Full Transcript

·YouTLDR

Cerita Awal Bukalapak, Gojek dan Dian Sastro Bikin Startup

29:52IndonesianTranscribed Jul 22, 2026
0:00

Apa yang menyebabkan Jaki mau memulai mencoba untuk membuat startup? Ini semua teman-teman yang hadir di sini pasti pengen membuat startup sama seperti Anda. Apa yang membuat Anda itu mau dan mampu membuat startup? Agar teman-teman semua ini bisa mengambil pelajaran yang baik dari Anda. Silahkan.

0:34

Terima kasih Pak JT. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

1:07

Karena dua ini sama-sama 32 tahun. Saya bilang, "Rendy, you agak out sedikit." Karena udah agak tuwir. Jadi, oleh karenanya saya bilang ini. Soalnya kalau dekat-dekat saya juga gak boleh. Oke, silakan. Oke, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ya, tadi seperti dibilang Pak CT, saya berangkat dari Sragen, dari kampung. Terus kemudian kuliah di Bandung.

1:37

Salah satu yang membuat saya pengen bangun startup atau Bukalapak adalah saya ngerasa di Indonesia ini banyak banget masalah Pak JT. Iya, kalau kita sebut masalahnya banyak banget lah. Pengen sih jadi bagian dari masalah karena saya udah cukup bersyukur dapat kuliah di perguruan tinggi yang bagus. Jadi waktu itu berangkat dari keinginan itu Pak JT. Jadi keinginan bahwa apa bisa skill saya itu dipakai untuk bermanfaat bagi banyak orang.

2:10

Dan awalnya memang gak yakin. Gak yakin apakah ini sesuatu ini bisa besar. Karena kalau ngelihat pengusaha-pengusaha besar itu kan pengalamannya biasanya lama prosesnya. Terus kemudian temannya juga biasanya ya konglomerat juga Pak CT. Jadi saya pikir waktu itu tidak pernah ada harapan besar secepat ini. Tapi ternyata di era digital ini teman-teman asalkan kita kerja keras...

2:43

Terus punya kemauan dan tekad yang kuat. Terus juga kreatif Pak Cetek. Jadi selalu mencari cara-cara baru. Karena di era yang baru ini justru anak muda malah lebih kompetitif Pak Cetek. Karena mereka lebih mengerti marketnya. Dan internet kebetulan adalah market untuk anak-anak muda. Jadi saya pikir...

3:09

Berangkat dari idealisme itu bagaimana bisa memberikan manfaat bagi banyak orang. Karena saya juga datang dari latar belakang dari kampung. Oke, jadi Jaki bilang idealisme menjadi dasar keinginan untuk berbuat sesuatu yang lebih baik. Karena latar belakang keluarga, tempat tinggal dan lain sebagainya pengen mengangkat. Pertanyaan saya.

3:38

Idealismenya muncul dari awal apa munculnya belakangan? Munculnya dari awal, dorongan awalnya itu pengen. Karena kita sebagai manusia menurut saya tidak bisa hidup biasa-biasa saja ya Pak. Jadi harus bisa memberikan manfaat ke banyak orang gitu. Jadi pengen dulu, pengen dulu tapi ternyata gak nyangka keinginannya dikabulkan dengan kerja keras dan kreativitas tadi. Oke, teman-teman.

4:08

Ternyata membuat sesuatu di dasari idealisme itu is works, artinya bisa jalan. Karena keinginan berbuat sesuatu untuk sesuatu yang baik, maka ada energi.

4:27

Energi itu yang digunakan oleh Jaki untuk akhirnya melakukan sesuatu yang mungkin buat orang is not easy, tidak mudah. Tetapi karena idealisme spirit itu akhirnya dapat energi yang lebih untuk do something. Dan ya alhamdulillah sampai hari ini is okay. Nah ini latar belakangnya. Kalau Dian sekarang ya.

