Kalian bisa lebih CERDAS dari hari ini asalkan mengikuti cara ini
Foto ini adalah rekaman CCTV dari kasus
perampokan bank terkenal di Amerika
tahun 5 orang ini namanya MAhur Wheeler.
Dia sedang menodongkan senjata pada
pegawai bank. Lucunya dia tahu di situ
ada CCTV, tapi dia nyantai saja
melakukan aksinya. Mengapa? Karena
wajahnya sudah dilumuri jus lemon. Ya,
jus lemon. Jadi dalam keyakinannya dia
yakin bahwa kalau jus lemon dioleskan ke
mukanya, CCTV tidak akan melihatnya.
Tapi apa yang terjadi? Selesai dia
melakukan perampokan, beberapa waktu
kemudian dia ditangkap di rumahnya. Ya,
jelas karena polisi mengenali wajahnya
dari CCTV. Wier pun kaget dan berkata,
"Saya kan pakai jus lemon. Saya kan
pakai jus lemon." Berulang-ulang. Polisi
pun bingung. Emang ada apa dengan jus
lemon? Rupanya setelah diinterogasi,
Willer mengaku terinspirasi dari sebuah
informasi bahwa jus lemon itu bisa
menjadi tinta transparan yang hanya akan
tampak kalau dipanaskan.
Dia pikir itu bisa membuatnya transparan
di kamera. Makanya dia berani melakukan
perampokan.
Ya pasti kalian semua punya pikiran yang
sama. Kok ada ya orang sebodoh itu? Tapi
jangan tertawa dulu, Guys. Karena
kebodohan yang dilakukan Willer bisa
dialami siapapun. Karena kasus ini
akhirnya menjadi perhatian dua orang
psikolog, yaitu David Danning dan Justin
Krueger. Mereka penasaran kok ada orang
sebodoh itu sampai tidak menyadari
kebodohannya sendiri. Mereka melakukan
penelitian pada sekelompok orang dan
menemukan sesuatu yang mengejutkan bahwa
ternyata kalau pengetahuan kita terlalu
minim pada satu bidang secara psikologis
kita cenderung melebih-lebihkan
kemampuan sendiri pada bidang tersebut.
Contoh, kalau kalian terlalu awam dengan
astronomi dan geografi, begitu ada yang
memberikan video tentang konspirasi Bumi
Datar, kalian bisa langsung percaya
bahkan merasa yang paling tahu soal
astronomi dan geografi. Dalam kasus
Wheeler, dia sangat awam soal kimia dan
fotografi. Sehingga begitu ada yang
memberitahu bahwa Jus Lemon bisa menjadi
titta transparan, dia pikir bisa kayak
Harry Potter. Padahal enggak gitu
konsepnya.
Nah, fenomena ini kemudian dikenal
dengan nama Danning Krueger Effect.
Intinya kalian terlalu pede justru
karena pengetahuan kalian terlalu
sedikit. Dan penyakit ini menjadi bagian
dari bias kognitif, kesalahan berpikir
yang menyebabkan kesalahan pengambilan
kesimpulan. Tentu kalian tidak mau
begitu, kan? Tentu kalian mau lebih
cerdas, lebih hati-hati, tidak terjebak
dalam kebodohan seperti yang dialami
Wier. Nah, maka di video ini kita akan
belajar cara belajar. Kalian perlu tahu
bahwa belajar itu ada sainsnya. Kalau
kalian belajar enggak pakai sains,
belajar apapun akan sulit nempel. Nanti
ada beberapa teknik belajar yang efektif
yang dihasilkan dari berbagai
penelitian. Karena itu, Guys, siapkan
akalnya dan siapkan imannya karena kita
akan masuk pada kajian yang bisa membuat
kalian gila. It's possible to know
enough about that subject to think
you're right, but not enough about that
subject to know that you're wrong.
Sebelum kita bahas bagaimana cara
belajar yang efektif menurut sains,
kalian perlu tahu dulu satu hal yang
penting. dalam proses belajar yaitu
metakognisi. [musik] Metakognisi adalah
berpikir tentang berpikir. Intinya
sebaik apa kalian memahami pikiran
kalian sendiri.
cognition and research shows that those
with higher metognition tend to do
better. [musik] On the other hand, if
you have low metognition,
just do whatever you do. This probably
the same thing that your friends are
doing. [musik]
Ada empat kondisi metagognisi. Saya tahu
bahwa saya tahu. Saya tahu bahwa saya
tidak tahu. Saya tidak tahu bahwa saya
tahu. Saya tidak tahu bahwa saya tidak
tahu. [musik] Dua. Yang pertama adalah
metakognisi yang baik. Kalian tahu
apakah kalian tahu atau tidak. Paham
atau tidak paham?
