#1 Diklat 38JP - Strategi Penyusunan RPP Matematika
Baik Bapak Ibu, kegiatan untuk malam
hari ini akan segera dimulai. Bagi Bapak
Ibu yang tidak terkendala perangkat dan
jaringan, silakan untuk mengaktifkan dan
menyalakan kameranya serta menggunakan
virtual background yang tentunya sudah
diberikan oleh admin kegiatan di
WhatsApp grup.
Baik, karena waktu sudah menunjukkan
pukul 19.30
Waktu Indonesia Barat, maka kegiatan di
malam hari ini saya mulai.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat malam. Salam
sejahtera untuk kita semua. Shalom. Om
sastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan
rahayu. Yang saya hormati narasumber
kita pada malam hari ini, Bapak Lambang
Setiawan, S.Dr. serta Bapak, Ibu peserta
Diklat Nasional mata pelajaran
matematika yang berbahagia.
Alhamdulillah, puji syukur atas
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Bapak,
Ibu. kita semua diberi kesempatan untuk
berkumpul secara daring pada malam hari
ini tentunya di kegiatan diklat nasional
mata pelajaran matematika dengan tema
strategi penyusunan RPP Matematika tahun
ajaran baru. Baik Bapak Ibu sebelum kita
masuk pada kegiatan inti alangkah lebih
baiknya apabila kita berdoa menurut
agama dan kepercayaan masing-masing.
Berdoa dipersilakan.
Amin. Amin ya rabbal alamin. Baik Bapak
Ibu, izinkan saya memperkenalkan diri.
Saya moderator Hani Okta yang nantinya
akan membersamai Bapak Ibu selama 1 jam
setengah ke depan. Silakan Bapak, Ibu
yang baru bergabung di Zoom meeting
maupun yang di live streaming YouTube SH
Matematika bisa berkenalan dengan
menuliskan nama dan asal instansnya
melalui chat Zoom ataupun yang sedang
berada di live stream YouTube C
matematika. Silakan Bapak Ibu bisa
berkenalan dengan menuliskan nama dan
asal instansinya di live chat. Saya
informasi Bapak, Ibu juga silakan follow
media sosial kami ada di Instagramer
matematika dan bisa subscribe channel
YouTube kami Bapak Ibu di @er
matematika.
Baik, terima kasih banyak Bapak Ibu yang
sudah berkenan untuk menyalakan dan
mengaktifkan kameranya serta menggunakan
virtual background yang tentunya sudah
dibagikan oleh admin di WhatsApp grup.
Baik Bapak Ibu, mohon izin. Selanjutnya
izinkan saya membacakan profil singkat
narasumber kita pada malam hari ini
yang sudah tampak di layar Bapak Ibu
malam hari ini nantinya kita akan
belajar ya bersama menambah ilmu wawasan
dengan Bapak Lambang Setiawan, SPDG. ini
beliau merupakan
seorang guru matematika SMP Negeri 1
Danau Seluluk, Seruan. Nah, Bapak Ibu
bisa dilihat begitu banyak sekali ya
Bapak Ibu pengalaman yang telah beliau
dapatkan Bapak Ibu sebagai
fasilitator daerah pembelajaran
mendalam. Nah, Bapak Lambang ini juga
merupakan duta teknologi Kemendikdasmen,
Bapak Ibu. Dan di sini Bapak, Ibu
silakan berkunjung ya di media sosial
dari Pak Lambang. Ada media sosial
Instagram Bapak Ibu dengan nama akun
Lambang_setia.
Baik, terima kasih banyak Bapak Ibu di
tengah-tengah kita ini sudah hadir Pak
Lambeng. Selamat malam Bapak
ya. Selamat malam Bu Hani dan Bapak Ibu
semuanya.
Baik, terima kasih banyak Bapak untuk
materi pada pertemuan pertama ini.
Nantinya kita akan membahas pemanfaatan
dan analisis capaian pembelajaran
matematika dengan Pak Lambang. Materi
nanti akan disampaikan selama 60 menit
Bapak, Ibu dan akan dilanjutkan sesi
diskusi, tanya jawab, dan sharing selama
30 menit. Jadi silakan Bapak Ibu bisa
siapkan perangkatnya, jaringannya nanti
bisa
memperhatikan dan mempraktikkan langsung
ya apa yang sudah disampaikan oleh Pak
Lambang. Begitu Bapak, waktu dan layar
saya persilakan.
Baik, terima kasih Bu Hani
dan Bapak Ibu semuanya. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat malam Bapak Ibu. Ee pada malam
hari ini ee tidak mengurangi semangat
kita Bapak Ibu ya di awal tahun
pembelajaran setelah pelaksanaan MPLS
Bapak Ibu ya. Jadi hari ini Senin itu
adalah hari pertama kita masuk sekolah
Bapak Ibu dan tentunya ee segala
perangkat pembelajaran baik RPP dan
perangkat-perangkat yang lain Bapak Ibu
tentunya sudah mesti disiapkan Bapak
Ibu. Nah, oleh karenanya
pada malam hari ini saya ingin berbagi
mengenai ee pengetahuan saya yang
mengenai penyusunan ee RPP ya, strategi
penyusunan RPP dari CP CP capaian
pembelajaran menjadi sebuah TPTP kecil
dan nantinya di hari kedua nanti mungkin
ada lelanjutannya. Izin share screen
Bapak Ibu.
Oke,
ya. Baik, Bapak Ibu. ee yang pertama
strategi penyusunan RPP matematika tahun
ajaran baru. Jadi di hari pertama Bapak
Ibu kita akan menyampaikan mengenai
pemetaan dan analisis capaian
pembelajaran matematika.
Kemudian penyusunan ee rancangan
perencanaan pembelajaran matematika yang
inovatif di hari kedua dan di hari
ketiga nanti ada pengembangan ragam
asesmen otentik dalam pembelajaran
matematika. Jadi selama 3 hari ke depan
kita akan senantiasa
belajar mendalami dimulai dari
penyusunan dari CP menuju TP RPP-nya
kemudian asesmen yang menarik dan
otentik itu seperti apa, Bapak Ibu
khususnya di pelajaran matematika.
Baik Bapak Ibu ee di Diktat Nasional
EGuruid Cermati Cermatika ya di 20 Juli
2026 ini yang pertama kita akan membahas
mengenai pemetaan dan analisis capaian
pembelajaran matematika.
Nah, ini ee beberapa profil singkat
saya. Ee yang terbaru saya adalah
fasilitator nasional digitalisasi
pembelajaran di jencang SMP Bapak Ibu
yang diselenggarakan baru-baru saja di
Jakarta.
Kemudian kita awali dengan refleksi awal
nih Bapak Ibu tolong dituliskan di kolom
chat Bapak Ibu ya. Satu kata yang
menggambarkan tantangan terbesar Bapak
Ibu saat akan mulai menyusun perencanaan
pembelajaran matematika itu apa saja,
Bapak, Ibu? Satu kata saja.
Oke, saya cek kolom chat-nya.
Ayo, Bapak Ibu. Satu kata Bapak Ibu.
Berimajinasi.
pemilihan metode pembelajaran yang baik,
adaptif.
Oke, lagi Bapak Ibu
apa nih yang satu kata aja?
Menyenangkan, mengulang kembali. Oh,
berarti pembelajarannya sama dengan yang
kemarin. Oke, gak apa-apa. Pembelajaran
bermakna keren. Kolaborasi,
fleksibel, apersepsi, pembelajaran
mendalam. kreatif.
Baik, Bapak, Ibu, keren-keren semua tadi
untuk jawaban-jawabannya ya. Ternyata
ada ee beberapa kata ya, beberapa kata
yang memang di sampaikan mengenai
perencanaan pembelajaran ini. Jadi
tantangannya kita mesti ee menghadirkan
sebuah ee pembelajaran yang inginnya
tadi menyenangkan, kolaborasi,
ya. Oke, kemudian kita lanjut ke
refleksi yang kedua. Ketika mulai
menyusun perencanaan pembelajaran
matematika untuk tahun ajaran baru
biasanya apa langkah pertama yang Bapak
Ibu lakukan?
Apa nih? Bapak Ibu tolong dong di kolom
chat.
Oke, ya. Ini metode yang menarik yang
sesuai dengan murid. Oke, membuat RPE.
Oke,
Bu Latifah membuat RPE,
membuat prota promes. Ya, betul. Melihat
CP. Lihat saja nih, Bu. Enggak di
mata.
Oke.
Oke.
Analisis CP. Wah, benar. Memetakan CP.
Mantap. Betul-betul Bapak Ibu.
Menentukan TP. Iya. Analisis hari
efektif. Oke. Membuat CP dan ATP.
membuat protap prosem serta menentukan
metode pembelajaran yang harus sesuai
dengan anak ya dengan karakteristik
murid kita Bapak Ibu ya. Betul
jawabannya betul semua Bapak Ibu ya.
Jadi langkah pertama kita refleksi dulu
oke refleksi yang kedua.
Sejauh mana Bapak Ibu sudah terbiasa
melakukan analisis capaian pembelajaran
matematika sebelum nyusun perangkat
pembelajaran.
Nah, kadang-kadang nih ada kan misalkan
oh tahun lalu sama dengan tahun ini
mungkin ya. Jadi kita asal ganti tahun
nih misalkan ada enggak yang seperti
itu?
Asal ganti tahun apa tulis tahunnya
diganti dari 2025 2026 jadi 2026 2027.
atau mungkin ee bersama MGMP di kelompok
kerja matematika di sekolah Bapak Ibu
semuanya kita mulai membuat nih ee dari
CP diskusi dari TPTP
mulai diterapkan sesuai dengan CP yang
berlaku
sudah menganalisis sesuai dengan yang
didiskusikan dengan MGMP ya. Jadi ada
MGMP sekolah dan MGMP kabupaten, Bapak,
Ibu ya. Jadi mungkin dari MGMP
Matematika sudah mengedarkan,
mengedarkan hasil dari diskusi
TPTP begitu Bapak, Ibu ya.
Mulai menerapkan. Oke, ada di tahap
mulai menerapkan.
Oke, mencari informasi
ya.
Jadi, Bapak, Ibu ee tidak ada salahnya
Bapak, Ibu ya mengenai
ee
yang pertama masih belajar memahami apa.
Jadi masih di tahap belajar karena
memang ee kurikulum merdeka juga ee
harusnya memang sudah diterapkan dari
kemarin, tapi di kelas 9 tadi ada yang
mengatakan baru diterapkan di tahun ini.
Ada yang mulai menerapkan sudah menjadi
kebiasaan atau mengembangkan praktik.
Nah, kalau sudah ada di level 4 nih,
Bapak Ibu, ini sudah high level ya,
Bapak, Ibu ya. Jadi, sudah tidak perlu
lagi menganalisis jadi langsung ee
menuju ke praktik pembelajarannya.
Oke, selanjutnya
saat menerjemahkan capaian pembelajaran
menjadi rancangan pembelajaran
matematika,
apa bagian yang paling menantang bagi
Bapak Ibu nih ada empat pilihan Bapak
Ibu. mengidentifikasi kompetensi
esensial yang perlu dicapai peserta
didik. Menyusun TP yang tepat dan
terukur. Merancang aktivitas yang
membuat peserta didik memahami konsep.
Atau yang yang terakhir mengembangkan
asesmen sesuai dengan tujuan
pembelajaran. Yang mana nih Bapak Ibu
yang paling menantang bagi Bapak Ibu
yang menantang itu berarti yang paling
membuat Bapak Ibu tuh agak penasaran.
Woh nomor tiga. Oke banyak nih
polingnya. Nomor nih.
Nomor tiga. Merancang aktivitas yang
membuat peserta didik memahami konsep.
