas ya. Crazy AIDS itu mengembangkan
tadi dari home might to be-nya kalian
bikin satu konsep di sketsa dengan panel
ya. Tiap orang mengisi apan kotak kosong
dan dikasih waktu 1 menit per panelnya.
Dan nanti setelah terjadi kalian bisa
present ee masing-masing timnya gitu ya.
Bisa berkelompok ini ya. Nah, kenapa
berhasil rata-rata ya dengan Crazy ini
sebenarnya dengan waktu yang terbatas
kalian punya ee ruang untuk ee men-judge
ya, tidak men-judge ide ini jelek atau
gimana karena ya sudah kamu bikin dulu
gitu ya. Jadi mendorong quantity-nya
jadi banyak dan meningkatkan peluang
terbaik untuk ide yang lebih hebat atau
yang punya impact. Kadang kalau karena
kita dibebaskan untuk kreatif, nah kita
bisa bikin ee ini Crazy itu banyak
dipakai untuk ee membuat eh interface ya
UI dari suatu produk digital sekarang
ya. Kalau produk kalian misalnya
hardware bisa juga kalian bikin atau
service design juga bisa kalian proses
tadi speedy delivery tadi ya punyanya si
apa McD itu bisa digambarin juga
prosesnya. Oh, ini dibikin dulu
baconnya. Eh, bacon apa? E, beef-nya ya
kan. Rotinya baru di iniin dipanggang
terus sayurannya disiapin. Terus ee
sausnya baru di ee bannya ditumpuk
misalnya kayak gitu terus diwpping. Jadi
prosesi itulah yang kalian nanti
gambarkan dalam sketsa atau IoT
misalnya. juga memungkinkan kayak kalian
oh integrasiin apa dulu untuk mengukur
apa, ditanam di mana misalnya
detektornya misalnya seperti itu. Oke.
Oke kita nonton dulu Crazy Aid.
This is Crazys. And the first thing
you're going to want to do is take a
piece of A4 paper just like Rob has and
folded it three times. So now you have
[musik] eight squares.
You want to set a timer for eight
minutes. The point of [musik] this
exercise is to draw one idea eight
different [musik] times. So you're
spending one minute within each square
of your page and you're trying to
[musik] take your idea and draw it in as
many ways as possible. Now, the
moderator is going to tell you when each
minute is up. And it [musik] doesn't
matter where you are, you have to move
to the next square.
This actually this exercise is just
[musik] so great. If you have the sort
of, you know, what we would call maybe
writers block or sketching block. Um,
and it's just a way to get any idea out
on paper. One of the ideas will be good
and you can move forward with it.
It's fast, it's fun, it's a little bit
crazy, but you do really want to focus
on actually getting something out of
this exercise. So, try not to be too
insane with your doodling, but just try
to always get [musik] something down on
the page in every 60 second chunk.
That's what's most important.
This is such a great exercise to use to
sketch whether [musik] it be an
interface, a new logo design, or even
actually some copywriting.
Make sure to always keep writing, keep
drawing. If you can't think of anything,
just keep your hand moving. Draw a
square around one of the boxes [musik]
and just just keep moving. Just keep
moving.
So, it's important to remember that of
course this uh this piece [musik] of
paper is yours. You don't have to show
it to anyone. It's just for you to be
proud of what you've accomplished
[musik] and hopefully to have gotten
some inspiration so that when you when
you're moving to do your full [musik]
concept sketch, you have something to go
off of. If you're doing this exercise
[musik] on your own, all you have to do
is make sure you have a timer that will
buzz after 60 seconds and you can switch
to the next [musik] square. It's so
important to keep this time limit
because that's what makes it crazy.
ya itu tentang crazy aid. Jadi kalau
biasanya di teman-teman yang sudah
pernah ee
apa ikut desain sprint ya ee itu
biasanya ada fase dis crazy untuk
membuat ee ini apa sketsa ya proses.
Oke kita lanjutin dulu.
Nah, setelah kalian punya tadi ee
sketanya,
nah sebenarnya ada juga cara lain ya
menggunakan ee impact effort untuk
kalian mengidentifyamakan
gitu ya. Jadi, kalian bisa lakukan eh
impact effort matric. Jadi dibagi empat
ee apa nih namanya? ee kuadran. Kalian
posisikan nih yang si solusi A itu
kayaknya bisa di kerjain dulu tapi ee
impactnya besar. Jadi aku akan
prioritaskan
atau ee kayaknya ini ee butuh waktu dan
tenaga yang enggak banyak ya bisa fill
in atau kayaknya ini butuh effort yang
banyak tapi impactnya enggak gede gitu
ya. Mone nipit jadinya dan ini kalau
bisa dihindari.
itu terus ada big bats ya. Ini untuk
teman-teman yang high impact, high eh
effort. Jadi eh kemungkinan punya
opportunity yang besar gitu ya dan perlu
perencanaan yang lebih matang. Nah,
kalian tinggal pilih mana yang kalian
mau prioritaskan terlebih dahulu.
Kalau ada di
area sini sebenarnya yang paling oke ya
kan paling bisa kalian kerjakan dulu dan
lebih visibel biasanya untuk kalian.
Ya, kalau yang di sini oke, tapi
biasanya butuh waktu. Kalau yang di sini
usahakan ee tidak diprioritaskan, gitu
ya. Jadi tujuannya itu. Nah, nanti
kalian tinggal discuss dengan tim, pilih
voting mana yang kalian mau
prioritaskan.
Oke, kuis dulu. Manakah urutan lima
langkah dari data riset ke problem
statement yang benar? Masih ingat enggak
yang tadi? Tulis dulu teman-teman,
silakan.
Ayo, masih ingat enggak tadi prosesnya
gimana? A
ya. Panjang banget nih ya. Ya, kita
lihat [mendengus] jawabannya. Yang benar
adalah A.
Thank you, Teman-teman.
Oke.
Nah, sekarang kita coba praktekin ya,
Teman-teman ya. Kemarin [mendengus] ee
apa kalian udah
di-share ya ke
grup
mengisi apa tuh ininya ya?
M-duplicate ya. Mironnya [mendengus]
udah di udah di apa duplicate
teman-teman.
