Full Transcript

·YouTLDR

#1 Diklat 38JP - Strategi Penyusunan RPP Matematika

1:35:01IndonesianTranscribed Jul 24, 2026
1:15

Baik Bapak Ibu, kegiatan untuk malam

1:17

hari ini akan segera dimulai. Bagi Bapak

1:19

Ibu yang tidak terkendala perangkat dan

1:21

jaringan, silakan untuk mengaktifkan dan

1:23

menyalakan kameranya serta menggunakan

1:25

virtual background yang tentunya sudah

1:27

diberikan oleh admin kegiatan di

1:29

WhatsApp grup.

1:36

Baik, karena waktu sudah menunjukkan

1:38

pukul 19.30

1:40

Waktu Indonesia Barat, maka kegiatan di

1:43

malam hari ini saya mulai.

1:45

Asalamualaikum warahmatullahi

1:46

wabarakatuh. Selamat malam. Salam

1:49

sejahtera untuk kita semua. Shalom. Om

1:52

sastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan

1:55

rahayu. Yang saya hormati narasumber

1:57

kita pada malam hari ini, Bapak Lambang

2:00

Setiawan, S.Dr. serta Bapak, Ibu peserta

2:03

Diklat Nasional mata pelajaran

2:05

matematika yang berbahagia.

2:09

Alhamdulillah, puji syukur atas

2:11

kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Bapak,

2:14

Ibu. kita semua diberi kesempatan untuk

2:16

berkumpul secara daring pada malam hari

2:18

ini tentunya di kegiatan diklat nasional

2:21

mata pelajaran matematika dengan tema

2:24

strategi penyusunan RPP Matematika tahun

2:27

ajaran baru. Baik Bapak Ibu sebelum kita

2:30

masuk pada kegiatan inti alangkah lebih

2:33

baiknya apabila kita berdoa menurut

2:35

agama dan kepercayaan masing-masing.

2:37

Berdoa dipersilakan.

2:44

Amin. Amin ya rabbal alamin. Baik Bapak

2:46

Ibu, izinkan saya memperkenalkan diri.

2:48

Saya moderator Hani Okta yang nantinya

2:51

akan membersamai Bapak Ibu selama 1 jam

2:54

setengah ke depan. Silakan Bapak, Ibu

2:56

yang baru bergabung di Zoom meeting

2:59

maupun yang di live streaming YouTube SH

3:02

Matematika bisa berkenalan dengan

3:04

menuliskan nama dan asal instansnya

3:06

melalui chat Zoom ataupun yang sedang

3:08

berada di live stream YouTube C

3:10

matematika. Silakan Bapak Ibu bisa

3:11

berkenalan dengan menuliskan nama dan

3:14

asal instansinya di live chat. Saya

3:17

informasi Bapak, Ibu juga silakan follow

3:19

media sosial kami ada di Instagramer

3:22

matematika dan bisa subscribe channel

3:25

YouTube kami Bapak Ibu di @er

3:29

matematika.

3:30

Baik, terima kasih banyak Bapak Ibu yang

3:32

sudah berkenan untuk menyalakan dan

3:34

mengaktifkan kameranya serta menggunakan

3:36

virtual background yang tentunya sudah

3:38

dibagikan oleh admin di WhatsApp grup.

3:41

Baik Bapak Ibu, mohon izin. Selanjutnya

3:43

izinkan saya membacakan profil singkat

3:46

narasumber kita pada malam hari ini

3:51

yang sudah tampak di layar Bapak Ibu

3:53

malam hari ini nantinya kita akan

3:55

belajar ya bersama menambah ilmu wawasan

3:59

dengan Bapak Lambang Setiawan, SPDG. ini

4:04

beliau merupakan

4:06

seorang guru matematika SMP Negeri 1

4:10

Danau Seluluk, Seruan. Nah, Bapak Ibu

4:13

bisa dilihat begitu banyak sekali ya

4:15

Bapak Ibu pengalaman yang telah beliau

4:18

dapatkan Bapak Ibu sebagai

4:21

fasilitator daerah pembelajaran

4:24

mendalam. Nah, Bapak Lambang ini juga

4:27

merupakan duta teknologi Kemendikdasmen,

4:30

Bapak Ibu. Dan di sini Bapak, Ibu

4:33

silakan berkunjung ya di media sosial

4:36

dari Pak Lambang. Ada media sosial

4:38

Instagram Bapak Ibu dengan nama akun

4:41

Lambang_setia.

4:44

Baik, terima kasih banyak Bapak Ibu di

4:46

tengah-tengah kita ini sudah hadir Pak

4:48

Lambeng. Selamat malam Bapak

4:51

ya. Selamat malam Bu Hani dan Bapak Ibu

4:54

semuanya.

4:56

Baik, terima kasih banyak Bapak untuk

4:58

materi pada pertemuan pertama ini.

5:01

Nantinya kita akan membahas pemanfaatan

5:04

dan analisis capaian pembelajaran

5:08

matematika dengan Pak Lambang. Materi

5:10

nanti akan disampaikan selama 60 menit

5:12

Bapak, Ibu dan akan dilanjutkan sesi

5:14

diskusi, tanya jawab, dan sharing selama

5:16

30 menit. Jadi silakan Bapak Ibu bisa

5:19

siapkan perangkatnya, jaringannya nanti

5:21

bisa

5:24

memperhatikan dan mempraktikkan langsung

5:26

ya apa yang sudah disampaikan oleh Pak

5:28

Lambang. Begitu Bapak, waktu dan layar

5:30

saya persilakan.

5:32

Baik, terima kasih Bu Hani

5:35

dan Bapak Ibu semuanya. Asalamualaikum

5:37

warahmatullahi wabarakatuh.

5:39

Selamat malam Bapak Ibu. Ee pada malam

5:43

hari ini ee tidak mengurangi semangat

5:45

kita Bapak Ibu ya di awal tahun

5:48

pembelajaran setelah pelaksanaan MPLS

5:51

Bapak Ibu ya. Jadi hari ini Senin itu

5:55

adalah hari pertama kita masuk sekolah

5:57

Bapak Ibu dan tentunya ee segala

6:00

perangkat pembelajaran baik RPP dan

6:04

perangkat-perangkat yang lain Bapak Ibu

6:05

tentunya sudah mesti disiapkan Bapak

6:08

Ibu. Nah, oleh karenanya

6:10

pada malam hari ini saya ingin berbagi

6:12

mengenai ee pengetahuan saya yang

6:15

mengenai penyusunan ee RPP ya, strategi

6:19

penyusunan RPP dari CP CP capaian

6:23

pembelajaran menjadi sebuah TPTP kecil

6:25

dan nantinya di hari kedua nanti mungkin

6:27

ada lelanjutannya. Izin share screen

6:30

Bapak Ibu.

6:32

Oke,

6:45

ya. Baik, Bapak Ibu. ee yang pertama

6:47

strategi penyusunan RPP matematika tahun

6:49

ajaran baru. Jadi di hari pertama Bapak

6:52

Ibu kita akan menyampaikan mengenai

6:55

pemetaan dan analisis capaian

6:57

pembelajaran matematika.

6:59

Kemudian penyusunan ee rancangan

7:01

perencanaan pembelajaran matematika yang

7:03

inovatif di hari kedua dan di hari

7:05

ketiga nanti ada pengembangan ragam

7:08

asesmen otentik dalam pembelajaran

7:10

matematika. Jadi selama 3 hari ke depan

7:13

kita akan senantiasa

7:16

belajar mendalami dimulai dari

7:19

penyusunan dari CP menuju TP RPP-nya

7:23

kemudian asesmen yang menarik dan

7:24

otentik itu seperti apa, Bapak Ibu

7:26

khususnya di pelajaran matematika.

7:31

Baik Bapak Ibu ee di Diktat Nasional

7:34

EGuruid Cermati Cermatika ya di 20 Juli

7:38

2026 ini yang pertama kita akan membahas

7:41

mengenai pemetaan dan analisis capaian

7:43

pembelajaran matematika.

7:47

Nah, ini ee beberapa profil singkat

7:50

saya. Ee yang terbaru saya adalah

7:53

fasilitator nasional digitalisasi

7:55

pembelajaran di jencang SMP Bapak Ibu

7:57

yang diselenggarakan baru-baru saja di

8:01

Jakarta.

8:03

Kemudian kita awali dengan refleksi awal

8:06

nih Bapak Ibu tolong dituliskan di kolom

8:09

chat Bapak Ibu ya. Satu kata yang

8:12

menggambarkan tantangan terbesar Bapak

8:14

Ibu saat akan mulai menyusun perencanaan

8:18

pembelajaran matematika itu apa saja,

8:20

Bapak, Ibu? Satu kata saja.

8:27

Oke, saya cek kolom chat-nya.

8:31

Ayo, Bapak Ibu. Satu kata Bapak Ibu.

8:37

Berimajinasi.

8:39

pemilihan metode pembelajaran yang baik,

8:42

adaptif.

8:48

Oke, lagi Bapak Ibu

8:51

apa nih yang satu kata aja?

8:53

Menyenangkan, mengulang kembali. Oh,

8:55

berarti pembelajarannya sama dengan yang

8:57

kemarin. Oke, gak apa-apa. Pembelajaran

8:59

bermakna keren. Kolaborasi,

9:05

fleksibel, apersepsi, pembelajaran

9:07

mendalam. kreatif.

9:11

Baik, Bapak, Ibu, keren-keren semua tadi

9:13

untuk jawaban-jawabannya ya. Ternyata

9:16

ada ee beberapa kata ya, beberapa kata

9:19

yang memang di sampaikan mengenai

9:22

perencanaan pembelajaran ini. Jadi

9:24

tantangannya kita mesti ee menghadirkan

9:28

sebuah ee pembelajaran yang inginnya

9:32

tadi menyenangkan, kolaborasi,

9:35

ya. Oke, kemudian kita lanjut ke

9:38

refleksi yang kedua. Ketika mulai

9:40

menyusun perencanaan pembelajaran

9:42

matematika untuk tahun ajaran baru

9:45

biasanya apa langkah pertama yang Bapak

9:48

Ibu lakukan?

9:52

Apa nih? Bapak Ibu tolong dong di kolom

9:55

chat.

9:59

Oke, ya. Ini metode yang menarik yang

10:02

sesuai dengan murid. Oke, membuat RPE.

10:07

Oke,

10:12

Bu Latifah membuat RPE,

10:15

membuat prota promes. Ya, betul. Melihat

10:19

CP. Lihat saja nih, Bu. Enggak di

10:23

mata.

10:25

Oke.

10:29

Oke.

10:32

Analisis CP. Wah, benar. Memetakan CP.

10:38

Mantap. Betul-betul Bapak Ibu.

10:41

Menentukan TP. Iya. Analisis hari

10:45

efektif. Oke. Membuat CP dan ATP.

10:47

membuat protap prosem serta menentukan

10:50

metode pembelajaran yang harus sesuai

10:54

dengan anak ya dengan karakteristik

10:56

murid kita Bapak Ibu ya. Betul

10:59

jawabannya betul semua Bapak Ibu ya.

11:02

Jadi langkah pertama kita refleksi dulu

11:06

oke refleksi yang kedua.

11:09

Sejauh mana Bapak Ibu sudah terbiasa

11:12

melakukan analisis capaian pembelajaran

11:14

matematika sebelum nyusun perangkat

11:17

pembelajaran.

11:18

Nah, kadang-kadang nih ada kan misalkan

11:21

oh tahun lalu sama dengan tahun ini

11:23

mungkin ya. Jadi kita asal ganti tahun

11:25

nih misalkan ada enggak yang seperti

11:28

itu?

11:29

Asal ganti tahun apa tulis tahunnya

11:31

diganti dari 2025 2026 jadi 2026 2027.

11:39

atau mungkin ee bersama MGMP di kelompok

11:43

kerja matematika di sekolah Bapak Ibu

11:45

semuanya kita mulai membuat nih ee dari

11:49

CP diskusi dari TPTP

11:57

mulai diterapkan sesuai dengan CP yang

11:59

berlaku

12:01

sudah menganalisis sesuai dengan yang

12:04

didiskusikan dengan MGMP ya. Jadi ada

12:06

MGMP sekolah dan MGMP kabupaten, Bapak,

12:09

Ibu ya. Jadi mungkin dari MGMP

12:12

Matematika sudah mengedarkan,

12:14

mengedarkan hasil dari diskusi

12:17

TPTP begitu Bapak, Ibu ya.

12:21

Mulai menerapkan. Oke, ada di tahap

12:23

mulai menerapkan.

12:29

Oke, mencari informasi

12:32

ya.

12:34

Jadi, Bapak, Ibu ee tidak ada salahnya

12:36

Bapak, Ibu ya mengenai

12:39

ee

12:41

yang pertama masih belajar memahami apa.

12:44

Jadi masih di tahap belajar karena

12:47

memang ee kurikulum merdeka juga ee

12:50

harusnya memang sudah diterapkan dari

12:51

kemarin, tapi di kelas 9 tadi ada yang

12:53

mengatakan baru diterapkan di tahun ini.

12:56

Ada yang mulai menerapkan sudah menjadi

12:57

kebiasaan atau mengembangkan praktik.

13:00

Nah, kalau sudah ada di level 4 nih,

13:02

Bapak Ibu, ini sudah high level ya,

13:03

Bapak, Ibu ya. Jadi, sudah tidak perlu

13:06

lagi menganalisis jadi langsung ee

13:08

menuju ke praktik pembelajarannya.

13:12

Oke, selanjutnya

13:15

saat menerjemahkan capaian pembelajaran

13:18

menjadi rancangan pembelajaran

13:20

matematika,

13:21

apa bagian yang paling menantang bagi

13:24

Bapak Ibu nih ada empat pilihan Bapak

13:27

Ibu. mengidentifikasi kompetensi

13:29

esensial yang perlu dicapai peserta

13:31

didik. Menyusun TP yang tepat dan

13:35

terukur. Merancang aktivitas yang

13:39

membuat peserta didik memahami konsep.

13:41

Atau yang yang terakhir mengembangkan

13:43

asesmen sesuai dengan tujuan

13:46

pembelajaran. Yang mana nih Bapak Ibu

13:50

yang paling menantang bagi Bapak Ibu

13:52

yang menantang itu berarti yang paling

13:55

membuat Bapak Ibu tuh agak penasaran.

14:00

Woh nomor tiga. Oke banyak nih

14:02

polingnya. Nomor nih.