Iya betul. Konsep secara mendalam ya
Bapak Ibu ya.
Betul. Sun TP yang tepat dan terukur.
Oke, mayoritas 3 Bapak Ibu ya.
Oke, Bapak Ibu terima kasih tanggapannya
merancang aktivitas.
Luar biasa Bapak Ibu. Jadi ee
harapan kita sama Bapak Ibu ya. Jadi
ingin menghadirkan pembelajaran yang
terbaik, yang mendalam, yang memang ee
beri pihak pada murid ya dengan
karakteristik mereka masing-masing yang
ada di sekolah kita masing-masing pulau
Bapak, Ibu ya. Jadi, mari kita sama-sama
belajar untuk ee membuat pembelajaran
kita lebih menggembirakan ee kemudian
berkesadaran dan tentunya bermakna.
Nah, yang terakhir nih, Bapak, Ibu.
Setelah mengikuti sesi ini, hal apa yang
paling ingin dikuasai dalam pemetaan dan
analisis CP matematika?
Nah, ini saya perlu tahu juga nih,
Bapak, Ibu
yang paling ingin dicapai Bapak, Ibu
yang paling outputnya. Output-nya,
tujuannya.
Heeh. menyusun tujuan pembelajaran yang
tepat dan terukur dalam mengembangkan
asesmen yang sesuai dengan tujuan
pembelajaran. Wah, ini digabung nih,
Bapak. Terima kasih.
Apa nih, Bapak, Ibu? Nih, pertanyaan
terakhir nih.
Menyusun TP yang terarah. Benar. Dia
bisa menganalisis CP
dan TP. Oke. Oke. Jadi kadang Bapak, Ibu
ee kita ini kan hanya menerima
hasil diskusi nih, Bapak, Ibu.
Kadang-kadang kan kita tidak ikut
diskusi dengan MGMP, Bapak, Ibu ya.
Kadang-kadang MGMP itu sudah membuat
atau kadang-kadang juga ee tidak perlu
diskusi langsung kasihkan ee produknya.
Jadi ini Bapak Ibu TP yang ee kita akan
laksanakan. Ini TP yang perlu dicapai
murid. Nah, jadi kita sendiri tuh kurang
memahami bagaimana urutannya sebenarnya
tuh seperti apa sih agar sesuai dengan
karakteristik sekolah kita
masing-masing. Nah, jadi di kegiatan ini
insyaallah nanti kita akan mendalami itu
trik-triknya, cara-caranya dari atas
dari CP dari pemerintah ke TPTP yang
disesuaikan dengan
ee karakteristik murid dan sekolah Bapak
Ibu semuanya. Oke.
Baik, Bapak, Ibu, terima kasih atas
jawabannya. Luar biasa.
Nah, pada pertemuan pertama hari ini,
Bapak, Ibu ee kita akan yang pertama
melakukan analisis CP untuk
mengidentifikasi kompetensi esensial
lingkup materi serta keterkaitan konsep
matematika yang perlu dikembangkan
murid. Kemudian yang kedua, menyusun
pemetaan tujuan pembelajaran berdasarkan
fase, karakteristik murid, dan kebutuhan
pembelajaran. Kemudian yang ketiga,
mengintegrasikan prinsip pembelajaran
mendalam atau PM Bapak, Ibu ya, dalam
menganalisis CP agar pembelajaran tidak
hanya berfokus pada penguasaan konsep,
tetapi juga pengembangan nalar kritis,
kreativitas, komunikasi, dan pemecahan
masalah. Jadi, ini tujuan kita. Jadi
nanti bahan tayang saya pun akan ee
disesuaikan dengan ini.
Urgensi. Mengapa analisis CP atau
capaian pembelajaran penting untuk
dilakukan? Nah, jadi yang pertama
menerjemahkan CP ke pembelajaran nyata.
Jadi pendidik atau guru perlu jembatan
dari CP yang lebih luas menuju kegiatan
pembelajaran yang sehari-hari yang ada
di kelas Bapak, Ibu. ya. Jadi, CP-nya
itu diterjemahkan. Jadi, biar lebih
berbentuk nyata tuh seperti apa. Nah,
kemudian yang kedua mengidentifikasi
kompetensi esensial. Jadi, tidak semua
materi memiliki bobot yang sama.
Misalkan ini hanya butuh 4 JP nih untuk
pertemuannya sudah cukup. Oh, yang ini
perlu 8 JP untuk pertemuannya biar cepat
selesai karena dirasa ee konten
materinya terlalu rumit misalkan ya.
Jadi diperlukan analisis CP ini Bapak,
Ibu ya.
Kemudian berpusat pada murid. Jadi
pemetaan yang tepat memastikan
pembelajaran sesuai tahap perkembangan,
karakteristik dan kebutuhan murid yang
beragam. Jadi enggak bisa nih Bapak Ibu
misalkan dalam satu ee misalkan dalam
pertemuan nih MGMP misalkan bukannya
bagaimana tapi ketika diberikan hasil
seperti ini, nah kita langsung asal
terapkan nih e tidak disesuaikan dengan
karakteristik murid kita. Nah nanti
murid kita akan kesulitan Bapak Ibu ya.
Jadi ee alangkah baiknya kita memahami
urut-urutannya itu dulu baru disesuaikan
dengan karakteristik murid. Kemudian
yang keempat, pembelajaran bermakna
bukan sekedar tuntas atau formal nih
Bapak, Ibu ya. Biasanya kalau sudah
selesai yang penting saya ngajar selesai
siswanya nilainya bagus. Nah, jadi
pendekatan pembelajaran mendalam itu
bukan hanya mendorong
ee penguasaan konsep, tapi juga nalar
kritis, kreativitas, komunikasi, dan
pemecahan masalah, begitu, Bapak, Ibu.
Nah, jadi ada
CP terbaru Bapak, Ibu ya, bukan terbaru
ya, ada undang-undang terbaru kaitannya
dengan nomor 46/H/KR/2025
mengenai capaian pembelajaran pada PAUD,
jenjang dites, dan Dikmen. Nah, di sini
di file ini Bapak Ibu ya ee sori. Di
file ini Bapak Ibu sudah tertera dari
halaman 1 sampai halaman itu 1691
Bapak Ibu. Nah, dan untuk matematika itu
ada di halaman 106 sampai 126.
Nah, kebetulan untuk CP-nya, konten
CP-nya isinya itu tidak ada perubahan
dari tahun lalu, Bapak, Ibu ya. Tetap
sama. Ee setahu saya yang ada perubahan
itu untuk pembelajaran ee mapel agama,
Bapak, Ibu, ya. Jadi, CP atau capaian
pembelajaran merupakan kompetensi
pembelajaran yang harus dicapai murid di
akhir setiap fase, ya. dari fase A
sampai fase F. CP dirancang dan
[berdehem] mohon maaf ditetapkan dengan
berpijak pada standar nasional
pendidikan terutama standar IS. Jadi,
adapun komponen-komponen dari CP yaitu
adalah rasional.
Ee jadi mengapa penting matematika
dipelajari
dan kontribusinya pada dimensi profil
lulusan. Kemudian ada konten tujuan
komponennya yang kedua tujuan. Jadi ada
enam kemampuan yang dibekali yaitu
pemahaman, penalaran, pemecahan masalah,
komunikasi, koneksi, dan disposisi.
Kemudian yang ketiga ada karakteristik
yaitu lingkup elemen, konten dan elemen
proses yang mengorganisasi materi
matematika. Kemudian yang terakhir ada
capaian pembelajaran per fase, ya. Jadi
di situ ada per fase. Jadi fase A nanti
apa aja CP-nya begitu ya, Bapak, Ibu ya.
Nah, dokumen rujukannya nanti bisa
di-download Bapak, Ibu ya. Nanti
materinya akan dibagikan oleh panitia.
Nah, ada lima ee elemen konten dan lima
elemen proses.
Jadi, Bapak Ibu
ee secara sederhana Bapak Ibu ya ee
elemen konten menjelaskan mengenai
materi atau isi matematika yang
dipelajari peserta didik. Nah, jadi
bilangan-bilangan itu kaitannya dengan
memahami angka, operasi hitung, dan
hubungan antar bilangan. Kemudian
aljabar mengenali pola, menggunakan
simbol, dan membuat persamaan. Kemudian
ada pengukuran nih di elemen konten juga
yaitu mengukur panjang, berat, luas,
waktu, volume, dan sebagainya. Juga ada
geometri yang berkaitan dengan ee bentuk
ee ruang, posisi, dan sifat bangun.
Kemudian analisis data dan peluang. Jadi
membaca data, menyajikan data, serta
memahami kemungkinan suatu kejadian.
Jadi intinya Bapak Ibu, elemen konten
ini menjawab apa yang dipelajari murid.
Nah, gitu. Kemudian yang kedua ada
elemen proses.
Elemen proses menjelaskan keterampilan
berpikir matematika yang harus
dikembangkan ketika murid mempelajari
konten tertentu,
Bapak, Ibu, ya. Jadi, ada penalaran dan
pembuktian. Jadi murid mampu memberikan
alasan mengapa suatu jawaban itu benar
ya. Jadi bisa membuktikan. Kemudian yang
kedua ada pemecahan masalah menggunakan
konsep matematika untuk menyelesaikan
masalah nyata. Kemudian ada komunikasi
matematika. Jadi murid dapat menjelaskan
ide dan hasil berpikir setelah ee secara
lisan, tulisan, gambar, maupun simbol.
Kemudian ada representasi matematika,
yaitu menyajikan informasi dalam bentuk
tabel, grafik, diagram, gambar, atau
persamaan. Dan yang terakhir ada koneksi
matematika, yaitu menghubungkan berbagai
konsep matematika maupun ee jadi konsep
matematika dihubungkan dengan kehidupan
sehari-hari di dunia nyata. Jadi
sederhananya Bapak Ibu elemen proses ini
ee bagaimana siswa itu belajar atau
murid belajar dan berpikir secara
matematis. Jadi misalkan saya buatkan
analogi Bapak Ibu
ee Bapak Ibu misalkan mengajarkan ee
luas ee persegi panjang Bapak Ibu ya.
Jadi kontennya itu adalah rumus luas
persegi panjang dan cara menghitungnya.
Sedangkan ee prosesnya adalah bagaimana
murid yang pertama menjelaskan alasan
mengapa rumus tersebut digunakan. Nah,
ini penalaran, ya. Kemudian yang kedua,
menyelesaikan soal menghitung luas
lantai kelas misalkan pemecahan
masalahnya. Kemudian mempresentasikan
jawabannya, komunikasi.
Nah, yang selanjutnya menggambar sketsa
atau membuat ee bangun tertentu dalam di
papan tulis. Nah, itu representasi.
Kemudian yang terakhir menghubungkan
konsep luas ini tadi ee persegi panjang
dengan memasang kegiatan memasang
keramik. Nah, itu berarti koneksi. Jadi,
Bapak, Ibu ee satu pembelajaran guru
tidak hanya mengajarkan konsep rumus ini
saja, tetapi melatih cara berpikir
secara matematis kepada murid.
Oke, begitu Bapak, Ibu.
Nah, proses penyusunan perencanaan
pembelajaran ee diawali dengan kita
menganalisis CP-nya dulu, Bapak, Ibu,
ya. Jadi, kalau mau buat RPP ya, pertama
analisis dulu nih CP-nya. apa saja sih
isinya? Nah, kemudian yang kedua kita
akan menyusun tujuan pembelajaran dan
alurnya. Nah, nanti di hari kedua
pertemuan selanjutnya kita akan membuat
RPP yang inovatif, Bapak, Ibu ya. Jadi,
yang pertama kita di hari ini kita fokus
ke menganalisis CP dan membuat TP serta
alurnya.