4:59

Saya tanya tadi di belakang, Dian ini teman-teman nanya, udah enak jadi artis, honornya gede, populer, ngapain bikin-bikin startup, ngapain juga nyoba-nyoba usaha, honor gak cukup. Kalau menurut saya mungkin honor dia jadi artis mungkin lebih besar daripada hasil daripada startup.

5:28

Nah apa sebenarnya motivasi dari Dian untuk memulai startup atau usaha ini?

5:38

Mungkin saya mau cerita dulu nih Pak, waktu itu sekitar tahun 2005-2004 gitu ya, saya waktu itu udah lumayan jadi bintang film yang agak dianggap serius gitu ya, waktu itu ada Peringan Cinta pertama, waktu itu sukses gitu. Dan salah satu kesuksesannya itu membawa saya untuk mendapatkan kesempatan untuk menjadi...

6:05

Apa namanya, brand ambasador dari sebuah program mikro bisnis dari salah satu bank nasional. Bank BUMN gitu ya. Nah ternyata perjalanan saya menjadi artis itu pak malah memberikan saya kesempatan untuk terekspos kepada dunia wira usaha muda. Jadi waktu itu bank itu punya program untuk memberikan pinjaman ringan untuk anak-anak mahasiswa.

6:29

Mahasiswa atau anak-anak muda yang berani berwirausaha, kenapa? Karena menurut mereka itu penting sekali untuk kemajuan ekonomi negeri kita. Karena dengan terbukanya lebih banyak wirausaha, startup lah ya, basically bahasanya sekarang. Anak-anak muda itu akan bisa membuka banyaknya lapangan pekerjaan baru. Dan instead of mencari pekerjaan, mereka malah bisa memberikan lapangan pekerjaan baru.

6:53

Menjadi brand ambasador program mereka ini saya jadi ikut roadshow ke 27 kota gitu ke 27 provinsi dan saya bertatap muka sama teman-teman yang menginspirasi yaitu teman-teman yang sudah berhasil bikin wirausaha-wirausaha kecil gitu dan juga teman-teman yang sedang mau diinspirasi gitu yang masih mikir-mikir mau buka apa gitu. Cuma pengalaman-pengalaman seperti itulah yang justru membuat saya belajar dan membuat saya ngeliat lagi gitu ke diri saya.

7:21

apa ya iya saya cuma berkarya dalam dunia hiburan aja gitu apa cuma segini aja kemampuan saya, jangan-jangan di dalam diri saya juga bisa melihat orang yang mungkin punya keberanian untuk membuka wirausaha walaupun kecil mulainya gitu. It's a start up gitu dan mungkin gak langsung sukses, gak langsung biayanya bisa bersaing dengan penghasilan saya sebagai artis cuma saya ngelihat untuk bisa ber

7:48

untuk bisa memberanikan diri masuk berwirausaha aja itu sudah satu mindset yang baru sih. Pada saat kita bisa berpikir secara entrepreneur itu kita kan risknya semua kita tanggung gitu loh. Keberaniannya semuanya juga energi kita yang menopang cita-cita besar itu untuk jadi manifest menjadi sebuah usaha. Dan hal itu menginspirasi saya dan harapan saya itu bisa menginspirasi orang-orang sekitar saya sih. Jadi...

8:17

Pengennya sih, walaupun mungkin sekarang usaha saya tuh belum ada yang gede-gede banget gitu ya Pak. Cuma mudah-mudahan keberanian saya untuk merambah ke dunia usaha, dunia bisnis kecil-kecil gitu. Ada startup satu, ada bisnis kuliner satu gitu. Dan sekarang saya mau masuk ke producing film juga satu. Semoga ini bisa menginspirasi gak cuma diri saya sama keluarga saya sama teman-teman saya. Tapi justru fans-fansnya saya yang mungkin selama ini ngikutin keartisan saya untuk...