Kalau udah boleh kasih thumbs up di chat
sudah diduplicate kah? Kalau belum nanti
boleh cek di grup ya kalau enggak salah
ya Kak Cintia ya.
Iya sudah ada di grup. Ee teman-teman
panitia juga sudah mengirimkan di kolom
chat juga.
Oke masih ada yang terkendala ini, Kak?
mungkin boleh dibantu.
[mendengus]
Sudah pakai yang baru kan ya?
Betul, Mas. Pakai yang baru sudah
dikasih tutorialnya juga di grup.
Mungkin masih ada yang terkendala ya.
Ya, mungkin bisa dicoba lagi soalnya
udah banyak saya lihat udah banyak yang
bisa duplicate. Kalau enggak bisa
mungkin boleh dicoba lagi.
Oke, jadi nanti akan ada dua template ya
teman-teman ya, define [mendengus] toate
sama framing.
Oke, sambil kita tunggu yang duplicate
mungkin ee teman-teman
ee boleh dicek ya yang enggak bisa ini
kenapa.
Oke.
Nah, tadi untuk me-recap apa yang kalian
sudah pelajari. Jadi ada ee satu
definisikan sebelum menyelesaikan. Jadi,
kalian harus me-divine dulu masalah
utamanya apa dan solusi yang paling
indah ya, yang paling menurut kalian
bagus tuh bisa jadi tetap gagal. Jadi ee
pastikan kalian mdefine yang selalu eh
apa works ya. Terus point of view itu
berdasarkan user, kebutuhan, dan
insight. Jadi problem statement yang pas
itu berdasarkan tiga hal tersebut. Hom
membuka ruang dan bukan mengunci. Jadi
eh home mightight we itu untuk membantu
home might we we tadi ya improve atau
increase numbers of eh zo visitor
misalnya. Jadi sasar akar masalahnya
numbers-nya itu yang kalian perlu
tingkatkan. Jadi fokus ke sana caranya
gimana. Kemudian diverse dulu baru
converse kemudian. Jadi coba kembangkan
lebih banyak ide kemudian pilih
berdasarkan ide yang paling relevan dan
AI mempercepat teman-teman untuk
memutuskan. Ee jadi kalau kalian dari
data insight itu kalian bisa tanyakan ke
AI, masukkan ke EI-nya. Ee kira-kira
dari hasil insight ini apa sih ee ininya
key-nya
gitu ya, supaya teman-teman bisa mulai
ee punya arahan di situ ya.
Oke, saya izin share board-nya.
Oke.
Oke, sudah kelihatan ya.
Nah, kalian perlu untuk me
buat ee homemade vflow. Jadi di template
ini ee nanti teman-teman yang belum tahu
cara duplicate-nya bisa cek di sini ya
videonya. Seharusnya sih bisa ya sudah
saya editor kok. Oke.
Nah, nanti teman-teman ee
di tahap ini ya ngelanjutin dari
sebelumnya kalian bisa sambungin gitu ya
permasalahan yang kalian udah identify
di pertemuan sebelumnya dari si
protopersona dan juga idenya apa. Nah,
kalian bikin pertanyaan home might
way-nya gitu ya. Jelaskan solusi secara
ringkas. Kemudian ee definisikan
perilakunya ya. hubungan langsung ke
penalnya seperti apa. Pilih nama singkat
ya untuk ini untuk nama nama solusinya
dan konsep simbolnya. Nah, contohnya
kayak gimana? Nah, ini misalnya apa
tantangan yang ingin kamu atasi? Nah,
bagaimana ini hope might we
statement-nya ya. Jadi di sini kalian
tulis kalau kalian lihat di sini
statement home might we. Nah, tujuannya
untuk kalian bikin statement
permasalahannya. Bagaimana kita dapat
membantu keluarga urban memantau dan
meningkatkan kualitas udara dalam
ruangan secara matis. atau bagaimana
kita dapat mengurangi risiko kesehatan
pernapasan akibat polusi udara di
rumah-rumah di Indonesia. Karena kan
kita lihat banyak kasus ya sekarang
karena polusi di terutama di Jakarta
misalnya atau karena di kebetulan di
Bali banyak bakar sampah itu juga
berpengaruh akhirnya polusinya meningkat
gitu ya. Nah, apa ide solusi yang akan
ada di produk kamu ya atau produk ee
yang kamu mau buat tuh apa fiturnya ya?
Misalnya aku punya ide bikin sistem
sensor IoT yang memantau
eh ini ya eh kualitas udaranya PM 20 eh
25 sama PM10 atau CO2-nya kelembaban dan
suhu secara real time di setiap ruangan
dan bikin aplikasi mobile dengan
dashboard. kualitas udara, rekomendasi
kesehatan, dan tracking historis
datanya. Selain itu, integrasi dengan
ekosistem perangkat smarth untuk kontrol
suara dan otomatis rutin. Ya,
ini contohnya. Kemudian untuk siapakah
produk ini gitu ya. Eeah kalian ini bisa
pakai yang Persona kemarin. Jadi masukin
tuh kalian tinggal perdalam lagi ee
usianya ee demografinya ya. demografinya
seperti apa. Kalau mau ada nama enggak
apa-apa namanya ee siapa gitu ya. Terus
perilakunya bagaimana kesehatan ee T sai
bersedia investasi untuk teknologi
wellness keluarga misalnya ya. Terus
kebutuhannya apa? Monitoring kualitas
udara. Konteksnya tinggal di area urban
berpolusi tinggi motivasinya dalam
melindungi kesehatan keluarga terutama
anak lansia dan penyakit penafsiran
jangka panjang. Nah, kenapa mereka butuh
ini? Jadi kasih ris-nya juga misalnya
keluarga urban tidak sadar kualitas
udara. Nah, ini lebih ke problem
statement ya. Kalau kalian lihat di sini
kan saya tulis nih statement masalah ya,
problem statementnya ya. Karena
pengoperasian air purifier manual tidak
efisien boros listrik dan tidak jalan
saat dibutuhkan. Misalnya anak-anak dan
Asia menderita alergi, asma, gangguan
pernapasan akibat polusi udara indoor.
