Full Transcript

·YouTLDR

Mereka Hidup Tanpa Listrik, Suku Kajang Desa Ammatoa Bulukumba Sulawesi Selatan

5:36IndonesianTranscribed Jul 25, 2026
0:00

[Musik]

0:04

[Tepuk tangan]

0:09

[Musik]

0:11

Kabupaten Bulukumba Kecamatan Kajang

0:14

Sulawesi Selatan memiliki kawasan desa

0:16

adat yang menarik untuk dikunjungi tak

0:19

melulu soal keindahan alam di sekitarnya

0:21

tetapi juga soal tradisi yang masih

0:24

terus dijaga

0:26

masyarakatnya desa Kajang amatoa berada

0:29

di wilayah administrasi desa tanatoa

0:32

yang merupakan tanah tertua di dunia

0:35

karena kepercayaan

0:36

masyarakatnya Desa ini menempati lahan

0:39

seluas

0:40

331 hektar dan wilayahnya dikelilingi

0:43

hutan tanpa jalanan

0:45

beraspal lokasinya sendiri berjarak 56

0:48

km dari Kota

0:50

Bulukumba mengunjungi Desa kajangamatoa

0:53

akan memberikan pengalaman menarik untuk

0:56

belajar tentang kearifan lokal

0:58

masyarakat yang terus menj jaga budaya

1:00

dan adat istiadatnya selama

1:05

bertahun-tahun suku Kajang merupakan

1:08

suku tradisional yang menempati

1:10

Kabupaten

1:11

Bulukumba daerahnya terbagi dalam Del

1:14

desa dan en Dusun Secara geografis

1:17

daerah Kajang terbagi dua yaitu Kajang

1:20

dalam atau tua Kajang dan Kajang luar

1:23

atau

1:24

tuaembang orang Kajang luar cenderung

1:27

hidup lebih modern dan bisa menerima

1:29

apan seperti teknologi dan

1:33

listrik berbeda dengan Kajang dalam di

1:36

sana tidak ada listrik dan

1:38

orang-orangnya tidak diperkenankan

1:40

menggunakan sandal sebab dianggap dibuat

1:42

dari

1:44

teknologi hingga saat ini suku Kajang

1:47

dikenal dengan hukum adat yang masih

1:49

kental mereka akan menjauhkan diri dari

1:51

segala hal yang berbau

1:56

modernisasi Pemimpin tertinggi pemangku

1:58

adat Kajang ialah

2:00

dalam menjalankan tugasnya ia dibantu

2:03

oleh adat Li karaeng talu yaitu kala

2:06

Lombok di bidang urusan luar dan dalam

2:09

kawasan galo di bidang kehutanan dan

2:12

lingkungan hidup gala maleleng di bidang

2:14

perikanan dan kelautan Puang karaeng di

2:17

bidang pemerintahan dan pembangunan

2:20

serta sulehatan di bidang pemerintahan

2:22

khusus di

2:24

[Musik]

2:26

tambanganar

2:28

sukajangad Kara adat yang dianggap

2:31

sakral bahkan ketika memasuki kawasan

2:34

Desa pakaian harus serba hitam bagi

2:37

mereka hitam memiliki makna kekuatan dan

2:39

persamaan dalam segala hal sederhananya

2:42

tak ada warna hitam yang lebih baik

2:44

antara satu dengan lainnya semua hitam

2:47

adalah

2:50

sama untuk transportasi Jangan harap ada

2:53

kendaraan modern karena mereka terbiasa

2:55

bepergian dengan menunggang kuda

2:58

sedangkan mata pencarian warganya di

3:00

bidang pertanian seperti jagung padi ubi

3:03

cengkeh Kakao buah-buahan dan

3:07

karet Sebagian besar masyarakat suku

3:09

Kajang memeluk agama Islam namun mereka

3:12

juga punya kepercayaan adat yang disebut

3:15

patuntung patuntung diartikan sebagai

3:17

mencari sumber kebenaran bila manusia

3:20

ingin mendapat kebenaran mereka harus

3:22

bersandar pada tiga pilar yaitu Tuhan

3:25

tanah dan nenek

3:28

moyang desain rumah adat desa Kajang

3:31

amatoa terdiri dari dapur ruang tamu dan

3:34

ruang tidur wanita yang masih lajang

3:37

akan menempati ruang

3:39

terpisah di lantai atas terdapat gudang

3:42

yang disebut para untuk menyimpan bahan

3:44

pangan seperti padi dan jagung bagian

3:48

tengah rumah disebut kalebala yang

3:49

berfungsi untuk hunian sedangkan bagian

3:52

kaki rumah disebut sirih dan fungsinya

3:54

untuk kegiatan menenun menumbuk padi

3:57

atau jagung dan tempat hewan ternak

4:01

dalam membangun rumah tidak

4:02

diperkenankan menggunakan bahan batu

4:04

bata atau tanah karena mereka percaya

4:06

bahwa hanya orang mati yang diapit liang

4:09

lahat dan

4:10

tanah jika ada keluarga suku Kajang yang

4:13

membangun rumah menggunakan batu mereka

4:15

akan dianggap telah mati oleh warga lain

4:18

satu hal yang pasti semua rumah adat

4:20

menghadap ke barat Bukan Tanpa Alasan

4:23

barat dianalogikan sebagai simbol dari

4:26

keberadaan nenek moyang mereka cua

4:29

bangunan pun dibuat sama tanpa perbedaan

4:31

sedikit pun sebagai ungkapan keseragaman

4:33

dan

4:35

kesederhanaan di dalam setiap rumah Tak

4:37

ada satupun peralatan rumah tangga tak

4:40

ada kasur maupun kursi Bahkan tak ada

4:43

listrik namun warga mendapatkan cahaya

4:46

dari lampu yang terbuat dari kemiri yang

4:48

dicampur kapas dan dibentuk seperti

4:51

lilin bila ingin berkunjung ke suku

4:54

Kajang amatoa pastikan kalian mengenakan

4:57

pakaian serba hitam karena ini diwajib

5:00

untuk mematuhi aturan untuk pria

5:02

diwajibkan mengenakan ikat kepala dan

5:04

tak mengenakan alas

5:08

[Musik]

5:28

kaki

5:33

foreign

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free