Kemudian analisis capaian pembelajaran
dapat ditempuh dengan cara yang pertama
mengidentifikasi kompetensi esensial.
Jadi menelaah kata kerja operasional
atau KKO ya Bapak Ibu ya. Kemudian
substansi kompetensi pada rumusan CP di
setiap elemen untuk fase yang dituju.
Kemudian yang kedua, tetapkan lingkup
materi. Uraikan cakupan dan kedalaman
materi atau subelemen yang menjadi
prasyarat maupun pengembangan dari
kompetensi esensial. Kemudian yang
ketiga, petakan keterkaitan konsep.
Kemudian identifikasi. Jadi,
identifikasi
keterkaitan antar konsep ee elemen
matematika tadi dengan lintas mapel
kalau bisa dengan kehidupan sehari-hari.
Jadi, Bapak Ibu enggak mungkin nanti
kita tuh ee menganalisis CP ee terutama
di bagian kedua nih tetapkan lingkup
materi. Misalkan kita belajar ee
misalkan
ee kubus. Nah, bangun ruang sisi datar.
Nah, bangun ruang. Nah, kita mempelajari
kubus. Tapi siswa ini belum murid ini
belum dapat pembelajaran mengenai bang
apa? Mengenai bangun datar, Bapak, Ibu.
Persegi panjang, persegi. Nah, bagaimana
menghitung ini? Menerapkan konsepnya di
kubus ini. Nah, jadi ada materi
prasyarat tertentu yang harus ditempuh,
enggak boleh acak-acakan. Nah, inilah ee
cara kita mengetahui bagaimana kita
menyusun CP agar ee nantinya alur
berpikir murid itu sesuai dengan
hierarki matematis, Bapak, Ibu ya.
Enggak mungkin kan ee materi
prasyaratnya belum diajarkan, tapi kita
sudah mengajarkan dulu kayak gitu. Kayak
tadi konsep ee kubus itu kan berhubungan
dengan persegi, Bapak, Ibu ya. Nah, kita
mengajarkan melalui jaring-jaringnya.
Oh, ada 6 kubus ee ada 6 persegi. Jadi
rumus luas permukaannya ada 6. Ada 6
persegi dikali luas persegi
masing-masing itu berapa? S * X. Jadi,
rumusnya adalah 6 * S * S. Oh, ternyata
begitu konsepnya. Jadi, ketika soalnya
diubah-ubah, Bapak, Ibu tidak hanya
menghafalkan rumus, misalkan tanpa tutup
misalkan. Nah, jadinya 5 tuh 5 persegi.
Jadinya rumusnya 5 * S * S. Itu konsep
sederhananya Bapak, Ibu ya.
Nah, ini contoh Bapak Ibu pemetaan
materi esensial lintas fase ya. Jadi
lintas fase. Jadi ini hanya contoh Bapak
Ibu ya. Jadi ada elemen bilangan. Jadi
di fase A membilang nilai
tempat sampai dengan 20 sampai 100.
Terus di fase B pecahan dan operasi
hitung. Nah, di fase C lebih tinggi lagi
bilangan bulat dan desimal. Fase D SMP
bilangan berpangkat dan bentuk akar.
Kemudian di fase E barisan barisan dan
deret. Dan di fase F plus ya pendalaman
struktur bilangan. Nah, ini bisa diamati
Bapak Ibu ya. Jadi semakin tinggi
fasenya semakin
ee kompleks juga untuk materi yang
dipelajari atau konten materinya lebih
sulit Bapak Ibu ya.
Nah, untuk ini Bapak Ibu kita menentukan
TP atau tujuan pembelajaran. Dalam
menentukan tujuan pembelajaran diturun
yang diturunkan dari sebuah capaian
pembelajaran.
Nah, penulisan tujuan pembelajaran
sebaiknya memuat dua komponen utama.
Nah, komponen utama Bapak Ibu ya. Jadi
yang pertama adalah kompetensi
itu kemampuan murid sebagai hasil dari
proses pembelajaran.
Jadi tujuan disusun dengan menggunakan
kata kerja operasional yang relevan.
Oke, Bapak Ibu sebelum jauh-jauh ke sana
kemudian yang kedua pertanyaan panduan
yang dapat digunakan guru antara lain
secara konkret kemampuan apa yang perlu
murid tunjukkan. Kemudian yang kedua,
tahap berpikir apa yang perlu murid
tunjukkan juga. Jadi, cara berpikirnya
bagaimana, kemudian apa yang ingin murid
tunjukkan. Nah, sebelum jauh ke sana,
Bapak Ibu ee
Bapak, Ibu masih ingat taksonomi Blom?
Oh, taksonomi Blom dan taksonomi Solo
ya, Bapak, Ibu yang terbaru ya. Oke.
Taksonomi Blom yang Bapak Ibu tahu dari
C1 apa saja Bapak Ibu? Nah, sebelum jauh
nih Bapak Ibu yang C1 apa aja nih Bapak
Ibu? C1,
C2, C3, C4, C5, C6.
Ayo coba Bapak Ibu C1-nya apa saja?
Siapa ni yang paling cepat saya
mengamati kolom komentar? Mengingat. Oh,
boleh. Betul mengingat. Oke, C2
sekarang, Bapak, Ibu. Terima kasih, Bu
Heni dan Pakwan.
C2 C2 Bapak Ibu. Ayo,
KKO itu kata kerja operasional loh, IU
ya. C2 memahami. Boleh memahami.
Oke, sekarang lanjut ke C3. Terima kasih
menjelaskan mengaplikasikan. Nah, ya
mengaplikasikan ini termasuk C berapa
nih?
Tergantung kontennya, Bapak, Ibu ya.
KKO-nya C3 menerapkan bisa
ya. Oh, C3. Betul, Bu. C4.
Oke. Menganalisis pun bisa C3 bisa C4
Bapak Ibu ya. Tergantung nanti
kontennya. Oke, Bapak Ibu sebagian besar
sudah
tahu ya Bapak Ibu ya. Kemudian
dalam mengukur
atau membuat TP. Jadi yang pertama tidak
ada elemen
atau apa komponen kompetensi. Yang kedua
ada komponen konten pada lingkup materi.
Jadi berupa pengetahuan esensial dan
pengetahuan aplikatif yang perlu
dipahami pada akhir satu unit atau topik
pembelajaran. Jadi Bapak Ibu ketika
menyusun TP itu yang pertama secara
sederhana itu ada KKO-nya yang
[berdehem] depan. dipisahkan nih
KKO-nya. Yang kedua ada materinya,
kontennya yang dipelajari apa ya, Bapak,
Ibu ya. Jadi yang pertama itu KKO-nya,
yang kedua kontennya atau materinya
membahas apa. Hanya itu Bapak Ibu ya
komponen yang ada dalam TP.
Nah, pemetaan CP menjadi TP atau tujuan
pembelajaran. Setiap rumusan tujuan
pembelajaran diturunkan langsung dari
kalimat CP pada setiap elemen ya.
Kemudian dikelompokkan menurut subelemen
yang tercantum pada bagian karakteristik
mata pelajaran.
Jadi 1 CP memuat beberapa kompetensi
yang dipecah menjadi beberapa TP agar
terukur measurement ya terukur dan dapat
dijadikan indikator ketercapaian pada
satu lingkup materi atau ya bahasa
lainnya KKTP Bapak Ibu ya. Pada fase E
dan fase F elemen pengukuran tidak lagi
berdiri sendiri karena telah
terintegrasi dalam elemen geometri dan
analisis data. dan peluang sesuai
struktur CP matematika jenjang tersebut.
Jadi, Bapak Ibu ee sebelum jauh ke sini
pemetaan CP menjadi TP Bapak Ibu ya ee
Bapak Ibu ee mengenal mengenai taksonomi
kita ke taksonomi Solo dan taksonomi
bloom Bapak Ibu ya. Jadi taksonomi Solo
Bapak Ibu ya ee yang ya taksonomi belum
sori taksonomi belum dari yang kita
pelajari dari C1 sampai C6 Bapak Ibu ya
ee sedikit informasi itu mempelajari
atau memuat ee
ee memuat sebuah ee alur kognitif murid
Bapak Ibu ya. Jadi ini yang perlu
dibedakan. Jadi ee yang taksonomi Solo
yang ada sekarang itu tidak menggantikan
taksonomi Blom, tapi malah melengkapi.
Tapi di taksonomi Blom itu lebih ke
kognitifnya. Sedangkan di taksonomi Solo
lebih ke proses pembelajarannya dan
hasil yang dicapai murid dalam sebuah ee
pembelajaran dalam satu topik gitu,
Bapak, Ibu. Jadi, taksonomi Solo,
taksonomi Blom itu sama-sama ee
digunakan Bapak Ibu ya, tidak berdiri
sendiri sendiri.
Oke, Bapak Ibu kembali ke materi ini.
Pemetaan CP menjadi TP Bapak Ibu ya.
Izin pindah screen Bapak Ibu ya.
Ya.
Ya. Ini Bapak Ibu ya mungkin agak kecil
ya tulisannya ya.
Biar saya besarkan dulu Bapak Ibu.
Pemetaan CP atau capaian pembelajaran
menjadi TP mata pelajaran matematika dan
matematika tingkat lanjut ya. ini
berdasarkan BS
KAP nomor 46 tahun 2025 Bapak Ibu ya.
Jadi di lampiran halaman 106 sampai 126
Bapak Ibu ya.
Oke. Jadi ini pemetaannya untuk fase A
ini untuk contoh aja Bapak Ibu ya. Untuk
contoh jadi kelas 1 dan kelas 2 di SD
Bapak Ibu ya atau MI. Jadi yang pertama
yaitu untuk elemen bilangan Bapak Ibu
ya. CP-nya itu menunjukkan pemahaman dan
memiliki intuisi bilangan
dan seterusnya sampai di segiempat. Nah,
subelemennya Bapak Ibu ya, subelemen
yang bisa di pelajari adalah
representasi visual. Jadi menunjukkan
pemahaman dan intuisi bilangan
ee pada bilangan cacah sampai dengan
100. Terus kemudian menunjukkan. Nah,
menunjukkan itu masih tahapan rendah
menganalisis pemahaman sebagai bagian
dari keseluruhan
atau setengah seperempat melalui konten
membagi benda atau kumpulan sama banyak.
Jadi di sini juga ada nih sifat urutan
juga Bapak Ibu ya operasinya ya.
Kemudian di itu di bilangan kemudian di
aljabar menunjukkan pemahaman makna.
Nah, jadi di sini Bapak, Ibu TP-nya itu
di sebelah kanan nih, di ujung Bapak,
Ibu ya. Nah, di ujung ini. Jadi, dia itu
hasilnya dan
di sini Bapak Ibu ya belum saya
pecah-pecah masih seperti ini. Ini
adalah ee kontennya Bapak Ibu ya. Yang
ini adalah. Jadi kalau bisa kita lihat
misalkan di konten aljabar KKO-nya
itulah menunjukkan pemahaman yaukkan
pemahaman mengenai apa. Nah konten
materinya adalah yang kedua ini makna
simbol sama dengan dan kalimat
matematika terkait penjumlahan dan
pengurangan bilangan cacah sampai 20
menggunakan gambar.
Nah sama ada pengukuran juga Bapak Ibu
ya. Kemudian ada geometri.
ya sama. Nah, itu untuk fase A. Kemudian
fase B ini lebih banyak. Kemudian ee
kontennya juga lebih meningkat, KKO-nya
juga lebih ditingkatkan lagi.
Nah, kita ambil contoh yang misalkan
fase C Bapak, Ibu ya.
