Penipuan TerBESAR Sepanjang Sejarah (Karena Matematika) | Eksponen & Logaritma Ep. 1
dahulu kala di sebuah kerajaan Persia
ada seorang penipu yang membuat papan
catur untuk klien kelas atas penipu
tersebut memiliki keterampilan kerajinan
yang luar biasa
kebetulan salah satu kelainan adalah
seorang raja yang sangat menyukai catur
dan saat si penipu sebelumnya berurusan
dengan raja dia menyadari bahwa Raja itu
kurang fasih dalam matematika tapi dia
sangat bangga dan menganggap dirinya
sebagai orang yang paling bijaksana di
dunia mengetahui kelemahan raja tersebut
penipu menyusun rencana untuk menipu
raja dan meraos sejumlah hartanya suatu
hari rajin ingin membeli papan catur
baru penipu berkata kepada raja raja Aku
tidak ingin uang ataupun Permata Untuk
papan catur ini yang aku inginkan
hanyalah sedikit beras raja yang
menganggap diri sebagai orang cerdas
menjawab Aku punya beras kamu mau berapa
banyak beras
penipu pun membalas yang aku inginkan
hanyalah dua butir beras di kotak
pertama 4 butir di kota kedua 8 butir di
kota ketiga 16 butir di kota keempat dan
begitu seterusnya sampai semua kotak
terpenuhi
[Musik]
tanpa berpikir panjang Raja membalas
kalau papan catur yang penuh dengan
beras aku bisa memenuhinya
tidak lama dari itu raja memerintahkan
prajurit untuk mulai menghitung jumlah
beras kotak pertama menelan biaya 2
butir beras kota kedua 4 butir beras
selanjutnya 8 lalu 16 lalu 32 begitu
terus dan sampai di akhir baris pertama
dia sudah sampai 256 butir yang
sebenarnya belum berarti apa-apa bagi
Raja tapi di baris kedua situasi semakin
tidak terkendali karena kotak terakhir
menelan biaya
rp65.536 butir beras
di kota ke-20 angkanya menjadi satu juta
butir dan di kota ke-40 itu sudah lebih
dari satu dan butir beras yang mana itu
jauh lebih besar dari air Haji miliki
Raja pun resah dan panik
lalu si penipu mencoba menenangkan
kekhawatiran Raja dengan menyarankan ya
Raja jangan khawatir kalau Raja tidak
punya cukup beras Raja bisa membayarnya
dengan emas ataupun tanah saat itulah
Raja menyadari bahwa dia telah ditipu
apa yang baru saja terjadi dan Kenapa
raja bisa tertipu
Raja gagal melihat yang namanya
pertumbuhan eksponensial Nggak cuma Raja
kita juga seringkali salah memahami
sifat eksponensial kita lengah ketika
melihat angka yang awalnya kecil tapi
kaget ketika angkanya tiba-tiba jadi
sangat besar Padahal kalau kita memahami
sifat pertumbuhan eksponensial kita bisa
mengira-ngira kalau trennya itu akan
mengarah ke sana
ini adalah data covid 19 Indonesia
Gimana kalau kalian ingat waktu itu kita
semua menertawakan covid ketika angkanya
masih kecil dan mungkin ini karena
alasan yang sama yang membuat Raja
tertipu kita gagal memahami sifat
pertumbuhan eksponensial
di seri video ini kita akan membahas
sifat eksponensial secara mendalam yang
materinya diambil dari bab 1 dari buku
Matematika kurikulum Merdeka kelas 10
tujuannya supaya kita bisa memiliki
intuisi dan cara berpikir eksponensial
yang kalau kita tidak pelajari itu
sangat tidak intuitif kita akan melihat
bagaimana eksponensial itu menyentuh
banyak sekali fenomena-fenomena di
kehidupan kita kita akan melihat apa
yang Albert Einstein bilang sebagai
keajaiban dunia ke-8 dan implikasinya
pada keuangan dan teknologi kita akan
bertanya pertanyaan besar seperti Kenapa
manusia berhenti bertumbuh padahal tidak
pernah berhenti makan dan juga kenapa
umur manusia itu cuman sampai 100 tahun
aja kenapa nggak 1000 ataupun 1 juta apa
yang menentukan batasannya dan kenapa
hampir semua perusahaan itu hanya hidup
untuk beberapa tahun sedangkan kota itu
bisa terus bertumbuh Apa yang membuat
keduanya berbeda
tapi sebelum kita bahas itu semua Ada
baiknya kalau kita bahas yang dasar dulu
yaitu definisi eksponen misalkan ada
bentuk 2 dan di atasnya ada 5 Atau biasa
kita sebut dua pangkat 5 Dimana 2 disini
kita sebut sebagai angka pokok sedangkan
5 kita sebut sebagai eksponen atau
seringkali disebut sebagai pangkat
keduanya artinya sama aja
bentuk 2 pangkat 5 ini sebenarnya adalah