14:05

Nomor tiga. Merancang aktivitas yang

14:07

membuat peserta didik memahami konsep.

14:10

Iya betul. Konsep secara mendalam ya

14:12

Bapak Ibu ya.

14:14

Betul. Sun TP yang tepat dan terukur.

14:17

Oke, mayoritas 3 Bapak Ibu ya.

14:22

Oke, Bapak Ibu terima kasih tanggapannya

14:24

merancang aktivitas.

14:27

Luar biasa Bapak Ibu. Jadi ee

14:31

harapan kita sama Bapak Ibu ya. Jadi

14:33

ingin menghadirkan pembelajaran yang

14:35

terbaik, yang mendalam, yang memang ee

14:38

beri pihak pada murid ya dengan

14:41

karakteristik mereka masing-masing yang

14:42

ada di sekolah kita masing-masing pulau

14:44

Bapak, Ibu ya. Jadi, mari kita sama-sama

14:48

belajar untuk ee membuat pembelajaran

14:50

kita lebih menggembirakan ee kemudian

14:53

berkesadaran dan tentunya bermakna.

14:57

Nah, yang terakhir nih, Bapak, Ibu.

15:00

Setelah mengikuti sesi ini, hal apa yang

15:03

paling ingin dikuasai dalam pemetaan dan

15:06

analisis CP matematika?

15:10

Nah, ini saya perlu tahu juga nih,

15:11

Bapak, Ibu

15:14

yang paling ingin dicapai Bapak, Ibu

15:16

yang paling outputnya. Output-nya,

15:19

tujuannya.

15:22

Heeh. menyusun tujuan pembelajaran yang

15:24

tepat dan terukur dalam mengembangkan

15:26

asesmen yang sesuai dengan tujuan

15:27

pembelajaran. Wah, ini digabung nih,

15:29

Bapak. Terima kasih.

15:31

Apa nih, Bapak, Ibu? Nih, pertanyaan

15:33

terakhir nih.

15:41

Menyusun TP yang terarah. Benar. Dia

15:45

bisa menganalisis CP

15:48

dan TP. Oke. Oke. Jadi kadang Bapak, Ibu

15:52

ee kita ini kan hanya menerima

15:56

hasil diskusi nih, Bapak, Ibu.

15:57

Kadang-kadang kan kita tidak ikut

15:59

diskusi dengan MGMP, Bapak, Ibu ya.

16:01

Kadang-kadang MGMP itu sudah membuat

16:04

atau kadang-kadang juga ee tidak perlu

16:06

diskusi langsung kasihkan ee produknya.

16:09

Jadi ini Bapak Ibu TP yang ee kita akan

16:11

laksanakan. Ini TP yang perlu dicapai

16:13

murid. Nah, jadi kita sendiri tuh kurang

16:17

memahami bagaimana urutannya sebenarnya

16:19

tuh seperti apa sih agar sesuai dengan

16:22

karakteristik sekolah kita

16:23

masing-masing. Nah, jadi di kegiatan ini

16:27

insyaallah nanti kita akan mendalami itu

16:29

trik-triknya, cara-caranya dari atas

16:34

dari CP dari pemerintah ke TPTP yang

16:36

disesuaikan dengan

16:38

ee karakteristik murid dan sekolah Bapak

16:41

Ibu semuanya. Oke.

16:44

Baik, Bapak, Ibu, terima kasih atas

16:46

jawabannya. Luar biasa.

16:49

Nah, pada pertemuan pertama hari ini,

16:52

Bapak, Ibu ee kita akan yang pertama

16:55

melakukan analisis CP untuk

16:57

mengidentifikasi kompetensi esensial

17:00

lingkup materi serta keterkaitan konsep

17:03

matematika yang perlu dikembangkan

17:05

murid. Kemudian yang kedua, menyusun

17:07

pemetaan tujuan pembelajaran berdasarkan

17:09

fase, karakteristik murid, dan kebutuhan

17:13

pembelajaran. Kemudian yang ketiga,

17:15

mengintegrasikan prinsip pembelajaran

17:18

mendalam atau PM Bapak, Ibu ya, dalam

17:20

menganalisis CP agar pembelajaran tidak

17:23

hanya berfokus pada penguasaan konsep,

17:25

tetapi juga pengembangan nalar kritis,

17:28

kreativitas, komunikasi, dan pemecahan

17:31

masalah. Jadi, ini tujuan kita. Jadi

17:34

nanti bahan tayang saya pun akan ee

17:37

disesuaikan dengan ini.

17:40

Urgensi. Mengapa analisis CP atau

17:44

capaian pembelajaran penting untuk

17:45

dilakukan? Nah, jadi yang pertama

17:48

menerjemahkan CP ke pembelajaran nyata.

17:51

Jadi pendidik atau guru perlu jembatan

17:54

dari CP yang lebih luas menuju kegiatan

17:58

pembelajaran yang sehari-hari yang ada

18:00

di kelas Bapak, Ibu. ya. Jadi, CP-nya

18:02

itu diterjemahkan. Jadi, biar lebih

18:04

berbentuk nyata tuh seperti apa. Nah,

18:06

kemudian yang kedua mengidentifikasi

18:09

kompetensi esensial. Jadi, tidak semua

18:11

materi memiliki bobot yang sama.

18:14

Misalkan ini hanya butuh 4 JP nih untuk

18:17

pertemuannya sudah cukup. Oh, yang ini

18:19

perlu 8 JP untuk pertemuannya biar cepat

18:22

selesai karena dirasa ee konten

18:24

materinya terlalu rumit misalkan ya.

18:27

Jadi diperlukan analisis CP ini Bapak,

18:29

Ibu ya.

18:32

Kemudian berpusat pada murid. Jadi

18:34

pemetaan yang tepat memastikan

18:36

pembelajaran sesuai tahap perkembangan,

18:39

karakteristik dan kebutuhan murid yang

18:42

beragam. Jadi enggak bisa nih Bapak Ibu

18:45

misalkan dalam satu ee misalkan dalam

18:48

pertemuan nih MGMP misalkan bukannya

18:51

bagaimana tapi ketika diberikan hasil

18:54

seperti ini, nah kita langsung asal

18:58

terapkan nih e tidak disesuaikan dengan

19:00

karakteristik murid kita. Nah nanti

19:02

murid kita akan kesulitan Bapak Ibu ya.

19:05

Jadi ee alangkah baiknya kita memahami

19:07

urut-urutannya itu dulu baru disesuaikan

19:10

dengan karakteristik murid. Kemudian

19:12

yang keempat, pembelajaran bermakna

19:15

bukan sekedar tuntas atau formal nih

19:17

Bapak, Ibu ya. Biasanya kalau sudah

19:19

selesai yang penting saya ngajar selesai

19:22

siswanya nilainya bagus. Nah, jadi

19:25

pendekatan pembelajaran mendalam itu

19:26

bukan hanya mendorong

19:29

ee penguasaan konsep, tapi juga nalar

19:32

kritis, kreativitas, komunikasi, dan

19:34

pemecahan masalah, begitu, Bapak, Ibu.

19:38

Nah, jadi ada

19:42

CP terbaru Bapak, Ibu ya, bukan terbaru

19:44

ya, ada undang-undang terbaru kaitannya

19:46

dengan nomor 46/H/KR/2025

19:51

mengenai capaian pembelajaran pada PAUD,

19:53

jenjang dites, dan Dikmen. Nah, di sini

19:56

di file ini Bapak Ibu ya ee sori. Di

19:59

file ini Bapak Ibu sudah tertera dari

20:02

halaman 1 sampai halaman itu 1691

20:06

Bapak Ibu. Nah, dan untuk matematika itu

20:08

ada di halaman 106 sampai 126.

20:13

Nah, kebetulan untuk CP-nya, konten

20:16

CP-nya isinya itu tidak ada perubahan

20:18

dari tahun lalu, Bapak, Ibu ya. Tetap

20:21

sama. Ee setahu saya yang ada perubahan

20:23

itu untuk pembelajaran ee mapel agama,

20:26

Bapak, Ibu, ya. Jadi, CP atau capaian

20:29

pembelajaran merupakan kompetensi

20:30

pembelajaran yang harus dicapai murid di

20:33

akhir setiap fase, ya. dari fase A

20:36

sampai fase F. CP dirancang dan

20:41

[berdehem] mohon maaf ditetapkan dengan

20:43

berpijak pada standar nasional

20:44

pendidikan terutama standar IS. Jadi,

20:48

adapun komponen-komponen dari CP yaitu

20:51

adalah rasional.

20:53

Ee jadi mengapa penting matematika

20:55

dipelajari

20:57

dan kontribusinya pada dimensi profil

20:59

lulusan. Kemudian ada konten tujuan

21:03

komponennya yang kedua tujuan. Jadi ada

21:06

enam kemampuan yang dibekali yaitu

21:08

pemahaman, penalaran, pemecahan masalah,

21:10

komunikasi, koneksi, dan disposisi.

21:14

Kemudian yang ketiga ada karakteristik

21:16

yaitu lingkup elemen, konten dan elemen

21:19

proses yang mengorganisasi materi

21:21

matematika. Kemudian yang terakhir ada

21:24

capaian pembelajaran per fase, ya. Jadi

21:27

di situ ada per fase. Jadi fase A nanti

21:29

apa aja CP-nya begitu ya, Bapak, Ibu ya.

21:32

Nah, dokumen rujukannya nanti bisa

21:34

di-download Bapak, Ibu ya. Nanti

21:36

materinya akan dibagikan oleh panitia.

21:39

Nah, ada lima ee elemen konten dan lima

21:43

elemen proses.

21:45

Jadi, Bapak Ibu

21:49

ee secara sederhana Bapak Ibu ya ee

21:52

elemen konten menjelaskan mengenai

21:54

materi atau isi matematika yang

21:56

dipelajari peserta didik. Nah, jadi

21:59

bilangan-bilangan itu kaitannya dengan

22:01

memahami angka, operasi hitung, dan

22:04

hubungan antar bilangan. Kemudian

22:06

aljabar mengenali pola, menggunakan

22:10

simbol, dan membuat persamaan. Kemudian

22:13

ada pengukuran nih di elemen konten juga

22:15

yaitu mengukur panjang, berat, luas,

22:18

waktu, volume, dan sebagainya. Juga ada

22:21

geometri yang berkaitan dengan ee bentuk

22:24

ee ruang, posisi, dan sifat bangun.

22:27

Kemudian analisis data dan peluang. Jadi

22:30

membaca data, menyajikan data, serta

22:33

memahami kemungkinan suatu kejadian.

22:35

Jadi intinya Bapak Ibu, elemen konten

22:38

ini menjawab apa yang dipelajari murid.

22:41

Nah, gitu. Kemudian yang kedua ada

22:43

elemen proses.

22:46

Elemen proses menjelaskan keterampilan

22:47

berpikir matematika yang harus

22:49

dikembangkan ketika murid mempelajari

22:52

konten tertentu,

22:54

Bapak, Ibu, ya. Jadi, ada penalaran dan

22:56

pembuktian. Jadi murid mampu memberikan

22:59

alasan mengapa suatu jawaban itu benar

23:02

ya. Jadi bisa membuktikan. Kemudian yang

23:05

kedua ada pemecahan masalah menggunakan

23:07

konsep matematika untuk menyelesaikan

23:09

masalah nyata. Kemudian ada komunikasi

23:12

matematika. Jadi murid dapat menjelaskan

23:16

ide dan hasil berpikir setelah ee secara

23:19

lisan, tulisan, gambar, maupun simbol.

23:23

Kemudian ada representasi matematika,

23:26

yaitu menyajikan informasi dalam bentuk

23:28

tabel, grafik, diagram, gambar, atau

23:31

persamaan. Dan yang terakhir ada koneksi

23:33

matematika, yaitu menghubungkan berbagai

23:36

konsep matematika maupun ee jadi konsep

23:39

matematika dihubungkan dengan kehidupan

23:41

sehari-hari di dunia nyata. Jadi

23:44

sederhananya Bapak Ibu elemen proses ini

23:47

ee bagaimana siswa itu belajar atau

23:50

murid belajar dan berpikir secara

23:53

matematis. Jadi misalkan saya buatkan

23:55

analogi Bapak Ibu

23:58

ee Bapak Ibu misalkan mengajarkan ee

24:00

luas ee persegi panjang Bapak Ibu ya.

24:03

Jadi kontennya itu adalah rumus luas

24:07

persegi panjang dan cara menghitungnya.

24:10

Sedangkan ee prosesnya adalah bagaimana

24:14

murid yang pertama menjelaskan alasan

24:17

mengapa rumus tersebut digunakan. Nah,

24:19

ini penalaran, ya. Kemudian yang kedua,

24:22

menyelesaikan soal menghitung luas

24:25

lantai kelas misalkan pemecahan

24:27

masalahnya. Kemudian mempresentasikan

24:31

jawabannya, komunikasi.

24:33

Nah, yang selanjutnya menggambar sketsa

24:36

atau membuat ee bangun tertentu dalam di

24:40

papan tulis. Nah, itu representasi.

24:43

Kemudian yang terakhir menghubungkan

24:45

konsep luas ini tadi ee persegi panjang

24:48

dengan memasang kegiatan memasang

24:51

keramik. Nah, itu berarti koneksi. Jadi,

24:54

Bapak, Ibu ee satu pembelajaran guru

24:57

tidak hanya mengajarkan konsep rumus ini

25:00

saja, tetapi melatih cara berpikir

25:02

secara matematis kepada murid.

25:06

Oke, begitu Bapak, Ibu.

25:11

Nah, proses penyusunan perencanaan

25:13

pembelajaran ee diawali dengan kita

25:16

menganalisis CP-nya dulu, Bapak, Ibu,

25:19

ya. Jadi, kalau mau buat RPP ya, pertama

25:22

analisis dulu nih CP-nya. apa saja sih

25:24

isinya? Nah, kemudian yang kedua kita

25:27

akan menyusun tujuan pembelajaran dan

25:29

alurnya. Nah, nanti di hari kedua

25:33

pertemuan selanjutnya kita akan membuat

25:34

RPP yang inovatif, Bapak, Ibu ya. Jadi,

25:38

yang pertama kita di hari ini kita fokus

25:40

ke menganalisis CP dan membuat TP serta

25:43

alurnya.

25:45

Kemudian analisis capaian pembelajaran

25:48

dapat ditempuh dengan cara yang pertama

25:51

mengidentifikasi kompetensi esensial.