Nah, kalian bisa mulai pikirin nama
produknya apa. Misalnya kalian ya udah
brandstor sama AI aja. dari yang kalian
sudah bikin ini kalian coba masukin ke
JPT Jeminei atau Cloud
atau Persplex City kalian tanyain eh
kira-kira apa nama produk yang paling
cocok ya. Nah nanti opsinya apa?
Misalnya udara sehat menggabungkan udara
dan sehat mudah diingat mencerminkan
manfaat utama tlelannya udara bersih
keluarga sehat smart air home healthy
home gitu ya. Nah, ini saya minta
kemarin pakai apa ya? Jem ini ya kalau
salah ya Jem ini untuk bikin logonya
udara sehat bersih keluarga sehat gitu
ya. Jadi cukup mudah ee teman-teman isi
dulu ini ee dari template yang sudah ada
ya. Ini yang di sini kalian bisa isi
berdasarkan apa yang kalian sudah ee
build kemarin atau kalian sudah
kembangkan dari ide
solusi dan protop persona itu jadi
persona nanti di sini. Ini kita cepat
aja ya teman-teman ya. Mungkin 15 menit
kalian bisa kerjakan ini. Kemudian nanti
kita akan bikin yangame-nya.
Oke.
Oke, silakan ee teman-teman untuk bisa
buka board-nya. Saya akan kasih waktu
teman-teman 15 menit untuk mencoba
mengisi di sini dulu
ya.
Kita set 15 menit dulu.
Oke,
selamat mencoba. Oh, ada pertanyaan dulu
enggak sebelum kita mulai? Ada
pertanyaan dulu enggak untuk pengisian
teman-teman
yang ini ya?
Mudah dipahami kah?
Kurang ngertinya gimana?
Ini kan udah ada contohnya nih.
Jadi kalian bikin homemade statement
kemudian bikin ee solusi produknya ya
dikembangin dari yang kalian kerjakan
kemarin sama personanya nih tiga ini.
Might eh solution statement sama eh
persona. Nah, yang di sebelah sini e itu
problemat. Problemnya apa sih yang
kalian temuin dari Persona sebelumnya
yang kalian bikin ya? Protona.
Terus yang dua ini lebih ke produknya,
outcome-nya bentuknya ee apa nama
produknya sama logo ininya apa. Jadi
kalian bisa generate pakai tools apa aja
ya. Mau AI apapun boleh.
Oke, kalau udah kita mulai ya. Sekarang
11 eh sori 1035 15 menit. Teman-teman
bisa isi dulu nanti kalau memang kurang
kita bisa tambahin. Oke, let's
H
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
izin masuk boleh teman-teman yang
[musik] ee dicoba dulu ya ee untuk
memakai mironya dan kalau semisal sudah
boleh konfirmasi ke kami biar nanti
[musik] ee boleh dipresentasiin juga ya
kalau ya
[musik]
[musik]
[musik]
Ah.
[musik]
[musik]
[musik]
He.
Oke, Teman-teman gimana nih? Udah pada
buat belum nih? Apakah ada yang masih
kesulitan? Boleh dibantu ya.
Oke.
Baik, izin
untuk teman-teman yang misalnya mironya
mirrornya enggak bisa diduplicate. Jadi,
Teman-teman bisa nih em
copy board.
[musik]
Jadi kalian buka board kosong dulu. Nah,
lalu copy paste dari board yang sudah
dibagikan. [musik]
Okay.
Eh
[musik]
[musik]
[musik]
Oke,
tahan ya teman-teman [musik] ya.
Oke, nanti kalau ada yang masih
terkendala nanti bisa dilanjutkan
sendiri ya.
Oke. Ee berikutnya kalau teman-teman
udah berhasil mengisi
define toate-nya ini, sekarang kita coba
untuk memvisualkan, Teman-teman,
ya. Jadi kita pakai tadi yang kita
sempat lihat videonya ya, Crazyid. Jadi
di dalam Crazy itu nanti teman-teman
bikin 8 panel ya dalam waktu 8 menit ya.
Tapi serunya nanti kita mungkin 1 menit
1 menit kali ya biar teman-teman bisa ee
gambar. Nah, jadi nanti kalian bisa isi
template ini, kalian bisa pakai apa ini
namanya? pen tools ya yang di kiri ini.
Nah, nanti teman-teman pilih aja pen
tools nanti bisa gambar ya. Jadi bisa
dicoret-coret kayak gini ya.
Atau nanti ee apa kalian juga bisa pakai
ee apa nih ee gambar emoji atau ini ya
apa dari image ya. Kenapa saya pakai
image.
Nah, image or icon. Nah, nanti kalian
tinggal pilih tuh image or icon. Nah,
nanti tinggal kalian masukin
bisa dalam bentuk produknya ya. Misalkan
interface produknya boleh ee produk
digitalnya atau kalian pakai yang ee apa
tuh ee mungkin yang non digital misalnya
kan hardware atau IoT produk atau
mungkin ee ininya ee servis-nya ya. Jadi
dari sisi itu boleh juga. Ini kan contoh
yang bukan produknya [mendengus]
langsung ya, cuma kayak eh make click
the eh apa message to report ya, voice
comment to prom. Jadi gimana interaksi
si solusinya dengan si manusianya gitu
ya. Nah ini dia buka website terus
diracking ya kan dia connect ke HP dia.
Jadi ada apa trackernya nanti dapat
report automatic. ini sebenarnya tentang
eh AI ya, envoice AI. Nah, ini contohnya
teman-teman. Nah, teman-teman bisa bikin
berdasarkan home-nya. Misalkan kayak
yang ini kan saya bikin ee apa nih ee
produk IoT untuk udara sehat ya. Nah,
nanti misalnya gimana nih cara
integrasinya? Misalnya step satu itu
mengaktifkan dari aplikasi. Aplikasinya
bentuknya ada apa? Tombol untuk connect
ke smart home-nya ya kan. kontrol smart
home-nya bisa ngukur ee PM 25-nya ya
atau ee apanya ee kualitas udaranya, air
quality-nya. Nah, terus bisa setule
rutinnya untuk nyalain misalnya seperti
itu. Nah, itu yang perlu kalian lakin.