Orang yang punya metakognisi yang baik
akan mudah menerima pelajaran apapun
karena tahu diri.
Tapi dua yang terakhir adalah
metakognisi yang buruk. Kalian tidak
tahu apakah kalian tahu atau tidak tahu,
paham atau tidak paham. [tertawa]
Huh.
Kasus perampokan tadi adalah contohnya.
Wier tidak mempunyai metakognisi yang
baik sehingga dia tidak tahu bahwa
dirinya sebenarnya tidak tahu mengapa
Jus Lemon bisa menjadi tinta transparan.
Akibatnya dia terjebak dalam Krueger
effect. Berani melakukan perampokan yang
pada akhirnya hanya mempermalukan
dirinya sendiri.
So he
hati-hati guys karena keruger effect ini
hampir dialami semua orang yang baru
belajar sesuatu yang baru.
Perhatikan ini adalah kurva yang
ditemukan oleh Daning dan Kluger. Sumbu
vertikalnya adalah tingkat PD kalian,
sedangkan sumbu horizontalnya adalah
tingkat pengetahuan kalian. Perhatikan
bahwa di awal saat kalian baru belajar,
ada kecenderungan kalian sangat PD.
Sehingga kalau kalian tidak bisa
mengontrolnya, kalian bisa melakukan
tindakan bodoh yang tidak kalian sadari.
Flexing pengetahuan, menyepelekan orang
lain, doxing, nyebar fitnah tanpa sadar.
Di sinilah kalian bisa terjebak dalam
kruer effect seperti yang dialami
Willer.
Dunning effecteness.
Makanya dalam menerima informasi apapun
yang baru didengar sebaiknya tahan dulu
untuk berkomentar sekalipun itu bikin
emosi. Karena di posisi ini kalian masih
memiliki metakognisi yang buruk. Kalian
tidak tahu bahwa kalian tidak tahu.
Kalau kalian terlalu PD, hati-hati
kalian berikutnya bisa frustrasi jatuh
ke lembah keputusasaan. Kalian malu
sendiri karena ternyata pengetahuan yang
kalian bangga-banggakan baru seujung
kuku. Nah, salahnya banyak orang
berhenti di titik ini, tidak mau lagi
belajar. Padahal di titik inilah justru
kalian siap belajar karena sudah
mempunyai metakognisi yang baik. Kalian
tahu bahwa kalian tidak tahu.
Maka setelah itu kalau kalian terus
belajar, kalian jadi lebih bijak, lebih
hati-hati, dan mulai tercerahkan. Hingga
pada akhirnya secara perlahan kepedaan
kalian bisa naik lagi bahkan sampai
menjadi seorang expert.
To become an expert
means you spend all this time. It
doesn't happen overnight. You can't just
sit in an armchair and say, "I'm now an
expert. It requires years and years of
study.
Can you tell me
what 57 multiplied
by 135
is?
7695
square root is 87.7
Maka penting memiliki metakognisi yang
baik dari sejak sekolah atau kuliah.
Rocky Gerung pernah berkata, "Ijazah
adalah tanda seseorang pernah sekolah,
bukan tanda dia pernah berpikir. Ya,
karena sedikit sekali orang yang mau
memikirkan secara mendalam apa yang
sebetulnya dipelajari di sekolah. Kalian
hanya mengejar nilai dan ijazah secara
instan. Seakan [musik] dengan modal
ijazah kalian siap kerja. Tapi begitu
masuk dunia kerja, kalian kaget. Dunia
kerja ternyata tidak semudah yang
dibayangkan. Kalian nge-blank, tidak
tahu apa-apa. Seolah pelajaran sekolah
yang dulu dipelajari tidak ada gunanya.
Waktu gua kuliah, gua pikir pendidikan
itu penting. Tapi setelah gua keluar
kuliah, gua baru ngerti ternyata
pendidikan itu tidak penting.
Apakah pelajaran sekolah tidak ada
gunanya atau jangan-jangan kalian saja
yang pada waktu itu masih memiliki
metakognisi yang buruk. Kalian tidak
tahu bahwa kalian tidak tahu apa yang
kalian pelajari. Nah, supaya kalian
mempunyai metakognisi yang baik dan
supaya semua pelajaran bisa nempel,
berikut ini kita bahas beberapa teknik
belajar yang diambil dari buku Make It
Stick. Buku yang ditulis berdasarkan
hasil penelitian.
Pertama adalah retrieval practice.
Retrieval practice sederhananya adalah
latihan mengeluarkan isi otak. Nah, di
sini kalian harus paham bahwa belajar
yang efektif bukanlah menjejalkan segala
informasi masuk ke kepala, tapi justru
harus mengeluarkan apapun yang sudah ada
di kepala.
Kebanyakan kita salahnya adalah belajar
dengan hanya membaca, mendengar, dan