25:55

Jadi menelaah kata kerja operasional

25:59

atau KKO ya Bapak Ibu ya. Kemudian

26:02

substansi kompetensi pada rumusan CP di

26:05

setiap elemen untuk fase yang dituju.

26:07

Kemudian yang kedua, tetapkan lingkup

26:10

materi. Uraikan cakupan dan kedalaman

26:13

materi atau subelemen yang menjadi

26:15

prasyarat maupun pengembangan dari

26:18

kompetensi esensial. Kemudian yang

26:20

ketiga, petakan keterkaitan konsep.

26:24

Kemudian identifikasi. Jadi,

26:25

identifikasi

26:27

keterkaitan antar konsep ee elemen

26:30

matematika tadi dengan lintas mapel

26:33

kalau bisa dengan kehidupan sehari-hari.

26:35

Jadi, Bapak Ibu enggak mungkin nanti

26:37

kita tuh ee menganalisis CP ee terutama

26:41

di bagian kedua nih tetapkan lingkup

26:43

materi. Misalkan kita belajar ee

26:47

misalkan

26:49

ee kubus. Nah, bangun ruang sisi datar.

26:53

Nah, bangun ruang. Nah, kita mempelajari

26:57

kubus. Tapi siswa ini belum murid ini

26:59

belum dapat pembelajaran mengenai bang

27:02

apa? Mengenai bangun datar, Bapak, Ibu.

27:04

Persegi panjang, persegi. Nah, bagaimana

27:07

menghitung ini? Menerapkan konsepnya di

27:11

kubus ini. Nah, jadi ada materi

27:13

prasyarat tertentu yang harus ditempuh,

27:15

enggak boleh acak-acakan. Nah, inilah ee

27:18

cara kita mengetahui bagaimana kita

27:20

menyusun CP agar ee nantinya alur

27:24

berpikir murid itu sesuai dengan

27:27

hierarki matematis, Bapak, Ibu ya.

27:29

Enggak mungkin kan ee materi

27:30

prasyaratnya belum diajarkan, tapi kita

27:33

sudah mengajarkan dulu kayak gitu. Kayak

27:35

tadi konsep ee kubus itu kan berhubungan

27:38

dengan persegi, Bapak, Ibu ya. Nah, kita

27:40

mengajarkan melalui jaring-jaringnya.

27:42

Oh, ada 6 kubus ee ada 6 persegi. Jadi

27:46

rumus luas permukaannya ada 6. Ada 6

27:49

persegi dikali luas persegi

27:51

masing-masing itu berapa? S * X. Jadi,

27:54

rumusnya adalah 6 * S * S. Oh, ternyata

27:58

begitu konsepnya. Jadi, ketika soalnya

28:00

diubah-ubah, Bapak, Ibu tidak hanya

28:03

menghafalkan rumus, misalkan tanpa tutup

28:05

misalkan. Nah, jadinya 5 tuh 5 persegi.

28:09

Jadinya rumusnya 5 * S * S. Itu konsep

28:13

sederhananya Bapak, Ibu ya.

28:15

Nah, ini contoh Bapak Ibu pemetaan

28:17

materi esensial lintas fase ya. Jadi

28:21

lintas fase. Jadi ini hanya contoh Bapak

28:24

Ibu ya. Jadi ada elemen bilangan. Jadi

28:27

di fase A membilang nilai

28:31

tempat sampai dengan 20 sampai 100.

28:33

Terus di fase B pecahan dan operasi

28:36

hitung. Nah, di fase C lebih tinggi lagi

28:38

bilangan bulat dan desimal. Fase D SMP

28:42

bilangan berpangkat dan bentuk akar.

28:45

Kemudian di fase E barisan barisan dan

28:47

deret. Dan di fase F plus ya pendalaman

28:50

struktur bilangan. Nah, ini bisa diamati

28:54

Bapak Ibu ya. Jadi semakin tinggi

28:57

fasenya semakin

28:59

ee kompleks juga untuk materi yang

29:01

dipelajari atau konten materinya lebih

29:04

sulit Bapak Ibu ya.

29:06

Nah, untuk ini Bapak Ibu kita menentukan

29:10

TP atau tujuan pembelajaran. Dalam

29:13

menentukan tujuan pembelajaran diturun

29:15

yang diturunkan dari sebuah capaian

29:17

pembelajaran.

29:19

Nah, penulisan tujuan pembelajaran

29:21

sebaiknya memuat dua komponen utama.

29:24

Nah, komponen utama Bapak Ibu ya. Jadi

29:25

yang pertama adalah kompetensi

29:29

itu kemampuan murid sebagai hasil dari

29:31

proses pembelajaran.

29:34

Jadi tujuan disusun dengan menggunakan

29:36

kata kerja operasional yang relevan.

29:39

Oke, Bapak Ibu sebelum jauh-jauh ke sana

29:41

kemudian yang kedua pertanyaan panduan

29:44

yang dapat digunakan guru antara lain

29:46

secara konkret kemampuan apa yang perlu

29:50

murid tunjukkan. Kemudian yang kedua,

29:52

tahap berpikir apa yang perlu murid

29:56

tunjukkan juga. Jadi, cara berpikirnya

29:58

bagaimana, kemudian apa yang ingin murid

30:01

tunjukkan. Nah, sebelum jauh ke sana,

30:03

Bapak Ibu ee

30:05

Bapak, Ibu masih ingat taksonomi Blom?

30:08

Oh, taksonomi Blom dan taksonomi Solo

30:11

ya, Bapak, Ibu yang terbaru ya. Oke.

30:14

Taksonomi Blom yang Bapak Ibu tahu dari

30:18

C1 apa saja Bapak Ibu? Nah, sebelum jauh

30:20

nih Bapak Ibu yang C1 apa aja nih Bapak

30:22

Ibu? C1,

30:25

C2, C3, C4, C5, C6.

30:30

Ayo coba Bapak Ibu C1-nya apa saja?

30:33

Siapa ni yang paling cepat saya

30:35

mengamati kolom komentar? Mengingat. Oh,

30:38

boleh. Betul mengingat. Oke, C2

30:42

sekarang, Bapak, Ibu. Terima kasih, Bu

30:44

Heni dan Pakwan.

30:46

C2 C2 Bapak Ibu. Ayo,

30:54

KKO itu kata kerja operasional loh, IU

30:57

ya. C2 memahami. Boleh memahami.

31:03

Oke, sekarang lanjut ke C3. Terima kasih

31:07

menjelaskan mengaplikasikan. Nah, ya

31:10

mengaplikasikan ini termasuk C berapa

31:13

nih?

31:14

Tergantung kontennya, Bapak, Ibu ya.

31:16

KKO-nya C3 menerapkan bisa

31:20

ya. Oh, C3. Betul, Bu. C4.

31:25

Oke. Menganalisis pun bisa C3 bisa C4

31:27

Bapak Ibu ya. Tergantung nanti

31:28

kontennya. Oke, Bapak Ibu sebagian besar

31:31

sudah

31:33

tahu ya Bapak Ibu ya. Kemudian

31:36

dalam mengukur

31:39

atau membuat TP. Jadi yang pertama tidak

31:41

ada elemen

31:43

atau apa komponen kompetensi. Yang kedua

31:47

ada komponen konten pada lingkup materi.

31:50

Jadi berupa pengetahuan esensial dan

31:53

pengetahuan aplikatif yang perlu

31:56

dipahami pada akhir satu unit atau topik

31:59

pembelajaran. Jadi Bapak Ibu ketika

32:02

menyusun TP itu yang pertama secara

32:05

sederhana itu ada KKO-nya yang

32:07

[berdehem] depan. dipisahkan nih

32:09

KKO-nya. Yang kedua ada materinya,

32:12

kontennya yang dipelajari apa ya, Bapak,

32:16

Ibu ya. Jadi yang pertama itu KKO-nya,

32:19

yang kedua kontennya atau materinya

32:21

membahas apa. Hanya itu Bapak Ibu ya

32:24

komponen yang ada dalam TP.

32:29

Nah, pemetaan CP menjadi TP atau tujuan

32:32

pembelajaran. Setiap rumusan tujuan

32:34

pembelajaran diturunkan langsung dari

32:37

kalimat CP pada setiap elemen ya.

32:41

Kemudian dikelompokkan menurut subelemen

32:45

yang tercantum pada bagian karakteristik

32:48

mata pelajaran.

32:50

Jadi 1 CP memuat beberapa kompetensi

32:53

yang dipecah menjadi beberapa TP agar

32:56

terukur measurement ya terukur dan dapat

33:00

dijadikan indikator ketercapaian pada

33:04

satu lingkup materi atau ya bahasa

33:07

lainnya KKTP Bapak Ibu ya. Pada fase E

33:10

dan fase F elemen pengukuran tidak lagi

33:13

berdiri sendiri karena telah

33:15

terintegrasi dalam elemen geometri dan

33:18

analisis data. dan peluang sesuai

33:21

struktur CP matematika jenjang tersebut.

33:25

Jadi, Bapak Ibu ee sebelum jauh ke sini

33:29

pemetaan CP menjadi TP Bapak Ibu ya ee

33:32

Bapak Ibu ee mengenal mengenai taksonomi

33:35

kita ke taksonomi Solo dan taksonomi

33:38

bloom Bapak Ibu ya. Jadi taksonomi Solo

33:42

Bapak Ibu ya ee yang ya taksonomi belum

33:45

sori taksonomi belum dari yang kita

33:47

pelajari dari C1 sampai C6 Bapak Ibu ya

33:50

ee sedikit informasi itu mempelajari

33:53

atau memuat ee

33:56

ee memuat sebuah ee alur kognitif murid

34:01

Bapak Ibu ya. Jadi ini yang perlu

34:02

dibedakan. Jadi ee yang taksonomi Solo

34:05

yang ada sekarang itu tidak menggantikan

34:07

taksonomi Blom, tapi malah melengkapi.

34:10

Tapi di taksonomi Blom itu lebih ke

34:13

kognitifnya. Sedangkan di taksonomi Solo

34:17

lebih ke proses pembelajarannya dan

34:20

hasil yang dicapai murid dalam sebuah ee

34:24

pembelajaran dalam satu topik gitu,

34:26

Bapak, Ibu. Jadi, taksonomi Solo,

34:28

taksonomi Blom itu sama-sama ee

34:32

digunakan Bapak Ibu ya, tidak berdiri

34:34

sendiri sendiri.

34:37

Oke, Bapak Ibu kembali ke materi ini.

34:39

Pemetaan CP menjadi TP Bapak Ibu ya.

34:44

Izin pindah screen Bapak Ibu ya.

34:55

Ya.

35:00

Ya. Ini Bapak Ibu ya mungkin agak kecil

35:02

ya tulisannya ya.

35:05

Biar saya besarkan dulu Bapak Ibu.

35:08

Pemetaan CP atau capaian pembelajaran

35:11

menjadi TP mata pelajaran matematika dan

35:14

matematika tingkat lanjut ya. ini

35:17

berdasarkan BS

35:19

KAP nomor 46 tahun 2025 Bapak Ibu ya.

35:22

Jadi di lampiran halaman 106 sampai 126

35:26

Bapak Ibu ya.

35:29

Oke. Jadi ini pemetaannya untuk fase A

35:33

ini untuk contoh aja Bapak Ibu ya. Untuk

35:35

contoh jadi kelas 1 dan kelas 2 di SD

35:39

Bapak Ibu ya atau MI. Jadi yang pertama

35:43

yaitu untuk elemen bilangan Bapak Ibu

35:45

ya. CP-nya itu menunjukkan pemahaman dan

35:48

memiliki intuisi bilangan

35:53

dan seterusnya sampai di segiempat. Nah,

35:57

subelemennya Bapak Ibu ya, subelemen

35:59

yang bisa di pelajari adalah

36:04

representasi visual. Jadi menunjukkan

36:06

pemahaman dan intuisi bilangan

36:09

ee pada bilangan cacah sampai dengan

36:12

100. Terus kemudian menunjukkan. Nah,

36:14

menunjukkan itu masih tahapan rendah

36:17

menganalisis pemahaman sebagai bagian

36:20

dari keseluruhan

36:22

atau setengah seperempat melalui konten

36:26

membagi benda atau kumpulan sama banyak.

36:29

Jadi di sini juga ada nih sifat urutan

36:31

juga Bapak Ibu ya operasinya ya.

36:34

Kemudian di itu di bilangan kemudian di

36:37

aljabar menunjukkan pemahaman makna.

36:40

Nah, jadi di sini Bapak, Ibu TP-nya itu

36:42

di sebelah kanan nih, di ujung Bapak,

36:44

Ibu ya. Nah, di ujung ini. Jadi, dia itu

36:47

hasilnya dan

36:51

di sini Bapak Ibu ya belum saya

36:53

pecah-pecah masih seperti ini. Ini

36:55

adalah ee kontennya Bapak Ibu ya. Yang

36:58

ini adalah. Jadi kalau bisa kita lihat

37:01

misalkan di konten aljabar KKO-nya

37:04

itulah menunjukkan pemahaman yaukkan

37:08

pemahaman mengenai apa. Nah konten

37:11

materinya adalah yang kedua ini makna

37:14

simbol sama dengan dan kalimat

37:16

matematika terkait penjumlahan dan

37:17

pengurangan bilangan cacah sampai 20

37:20

menggunakan gambar.

37:22

Nah sama ada pengukuran juga Bapak Ibu

37:25

ya. Kemudian ada geometri.

37:30

ya sama. Nah, itu untuk fase A. Kemudian

37:33

fase B ini lebih banyak. Kemudian ee

37:37

kontennya juga lebih meningkat, KKO-nya

37:39

juga lebih ditingkatkan lagi.

37:44

Nah, kita ambil contoh yang misalkan

37:47

fase C Bapak, Ibu ya.

37:50

Fase C di elemen. Nah, elemennya ada

37:52

banyak Bapak Ibu ya. Sama persis seperti

37:54

itu. Kita sudah petakan pengukuran. Nah,

37:57

misalkan menentukan keliling dan luas

38:01

berbagai bentuk bangun datar segitiga,

38:03

segiempat, segi banyak serta

38:06

gabungannya.

38:08

Menghitung durasi waktu dan mengukur

38:10

besar sudut. Nah, ini panjang sampai

38:11

sini nih bilangan. Nah, kemudian kita

38:15

pecah nih jadi dua karena di situ ada

38:17

mengenai

38:19

bangun tadi Bapak, Ibu ya. Eah. Dan yang

38:21

kedua mengenai menghitung durasi waktu

38:24

mengukur besar sudut pada bangun datar.