Fase C di elemen. Nah, elemennya ada
banyak Bapak Ibu ya. Sama persis seperti
itu. Kita sudah petakan pengukuran. Nah,
misalkan menentukan keliling dan luas
berbagai bentuk bangun datar segitiga,
segiempat, segi banyak serta
gabungannya.
Menghitung durasi waktu dan mengukur
besar sudut. Nah, ini panjang sampai
sini nih bilangan. Nah, kemudian kita
pecah nih jadi dua karena di situ ada
mengenai
bangun tadi Bapak, Ibu ya. Eah. Dan yang
kedua mengenai menghitung durasi waktu
mengukur besar sudut pada bangun datar.
Nah, itu juga termasuk pengukuran.
Nah, sudah kita pisah nih di sini.
Nah, ini menentukan. Kemudian yang ini
adalah menghitung. Kemudian ada geometri
juga ya, analisis data. Kemudian ada di
fase D itu untuk kelas 7 sampai dengan
kelas 9 di jenjang SMP.
Ya, di sini yang pertama membaca,
menulis, dan membandingkan ya. Ada tiga
Bapak, Ibu ya. bilangan bulat, rasional,
desimal, bilangan berpangkat bulat,
akar, serta bilangan dalam notasi
ilmiah. Nah, ini Bapak Ibu mungkin Bapak
Ibu ee menemui bahwasanya materi-materi
yang ada di CP ini
kok ee banyak berubah atau tidak sesuai
dengan yang ada di ee yang dipelajari
dulu. Bu, misalkan kalau dulu di kelas 9
ee bilangan berpangkat ini dipelajarinya
di kelas 9 nih, Bapak, Ibu. Misalkan nih
bilangan ber bulat apa? Berpangkat bulat
dan akar. Nah, ini dipelajarinnya di
kelas 9 ini. Tapi tidak hanya membaca,
menulis, dan membandingkan, tapi
melakukan operasi hitungnya juga. Jadi
operasi hitungnya dilakukan di situ.
Nah, jadi Bapak Ibu di CP itu Bapak Ibu
adalah kompetensi yang esensial Bapak
Ibu ya. Kompetensi esensial kompetensi
yang ee paling minimum ya yang mesti
dicapai oleh ee murid di sebuah sekolah.
Nah, andaikan karakteristik ee murid
Bapak, Ibu bisa lebih ah bisa lebih
misalkan bisa lebih ee melebihi dari CP
yang sudah ditentukan oleh pemerintah
sangat boleh, sangat bagus Bapak Ibu ya.
Misalkan di sini hanya ee misalkan di
bil ee ini
di bilangan tapi di rasio dan proporsi
menggunakan rasio skala proporsi laju
perubahan dalam penyelesaian masalah.
Nah, ini misalkan Bapak, Ibu ingin
mengkolaborasikan dengan yang lain agak
susah misalkan. Nah, agak susah boleh
saja Bapak Ibu ya. Misalkan skalanya
menggunakan ee lebih, proporsionnya juga
lebih, laju perubahannya menggunakan
satuan-satuan yang memang agak rumit
pakai satuan CM^ 3 atau GIPIK ya. Itu
kan agak susah tuh. Nah, boleh Bapak Ibu
ya. Kemudian ee misalkan yang kedua nih
memberikan estimasi perkiraan
menyelesaikan masalah termasuk yang
berkaitan dengan literasi finansial.
Nah, literasi finansial itu kan
kaitannya dengan ee bunga, diskon, pajak
ya, Bapak, Ibu ya. Kaitannya dengan itu.
Tapi ee saya pula bertanya Bapak Ibu ya,
di mana nih ee materi aritmatika sosial.
Nah, enggak ada di sini misalkan. Nah,
saya adakan saya ee saya gabungkan
dengan ini. Jadi, kaitannya dengan
literasi finansial. Jadi, untung rugi
juga masuk tadi ya. Kemudian ada bruto,
neto, Tara. Itu pun saya masukkan. Nah,
saya kolaborasikan dengan ee sebuah
kegiatan numerasi numerik Bapak Ibu ya.
Jadi ee sekali lagi dari CP ini adalah
ee kompetensi
yang esensial,
yang paling minimum yang bisa dicapai
oleh murid. Nah, andaikan Bapak Ibu ee
sesuaikan dengan karakteristik murid di
sekolah bisa lebih ee kompleks. Silakan
Bapak Ibu ya. Jadi kembali ke sekolah
masing-masing otomatis Bapak Ibu ya.
Nah, di sini misalkan ini geometri ruang
hanya membuat jaring-jaring bangun
ruang, prisma, tabung, limas, kerucut,
dan membuat bangun ruang dari
jaring-jaringnya. Nah, di mana, Pak, ee
ngitungnya gitu. Kok enggak ngitung?
Kalau dulu kan ada ngitung luas, ngitung
volume, bahkan ngitung lu apa ee bangun
gabungan, bangun apa geometri ruang
gabungan misalkan kubus dengan limas
misalkan digabung. Nah, kok sekarang
enggak ada boleh Bapak Ibu. Sama di
sekolah saya juga saya gabungkan juga
dengan itu. Begitu Bapak Ibu ya. Ini
untuk contoh-contohnya Bapak Ibu ya.
Bisa sudah
ee bantu untuk ee menganalisisnya.
Jadi nanti Bapak Ibu bisa mengadopsi dan
mengatm Bapak Ibu ya. sesuaikan dengan
karakteristik Bapak Ibu semua di sekolah
masing-masing.
Nah, kemudian
ee izin pindah
layar value sebentar ya.
Nah,
kemudian yang kedua nih ada integrasi
pembelajaran mendalam. ke dalam TP. Nah,
jadi pembelajaran mendalam ke dalam TP.
Oke. Baik, Bu Yusrina ya. Bu Yusrina.
Oh, Bu ya, Bu Yusrina Yusman. Untuk fase
F aja tidak, Bu? Jadi dari fase A sampai
fase F ada semua, Bu. Nanti file-nya
bisa dibagikan Bapak Ibu ya. nanti di
akhir pertemuan. Nah, kemudian yang
selanjutnya adalah integrasi PM ke dalam
TP. Jadi Bapak Ibu
ee PMP ke dalam TP mohon izin screen
lagi.
Panduan konseptual mengintegrasikan
ee prinsip pembelajaran mendalam dalam
menganalisis CP.
Jadi di pelajaran matematika saya
contohkan di fase D Bapak Ibu ya. Fase
D. Jadi sekali lagi Bapak Ibu di sini
saya tegaskan Bapak Ibu ya. Jadi PM itu
adalah apa Bapak Ibu? pendekatan
pembelajaran yang ditetapkan
ke Mendikdasmen melalui Peremendikdas
nomor 13 tahun 2025 dan dijabarkan lebih
lanjut dalam panduan pembelajaran
asesmen. Ya, jadi pendekatan ini lahir
dari keprihatinan bahwa ee pembelajaran
selama ini cenderung berhenti pada
penguasaan materi secara permukaan atau
hafalan saja nih Bapak, Ibu ya. Jadi
belum sampai ee ke pemaknaan refleksi
bahkan mengkaitkan konsep satu dengan
konsep yang lain.
Jadi PM Bapak Ibu ya atau pembelajar
mendalam itu tidak menggantikan
kurikulum merdeka maupun struktur CP
yang sudah ada. Tapi PM adanya PM itu
adalah cara pandang dalam merancang atau
menjalankan pembelajaran atas CP
tersebut agar outputnya atau keluarannya
bukan hanya murid tahu, tapi murid
paham, mampu menerapkan, dan mampu
merefleksikan gitu Bapak, Ibu ya. Jadi
ada tiga prinsip PM ya, ya. Pembar
mendalam.
Jadi yang pertama yaitu adalah
berkesadaran,
bermakna, yang ketiga adalah
menggembirakan. Ya, jadi ini makna
praktik di kelasnya Bapak Ibu ya.
Jadi kalau berkesadaran, saya ulang
sedikit Bapak Ibu ya, bahwa murid
belajar dengan sadar, paham. Bapak, Ibu
paham bahwa dirinya itu harus
mempelajari ini. Kenapa harus
mempelajari ini materi ini. Kemudian
dengan sadarnya murid mendorong dia
untuk mau belajar mandiri di rumah dan
mencari strategi-strategi,
cara-cara bagaimana menjawab soal
tersebut. Nah, kemudian bermakna berarti
ee murid itu mampu mengkaitkan ee
pembelajaran yang dia pelajari dengan
konsep nyata dan pengalaman murid atau
isu lintas pelajaran atau lintas mapel.
Jadi, konsep matematikanya terasa lebih
berguna. Nah, misalkan gitu Bapak, Ibu
ya. Misalkan kita mempelajari untung
rugi. Oh, sudah jelas kalau kita jual
beli ada untung ada rugi. Nah, kalau
misalkan mempelajari luas bangun
fungsinya apa? Oh, ternyata menghitung
luas langsung praktik menghitung luas
kelas misalkan.
Nah, yang ketiga menggembirakan. Jadi,
proses belajar dirancang agar murid
antusias, merasa aman, dan mencoba untuk
terlibat aktif. Nah, jadi bisa dengan
proyek, permainan, eksplorasi atau
diskusi ee kolaboratif secara
berkelompok.
Jadi, ada tiga tahap Bapak Ibu dalam
pengalaman belajar PM yaitu memahami,
mengaplikasikan, dan merefleksikan.
Oke, kita langsung ke sini.
Titik temu PM dengan CP matematika.
Misalkan ini fase D Bapak, Ibu ya. Oke,
di fase D. Jadi tujuan pembelajaran yang
diminta itu harus memiliki tadi apa?
Elemen proses yaitu ee nalar kritis,
kreativitas, komunikasi, dan pemecahan
masalah. Artinya apa? Mengintegrasikan
PM atau pembicaraan mendalam bukan
menambah beban baru, Bapak, Ibu ya,
melainkan menegaskan dan memperkuat apa
yang sudah tersirat di dalam CP.
Nah, misalkan nalar kritis nih ee
penalaran dan pembuktian matematis. Jadi
bisa ee bentuk kegiatannya di kelas
yaitu menyusun dugaan atau konkret
menyusun kebenaran, menguji
kebenarannya,
membedakan asumsi
dari fakta dan mempertanyakannya.
Misalkan
ee mohon maaf disediakan
ee materi mengenai penyajian data. Nah,
mereka disuruh untuk ee
ngecek mana sih yang paling tinggi,
kenapa itu bisa paling tinggi? Mereka
bisa menalar ya, bisa mengetahui.
Kemudian pemecahan masalah ketika ee ada
diagram tadi mengenai statistika ee
bagaimana nih penyelesaiannya, bisa
enggak kita memprediksi ee di
bulan-bulan berikutnya bagaimana? Nah,
itu kemudian bisa mengkomunikasikan,
bisa me ceritakan. Nah, kadang-kadang
tuh murid itu Bapak, Ibu sudah paham nih
dengan konsepnya, dengan materinya.
Namun siswa ini memiliki keterbatasan
dalam menyampaikan materi atau
menyampaikan apa yang murid pahami itu
Bapak, Ibu. Mereka tuh malu-malu ketika
menceritakan atau ee bahasa matematisnya
tuh masih kurang terlatih, Bapak, Ibu,
ya. Jadi ee komunikasinya tuh bisa
menyajikan gagasan, menceritakan dalam
bentuk simbol, tabel, diagram atau ee
sebagainya. Grafik juga bisa.
Nah, kemudian kreativitas. Jadi bisa
menghubungkan Bapak Ibu ya,
menghubungkan dari satu bidang ke bidang
yang lain.
Nah, ketika menurunkan CP menjadi TP
seperti pada tabel di atas, jadi sudah
yang disusun sebelumnya setiap TP elemen
konten, bilangan, aljabar, ee pengukuran
geometri dan sebagainya itu ee sebaiknya
secara sengaja dipasangkan dengan
minimal satu elemen proses di atas.