8:46

Untuk jadi fansnya artis yang ini, jangan cuma ngefans doang tapi juga terinspirasi dong ikut bikin usaha, ikut menjadi orang-orang yang berani bikin startup supaya pergerakannya bisa masif dan kalau bisa mudah-mudahan bisa sebesar nationwide. Kalau misalnya saya bisa bikin kontribusi sebesar itu buat satu bangsa misalnya berarti kan kontribusi yang saya lakukan gak cuma buat diri saya tapi buat satu generasi gitu.

9:14

Jadi Dian ini lain lagi backgroundnya sama Kevin, sama Jaki. Kalau Jaki bicara karena idealisme. Dian karena fungsi sebagai artis, jadi brand ambasador, punya kesempatan melihat hal yang banyak, lalu mencoba mengambil kesempatan. Ini prinsip entrepreneur.

9:42

Entrepreneur itu pada dasarnya yang pertama adalah orang yang bisa melihat dan membaca kesempatan dan mengambilnya. Nah pertanyaannya kalau tidak dilihat, tidak ada opportunity-nya, tidak ada kesempatan, what we have to do? Tugas entrepreneur menciptakan peluang itu. Jadi peluang ditangkap.

10:08

Banyak orang nanya ke saya, Pak kita udah coba lihat peluangnya gak ada. Terus apa yang kita harus lakukan? Ciptakan peluangnya. Itulah prinsip entrepreneur. Dan Dian itu melihat. Tentu Dian mendapatkan manfaat. Artis terkenal, banyak fansnya. Ada manfaat yang didapat. Dengan begitu langsung bisa jadi downlinknya. Nah pertanyaan saya sekarang. Dian.

10:38

Gimana sweet pemikiran dan mentaliti dari seorang artis itu kan wah kemana-mana fansnya dipuja-puji di ini. Jadi seorang entrepreneur is different. Entrepreneur is about berjuang, fight. Gak mudah. How you transform?

11:06

Ini gak mudah ini ya, tentang pola pikir, pola sikap seorang artis menjadi seorang entrepreneur. Beda, artis itu dipuji-puji saudara-saudara sekalian, teman-teman. Kalau entrepreneur itu kalau udah di atas dipuji-puji, waktu di bawah ibaratnya tukang beca juga gak ngeliat lo. Itu entrepreneur. Nah gimana human transform ini?

11:34

Saya senang banget dapat pertanyaan ini dari Pak JT. Jadi saya justru ngeliat saya berani keluar dari hanya menjadi artis gitu, hanya menjadi seorang pekerja seni dan mau masuk membuka bisnis itu kan membuka mindset. Itu sebenarnya kayak keluar dari comfort zone Pak. Sebenarnya saya ngeliat

11:54

Saya dan teman-teman artis yang lain gitu ya, kita tuh udah ada di dunia yang serba comfortable. Ditaruh di lukan, ditaruh di tempat yang tinggi, oh dia papan atas apa segala macam. Pada saat kita membuka bisnis baru ya kita jadi pekerja, kita bukan siapa-siapa. Kita copot semua atribut kita, kita sama dengan teman-teman kita, pegawai kita. Bahkan kita bahkan terima kasih, terima kasih banget pegawai kita mau kerja sama kita gitu. Dengan gaji yang masih mungkin belum istimewa gitu. Nah...

12:22

Sebelum itu saya mungkin mau pernah cerita pas tahun 2006 sampai tahun 2013 itu saya stop main film pak. Karena waktu itu industri film lagi lesu lah ya dan saya

12:35

Siap banget waktu itu untuk pensiun dari dunia hiburan karena saya waktu itu udah kehilangan kepercayaan sama dunia film Indonesia waktu itu. Film-film yang diproduksi waktu itu film-film horror yang jorok-jorok lagi. Jadi tipe-tipe film yang waduh kayaknya saya gak bakalan nonton deh apalagi saya main gitu yang kayak gitu. Saya gak terlalu suka horror dan kayaknya gak punya tertarik untuk main film yang jorok-jorok gitu ya. Jadi saya langsung siapin mental untuk oke saya ganti karir aja deh.

