Full Transcript

·YouTLDR

Anak SMP Disuruh Bikin Video Aneh

8:40IndonesianTranscribed Jul 26, 2026
0:00

Bocil-bocil baru pada masuk SMP, SMA,

0:02

bahkan SD ngapain coba bikin video

0:05

perkenalan. Apa manfaatnya buat mereka

0:08

selama proses belajar mengajar, mengayu

0:10

pendidikan? Ini 2026 ngapain sih? Hai,

0:14

gue En Bening. Tujuan video ini adalah

0:16

untuk membuat pendidikan Indonesia jadi

0:18

makin baik, lebih baik ke depannya.

0:20

Terus buat anak-anak bangsa. Gua bakal

0:22

ngomongin tentang video-video anak kecil

0:24

pada bikin perkenalan di Sosm pakai

0:26

foto-foto. Menurut gua boleh enggak?

0:29

Enggak usah ada. Kalau gua keliru,

0:30

jelasin dong sebenarnya manfaatnya apa.

0:32

Jadi apa yang gua maksud dari ini semua?

0:35

Hm.

0:41

Akhir-akhir ini gua lihat di timeline

0:43

banyak banget orang-orang ngebahas

0:44

tentang video-video apa sih dulu tuh gua

0:47

namanya MOS, masa orientasi siswa.

0:49

Sekarang namanya MP MPS A something

0:53

sorry gua lupa. Yang di mana banyak

0:54

anak-anak kecil itu bikin video untuk

0:57

memperkenalkan diri mereka di SOSM. Gua

0:59

gak tahu niatan aslinya apa, tapi gua

1:01

tahu bagaimana cara menyampaikannya.

1:02

Kalian kan anak baru, orang-orang belum

1:04

tahu kalian. Jadi, bikinlah video

1:05

perkenalan di sosm kalian biar

1:07

orang-orang pada tahu kalian. Maaf

1:08

banget kalau itu yang ngomong adalah

1:10

guru komunikasi atau guru sosmet. Ada

1:12

enggak sih guru sosm? Udah pasti kurang

1:14

belajar menurut gua. Karena kenapa? Aneh

1:16

banget. Gimana cara kenalan ke orang

1:17

yang kita enggak tahu orangnya siapa

1:19

terus bisa-bisanya kita tahu sosmate-nya

1:21

apa. Ya enggak sih? Gini kan logikanya.

1:22

Kamu belum dikenal. Ayo dikenal orang

1:24

bikin video kenalan di sosmate kamu.

1:26

Gimana cara lu nemu video dia? Kalau

1:27

misalnya kamu belum kenal sama dia, oh

1:29

iya bisa pakai hashtag. Yakin tuh

1:31

hashtag isinya anak-anak semua enggak

1:32

tuh? Hashtag dicampur sama buat-buat

1:34

atau orang-orang jualan dan lain-lain.

1:36

Dan buat apa, kenapa enggak kayak

1:38

zaman-zaman kita dulu gitu? Saya anak

1:40

baru, dikumpulin di kelas, ayo kenalan,

1:41

absen, selesai. Yeay. Terus guru-guru ke

1:44

depan terus kasih tahu, "Ini guru ini

1:46

namanya Pak ini Bu ini singkat padat."

1:48

Karena daripada manfaatnya menurut gua

1:50

lebih banyak apa ya keburukannya. Oke,

1:52

mungkin banyak juga yang bilang dan akan

1:53

coba saya respon gitu dengan ya buat

1:56

promo sekolah dan lain-lain. Menurut gua

1:57

enggak masalah mau promo sekolah oke-oke

1:59

aja gitu dengan cara yang oke dan emang

2:01

hasil nyata. Tapi bukankah itu malah

2:02

membuat jadi orang-orang mempertanyakan

2:04

sekolahnya? Ya, sekolah apaan nih? Kok

2:06

nyuruh anak muridnya bikin kayak gini?