cara singkat untuk menuliskan dua kali
dua kali dua kali dua kali dua atau
perkalian 2 sebanyak 5 kali Nah nggak
harus dua dan lima dua pangkat 5 di sini
bisa diganti dengan x pangkat n yaitu
perkalian x sebanyak n kali Oke
seringkali ada yang takut kalau lihat
huruf-huruf kayak gini tapi kalian gak
perlu takut karena X dan n di sini
Artinya mereka bisa diganti dengan
bilangan bulat apapun contohnya 3 ^ 2 ya
artinya perkalian 3 sebanyak 2 kali 4
pangkat 4 ya perkalian 4 sebanyak 4 kali
Oke untuk contoh ini kita balik pakai 2
dan 5
sekarang kalian pasti ingat pas SD kita
udah pernah belajar kalau dua kali lima
itu dua tambah dua tambah dua tambah dua
tambah dua karena kita tahu perkalian
adalah penjumlahan berulang nah eksponen
itu mirip kayak perkalian tapi naik
levelnya Jadi bukan penjumlahan berulang
tapi perkalian berulang
Sekarang kita coba kembali ke papan
catur dan menelusuri apa yang terjadi
sehingga jumlah beras yang harus dibayar
aja itu jadi besar banget sampai-sampai
Raja gak bisa bayar tadi si penipu
meminta raja 2 butir brush di kotak
pertama 4 butir di kota kedua 8 butir di
kota ketiga 16 butir di kota keempat 32
butir di kota ke-5 dan polanya terus
berlanjut jelas di sini si penipu
meminta dengan menggunakan pola eksponen
yaitu pengulangan perkalian Sekarang
kita coba bayangkan apa yang terjadi
kalau Raja meminta penipu mengubah
peraturannya menjadi pola perkalian
yaitu pertambahan berulang Jadi kalau
tadi pada pola eksponen kali dua
sekarang pola perkalian tambah dua
sehingga di kotak pertama butuh 2 butir
selanjutnya tambah dua tambah dua tambah
dua
sehingga di Kota ke-5 Raja hanya perlu
memberikan 10 butir beras bukan 32 butir
dan di akhir baris pertama Raja hanya
perlu 16 butir beras bukan 256 butir
kalian sadar gak sih semakin jauh Kotak
Semakin besar perbedaan jumlah beras
antara pola eksponen dengan pola
perkalian
di kota ke-20 hanya 40 butir bukan satu
juta butir
dan di kotak ke-40 hanya 80 butir bukan
satu triliun butir
dan ini menimbulkan Pertanyaan kenapa
yang awalnya pola eksponen dan pola
perkalian menghasilkan angka yang
mirip-mirip tapi semakin lama perbedaan
antara keduanya jadi jauh banget
[Musik]
kita coba ilustrasikan di grafik kalian
bisa lihat ketika bermain dengan pola
perkalian maka pertumbuhannya adalah
tambah dua tambah dua tambah dua tambah
dua tambah dua tambah dua tambah dua
jadi kita berhadapan dengan sesuatu yang
bertumbuh secara tetap dalam kasus ini
tambah dua
sedangkan ketika kita bermain dengan
pola eksponen kita berhadapan dengan
sesuatu yang bertambah tidak lagi tetap
awalnya tambah dua jadi tambah 4 lalu
tambah 8 tambah 16 tambah 32 tambah 64
tambah 128 sehingga kita tidak lagi
berhadapan dengan pertumbuhan tetap tapi
pertumbuhannya pertumbuhan
karena memang eksponensial itu terjadi
ketika tingkat pertumbuhannya itu
proporsional dengan nilai sebelumnya
jadi ada perputaran feedback positif di
mana semakin besar angka sebelumnya
semakin besar angka pertumbuhannya
sekarang dan karena angka yang sekarang
semakin besar maka angka pertumbuhan
sesudahnya juga semakin besar Begitu
juga dengan sesudahnya dan sesudahnya
dan sesudahnya dan sesudahnya
dan sesudahnya Oke cukup intinya pada
pola eksponen ada perputaran feedback
positif yang terus berlangsung sehingga
menyebabkan pertumbuhannya semakin lama
semakin besar
contoh sehari-harinya Gini misalnya ada
dua orang teman yaitu Anton dan Budi
mereka sama-sama menabung uang mereka
sebanyak 1 juta perbulan selama 50 tahun
bedanya Budi menabung di bank dan
mendapatkan Bunga 6% per tahun sedangkan
Anton menaruh uangnya di bawah bantal
jadi nggak dapat bunga
[Musik]
kita bisa lihat di sini karena Budi
mendapatkan bunga dan menabung kembali
bunganya tabungan Budi mengikuti bentuk
dari sifat eksponensial dimana
pertumbuhannya tidak tetap tapi
pertumbuhan dari nilai tabungan Budi itu
terus bertumbuh sehingga di tahun ke-50
Tabungan Anton itu nilai yang 600 juta
sedangkan tabungan Budi Itu sudah
berlipat menjadi 3,5 miliar atau hampir