Nah, kalian bisa pakai di sini atau
kalau kalian ada kertas atau buku boleh
juga. Jadi misalnya buku kertas ini
enggak kelihatan ya, kalian gambar
sendiri manual nanti difoto aja terus
di-upload di sini ya. Kalian bisa upload
image. Insert image. Eh, mana
insert
mana sih? Oh, ya dari image juga ya.
Uploading sor upload. Nah, kalian
tinggal upload aja nanti eh from my
device atau mau dari eh apa eh cloud eh
drive kalian juga bisa ya. Jadi bisa
kalian manual digambar di kertas lebih
baik lagi. Jadi di dilipat delan an ya.
Kayak tadi di video ee kertas A4 kalian
lipat jadi delan atau kalian pakai buku
di gambar masing-masing halaman terus
kalian foto kalian upload di sini bisa
gu ya.
Oke ready.
Ada pertanyaan enggak
teman-teman
ya. Ini kalau kalian ee apa tadi ada
yang nanya ya.
Jadi kalau mau di-unlock nih ditahan aja
ya, Teman-teman ya.
Nanti kalian bisa copy langsung di sini
atau sebenarnya kalian klik ini aja
terus komen apa Ctrl D ya. Nah, dia akan
duplicate sendiri. Kalian bisa pindahin
ke board kalian. Oke.
Atau di sini ya duplicate ini klik tiga
duplicate. Nah, nanti duplicate satu
Bnya tu ya. Betul. Memvisualisan solusi
kalian. Oke, kita mulai ya teman-teman
ya. [mendengus]
Pilih aku kasih pilihan ke kalian nih.
Kalian pilih ee di set 8 menit apa 1
menit per gambar. Jadi kalian nanti akan
saya batasi 1 menit 1 menit untuk ke
stage berikutnya.
Boleh tulis di Zoom, Teman-teman. Pilih
dibagi dalam 1 menit atau full 8 menit.
Oke, 1 menit ya.
Oke, sudah siap nih kayaknya. Nadila
udah. Oke, Tajul. Oke, Pak. Oh, Fatan
bikinnya full 8 menit. Gimana nih yang
lain?
Paling banyak siapa nih? 1 menit atau
full 8 menit?
Oke, 8 menit. 8 menit.
Ayo, aku tunggu nih mau full apa mau
kok lhit [tertawa]
malah nambah.
Oke, kita set 1 menit ya teman-teman ya
per panel ya. Ee bisa di kertas bisa di
sini di gambar ya teman-teman ya. Jadi
aku akan kasih
waktu 1 menit per panel ya. Boleh
digambar dulu, enggak harus langsung
di-upload nanti kita bisa tambahin.
Oke, sip. Oke, 1 menit ya kita coba
untuk
bikin panel pertama. Ready. Boleh kasih
time up kalau sudah ready. Teman-teman
boleh kasih thumbs up kalau udah ready.
Oke, yang lain gimana? Oke, sudah ready
ya. Kita bikin panel satu dulu apapun ee
ininya berdasarkan solusi kalian. Jadi
harus menggambarkan bagaimana interaksi
di dalam ee solusi kalian ya. Jadi
sequens ya teman-teman ya. Jangan
berdiri sendiri ya di masing-masing ya
step by step betul ya. Step by step dari
ide solusi kalian. Oke, jadi ready panel
pertama ya, 1 menit. Let's go.
Oke.
10 9 8 7uh 6 5 4 3 [musik] 2 satu oke
ya berhenti semua ya angkat tangannya
angkat tangannya [tertawa] jangan
dipegang bulpennya jangan dipegang
touchpad-nya mouse-nya ya oke. Apapun
hasilnya ya jangan dirubah-rubah dulu
biarkan ee sejadinya dulu. Oke,
berikutnya bikin panel kedua. Untuk
langkah berikutnya solusinya akan
seperti apa ya. Lanjutin dari step
pertama. Oke, [mendengus]
ready.
Let's
[musik]
Oke,
dan oke dulu. Lanjut ya. Panel ketiga
udah ready?
Boleh kasih love dong kalau udah ready.
Love, love.
Yaah kan keluar di layarku.
Oke, ready ya. 1 menit panel ketiga.
Let's go.
10 9 8 7 6 5 4empat t dua Satu hands
off.
Oke, angkat tangannya. Oke, lanjut. Ini
step 4AT ya berarti ya. Oke, step 4.
Sekarang 1 menit mulai sudah ready ya.
Mulai dari sekarang teman-teman. Oke,
let's
Oke, dan lanjut ke panel 5. Ah, ready?
Ready. Oke. Oke. Ready ya. Udah kasih
love nih. Oke, let's go. Final 5
[musik]
3 2
[lonceng] Nice.
Masih semangat teman-teman sudah
setengah jalan nih. Yuk dikit lagi.
Oke masuk panel 6 ya.
Oke ganti lagu lah biar enggak tegang.
[tertawa]
Oke pendinginan dulu a lanjut ya. Final
6. Let's go.
Oke.
Dan dua lagi ya, dua panel lagi ya.
Susah gambarnya ya. Boleh kok kalau
susah gambar mungkin ditulis dulu boleh
ya.
Enggak harus gambar bagus banget mungkin
ditulis saja cuma kalian kasih konsepnya
ee seperti apa. Oke, dua lagi. Oke, ee
panel 7 ya, Teman-teman ya. Ready? Let's
go.
lima empat empat 3 dua satu.
Oke. Nah, terakhir nih. Terakhir. Ayo
terakhir ya. Panel 8 ya.
Ready ya. Ready ya. Pada del ya terakhir
ya. Oke.
Oke. Ready.
Let's go.
10 9 8 7 6 5 4 3 Dua satu time up. Oke,
mantap.
Tepuk tangan dulu dong, Teman-teman.
Weh,
keluar enggak ya?
Mantap. Mantap. Oke. Seru kan, ya? Nah,
sekarang waktunya present. Nah, boleh
dong tadi yang semangat banget deh.
Boleh dong present. Ayo, saya tunjuk
satu orang nih. Kita kasih kesempatan ee
satu orang buat prisan nih. Boleh,
boleh. Ini dong di chat atau mungkin
rais hand mungkin ya. Eh, Kak Cinttia
boleh dibantu mungkin yang mau present
silakan.