2:08

Apa manfaatnya buat sekolah? Apa

2:09

manfaatnya buat murid-murid yang sekolah

2:11

di sana? Bukankah orang-orang tua murid

2:12

malah bakal jadi mempertanyakan ya? Iya

2:15

enggak sih? Ini manfaatnya buat anak

2:16

saya. Nanti apa nih kalau masuk sini

2:17

suruh bikin video-video kayak gini? Nah,

2:18

loh. Di akhir gua akan coba kasih tips e

2:20

buat mungkin teman-teman di tata usaha

2:22

yang diminta untuk e meningkatkan

2:25

followers atau jumlah apa ya nilai-nilai

2:27

promosi atau marketing di sosial media

2:28

sekolahan kalian akan saya bantu. Tenang

2:30

aja. Tapi pertama kerugian yang pertama

2:31

adalah algoritma sosm sekarang tuh udah

2:33

bahaya. Gua dari dulu bilang sosial

2:34

media itu bahaya buat anak-anak. Terus

2:35

berikutnya, enggak perlu di-follow.

2:37

Anak-anak itu bisa diketahui orang.

2:38

Dengan seperti tadi gua singgung juga di

2:39

pakai hashtagnya juga bisa ketemu. Dan

2:40

enggak sedikit dari gua berangkat bikin

2:42

video ini adalah karena banyak banget

2:43

orang orang-orang nge-share dan gua juga

2:45

nemuin sendiri pas lagi zoom scrolling

2:46

dan lihat komennya orang-orang tidak

2:48

sebijak itu di internet. Di dunia ini.

2:49

Bahkan enggak hanya di internet gitu.

2:51

Apalagi dengan lu bisa pakai topeng

2:52

dengan aman, enggak perlu tahu siapa.

2:53

Diledekin, dimarahin. Ada kasusnya yang

2:55

cowok tuh hanya karena suaranya lembut

2:57

dikit langsung dibilangin boti [musik]

2:59

boti anak SMP. Coba bayangin salahnya di

3:00

mana cowok bersuara lembut dan sopan.

3:02

Kalau misalnya emang keluarga mendidik

3:04

dia untuk menjadi orang yang lembut dan

3:05

sopan, yang gentle seperti itu, sekarang

3:07

sosmnya diserbu orang dengan boti,

3:09

dicreenshot sama orang, di-reupload sama

3:11

orang ke sosmet-sosmate lain, sama

3:13

akun-akun yang soced media. Padahal

3:15

nyari traffic dan followers dengan cara

3:17

yang haduh, mukanya maaf, mungkin ada

3:19

sedikit keanehan atau maaf cacat jadi

3:22

bahan ketawaan orang, di-share ke

3:24

teman-temannya. Ke mana mereka kenalan?

3:25

Ke sekolah atau ke orang-orang liar di

3:28

internet. Belum lagi yang lagi ramai dan

3:29

kalian juga jangan pura-pura enggak tahu

3:31

perempuan-perempuan yang dicurigai.

3:33

Enggak tahulah itu bercandaan meme atau

3:34

gimana tapi dampaknya ke apa? Ke

3:36

orang-orang yang berusaha mencari tahu

3:37

ni anak kecil dari mana. Kesempatan

3:38

untuk siapa? Nah, ya PDF-PDF enggak

3:40

benar dan banyak hal lagiah. Dan apakah

3:42

anak-anak kecil itu siap menanggung

3:44

resikonya? Apakah orang tua siap

3:45

menanggung resiko dan menjelaskan ke

3:46

anaknya bahaya apa dan ancaman seperti

3:48

apa yang siap dihadapi oleh anak-anak

3:49

ini dan apa manfaatnya buat anak-anak.

3:51

Enggak semua orang pengin jadi contonten

3:52

kreator. Saya nih kerjaannya dikasih

3:54

duit sama content kreator untuk review

3:56

konsultasi kerjaannya. Tapi gua juga

3:58

yang bilang enggak semua orang perlu

3:59

jadi contonent kreator. Enggak apa-apa

4:00

seriusan dah. Rezeki gua berkurang juga

4:02

ya it's ok. Karena gua yakin enggak

4:03

bakal berkurang. Karena menurut gua

4:04

keselamatan generasi penerus bangsa dari

4:07

bahaya internet tuh mesti orang tuanya

4:08

tahu gitu loh. Daripada tahu-tahu wah

4:10

gitu. Ini mental anaknya siap enggak?