Ya, jadi alih-alih hanya menuntut murid
menghafal prosedur atau rumus, tapi kita
juga bisa meminta mereka untuk
mengetahui bagaimana cara-caranya,
cara kerjanya bagaimana, konsepnya
seperti apa, dihubungkan dengan materi
yang lain gitu Bapak, Ibu maksudnya.
Nah, ini jadi kerangka analisis CP ke TP
dengan pendekatan PM ya. Jadi
ada langkah-langkahnya di Bapak Ibu baca
ulang TP secara literal atau secara
pahami. Jadi tadi identifikasi KKO-nya.
KKO-nya seperti apa? Misalnya KKO-nya
itu paling atas misalkan di SMA itu ada
menganalisis. Nah, menganalisis itu kan
sudah sampai C4 Bapak Ibu ya. Analisis
C4 misalkan C4 ya analisis bla bla bla
bla materinya apa. Nah, bisa tuh di
KKO-nya diturunkan Bapak Ibu ya.
Diturunkan. atau ee kita turunkan nih,
kita pecah-pecah menjadi ee ee
indikator-indikator yang gampang atau
bisa diukur. Nah, misalkan
mengidentifikasi,
mengklasifikasi,
menjelaskan, bisa lagi menerapkan.
Nah, bisa. Yang penting Bapak, Ibu
ketika di akhir ee pembelajaran di akhir
topik ee lingkup materi itu
sampai ke akhir yang diminta oleh CP,
sampai di KKO yang diminta oleh CP.
Jangan sampai kita ee turunin nih yang
tadinya menganalisis ah ee di
karakteristik murid saya terlalu sulit
nih. Nah, terlalu sulit nih. Saya
turunkan aja menjadi menerapkan aja lah.
Enggak boleh Bapak Ibu sesuai dengan
yang ada di CP. Andaikan memang itu
kurang mampu dicapai oleh murid, bisa
tuh kita sederhanakan
ee konten materinya, kita buat lebih
ringan bebannya terhadap murid, tapi
tetap sama-sama menganalisis. Begitu,
Bapak, Ibu, ya. Nah, yang kedua ajukan
pertanyaan pemandu nalar kritis. Ajukan
pertanyaan pemandu pemecahan masalah.
Ini langkah-langkahnya Bapak Ibu ya.
Untuk contoh penerapannya misalkan ini
Bapak Ibu
ee menyelesaikan sistem persamaan linear
dua variabel melalui beberapa cara
penyelesaiannya. Seperti yang kita tahu
Bapak Ibu ya, SPLDV itu kan ada
substitusi, eliminasi, bahkan ee
eliminasi, substitusi digabung Bapak,
Ibu ya. Nah, nalar kritisnya nih Bapak,
Ibu bisa meminta murid membandingkan
metode substitusi, eliminasi atau grafik
untuk sistem persamaan yang sama. Mana
yang lebih efisien di kasus tertentu.
Terus mereka suruh jelasin kenapa ini
lebih gampang.
Nah, yang kedua pemencian masalah ya.
Bingkai ee misalkan dalam konteks nyata
misalnya menentukan kombinasi harga dua
jenis barang di kantin sekolah dari dua
total belanja yang berbeda. Kemudian
untuk ee komunikasinya murid
mempresentasikan satu metode pilihannya
di depan kelompok lain dan menjawab
pertanyaan mengapa metode itu yang
dipilih? Alasannya kenapa. Kemudian
kreativitas koneksi. Jadi tantang murid
mencari situasi sehari-hari misalkan
les, transportasi, tabungan yang bisa
dimodelkan
sebagai sistem persamaan linear dua
variabel
itu ya. Jadi ada gambaran aktivitasnya
mindful, bersadaran itu sudah pasti.
Jadi siswa menuliskan dahulu strategi
apa yang ingin dicoba kenapa sebelum
mengerjakan. Kemudian bermaknanya
konteks soal yang diambil dari transaksi
atau kegiatan yang akrab dengan kesaran
murid. Kemudian menggembirakannya kerja
kelompok dengan sesi debat metode
misalkan singkat antar kelompok untuk
mempertahankan pilihan strateginya misal
karena kan boleh tuh pakai debat
misalkan dibuat kelompok substitusi,
kelompok eliminasi, kelompok yang
eliminasi substitusi atau campuran.
Nah, ini untuk contoh yang elemen ee
geometri. gitu Bapak Ibu ya. Ini hanya
contoh Bapak Ibu ya. Tuh ada juga yang
elemen peluang.
Nah.
Nah. Nah, ini yang sering dilupakan oleh
kita semua, Bapak, Ibu ya. Termasuk saya
juga kadang-kadang sudah ee
apa ya, menggampangkan bahasa secara
singkatnya WB ya. Jadi daftar periksa
guru nih. Jadi guru tuh perlu nih
memeriksa setiap kali merancang ee
pembelajaran dari 1 TP untuk memastikan
keempat dimensi tiga prinsip PM ini
sudah terintegrasi bukan sekedar
tempelan di akhir. Jadi TP sudah
dirumuskan ulang. Ee jadi ini agak ribet
Bapak Ibu ya. Tapi memang ini idealnya
seperti ini. Jadi saya hanya
menceritakan idealnya saja dan ketika
dilaksanakan itu sangat baik Bapak Ibu
ya. Jadi ada momen di mana murid harus
menjelaskan mengapa, bukan hanya
bagaimana
ya. Ada masalah konteks nyata yang harus
dipecahkan murid. Nah, ceklis
mereka rancang sendiri. Nah, ada
kesempatan eksplisit bagi murid untuk
mengkomunikasikan dan mempertahankan
alasan jawaban mereka baik lisan maupun
tertulis.
Jadi,
ada juga nih murid diajak menyadari
strategi berpikirnya sendiri.
Gu ya.
Nah, ini Bapak ya.
Jadi ee secara singkat B
mengintegrasikan PM ke dalam analisis CP
matematika FASD pada dasarnya adalah
proses menegaskan kembali elemen proses
yang sudah ada dalam CP. Elemen proses
tadi kan yang kita ingat penalaran,
pemilihan masalah,
ee komunikasi dan representasi serta
koneksi. lalu membingkainya atau
membungkusnya dengan tiga prinsip ee
berkesadaran, bermakna, dan
menggembirakan pada tahap memahami,
mengaplikasikan, dan merefleksikan.
Jadi, begitu Bapak Ibu. Ee sampai sini
bagaimana Bapak, Ibu
sudah
mm paham mengenai analisisnya atau
pusing Bapak Ibu?
Oke.
Jadi harapannya Bapak Ibu sekali lagi
bukan bermaksud untuk
ee saya menggurui bahwa lebih tahu saya
juga lebih sempurna tidak. Tapi ee ini
idealnya untuk menyusun sebuah ee
kerangka sebuah TP yang diturunkan dari
CP Bapak Ibu.
Nah, kesimpulannya Bapak Ibu,
jadi dari CP yang perjenjang dan
berkesinambungan.
Jadi, ada prosesi kompetensi. Jadi, dari
fase A dan E sampai ke fase F, Bapak.
Jadi, A fase A ke fase B itu pengalaman
konkrit, intuisi bilangan, konsep dasar
fase C ke fase D itu ada penalaran
abstrak. simbol matematika generalisasi
dan fase E fase F itu ke pemodalan
matematika analisis dan mengambil
keputusan.
Sedangkan elemen intinya adalah
bilangan, aljabar, geometri, analisis
data, dan pengukuran.
Jadi catatan untuk yang fase F tadi
Bapak, Ibu ya, fase F tadi sudah
digabung untuk geometri dan analisis
data di jenjang SMA. Kemudian dari CP ke
TP. Jadi dari satu TP ke beberapa TP
juga bisa dari TP ke beberapa indikator
Bapak Ibu ya. Jadi 1 CP memuat satu ee
komponen
kompetensi indikator dan kemampuan Bapak
Ibu ya. Jadi harapannya Bapak Ibu ya
mudah diajarkan, mudah diamati dan
dinilai.
Nah, jadi Bapak Ibu tadi juga bisa
menentukan KKO-nya sampai sedalam apa,
surface learning atau sudah masuk ke
deep learning. Ya, surface learning itu
berarti ya menghitung, menentukan,
menyebutkan, mengerjakan prosedur.
Sedangkan yang lebih mendalam tuh
menganalisis, membuktikan, mengevaluasi,
merancang, dan mencipta.
Ya. Jadi, Bapak, Ibu kuncinya itu ee
bukan mengubah TP tetapi mengubah
aktivitas pembelajarannya Bapak, Ibu ya.
Jadi, misalkan
ee TP-nya nih susah ee gimana nih
caranya ya biar TP-nya itu tidak
terlihat susah ya, aktivitas
pembelajaran yang kita kolaborasikan
Bapak Ibu ya. Jadi, CP yang sudah
selaras dengan PM ya. Jadi dari elemen
matematika itu artinya tantangan utama
guru adalah mengaktifkan elemen proses
ini dalam pembelajaran bukan menambah
sesuatu yang baru. Kemudian implikasi
praktis untuk gurunya. Hasil dari CPKTP
digunakan untuk menyusun ATP nanti Buu
ya. merancang modul ajar atau RPP dan
menentukan asesmen yang lebih tepat atau
terukur.
Keduanya saling melengkapi. Jadi tujuan
akhirnya adalah pembelajaran matematika
yang bermakna dan kompetensi yang utuh
Bapak Ibu ya.
Nah, jadi
sama tadi. Jadi kuncinya Bapak, Ibu agar
pembelajaran ini mudah dipahami, mudah
dimengerti, jangan terlalu fokus untuk
ee ke CPTP-nya Bapak Ibu ya. Tapi
kolaborasikan dengan aktivitas
pembelajarannya Bapak, Ibu ya. Jadi
pemetaan CP menjadi TP menjawab apa yang
harus dipelajari murid. Sedangkan
pembelajaran mendalam itu adalah
menjawab bagaimana murid belajar agar
mampu memahami, bernalar, dan menerapkan
matematika secara bermakna.
Nah, jadi urutannya CPKTPM,
aktivitas pembelajaran bermakna dan
asesmen otentik nanti menghasilkan
sebuah dimensi profil lulusan yang
menjadi tujuan akhir kita. Begitu Bapak
Ibu ya. Jadi
ee harapannya nanti bisa tuh ee perlahan
dari CP ke TP dan nanti Bapak Ibu
setelah CP ke TP itu sudah siap nanti di
pertemuan kedua, hari kedua nanti kita
akan belajar membuat RPP yang menarik
Bapak Ibu ya dengan ee aktivitas
pembelajaran yang bermakna
menggembirakan juga yang pastinya Bapak
Ibu inovatif begitu Bapak Ibu ya. Oke.
Ee jadi aktivitas praktiknya ini Bapak
Ibu ya ee bisa dilakukan Bapak Ibu di
sela-sela Bapak Ibu ya nanti setelah
webinar pilih satu rumusan CP pada fase
dan elemen relevan yang di ee Bapak Ibu
ajar di jenjang Bapak Ibu. Kemudian
identifikasi kompetensi esensial dan
lingkup materinya. Gunakan tiga langkah
analisis CP tadi ya. Kemudian rumuskan 2
TP dengan kriteria smart. Apa itu
kriteria smart, Bapak, Ibu?
Ee oke. Smart itu berarti ee S-nya apa?
S-nya adalah spesifik ya, Bapak, Ibu,
ya. Jadi, tujuannya tidak boleh terlalu
umum atau mengambang, tapi harus jelas
Bapak, Ibu ya. Atau materi apa yang
dicapai itu lebih spesifik. Nah, jadi
keliling menghitung dapat menghitung
murid dapat menghitung misalkan
keliling dan luas lingkaran misalkan.