Oke,
mungkin ini ada dari
Yudan ya di Yudan. Boleh, Saudara Yudan
Nur Alif dipresent aja
ya. Silakan langsung present di share
screen mungkin ya.
Entar aku izin off share screen-nya
ya. Silakan.
Oke, mungkin boleh yang ini dulu ya.
Yang tadi apa?
Define to edit-nya tadi sudah diisi ya.
Boleh dari situ dulu biar tahu konteks
framing-nya tentang apa.
Cek cek. Suara saya kedengaran enggak
ya, Kak?
Kedengaran. Kedengaran. Silakan. Oke,
jadi di sini ada define toate dari tim
kami. Itu yang pertama mulai dari
tantangannya ya.
Jadi tantangan pertama yang kami hadapi
itu bagaimana kita bisa membantu siswa
di Kepulauan Aru untuk belajar dengan
keterbatasan jaringan dan device.
Oke.
Terus yang kedua itu bagaimana kita bisa
membantu proses belajar siswa di SMP
yang ada di Kepulauan Aru itu ee efektif
belajarnya. Oke, solusinya.
Oke, solusinya
yang pertama itu aplikasi mobile yang
mengedepankan e offline first ya,
yang mana materialnya itu bisa diakses
secara offline.
L berikutnya ee aplikasi mobile yang
terintegrasi dengan AI yang mana
mempersonalisasikan jalur belajar siswa
dari masing-masing siswa di SMP
Kabupaten Aru.
Oke, berarti untuk siswa ya.
Oke. [berdehem]
Oke.
Jadi ya untuk siapa ya? Untuk ee para
siswa di ee Kepulauan Aru yang mana dia
masuk ke kriteria 3T. Oh yang kedua
untuk para pengajar agar mempermudah
proses pembelajaran.
Oke.
Ee yang keempat. Nah kenapa butuh sih?
Kenapa butuh ini? Problemnya itu karena
sekolah di ee SMP di Kepulauan Aru itu
masuk ke daftar daerah 3T. Ini menurut
data ya. Jadi ee sulit ee terhadap akses
jaringan itu tidak sekencang di
perkotaan.
Oke, nice.
Lalu anak-anak di Kepulauan Aru itu
memiliki keterbatasan di face yang belum
standar. Artinya ya
sangat susah untuk aplikasi yang berat
gitu. Lalu nama aplikasinya, nama produk
kami itu nanti Adap Learning 3T.
Oke. Nah, boleh ditunjukin mungkin ke
logonya ya. Nah, sekarang Wframe-nya
mungkin boleh diceritain WF-nya.
Oke,
dari Crazy.
Oke, Wframe-nya mulai dari pertama ya
pastinya login dulu. Di situ ada login
dengan nama siswa dan kode kelas. Kenapa
kode kelas? Karena kami pastinya kan di
situ mengedepankan offline first ya.
Jadi mungkin nanti ee daftar-daftar nama
siswa yang ada di kepulauan itu sudah
terdaftar di Kemendikbud misal atau di
ee sekolah itu sehingga bisa langsung
login dengan ee kode kelas.
Oke.
Lalu yang kedua itu ada di sini ee
pertama kali masuk ke aplikasi itu tuh
siswa diberikan tes dulu. Nah, tes ini
untuk apa? Jadi e tes ini untuk awal
agar sistem bisa menentukan
ini saat mengerjakan. He.
Oke. Yang keempat ini ada laber
progress-nya ya.
Jadi ee dari sini sehingga sistem bisa
menentukan ee jalur belajar siswa yang
tepat itu seperti apa. Nanti diberikan
materi-materi yang sesuai dengan
kemampuannya. Jadi tidak semuanya
diberikan. Jadi hanya ee hasil dari si
personalisasi EA itu.
Oke.
Lalu ada ini ee sesinya itu ada baca ee
video dan juga ada soal interaktif.
Oh, oke. Ada LMS-nya ya.
Lalu ini ya ini ada teks-teksnya. Jadi
ee apakah dia tuh
ee berprogres enggak sih atau malah
nurun misalnya
h
atau malah naik. Nah. Oke.
Lalu sesi selanjutnya ya pastinya sudah
dipersonalisasi lagi oleh A itu. Lalu
ini adalah statistik keseluruhan ee
siswa itu belajar pada hari itu.
Oke,
begitu eh Kak Kusuma.
Thank you, Yudan. Terima kasih.
Menarik sekali ya. Ee nah itu frame-nya
kayak gitu teman-teman. Acak kadut tapi
dapat konsepnya ya. Karena tujuannya
kalian memvisualkan ide tadi secara
cepat ke
gambar ee dalam bentuk gambar ya. Jadi
ini karena bentuknya aplikasi solusinya
ya dia interface aplikasinya gitu ya
Yudan ya. Tapi kalau kalian tadi eh
hardware atau produk yang bukan digital
it's also fine ya. Oke thank you Yudan
udah present. Kita masih ada waktu
enggak Kak Cind ya atau langsung k aja?
ee mungkin langsung ke Q&A aja ya, Mas.
Oke, boleh silakan. Eh, thank you untuk
Yudan. Ee kita lanjut dulu ke Q&A. Jadi,
tadi teman-teman bisa ee ambil contoh ya
dari teman ee kalian di sini yang sudah
mencoba tadi ee dari Yudan.
Jadi, kayak gitu bikinnya, Teman-teman.
Bagus sekali.
Mungkin boleh pertanyaan dari slide atau
mungkin mau langsung open mic.
Baik, karena ee untuk mempersingkat
waktu juga ya ee untuk teman-teman yang
ingin bertanya boleh ee untuk menyalakan
fitur raise hand-nya. Dan untuk
teman-teman misalnya yang tidak
memungkinkan boleh melalui slido.
Waduh banyak. Waduh, banyak banget ya,
Mas. [tertawa]
Oke,
siapa dulu nih tadi?
Tadi di aku ada Ataya Azaria Robi yang
Oke, silakan open mic, Mas A.
Halo.
Yes.
Apakah terdengar?
Yes, kedengaran.
Silakan, Mas.