4:12

Ini gini deh. Gua enggak usah ngomong

4:13

panjang deh. Ini harusnya nih ada

4:14

psikolog anak yang lihat video gua dan

4:16

coba bantu gua deh. Apakah emang ini

4:17

benar-benar bermanfaat? Coba secara

4:19

keilmuannya gitu. anak kecil SMP bikin

4:21

video di-react sama banyak orang,

4:23

disebarin video sama banyak orang,

4:24

dikomenin sama banyak orang dan komennya

4:25

tidak semuanya positif. Dan ini enggak

4:27

terjadi baru-baru ini, dari zaman

4:28

sebelum COVID ini udah sering terjadi

4:30

dan gua sudah bilang, tiba-tiba ada yang

4:31

suruh bikin trend mem, bikin sound dari

4:34

TikTok yang apa

4:36

atau songsong enggak tahu apa stayu

4:38

pernah juga gua juga lupa lah. Intinya

4:40

rama lah. Jujur gua malas untuk

4:41

nge-research ada apa aja koleksi mereka

4:44

jadi kayak ngapain juga gitu. Bet ini

4:46

adalah contoh-contoh yang menurut gua

4:47

cukup untuk bilang, boleh enggak sih

4:48

kayak ginian enggak usah dulu. Akhirnya

4:50

banyak juga yang ngeme. Akhirnya banyak

4:51

juga anak-anak yang pintar untuk

4:52

ngakalin bikin videonya biar aman buat

4:53

mereka. But in the end, apa manfaatnya

4:55

buat siswa, buat pelajar bikin video

4:57

kayak ini? Gua bisa jadi salah, gua bisa

4:58

jadi keliru, gua bisa jadi yang harusnya

5:00

dikritisi karena semua omongan gua

5:01

ternyata keliru secara keilmuan, secara

5:04

psikolog anak, secara komunikasi dan

5:06

lain-lain. Jadi silakan kritisi gua

5:08

kalau menurut kalian gua yang keliru.

5:09

Dan seperti yang tadi gua bilang, gua

5:10

akan kasih tahu buat mungkin

5:11

sekolah-sekolah yang berusaha untuk

5:12

mendapatkan murid, untuk mendapatkan

5:14

istilahnya orang-orang tua percaya sama

5:16

kalian yang di sekolah untuk menitipkan

5:17

anaknya di sana, untuk anaknya bisa

5:18

belajar di sana. Pertama adalah jangan

5:20

bikin video kayak gini [musik] ya. Yang

5:21

kedua adalah sosm sekolah. Kalian

5:23

harusnya diisi dengan kegiatan-kegiatan

5:24

yang ngebuat orang tua jadi kayak, "Ih,

5:26

keren ya kegiatannya. Mau deh anak saya

5:28

dititip di situ." Tunjukin seberapa

5:30

profesional gurunya, tunjukin

5:32

fasilitas-fasilitasnya, tunjukin

5:34

keterampilan-keterampilan gurunya,

5:35

kegiatan-kegiatannya, apa yang bikin

5:37

sekolah kalian beda daripada sekolah

5:38

yang lain, kemudahan aksesnya atau

5:40

bahkan mungkin dari depan gerbang

5:42

keamanannya, bagaimana satpamnya ee

5:44

menyapa dan membantu adik-adiknya

5:46

daripada adik-adiknya bikin video

5:48

perkenalan yang bikin orang tua malah

5:49

ragu. Apa iya ya, anak gua sekolahin di

5:51

situ? Iya enggak sih? banyak banget.

5:53

Bikin aja video sketsa-sketsa yang

5:54

bagaimana saat pam menyapa tiap pagi,

5:56

kegiatan baris berbarisnya gimana,

5:58

maksudnya apakah dijemur anaknya, apakah

6:00

masiat yang lebih nyaman,

6:01

prestasi-prestasi, lomba-lombanya atau

6:04

karya-karyanya atau acara keseniannya

6:06

kan banyak tuh ya. Nah, daripada ikutin

6:08

trend track TikTok, manfaatin tren track

6:09

TikTok-nya dipakai buat nunjukin

6:11

kemampuan anak didiknya yang emang mau

6:14

tampil ya. Apalagi pertunjukan seni kan

6:15

emang dia mau tampil di seni itu.

6:17

Menurut gua itu akan sangat jauh lebih

6:18

membuat orang tua percaya sama

6:20

sekolahannya dan kayak, "Ih, kerennya

6:21

sekolahannya. Pengin deh anak gua

6:22

disekolahin di sini." Ini kekhawatiran

6:23

gua banget. Gua ngelihat kayak ginian

6:25

tuh harusnya sih enggak perlu. Gua pikir

6:27

cuman ada di kampus-kampus dan lain.

6:29

Kampus-kampus pun juga enggak perlu.