Kemudian M-nya smart itu S-nya tadi
spesifik M-nya adalah measurable atau
terukur. Jadi ketercapaian tujuan
tersebut harus bisa diukur dengan
indikator yang jelas baik melalui nilai
persentase ataupun jumlah tugas.
Kemudian A-nya itu ada achieveable atau
dapat dicapai. Jadi target yang
ditetapkan harus realistis. Guru perlu
mempertimbangkan kemampuan awal murid,
ketersediaan fasilitas, serta waktu yang
tersedia agar target TP yang tadi
digunakan itu tercapai. Kemudian relevan
atau realistik, ya. Realistik itu
relevan. Jadi tujuan pembelajarannya itu
harus bermakna dan sesuai dengan
kebutuhan murid dan selaras dengan
kurikulum yang berlaku. Kemudian T-nya
yang terakhir adalah time memiliki batas
waktu. Harus ada target atau tenggat
waktu tertentu kapan tujuan tersebut
harus dicapai dan ini membantu guru
menyusun lesson plan atau ERPP modul
ajar dengan alokasi waktu yang efektif.
ini untuk tugas Bapak Ibu ya. Silakan.
Terima kasih. Ee mungkin itu Bapak Ibu
waktu saya kembalikan ke Bu Hani.
Silakan Bu.
Baik. Terima kasih banyak Pak Lambeng
untuk pemaparan materinya pada malam
hari ini. [berdehem]
Baik, selanjutnya Bapak Ibu kita akan
masuk kepada sesi diskusi, sesi tanya
jawab, dan sesi sharing. Silakan Bapak,
Ibu yang hadir melalui Zoom meeting
maupun yang berada di live streaming
YouTube Cha Matematika memiliki
kesempatan yang sama bisa bertanya
secara langsung dengan mengaktifkan
kamera dan menggunakan virtual
background sudah dibikin oleh admin di
WhatsApp grup serta Bapak Ibu bisa
menggunakan fituration nanti akan
diberikan untuk akses mikrofonnya. Untuk
Bapak Ibu yang terkendala untuk
perangkat dan jaringannya untuk bertanya
secara langsung silakan bisa menuliskan
pertanyaannya Bapak Ibu melalui chat
Zoom.
Baik, saya juga informasi Bapak Ibu
untuk materi yang tadi sudah disampaikan
oleh Pak Lambang Setiawan, Bapak Ibu
nanti akan Bapak Ibu dapatkan ya melalui
admin kegiatan setelah kegiatan selesai.
Begitu Bapak Ibu dan Bapak Ibu yang
mungkin tadi sempat tertinggal untuk
sesi materinya nanti bisa menonton
siaran ulang ya Bapak Ibu ya. Untuk
linknya nanti juga akan dibagikan
bersamaan dengan link presensi kegiatan
di pertemuan pertama. Baik, terima
kasih. Di sini sudah terdapat pertanyaan
dari ee Bapak atau Ibu Titin ini ya.
Baik, terima kasih banyak Ibu Titin.
Apakah di sini atau Bapak ini? Silakan
Ibu bisa menyampaikan pertanyaan secara
langsung.
Baik, saya sudah bantu Ibu untuk
memberikan akses mikrofonnya.
Baik, silakan.
Oh, Ibu. Baik,
Ibu.
Baik, silakan Ibu. Mohon maaf, Ibu.
[tertawa]
Iya, ini videonya saya matikan, ya.
Baik. Heeh. [berdehem] Bisa sampaikan
pertanyaan secara langsung kepada Pak
Lambang Setiawan, Ibu. Ya, izin
bertanya, Bapak. Ee kalau dulu itu kan
ada yang namanya KKM, mungkin sekarang
ee katanya ee kurikulum merdeka itu
tidak ada KKM, tapi apakah ada syarat ee
dalam ketercapaian tujuan pembelajaran
seperti itu. Ee ketika ada
tujuan pembelajaran dikatakan tercapai
itu maksudnya yang seperti apa? Apakah
ada perhitungan khusus gitu untuk untuk
ee yang dikatakan
tujuan pembelajaran itu tercapai seperti
KKM sewaktu dahulu gitu, kurikulum yang
terdahulu. Demikian, terima kasih Bapak.
Baik, terima kasih banyak Bu Titin untuk
pertanyaannya Pak Lambang. Sebelum kita
lanjut di untuk dijelaskan untuk
dijawab, kita akan lanjut ke Bapak Ibu
selanjutnya Bapak untuk sekaligus
menanyakan
P malam hari ini. Baik, silakan. Di sini
ada Ibu Ganda, silakan Ibu bisa
menyampaikan pertanyaan secara langsung.
Selamat malam, Ibu.
Baik, silakan.
Selamat malam, Ibu Ganda. Apakah masih
berada di Zoom meeting? Ibu bisa
sampaikan pertanyaannya secara langsung.
Baik, karena Bu Ganda sedang mungkin
terkendala perangkat dan jaringan, kita
akan lanjut di sini ada Ibu Heni.
Selamat malam, Ibu Heni. Bisa sampaikan
pertanyaan langsung, Ibu.
Baik, silakan Ibu.
Ee saya juga informasi untuk Bapak Ibu
peserta di sini jika ingin bertanya
secara langsung bisa menggunakan fitur
Ryzen ya, Bapak Ibu. Ee jadi nanti
ketika Bapak, Ibu menggunakan fitur
Ryzen nanti saya akan berikan untuk
akses mikrofonnya. Atau misal Bapak Ibu
kebingungan sebenarnya ini fituration di
sebelah mana, saya bisa bantu Bapak Ibu
bisa melihat fituration ini berada di
tulisan reaction atau di sebelah
interpretation ataupun apps Bapak Ibu
ya. Silakan. Baik. Ee baik terima kasih
banyak Ibu sudah konfirmasi untuk
perangkatnya. Baik Bapak Lambang untuk
mempersingkat waktu saya akan bantu
bacakan pertanyaan dari Ibu ganda. Bapak
apakah tujuan pembelajaran ada bentuk
bakunya ya dalam merumuskannya? Kemudian
dari Ibu Heni, bagaimana Bapak cara
menentukan CP untuk pemahaman konsep dan
keterampilan proses? Baik, silakan Pak
Lambang bisa dijawab terlebih dahulu,
dijelaskan terlebih dahulu untuk tiga
pertanyaan dari Bapak Ibu peserta.
Terima kasih,
ya. Baik, Ibu. Terima kasih. Tadi
pertanyaan yang pertama dari Ibu Titin
ya. Syarat ee KKM ya kaitannya dengan
KKM.
Kalau zaman dulu ya bilangnya zaman dulu
nih saya juga bisa dibilang kursinor
Bapak Ibu ya. Jadi KKM itu dulu ee
menentukannya ada tiga kriteria Bapak
Ibu ya ee kalau tidak salah. Jadi yang
pertama yaitu adalah
ee kompleksitas, daya dukung dan
tentunya profesional gurunya. Nah, jadi
dari siswanya ee kemudian ada
sarana prasarana dan siswanya bagaimana
ya, guru, siswa, sarana. Nah, dulu itu
ada KKM-nya. Jadi, KKM ini dientukan
nilai-nilainya kemudian dijadikan satu
nilai. Nah, kalau sekarang ee itu memang
tidak ada Bapak, Ibu ya, tidak ada lagi.
Tapi lebih ke lebih personal lebih
personal ke karakteristik murid. Nah,
karakteristik murid jadinya bisa
dilakukan dari yang pertama ee hasil
dari ee pembelajaran di tahun
sebelumnya. Misalkan KKTP ini siswa
kemampuan ini nilainya segini sampai
dirata-rata segini ya 65 misalkan. Nah,
kemudian bisa juga yang kedua dari ee
tes awal atau kita sebut dengan tes
diagnostik. Nah, tes kemampuan awal.
Nah, itu kan nanti ada hasilnya. Jadi,
setiap ee lingkup materi itu KKTP-nya
berbeda-beda, Ibu Titin, ya.
Berbeda-beda sehingga ee antara ee
indikator yang satu, lingkup materi satu
dengan yang lain itu berbeda. Itu
ditentukan dari tes awal. Oleh karenanya
Bapak Ibu sebelum melaksanakan
pembelajaran di satu lingkup materi
lakukanlah tes awal terlebih dahulu.
Jadi kita tahu ee seberapa jauh siswa
ini atau murid ini ee memahami materi di
awal. Kemudian yang kedua
ee perhitungan khusus untuk KKTP
itu sebenarnya ee tidak ada hitungan
khususnya atau bagaimananya. Tapi untuk
menilainya Bapak Ibu itu bisa
menggunakan tiga pendekatan ya. Tiga
pendekatan. Jadi yang pertama yaitu ada
pendekatan deskripsi kriteria. Jadi guru
membuat daftar kriteria performa yang
siswa dianggap mencapai TP jika memenuhi
mayoritas ee kriteria-kriteria tertentu.
Jadi, Bapak Ibu tadi kan CP CP kita ubah
ke kita pecah menjadi TP dan TP itu kita
ee buat indikator-indikator
ee yang lebih kecil lagi dari TP ya yang
bisa kita ukur. Nah, itu yang dinamakan
dengan deskripsi kriteria. Jadi misalkan
ee murid ini sudah mencapai tiga dari
empat kriteria yang setelah disediakan.
Oh, berarti siswa ini mampu kategorinya
mampu atau tercapai atau melampaui ya.
Kemudian yang kedua juga bisa
menggunakan pendekatan menggunakan
rubrik. Nah, rubrik guru menyusun rubrik
performa. Jadi tingkatannya misalkan
perlu bimbingan cukup baik atau sangat
baik ya. Jadi rubriknya itu bagaimana?
Ee jadi syaratnya siswa itu dinyatakan
mencapai TP jika deskripsi kemampuan
minimal berada pada kategori cukup ee di
setiap indikator. Nah, kemudian
pendekatan ketiga bisa menggunakan skala
atau interval nilai ya yang ini yang
sering digunakan di pembelajaran
matematika Bapak Ibu ya. Jadi pada kata
inilah yang paling dekat dengan logika
KKM ya mungkin ya Bapak Ibu ya. Jadi ee
interval ini ee sesuai dengan
perhitungan nilai misalkan 0 sampai 40%
itu belum mencapai atau remedial.
41 sampai 65 belum mencapai misalnya
remedial ya. 65 sampai 85 sudah mencapai
dan 86 sampai 100 juga sudah tercapai.
Misalkan seperti itu. Dan
untuk lebih jelasnya membahas mengenai
ee penilaian atau asesmen ini kita akan
bahas di pertemuan ketiga yang mana
pertemuan ketiga ini kita akan lebih
dalam membahas mengenai penilaiannya.
Jadi yang pertama ini Bapak Ibu di
pertemuan pertama ini kita membahas CP
ke TP dulu nih Bapak Ibu ya. Jadi
bertahap. Nah, nanti di pertemuan dua
kita bahas RPP-nya atau modul ajarnya.
Sedangkan di ee pertemuan ketiga nih,
nanti kita membahas asesmennya secara
khusus, secara mendalam. Begitu Bapak,
Ibu. Oke, Bu Hani. Begitu, Bu Titin.
Semoga dapat membantu. Kemudian yang
kedua
mengenai
apa nih, Bu? Ibu dari Bu Ganda ya. apa
tujuan pembelajaran ada bentuk bakunya
dalam rumuskannya.
Oke. Jadi ee tujuan pembelajaran ini
bentuk bakunya itu berasal dari CP ya.