6 kali lipat dari Tabungan Anton Oke
kita akan bahas Lebih Detail terkait
keuangan di video selanjutnya Sekarang
kita coba kembali ke papan catur dan
Coba telusuri lebih dalam konsekuensi
dari perputaran feedback positif yang
tadi kita bahas
dalam pola eksponen kita bisa melihat
jarak dari kotak satu ke kotak 2 itu
hanya beda 2 butir
sedangkan kalau kita loncat dan melihat
jarak dari kotak 10 ke kotak 11
itu bedanya
1024 butir harusnya kalian udah paham
ini dimana hal ini adalah konsekuensi
dari perputaran feedback positif tadi
dimana karena jumlah butir kotak 10
lebih banyak dari kotak 1 dan karena
sifat eksponensial itu tingkat
pertumbuhannya proporsional terhadap
nilai sebelumnya maka masuk akal banget
kalau selisih kotak 11 dengan kotak 10
itu jadi jauh lebih besar dari selisih
kotak 2 dengan kotak 1 sekarang Coba deh
kalian perhatiin ada satu hal yang
menarik di sini yaitu asimetri yang
diciptakan oleh putaran fitwick positif
ini apa maksudnya asimetry maksudnya
gini kalau kita menghitung jumlah butir
di seluruh papan catur ini maka setengah
pertama atau dari kotak satu hingga
kotak 32 itu jumlahnya 8,5 milyar butir
beras atau sekitar 560 ton beras
sedangkan setengah kedua atau dari kotak
33 hingga 64 itu jumlahnya 36 juta
triliun butir brush atau sekitar 2,3
triliun jadi dalam persentase setengah
pertama itu merepresentasikan cuma
0,000000002% sedangkan setengah kedua
itu
99,9999999998% jadi yang membuat Raja
kesulitan membayar si penipu adalah
setengah kedua dari papan catur ini dan
efek asimetri inilah yang request well
seorang ilmuwan dan penulis tentang
teknologi sebut sebagai The Second half
just effect dia menggunakannya untuk
mendeskripsikan waktu dimana
perkembangan teknologi yang eksponensial
sudah terlalu cepat sampai-sampai tidak
lagi terkontrol dan akhirnya mencapai
singularitas
kita akan bahas teknologi nanti ya kita
balik ke notasi matematika
dari tadi kita udah membahas
eksponensial dengan mengaitkannya dengan
pertumbuhan kalau kita kaitkan ke notasi
matematika yang tadi kita udah bahas Ada
cara lain untuk menginterpretasikan
notasi matematika tersebut
dimana angka pokok adalah faktor
pertumbuhan atau nilai yang kita
dapatkan dengan mengambil nilai
pertumbuhan dan membaginya dengan
pertumbuhan sebelumnya jadi faktor
pertumbuhan ini berbicara tentang
seberapa besar pertumbuhannya bertumbuh
dibandingkan pertumbuhan sebelumnya
sedangkan pangkat adalah waktunya dan
kalau ada angka di awalnya itu
melambangkan nilai awal
contohnya gini misalnya ada bakteri yang
berkembang biak dengan cara membelah
dirinya menjadi dua tiap satu hari dan
kita mulai dengan 3 bakteri
maka kita bisa menuliskan persamaan
untuk awal yaitu 3 dikali 2 pangkat nol
yang sama dengan 3 dimana 3 di awal
melambangkan jumlah bakteri di awal 2
adalah faktor pertumbuhan karena
bakterinya membelah diri jadi dua dan 0
adalah waktunya Karena ini masih di awal
sehingga di hari-hari berikutnya kita
tinggal mengubah nilai pangkatnya aja
[Musik]
Oke kita udah mendengar cerita legenda
Persia Bagaimana seorang penipu penipu
Raja dengan sifat eksponensial
kita juga sudah melihat intuisi dasar
dari sifat eksponensial
dan kita juga udah melihat cara
interpretasi notasi matematika
eksponensial dalam konteks pertumbuhan
terakhir nih ada teka-teki yang kalian
bisa coba buat langsung di rumah
misalnya ada segitiga sama sisi
lalu peraturannya di setiap sisi dari
segitiga yang tegak kita gambar titik di
tengah Sisinya dan tarik garis pada
titik-titik tersebut sehingga menjadi
segitiga baru yang terbalik
dan kita bisa melakukan Aturan ini
terus-menerus
pertanyaannya Berapa jumlah segitiga
terbalik yang terbentuk di putaran yang
keempat dan apa kalimat yang cocok untuk
merepresentasikan jumlah segitiga
tersebut Coba tulis di kolom komentar
dan jangan lupa subscribe supaya nggak
ketinggalan video berikutnya
[Musik]
[Musik]
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Artificial Intelligence (AI) in Education (2 Minutes)
BioTech Whisperer · Indonesian