38:28

Nah, itu juga termasuk pengukuran.

38:31

Nah, sudah kita pisah nih di sini.

38:35

Nah, ini menentukan. Kemudian yang ini

38:37

adalah menghitung. Kemudian ada geometri

38:41

juga ya, analisis data. Kemudian ada di

38:45

fase D itu untuk kelas 7 sampai dengan

38:48

kelas 9 di jenjang SMP.

38:52

Ya, di sini yang pertama membaca,

38:55

menulis, dan membandingkan ya. Ada tiga

38:57

Bapak, Ibu ya. bilangan bulat, rasional,

39:00

desimal, bilangan berpangkat bulat,

39:02

akar, serta bilangan dalam notasi

39:04

ilmiah. Nah, ini Bapak Ibu mungkin Bapak

39:08

Ibu ee menemui bahwasanya materi-materi

39:12

yang ada di CP ini

39:16

kok ee banyak berubah atau tidak sesuai

39:18

dengan yang ada di ee yang dipelajari

39:21

dulu. Bu, misalkan kalau dulu di kelas 9

39:25

ee bilangan berpangkat ini dipelajarinya

39:27

di kelas 9 nih, Bapak, Ibu. Misalkan nih

39:29

bilangan ber bulat apa? Berpangkat bulat

39:32

dan akar. Nah, ini dipelajarinnya di

39:34

kelas 9 ini. Tapi tidak hanya membaca,

39:37

menulis, dan membandingkan, tapi

39:39

melakukan operasi hitungnya juga. Jadi

39:41

operasi hitungnya dilakukan di situ.

39:44

Nah, jadi Bapak Ibu di CP itu Bapak Ibu

39:48

adalah kompetensi yang esensial Bapak

39:52

Ibu ya. Kompetensi esensial kompetensi

39:54

yang ee paling minimum ya yang mesti

39:59

dicapai oleh ee murid di sebuah sekolah.

40:02

Nah, andaikan karakteristik ee murid

40:05

Bapak, Ibu bisa lebih ah bisa lebih

40:08

misalkan bisa lebih ee melebihi dari CP

40:12

yang sudah ditentukan oleh pemerintah

40:14

sangat boleh, sangat bagus Bapak Ibu ya.

40:17

Misalkan di sini hanya ee misalkan di

40:20

bil ee ini

40:22

di bilangan tapi di rasio dan proporsi

40:26

menggunakan rasio skala proporsi laju

40:29

perubahan dalam penyelesaian masalah.

40:32

Nah, ini misalkan Bapak, Ibu ingin

40:34

mengkolaborasikan dengan yang lain agak

40:36

susah misalkan. Nah, agak susah boleh

40:39

saja Bapak Ibu ya. Misalkan skalanya

40:41

menggunakan ee lebih, proporsionnya juga

40:44

lebih, laju perubahannya menggunakan

40:46

satuan-satuan yang memang agak rumit

40:49

pakai satuan CM^ 3 atau GIPIK ya. Itu

40:52

kan agak susah tuh. Nah, boleh Bapak Ibu

40:55

ya. Kemudian ee misalkan yang kedua nih

40:58

memberikan estimasi perkiraan

41:00

menyelesaikan masalah termasuk yang

41:01

berkaitan dengan literasi finansial.

41:03

Nah, literasi finansial itu kan

41:05

kaitannya dengan ee bunga, diskon, pajak

41:10

ya, Bapak, Ibu ya. Kaitannya dengan itu.

41:13

Tapi ee saya pula bertanya Bapak Ibu ya,

41:17

di mana nih ee materi aritmatika sosial.

41:20

Nah, enggak ada di sini misalkan. Nah,

41:23

saya adakan saya ee saya gabungkan

41:25

dengan ini. Jadi, kaitannya dengan

41:27

literasi finansial. Jadi, untung rugi

41:30

juga masuk tadi ya. Kemudian ada bruto,

41:33

neto, Tara. Itu pun saya masukkan. Nah,

41:35

saya kolaborasikan dengan ee sebuah

41:38

kegiatan numerasi numerik Bapak Ibu ya.

41:41

Jadi ee sekali lagi dari CP ini adalah

41:44

ee kompetensi

41:46

yang esensial,

41:48

yang paling minimum yang bisa dicapai

41:52

oleh murid. Nah, andaikan Bapak Ibu ee

41:54

sesuaikan dengan karakteristik murid di

41:57

sekolah bisa lebih ee kompleks. Silakan

42:00

Bapak Ibu ya. Jadi kembali ke sekolah

42:03

masing-masing otomatis Bapak Ibu ya.

42:06

Nah, di sini misalkan ini geometri ruang

42:09

hanya membuat jaring-jaring bangun

42:11

ruang, prisma, tabung, limas, kerucut,

42:14

dan membuat bangun ruang dari

42:16

jaring-jaringnya. Nah, di mana, Pak, ee

42:19

ngitungnya gitu. Kok enggak ngitung?

42:21

Kalau dulu kan ada ngitung luas, ngitung

42:24

volume, bahkan ngitung lu apa ee bangun

42:28

gabungan, bangun apa geometri ruang

42:30

gabungan misalkan kubus dengan limas

42:33

misalkan digabung. Nah, kok sekarang

42:36

enggak ada boleh Bapak Ibu. Sama di

42:38

sekolah saya juga saya gabungkan juga

42:40

dengan itu. Begitu Bapak Ibu ya. Ini

42:44

untuk contoh-contohnya Bapak Ibu ya.

42:46

Bisa sudah

42:48

ee bantu untuk ee menganalisisnya.

42:52

Jadi nanti Bapak Ibu bisa mengadopsi dan

42:55

mengatm Bapak Ibu ya. sesuaikan dengan

42:57

karakteristik Bapak Ibu semua di sekolah

43:00

masing-masing.

43:02

Nah, kemudian

43:07

ee izin pindah

43:13

layar value sebentar ya.

43:21

Nah,

43:22

kemudian yang kedua nih ada integrasi

43:25

pembelajaran mendalam. ke dalam TP. Nah,

43:29

jadi pembelajaran mendalam ke dalam TP.

43:40

Oke. Baik, Bu Yusrina ya. Bu Yusrina.

43:44

Oh, Bu ya, Bu Yusrina Yusman. Untuk fase

43:48

F aja tidak, Bu? Jadi dari fase A sampai

43:50

fase F ada semua, Bu. Nanti file-nya

43:53

bisa dibagikan Bapak Ibu ya. nanti di

43:56

akhir pertemuan. Nah, kemudian yang

43:59

selanjutnya adalah integrasi PM ke dalam

44:02

TP. Jadi Bapak Ibu

44:05

ee PMP ke dalam TP mohon izin screen

44:09

lagi.

44:22

Panduan konseptual mengintegrasikan

44:25

ee prinsip pembelajaran mendalam dalam

44:27

menganalisis CP.

44:29

Jadi di pelajaran matematika saya

44:31

contohkan di fase D Bapak Ibu ya. Fase

44:35

D. Jadi sekali lagi Bapak Ibu di sini

44:39

saya tegaskan Bapak Ibu ya. Jadi PM itu

44:42

adalah apa Bapak Ibu? pendekatan

44:44

pembelajaran yang ditetapkan

44:46

ke Mendikdasmen melalui Peremendikdas

44:49

nomor 13 tahun 2025 dan dijabarkan lebih

44:52

lanjut dalam panduan pembelajaran

44:55

asesmen. Ya, jadi pendekatan ini lahir

44:58

dari keprihatinan bahwa ee pembelajaran

45:01

selama ini cenderung berhenti pada

45:03

penguasaan materi secara permukaan atau

45:06

hafalan saja nih Bapak, Ibu ya. Jadi

45:08

belum sampai ee ke pemaknaan refleksi

45:12

bahkan mengkaitkan konsep satu dengan

45:14

konsep yang lain.

45:16

Jadi PM Bapak Ibu ya atau pembelajar

45:18

mendalam itu tidak menggantikan

45:21

kurikulum merdeka maupun struktur CP

45:24

yang sudah ada. Tapi PM adanya PM itu

45:28

adalah cara pandang dalam merancang atau

45:31

menjalankan pembelajaran atas CP

45:33

tersebut agar outputnya atau keluarannya

45:36

bukan hanya murid tahu, tapi murid

45:39

paham, mampu menerapkan, dan mampu

45:41

merefleksikan gitu Bapak, Ibu ya. Jadi

45:44

ada tiga prinsip PM ya, ya. Pembar

45:47

mendalam.

45:49

Jadi yang pertama yaitu adalah

45:50

berkesadaran,

45:52

bermakna, yang ketiga adalah

45:54

menggembirakan. Ya, jadi ini makna

45:58

praktik di kelasnya Bapak Ibu ya.

46:01

Jadi kalau berkesadaran, saya ulang

46:03

sedikit Bapak Ibu ya, bahwa murid

46:05

belajar dengan sadar, paham. Bapak, Ibu

46:08

paham bahwa dirinya itu harus

46:10

mempelajari ini. Kenapa harus

46:11

mempelajari ini materi ini. Kemudian

46:15

dengan sadarnya murid mendorong dia

46:17

untuk mau belajar mandiri di rumah dan

46:21

mencari strategi-strategi,

46:23

cara-cara bagaimana menjawab soal

46:25

tersebut. Nah, kemudian bermakna berarti

46:28

ee murid itu mampu mengkaitkan ee

46:32

pembelajaran yang dia pelajari dengan

46:34

konsep nyata dan pengalaman murid atau

46:37

isu lintas pelajaran atau lintas mapel.

46:40

Jadi, konsep matematikanya terasa lebih

46:43

berguna. Nah, misalkan gitu Bapak, Ibu

46:45

ya. Misalkan kita mempelajari untung

46:48

rugi. Oh, sudah jelas kalau kita jual

46:50

beli ada untung ada rugi. Nah, kalau

46:52

misalkan mempelajari luas bangun

46:55

fungsinya apa? Oh, ternyata menghitung

46:57

luas langsung praktik menghitung luas

47:00

kelas misalkan.

47:03

Nah, yang ketiga menggembirakan. Jadi,

47:05

proses belajar dirancang agar murid

47:07

antusias, merasa aman, dan mencoba untuk

47:10

terlibat aktif. Nah, jadi bisa dengan

47:13

proyek, permainan, eksplorasi atau

47:16

diskusi ee kolaboratif secara

47:19

berkelompok.

47:20

Jadi, ada tiga tahap Bapak Ibu dalam

47:22

pengalaman belajar PM yaitu memahami,

47:25

mengaplikasikan, dan merefleksikan.

47:29

Oke, kita langsung ke sini.

47:33

Titik temu PM dengan CP matematika.

47:36

Misalkan ini fase D Bapak, Ibu ya. Oke,

47:39

di fase D. Jadi tujuan pembelajaran yang

47:43

diminta itu harus memiliki tadi apa?

47:46

Elemen proses yaitu ee nalar kritis,

47:50

kreativitas, komunikasi, dan pemecahan

47:52

masalah. Artinya apa? Mengintegrasikan

47:56

PM atau pembicaraan mendalam bukan

47:58

menambah beban baru, Bapak, Ibu ya,

48:01

melainkan menegaskan dan memperkuat apa

48:04

yang sudah tersirat di dalam CP.

48:07

Nah, misalkan nalar kritis nih ee

48:10

penalaran dan pembuktian matematis. Jadi

48:12

bisa ee bentuk kegiatannya di kelas

48:16

yaitu menyusun dugaan atau konkret

48:18

menyusun kebenaran, menguji

48:20

kebenarannya,

48:22

membedakan asumsi

48:24

dari fakta dan mempertanyakannya.

48:26

Misalkan

48:28

ee mohon maaf disediakan

48:31

ee materi mengenai penyajian data. Nah,

48:34

mereka disuruh untuk ee

48:37

ngecek mana sih yang paling tinggi,

48:40

kenapa itu bisa paling tinggi? Mereka

48:42

bisa menalar ya, bisa mengetahui.

48:46

Kemudian pemecahan masalah ketika ee ada

48:50

diagram tadi mengenai statistika ee

48:53

bagaimana nih penyelesaiannya, bisa

48:56

enggak kita memprediksi ee di

48:58

bulan-bulan berikutnya bagaimana? Nah,

49:01

itu kemudian bisa mengkomunikasikan,

49:04

bisa me ceritakan. Nah, kadang-kadang

49:07

tuh murid itu Bapak, Ibu sudah paham nih

49:10

dengan konsepnya, dengan materinya.

49:12

Namun siswa ini memiliki keterbatasan

49:14

dalam menyampaikan materi atau

49:16

menyampaikan apa yang murid pahami itu

49:19

Bapak, Ibu. Mereka tuh malu-malu ketika

49:22

menceritakan atau ee bahasa matematisnya

49:25

tuh masih kurang terlatih, Bapak, Ibu,

49:27

ya. Jadi ee komunikasinya tuh bisa

49:31

menyajikan gagasan, menceritakan dalam

49:33

bentuk simbol, tabel, diagram atau ee

49:36

sebagainya. Grafik juga bisa.

49:39

Nah, kemudian kreativitas. Jadi bisa

49:43

menghubungkan Bapak Ibu ya,

49:45

menghubungkan dari satu bidang ke bidang

49:47

yang lain.

49:49

Nah, ketika menurunkan CP menjadi TP

49:52

seperti pada tabel di atas, jadi sudah

49:55

yang disusun sebelumnya setiap TP elemen

49:58

konten, bilangan, aljabar, ee pengukuran

50:01

geometri dan sebagainya itu ee sebaiknya

50:05

secara sengaja dipasangkan dengan

50:07

minimal satu elemen proses di atas.

50:11

Ya, jadi alih-alih hanya menuntut murid

50:14

menghafal prosedur atau rumus, tapi kita

50:16

juga bisa meminta mereka untuk

50:18

mengetahui bagaimana cara-caranya,

50:22

cara kerjanya bagaimana, konsepnya

50:24

seperti apa, dihubungkan dengan materi

50:27

yang lain gitu Bapak, Ibu maksudnya.

50:30

Nah, ini jadi kerangka analisis CP ke TP

50:33

dengan pendekatan PM ya. Jadi

50:36

ada langkah-langkahnya di Bapak Ibu baca

50:38

ulang TP secara literal atau secara

50:40

pahami. Jadi tadi identifikasi KKO-nya.