Jadi CP-nya itu sudah bentuk baku yang
disediakan oleh pemerintah. Nah, TP ini
kita hasilkan dari pecahan-pecahan
ee CP tadi. Jadi, CP kita pecah menjadi
TP. Ya, itulah bentuk bakunya.
Mungkin ee maksud Bu Ganda ini adalah ee
bentuk baku dari nanti
indikatorindikator itu mungkin ya di
KKTP ya menilainya bagaimana menurut
musukanya seperti apa. Sama sebenarnya
Bapak Ibu ya dari CP kata-katanya
menganalisis juga nanti TP-nya juga
menganalisis jangan dikurang-kurangi
atau di apa ditambah-tambahin jangan itu
menganalisis saja. Nah. Nah, nanti
pengembangannya boleh di luar
pembelajaran gitu, Bapak, Ibu. Kemudian
yang ketiga ee semoga membantu Bu Ganda
ya, Bu Heni.
Ee bagaimana cara menentukan CP untuk
pemahaman konsep dan keterampilan
proses? Bagaimana cara menentukan CP
untuk pemahaman konsep? Ya,
pemahamanemahaman konsep. Jadi,
menentukan CP. CP itu kan sudah
ditentukan oleh pemerintah tadi ya, oleh
placement. Nah, mungkin yang dimaksud
adalah menentukan TP yang digunakan
untuk pemahaman konsep dan keterampilan
proses. Nah, tadi konsep pemahaman
konsep itu bisa dilihat dari
konten materinya dan KKO-nya ya,
KKO-nya. Nah, jadi kembali ke materi
tadi mengenai elemen konten dan elemen
proses. Jadi, kompetensi dan kontennya.
Jadi, kompetensinya apa? Misalkan
menganalisis nih tadi atau menentukan,
menghitung. Nah, kemudian yang kedua
menghitung apa? Keliling dan luas bangun
datar misalkan ya. Itu sudah masuk ke
keterampilan prosesnya. Prosesnya
seperti apa? Keterampilannya.
itu bisa di turunkan lagi ya, Bapak, Ibu
ya. Jadi ee sebenarnya ini materinya
sudah cukup lengkap ya. Jadi mungkin
Bapak Ibu agak rumit nih, oh biasanya
enggak dapat kayak gini nih. Nah,
tiba-tiba ketika pertama kali, oh
ternyata aluran seperti ini mungkin
perlu proses tertentu. Jadi membedakan
CP dengan TP serta indikator nih yang
sering keliru nih Bapak, Ibu ya. Terima
kasih Bu Hen eh Bu
Bu eh Bu Hani ya. Jadi salah Bu Heni dan
Bu Hani. Iya. Mungkin ada pertanyaan
lagi Bu Hani Okta.
Baik eh Bapak sebelum kita lanjut di
Bapak Ibu peserta yang sudah bertanya di
Zoom di chat Zoom kita akan lanjut di
sini ada Ibu Kokom Komalasari. Ibu
selamat malam. Apakah ingin menyampaikan
pertanyaan secara langsung Ibu? Silakan.
Baik ee Bapak kita lanjut mungkin dari
Ibu Koko masih terkenal perangkatnya
tadi sudah aktifkan mikrofon dan
ris-nya. Namun kita akan lanjut di Bapak
Ibu peserta di sini sudah banyak sekali
ya Bapak untuk Bapak Ibu yang mungkin
terkendala perangkat dan jaringan dan
menuliskan pertanyaannya melalui chat
Zoom. Baik Bapak di sini kita lanjut
dari
Ibu Munawar Bapak dalam BSKAP dalam
satuan CP kan terdapat banyak. Apakah
harus dipakai semua Bapak ketika
penerapannya di kelas? Tadi kan sudah
dijelaskan nih bahwa CP terlebih dahulu
kemudian baru TP begitu ya Bapak. Nah
apakah ini harus di
semua dipakai dalam penerapannya di
kelas Bapak? Kemudian dari Ibu Rabiah,
apakah semua kegiatan dalam RPP juga
harus terlaksana, Bapak? Sama persis
ketika direncanakan atau ketika sudah
direncanakan, Bapak, nanti ketika di
lapangan disesuaikan dengan kondisi
kelas. Kemudian dari Ibu Sriani, Bapak
selamat malam Pak Lambang yang ingin
ditanyakan bagaimana cara merancang
pembelajaran
PBN. Begitu Bapak boleh untuk ditanggapi
dan
Oke, terima kasih dari Bu Munawarah dulu
dalam BSKAP dalam 1 CP kan ada banyak PP
harus dipakai semua ketika penerapannya
di kelas. Sebenarnya Bapak Ibu dalam
ee pelaksanaannya ini adalah konten yang
perlu dan sangat ee diharuskan, wajib ya
dicapai Bapak Ibu diajarkan semua. Nah,
jadi Bapak Ibu kembali ke penjelasan
awal bahwasanya
ee CPCP ini adalah kompetensi esensial
atau konten materi yang sudah dibuat
oleh pemerintah dan itu paling minimum
yang bisa dicapai oleh siswa di jenjang
atau di fase A sampai fase F. Misalkan
seperti saya di fase D kelas 7, 8, dan 9
dan kebetulan fase satu fase nih Bapak
Ibu. Jadi saya bisa menukar-nukar
materinya saya taruh di mana-mana. Tapi
yang menjadi tujuan utama semua CP yang
sudah diberikan itu harus diajarkan
semua, Bu. Nah, CP yang jadi TP itu kan
banyak tuh memang. Nah, itu harus
diajarkan semua di kelas. Bagaimana
penerapannya nanti? Terlalu ribet, Pak.
Tidak, Bu. Sebenarnya itu semuanya itu
sudah di ee sesuaikan dengan kompetensi
esensial.
Jadi kalau saya amati dari ee CP-nya
Bapak Ibu, KKO-nya terutama KKO
dibanding dengan kurikulum merdeka di
awal dengan di saat ini itu jauh KKO-nya
lebih tinggi ketika ada di kurikulum
merdeka awal yang sekarang sudah dibuat
ee lebih esensial atau lebih mudah
dicapai oleh murid. Jadi, Bapak Ibu
andaikan seperti tadi kasusnya ee konten
materinya terlalu sulit untuk dicapai
oleh murid di sekolah saya, Bapak Ibu
bisa merancang aktivitasnya agar
tercapai tetapi dibuat aktivitasnya
sederhana saja, Bapak, Ibu, ya. Ee jadi
sederhana siswa itu memahami, minimal
memahami CP-nya itu TP-nya itu
misalkan ee dengan bahasa yang sederhana
dan kontennya dipermudah
gitu Bapak Ibu ya. Jadi memang harus
semuanya masuk semua tapi dipermudah ya
gitu Bapak Ibu ya. Jadi intinya harus
diterapkan di kelas. Kemudian Ibu Rabiah
Guni Harahab, apakah semua kegiatan
dalam RPP harus terlaksana persis
seperti yang direncanakan atau boleh
disesuaikan dengan kondisi kelas?
Ee dalam kegiatan pembelajaran Bapak,
Ibu, RPP RPP yang kita sudah tuliskan ya
seperti yang kita tahu nanti RPP akan
kita pelajari di hari kedua. Mungkin ini
sedikit spill atau gambaran aja bahwa
RPP itu adalah ee patokan atau ee
rencana awal. Ibaratnya tuh kita sudah
merencanakan pergi nih saya ibaratkan
pergi ke Candi Borobudur misalkan. Nah,
tapi di jalan itu hujan, ada hujan. Nah,
otomatis rencana saya berbelok nih. Oh,
lebih dekat aja nih. Misalkan ke mana
gitu kan. misalkan ke tempat lain yang
enggak kalah menariknya misalkan, tapi
maknanya sama, sama-sama rekreasi. Nah,
kayak gitu sama Bapak, Ibu ya. Jadi
pelaksanaan perencanaan pembelajaran ini
ee kita sudah membuat patokan utamanya,
rencananya sudah ada, tapi ketika
pelaksanaannya nanti ada ee
momentum-momentum tertentu yang membuat
ee tidak sesuai persis dengan RPP, ya
kita sesuaikan dengan kondisi kelas
begitu, Bu ya, Bu Riah. Nah, lengkapnya
nanti kita akan bahas di hari kedua.
Jadi tetap semangat untuk ikut hari
kedua dan hari ketiga biar tidak putus
nih pengetahuan dan ilmunya
gitu. Ada lagi Bu ya Bu Hani ya terakhir
ya.
Baik. Baik Bapak bisa dilanjutkan.
Oke sekarang dari Bu Sriani
ee saya tanya bagaimana cara merancang
PBL. Oke, PBL itu pembelajaran berbasis
masalah ya dan ini erat kaitannya dengan
ee pembelajaran matematika. Nah, kembali
lagi nih, Bu. Ini kita bahas di hari
kedua, ya, mengenai pembelajaran ee
berbasis masalah mengenai
model-model atau rancangan-rancangan RPP
yang akan diterapkan di kelas itu di
hari kedua insyaallah, Bu ya. Jadi, Bu
Sriani jangan ketinggalan untuk datang
di hari kedua. Apakah kita bisa mendapat
contoh rubrik indikator? Ah, ini di hari
ketiga, Bu. Di hari ketiga ini persis
banget. Jadi, yang pertama saya tegaskan
lagi CB ke TP kita sudah merancang apa
yang dipelajari. Kemudian di RPP
bagaimana proses belajarnya, gambarannya
bagaimana, kemudian di hari ketiga
gimana menilainya
ya. Jadi lengkap tuh sudah ada hari 1 2
3. Jadi semangat Bapak Ibu untuk
mengikuti hari ketiga. Ada lagi Bu Hani.
Baik, terima kasih banyak Bapak
penjelasannya. Ternyata di sini Bapak
Ibu ee tertarik sekali Bapak dengan
penjelasan antara CP dan TP. Mungkin
tadi juga ada yang bertanya perbedaan CP
dan TP. Tadi sudah dijelaskan Bapak
bahwa CP jadi untuk semua fase mungkin
yang berada di sekolah
SMA, SMP, maupun SD itu CP-nya berarti
sama ya, Bapak ya? Untuk CP-nya bisa Pak
sama atau berbeda Bapak? CP-nya sama
penerapan TP-nya yang mungkin sesuai di
dengan kondisi masing-masing Bapak
ya. Untuk CP itu kan keseluruhan materi
Bu ya. Ada di situ membuat kompetensi
sama lingkup materi. Dan di setiap
jenjang itu pastinya berbeda. Tapi yang
sama yaitu adalah elemen kontennya yaitu
ada penalaran apa ada bilangan, ada
pengukuran geometri, ada analisis data
dan peluang ya. Jadi aljabar juga ada.
Jadi ada lima konsep itu yang pasti
itunya sama semua, tapi konten materinya
itu disesuaikan dengan jenjang-jenjang
tersebut dan KKU-nya juga disesuaikan
juga. Jadi gitu, Bu. Jadi CP itu adalah
keseluruhan
ee ilmu yang dipelajari dan TP itu
adalah versi lebih singkatnya. Jadi bisa
dipecah-pecah, lebih bisa fokus gitu,
Bu.
Baik, terima kasih banyak Bapak untuk
penjelasannya dan tadi beberapa
pertanyaan Bapak Ibu ini ternyata masih
pertemuan pertama ya Bapak. Namun Bapak
Ibu sudah menanyakan untuk materi yang
nantinya akan disampaikan di pertemuan
dan ketiga. Jadi silakan Bapak Ibu yang
hadir pada malam hari ini bisa siapkan
kembali Bapak Ibu ya perangkat dan
jaringannya. Siapkan dirinya untuk
bertemu lagi dengan Pak Lambang Setiawan
di pertemuan kedua. Baik, di sini kita
akan lanjut, Pak dari pertanyaan
Ibu Aan Nurjana. Mengapa Bapak tidak
menggunakan istilah-istilah baru?