mencatat. Lalu berharap dengan membaca
ulang catatan kita atau membaca bukunya
berulang kali, kita jadi semakin paham
dan ingat. Padahal membaca ulang hanya
akan menciptakan ilusi pengetahuan.
Seolah kalian paham, padahal tidak.
Reading the same thing over and over
again. You get this feeling. [musik]
I'm getting this. I understand this.
Whereas in fact, all
sort of low level recognition. [musik]
Perhatikan, ini adalah kurva yang
disebut forgetting curve. Kurva ini
menunjukkan bahwa apapun yang kalian
baca dan dengar hari ini akan hilang
dari ingatan dalam seminggu secara
bertahap. Itu terjadi karena apapun yang
kalian pelajari hari ini masih tersimpan
di memori di jangka pendek yang sifatnya
sementara. Bagaimana caranya supaya
tersimpan dalam memori jangka panjang
[musik] sehingga kalian tidak lupa lagi?
Caranya bukanlah dengan membaca buku
berulang-ulang, tapi dengan menguji diri
sendiri sebaik apa kalian menjelaskan
ulang atau mengerjakan soal sesegera
mungkin setelah kalian tutup bukunya.
[musik]
is to try to recall it later [musik]
what you read. And so give yourself one
of the desirable differ is retrieval
practice. [musik] And so give yourself a
lot of tests as you're going. Maybe go
read something else, do something else,
come back and now [musik] try to answer
these questions. Or even just write out
what did I just read? What were the main
points? [musik]
Perhatikan ini adalah jurnal penelitian
Henry L. Rodiger, salah satu penulis
buku MACK. Dalam penelitiannya dia
membandingkan apakah orang yang banyak
membaca atau yang mengerjakan soal yang
paling kuat ingatannya. Perhatikan
grafiknya. SS SS ini artinya study
[musik] study study study. Kelompok yang
hanya disuruh baca buku empat kali.
Sedangkan [musik]
SST study study study test baca tiga
kali satu kali tes dan sttt
study tes tes tes. Baca satu kali tapi
dites tiga kali. Memang saat jedanya
baru 5 menit, yang baca empat kali lebih
unggul ingatannya. Tapi begitu dibiarkan
seminggu, ingatannya langsung drop. Tapi
justru yang cuman baca satu kali tapi
dites tiga kali ingatannya masih kuat
sampai seminggu. Artinya semakin banyak
kalian mengerjakan soal, menjawab
pertanyaan-pertanyaan, justru ingatan
[musik] kalian semakin kuat.
Kayak banyak orang kan bilang gua pintar
matematika. Padahal ada fasenya gua
struggle banget belajar tuh kayak orang
gila. Jadi gua beli del buku, Bro, dulu
K10. Tiap hari gua kerjain. Kerjain
setiap hari bisa satu soal, 200 soal gua
kerjain gitu.
Teknik kedua yang harus kalian lakukan
adalah space repetition. Artinya
pengulangan berjarak atau pengulangan
terjadwal. Jadi penelitian tadi yang
dites tiga kali bukan ditesu waktu atau
1 hari, tapi dijeda satu atau 2 hari.
Mengapa teknik jeda atau berjarak ini
efektif untuk mengingat jangka panjang?
Ingat forgetting curve stud. Sekalipun
kalian belajar jungkir balik semalaman,
ingatan kalian semakin turun dari hari
ke hari. Nah, dengan memberikan jeda
lalu dengan mengulangnya lagi dalam
beberapa hari di antara 7 hari akan
menginterupsi kurva ini. Memang saat
kalian mengulang kalian akan ingat
sebagian dan lupa sebagian. Justru di
situlah pentingnya teknik ini. Dengan
terus mengisi bagian yang lupa, otak
akan menganggap bagian ini penting. Para
ilmuwan sering menyebutnya testing
effect. Efek di mana otak akan
menguatkan jejak-jejak memori dan mulai
menyimpannya di ingatan jangka panjang.
If you review or better yet actively
retrieve the material at increasingly
spaced intervals after learning it, then
the forgetting curve starts to flatten
out and get a lot better longterm
retention. Nah, teknik ini bertentangan
dengan kebiasaan kalian belajar sistem
kebut semalam. Belajar semalaman hanya
untuk ujian besok pagi. Memang beberapa
jam setelah itu kalian masih ingat, tapi
selesai ujian kalian benar-benar lupa
ingatan. Jadi daripada kalian belajar 3