Eh, oke, Kak. Ee sebetulnya saya Ataya
dari Mandua Kota Malang dari tim
Tanjakan Sambat. Eh, saya ingin bertanya
tentang eh proses ideat. Nah, saya ingin
bertanya tujuannya eh menggenerate
banyak solusi itu apa sebelum
mengerucutkan? Terima kasih.
Ya, jadi ee tujuan utamanya adalah
kalian mengeksplorasi hal yang mungkin
kalian
tidak mengira gitu ya istilahnya. Karena
tujuannya kan kalian punya solusi, punya
apa tadi ya? udah punya apa problem
statement punya punya apa point of view
punya insight tapi ide itu akan lebih
ee kreatif kalau kalian memberikan ruang
gitu. Kalau kalian hanya stik satu, oke
kayaknya idenya yang bagus ini deh. Nah,
kalian belum memastikan itu bisa
divalidasi atau enggak. Nah, kalian
butuh reference dan comparable dari
perspektif lain. Kadang satu orang tuh
kurang cukup sebenarnya. Makanya kita
butuh brainstorming ide gitu ya masa.
Karena perspektif masa taya nanti sama
si A, si B, si C akan beda karena kalian
bertumbuhnya beda dan eh value yang
kalian bawa juga beda. Di situlah fungsi
dari brainstorming idea itu memberikan
perspektif yang lebih luas ya. Jadi
nanti waktu kalian ee punya banyak ide,
kalian bisa prioritas dulu. Oh, ide ini
menarik. ide ini mungkin belum saat ini.
Oh, ini ide yang kita bisa
implementasikan segera. Oh, ini ide
bagus tapi kayaknya lebih long term dan
butuh budget misalnya. Dan kalian bisa
dapat beberapa insight yang mungkin
enggak cuma satu fitur, bisa jadi itu
fitur tambahan.
Itu tujuannya kenapa kita perlu
meng-generate. Jadi nanti misalnya dari
10 eh dari 20 lah ya, misalnya 20 ide
kita ambil tiga aja itu jadi fitur gitu.
Tapi core fitur-nya mungkin cuma satu
gitu ya. Core fiturnya mungkin cuma
satu. Mungkin kayak tadi Mas Wudan
provide ya. Dia kan ada LMS-nya ya di
dalam ee itu ada video ada. Tapi kalau
ee kan untuk 3T untuk apa eh load video
tuh berat ya. Nah mungkin di next
stage-nya nih ee harus dipikirin cara
compression eh file-nya gimana gitu kan.
Berarti kita fokus dulu nih modul yang
bisa dibaca dulu misalnya kayak gitu.
Tapi udah kebayang sebenarnya bentuknya.
Oh, LMS ada teks, ada progress
learning-nya, ada soal-soalnya, ya kan
ada AI-nya untuk ee mengukur. Jadi semua
itu dalam satu ide yang tadi ada
beberapa ide jadi dalam satu ee produk
gitu. Gitu, Mas A gambarannya.
Menjawab.
Baik, terima kasih atas jawabannya.
Oke, thank you Mas AT.
Oke, ya. Lanjut.
Oke, terima kasih ya atas saudara Ataya
ya sudah menanyakan pertanyaannya yang
sangat bagus. Mungkin aku Mas mau lanjut
di yang slido terlebih dahulu. Apakah
diperbolehkan?
Izin share screen ya.
Heeh.
Di slido sendiri
itu ada altara arbitraansah.
Pertanyaannya, jika hasil wawancara
dengan beberapa pengguna ternyata
memberikan kebutuhan yang berbeda,
bagaimana cara menentukan insight mana
yang harus diprioritaskan sebelum masuk
tahap ide? Mana tuh, Mas? Oke, ini
maksudnya kebutuhan berbeda dari
yang kalian interview gitu.
Masing-masing beda gitu ya maksudnya ya.
Ee mungkin karena ini di slido ya sor
mungkin gambarannya ya kalau misalkan
dari
kalian interview lima gitu terus
lima-limanya beda berarti kalian saling
interview
[tertawa]
tu ya. Karena pasti ada pattern yang
mirip kalau ee tadi personanya sama ya.
Jadi yang jadi patokan untuk kalian
sebelum interview itu kalian harus
menentukan si audiens-nya atau si
usernya atau personanya ini punya
pattern yang sama. Nah, caranya gimana,
Kak? Kalian bisa screening dulu pakai
pertanyaan screening waktu interview.
Kalau memang tidak cocok, ya kalian bisa
eliminasi atau datanya tidak bisa
dipakai.
Atau kedua adalah kalau 5 kurang
mungkin kalian nemu nih dari 5 ada
kesamaan nih ee 3 misalnya. Nah, kalian
bisa nambah lagi ee jumlah yang kalian
interview misalnya nambah 5 lagi jadi
10. Cari pattern yang mirip. Kalau 10
ternyata belum dapat nih, Kak. Ya,
nambah lagi gitu.
Atau kalian perlu me-refind persona
kalian, gitu ya.
atau kalian memang harus mensortir yang
lebih
relevan ininya audiens-nya. Jadi banyak
faktor tapi dari pengalaman saya selama
ee melakukan proses desain thinking ya
teman-teman ya. Lima itu sebenarnya
sudah mewakili biasanya ada tiga yang
memiliki kesamaan kayak gitu ya
pattern-nya atau kadang lima beda-beda
tapi ada satu yang mirip background-nya
atau behavior-nya
gitu. Misalnya lima ini semua pekerja
biasanya transportasi umum yang kalian
pakai apa yang kalian gunakan bisa jadi
beda-beda tapi struggle-nya sama ya.
Yang satu naik bus satu naik Gojek, yang
satu naik ee apa? Jalan kaki misalnya,
yang satu naik sepeda sendiri, yang satu
naik skateboard misalnya ya, lima itu.
Tapi permasalahan mereka apa ya
sebenarnya yang paling kalian ee apa ee
hadapi yang masalah paling sering kalian
hadapi apa? macet misalnya, aku paling
enggak suka macet nih, Kak. Gitu. Mau
pakai apa aja juga enggak ada jalannya
gitu. Sama waktu misalnya
atau mungkin juga cuaca. Ya, itu salah
satu hal ya. Panas, Kak. Kalau di
Jakarta polusinya parah sih, Kak. Mau
naik apa aja juga kena polusi gitu ya.