50:44

KKO-nya seperti apa? Misalnya KKO-nya

50:45

itu paling atas misalkan di SMA itu ada

50:49

menganalisis. Nah, menganalisis itu kan

50:51

sudah sampai C4 Bapak Ibu ya. Analisis

50:53

C4 misalkan C4 ya analisis bla bla bla

50:57

bla materinya apa. Nah, bisa tuh di

51:00

KKO-nya diturunkan Bapak Ibu ya.

51:02

Diturunkan. atau ee kita turunkan nih,

51:05

kita pecah-pecah menjadi ee ee

51:08

indikator-indikator yang gampang atau

51:11

bisa diukur. Nah, misalkan

51:14

mengidentifikasi,

51:16

mengklasifikasi,

51:18

menjelaskan, bisa lagi menerapkan.

51:22

Nah, bisa. Yang penting Bapak, Ibu

51:24

ketika di akhir ee pembelajaran di akhir

51:28

topik ee lingkup materi itu

51:32

sampai ke akhir yang diminta oleh CP,

51:36

sampai di KKO yang diminta oleh CP.

51:39

Jangan sampai kita ee turunin nih yang

51:42

tadinya menganalisis ah ee di

51:45

karakteristik murid saya terlalu sulit

51:46

nih. Nah, terlalu sulit nih. Saya

51:49

turunkan aja menjadi menerapkan aja lah.

51:52

Enggak boleh Bapak Ibu sesuai dengan

51:54

yang ada di CP. Andaikan memang itu

51:57

kurang mampu dicapai oleh murid, bisa

52:00

tuh kita sederhanakan

52:02

ee konten materinya, kita buat lebih

52:06

ringan bebannya terhadap murid, tapi

52:09

tetap sama-sama menganalisis. Begitu,

52:12

Bapak, Ibu, ya. Nah, yang kedua ajukan

52:15

pertanyaan pemandu nalar kritis. Ajukan

52:18

pertanyaan pemandu pemecahan masalah.

52:21

Ini langkah-langkahnya Bapak Ibu ya.

52:23

Untuk contoh penerapannya misalkan ini

52:25

Bapak Ibu

52:27

ee menyelesaikan sistem persamaan linear

52:31

dua variabel melalui beberapa cara

52:33

penyelesaiannya. Seperti yang kita tahu

52:35

Bapak Ibu ya, SPLDV itu kan ada

52:38

substitusi, eliminasi, bahkan ee

52:41

eliminasi, substitusi digabung Bapak,

52:44

Ibu ya. Nah, nalar kritisnya nih Bapak,

52:47

Ibu bisa meminta murid membandingkan

52:50

metode substitusi, eliminasi atau grafik

52:53

untuk sistem persamaan yang sama. Mana

52:55

yang lebih efisien di kasus tertentu.

52:58

Terus mereka suruh jelasin kenapa ini

53:00

lebih gampang.

53:03

Nah, yang kedua pemencian masalah ya.

53:06

Bingkai ee misalkan dalam konteks nyata

53:09

misalnya menentukan kombinasi harga dua

53:13

jenis barang di kantin sekolah dari dua

53:15

total belanja yang berbeda. Kemudian

53:19

untuk ee komunikasinya murid

53:22

mempresentasikan satu metode pilihannya

53:24

di depan kelompok lain dan menjawab

53:26

pertanyaan mengapa metode itu yang

53:28

dipilih? Alasannya kenapa. Kemudian

53:31

kreativitas koneksi. Jadi tantang murid

53:34

mencari situasi sehari-hari misalkan

53:37

les, transportasi, tabungan yang bisa

53:39

dimodelkan

53:41

sebagai sistem persamaan linear dua

53:44

variabel

53:45

itu ya. Jadi ada gambaran aktivitasnya

53:49

mindful, bersadaran itu sudah pasti.

53:51

Jadi siswa menuliskan dahulu strategi

53:53

apa yang ingin dicoba kenapa sebelum

53:55

mengerjakan. Kemudian bermaknanya

53:58

konteks soal yang diambil dari transaksi

54:01

atau kegiatan yang akrab dengan kesaran

54:02

murid. Kemudian menggembirakannya kerja

54:05

kelompok dengan sesi debat metode

54:07

misalkan singkat antar kelompok untuk

54:10

mempertahankan pilihan strateginya misal

54:12

karena kan boleh tuh pakai debat

54:14

misalkan dibuat kelompok substitusi,

54:16

kelompok eliminasi, kelompok yang

54:19

eliminasi substitusi atau campuran.

54:22

Nah, ini untuk contoh yang elemen ee

54:24

geometri. gitu Bapak Ibu ya. Ini hanya

54:27

contoh Bapak Ibu ya. Tuh ada juga yang

54:29

elemen peluang.

54:32

Nah.

54:34

Nah. Nah, ini yang sering dilupakan oleh

54:37

kita semua, Bapak, Ibu ya. Termasuk saya

54:38

juga kadang-kadang sudah ee

54:41

apa ya, menggampangkan bahasa secara

54:45

singkatnya WB ya. Jadi daftar periksa

54:47

guru nih. Jadi guru tuh perlu nih

54:50

memeriksa setiap kali merancang ee

54:52

pembelajaran dari 1 TP untuk memastikan

54:55

keempat dimensi tiga prinsip PM ini

54:57

sudah terintegrasi bukan sekedar

55:00

tempelan di akhir. Jadi TP sudah

55:03

dirumuskan ulang. Ee jadi ini agak ribet

55:05

Bapak Ibu ya. Tapi memang ini idealnya

55:08

seperti ini. Jadi saya hanya

55:09

menceritakan idealnya saja dan ketika

55:11

dilaksanakan itu sangat baik Bapak Ibu

55:13

ya. Jadi ada momen di mana murid harus

55:16

menjelaskan mengapa, bukan hanya

55:18

bagaimana

55:20

ya. Ada masalah konteks nyata yang harus

55:23

dipecahkan murid. Nah, ceklis

55:26

mereka rancang sendiri. Nah, ada

55:28

kesempatan eksplisit bagi murid untuk

55:30

mengkomunikasikan dan mempertahankan

55:32

alasan jawaban mereka baik lisan maupun

55:35

tertulis.

55:37

Jadi,

55:38

ada juga nih murid diajak menyadari

55:41

strategi berpikirnya sendiri.

55:44

Gu ya.

55:46

Nah, ini Bapak ya.

55:49

Jadi ee secara singkat B

55:51

mengintegrasikan PM ke dalam analisis CP

55:54

matematika FASD pada dasarnya adalah

55:56

proses menegaskan kembali elemen proses

55:58

yang sudah ada dalam CP. Elemen proses

56:01

tadi kan yang kita ingat penalaran,

56:03

pemilihan masalah,

56:05

ee komunikasi dan representasi serta

56:07

koneksi. lalu membingkainya atau

56:10

membungkusnya dengan tiga prinsip ee

56:13

berkesadaran, bermakna, dan

56:15

menggembirakan pada tahap memahami,

56:17

mengaplikasikan, dan merefleksikan.

56:20

Jadi, begitu Bapak Ibu. Ee sampai sini

56:25

bagaimana Bapak, Ibu

56:28

sudah

56:30

mm paham mengenai analisisnya atau

56:33

pusing Bapak Ibu?

56:35

Oke.

56:38

Jadi harapannya Bapak Ibu sekali lagi

56:40

bukan bermaksud untuk

56:42

ee saya menggurui bahwa lebih tahu saya

56:45

juga lebih sempurna tidak. Tapi ee ini

56:48

idealnya untuk menyusun sebuah ee

56:50

kerangka sebuah TP yang diturunkan dari

56:54

CP Bapak Ibu.

56:58

Nah, kesimpulannya Bapak Ibu,

57:05

jadi dari CP yang perjenjang dan

57:08

berkesinambungan.

57:10

Jadi, ada prosesi kompetensi. Jadi, dari

57:13

fase A dan E sampai ke fase F, Bapak.

57:16

Jadi, A fase A ke fase B itu pengalaman

57:19

konkrit, intuisi bilangan, konsep dasar

57:22

fase C ke fase D itu ada penalaran

57:25

abstrak. simbol matematika generalisasi

57:28

dan fase E fase F itu ke pemodalan

57:31

matematika analisis dan mengambil

57:34

keputusan.

57:36

Sedangkan elemen intinya adalah

57:38

bilangan, aljabar, geometri, analisis

57:41

data, dan pengukuran.

57:43

Jadi catatan untuk yang fase F tadi

57:45

Bapak, Ibu ya, fase F tadi sudah

57:47

digabung untuk geometri dan analisis

57:49

data di jenjang SMA. Kemudian dari CP ke

57:53

TP. Jadi dari satu TP ke beberapa TP

57:57

juga bisa dari TP ke beberapa indikator

58:00

Bapak Ibu ya. Jadi 1 CP memuat satu ee

58:04

komponen

58:06

kompetensi indikator dan kemampuan Bapak

58:08

Ibu ya. Jadi harapannya Bapak Ibu ya

58:11

mudah diajarkan, mudah diamati dan

58:13

dinilai.

58:15

Nah, jadi Bapak Ibu tadi juga bisa

58:18

menentukan KKO-nya sampai sedalam apa,

58:21

surface learning atau sudah masuk ke

58:23

deep learning. Ya, surface learning itu

58:26

berarti ya menghitung, menentukan,

58:28

menyebutkan, mengerjakan prosedur.

58:31

Sedangkan yang lebih mendalam tuh

58:33

menganalisis, membuktikan, mengevaluasi,

58:36

merancang, dan mencipta.

58:40

Ya. Jadi, Bapak, Ibu kuncinya itu ee

58:42

bukan mengubah TP tetapi mengubah

58:45

aktivitas pembelajarannya Bapak, Ibu ya.

58:48

Jadi, misalkan

58:50

ee TP-nya nih susah ee gimana nih

58:55

caranya ya biar TP-nya itu tidak

58:57

terlihat susah ya, aktivitas

58:59

pembelajaran yang kita kolaborasikan

59:01

Bapak Ibu ya. Jadi, CP yang sudah

59:03

selaras dengan PM ya. Jadi dari elemen

59:07

matematika itu artinya tantangan utama

59:10

guru adalah mengaktifkan elemen proses

59:13

ini dalam pembelajaran bukan menambah

59:16

sesuatu yang baru. Kemudian implikasi

59:18

praktis untuk gurunya. Hasil dari CPKTP

59:21

digunakan untuk menyusun ATP nanti Buu

59:24

ya. merancang modul ajar atau RPP dan

59:28

menentukan asesmen yang lebih tepat atau

59:31

terukur.

59:33

Keduanya saling melengkapi. Jadi tujuan

59:34

akhirnya adalah pembelajaran matematika

59:36

yang bermakna dan kompetensi yang utuh

59:39

Bapak Ibu ya.

59:41

Nah, jadi

59:43

sama tadi. Jadi kuncinya Bapak, Ibu agar

59:47

pembelajaran ini mudah dipahami, mudah

59:50

dimengerti, jangan terlalu fokus untuk

59:53

ee ke CPTP-nya Bapak Ibu ya. Tapi

59:56

kolaborasikan dengan aktivitas

59:58

pembelajarannya Bapak, Ibu ya. Jadi

1:00:00

pemetaan CP menjadi TP menjawab apa yang

1:00:03

harus dipelajari murid. Sedangkan

1:00:05

pembelajaran mendalam itu adalah

1:00:07

menjawab bagaimana murid belajar agar

1:00:10

mampu memahami, bernalar, dan menerapkan

1:00:13

matematika secara bermakna.

1:00:17

Nah, jadi urutannya CPKTPM,

1:00:20

aktivitas pembelajaran bermakna dan

1:00:22

asesmen otentik nanti menghasilkan

1:00:25

sebuah dimensi profil lulusan yang

1:00:27

menjadi tujuan akhir kita. Begitu Bapak

1:00:30

Ibu ya. Jadi

1:00:32

ee harapannya nanti bisa tuh ee perlahan

1:00:37

dari CP ke TP dan nanti Bapak Ibu

1:00:40

setelah CP ke TP itu sudah siap nanti di

1:00:44

pertemuan kedua, hari kedua nanti kita

1:00:45

akan belajar membuat RPP yang menarik

1:00:48

Bapak Ibu ya dengan ee aktivitas

1:00:51

pembelajaran yang bermakna

1:00:54

menggembirakan juga yang pastinya Bapak

1:00:56

Ibu inovatif begitu Bapak Ibu ya. Oke.

1:01:01

Ee jadi aktivitas praktiknya ini Bapak

1:01:03

Ibu ya ee bisa dilakukan Bapak Ibu di

1:01:07

sela-sela Bapak Ibu ya nanti setelah

1:01:09

webinar pilih satu rumusan CP pada fase

1:01:12

dan elemen relevan yang di ee Bapak Ibu

1:01:16

ajar di jenjang Bapak Ibu. Kemudian

1:01:18

identifikasi kompetensi esensial dan

1:01:21

lingkup materinya. Gunakan tiga langkah

1:01:23

analisis CP tadi ya. Kemudian rumuskan 2

1:01:27

TP dengan kriteria smart. Apa itu

1:01:30

kriteria smart, Bapak, Ibu?

1:01:33

Ee oke. Smart itu berarti ee S-nya apa?

1:01:38

S-nya adalah spesifik ya, Bapak, Ibu,

1:01:40

ya. Jadi, tujuannya tidak boleh terlalu

1:01:41

umum atau mengambang, tapi harus jelas

1:01:44

Bapak, Ibu ya. Atau materi apa yang

1:01:46

dicapai itu lebih spesifik. Nah, jadi

1:01:49

keliling menghitung dapat menghitung

1:01:52

murid dapat menghitung misalkan

1:01:55

keliling dan luas lingkaran misalkan.

1:01:58

Kemudian M-nya smart itu S-nya tadi

1:02:01

spesifik M-nya adalah measurable atau

1:02:04

terukur. Jadi ketercapaian tujuan

1:02:07

tersebut harus bisa diukur dengan

1:02:09

indikator yang jelas baik melalui nilai

1:02:12

persentase ataupun jumlah tugas.