13:03

Saya akhirnya bermodalkan ijazah filsafat saya yang sebenarnya gak terlalu laku itu ya kalau di dunia bisnis. Saya ngelamar kerja di beberapa tempat, jadi di bank, di apa dan akhirnya saya siap untuk menjadi wanita karir di kantor sebuah kantor konsultan waktu itu. Saya kantor disitu 3,5 tahun dan saya benar-benar

13:23

...bongkar mindset saya. Saya yang tadinya biasanya punya LO, punya asisten, punya supir. Di sini saya benar-benar jadi jongos. Jadi benar-benar pekerja kelas junior... ...yang kerjanya dikerjain sama senior, dikasih kerjaan banyak. Bergadang, bangun pagi, mungkin gak tidur sama sekali. Nginap di kantor, mandi di kantor. Makannya di kantin supir, yang benar-benar gitu. Dan saya bersyukur banget karena...

13:50

Pengalaman itu mengajarin saya bahwa oh ternyata saya bisa kok dengan kalau kita mau ngubah mindset sebenarnya tidak ada yang tidak mungkin. Pada saat kita mau kita malah menemukan ada kemampuan baru dalam diri kita yang kita baru tahu. Nah sejak saya pernah kerja itu Pak saya punya...

14:05

pengetahuan baru tentang diri saya, oh ternyata saya bisa kerja yang lain selain jadi artis. Dan pada saat itu saya mau buka usaha, mau buka apa, saya siap repot, siap kerja keras, siap ikut begadang sama pegawai-pegawai saya dan itu udah bukan sesuatu yang saya enggak tahu saya bisa apa enggak, saya udah pernah lakuin gitu. Dan itu saya merasa kalau pernah kerja sama orang di perusahaan besar menjadi pegawai kelas rendahan itu bagus malah ilmu buat kita untuk tahu kalau kita bisa kerja keras gitu.

14:34

Satu value yang kita bisa ambil untuk jadi pengusaha itu tidak mudah. Tidak mudah sama sekali. Jadi jangan berpikir untuk memulai sesuatu mudah.

14:53

Dian seorang artis yang populer kemana-mana di ibaratnya dipuja-puja oleh fansnya tiba-tiba harus melakukan proses transformasi dirinya. Merubah pola pikir, pola tindak untuk bersedia.

15:11

Jadi jongosnya, bersedia tidak tidur, begadang, bersedia mandi di kantor dan lain sebagainya. Seorang artis Dian Sastro gitu loh. Nah itu adalah note yang penting untuk teman-teman semua. Tidak ada sesuatu yang mudah. Kesuksesan adalah sesuatu yang harus diperjuangkan. Tidak ada kesuksesan yang turun dari langit diberikan. Itu tidak ada.

15:43

Jadi ini note yang penting untuk teman-teman itu kalau nanti mau mulai harus siap. Ini pengalaman-pengalaman teman-teman. Kevin sekarang. Kevin ini tadinya seorang profesional. Dia berteman, bekerja bersama dengan Nadiem di salah satu perusahaan e-commerce. Dari profesional. Tiba-tiba itu membuat...

16:17

...satu aplikasi Gojek dan enggak mau meninggalkan tempat kerjanya sebelumnya... ...sebelum kelihatan agak lumayan ini Gojeknya. Pertanyaan saya itu bagaimana proses Anda mengambil keputusan bersama Nadiem... ...dari kerja yang relatif sudah oke, gaji sudah lumayan...

16:47

Itu mentransform diri Anda untuk menjadi seorang entrepreneur. Kayaknya ini juga merupakan ciri kepribadian juga. Karena waktu Nadiem sama saya kerja di perusahaan e-commerce itu, perusahaan e-commerce itu juga kita bisa dibilang karyawan nomor 1 sampai 10. Kita benar-benar membangun sesuatu dari awal.