jam semalaman, lebih baik kalian bagi
misalnya 1 jam hari Senin, 1 jam hari
Rabu, 1 jam hari Jumat dengan materi
yang sama. Dijamin materi tersebut akan
lebih nempel. And this is quite
surprising. In fact, some studies show
that students tend to believe that it's
better to do them all at once because
you get a boost to your short-term
memory. But if you want any hope of
remembering it going into the future,
it's much better space.
Nah, teknik yang ketiga yang paling
menarik dari para peneliti adalah
interliiving, yaitu mencampur pelajaran.
Mungkin selama ini kalian sering
mendengar bahwa kalau mau belajar
sesuatu, fokus dulu pada satu hal sampai
mahir baru belajar yang lain. Ternyata
ini tidak sepenuhnya benar. Justru yang
paling efektif adalah belajar beberapa
hal secara bergantian.
Misalnya dalam salah satu penelitian
ternyata interliing efektif meningkatkan
nilai ulangan matematika.
Dalam penelitiannya, para siswa dibagi
jadi dua kelompok, yaitu kelompok
blocking dan kelompok interliing.
Kelompok blocking diberi PR mengerjakan
soal matematika dalam urutan yang jelas.
Misalnya, menghitung volume balok
terus-menerus. Lalu setelah itu disuruh
menghitung volume kerucut terus-menerus.
Sedangkan kelompok interliving diberi PR
secara acak. Mereka disuruh menghitung
volume balok, kerucut, dan prisma secara
bergantian. Hasilnya ternyata kelompok
interliving yaitu yang diberi soal acak
nilainya dua kali lipat lebih unggul
dibanding kelompok blocking.
Nah, cara ini bisa kalian terapkan pada
pelajaran apapun atau keterampilan
apapun. Daripada berlatih menyelesaikan
satu masalah yang sama berulang-ulang,
lebih baik kalian berlatih menyelesaikan
beberapa masalah yang berbeda sekaligus.
Mengapa cara ini efektif untuk
meningkatkan kecerdasan sekaligus
memperkuat ingatan? Karena menurut para
peneliti dengan teknik interliing, otak
kita dipaksa untuk mencari pola, memilih
strategi yang tepat dalam menyelesaikan
masalah yang berbeda sehingga siap untuk
menghadapi kenyataan yang seringkiali
random.000
1,000 21,000
motor skills researchers
noticed starting 30 40 years ago that
actually if you gave the same number of
learning trials
but inter them
then performance better on the long
term.
Dan selain itu, dengan menyelesaikan
masalah yang berbeda, otak akan lebih
sering mengakses memori jangka panjang
untuk membanding-bandingkan berbagai
strategi sehingga secara tidak sadar itu
memperkuat jejak-jejak memori yang sudah
ada. Something wrong in law school?
How do you know I'm in law school?
No, I just know the book.
I'd seen it before 12 years ago in
college sitting on the couch of a TA I
was trying to make waiting for her to
come back out of the bathroom hoping
have a condom.
unci
never
the time was
Nah itulah tiga teknik belajar yang
disarankan sains yang sudah teruji
dengan berbagai penelitian. Nah, tapi
tiga teknik itu tidak bisa dipisah tapi
merupakan satu kesatuan.
Pertama, retrieval practice. Paksa otak
untuk lebih sering mengeluarkan isinya
daripada diisi terus-terusan. Kedua,
retrieval practice itu harus
diulang-ulang secara berjeda. Dan
ketiga, coba mix dengan pelajaran lain
supaya otak bisa menemukan pola. Nah,
tiga cara ini tidak akan berhasil kalau
kalian menyerah duluan karena dianggap
sulit. Justru di sinilah tantangan
beratnya. Tiga teknik tadi justru
sengaja diciptakan untuk membuat kalian
mengalami apa yang oleh para ilmuwan
disebut desire difficulties. Kerumitan
yang diinginkan otak. bahwa otak
sebetulnya menginginkan kalian berpikir
keras di awal agar menemukan dengan
mudah solusi-solusi masalah kehidupan di
kemudian hari. Tapi kalau kalian hanya
ingin yang instan-instan saja saat
belajar dengan mencontek, minta bantuan
AI atau dikerjakan orang lain, selamat
menikmati kebodohan dan menjadi bahan
tertawaan.
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