I Tried to Buy Paladins… and Hi-Rez Answered.
The Paladins 2 project · English

Inside the tiny Highland school with just two pupils | BBC Scotland News
BBC Scotland · English

Which Raleigh NC Suburb Fits You Best?
Living in Raleigh · English

Bahasa Indonesia Kelas 6 Tema 9 Mengidentifikasi alur/ plot cerita #bahasaindonesia #alurcerita
Bunda Heny Channel · English

Pakar ITB Ungkap Penyebab Banjir Sumatera, Termasuk Hilangnya Resapan
Kompas.com · Indonesian

Selfie Sociology - Apa sih Sosiologi itu?
Sociozine · Indonesian

Bilangan Berpangkat (3) - Bilangan Berpangkat Pecahan, Bentuk Akar - Matematika SMP
Le GuruLes · Indonesian

MATERI BOLA BASKET SMA/SMK PENJASKES (Permainan Bola Besar)
Thinkdonk · English

Rahasia Cara Kerja Mesin Pencari Internet | Google, Bing, Yahoo… Apa Bedanya? | Informatika Kelas 7
Cakap Informatika · Indonesian

Sosiologi Kelas XI: Pembentukan Kelompok Sosial
Pahamify · Indonesian

Drama Tradisonal Jawa "Pedhut Kasidan" episode 1
arswendoo · Indonesian
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.