17:19

Dan dari dulu kita itu memang tipe orang yang ingin membangun, bukan cuma misalnya ada perusahaan atau institusi atau organisasi yang sudah jadi, cuma masuk dan membangun.

17:37

cuma jadi bagian kecil gitu dari misi atau strategi organisasi atau perusahaan itu. Jadi kita memang dari dulu ada passion untuk membangun. Jadi pas kita, sebenarnya tadi pertanyaan Bapak itu menarik banget mengenai idealisme.

17:57

Karena sebenarnya pas kita memutuskan untuk berangkat dan mulai perusahaan ini, itu bukan dari idealisme, melainkan dari pragmatisme.

18:09

Jadi banyak pragmatisme-pragmatisme yang jadi dorongan. Pragmatisme yang pertama tentunya yang tadi dari sudut pandang kepribadian, memang kita personality-nya kayak gitu. Pragmatisme yang kedua yang kita lihat adalah sebagai warga Jakarta yang setiap hari harus menghadapi kemacetan yang luar biasa, kita benar-benar ngerasa ini adalah problem yang bukan cuma masalah,

18:36

suatu problem yang kecil yang cuma ngabisin waktu tapi benar-benar ada impact terhadap kualitas hidup orang. Jadi kan itu waktu yang kita abisin macet-macetan itu bisa dipakai untuk bersama keluarga, bersama teman, melakukan aktivitas lain yang lebih produktif. Jadi ada unsur pragmatisme yang kedua itu. Terus yang ketiga itu kita juga sering ngojek pada saat itu. Jadi melalui

19:07

banyaklah perbincangan-perbincangan dengan tukang ojek, kita juga sadar bahwa meskipun persepsi masyarakat tentang tukang ojek pada saat itu tuh bisa dikatakan rendah, mereka suka nembak harga, nggak bisa dipercaya, ugal-ugalan, banyaklah persepsi-persepsi negatif. Tapi dari interaksi kita dengan tukang ojek pangkalan ini, kita sadar bahwa sebenarnya persepsi itu bisa dikatakan rendah.

19:33

Mungkin ada sedikit benarnya, cuma untuk sebagian besar di Tunggak Tokang Ojek itu persepsi yang salah. Jadi berangkat dari pragmatisme itu kita sadar bahwa ini merupakan suatu opportunity yang luar biasa untuk menyelesaikan banyak masalah-masalah itu. Dan justru dari pragmatisme itu, begitu kita lihat reaksinya, idealismenya itu yang muncul. Jadi itu menarik banget bahwa sebenarnya kan

20:01

Kalau kita lihat secara idealis, idealisme itu kan dari awal. Tapi kita juga harus jujur ya, awalnya cuma pragmatisme. Tapi begitu kita lihat misalnya ada satu titik dimana kita sadar, eh ini tadi kita cuma mau nyelesaikan masalah yang lumayan kecil. Masalah personal kita sebagai founder-founder dan masalah tukang-tukang ojek yang kita temui. Cuma pada suatu saat, pada waktu tahun 2015,

20:32

Saking besarnya tukang-tukang ojek yang mau gabung ke Gojek, kita harus sewa stadion di GPK di Gelora Bung Karno. Di mana lebih dari 100 ribu tukang ojek bergabung dalam jangka waktu beberapa minggu. Kita penuhin stadion, tim kita sampai gak tidur, nginep di stadion. Terus, jadi kita lihat,

20:57

demand atau kita lihat masalah ini sebenarnya suatu masalah yang luar biasa besarnya. Terus kita lihat juga cerita-cerita misalnya salah satu restoran di GoFood, bisnis pengantaran makanan kita, salah satu restoran yang jualan pisang goreng, satu bulan lewat GoFood itu omsetnya bisa lebih dari 1M. Jadi kita sadar sebenarnya kita diberikan opportunity atau kesempatan yang luar biasa