6:30

Ngapain? Coba itu kakak-kakak pembimbing

6:33

kalian apa senior-senior kalian jelasin

6:34

ke gua pakai ilmu kampusnya apa manfaat

6:37

dari itu semua untuk mahasiswa-mahasiswa

6:38

baru. Gua dar SMP sama SM juga enggak

6:40

suka tuh tugas-tugas dari kakak-kakak

6:41

kelas suruh bawa pisang satu sisir dan

6:43

lain-lain lah. Sebuah ridle-ridle yang

6:45

ya walaupun itu menurut gua lebih baik

6:47

ya daripada MPLS. Cuman lebih ribetin

6:48

aja dan lebih enggak jelas aja. Tapi ya

6:50

tetap tidaknya tidak perlu masyarakat

6:52

luar masuk dan mengganggu psikologi anak

6:55

yang belum dewasa itu gara-gara hanya

6:57

karena tuh anak memang unik, suaranya

6:59

lucu, suaranya cempreng, mukanya masih

7:01

ya maaf nih gua ngomong aja ya, ada yang

7:02

kulitnya kumel, hitam karena emang

7:04

sering main layangan mungkin kayak gua

7:05

tapi gua sama enggak terlalu menghitam.

7:08

Ada yang mungkin matanya enggak pde

7:09

lihat kamera ada yang mungkin ngomongnya

7:11

bpotan kan jadi bahan komedi banget buat

7:13

orang-orang. Tapi apakah anak

7:14

bocil-bocel itu mau jadi bahan

7:16

komedinya? Apakah orang tuanya mau

7:18

ngelihat anaknya jadi bahan komedinya?

7:19

Enggak kan? Ayolah. Tapi kalau menurut

7:21

kalian bagaimana? Gua juga butuh banyak

7:22

input kali kalian. Gua juga butuh banyak

7:24

kritik dari kalian. Teman-teman yang di

7:25

psikologi anak paling sangat gua tunggu

7:27

komentarnya untuk bilang, "No, lu

7:28

lebay." Itu enggak apa-apa. Fine.

7:30

Ternyata secara keilmuan gue yang kelir.

7:31

Silakan komen di bawah gua tunggu. Thank

7:33

you semua yang sudah nonton. Sekian

7:34

seputar internet yang sebenarnya adalah

7:35

bukan sekolah. Yes, ini sebenarnya bukan

7:37

sekolah. You know ini bukan sekolah. Gua

7:39

malas bikin bumper dan thumbnail e

7:41

khusus untuk itu. But ya lu pada

7:43

penonton gua pasti udah ngerti lah

7:44

maksud gua ya. Eh thank you semua

7:46

nonton. Thank you buat para member.

7:48

Thank you semua yang mau mengkritisi dan

7:49

mendukung gua. Sebenarnya gua udah malas

7:51

ngomongin hal-hal kayak gini tentang

7:52

bukan sekolah gitu. Tapi kadang-kadang

7:53

kayak ya elah kok gua pikir cuman kuliah

7:55

doang sekarang kok SMP, SMA juga sampai

7:57

SD ngapain? Boleh kok disiapkan

7:59

teman-teman tata usaha kalau misalnya

8:00

mau minta bantuan saya untuk ngurus sosm

8:02

dan lain-lain. Saya bisa kasih apa ya?

8:04

Ya hitung-hitung eh back to society lah.

8:07

Ngobrol-ngobrol boleh. Bilis banget

8:09

kabarin aja. Tapi mesti resmi ya entar

8:11

ini ah ini yang gua malas mau ngasih

8:12

bagus tapi entar ada masalah. Misalnya

8:14

dia diam-diam konsul ke gua tapi

8:16

atasannya enggak suka. Ah kan keos kan

8:18

entar seakan-akan gue yang hasut dia

8:19

segala macam padahal kan tanggung jawab

8:20

dia ya you know lah enggak jadi deh maaf

8:23

ya puyeng gua malas puyeng malas ribet

8:24

niat baik gua kebayang gitu langsung ya

8:26

eh enggak jadi deh gua tarik lagi sor ya

8:28

sekian seputar internet yang bukan

8:29

sekolah untuk episode kali ini gua udah

8:31

mending pamir diri thank you buat para

8:32

member silakan kritisi saya dan untuk

8:34

kita semua demi pendidikan Indonesia

8:36

yang lebih baik stay clean and Um

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free