Nah, misalnya kayak gitu.
Jadi ee
tadi tentukan
ee apa ee personanya yang relevan. Kalau
kurang ya kalian tambah baru kalian dari
insight itu nanti kalian pilah
pattern-nya. Yang dicari itu pattern
pola mana behavior yang sama ya kan mana
yang eh mungkin e goals-nya sama atau
opportunity-nya sama ya kan. Itulah yang
kalian capture untuk diprioritaskan di
tahap ide. itu ya. Oke, next.
Oke, Mas. Karena mungkin waktunya
terbatas ee mungkin ini ada satu titip
ee pertanyaan dari YouTube. Izin untuk
membacakan ya, Mas.
Yes.
Eh, apakah tahapan desain thinking ini
harus ditulis secara eksplisit pada
konsep paper atau desain thinking ini
hanya sebagai kerangka berpikir saja
dalam penyusunan konsep paper ini?
Terima kasih.
Nah, itu kayaknya sudah dijawab sama ee
tim ya dari Mas Hendriko itu ya. Tidak
harus mengubah konsep ee paper-nya, tapi
jika dirasa sudah sempurna dipersilakan
juga.
dengan apa? Dengan konsep pertama yang
dikumpulkan
ya.
Jadi bisa sama atau dirubah ya
teman-teman ya tergantung dari ee proses
kalian nih.
Kalau dirasa kalian dari habis learning
ini mau dirubah silakan ya teman-teman
ya. Wah terbuka wawasannya misalnya. Oh
kayaknya bisa diekplore lagi silakan
gitu.
Baik, terima kasih sebelumnya atas
teman-teman yang sudah kasih pertanyaan.
Mungkin Mas aku ini karena di penghubung
acara juga aku mau nanya ee e mungkin
aku mau tahu closing statement dari Mas
secara singkat aja mengenai pematerian
hari ini.
Oke. Ee
apa ya? [tertawa]
ini enggak ada di script nih, Mbak.
Oke. Jadi, ee untuk teman-teman bila
kalian udah di tahap eh define danate
sebenarnya ya mindset yang paling
penting adalah kalian mengeksplorasi.
Ingat kata koncnya eksplorasi. Jadi
kalian mencoba mencari
sebanyak-banyaknya opportunity dan
problem yang kalian bisa jadikan
benchmark untuk kalian solving. Ya, jadi
di fase ini penting untuk kalian punya
mindset mindset openness ya dan juga eh
courous karena kalian perlu menentukan
mana sih solusi yang paling ideal buat
target user kalian atau persona kalian
ya. Jadi tadi ee basisnya adalah hasil
research yang di pertemuan sebelumnya
diempetize. Kalian perlu analisa core
atau root cost-nya ya kan di fase ini.
Ini sebenarnya paling fun tuh di fase
ini teman-teman ya.
Fase fase ide dan eh sori define dan ide
itu paling ee seru sebenarnya karena di
situ kita kayak mengeksplorasi banyak
hal. Tapi downfall-nya adalah kalau
kalian tidak mcde
mana ide yang eh paling tadi. Makanya
butuh impact effort matric tadi ya.
Kalian tidak bisa memprioritaskan mana
dulu yang kalian harus tackle isunya
dengan konsep ee solusi kalian. Nanti
kalian akan muter-muter di situ terus
kelemahannya itu. Jadi kalian harus
segera decide enggak apa-apa kalau belum
matang. It's ok. Karena nanti ada fase
kalian untuk melakukan tes
ya. Jadi jangan takut gitu. Kadang
lamanya tuh kayak duh ide ini sense
enggak ini terlalu banyak pertimbangan,
akhirnya kalian tidak mencoba
ya. Jadi eksplorasi itu coba dulu, hajar
dulu sampai kalian bisa ee dapat
feedback dari real user kalian. Kalian
tahu bentuknya seperti apa dan bisa di
bikin konsepnya dulu kalian tes. Enggak
harus jadi produk. Jadi, makanya ada
namanya prototype, ya kan prototype-nya
dulu baru kalian coba. Nah, itu nanti di
next week kita akan coba itu. Ini aku
spill dulu ya, Teman-teman ya. Jadi
prosesnya saling berkaitan. Nanti ee
kalian akan mencoba untuk melakukan
prototype dan tes ke user kalian dan
gain feedback. Kalau ada yang perlu
di-refine, ada yang perlu di ee reverse,
ya kalian balik lagi ke step sebelumnya,
gitu. Oke,
itu ya pesannya jadi panjang ya.
Oke,
ya. Sama-sama teman-teman
feel free ya. ee bisa ee ini connect
juga teman-teman [mendengus] ke Linkin
saya atau ke
apa sosial media feel free.
Nanti biasanya saya ada beberapa
share-share tentang knowledge di sana.
Oke.
Oke, thank you Mas Kusuma dan thank you
juga untuk teman-teman semua. sebelumnya
ee saya izin take over ya, kebetulan
dari Kak Sintianya lagi ada problem. Ee
oke.
Iya. Ee sebelumnya teman-teman saya
ingin mengucapkan terima kasih dan juga
ee terima kasih sebesar-besarnya ya
untuk Mas Kusuma atas waktu dan juga
kesempatannya beserta dengan materinya
yang sangat-sangat luar biasa ya
teman-teman. ee banyak banget yang hari
ini kita dapatin dari Mas Kusuma bukan
hanya terkait materinya tapi juga
terkait ee kita belajar mengenai ee apa
sih itu ee dari kelanjutan yang
sebelum-sebelumnya sudah kita pelajari
juga. Nah, baik teman-teman, selanjutnya
kita akan masuk ke dalam ee form
feedback ya. Kita akan mengisi form
feedback terlebih dahulu. Jadi untuk
teman-teman semua yang ee saat ini sudah
hadir, kita akan mengisi form feedback.