21:27

Dan dari situlah idealismenya muncul. Kita sadar bahwa kita ada kesempatan yang telah diberikan oleh Tuhan untuk melakukan impact yang luar biasa besar. Yang tadinya berangkat dari pragmatisme doang. Jadi kembali lagi ke pertanyaan Bapak yang tadi Bapak tanya ke Zaki. Menurut saya itu sekarang kita tahu bahwa yang cuma yang lompatan, suatu lompatan kecil yang kita lakukan tadi sekarang berhasil.

21:55

Bisa kita rubah menjadi sesuatu yang benar-benar bisa merubah negara ini dan sekarang negara-negara lain di Asia Tenggara. Oke, seringkali orang bertanya kepada saya, apakah memulai usaha itu dari idealisme atau dari pragmatisme? Tadi Jaki bilang idealisme, Kevin bilang pragmatisme. Sebenarnya tidak perlu dipertentangkan

22:36

Antara idealisme dan pragmatisme. Boleh memulai dari idealisme, lalu akhirnya kalau bisnis itu kan tidak bisa lepas dari pragmatisme. Atau memulai dari pragmatisme, nanti kalau sudah berjalan itu akan muncul idealisme. Karena pragmatisme dan idealisme bukan minyak dan air.

23:04

Bukan seperti minyak dan air, kalau minyak dan air diaduk kayak apapun itu akan terpisah. Idealisme dan pragmatisme seperti koin dengan dua mata sisi. Kalau seandainya satu mata sisi enggak ada, dia enggak akan laku.

23:25

Nah pragmatisme dalam dunia usaha adalah satu hal yang penting. Karena usaha namanya usaha, cari keuntungan. Tanpa pragmatisme ya enggak akan ada usaha. Tetapi menjamin usaha itu sustainable, menjamin usaha itu mendapat apresiasi, tidak menjadi economic animal atau economic animal.

23:53

musuh ekonomi daripada rakyat kebanyakan itu tetap harus menjunjung tinggi idealisme. Nah Kevin tadi bicara memulai dari pragmatisme. Nah Randy adalah hal yang lain ini. Randy seorang profesional ya menjalankan Google. Nah tentu saya gak akan nanya tentang gimana memulai ya. Nah

24:21

Tapi sebagai seorang profesional di multinational company yang sangat terkenal dengan mbah Googlenya itu. Jadi tempat orang bertanya apapun. Sekarang banyak orang enggak nanya sama guru, enggak nanya sama dosen lagi. Karena apa? Google lebih pintar katanya dari dosennya. Nah bagaimana Anda sekarang ya...

24:49

Bisa menolong banyak orang untuk memulai. Kalau tadi kan pengalaman memulai. Sekarang bagaimana Anda sebagai seorang CEO Google Indonesia? Ya tentu ada pragmatisme di satu sisi. Dan juga tentu Google punya idealisme juga. Kalau enggak, enggak akan sustainable juga. Bagaimana peran Google di bawah kepimpinan Anda di Indonesia membantu Anda

25:17

anak-anak muda Indonesia untuk memulai startup company. So, pertama-tama terima kasih ya Pak Cete sama kawan-kawan diundang. Seperti yang tadi Pak Cete bilang, saya agak sedikit gak qualified dari sisi umur, tapi once upon a time dulu pernah milenial juga, jadi tolong dilupain aja itunya. Ini kalau anak sekarang bilang, mendingan ngaku duluan daripada dihina belakangan.

25:44

Tapi mungkin semuanya yang di audience juga gak semuanya milenial kan sebagian. Tapi terima kasih atas pertanyaannya Pak Cete. Jadi menurut saya mungkin saya jawabnya dari dua bagian ya. Bagian pertama...

