Full Transcript

·YouTLDR

BAHASA INDONESIA KELAS 9 BAB 1 TEKS DESKRIPSI

13:32IndonesianTranscribed Jul 28, 2026
0:01

[Musik]

0:10

Hai anak-anak, mari kita belajar Bahasa

0:14

Indonesia kelas 9 bab 1 teks deskripsi.

0:19

Materi ini sudah kurikulum merdeka ya.

0:22

A. Definisi teks deskripsi. Kata

0:25

deskripsi memiliki kelas kata nomina

0:28

yang artinya pemaparan atau penggambaran

0:31

dengan kata-kata secara jelas dan

0:34

terperinci. Arti lainnya yaitu uraian.

0:37

Contoh penggunaannya kamus yang baik

0:40

memuat deskripsi tentang aspek leksikon

0:44

secara tuntas. Teks deskripsi memaparkan

0:48

objek atau tempat secara terperinci

0:51

berisi pemaparan atau penggambaran yang

0:54

detail sehingga seolah-olah pembaca

0:57

dapat membayangkan objek atau tempat

1:00

yang digambarkan dalam teks tersebut.

1:03

Teks deskripsi mengandung unsur emosi.

1:06

Seolah-olah pembaca dapat merasakan,

1:10

melihat, dan mendengar objek yang

1:12

dipaparkan. Tujuannya adalah

1:15

memerincikan dan menggambarkan objek

1:18

dari sudut pandang penulis agar pembaca

1:21

ikut terlibat dalam peristiwa dan

1:24

perasaan yang dialami penulis. Teks

1:27

deskripsi juga menggunakan majas untuk

1:30

menguatkan emosi penulis sehingga

1:33

tersampaikan kepada pembaca. B. Struktur

1:37

teks deskripsi. Secara umum, struktur

1:41

teks deskripsi mengandung empat unsur,

1:44

yaitu judul, deskripsi umum, deskripsi

1:47

bagian, dan penutup. Yuk, simak

1:50

penjelasan lanjutannya. Bagian pertama

1:53

adalah judul. Nah, judul merupakan

1:56

bagian teks yang menggambarkan dari isi

1:59

teks. Syarat judul yang baik yaitu

2:02

singkat, padat, jelas, relevan dengan

2:05

topik, dan menarik perhatian. Kedua,

2:09

deskripsi umum. Pada bagian ini

2:12

digambarkan objek atau peristiwa secara

2:15

umum kepada pembaca. Ketiga, ada

2:18

deskripsi bagian. Pada bagian ini

2:21

diberikan gambaran secara detail

2:24

mengenai objek atau peristiwa yang

2:27

dideskripsikan. Terakhir, penutup. Nah,

2:30

bagian ini berisi kesan penulis tentang

2:34

objek atau peristiwa yang

2:36

dideskripsikan.

2:38

C. Kaidah kebahasaan teks deskripsi.

2:42

Secara umum, teks deskripsi memiliki

2:44

ciri kebahasaan sebagai berikut. Satu,

2:47

menggunakan kata sifat untuk

2:50

mendeskripsikan objek, peristiwa, atau

2:53

perasaan. Contoh kata sifat yaitu sedih,

2:57

senang, dan pilu. Dua, menggunakan kata

3:01

benda untuk menunjuk objek, peristiwa,

3:04

atau perasaan yang dideskripsikan.

3:07

Contohnya kebakaran, kehilangan dan

3:11

kebahagiaan. Tiga, menggunakan kata

3:14

kerja aksi untuk mendeskripsikan

3:16

perilaku atau kondisi objek, peristiwa,

3:20

atau perasaan. Contohnya menulis,

3:23

menonton, dan mengambil. Tiga,

3:26

menggunakan kata kerja mental yang

3:28

bertujuan mengungkapkan perasaan pribadi

3:31

penulis. Contohnya melupakan, merasakan,

3:35

dan mengingat-ngingat. Lima,

3:37

memanfaatkan kata dengan makna tambahan

3:40

atau konotatif dan kias atau disebut

3:44

juga dengan majas. Makna konotatif

3:47

diartikan juga sebagai bukan makna kata

3:50

sebenarnya yang mengandung nilai rasa

3:54

atau makna tambahan. Makna ini muncul

3:57

karena adanya penambahan makna pada

3:59

makna dasar sebuah kata yang bisa

4:02

bersifat positif atau negatif dan

4:06

berkaitan dengan perasaan atau emosi.

4:09

Contohnya kata gugur, tetapi secara

4:13

konotatif berarti meninggal dunia.