1:02:14

Kemudian A-nya itu ada achieveable atau

1:02:18

dapat dicapai. Jadi target yang

1:02:21

ditetapkan harus realistis. Guru perlu

1:02:23

mempertimbangkan kemampuan awal murid,

1:02:26

ketersediaan fasilitas, serta waktu yang

1:02:28

tersedia agar target TP yang tadi

1:02:32

digunakan itu tercapai. Kemudian relevan

1:02:35

atau realistik, ya. Realistik itu

1:02:37

relevan. Jadi tujuan pembelajarannya itu

1:02:41

harus bermakna dan sesuai dengan

1:02:43

kebutuhan murid dan selaras dengan

1:02:45

kurikulum yang berlaku. Kemudian T-nya

1:02:48

yang terakhir adalah time memiliki batas

1:02:51

waktu. Harus ada target atau tenggat

1:02:53

waktu tertentu kapan tujuan tersebut

1:02:57

harus dicapai dan ini membantu guru

1:02:59

menyusun lesson plan atau ERPP modul

1:03:02

ajar dengan alokasi waktu yang efektif.

1:03:06

ini untuk tugas Bapak Ibu ya. Silakan.

1:03:10

Terima kasih. Ee mungkin itu Bapak Ibu

1:03:12

waktu saya kembalikan ke Bu Hani.

1:03:22

Silakan Bu.

1:03:24

Baik. Terima kasih banyak Pak Lambeng

1:03:26

untuk pemaparan materinya pada malam

1:03:30

hari ini. [berdehem]

1:03:39

Baik, selanjutnya Bapak Ibu kita akan

1:03:40

masuk kepada sesi diskusi, sesi tanya

1:03:44

jawab, dan sesi sharing. Silakan Bapak,

1:03:47

Ibu yang hadir melalui Zoom meeting

1:03:50

maupun yang berada di live streaming

1:03:52

YouTube Cha Matematika memiliki

1:03:53

kesempatan yang sama bisa bertanya

1:03:56

secara langsung dengan mengaktifkan

1:03:59

kamera dan menggunakan virtual

1:04:01

background sudah dibikin oleh admin di

1:04:02

WhatsApp grup serta Bapak Ibu bisa

1:04:04

menggunakan fituration nanti akan

1:04:05

diberikan untuk akses mikrofonnya. Untuk

1:04:09

Bapak Ibu yang terkendala untuk

1:04:12

perangkat dan jaringannya untuk bertanya

1:04:14

secara langsung silakan bisa menuliskan

1:04:16

pertanyaannya Bapak Ibu melalui chat

1:04:19

Zoom.

1:04:25

Baik, saya juga informasi Bapak Ibu

1:04:27

untuk materi yang tadi sudah disampaikan

1:04:31

oleh Pak Lambang Setiawan, Bapak Ibu

1:04:33

nanti akan Bapak Ibu dapatkan ya melalui

1:04:37

admin kegiatan setelah kegiatan selesai.

1:04:40

Begitu Bapak Ibu dan Bapak Ibu yang

1:04:43

mungkin tadi sempat tertinggal untuk

1:04:46

sesi materinya nanti bisa menonton

1:04:48

siaran ulang ya Bapak Ibu ya. Untuk

1:04:51

linknya nanti juga akan dibagikan

1:04:53

bersamaan dengan link presensi kegiatan

1:04:55

di pertemuan pertama. Baik, terima

1:04:58

kasih. Di sini sudah terdapat pertanyaan

1:05:00

dari ee Bapak atau Ibu Titin ini ya.

1:05:05

Baik, terima kasih banyak Ibu Titin.

1:05:07

Apakah di sini atau Bapak ini? Silakan

1:05:09

Ibu bisa menyampaikan pertanyaan secara

1:05:11

langsung.

1:05:16

Baik, saya sudah bantu Ibu untuk

1:05:18

memberikan akses mikrofonnya.

1:05:27

Baik, silakan.

1:05:28

Oh, Ibu. Baik,

1:05:29

Ibu.

1:05:30

Baik, silakan Ibu. Mohon maaf, Ibu.

1:05:32

[tertawa]

1:05:33

Iya, ini videonya saya matikan, ya.

1:05:35

Baik. Heeh. [berdehem] Bisa sampaikan

1:05:37

pertanyaan secara langsung kepada Pak

1:05:40

Lambang Setiawan, Ibu. Ya, izin

1:05:42

bertanya, Bapak. Ee kalau dulu itu kan

1:05:46

ada yang namanya KKM, mungkin sekarang

1:05:49

ee katanya ee kurikulum merdeka itu

1:05:52

tidak ada KKM, tapi apakah ada syarat ee

1:05:57

dalam ketercapaian tujuan pembelajaran

1:06:00

seperti itu. Ee ketika ada

1:06:05

tujuan pembelajaran dikatakan tercapai

1:06:07

itu maksudnya yang seperti apa? Apakah

1:06:10

ada perhitungan khusus gitu untuk untuk

1:06:14

ee yang dikatakan

1:06:17

tujuan pembelajaran itu tercapai seperti

1:06:19

KKM sewaktu dahulu gitu, kurikulum yang

1:06:22

terdahulu. Demikian, terima kasih Bapak.

1:06:26

Baik, terima kasih banyak Bu Titin untuk

1:06:28

pertanyaannya Pak Lambang. Sebelum kita

1:06:31

lanjut di untuk dijelaskan untuk

1:06:33

dijawab, kita akan lanjut ke Bapak Ibu

1:06:35

selanjutnya Bapak untuk sekaligus

1:06:37

menanyakan

1:06:41

P malam hari ini. Baik, silakan. Di sini

1:06:43

ada Ibu Ganda, silakan Ibu bisa

1:06:47

menyampaikan pertanyaan secara langsung.

1:06:55

Selamat malam, Ibu.

1:07:01

Baik, silakan.

1:07:10

Selamat malam, Ibu Ganda. Apakah masih

1:07:12

berada di Zoom meeting? Ibu bisa

1:07:13

sampaikan pertanyaannya secara langsung.

1:07:21

Baik, karena Bu Ganda sedang mungkin

1:07:23

terkendala perangkat dan jaringan, kita

1:07:25

akan lanjut di sini ada Ibu Heni.

1:07:28

Selamat malam, Ibu Heni. Bisa sampaikan

1:07:31

pertanyaan langsung, Ibu.

1:07:49

Baik, silakan Ibu.

1:07:54

Ee saya juga informasi untuk Bapak Ibu

1:07:56

peserta di sini jika ingin bertanya

1:07:57

secara langsung bisa menggunakan fitur

1:07:59

Ryzen ya, Bapak Ibu. Ee jadi nanti

1:08:01

ketika Bapak, Ibu menggunakan fitur

1:08:03

Ryzen nanti saya akan berikan untuk

1:08:04

akses mikrofonnya. Atau misal Bapak Ibu

1:08:07

kebingungan sebenarnya ini fituration di

1:08:09

sebelah mana, saya bisa bantu Bapak Ibu

1:08:11

bisa melihat fituration ini berada di

1:08:13

tulisan reaction atau di sebelah

1:08:15

interpretation ataupun apps Bapak Ibu

1:08:16

ya. Silakan. Baik. Ee baik terima kasih

1:08:19

banyak Ibu sudah konfirmasi untuk

1:08:22

perangkatnya. Baik Bapak Lambang untuk

1:08:24

mempersingkat waktu saya akan bantu

1:08:26

bacakan pertanyaan dari Ibu ganda. Bapak

1:08:30

apakah tujuan pembelajaran ada bentuk

1:08:32

bakunya ya dalam merumuskannya? Kemudian

1:08:34

dari Ibu Heni, bagaimana Bapak cara

1:08:37

menentukan CP untuk pemahaman konsep dan

1:08:41

keterampilan proses? Baik, silakan Pak

1:08:43

Lambang bisa dijawab terlebih dahulu,

1:08:45

dijelaskan terlebih dahulu untuk tiga

1:08:47

pertanyaan dari Bapak Ibu peserta.

1:08:49

Terima kasih,

1:08:50

ya. Baik, Ibu. Terima kasih. Tadi

1:08:52

pertanyaan yang pertama dari Ibu Titin

1:08:56

ya. Syarat ee KKM ya kaitannya dengan

1:08:59

KKM.

1:09:01

Kalau zaman dulu ya bilangnya zaman dulu

1:09:03

nih saya juga bisa dibilang kursinor

1:09:06

Bapak Ibu ya. Jadi KKM itu dulu ee

1:09:10

menentukannya ada tiga kriteria Bapak

1:09:12

Ibu ya ee kalau tidak salah. Jadi yang

1:09:15

pertama yaitu adalah

1:09:17

ee kompleksitas, daya dukung dan

1:09:20

tentunya profesional gurunya. Nah, jadi

1:09:23

dari siswanya ee kemudian ada

1:09:28

sarana prasarana dan siswanya bagaimana

1:09:31

ya, guru, siswa, sarana. Nah, dulu itu

1:09:34

ada KKM-nya. Jadi, KKM ini dientukan

1:09:37

nilai-nilainya kemudian dijadikan satu

1:09:39

nilai. Nah, kalau sekarang ee itu memang

1:09:43

tidak ada Bapak, Ibu ya, tidak ada lagi.

1:09:46

Tapi lebih ke lebih personal lebih

1:09:49

personal ke karakteristik murid. Nah,

1:09:51

karakteristik murid jadinya bisa

1:09:54

dilakukan dari yang pertama ee hasil

1:09:58

dari ee pembelajaran di tahun

1:10:00

sebelumnya. Misalkan KKTP ini siswa

1:10:03

kemampuan ini nilainya segini sampai

1:10:06

dirata-rata segini ya 65 misalkan. Nah,

1:10:10

kemudian bisa juga yang kedua dari ee

1:10:14

tes awal atau kita sebut dengan tes

1:10:17

diagnostik. Nah, tes kemampuan awal.

1:10:19

Nah, itu kan nanti ada hasilnya. Jadi,

1:10:23

setiap ee lingkup materi itu KKTP-nya

1:10:26

berbeda-beda, Ibu Titin, ya.

1:10:28

Berbeda-beda sehingga ee antara ee

1:10:33

indikator yang satu, lingkup materi satu

1:10:35

dengan yang lain itu berbeda. Itu

1:10:37

ditentukan dari tes awal. Oleh karenanya

1:10:39

Bapak Ibu sebelum melaksanakan

1:10:41

pembelajaran di satu lingkup materi

1:10:43

lakukanlah tes awal terlebih dahulu.

1:10:46

Jadi kita tahu ee seberapa jauh siswa

1:10:49

ini atau murid ini ee memahami materi di

1:10:52

awal. Kemudian yang kedua

1:10:56

ee perhitungan khusus untuk KKTP

1:10:59

itu sebenarnya ee tidak ada hitungan

1:11:02

khususnya atau bagaimananya. Tapi untuk

1:11:05

menilainya Bapak Ibu itu bisa

1:11:07

menggunakan tiga pendekatan ya. Tiga

1:11:10

pendekatan. Jadi yang pertama yaitu ada

1:11:12

pendekatan deskripsi kriteria. Jadi guru

1:11:15

membuat daftar kriteria performa yang

1:11:18

siswa dianggap mencapai TP jika memenuhi

1:11:20

mayoritas ee kriteria-kriteria tertentu.

1:11:24

Jadi, Bapak Ibu tadi kan CP CP kita ubah

1:11:27

ke kita pecah menjadi TP dan TP itu kita

1:11:31

ee buat indikator-indikator

1:11:34

ee yang lebih kecil lagi dari TP ya yang

1:11:39

bisa kita ukur. Nah, itu yang dinamakan

1:11:41

dengan deskripsi kriteria. Jadi misalkan

1:11:44

ee murid ini sudah mencapai tiga dari

1:11:47

empat kriteria yang setelah disediakan.

1:11:50

Oh, berarti siswa ini mampu kategorinya

1:11:52

mampu atau tercapai atau melampaui ya.

1:11:56

Kemudian yang kedua juga bisa

1:11:58

menggunakan pendekatan menggunakan

1:12:00

rubrik. Nah, rubrik guru menyusun rubrik

1:12:04

performa. Jadi tingkatannya misalkan

1:12:06

perlu bimbingan cukup baik atau sangat

1:12:08

baik ya. Jadi rubriknya itu bagaimana?

1:12:12

Ee jadi syaratnya siswa itu dinyatakan

1:12:15

mencapai TP jika deskripsi kemampuan

1:12:18

minimal berada pada kategori cukup ee di

1:12:21

setiap indikator. Nah, kemudian

1:12:23

pendekatan ketiga bisa menggunakan skala

1:12:25

atau interval nilai ya yang ini yang

1:12:28

sering digunakan di pembelajaran

1:12:30

matematika Bapak Ibu ya. Jadi pada kata

1:12:32

inilah yang paling dekat dengan logika

1:12:35

KKM ya mungkin ya Bapak Ibu ya. Jadi ee

1:12:38

interval ini ee sesuai dengan

1:12:41

perhitungan nilai misalkan 0 sampai 40%

1:12:45

itu belum mencapai atau remedial.

1:12:48

41 sampai 65 belum mencapai misalnya

1:12:51

remedial ya. 65 sampai 85 sudah mencapai

1:12:54

dan 86 sampai 100 juga sudah tercapai.

1:12:57

Misalkan seperti itu. Dan

1:12:59

untuk lebih jelasnya membahas mengenai

1:13:02

ee penilaian atau asesmen ini kita akan

1:13:06

bahas di pertemuan ketiga yang mana

1:13:08

pertemuan ketiga ini kita akan lebih

1:13:11

dalam membahas mengenai penilaiannya.

1:13:13

Jadi yang pertama ini Bapak Ibu di

1:13:15

pertemuan pertama ini kita membahas CP

1:13:17

ke TP dulu nih Bapak Ibu ya. Jadi

1:13:19

bertahap. Nah, nanti di pertemuan dua

1:13:21

kita bahas RPP-nya atau modul ajarnya.

1:13:25

Sedangkan di ee pertemuan ketiga nih,

1:13:27

nanti kita membahas asesmennya secara

1:13:29

khusus, secara mendalam. Begitu Bapak,

1:13:31

Ibu. Oke, Bu Hani. Begitu, Bu Titin.

1:13:35

Semoga dapat membantu. Kemudian yang

1:13:38

kedua

1:13:40

mengenai

1:13:41

apa nih, Bu? Ibu dari Bu Ganda ya. apa

1:13:46

tujuan pembelajaran ada bentuk bakunya

1:13:49

dalam rumuskannya.

1:13:52

Oke. Jadi ee tujuan pembelajaran ini

1:13:56

bentuk bakunya itu berasal dari CP ya.

1:13:59

Jadi CP-nya itu sudah bentuk baku yang

1:14:02

disediakan oleh pemerintah. Nah, TP ini

1:14:06

kita hasilkan dari pecahan-pecahan

1:14:10

ee CP tadi. Jadi, CP kita pecah menjadi

1:14:13

TP. Ya, itulah bentuk bakunya.