Sebentar saya akan share screen terlebih
dahulu. Untuk Mas Kusuma sekali lagi
Mas, kami ingin mengucapkan terima kasih
dan e mungkin sebelum itu sebelum ee Mas
Kusuma mungkin ada kesibukan lainnya
ataupun kegiatan lainnya sebelum
meninggalkan aplikasi Zoom, mungkin kita
boleh foto bersama terlebih dahulu kali
ya, Mas.
Oh iya boleh boleh. Minggu lalu lupa ya
kita foto.
Iya minggu lalu kita kelupaan nih Mas.
Jadi untuk ee teman-teman [berdehem]
semuanya, Bapak Ibu guru yang saat ini
sedang hadir di di Zoom bersama dengan
kami, boleh langsung aja ee untuk open
kameranya. Kita mau foto bersama dengan
Mas Kusuma.
Oke, mohon maaf ya, Teman-teman, belum
semua bisa terakomodasi. Feel free. Eh,
nanti bisa kontak langsung. Oke, let's
open camera teman-teman. Kita foto dulu.
Oke, kita mau foto bersama dulu nih
dengan Mas Kusuma. Oke, semuanya boleh
open kamera. Oke, mungkin di sini tidak
akan semuanya bisa direenshot ya,
Teman-teman. Jadi, kita akan e
screenshot beberapa slide saja. Oke,
untuk yang pertama semuanya boleh
senyum. 1 2 3.
Oke, kita next. 1 2 3. Oke, terima kasih
untuk eh teman-teman yang sudah oncam
dan juga Mas Kusuma. Saya izin eh offcam
terlebih dahulu juga. Dan saya ingin
mengucapkan terima kasih Mas Kusuma atas
waktu dan kesempatannya. Ee jika ada
kesibukan lainnya atau ada hal lain yang
ingin dikerjakan dan ingin meninggalkan
aplikasi Zoom sudah dipersilakan ya,
Mas.
Baik, terima kasih teman-teman semua.
Happy weekend. Selamat eh beraktivitas.
Sampai ketemu minggu depan. Bye bye.
Oke, terima kasih untuk ee teman-teman
semuanya dan kita akan masuk ke dalam
pengisian form feedback. Saya akan
melakukan share screen terlebih dahulu.
Pastikan teman-teman dan juga Bapak Ibu
guru dapat mengisi
font feedback ataupun absensi sebelum
meninggalkan aplikasi Zoom ataupun
meninggalkan aplikasi YouTube-nya.
Sebentar saya akan share screen terlebih
dahulu.
Alah.
Yes.
Oke, saya sudah share e share screen
untuk Bapak, Ibu guru dan dosen dan juga
teman-teman semuanya yang hadir silakan
mengisi eh form feedback-nya sesuai
dengan kategorinya masing-masing. Ada
siswa dan mahasiswa beserta dengan guru
dosen. Silakan diisi dan apabila sudah
diisi ee Bapak Ibu guru dan Bapak Ibu
dosen beserta dengan teman-teman sudah
dapat meninggalkan aplikasi Zoom. Terima
kasih atas waktu dan kesempatan beserta
dengan antusiasnya. Semoga apa yang
sudah kita pelajari hari ini menjadi
bekal yang baik ya untuk e teman-teman
semuanya dalam melanjutkan konsep
paper-nya. Sekian dari saya, selamat
pagi dan selamat beraktivitas.
Kak, kata kuncinya apa, Kak?
Oh, iya ee terkait kata kuncinya. Maaf
sebelumnya karena lupa diinformasikan
nih. Untuk kata kuncinya gampang banget
nih, Teman-teman. Kata kuncinya adalah
POV. Jadi point of view disingkatin aja
P O V hanya tiga huruf. Jadi boleh
langsung diisi. Untuk keyword-nya adalah
P O V.
Oke selamat mengisi semuanya.
Kak izin bertanya, POV-nya kapital atau
kecil semua? Ya,
boleh kapital, boleh kecil aja.
Oke, terima kasih.
Iya.
I
I don't I don't love
I don't I don't love
I don't I
[musik]
He.
He
He
Baik, terima kasih kami ucapkan kepada
seluruh guru, Bapak, Ibu, guru, dosen,
dan juga teman-teman yang sudah hadir
dalam sesi hari ini dan sudah mengisi
absen ataupun form feedback-nya. Bagi
Bapak, Ibu, dan juga teman-teman
diperkenankan untuk meninggalkan
aplikasi Zoom karena pukul 11.40
aplikasi Zoom akan kita tutup. J bagi
Bapak, Ibu, dan juga teman-teman silakan
untuk mengisi absensinya atau mungkin
boleh difoto terlebih dahulu. nanti
dapat dilanjutkan kembali untuk
pengisiannya dan dapat meninggalkan
aplikasi Zoom karena kita akan menutup
Zoom-nya pukul pukul 11.40. Terima kasih
semuanya, selamat beraktivitas.
H
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

TERMINOLOGI GIGI | Istilah dalam kedokteran gigi
Dokter Gigi Channel · English

Tutorial Merakit Komputer Sampai Hidup
LKP Sembiring Official · Indonesian

سلسلة الأسى الذكوري 1: ترجمة رسالة ديفيد مورا (علاج إدمان الإباحيات)
Emad Rashad Othman · English

Peradaban Awal Dunia
doni setyawan · Indonesian

Master Laptop Motherboard Voltages and Signals Tracking | Charging Circuit Explained | Laptop repair
Electronics Repair Basics_ERB · French

The Psychology of People Who Smoke
The Human Context · English

The Truman Show (9/9) Movie CLIP - Truman Talks to the Creator (1998) HD
Movieclips · English

METODE ILMIAH DAN SIKAP ILMIAH
WIN'S CHEMISTRY CLASS · Indonesian

ボブの絵画教室 ジョーク集
ひまんと · English

YAGP Coaching Series | Aubri Parker - Paquita | Kathryn Morgan
Kathryn Morgan · English

[LIVE] Kajian Muslimah: Tipe Perempuan dalam Al-Qur'an - Ustadz Adi Hidayat
Adi Hidayat Official · Indonesian

Generative AI Full Course – Gemini Pro, OpenAI, Llama, Langchain, Pinecone, Vector Databases & More
freeCodeCamp.org · Arabic
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.