4:15

Contoh penggunaannya di dalam konteks

4:18

perang. Seperti yang pernah kita bahas

4:21

di kelas 7, kita dapat memanfaatkan kata

4:24

konotatif dan kias untuk menghidupkan

4:27

teks deskripsi yang kita buat. Sebagai

4:31

pengingat kembali, berikut penjelasan

4:33

singkatnya. Satu, makna denotatif

4:36

merupakan makna yang sebenarnya atau

4:39

makna biasa dan apa adanya. Contoh, pada

4:43

malam hari banyak bintang di langit.

4:46

Kata bintang memiliki arti benda langit

4:49

yang mampu memancarkan cahaya dan

4:52

memproduksi energi sendiri. Dua, makna

4:55

konotatif merupakan makna yang

4:57

ditambahkan dari makna biasa sehingga

5:01

menimbulkan kesan rasa yang baru.

5:04

Contohnya, Ronaldo dan Messi selalu

5:07

menjadi bintang di klub mereka. Kata

5:10

bintang memiliki makna seseorang yang

5:13

mencolok karena bakat dan perannya yang

5:16

besar. Ketiga, makna kias merupakan

5:19

makna perbandingan

5:21

antara satu objek dengan objek yang

5:23

lain. Makna kias ini sering pula disebut

5:27

dengan majas. Contohnya, si raja merah

5:30

melalap semua permukiman warga. Nah,

5:33

raja merah adalah majas metafora yang

5:35

berarti api atau kebakaran. Sedangkan

5:39

kata melalap termasuk majas

5:41

personifikasi, yaitu majas yang

5:44

memanusiakan benda mati. D. Menggunakan

5:48

konjungsi dalam teks deskripsi.

5:51

Konjungsi adalah kata atau ungkapan

5:54

penghubung antar kata, antar frasa,

5:57

antar klausa, dan antar kalimat. Pada

6:00

bab ini kita akan mempelajari penggunaan

6:03

dari beberapa konjungsi yaitu karena

6:07

oleh karena itu tetapi, namun akan

6:11

tetapi, dan ketika. Yang pertama karena

6:15

adalah kata penghubung untuk menandai

6:18

sebab atau alasan. Konjungsi ini

6:21

menghubungkan dua klausa atau kalimat.

6:24

di mana klausa kedua menjelaskan alasan

6:28

atau penyebab dari klausa pertama.

6:31

Contoh, Rani tidak masuk sekolah karena

6:34

sakit. Kalimat ini terdiri dari dua

6:37

klausa. Yang pertama, Rani tidak masuk

6:40

sekolah. Yang kedua, Rani sakit. Agar

6:44

kalimat menjadi efektif, maka subjek

6:46

pada klausa kedua kita hilangkan.

6:49

Konjungsi karena menjelaskan penyebab

6:52

dari klausa pertama. Jadi, Rani tidak

6:55

masuk sekolah. Alasannya karena Rani

6:58

sakit. Yang kedua, oleh karena itu

7:01

konjungsi ini digunakan untuk

7:03

menghubungkan dua kalimat atau klausa.

7:06

Kalimat kedua merupakan akibat atau

7:09

konsekuensi dari kalimat pertama.

7:12

Padanannya adalah karena itu dan

7:15

karenanya. Contoh, dia tidak belajar

7:18

dengan giat. Oleh karena itu, nilainya

7:21

kurang memuaskan.

7:23

Ketiga, tetapi. Tetapi adalah kata

7:26

penghubung intrakalimat yang menyatakan

7:29

hal yang bertentangan atau tidak

7:32

selaras. Artinya, tetapi menghubungkan

7:35

dua hal dalam satu kalimat yang sama.

7:38

Biasanya ditempatkan di tengah kalimat

7:41

dan didahului oleh tanda koma.

7:44

Contohnya, orang itu kaya tetapi kikir.

7:48

Lalu, bagaimana dengan tapi? Tapi adalah

7:52

bentuk baku dari tetapi. Jadi anak-anak

7:55

perlu ingat ya, bahwa penggunaan yang

7:57

benar adalah tetapi, bukan tapi.

8:01

Keempat, namun. Namun adalah kata

8:04

penghubung antar kalimat untuk menandai

8:07

perlawanan. Contoh, cuaca sangat panas,

8:11

namun kami tetap melanjutkan sekolah.

8:15

Kelima, akan tetapi akan tetapi adalah

8:18

kata penghubung antar kalimat atau antar

8:21

paragraf untuk menyatakan hal yang

8:24

bertentangan atau tidak selaras. Namun

8:27

dan akan tetapi sama-sama dapat

8:30

menghubungkan dua kalimat yang berbeda.

8:33

Hanya saja frasa akan tetapi lebih

8:36

formal dibandingkan namun dan sering

8:39

digunakan dalam konteks yang lebih

8:41

resmi. Keenam, dan adalah kata

8:45

penghubung satuan bahasa, yaitu kata,

8:48

frasa, klausa, dan kalimat yang setara.

