0:00
Halo murid-murid cerdas Sobat Go11. Pada kesempatan kali ini, kita akan mulai mempelajari materi geografi kelas 11, bab yang pertama, yaitu posisi strategis Indonesia. Tujuannya agar kita semua bisa lebih mengenal letak dari negara kita, Indonesia. Sekaligus membuktikan apakah benar posisi Indonesia se-strategis itu. Oke, mari kita bahas bagian pertama. Alhamdulillah.
0:23
Letak Indonesia secara astronomis 1. Pengertian letak Indonesia secara astronomis Indonesia berada di antara 6 derajat LU, lintang utara, sampai 11 derajat LS, lintang selatan, dan 95 derajat BT, bujur timur, sampai 141 derajat BT, bujur timur. Batas wilayah Indonesia sebagai berikut.
0:48
Batas wilayah utara di 6 derajat 08 derajat LU adalah Pulau W, pulau paling utara di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Batas wilayah selatan di 11 derajat 15 derajat LS adalah Pulau Rote, pulau paling selatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Batas wilayah barat pada 95 derajat 45 derajat BT adalah Pulau Benggala, pulau paling barat di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
1:16
Batas wilayah timur pada 141 derajat 05 derajat BT adalah Sungai Flay, sungai yang berada di kota Merauke, Provinsi Papua. Letak Indonesia berdasarkan garis lintang dan garis bujur merupakan wujud letak astronomis. Letak astronomis disebut juga letak absolut. Letak absolut mengidentifikasikan setiap lokasi sebagai titik melalui ukuran bujur dan lintang.
1:38
Ukuran tersebut memiliki satuan derajat dan diaplikasikan dalam sistem grid matematis. Letak astronomis berarti letak suatu wilayah berbasarkan sistem koordinat, garis bujur dan garis lintang. Garis bujur merupakan garis hayal yang membagi secara vertikal dan menghubungkan kutub utara dengan kutub selatan. Garis lintang membagi bumi menjadi dua bagian sama besar, yaitu utara dan selatan.
2:00
Garis lintang sejajar dengan garis katulistiwa, ekuator. Berdasarkan letak astronomis tersebut, pulau-pulau Indonesia terbagi menjadi dua sisi, yaitu bagian atas, belahan bumi utara, dan bawah, belahan bumi selatan. Terbaginya dua sisi ini dikarenakan adanya garis katulistiwa, garis ekuator atau zero latitude.
2:21
Pulau besar yang dilintasi garis Katulistiwa adalah Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera. Garis Katulistiwa melewati Pulau Waigeo di Papua Barat, Pulau Halmahera di Maluku Utara, Sulawesi, Kota Bonjol di Sumatera Barat, Kota Pontianak di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kepulauan Batu di Sumatera Utara.
2:43
Namun, secara keseluruhan, sebagian besar wilayah Indonesia berada pada belahan bumi selatan. 2. Pengaruh letak astronomis terhadap iklim Indonesia yang bercorak tropis
2:55
Letak secara astronomis memengaruhi iklim suatu wilayah. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan intensitas sinar matahari yang diterima setiap wilayah. Letak astronomis wilayah Indonesia berada di sekitar garis ekuator atau katulistiwa. Pengaruh letak secara astronomis terhadap wilayah Indonesia yaitu
3:14
Indonesia dikategorikan negara beriklim tropis dengan rata-rata suhu dan kelembaban udara yang tinggi. Suhu udara yang relatif tinggi terjadi karena pengaruh intensitas matahari yang tinggi. Sedangkan kelembaban yang tinggi karena pengaruh angin yang membawa uap air dari perairan laut. Penyinaran matahari berlangsung sepanjang tahun.
3:34
Wilayah Indonesia mendapat penyinaran matahari sepanjang tahun dengan intensitas yang hampir sama dalam durasi waktu 12 jam, sehingga mengakibatkan suhu udara tinggi senantiasa lebih besar dari 18 derajat Celcius. Memiliki hutan hujan tropis yang luas,
3:50
Hutan hujan tropis di Indonesia dengan berbagai jenis flora dan fauna tumbuh di pulau-pulau besar seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Iklim tropis dapat dilihat dari pembagian iklim matahari.
4:04
3. Pengaruh letak astronomis terhadap pembagian zona waktu di Indonesia Bumi merupakan salah satu planet dalam tata surya kita. Selain berevolusi, bumi juga berotasi. Secara astronomis, waktu yang diperlukan bumi untuk berotasi yaitu 24 jam. Sehingga dapat ditentukan pembagian zona waktu berdasarkan besar lingkaran rotasi bumi, yaitu 360 derajat dibagi 24 sama dengan 15 derajat per jam.
4:32
Dengan demikian, terdapat perbedaan waktu selama 1 jam setiap 15 derajat bujur. Indonesia terletak di antara bujur 95 derajat sampai 141 derajat. Pulau Benggala sebagai wilayah paling barat, 95 derajat 45 menit BT, dan Sungai Flay sebagai wilayah paling timur, 141 derajat 05 menit BT.
4:54
Jadi, wilayah Indonesia terbang sepanjang 45 derajat pujur. Pemerintah RI mengeluarkan kebijakan melalui Keputusan Presiden No. 41 tahun 1987 yang menetapkan tiga zona waktu yang berlaku di Indonesia.
5:09
Tiga zona waktu tersebut antara lain adalah WIB, Waktu Indonesia Barat atau GMT plus 7, WITA, Waktu Indonesia Tengah atau GMT plus 8, dan WIT, Waktu Indonesia Timur atau GMT plus 9. Wilayah Indonesia yang termasuk zona WIB meliputi Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Madura, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
5:36
Wilayah Indonesia yang termasuk pada zona WITA terdiri atas wilayah Pulau Bali, Kepulauan Nusa Tenggara, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Kalimantan Tibur, Provinsi Kalimantan Utara, Pulau Sulawesi, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
5:50
Sedangkan wilayah Indonesia yang termasuk pada zona waktu WIT terdiri atas wilayah kepulauan Maluku, Pulau Papua, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya. 4. Keuntungan Letak Astronomis untuk Indonesia Letak Indonesia secara astronomis memiliki pengaruh terhadap kondisi wilayah Indonesia. Keuntungan dari letak astronomis tersebut adalah Indonesia memiliki hutan hujan tropis yang luas.
6:15
Keberadaan hutan hujan tropis bermanfaat dalam menyuplai oksiden yang dibutuhkan untuk mengurangi pemanasan global. Selain itu, hutan hujan tropis juga merupakan habitat ideal bagi flora dan fauna. Indonesia memiliki habitat flora dan fauna yang beraneka ragam.
6:31
Keuntungan lain dari letak astronomis untuk Indonesia adalah tersedianya lahan pertanian dan perkebunan yang luas. Lahan pertanian tersebut sangat penting untuk menghasilkan berbagai jenis komoditas pangan bagi penduduk Indonesia yang jumlahnya lebih dari 1,4 miliar.