🚨 LA PATTERN HISTORIQUE se répète : BTC et XRP foncent vers CETTE zone !!
Preda Crypto · English

Tense 11: Future Perfect Tense Detailed Explanation
Learn With Asad ullah · English

English for Beginners #1: Introducing Yourself | Easy English at Home
Easy English at Home · Indonesian

Del chat al Sistema con Claude: Bienvenido a la Ultraproductividad
Growit School · English

F338-Hukum 2 termodinamika ,perumusan Kelvin-Planck ,Clausius dan entropi
gprofis freddymul · English

Sun in 1st House | जन्म लग्न मे Sun व्यक्ति को कैसा फल देते हैं | 📞8799705626/ 8307436568 |
Astrologer Shikha - Shailesh Jain · English

ILUSTRASI | DUKA BANDA ACEH | 26 Desember 2004, Tsunami Terbesar yang Pernah Terjadi
ATLAS BENCANA · Indonesian

ما البصمة التي تركها والدك بداخلك
Coach Afaf · English

DanTDM Warned Us About KSI... And He Was Right All Along
Unfiltered Influence · English

مهرجان دنيا | سادات و فيفتى و فيلو (البوم الحيطه ليها ودان) توزيع الدكتور عمرو حاحا
سادات العالمي - Sadat El 3almy · English

Materi Kelas 12 BAB 4 B. Warga Negara Muda Merancang Model Rancang Bangun dan Menerapkan (RANUMKAN)
Indra Edu · Indonesian

Framework 13 Pro: The Modular Laptop is Real!
Marques Brownlee · English
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.