8:52

maksudnya termasuk tipe yang sama serta

8:55

memiliki fungsi yang tidak berbeda.

8:58

Contohnya buku dan pensil menghubungkan

9:02

dua kata benda. Nah, anak-anak bisa

9:04

lihat contoh lainnya ya. Ketujuh,

9:07

ketika. Ketika adalah kata penghubung

9:10

untuk menandai waktu yang bersamaan

9:13

padanan ketika yaitu tatkala pada waktu.

9:18

Contoh penggunaan konjungsi ketika yaitu

9:21

ketika kakak dilahirkan, ayah sedang

9:24

bertugas di kota. E. Menulis teks

9:28

deskripsi. Langkah menulis teks

9:31

deskripsi perasaan secara umum sama

9:34

dengan langkah menulis teks deskripsi

9:37

benda. Namun, ada beberapa poin tambahan

9:41

yang perlu diperhatikan.

9:44

Intinya perasaan bersifat abstrak.

9:46

sedangkan benda bersifat konkret. Jadi

9:49

diperlukan langkah dan teknik khusus

9:52

untuk mendeskripsikan perasaan. Berikut

9:55

langkah-langkah yang dimaksud. Satu,

9:58

siapkan kertas dan alat tulis. Ingatlah

10:01

kembali satu peristiwa yang menurutmu

10:04

sangat berkesan. Kedua, catatlah secara

10:07

terperinci dari kejadian tersebut dari

10:10

detik demi detiknya. Buatlah

10:12

poin-poinnya. Ketiga, libatkan indra

10:15

mata dan telinga serta perasaan untuk

10:19

melihat, mendengar, dan merasakan

10:22

rangkaian peristiwa tersebut. Ingat dan

10:25

catatlah segala yang kamu lihat, dengar,

10:28

dan rasakan pada tiap rangkaian

10:30

peristiwa tersebut. Keempat,

10:33

kembangkanlah poin-poin tersebut menjadi

10:35

sebuah teks deskripsi dengan menggunakan

10:38

bahasa yang menarik. Lima, gunakanlah

10:41

kata bermakna konotatif. dan kiasan agar

10:45

deskripsimu lebih hidup dan berkesan.

10:48

Keenam, gunakan diksi yang menarik

10:51

tetapi tetap sesuai dengan apa yang kamu

10:54

deskripsikan. Jujurlah pada penglihatan,

10:58

pendengaran, dan perasaanmu. Ketujuh,

11:00

baca ulang teks deskripsi yang telah

11:03

kamu buat. Segera perbaiki jika ada

11:06

kesalahan ejaan, kosakata, kalimat, atau

11:10

paragraf. F. Memahami kohesi dan

11:13

koherensi dalam teks deskripsi.

11:16

Pengertian kohesi adalah keterpaduan

11:19

bentuk dan koherensi adalah kepaduan

11:22

makna. Kohesi dan koherensi merupakan

11:25

aspek penting dalam penulisan. Dengan

11:28

memahami kohesi dan koherensi, kamu

11:31

mampu menghasilkan tulisan yang mudah

11:33

dipahami sekaligus nyaman dibaca.

11:37

Sekarang perhatikan bagian berikut.

11:39

Paragraf yang baik. itu harus kohesi dan

11:43

koherensi. Kohesi mengandung beberapa

11:46

aspek. Yang pertama mengandung satu

11:49

gagasan utama. Kedua, semua informasi

11:52

mendukung gagasan utama. Ketiga,

11:55

kalimat-kalimat berhubungan erat dengan

11:58

gagasan utama. Dan keempat,

12:01

kalimat-kalimat merujuk pada kalimat

12:04

pertama. Khusus poin keempat, jika

12:07

gagasannya berada di awal, ya. Agar

12:10

paragraf yang kita tulis menjadi kohesi,

12:13

kita dapat menggunakan pengulangan kata

12:16

dari kalimat sebelumnya, menggunakan

12:19

konjungsi antar kalimat, menggunakan

12:21

kata ganti orang, atau juga menggunakan

12:25

kata ganti tunjuk. Untuk koherensi

12:27

mengandung beberapa aspek, yaitu ada

12:30

keterpaduan makna serta makna kalimat

12:33

berikut berkaitan dengan makna kalimat

12:36

berikutnya. Pada penerapannya paragraf

12:39

yang koherensi ada pengulangan makna

12:42

informasi pada kalimat berikutnya.

12:45

Kalimat kedua, dan kalimat selanjutnya

12:48

selalu berkaitan.

13:21

[Musik]

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free