1:14:15

Mungkin ee maksud Bu Ganda ini adalah ee

1:14:20

bentuk baku dari nanti

1:14:22

indikatorindikator itu mungkin ya di

1:14:25

KKTP ya menilainya bagaimana menurut

1:14:27

musukanya seperti apa. Sama sebenarnya

1:14:29

Bapak Ibu ya dari CP kata-katanya

1:14:32

menganalisis juga nanti TP-nya juga

1:14:34

menganalisis jangan dikurang-kurangi

1:14:36

atau di apa ditambah-tambahin jangan itu

1:14:40

menganalisis saja. Nah. Nah, nanti

1:14:43

pengembangannya boleh di luar

1:14:44

pembelajaran gitu, Bapak, Ibu. Kemudian

1:14:47

yang ketiga ee semoga membantu Bu Ganda

1:14:50

ya, Bu Heni.

1:14:53

Ee bagaimana cara menentukan CP untuk

1:14:56

pemahaman konsep dan keterampilan

1:14:58

proses? Bagaimana cara menentukan CP

1:15:02

untuk pemahaman konsep? Ya,

1:15:04

pemahamanemahaman konsep. Jadi,

1:15:07

menentukan CP. CP itu kan sudah

1:15:09

ditentukan oleh pemerintah tadi ya, oleh

1:15:13

placement. Nah, mungkin yang dimaksud

1:15:15

adalah menentukan TP yang digunakan

1:15:18

untuk pemahaman konsep dan keterampilan

1:15:20

proses. Nah, tadi konsep pemahaman

1:15:23

konsep itu bisa dilihat dari

1:15:27

konten materinya dan KKO-nya ya,

1:15:30

KKO-nya. Nah, jadi kembali ke materi

1:15:33

tadi mengenai elemen konten dan elemen

1:15:37

proses. Jadi, kompetensi dan kontennya.

1:15:40

Jadi, kompetensinya apa? Misalkan

1:15:43

menganalisis nih tadi atau menentukan,

1:15:46

menghitung. Nah, kemudian yang kedua

1:15:49

menghitung apa? Keliling dan luas bangun

1:15:51

datar misalkan ya. Itu sudah masuk ke

1:15:55

keterampilan prosesnya. Prosesnya

1:15:57

seperti apa? Keterampilannya.

1:15:59

itu bisa di turunkan lagi ya, Bapak, Ibu

1:16:03

ya. Jadi ee sebenarnya ini materinya

1:16:07

sudah cukup lengkap ya. Jadi mungkin

1:16:10

Bapak Ibu agak rumit nih, oh biasanya

1:16:12

enggak dapat kayak gini nih. Nah,

1:16:14

tiba-tiba ketika pertama kali, oh

1:16:17

ternyata aluran seperti ini mungkin

1:16:18

perlu proses tertentu. Jadi membedakan

1:16:21

CP dengan TP serta indikator nih yang

1:16:24

sering keliru nih Bapak, Ibu ya. Terima

1:16:27

kasih Bu Hen eh Bu

1:16:30

Bu eh Bu Hani ya. Jadi salah Bu Heni dan

1:16:34

Bu Hani. Iya. Mungkin ada pertanyaan

1:16:37

lagi Bu Hani Okta.

1:16:39

Baik eh Bapak sebelum kita lanjut di

1:16:41

Bapak Ibu peserta yang sudah bertanya di

1:16:43

Zoom di chat Zoom kita akan lanjut di

1:16:45

sini ada Ibu Kokom Komalasari. Ibu

1:16:48

selamat malam. Apakah ingin menyampaikan

1:16:50

pertanyaan secara langsung Ibu? Silakan.

1:17:01

Baik ee Bapak kita lanjut mungkin dari

1:17:04

Ibu Koko masih terkenal perangkatnya

1:17:05

tadi sudah aktifkan mikrofon dan

1:17:08

ris-nya. Namun kita akan lanjut di Bapak

1:17:10

Ibu peserta di sini sudah banyak sekali

1:17:13

ya Bapak untuk Bapak Ibu yang mungkin

1:17:15

terkendala perangkat dan jaringan dan

1:17:16

menuliskan pertanyaannya melalui chat

1:17:19

Zoom. Baik Bapak di sini kita lanjut

1:17:21

dari

1:17:23

Ibu Munawar Bapak dalam BSKAP dalam

1:17:27

satuan CP kan terdapat banyak. Apakah

1:17:29

harus dipakai semua Bapak ketika

1:17:31

penerapannya di kelas? Tadi kan sudah

1:17:32

dijelaskan nih bahwa CP terlebih dahulu

1:17:36

kemudian baru TP begitu ya Bapak. Nah

1:17:38

apakah ini harus di

1:17:40

semua dipakai dalam penerapannya di

1:17:42

kelas Bapak? Kemudian dari Ibu Rabiah,

1:17:46

apakah semua kegiatan dalam RPP juga

1:17:48

harus terlaksana, Bapak? Sama persis

1:17:50

ketika direncanakan atau ketika sudah

1:17:53

direncanakan, Bapak, nanti ketika di

1:17:55

lapangan disesuaikan dengan kondisi

1:17:57

kelas. Kemudian dari Ibu Sriani, Bapak

1:18:01

selamat malam Pak Lambang yang ingin

1:18:02

ditanyakan bagaimana cara merancang

1:18:04

pembelajaran

1:18:06

PBN. Begitu Bapak boleh untuk ditanggapi

1:18:08

dan

1:18:10

Oke, terima kasih dari Bu Munawarah dulu

1:18:14

dalam BSKAP dalam 1 CP kan ada banyak PP

1:18:17

harus dipakai semua ketika penerapannya

1:18:19

di kelas. Sebenarnya Bapak Ibu dalam

1:18:24

ee pelaksanaannya ini adalah konten yang

1:18:27

perlu dan sangat ee diharuskan, wajib ya

1:18:32

dicapai Bapak Ibu diajarkan semua. Nah,

1:18:35

jadi Bapak Ibu kembali ke penjelasan

1:18:38

awal bahwasanya

1:18:40

ee CPCP ini adalah kompetensi esensial

1:18:45

atau konten materi yang sudah dibuat

1:18:48

oleh pemerintah dan itu paling minimum

1:18:51

yang bisa dicapai oleh siswa di jenjang

1:18:54

atau di fase A sampai fase F. Misalkan

1:18:58

seperti saya di fase D kelas 7, 8, dan 9

1:19:01

dan kebetulan fase satu fase nih Bapak

1:19:03

Ibu. Jadi saya bisa menukar-nukar

1:19:05

materinya saya taruh di mana-mana. Tapi

1:19:08

yang menjadi tujuan utama semua CP yang

1:19:12

sudah diberikan itu harus diajarkan

1:19:15

semua, Bu. Nah, CP yang jadi TP itu kan

1:19:18

banyak tuh memang. Nah, itu harus

1:19:19

diajarkan semua di kelas. Bagaimana

1:19:22

penerapannya nanti? Terlalu ribet, Pak.

1:19:25

Tidak, Bu. Sebenarnya itu semuanya itu

1:19:27

sudah di ee sesuaikan dengan kompetensi

1:19:30

esensial.

1:19:32

Jadi kalau saya amati dari ee CP-nya

1:19:36

Bapak Ibu, KKO-nya terutama KKO

1:19:39

dibanding dengan kurikulum merdeka di

1:19:41

awal dengan di saat ini itu jauh KKO-nya

1:19:44

lebih tinggi ketika ada di kurikulum

1:19:47

merdeka awal yang sekarang sudah dibuat

1:19:49

ee lebih esensial atau lebih mudah

1:19:52

dicapai oleh murid. Jadi, Bapak Ibu

1:19:55

andaikan seperti tadi kasusnya ee konten

1:19:59

materinya terlalu sulit untuk dicapai

1:20:01

oleh murid di sekolah saya, Bapak Ibu

1:20:04

bisa merancang aktivitasnya agar

1:20:07

tercapai tetapi dibuat aktivitasnya

1:20:10

sederhana saja, Bapak, Ibu, ya. Ee jadi

1:20:14

sederhana siswa itu memahami, minimal

1:20:16

memahami CP-nya itu TP-nya itu

1:20:20

misalkan ee dengan bahasa yang sederhana

1:20:23

dan kontennya dipermudah

1:20:25

gitu Bapak Ibu ya. Jadi memang harus

1:20:28

semuanya masuk semua tapi dipermudah ya

1:20:31

gitu Bapak Ibu ya. Jadi intinya harus

1:20:34

diterapkan di kelas. Kemudian Ibu Rabiah

1:20:38

Guni Harahab, apakah semua kegiatan

1:20:41

dalam RPP harus terlaksana persis

1:20:43

seperti yang direncanakan atau boleh

1:20:44

disesuaikan dengan kondisi kelas?

1:20:47

Ee dalam kegiatan pembelajaran Bapak,

1:20:50

Ibu, RPP RPP yang kita sudah tuliskan ya

1:20:54

seperti yang kita tahu nanti RPP akan

1:20:56

kita pelajari di hari kedua. Mungkin ini

1:20:58

sedikit spill atau gambaran aja bahwa

1:21:00

RPP itu adalah ee patokan atau ee

1:21:05

rencana awal. Ibaratnya tuh kita sudah

1:21:08

merencanakan pergi nih saya ibaratkan

1:21:11

pergi ke Candi Borobudur misalkan. Nah,

1:21:14

tapi di jalan itu hujan, ada hujan. Nah,

1:21:17

otomatis rencana saya berbelok nih. Oh,

1:21:20

lebih dekat aja nih. Misalkan ke mana

1:21:22

gitu kan. misalkan ke tempat lain yang

1:21:26

enggak kalah menariknya misalkan, tapi

1:21:29

maknanya sama, sama-sama rekreasi. Nah,

1:21:33

kayak gitu sama Bapak, Ibu ya. Jadi

1:21:35

pelaksanaan perencanaan pembelajaran ini

1:21:38

ee kita sudah membuat patokan utamanya,

1:21:41

rencananya sudah ada, tapi ketika

1:21:43

pelaksanaannya nanti ada ee

1:21:46

momentum-momentum tertentu yang membuat

1:21:48

ee tidak sesuai persis dengan RPP, ya

1:21:51

kita sesuaikan dengan kondisi kelas

1:21:53

begitu, Bu ya, Bu Riah. Nah, lengkapnya

1:21:57

nanti kita akan bahas di hari kedua.

1:21:59

Jadi tetap semangat untuk ikut hari

1:22:01

kedua dan hari ketiga biar tidak putus

1:22:03

nih pengetahuan dan ilmunya

1:22:07

gitu. Ada lagi Bu ya Bu Hani ya terakhir

1:22:09

ya.

1:22:10

Baik. Baik Bapak bisa dilanjutkan.

1:22:13

Oke sekarang dari Bu Sriani

1:22:17

ee saya tanya bagaimana cara merancang

1:22:19

PBL. Oke, PBL itu pembelajaran berbasis

1:22:23

masalah ya dan ini erat kaitannya dengan

1:22:27

ee pembelajaran matematika. Nah, kembali

1:22:30

lagi nih, Bu. Ini kita bahas di hari

1:22:33

kedua, ya, mengenai pembelajaran ee

1:22:36

berbasis masalah mengenai

1:22:38

model-model atau rancangan-rancangan RPP

1:22:41

yang akan diterapkan di kelas itu di

1:22:43

hari kedua insyaallah, Bu ya. Jadi, Bu

1:22:45

Sriani jangan ketinggalan untuk datang

1:22:47

di hari kedua. Apakah kita bisa mendapat

1:22:49

contoh rubrik indikator? Ah, ini di hari

1:22:52

ketiga, Bu. Di hari ketiga ini persis

1:22:54

banget. Jadi, yang pertama saya tegaskan

1:22:57

lagi CB ke TP kita sudah merancang apa

1:23:00

yang dipelajari. Kemudian di RPP

1:23:03

bagaimana proses belajarnya, gambarannya

1:23:06

bagaimana, kemudian di hari ketiga

1:23:08

gimana menilainya

1:23:10

ya. Jadi lengkap tuh sudah ada hari 1 2

1:23:13

3. Jadi semangat Bapak Ibu untuk

1:23:16

mengikuti hari ketiga. Ada lagi Bu Hani.

1:23:19

Baik, terima kasih banyak Bapak

1:23:21

penjelasannya. Ternyata di sini Bapak

1:23:22

Ibu ee tertarik sekali Bapak dengan

1:23:24

penjelasan antara CP dan TP. Mungkin

1:23:27

tadi juga ada yang bertanya perbedaan CP

1:23:29

dan TP. Tadi sudah dijelaskan Bapak

1:23:31

bahwa CP jadi untuk semua fase mungkin

1:23:34

yang berada di sekolah

1:23:37

SMA, SMP, maupun SD itu CP-nya berarti

1:23:40

sama ya, Bapak ya? Untuk CP-nya bisa Pak

1:23:44

sama atau berbeda Bapak? CP-nya sama

1:23:46

penerapan TP-nya yang mungkin sesuai di

1:23:48

dengan kondisi masing-masing Bapak

1:23:51

ya. Untuk CP itu kan keseluruhan materi

1:23:53

Bu ya. Ada di situ membuat kompetensi

1:23:56

sama lingkup materi. Dan di setiap

1:23:59

jenjang itu pastinya berbeda. Tapi yang

1:24:02

sama yaitu adalah elemen kontennya yaitu

1:24:05

ada penalaran apa ada bilangan, ada

1:24:08

pengukuran geometri, ada analisis data

1:24:12

dan peluang ya. Jadi aljabar juga ada.

1:24:15

Jadi ada lima konsep itu yang pasti

1:24:17

itunya sama semua, tapi konten materinya

1:24:19

itu disesuaikan dengan jenjang-jenjang

1:24:21

tersebut dan KKU-nya juga disesuaikan

1:24:23

juga. Jadi gitu, Bu. Jadi CP itu adalah

1:24:27

keseluruhan

1:24:28

ee ilmu yang dipelajari dan TP itu

1:24:31

adalah versi lebih singkatnya. Jadi bisa

1:24:35

dipecah-pecah, lebih bisa fokus gitu,

1:24:38

Bu.