25:56

Saya sebenarnya jujur aja, saya di Google juga belum terlalu lama, baru beberapa bulan juga. Sebelumnya saya pengalamannya lebih dari 20 tahun di berbagai industri lain, di industri consumer goods contohnya, dan pernah juga di industri semi konduktor, di consulting juga pernah. Dan saya sering, dulunya sering melalang buana kerja di tempat-tempat lain juga, di negara-negara beda-beda deh, di Amerika, di Kanada, di Asia Tenggara, Hong Kong, Taiwan, segala macam-macam. Jadi perspektif saya sedikit,

26:27

mengenai Google dan juga pengalaman saya sebelumnya dan kedua mungkin saya berikan beberapa contoh apa yang mungkin Google spesifikly sudah mulai mungkin bisa membantu dikit dengan startup dan internet di Indonesia. So pertama mengenai menurut saya kalau

26:48

Meskipun saya baru beberapa bulan, saya mendapat kesempatan untuk join beberapa acara-acara internal di Google yang mengenai negara mana yang potensinya besar, negara mana yang kita ingin invest berapa lama, berapa banyak yang kita ingin memberikan support dan hal-hal seperti itu. Nah, dari sisi...

27:11

Negara kan Indonesia kan kawan-kawan semua juga tahu kan Indonesia kan negara paling nomor empat di dunia ya dari sisi penduduk itu bukan rahasia semua orang juga tahu tapi menurut saya yang paling penting adalah even di multinational company bukan cuma Google doang antara semua negara-negara antara semua business unit ada sedikit karena

27:31

Kenapa? Kan resource juga terbatas. Meskipun Google perusahaannya juga resource-nya juga gak infinite. Jadi mereka juga harus memiliki prioritas negara mana, tempat kita yang pengen investasi banyak. Nah menurut saya itu adalah dari sisi Indonesia dan Google itu adalah kesempatan besar bagi kita untuk menunjukkan bahwa di Indonesia bukan cuma populasinya doang besar, tapi kita mempunyai sistem dan ekosistem yang sangat

28:00

Sehat. Tentu saja kita sangat bahagia sekali bisa melihat banyak teman-teman unicorn dan segala-galanya. Banyak mulai berkembang di Indonesia contohnya. Kita ada contohnya di sini Bukalapak sama Gojek contohnya. Dari sisi spesifik menjawab pertanyaan Bapak. Contohnya kita beberapa tahun lalu sudah mulai program namanya contohnya Android kejar. Kita...

28:25

So far angkanya juga masih finalized, sudah men-train lebih dari 100 ribu developer Android. Contohnya adalah kita melakukan kelas-kelas on the weekend, sama-sama menganggap volunteer untuk mengajar orang bagaimana programming Android. Itu contoh pertama. Contoh kedua, kita juga partnership sama misalnya Udacity, itu adalah satu global company, untuk memberikan curriculum-curriculum di online mengenai

28:54

bagaimana bikin aplikasi Android, apps, and things like that. Jadi itu dua, saya ingin mungkin encourage teman-teman untuk misalnya kalau belum tahu, colong cari tahu lebih. Soalnya itu adalah program-program gratis yang Google juga support dengan partnership dengan banyak orang untuk membantu internet di Indonesia. Mungkin yang terakhir, yang saya ingin bagi juga adalah kita juga

29:16

melakukan banyak training dengan SMB bisnis ya, bisnis menengah dan bisnis kecil untuk bagaimana membawa bisnis Anda ke internet. Caranya mungkin basic-basic simple ya, bukan cuma Google product juga, mungkin produk-produk lain di internet, social, video, website dan kita mendapatkan data sebagian besar orang yang sudah masuk ke internet

29:39

Itu pendapatannya dan grow-nya sangat besar sekali. Jadi mungkin itu saya berikan contoh beberapa aja Pak Cetek. Jadi dari sisi developer, dari sisi juga SMB. Oke, terima kasih Randy.

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free