0:15
Kisah ini terjadi sebelum kelahiran Nabi
0:18
Muhammad sallallahu alaihi wasallam di
0:21
negeri Yaman. Saat itu wilayah tersebut
0:24
berada di bawah kekuasaan [musik]
0:25
kerajaan Aksum dari Habasyah.
0:28
Di sanalah berdiri seorang gubernur
0:30
ambisius bernama Abraha. Ia membangun
0:33
sebuah gereja megah di Sanaah yang
0:36
diberi nama Alquulais.
0:38
Bangunannya sangat indah, penuh hiasan
0:41
emas dan marmer. Abrahah ingin
0:43
menjadikannya pusat ibadah terbesar di
0:46
Jazirah Arab. Namun ada satu masalah. Di
0:50
kota Mekah berdiri sebuah bangunan
0:52
sederhana namun sangat mulia [musik]
0:54
yaitu Ka'bah. Setiap tahun bangsa Arab
0:58
berbondong-bondong datang ke sana untuk
1:00
berhaji. Bukan ke gereja megahnya
1:02
[musik] Abraha, bukan ke Sanaah, tapi ke
1:06
Mekah. Rasa iri dan ambisi mulai
1:09
menguasai hati Abraha. Jika mereka tidak
1:12
mau datang ke gereja, [musik]
1:14
maka aku akan menghancurkan Ka'bah. Dan
1:18
sumpah itu bukan sekadar [musik]
1:31
Abraha menyiapkan pasukan besar, ribuan
1:34
[musik] prajurit, persenjataan lengkap,
1:36
dan yang paling menggetarkan, seekor
1:38
[musik] gajah raksasa bernama Mahmud. Di
1:42
Jazirah Arab, gajah adalah simbol
1:44
kekuatan luar biasa. Bangsa Arab [musik]
1:46
belum pernah melihat kekuatan perang
1:48
seperti ini. Pasukan itu pun bergerak
1:51
menuju Mekah. Di sepanjang [musik]
1:53
perjalanan, banyak kabilah mencoba
1:55
menghadang. Namun, mereka kalah dengan
1:58
mudah. Ketakutan mulai menyelimuti
2:00
[musik] Jazirah Arab. Siapa yang mampu
2:03
melawan pasukan bergajah?
2:09
Saat berita [musik] itu sampai ke
2:10
Makkah, penduduk kota panik. Pemimpin
2:13
Quraisy saat itu adalah Abdul Muthalib,
2:16
kakek dari Nabi Muhammad sallallahu
2:18
alaihi [musik] wasallam. Ia bukan raja,
2:22
ia bukan panglima perang besar. Namun ia
2:24
adalah penjaga Ka'bah. Pasukan Abraha
2:28
sempat merampas ratusan [musik] unta
2:30
milik Abdul Muthalib. Maka ia mendatangi
2:32
perkemahan Abraha untuk meminta kembali
2:34
[musik] untanya. Abraham heran. Ia
2:37
berkata, "Aku datang untuk menghancurkan
2:40
Ka'bah dan kau hanya peduli pada
2:42
unta-untamu." [musik]
2:44
Dengan tenang, Abdul Muthalib menjawab,
2:47
"Aku adalah pemilik [musik] unta-unta
2:49
itu. Adapun Ka'bah, ia memiliki pemilik
2:52
yang akan menjaganya." Kalimat itu bukan
2:55
sekadar ucapan, itu adalah puncak
2:58
tawakal. Setelah itu, penduduk Mekah
3:01
diperintahkan [musik]
3:02
naik ke perbukitan untuk menyelamatkan
3:04
diri. Malam itu Makkah sunyi, Ka'bah
3:19
Saat pagi hari tiba, Abraha
3:22
memerintahkan [musik] pasukannya
3:23
bersiap. Gajah Mahmud diarahkan menuju
3:26
Ka'bah. Namun, sesuatu yang aneh [musik]
3:29
terjadi. Setiap kali gajah itu diarahkan
3:32
ke Mekah, ia berhenti duduk. dan menolak
3:35
bergerak. Namun saat [musik] diarahkan
3:37
ke arah lain, ia berjalan normal.
3:40
Seakan-akan ia tahu [musik]
3:41
bahwa bangunan itu bukan bangunan biasa.
3:45
Dan kemudian langit berubah. Dari
3:48
kejauhan muncul sekawanan [musik]
3:50
burung. Bukan satu, bukan puluhan, tapi
3:54
berkelompok-kelompok. [musik]
3:55
Mereka adalah Ababil. Allah mengabadikan
3:59
peristiwa ini dalam Alquran dalam surah
4:02
Alfil. Dan dia mengirimkan kepada mereka
4:05
burung yang berbondong-bondong yang
4:07
melempari mereka [musik] dengan batu
4:09
dari tanah yang terbakar. Setiap burung
4:12
membawa tiga batu kecil. Satu di
4:14
paruhnya, dua di kakinya. [musik]
4:17
Batu-batu kecil itu dijatuhkan dan
4:19
mengenai pasukan Abraha. Namun jangan
4:21
bayangkan [musik] itu batu biasa. Batu
4:24
itu menghancurkan tubuh mereka, mengoyak
4:27
daging menyebabkan penyakit mengerikan.
4:30
Pasukan besar itu [musik] berubah
4:31
menjadi seperti daun-daun yang dimakan
4:33
ulat. Panik, jeritan, kekacauan, pasukan
4:38
yang datang dengan [musik] kesombongan
4:40
pulang dalam kehancuran.
4:49
Abraha sendiri tidak langsung mati di
4:51
tempat. Ia kembali ke Yaman dalam
4:53
keadaan tubuh yang membusuk. Dagingnya
4:56
terkelupas [musik] sedikit demi sedikit
4:58
sampai akhirnya ia mati dalam kehinaan.
5:02
Inilah akhir [musik] dari kesombongan.
5:04
Pasukan besar, senjata lengkap, gajah
5:08
semua dihancurkan oleh makhluk kecil
5:11
yang bahkan tidak pernah [musik]
5:12
dianggap sebagai ancaman. Tahun
5:15
peristiwa itu dikenal sebagai tahun
5:17
gajah. Dan pada tahun itulah lahir
5:20
[musik] seorang anak yatim di Mekah
5:22
namanya Muhammad. Seakan-akan Allah
5:25
sedang menyiapkan panggung sejarah,
5:28
Ka'bah dijaga langsung olehnya. Karena
5:30
kelak [musik] dari kota itu akan lahir
5:32
rasul terakhir. Peristiwa burung Ababil
5:35
bukan [musik] sekedar kisah kehancuran.
5:37
Ia adalah pengumuman dari langit bahwa
5:40
rumah ini [musik] berada dalam penjagaan
5:42
Allah dan risalah besar akan segera
5:45
datang. Kisah [musik] ini mengajarkan
5:48
kita sesuatu yang dalam. Kekuatan tidak
5:50
selalu diukur dari jumlah. Kemenangan
5:53
tidak selalu ditentukan oleh senjata.
5:55
Ketika kesombongan melawan keimanan,
5:58
langit bisa menjadi pasukan. Burung
6:01
kecil bisa mengalahkan gajah besar. Dan
6:04
Allah tidak membutuhkan tentara manusia
6:06
untuk menjaga agamanya. Maka jika hari
6:09
ini kita merasa lemah, ingatlah kisah
6:12
Ababil. Karena pertolongan Allah bisa
6:14
datang dari arah yang tak pernah kita