1:24:40

Baik, terima kasih banyak Bapak untuk

1:24:41

penjelasannya dan tadi beberapa

1:24:43

pertanyaan Bapak Ibu ini ternyata masih

1:24:46

pertemuan pertama ya Bapak. Namun Bapak

1:24:48

Ibu sudah menanyakan untuk materi yang

1:24:51

nantinya akan disampaikan di pertemuan

1:24:53

dan ketiga. Jadi silakan Bapak Ibu yang

1:24:54

hadir pada malam hari ini bisa siapkan

1:24:58

kembali Bapak Ibu ya perangkat dan

1:25:00

jaringannya. Siapkan dirinya untuk

1:25:01

bertemu lagi dengan Pak Lambang Setiawan

1:25:04

di pertemuan kedua. Baik, di sini kita

1:25:06

akan lanjut, Pak dari pertanyaan

1:25:08

Ibu Aan Nurjana. Mengapa Bapak tidak

1:25:11

menggunakan istilah-istilah baru?

1:25:13

Mengapa masih menggunakan istilah RPP,

1:25:16

KKM, dan lain sebagainya? Kemudian

1:25:19

Bapak, apakah

1:25:22

sama Bapak antara keterampilan proses

1:25:24

dengan elemen proses? Begitu Bapak.

1:25:28

Silakan untuk diab

1:25:31

diberi penjelasan. Oke, untuk Bu Aa

1:25:34

Nurjana ee sebenarnya ini KKM itu tadi

1:25:37

ada Ibu yang bertanya tentang KKM ya,

1:25:40

Bapak, Ibu ya. Jadi saya menjelaskan

1:25:41

mengenai KKM dan KKTP. Apa bedanya? Baik

1:25:45

untuk RPP itu istilah bukan istilah baru

1:25:48

atau lama. RPP itu adalah istilah baku

1:25:50

juga. Jadi Bapak Ibu ee di pertemuan

1:25:55

sebelumnya ini bersama I guru juga yang

1:25:57

lalu bahwasanya ada miskonsepsi mengenai

1:26:01

ee penyebutan di kurikulum merdeka ini

1:26:04

ya Bapak Ibu ya. Jadi ada yang

1:26:06

menyebutkan RPM rencana pembelajaran

1:26:09

mendalam itu keliru. Yang benar tuh RPP

1:26:12

atau modul ajar. Nah memang benar tidak

1:26:15

ada KKM yang ada KKTP. kriteria

1:26:18

ketuntasan tujuan pembelajar

1:26:21

ketercapaian tujuan pembelajaran ya

1:26:23

KKPP. Jadi begitu Bu jadi tidak ada

1:26:26

istilah itu sudah istilah baru.

1:26:29

Sedangkan ada juga istilah baru nih

1:26:31

bukan lagi guru tapi pendidik-bu ya itu

1:26:34

yang perlu ditegaskan. Kemudian yang

1:26:36

kedua, bukan siswa atau peserta didik

1:26:39

tetapi murid. Nah, itu semua sudah

1:26:41

tertulis di ee nomenklatur yang terbaru

1:26:45

Bapak Ibu. Jadi penyebutan guru bukan

1:26:47

lagi guru tapi pendidik. Kemudian siswa

1:26:49

peserta didik diganti menjadi murid.

1:26:53

Kemudian

1:26:55

keterampilan proses dan elemen proses

1:26:58

ya. Jadi keterampilan proses dan elemen

1:27:00

proses itu sebenarnya penyebutan saja

1:27:02

Bapak Ibu ya. Jadi sama secara utuh itu

1:27:04

sama. Jadi elemen proses yang mesti

1:27:07

dicapai oleh

1:27:09

ee murid dalam pembelajaran matematika

1:27:13

itu tadi ada penalaran kritis, ada

1:27:15

pemecahan masalah, ada lagi

1:27:19

ee representasi koneksi matematika ya

1:27:23

Bapak Ibu ya. Jadi itu selebihnya sama

1:27:26

keterampilan proses dan elemen proses.

1:27:27

Jadi skill atau keterampilan yang mesti

1:27:30

dicapai sehingga siswa itu mampu atau

1:27:33

murid itu ya saya juga masih salah Bapak

1:27:35

Ibu ya. Jadi murid itu masih mampu untuk

1:27:38

belajar bagaimana cara belajar

1:27:40

matematika yang baik dan cara

1:27:42

mengkomunikasikan matematika dengan baik

1:27:44

yaitu dengan cara elemen proses study

1:27:46

yang mana mencakup

1:27:48

keterampilan-keterampilan yang mesti

1:27:50

dicapai oleh murid.

1:27:52

Mungkin begitu ee Bu Hani.

1:27:56

Baik, terima kasih banyak Bapak untuk

1:27:58

penjelasannya. Sangat jelas sekali Bapak

1:28:00

Ibu. Silakan boleh minta respon

1:28:02

kembalinya dari Bapak Ibu yang tadi

1:28:04

bertanya dan sudah dijelaskan oleh Pak

1:28:05

Lambang. Pak, kira-kira untuk tadi yang

1:28:08

mungkin penggunaan istilah dari guru

1:28:10

menjadi pendidik kemudian dari jadi

1:28:12

peserta didik menjadi murid begitu bisa

1:28:14

Bapak Ibu dapatkan informasinya di mana

1:28:16

Mbak? Pak

1:28:18

ee itu di nomenklatur ada Bu nanti biar

1:28:21

saya informasikan ke Bu Dewi mungkin Bu

1:28:24

ya. Nanti

1:28:24

baik nanti bisa Bapak di ee untuk ee

1:28:29

jadi itu bisa disampaikan melalui Bu

1:28:30

Dewi. Begitu Bapak. Baik, terima kasih

1:28:32

banyak Pak Lambang. Kita akan lanjut di

1:28:34

pertanyaan selanjutnya. Di sini ada

1:28:38

Bapak atau Ibu ini Edri Purwa Selausga.

1:28:42

Bapak pertanyaannya apakah perangkat

1:28:44

pembelajaran dalam kurikulum sekarang

1:28:47

yaitu PM juga membuat modul per materi

1:28:50

Bapak atau pokok bahasan yang ada di

1:28:52

dalam CP atau tidak lagi Bapak untuk

1:28:55

membuat modul yaitu menggunakan RPP dan

1:28:58

bahan ajar dalam perangkat pembelajaran

1:29:00

PM tersebut. Terima kasih. Kemudian

1:29:05

ee in ada Ibu Heni, Bapak ini pertanyaan

1:29:08

sudah terjawab ya Ibu Heni. Terima kasih

1:29:09

banyak. Silakan Bapak untuk pertanyaan

1:29:11

dari Bapak atau Ibu Edri Purwa bisa

1:29:14

dijawab.

1:29:16

Oke. Jadi ee kaitannya dengan ini, Bu

1:29:20

ya. Apa Bu? kaitannya dengan

1:29:24

fase ya apa untuk

1:29:26

sekarang kan ini Bapak pembelajaran

1:29:28

dalam kurikulum kan sekarang yaitu PM ya

1:29:31

juga membuat modul per materi atau pokok

1:29:34

bahasan yang ada di dalam CP atau tidak

1:29:36

lagi Bapak hanya membuat modul ajar

1:29:39

aja gitu dengan menggambungkan RPP. Jadi

1:29:42

sebenarnya ini antara perbedaan modul

1:29:43

Ajar dengan RPP itu bagaimana juga Bapak

1:29:46

ini untuk terkait pertanyaan dari Bapak.

1:29:48

Terima kasih Ibu Hani. Kaitannya dengan

1:29:50

modul ajar atau RPP ibaratnya tuh gini

1:29:53

Bapak Ibu. Modul ajar itu RPP ya sori

1:29:57

RPP itu adalah versi ee singkatnya ya

1:30:01

berarti versi singkat atau rancangannya

1:30:03

dulu ya rencana pembelajarannya dulu

1:30:05

yang mana di dalamnya itu paling mengisi

1:30:07

asesmen atau apa gitu ya. Jadi ada

1:30:10

rubrik dan sebagainya. Tetapi modul ajar

1:30:13

adalah versi lengkapnya. versi

1:30:15

lengkapnya di dalamnya itu ada RPP-nya,

1:30:17

ada bahan ajarnya, ada asesmennya

1:30:20

seperti apa, semuanya tergambar dalam

1:30:22

modul ajar. Jadi modul ajar itu adalah

1:30:25

versi lengkapnya

1:30:26

sedang RPP versi sederhananya. Kalau RPP

1:30:29

kan kita buatnya per topik pembelajaran

1:30:31

Bapak, Ibu ya. Per topik boleh tu atau

1:30:34

mau bikin per TP biar lebih spesifik ya

1:30:38

silakan enggak apa-apa gitu Bapak Ibu

1:30:40

ya. Jadi semuanya tergantung dari Bapak

1:30:43

Ibu dan jadi tidak ada lagi yang namanya

1:30:46

patokan urutan apa patokan yang memang

1:30:49

wajib ee RPP itu harus seperti ini,

1:30:52

harus seperti ini bentuknya. Tidak

1:30:54

harus. Jadi itu ee harus memenuhi empat

1:30:57

elemen ya dalam membuat RPP dan itu akan

1:31:01

dijelaskan di hari kedua. Jadi mohon

1:31:03

bersabar gitu Bu ya. Bu.

1:31:06

Baik terima kasih banyak. Jadi ini RPP

1:31:09

lebih versi singkatnya begitu ya Bapak.

1:31:11

Dan modul ajar ini Bapak Ibu di dalamnya

1:31:13

juga nanti menyangkut RPP, assesment

1:31:15

mungkin perangkat ajar dan materi ajar

1:31:17

dari Bapak Ibu yang akan disampaikan

1:31:19

dalam proses pembelajaran. Begitu ya Pak

1:31:21

Lambang. Baik terima kasih banyak ee

1:31:23

terima kasih banyak Bapak Edri atau Ibu

1:31:25

Edri ini mohon maaf ee terima kasih

1:31:27

sudah merespon ini di dalam chat Zoom.

1:31:30

Baik, silakan Bapak Ibu karena waktu

1:31:33

sudah habis ya untuk sesi diskusi Pak

1:31:35

Lambang. kita sudah cukupkan ya, Pak,

1:31:37

untuk sesi diskusi pada kegiatan kita

1:31:40

malam hari ini. Terima kasih banyak

1:31:42

Bapak, Ibu yang sudah berkenan untuk

1:31:44

bertanya. Dan bagi Bapak Ibu yang memang

1:31:47

belum memiliki kesempatan untuk bertanya

1:31:49

secara langsung ataupun mungkin

1:31:51

pertanyaan belum terjawab ya, nanti bisa

1:31:53

hadir kembali Bapak Ibu di pertemuan

1:31:55

kedua yang tentunya juga akan

1:31:57

dilaksanakan pada malam hari ini pukul

1:32:00

19.30 Waktu SA baret. Baik, selanjutnya

1:32:02

kita akan masuk ke sesi dokumentasi.

1:32:05

Silakan Bapak Ibu yang tidak terkendala

1:32:07

oleh perangkat dan jaringan bisa

1:32:09

mengaktifkan kameranya. Saya akan ambil

1:32:11

dokumentasi dimulai dari slide yang

1:32:13

pertama.

1:32:18

Baik, saya tunggu Bapak Ibu 10 detik.

1:32:23

Baik, 1 2 3.

1:32:30

Kemudian saya lanjutkan di slide yang

1:32:32

kedua. 1 2 3.

1:32:38

Selanjutnya Bapak Ibu yang berada di

1:32:40

slide yang ketiga. 1 2 3.

1:32:47

Kemudian yang berada di slide keempat 1

1:32:51

2 3.

1:32:56

Selanjutnya yang berada di slide kelima.

1:32:59

1 2 3

1:33:02

dan terakhir Bapak Ibu yang berada di

1:33:04

slide ke6 1 2 3. Terima kasih banyak

1:33:08

Bapak Ibu yang sudah berkenan untuk

1:33:10

menyalakan kamera dan mengikuti sesi

1:33:14

dokumentasi kita pada malam hari ini.

1:33:17

Selanjutnya kita akan masuk Bapak Ibu di

1:33:19

sesi terakhir yaitu sesi penutup.

1:33:21

Sebelum kita tutup kegiatan pada malam

1:33:23

hari ini, mohon ketersediaannya Bapak

1:33:25

Lambang Setion bisa menyampaikan closing

1:33:28

statement untuk Bapak Ibu yang hadir.

1:33:30

Oke, saya izin share screen ya, Bu ya.

1:33:34

Oke.

1:33:36

Nah, ini closing statement-nya.

1:33:39

Guru yang hebat ee bukan hanya

1:33:41

mengajarkan apa yang tertulis dalam

1:33:43

materi, tetapi memahami kompetensi apa

1:33:46

yang perlu tumbuh dalam diri murid.

1:33:48

Capaian pembelajaran adalah kompasnya.

1:33:51

Pembelajaran mendalam adalah jalannya.

1:33:54

Besok kita akan melanjutkan perjalanan

1:33:56

ini dengan menerjemahkan arah yang sudah

1:33:59

kita petakan menjadi rancangan

1:34:01

pembelajaran matematika yang inovatif

1:34:03

dan bermakna.

1:34:05

Begitu Ibu Hani, Bapak Ibu semuanya

1:34:07

terima kasih telah menyaksikan.

1:34:10

Wasalamualaikum warahmatullahi

1:34:11

wabarakatuh.

1:34:12

Waalaikumsalam warahmatullahi

1:34:13

wabarakatuh. Terima kasih banyak, Pak

1:34:15

Lambang untuk pemaparan materinya pada

1:34:17

malam hari ini. Semoga tadi yang sudah

1:34:19

disampaikan bisa menambah ilmu, wawasan

1:34:24

untuk Bapak, Ibu peserta yang hadir di

1:34:26

Zoom meeting maupun yang berada di live

1:34:28

streaming YouTube Cermat Matematika.

1:34:31

Baik Bapak Ibu, dengan begitu kegiatan

1:34:33

malam hari ini sudah selesai. Saya

1:34:36

moderator Hani Okta pamit undur diri.

1:34:38

Terima kasih. Wasalamualaikum

1:34:40

warahmatullahi wabarakatuh. Selamat

1:34:42

malam. Salam sejahtera untuk kita semua.

1:34:45

Shalom. Om sastu. Namo budhaya. Salam

1:34:47

kebajikan rahayu. Salam guru era

1:34:50

digital. Guru tetap belajar walau sudah

1:34:52

mengajar. Terima kasih banyak Bapak Ibu

1:34:54

kegiatan sudah selesai. Silakan Bapak

1:34:56

Ibu bisa meninggalkan Zoom meeting.

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free