Full Transcript

·YouTLDR

Kurikulum Merdeka Rangkuman Materi IPA Kelas 10 Bab 1 Pengukuran dalam Kegiatan Kerja Ilmiah

6:41IndonesianTranscribed Jul 21, 2026
0:00

hai hai

0:00

[Musik]

0:10

semuanya kembali lagi di channel portal

0:12

edukasi Pada kesempatan kali ini kita

0:15

akan membahas rangkuman materi IPA kelas

0:18

10 bab 1 yaitu tentang pengukuran dalam

0:21

kegiatan kerja ilmiah materi ini sudah

0:24

kurikulum Merdeka Ya ini

0:27

Hai Mari kita mulai dengan macam-macam

0:29

alat ukur

0:32

Hai terdapat banyak sekali alat ukur

0:34

yang dapat kalian jumpai dalam kehidupan

0:36

sehari-hari

0:37

alat ukur yang tersebut digunakan

0:40

bergantung dengan apa yang diukur dari

0:43

benda yang ingin diketahui ukurannya

0:46

atau ukuran Tarra lain seperti timbangan

0:49

meteran stopwatch termometer jangka

0:53

sorong gelas takar dan lain-lain

0:57

Hai selanjutnya kita bahas

1:01

Hai besaran merupakan sesuatu yang akan

1:04

diukur besaran itu terdiri atas dua

1:07

kelompok yaitu besaran pokok dan besaran

1:09

turunan

1:11

Hai besaran pokok merupakan besaran

1:13

dasar yang satuannya sudah ditetapkan

1:16

sedangkan besaran turunan merupakan

1:18

besaran yang satuannya tersusun dari

1:21

beberapa satuan besaran pokok

1:25

Hai kemudian kita bahas juga sistem

1:27

satuan

1:29

Hai satuan merupakan ukuran yang menjadi

1:32

Acuan dari suatu besaran

1:34

masyarakat ilmiah bersama-sama membuat

1:37

kesepakatan tentang satu sistem satuan

1:40

baku yang resmi digunakan secara

1:42

universal atau yang bisa disebut satuan

1:45

internasional

1:48

Hai Nah berikut ini beberapa satuan

1:49

internasional seperti tabel di bawah ini

1:51

contohnya nama besaran itu panjang

1:54

lambang besarannya l dan satuan

1:56

internasional nya adalah m kemudian

1:58

dimensinya adalah L besar dan

2:00

selanjutnya kalian bisa lihat di sini ya

2:06

Hai kemudian kita bahas dimensi

2:09

Hai dimensi merupakan cara suatu besaran

2:12

turunan disusun berdasarkan besaran

2:15

pokoknya dimensi dari besaran pokok

2:18

berupa lambang yang ditulis dengan

2:20

kurung siku dan huruf kapital tertentu

2:22

seperti yang ditunjukkan pada tabel 1.1

2:25

berikut ini kalian bisa langsung lihat

2:27

di bagian dimensi ada L besar m besar T

2:31

besar yg besar dan seterusnya

2:39

Hai

2:40

Mari kita lanjut ke jangka sorong

2:44

Hai Nah sekarang Perhatikan gambar

2:46

jangka sorong dibawah ini kalian bisa

2:48

lihat ada nomor 1 sampai Nomor 8 untuk

2:51

bagian-bagiannya nomor satu itu rahang

2:54

luar nomor dua rahang dalam nomor tiga

2:57

tangkai ukur kedalaman nomor 4 itu skala

3:00

utama dalam cm nomor 5 itu skala inci

3:03

nomor 6 itu Skala nonius atau vernier

3:06

nomor 7 sekali Ji lagi dan nomor 8 baut

3:10

pengunci

3:13

Hai jadi berdasarkan bagian-bagian

3:15

jangka sorong tersebut kita mengetahui

3:18

bahwa jangka sorong itu memiliki dua

3:20

skala yaitu skala utama dan skala nonius

3:23

nah ketika mengukur penggunaan jangka

3:26

sorong pasti ada saja kesalahan

3:27

pengukuran karena tidak teliti Nah itu

3:30

disebutnya dengan nilai ketidakpastian

3:34

Hai rumus dari nilai ketidakpastian

3:36

adalah delta X = setengah dikali nilai

3:40

skala terkecil Nah jadi perhitungan khir

3:43

hasil akhir itu nanti harus dengan

3:46

dicantumkan nilai ketidakpastian

3:48

tersebut sehingga rumus akhirnya akan

3:50

menjadi X plus minus Delta X

3:56

Hai selanjutnya Mari kita bahas

3:58

mikrometer sekrup

4:00

Hai

4:01

Perhatikan gambar mikrometer sekrup di

4:03

bawah ini itu ada nomor 1 sampai 8 lagi

4:06

bagiannya itu nomor satu tersebut para

4:09

staf atau Anfield

4:11

bagian2 itu poros gerak atau spinel

4:14

nomor 3 itu bingkai atau frame dapat itu

4:17

pengunci lognet nomor 5 itu sleeve nomor

4:22

6 itu timbal dan nomor 7 itu Ratchet

4:25

noob

4:27

Hai pada mikrometer sekrup berlaku rumus

4:30

yang sama dengan pengukuran dalam

4:33

pengukuran ajim jangka sorong jadi ada

4:36

pasti ada nilai ketidakpastiannya

4:40

Hai selanjutnya kita bahas aturan

4:42

penting aturan angka penting dan notasi

4:45

ilmiah

4:47

Hai kalau kita menghitung menggunakan

4:49

kalkulator Adakalanya hasilnya itu

4:51

puanjang banget tergantung dari

4:54

perhitungannya misalkan hasilnya itulah

4:56

7,6 4

4:59

14046 itu memusingkan dan panjang maka

5:02

ada aturan namanya aturan angka penting

5:06

Hai aturan angka penting adalah aturan

5:08

pembulatan dan cara penulisan hasil

5:11

pengolahan data yang disepakati untuk

5:14

membulatkan hasil pengolahan misalnya

5:16

mencari luas permukaan tutup botol yang

5:19

berdiameter 3,2 cm diukur dengan jangka

5:22

sorong Nah setelah dihitung ternyata

5:25

hasil luasnya adalah

5:26

7,6 4140

5:31

Hai penentuan angka penting itu dari

5:33

diameter tutup botolnya Jadi

5:35

pembulatannya cukup tiga angka sesuai

5:37

dengan diameter tutup botol yang hanya

5:40

tiga angka yaitu 3,12 jadi pembulatan

5:43

hasil luasnya itu cukup ditulis 7,6 4

5:47

gimana gampang kan menentukan angka

5:49

penting

5:51

selanjutnya nilai ketidakpastian pada

5:54

pengukuran berulang

5:56

hai manusia itu pasti tidak luput dari

5:59

namanya kelalaian dan kesalahan

6:01

begitupun dalam pengukuran jadi ketika

6:04

mengukur Jangan cuma sekali ya minimal

6:06

itu harus lima kali

6:09

Hai karena dihitung lima kali maka nilai

6:11

ketidakpastiannya pun jadi lima ya kan

6:13

Nah untuk mendapatkan nilai

6:15

ketidakpastian pengukuran berulang itu

6:17

bisa menggunakan rumus persamaan standar

6:19

deviasi berikut ini

6:26

Hai Jeju

6:28

gaya mungkin Cukup sekian terima kasih

6:30

telah menyimak video pembelajaran hingga

6:32

selesai semoga bermanfaat kita semua

6:34

jangan lupa like Comment and subscribe

6:37

hai hai

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free