0:00
Selama ratusan tahun, rakyat di berbagai
0:03
daerah melawan kolonialisme dan
0:05
imperialisme bangsa Eropa
0:08
dari perang Aceh, perang di Penegoro
0:10
hingga perlawanan di Bali dan Maluku.
0:14
Namun, perjuangan itu masih bersifat
0:16
kedaerahan, berjalan sendiri-sendiri
0:19
sehingga mudah untuk dipatahkan.
0:22
Barulah sejak tahun 198,
0:25
arah perjuangan bangsa Indonesia mulai
0:27
berubah. Strategi perjuangan kini tidak
0:30
lagi hanya mengandalkan senjata,
0:33
melainkan lewat pendidikan, organisasi,
0:36
dan kesadaran akan persatuan kebangsaan.
0:40
Karena itu, tahun 1908 dikenal sebagai
0:43
awal pergerakan nasional Indonesia.
0:47
Terdapat perbedaan ciri perjuangan
0:49
sebelum dan sesudah tahun 1908.
0:53
Sebelum lahirnya kesadaran nasional,
0:55
perjuangan dipimpin oleh para raja,
0:57
bangsawan, atau tokoh agama.
1:01
Setelah 1908, perjuangan digerakkan oleh
1:04
kaum terpelajar melalui organisasi
1:07
modern. Jika sebelumnya perjuangan
1:09
bersifat lokal, kini cakupannya
1:11
nasional. Dengan adanya kerja sama antar
1:14
daerah, cara perjuangan pun ikut
1:16
berubah. yang semula mengandalkan fisik
1:19
dan senjata kini menggunakan jalur
1:21
modern lewat media, perundingan,
1:24
pendidikan, dan lobi politik. Selain
1:27
itu, perjuangan yang dahulu bertumpuh
1:29
pada pemimpin karismatik mulai
1:31
digantikan dengan perjuangan melalui
1:33
organisasi sehingga ada proses
1:36
kaderisasi dan kesinambungan gerakan.
1:40
Yang paling penting, perjuangan sebelum
1:42
1908 cenderung spontan, reaktif terhadap
1:46
peristiwa tertentu. Setelah 1908,
1:50
perjuangan memiliki visi yang jelas,
1:52
kemerdekaan Indonesia.
1:55
Lalu apa yang mendorong lahirnya
1:56
pergerakan nasional? Ada dua faktor yang
1:59
mempengaruhi lahirnya pergerakan
2:00
nasional. Faktor internal dan eksternal.
2:05
Faktor internal berkaitan dengan kondisi
2:07
di dalam negeri pada saat itu. Pertama,
2:10
kondisi sosial, ekonomi, dan politik
2:13
yang kacau akibat penjajahan Belanda
2:15
menimbulkan penderitaan rakyat di
2:19
Kedua, lahirnya kaum terpelajar pribumi
2:22
sebagai hasil politik etis yang membawa
2:25
cara pandang baru dan menjadi motor
2:28
penggerak organisasi.
2:30
Ketiga, adanya kenangan akan kejayaan
2:33
bangsa di masa lalu seperti kerajaan
2:35
Sriwijaya dan Majapahit yang
2:38
membangkitkan kembali semangat untuk
2:40
merdeka. Faktor eksternal berarti
2:43
peristiwa di luar negeri yang
2:45
mempengaruhi lahirnya pergerakan
2:49
Pertama, keberhasilan pergerakan
2:51
nasional di negara lain seperti Cina
2:54
dengan Dr. Sunyatsen,
2:56
India dengan Mahatma Gandhi, Turki
2:58
dengan Mustafa Kemal Atatuk, dan Mesir
3:01
dengan pergerakan pan Islam memberi
3:04
inspirasi dan harapan.
3:06
Kedua, kemenangan Jepang atas Rusia pada
3:09
tahun 1905 menunjukkan bahwa bangsa Asia
3:13
mampu mengalahkan bangsa Barat sehingga
3:16
menumbuhkan rasa percaya diri bangsa
3:19
Indonesia. Ketiga, berkembangnya
3:22
paham-paham baru seperti nasionalisme,
3:24
demokrasi, dan sosialisme yang masuk
3:27
melalui pendidikan dan bacaan sehingga
3:30
memperkaya cara pandang kaum pergerakan
3:33
dalam memperjuangkan kemerdekaan.
3:37
Dengan berbagai faktor pendorong ini,
3:39
muncullah organisasi-organisasi yang
3:41
menjadi tonggak pergerakan nasional
3:45
Pergerakan nasional tidak lahir
3:46
sekaligus matang. Ia tumbuh melalui
3:48
beberapa fase yang mencerminkan sikap,
3:51
tujuan, dan cara berjuang
3:53
organisasi-organisasi
3:57
Fase pertama adalah fase awal atau fase
3:59
perkembangan. dimulai sekitar tahun 1908
4:06
Pada masa ini, organisasi seperti Budi
4:08
Utomo dan syarekat Islam lebih
4:11
menekankan pada bidang sosial,
4:13
pendidikan, dan ekonomi.
4:16
Tujuan mereka sederhana, meningkatkan
4:18
martabat bangsa melalui perbaikan
4:20
kesejahteraan dan pendidikan, bukan
4:23
melalui politik langsung. perjuangannya
4:26
lebih bersifat kooperatif karena masih
4:29
percaya jalur damai dan modernisasi bisa
4:32
mengangkat derajat bangsa.
4:35
Memasuki fase radikal sekitar tahun
4:40
arah perjuangan mulai berubah.
4:42
Organisasi seperti Indis Party,
4:45
Perhimpunan Indonesia hingga Partai
4:48
Komunis Indonesia mulai menuntut
4:50
kemerdekaan secara terbuka. Mereka
4:53
menolak jalan damai dengan Belanda dan
4:55
memilih jalur nonkooperatif.
4:58
Pada fase ini pula muncul aksi-aksi
5:00
besar dari propaganda, pergerakan massa
5:04
hingga pemberontakan.
5:06
Semangatnya jelas, Indonesia harus
5:12
pemberontakan-pemberontakan itu
5:13
dipatahkan Belanda, perjuangan memasuki
5:16
fase bertahan pada tahun 1930-an.
5:20
Sebagian memilih jalur kooperatif
5:22
seperti Partai Indonesia Raya atau
5:24
Parindra yang bersedia bekerja sama
5:26
terbatas dengan pemerintah kolonial demi
5:28
memperjuangkan kepentingan rakyat dari
5:33
Di sisi lain masih ada kelompok
5:35
nonkooperatif seperti Partai Indonesia
5:37
atau Partindo yang tetap menolak bekerja
5:40
sama dengan Belanda. Fase ini
5:42
memperlihatkan strategi yang lebih
5:44
beragam. Ada yang memilih jalur
5:46
kompromi, ada pula yang tetap berpegang
5:49
teguh pada garis keras antikolonial.
5:52
Perjalanan tiga fase ini menunjukkan
5:54
bagaimana bangsa Indonesia belajar,
5:56
beradaptasi, dan merumuskan cara paling
5:59
efektif untuk mewujudkan cita-cita
6:04
Perjalanan panjang ini membuktikan bahwa
6:06
semangat kebangsaan tidak pernah padam.
6:09
Pergerakan nasional Indonesia
6:11
menunjukkan bahwa perjuangan bangsa
6:13
bukan hanya soal senjata. tetapi juga
6:15
soal ide, persatuan, dan kesadaran.