Mengapa masih menggunakan istilah RPP,
KKM, dan lain sebagainya? Kemudian
Bapak, apakah
sama Bapak antara keterampilan proses
dengan elemen proses? Begitu Bapak.
Silakan untuk diab
diberi penjelasan. Oke, untuk Bu Aa
Nurjana ee sebenarnya ini KKM itu tadi
ada Ibu yang bertanya tentang KKM ya,
Bapak, Ibu ya. Jadi saya menjelaskan
mengenai KKM dan KKTP. Apa bedanya? Baik
untuk RPP itu istilah bukan istilah baru
atau lama. RPP itu adalah istilah baku
juga. Jadi Bapak Ibu ee di pertemuan
sebelumnya ini bersama I guru juga yang
lalu bahwasanya ada miskonsepsi mengenai
ee penyebutan di kurikulum merdeka ini
ya Bapak Ibu ya. Jadi ada yang
menyebutkan RPM rencana pembelajaran
mendalam itu keliru. Yang benar tuh RPP
atau modul ajar. Nah memang benar tidak
ada KKM yang ada KKTP. kriteria
ketuntasan tujuan pembelajar
ketercapaian tujuan pembelajaran ya
KKPP. Jadi begitu Bu jadi tidak ada
istilah itu sudah istilah baru.
Sedangkan ada juga istilah baru nih
bukan lagi guru tapi pendidik-bu ya itu
yang perlu ditegaskan. Kemudian yang
kedua, bukan siswa atau peserta didik
tetapi murid. Nah, itu semua sudah
tertulis di ee nomenklatur yang terbaru
Bapak Ibu. Jadi penyebutan guru bukan
lagi guru tapi pendidik. Kemudian siswa
peserta didik diganti menjadi murid.
Kemudian
keterampilan proses dan elemen proses
ya. Jadi keterampilan proses dan elemen
proses itu sebenarnya penyebutan saja
Bapak Ibu ya. Jadi sama secara utuh itu
sama. Jadi elemen proses yang mesti
dicapai oleh
ee murid dalam pembelajaran matematika
itu tadi ada penalaran kritis, ada
pemecahan masalah, ada lagi
ee representasi koneksi matematika ya
Bapak Ibu ya. Jadi itu selebihnya sama
keterampilan proses dan elemen proses.
Jadi skill atau keterampilan yang mesti
dicapai sehingga siswa itu mampu atau
murid itu ya saya juga masih salah Bapak
Ibu ya. Jadi murid itu masih mampu untuk
belajar bagaimana cara belajar
matematika yang baik dan cara
mengkomunikasikan matematika dengan baik
yaitu dengan cara elemen proses study
yang mana mencakup
keterampilan-keterampilan yang mesti
dicapai oleh murid.
Mungkin begitu ee Bu Hani.
Baik, terima kasih banyak Bapak untuk
penjelasannya. Sangat jelas sekali Bapak
Ibu. Silakan boleh minta respon
kembalinya dari Bapak Ibu yang tadi
bertanya dan sudah dijelaskan oleh Pak
Lambang. Pak, kira-kira untuk tadi yang
mungkin penggunaan istilah dari guru
menjadi pendidik kemudian dari jadi
peserta didik menjadi murid begitu bisa
Bapak Ibu dapatkan informasinya di mana
Mbak? Pak
ee itu di nomenklatur ada Bu nanti biar
saya informasikan ke Bu Dewi mungkin Bu
ya. Nanti
baik nanti bisa Bapak di ee untuk ee
jadi itu bisa disampaikan melalui Bu
Dewi. Begitu Bapak. Baik, terima kasih
banyak Pak Lambang. Kita akan lanjut di
pertanyaan selanjutnya. Di sini ada
Bapak atau Ibu ini Edri Purwa Selausga.
Bapak pertanyaannya apakah perangkat
pembelajaran dalam kurikulum sekarang
yaitu PM juga membuat modul per materi
Bapak atau pokok bahasan yang ada di
dalam CP atau tidak lagi Bapak untuk
membuat modul yaitu menggunakan RPP dan
bahan ajar dalam perangkat pembelajaran
PM tersebut. Terima kasih. Kemudian
ee in ada Ibu Heni, Bapak ini pertanyaan
sudah terjawab ya Ibu Heni. Terima kasih
banyak. Silakan Bapak untuk pertanyaan
dari Bapak atau Ibu Edri Purwa bisa
dijawab.
Oke. Jadi ee kaitannya dengan ini, Bu
ya. Apa Bu? kaitannya dengan
fase ya apa untuk
sekarang kan ini Bapak pembelajaran
dalam kurikulum kan sekarang yaitu PM ya
juga membuat modul per materi atau pokok
bahasan yang ada di dalam CP atau tidak
lagi Bapak hanya membuat modul ajar
aja gitu dengan menggambungkan RPP. Jadi
sebenarnya ini antara perbedaan modul
Ajar dengan RPP itu bagaimana juga Bapak
ini untuk terkait pertanyaan dari Bapak.
Terima kasih Ibu Hani. Kaitannya dengan
modul ajar atau RPP ibaratnya tuh gini
Bapak Ibu. Modul ajar itu RPP ya sori
RPP itu adalah versi ee singkatnya ya
berarti versi singkat atau rancangannya
dulu ya rencana pembelajarannya dulu
yang mana di dalamnya itu paling mengisi
asesmen atau apa gitu ya. Jadi ada
rubrik dan sebagainya. Tetapi modul ajar
adalah versi lengkapnya. versi
lengkapnya di dalamnya itu ada RPP-nya,
ada bahan ajarnya, ada asesmennya
seperti apa, semuanya tergambar dalam
modul ajar. Jadi modul ajar itu adalah
versi lengkapnya
sedang RPP versi sederhananya. Kalau RPP
kan kita buatnya per topik pembelajaran
Bapak, Ibu ya. Per topik boleh tu atau
mau bikin per TP biar lebih spesifik ya
silakan enggak apa-apa gitu Bapak Ibu
ya. Jadi semuanya tergantung dari Bapak
Ibu dan jadi tidak ada lagi yang namanya
patokan urutan apa patokan yang memang
wajib ee RPP itu harus seperti ini,
harus seperti ini bentuknya. Tidak
harus. Jadi itu ee harus memenuhi empat
elemen ya dalam membuat RPP dan itu akan
dijelaskan di hari kedua. Jadi mohon
bersabar gitu Bu ya. Bu.
Baik terima kasih banyak. Jadi ini RPP
lebih versi singkatnya begitu ya Bapak.
Dan modul ajar ini Bapak Ibu di dalamnya
juga nanti menyangkut RPP, assesment
mungkin perangkat ajar dan materi ajar
dari Bapak Ibu yang akan disampaikan
dalam proses pembelajaran. Begitu ya Pak
Lambang. Baik terima kasih banyak ee
terima kasih banyak Bapak Edri atau Ibu
Edri ini mohon maaf ee terima kasih
sudah merespon ini di dalam chat Zoom.
Baik, silakan Bapak Ibu karena waktu
sudah habis ya untuk sesi diskusi Pak
Lambang. kita sudah cukupkan ya, Pak,
untuk sesi diskusi pada kegiatan kita
malam hari ini. Terima kasih banyak
Bapak, Ibu yang sudah berkenan untuk
bertanya. Dan bagi Bapak Ibu yang memang
belum memiliki kesempatan untuk bertanya
secara langsung ataupun mungkin
pertanyaan belum terjawab ya, nanti bisa
hadir kembali Bapak Ibu di pertemuan
kedua yang tentunya juga akan
dilaksanakan pada malam hari ini pukul
19.30 Waktu SA baret. Baik, selanjutnya
kita akan masuk ke sesi dokumentasi.
Silakan Bapak Ibu yang tidak terkendala
oleh perangkat dan jaringan bisa
mengaktifkan kameranya. Saya akan ambil
dokumentasi dimulai dari slide yang
pertama.
Baik, saya tunggu Bapak Ibu 10 detik.
Baik, 1 2 3.
Kemudian saya lanjutkan di slide yang
kedua. 1 2 3.
Selanjutnya Bapak Ibu yang berada di
slide yang ketiga. 1 2 3.
Kemudian yang berada di slide keempat 1
2 3.
Selanjutnya yang berada di slide kelima.
1 2 3
dan terakhir Bapak Ibu yang berada di
slide ke6 1 2 3. Terima kasih banyak
Bapak Ibu yang sudah berkenan untuk
menyalakan kamera dan mengikuti sesi
dokumentasi kita pada malam hari ini.
Selanjutnya kita akan masuk Bapak Ibu di
sesi terakhir yaitu sesi penutup.
Sebelum kita tutup kegiatan pada malam
hari ini, mohon ketersediaannya Bapak
Lambang Setion bisa menyampaikan closing
statement untuk Bapak Ibu yang hadir.
Oke, saya izin share screen ya, Bu ya.
Oke.
Nah, ini closing statement-nya.
Guru yang hebat ee bukan hanya
mengajarkan apa yang tertulis dalam
materi, tetapi memahami kompetensi apa
yang perlu tumbuh dalam diri murid.
Capaian pembelajaran adalah kompasnya.
Pembelajaran mendalam adalah jalannya.
Besok kita akan melanjutkan perjalanan
ini dengan menerjemahkan arah yang sudah
kita petakan menjadi rancangan
pembelajaran matematika yang inovatif
dan bermakna.
Begitu Ibu Hani, Bapak Ibu semuanya
terima kasih telah menyaksikan.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih banyak, Pak
Lambang untuk pemaparan materinya pada
malam hari ini. Semoga tadi yang sudah
disampaikan bisa menambah ilmu, wawasan
untuk Bapak, Ibu peserta yang hadir di
Zoom meeting maupun yang berada di live
streaming YouTube Cermat Matematika.
Baik Bapak Ibu, dengan begitu kegiatan
malam hari ini sudah selesai. Saya
moderator Hani Okta pamit undur diri.
Terima kasih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Selamat
malam. Salam sejahtera untuk kita semua.
Shalom. Om sastu. Namo budhaya. Salam
kebajikan rahayu. Salam guru era
digital. Guru tetap belajar walau sudah
mengajar. Terima kasih banyak Bapak Ibu
kegiatan sudah selesai. Silakan Bapak
Ibu bisa meninggalkan Zoom meeting.
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Ceramah Singkat: Hidup Untuk Apa? - Syaikh Dr. Malik Husain Sya'ban.
Yufid.TV - Pengajian & Ceramah Islam · English

World War 1 (All Parts, 4k)
Epic History · English

Uma jornada selvagem pela selva de pedra | filme de animação para toda a família!
CineBRX · Portuguese (Portugal, Brazil)

Short Class Design Principles | MySkill
MySkill · English

BUNGA TUNGGAL APLIKASI DERET ARITMATIKA MATEMATIKA WAJIB KELAS XI KURIKULUM MERDEKA VIDEO 1
Matematika Teladan · English

كيف حولتنا الرأسمالية إلى آلات إنتاج؟ من آدم سميث إلى بيونغ تشول هان
أثر الوعي · English

Pengantar Ilmu Ekonomi
Akademi Crypto · Indonesian

The top Five regrets of the dying
nsotd4 · English

شيفرة الزواج / كود الزواج ما ذا يعني لك الزواج
Coach Afaf · English

¿Qué es IA?
Canal Académico Tv UFG · English

Materi informatika kelas 8 pertemuan pertama bab 1 Materi Informatika dan Pembelajarannnya
Buksur · English

Advanced English | 100 C2 Words That Make You Sound Truly Fluent | Dialogix English
Dialogix English · English
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.